Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 445-452 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Peran Ibu Dalam Mengembangkan Pola Asuh Yang Sehat Untuk Mencegah Stunting Anak Usia Dini Studi Kasus Di TK Flamboyan Graha. Serang Eva Nufifa1. Umalihayati2. Mutoharoh3 Info Artikel Abstract Keywords: Mother's Role. Parenting. Stunting. Early Childhood Education. Stunting remains a major problem in early childhood health in Indonesia. One of the main causes of stunting is inappropriate parenting, particularly mothers' lack of knowledge about nutrition and meeting children's basic This study aims to describe the role of mothers in developing healthy parenting patterns to prevent stunting in early childhood at Flamboyan Graha Kindergarten. The method used was a qualitative case study approach. Data were collected through observation, interviews, and The results showed that mothers' knowledge about nutrition and healthy living significantly influences children's physical Furthermore, the involvement of teachers and principals in providing education through parenting programs also contributes to the improvement of healthy parenting patterns. Two children were found to be indicated as stunting due to lack of nutritional intake and inappropriate parenting patterns. That the role of mothers is very important in preventing stunting, especially in Flamboyan Graha Kindergarten with parenting patterns that are implemented directly on children such as involving children in providing food and eating together there is an emotional closeness between children and parents, so that children's appetite increases, and parents can explain healthy eating, optimal growth and development so that cognitive development is good. Kata kunci: Peran Ibu. Pola Asuh. Stunting. PAUD. Abstrak Stunting masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam dunia kesehatan anak usia dini di Indonesia. Salah satu faktor penyebab utama stunting adalah pola asuh yang tidak tepat,khususnya kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu dalam mengembangkan pola asuh yang sehat guna mencegah stunting pada anak usia dini di TK Flamboyan Graha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mengenai gizi dan pola hidup bersih sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak. Selain itu, keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam memberikan edukasi melalui program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : evanufifa761@gmail. 2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : umalihayati@gmail. 3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : mutoharoh@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 parenting juga turut mendorong peningkatan pola asuh sehat. Ditemukan dua anak yang terindikasi stunting akibat kurangnya asupan gizi dan pola asuh yang tidak tepat. Bahwa peran ibu sangatlah penting dalam pencegahan stunting,terutama di TK Flamboyan Graha dengan pola asuh orang tua yang mengimplementasikan langsung pada anak seperti melibatkan anak menyediakan makanan dan makan bersama disitu ada kedekatan emosional anak dengan orang tua, sehingga selera makan pada anak bertambah,dan orang tua bisa menjelaskan makan yang sehat,tumbuh kembang sesuai dengan optimal agar perkembangan kognitipnyapun baik. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 13 Oktober 2025 01 November 2025 07 Desember 2025 15 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Nufifa E. Umalihayati. Mutoharoh. Peran Ibu Dalam Mengembangkan Pola Asuh Yang Sehat Untuk Mencegah Stunting Anak Usia Dini Studi Kasus Flamboyan Graha. Serang. Jurnal Ar-Raihanah, . , 445-452, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Eva Nufifa, evanufifa761@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia (Martony, 2. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. menunjukkan bahwa angka stunting masih berada di atas standar yang ditetapkan WHO, yakni lebih dari 20 persen (Rahmadhita, 2. