MODERATION: Journal of Islamic Studies Review Volume. Number. Agustus 2025 p-ISSN: 2776-1193, e-ISSN: 2776-1517 Hlm: 81-96 Journal Home Page: http://journal. id/index. php/moderation/index EPISTEMOLOGI ISLAM DAN PENERAPANNYA DALAM MANAJEMEN KEDOKTERAN GIGI: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasus Muhamad Ihsan Permana1. Muhammad Rachmat Effenedi2 Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid5 Universitas Islam Bandung1,2,3 FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)4 Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta5 20090324506@unisba. karimah@umj. ali,mursyid@uinjkt. Abstract: This article aims to explore information and present a case study in dentistry and its connection to Islamic epistemology from a philosophical perspective. The methods qualitative literature review and case studies along with their solutions. Epistemology is the study of knowledge, encompassing various fundamental concepts that explore how knowledge is acquired, justified, and understood. Islamic epistemology emphasizes the integration of knowledge and spirituality, making knowledge not only intellectual but also moral and spiritual. Sources of knowledge about oral health from the Islamic epistemology are derived from traditional practices, religious texts, and contemporary studies. Islamic epistemology also plays a crucial role in shaping dental practices that integrate religious principles with medical ethics and practices. A case is presented the high prevalence of caries among elementary school students at Rumah Belajar Cinta Tanah Air Indonesia Bandung, 90% with DMF-T index of 2. The solution from the Islamic epistemological paradigm is to integrate Islamic values into health practices according to the Quran and Sunnah. In conclusion. Islamic epistemology offers valuable insights into addressing dental health issues that can improve oral health. understanding Islamic epistemology on maintaining oral health and empirical evidence, oral health can be Keyword: Case Study. Dentistry Management. Islamic Epistemology. Literature Review Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid PENDAHULUAN Epistemologi adalah cabang dari disiplin ilmu filsafat mengenai jenis pengetahuan, karakteristiknya, maknanya, kekuatan/keterbatasannya, hubungan dan kriteria yang digunakan untuk menilai suatu hal. 1 Sebagaimana Kulsum menjelaskan2 bahwa studi ini merupakan sarana dalam memecahkan suatu pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai bagaimana sifat pengetahuan, apa yang merupakan pembatasan-pembatasan praktis dan teoritis ilmu pengetahuan, dan seterusnya. Lebih jauh lagi, dalam lingkup epistemologi perspektif Islam, beberapa ayat Al-QurAoan memberikan indikasi akan dasar dan landasan konseptual bagi sebuah epistemologi yang menyajikan hal yang tidak disediakan oleh rasio atau data empiris, tetapi menjamin keberadaan nilai-nilai kemanusiaan. 3 Sejauh ini, masih sedikit penelitian yang membahas mengenai epistemologi Islam dalam perpektif kesehatan terutama kedokteran gigi padahal rongga mulut adalah organ yang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan secara umum karena merupakan pintu gerbang utama masuknya makanan yang dapat menopang kehidupan manusia. 4 Hal ini sejalan dengan pendapat5 yang menyebutkan bahwa pengetahuan . kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang sangat berpengaruh dalam mendukung perilaku guna menjaga kebersihan dan juga kesehatan gigi dan World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan sekedar bebas dari penyakit atau kecacatan. Definisi sehat juga dijelaskan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 yang berbunyi kesehatan adalah sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2023 melaporkan bahwa provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi gigi berlubang terbanyak di Indonesia . 66%). Hal ini bersinggungan konsep fiqih dalam Islam yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan termasuk merawat gigi. 7 Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan Kesehatan adalah sebuah ilmu yang berlandaskan prinsip-prinsip ilmiah, meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi. 8 Aspek epistemologis membahas pengetahuan kesehatan yang perlu disampaikan kepada masyarakat beserta cara penyampaiannya. 9 Aspek aksiologis mengkaji manfaat pengetahuan bagi masyarakat serta nilai baik dan buruk dalam kehidupan sedangkan aspek ontologis mencakup lingkup ilmu yang dipelajari, yaitu keluarga, sekolah, dan 1 F. Schipper. AuEpistemological Issues and Aspects of Organizational PracticeAy. In Elements of a Philosophy of Management and Organization . 79Ae. Springer, 2010. 2 U. Kulsum. AuEpistemologi Islam Dalam Tinjauan Filosofis. Urwatul WutsqoAy Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 9. , 229Ae241, 2020. Nasution. AsyAoari. Handayani. , & Ali. AuIslamic EpistemologyAy. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 12, 386Ae396, 2023. 4 A. Svalastog. Donev. Kristoffersen. , & GajoviN. AuConcepts and definitions of health and health-related values in the knowledge landscapes of the digital societyAy. Croat Med J, 58, 431Ae435, 2017. 5 M. Gente. , & Adam. AuKonsep Kesehatan Gigi dan Mulut: Sebuah Kajian EpistemologiAy. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8. , 1325Ae1329, 2025. 6 D. Callahan. WHO Remains Firmly Committed to the Principles set out in the Preamble to the Constitution, 2024. February 1. 7 R. Budiarti. AuKesehatan Gigi Masyarakat MuslimAy. In UIN Syarif Hidayatullah (Vol. Issue . UIN Syarif Hidayatullah, 2013. Budiarti. AuTingkat Keimanan Islam dan Status Karies GigiAy. Poltekkes Jakarta. , 1Ae66, 2015. 8 Williamson. The philosophy of philosophy. John Wiley & Sons, 2021. 9 M. Ritonga, & Saputra. AuEpistemology of Knowledge