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berimplikasi pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Dengan demikian, stunting menjadi ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting adalah pola asuh yang kurang tepat. Pola asuh yang sehat mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, penyediaan MP-ASI yang sesuai, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (Marfuah et al. Ibu sebagai pengasuh utama anak pada masa usia dini memegang peran krusial dalam hal ini. Peran ibu tidak hanya terbatas pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga meliputi pemberian stimulasi psikososial, perhatian emosional, serta pengelolaan kesehatan anak secara menyeluruh. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu mengenai gizi dan kesehatan anak sangat berpengaruh terhadap praktik pola asuh. Menurut (Trinanda, 2. , intervensi edukasi pada ibu mampu meningkatkan keterampilan dalam pengasuhan dan menurunkan risiko stunting. Sebaliknya, (Wiliyanarti et al. , 2. menemukan bahwa kurangnya pemahaman ibu mengenai praktik pemberian makan dan perawatan anak menjadi salah satu penyebab utama stunting di berbagai daerah. Peran ibu dalam pola asuh anak sangat penting dalam pencegahan stunting dengan memberikan gizi seimbang dan cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,selain memberi makananyang sehat lingkungan yang sehatpun sangat diperlukan agar ibu dapat memantau pertumbuhan anak secara optimal (Mulyawan et al. , 2. Peran ini akan optimal jika didukung oleh kompetensi manajerial kepala PAUD yang mumpuni. Kepala PAUD yang baik memiliki visi, mampu merencanakan dan mengelola program, memantau kemajuan, serta membangun kemitraan dengan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 berbagai pihak, termasuk keluarga dan fasilitas kesehatan. Dengan begitu, upaya sadar pencegahan stunting bisa berjalan efektif dan berkelanjutan (Mutoharoh et al. , 2. Peran ibu dalam pola asuh anak untuk pencegahan stunting dengan memberikan gizi yang seimbang menciptakan lingkungan yang sehat,memberikan stimulasi dan interaksi positif, memantau pertumbuhan anak,mengajarkan kebiasaan hidup sehat. Melalui interaksi harian, guru dapat mengedukasi ibu tentang gizi seimbang dan stimulasi dini, mendemonstrasikan pola asuh positif, serta membantu mengidentifikasi potensi masalah tumbuh kembang anak. Kinerja guru yang baik, ditunjukkan dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mereka, memastikan informasi tersampaikan secara efektif, ibu merasa didukung, dan termotivasi untuk menerapkan praktik pengasuhan yang optimal di rumah (Muliyati et al. , 2. Peran orang tua termasuk ibu dan ayah dalam mengimplementasikan pola asuh sangat penting dalam bekerjasama menciptakan lingkungan yang sehat dan memantau pertumbuhan anak ibu menerapkan pola asuh sehat demi mencegah stunting. Artinya, guru dan orang tua menjadi teladan dalam praktik pengasuhan dan gizi, menginspirasi ibu dengan visi masa depan anak yang sehat, mendorong ibu untuk berpikir kritis tentang pilihan pengasuhan, serta memberikan perhatian dan dukungan pribadi yang dibutuhkan setiap ibu. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kinerja guru, tetapi juga memberdayakan ibu secara signifikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak (Dayanti, 2. Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yng berlangsung Pola pemberian makan balita merupakan upaya dari cara ibu memberikan makanan pada balita tercukupi, baik jumlah, jenis, frekuensi, maupun nilai gizinya. Masalah stunting pada anak balita masih menjadi masalah kesehatan terutama di negara Perlu adanya promosi di posyandu dn fasilitas kesehatan atau melalui media sosial lainnya tentang perlunya pencegahan stunting. Selain itu diperlukan juga penyuluhan tentang kesehatan dan gizi bagi calon pengantin (CATIN) perlu digalakkan bersama dengan dinas terkait (Ayu et al. , 2. karena inilah orang tua terutama peran pengetahuan ibu tentang gizi sangatlah penting. Beberapa indikator Dampak negatif kurangnya pemenuhan gizi yang tidak mempertimbangkan kondisi psikis anak usia dini akan berdampak secara psikis, misalkan anak mengalami pertumbuhan fisik dan berat badan yang kurang maksimal sesuai usianya, juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak dan tahapan perkembangan anak agar peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menyenangkan sehingga lebih mudah menyesuaikan pada saat mengikuti proses pembelajaran. Meskipun berbagai penelitian telah membahas hubungan antara pola asuh ibu dan stunting, sebagian besar studi masih berfokus pada aspek gizi dan kesehatan anak di tingkat rumah tangga atau research gap terletak pada kurangnya kajian yang meneliti secara mendalam bagaimana peran ibu dalam penerapan pola asuh sehat di lingkungan lembaga PAUD, terutama dalam konteks kemitraan dengan pendidik dan kepala lembaga. Padahal. PAUD merupakan lingkungan strategis yang dapat memperkuat praktik pengasuhan melalui edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan interaksi sosial anak. Berdasarkan celah tersebut, penelitian ini bertujuan dalam mengkaji secara komprehensif peran ibu dalam mengembangkan pola asuh sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia dini dengan melibatkan peran serta lembaga PAUD sebagai mitra edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru terhadap literatur tentang pencegahan stunting berbasis pendidikan anak usia dini serta menjadi dasar bagi pengembangan program intervensi keluarga dan lembaga pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan hal tersebut, penting untuk meneliti peran ibu dalam mengembangkan pola asuh yang sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ibu dapat mengoptimalkan perannya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi landasan bagi perumusan program intervensi berbasis keluarga yang lebih efektif dalam menekan angka stunting di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena dinilai paling sesuai untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dan kontekstual (Nurhayati et al. , 2. Pendekatan ini bersifat fleksibel dan memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan proses penelitian dengan situasi di lapangan serta mengidentifikasi kebutuhan anak-anak yang unik Menurut Creswell dan Poth . , penelitian kualitatif deskriptif digunakan ketika peneliti berupaya menggambarkan secara rinci pengalaman dan makna yang dialami partisipan tanpa memanipulasi kondisi yang ada. Oleh karena itu, pendekatan ini dianggap tepat untuk mengungkap peran ibu dalam mengembangkan pola asuh yang sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di TK Flamboyan Graha, yang berlokasi di Perumahan Graha Cisait. Desa Cisait. Kecamatan Kragilan. Kabupaten Serang. Lembaga ini dipilih karena memiliki karakteristik lingkungan belajar yang aktif membangun kemitraan dengan orang tua dan sering melaksanakan kegiatan yang mendukung pencegahan stunting. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana interaksi antara pihak sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, dengan orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk praktik pengasuhan yang sehat bagi anak-anak usia 4Ae5 tahun. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Partisipan meliputi satu kepala sekolah yang memahami kebijakan dan program lembaga terkait pencegahan stunting, dua guru kelas A yang berinteraksi langsung dengan anak dan orang tua dalam kegiatan pembelajaran, serta dua orang ibu yang memiliki anak berusia 4Ae5 tahun dan terlibat aktif dalam kegiatan sekolah. Kelima partisipan ini dipilih karena dianggap dapat memberikan informasi yang mendalam mengenai praktik pengasuhan dan pelaksanaan program edukasi kesehatan di lingkungan TK Flamboyan Graha. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai suasana pembelajaran, interaksi guru dan orang tua, serta pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan gizi dan tumbuh kembang Wawancara semi-terstruktur dilakukan kepada kepala sekolah, dua guru, dan dua ibu untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman mereka dalam menerapkan pola asuh sehat serta pandangan terhadap upaya pencegahan stunting. Selain itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data melalui telaah terhadap catatan kegiatan sekolah, laporan program kerja, serta dokumentasi foto yang relevan dengan fokus penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldaya . yang terdiri dari tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi dan menyederhanakan informasi dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi agar fokus pada tema yang relevan. Tahap penyajian data dilakukan dengan menyusun hasil temuan dalam bentuk uraian naratif agar hubungan antarkategori data dapat terlihat secara jelas. Selanjutnya, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan pola-pola yang muncul dan melakukan verifikasi data dengan membandingkan hasil dari berbagai Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan teknik, yaitu Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 membandingkan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga diperoleh hasil yang kredibel dan valid (Moleong, 2. Proses penelitian ini juga memperhatikan prinsip-prinsip etika penelitian kualitatif. Sebelum melakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu meminta persetujuan partisipan . nformed consen. dengan memberikan penjelasan tentang tujuan, manfaat, serta hak partisipan untuk menolak atau menghentikan keterlibatan kapan saja. Peneliti menjamin kerahasiaan identitas partisipan dengan menyamarkan nama dalam laporan hasil penelitian. Selain itu, peneliti memastikan tidak ada pihak yang dirugikan selama proses penelitian berlangsung serta berkomitmen untuk menjaga kejujuran akademik dengan melaporkan data sesuai kondisi faktual di lapangan tanpa rekayasa. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peran ibu dalam mengembangkan pola asuh yang sehat untuk mencegah stunting anak usia dini Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan dasar tentang stunting, namun masih terbatas. Mereka memahami bahwa stunting adalah kondisi anak yang pendek, namun belum semua ibu mengetahui penyebab dan dampaknya secara menyeluruh. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Rahayu et al. , 2. yang menyebutkan bahwa rendahnya pemahaman orang tua mengenai faktor penyebab stunting, terutama terkait gizi, kebersihan, dan kesehatan, menjadi salah satu hambatan utama dalam pencegahan stunting, sehingga sangat penting orang tua dalam memahami terkait tumbuh dan juga kembang anak agar terhidanr dari stunting. Mayoritas ibu menerapkan pola asuh demokratis, dimana mereka melibatkan anak dalam pengambilan keputusan sederhana dan memberi kebebasan dengan batasan. Dalam hal makan, beberapa ibu sudah menerapkan jadwal makan yang teratur, gizi seimbang, dan memperhatikan kebersihan makanan. Namun ada juga ibu yang masih memberikan makanan instan karena keterbatasan waktu. Pola asuh demokratis yang diterapkan oleh mayoritas ibu, seperti memberi kesempatan anak terlibat dalam pengambilan keputusan sederhana, konsisten dengan temuan penelitian (Riasti et al. , 2. yang menyatakan bahwa pola asuh yang baik berkontribusi terhadap perkembangan positif anak, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap kebiasaan makan sehat. Pola ini tidak hanya mendukung aspek fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang penting dalam keberhasilan pengasuhan. Penerapan pola asuh sehat oleh Ibu menunjukkan keterlibatan aktif ibu dalam mencegah stunting melalui pembiasaan makan bergizi, keteraturan waktu makan, dan pelibatan anak dalam aktivitas Anak diajarkan mengenali jenis makanan dan manfaatnya, serta diberikan kesempatan untuk ikut menyiapkan makanan. Hal ini tidak hanya berdampak pada minat makan anak, tetapi juga membentuk kesadaran awal tentang pentingnya gizi seimbang. Hal ini sejalan dengan penelitian (Budiarti et al. yang menemukan bahwa anak yang terlibat dalam proses persiapan makanan cenderung memiliki minat makan lebih tinggi serta pemahaman awal tentang pentingnya gizi seimbang. Sebagian besar perilaku pengasuhan yang dilakukan Ibu dilakukan secara konsisten. menyampaikan bahwa anaknya lebih mudah menerima makanan jika dilibatkan dalam proses Selain itu, rutinitas seperti makan bersama, cuci tangan sebelum makan, dan tidur tepat waktu juga menjadi bagian dari pola asuh sehari-hari yang diterapkan. Wawancara menunjukkan bahwa pola komunikasi ibu-anak menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan pola asuh sehat. Dengan pendekatan edukatif dan emosional, ibu menciptakan relasi positif yang mendorong anak untuk ikut berperan dalam menjaga kesehatannya sendiri. Hasil ini mendukung temuan dari penelitian (Fadhilah et al. , 2. yang menunjukkan bahwa komunikasi positif Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 antara ibu dan anak meningkatkan kepatuhan anak terhadap aturan keluarga, termasuk dalam hal makan bergizi dan menjaga kebersihan. Namun, tidak lepas dari tantangan mengakui bahwa anak kadang bosan dengan jenis makanan tertentu, atau meminta makanan instan karena terpengaruh lingkungan sekitar. hal itumemperlihatkan adanya hambatan yang juga disebutkan dalam penelitian (Munthofiah, 2. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa meskipun orang tua memiliki kesadaran gizi, faktor eksternal seperti gaya hidup modern dan ketersediaan makanan cepat saji tetap menjadi kendala dalam penerapan pola asuh Ia juga menghadapi kendala waktu dalam menyiapkan makanan sehat ketika sedang banyak Secara umum, hasil wawancara dengan Ibu memperlihatkan bahwa peran ibu sangat penting dalam mencegah stunting, khususnya melalui pola asuh yang menyentuh aspek fisik . akanan, tidur, kebersiha. , emosional . edekatan dan komunikas. , serta kognitif . dukasi dan pelibatan ana. Kendala yang dihadapi diatasi dengan adaptasi yang bersifat realistis dan tetap mempertahankan nilainilai pengasuhan sehat. Penerapan pola asuh sehat oleh Ibu Pajriah menunjukkan bahwa kesadaran gizi menjadi fokus utama dalam pengasuhan anak usia dini. Ibu Pajriah menekankan pentingnya makanan rumah sebagai cara paling aman untuk memastikan asupan gizi anak. Ia tidak hanya menyiapkan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan kebiasaan makan anak secara keseluruhan. Sebagai ibu rumah tangga, salah satu orang tua siswa mengaku memiliki waktu lebih fleksibel untuk menyiapkan makanan. Namun demikian, ia tetap menghadapi tantangan seperti anak yang kadang rewel atau tidak berselera makan. Dalam proses pengasuhan sehari-hari, salah satu orang tua siswa juga memperhatikan pola tidur dan kebersihan anak. Ia menetapkan waktu tidur siang dan malam yang teratur serta membiasakan anak untuk mandi pagi dan sore. Salah satu pendekatan unik yang dilakukan orang tua siswa adalah memasukkan cerita dalam proses makan. Ia sering menggunakan cerita bergambar atau dongeng pendek untuk mengajak anak makan tanpa paksaan. Dukungan dari lingkungan sekolah juga sangat diapresiasi. Menurut Ibu Pajriah. TK Flamboyan Graha tidak hanya memberikan pengajaran formal, tetapi juga menyampaikan informasi berguna bagi orang tua terkait gizi dan pola asuh. Hal ini selaras dengan penelitian (Swastika, 2. yang menekankan bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua mampu memperkuat praktik pola asuh sehat, khususnya dalam pencegahan stunting. Secara keseluruhan, pola asuh sehat yang diterapkan Ibu Pajriah menggambarkan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan terstruktur. Ia tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga memperhatikan aspek emosional dan psikologis anak dalam membangun kebiasaan sehat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan beberapa ibu di TK Flamboyan Graha, dapat disimpulkan bahwa peran ibu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mencegah stunting pada anak usia dini melalui penerapan pola asuh yang sehat. Sebagian besar ibu telah memiliki pengetahuan dasar mengenai stunting, meskipun pemahaman tersebut masih terbatas pada anggapan bahwa stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Kesadaran awal ini menjadi modal penting dalam membentuk perilaku pengasuhan yang lebih sadar gizi dan berorientasi pada tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ibu yang secara konsisten menerapkan pola makan teratur, menyediakan makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan, serta menegakkan rutinitas tidur, mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih optimal bagi anak. Pelibatan anak dalam kegiatan sehari-hari, seperti membantu menyiapkan makanan dan menjaga kebersihan diri, juga Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 terbukti meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya gizi dan kesehatan. Selain itu, komunikasi yang positif dan penuh empati antara ibu dan anak menciptakan suasana pengasuhan yang menyenangkan, menumbuhkan rasa tanggung jawab anak terhadap kesehatannya sendiri, serta memperkuat ikatan emosional dalam keluarga. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa ibu masih menghadapi beberapa tantangan dalam menerapkan pola asuh sehat, antara lain keterbatasan waktu, kebosanan anak terhadap menu makanan sehat, serta pengaruh lingkungan yang mendorong konsumsi makanan Meski demikian, sebagian besar ibu berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada tanpa mengabaikan prinsip-prinsip pengasuhan yang sehat. Dukungan dari lembaga pendidikan, khususnya PAUD, menjadi faktor penguat dalam penerapan pola asuh tersebut. Sekolah yang aktif memberikan edukasi tentang gizi, kesehatan, dan stimulasi anak berperan sebagai mitra strategis keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Dengan demikian, pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi semata, tetapi juga pada kualitas pola asuh yang diterapkan oleh ibu. Pola asuh yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif menjadi fondasi utama dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal. Peran ibu yang responsif, konsisten, dan edukatif menjadi kunci dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari risiko stunting. Sebagai implikasi praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program parenting berbasis PAUD yang berfokus pada edukasi gizi, pengasuhan positif, dan stimulasi perkembangan anak usia dini, terutama di wilayah pedesaan. Program semacam ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara lembaga PAUD, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam pencegahan stunting. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan agar memperluas intervensi pencegahan stunting dengan melibatkan lembaga pendidikan anak usia dini sebagai pusat edukasi keluarga dan masyarakat. DAFTAR KEPUSTAKAAN Ayu. Basuki. , & Susilowati. Penelitian gizi dan makanan. Nutrition and Food Research, 43. , 29Ae40. Budiarti. Rohmah. Kasiati. Pertiwi. , & Umilia. Meningkatkan Pemahaman Pentingnya Makan Makanan Bergizi Seimbang Melalui Kegiatan Makan Bersama Di Ra Al Fata Rokan Hulu. HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1. , 218Ae229. Darnis. Aplikasi Montessori dalam pembelajaran membaca, menulis dan berhitung tingkat permulaan bagi anak usia dini. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 1Ae10. Dayanti. Analisis Metode Pembelajaran Yang Efektif Dalam Upaya Membentuk Karakter Anak Di SDN Pucangsewu. 10Ae40. Elytasari. Esensi metode Montessori dalam pembelajaran anak usia dini. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 3. , 59Ae73. Fadhilah. Nisfiary. , & Lubis. Psikoedukasi mengenai penerapan komunikasi efektif antara orang tua dengan anak untuk meningkatkan perilaku positif anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien, 2. , 59Ae68. Marfuah. Gz. Kurniawati. , & Tp. Pola Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Yang Tepat. Cv. Ae Media Grafika. Martony. Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of Telenursing (JOTING), 5. , 1734Ae1745. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Muliyati. Prastiawan. , & Mutoharoh. Development of STEM project-based learning student worksheet for Physics learning on renewable energy topic. Journal of Physics: Conference Series, 2596. , 0Ae6. https://doi. org/10. 1088/1742-6596/2596/1/012078 Mulyawan. Saputra. Al Fauzan. Sari. , & Maulia. Sosialisasi Gerakan Pola Hidup Sehat Dan Bersih Sejak Dini Untuk Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Hidup Sehat. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS), 4. , 256Ae261. Munthofiah. Hubungan Konsumsi Fast Food. Kebiasaan Dan Kualitas Sarapan Pagi Dengan Status Gizi Siswa Sd Muhammadiyah Program Khusus Surakarta . Institut Teknologi Sain dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta. Nurhayati. Hasanah. , & Dasari. The impact of mathematical disposition and selfefficacy beliefs on secondary school studentsAo mathematical literacy. Jurnal Elemen, 11. , 1Ae14. https://doi. org/10. 29408/jel. Rahayu. Yunariyah. , & Jannah. Gambaran faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10. , 156Ae Rahmadhita. Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9. , 225Ae229. Riasti. Hasibuan. Mashadi. SaAoadah. , & Nusroh. Pengaruh Gizi dan Pola Asuh terhadap Perkembangan Anak Usia Dini. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8. , 6716Ae6721. Swastika. Pelaksanaan program PMT-AS . emberian makanan tambahan anak sekola. dalam pemenuhan gizi seimbang di Paud Mohhaz Proyonanggan Utara Kabupaten Batang. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Trinanda. Pentingnya Intervensi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7. , 87Ae100. Wiliyanarti. Nasruallah. Salam. , & Cholic. Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Bahan Lokal Untuk Balita Stunting Dengan Media Animasi. National Nutrition Journal/Media Gizi Indonesia, 17.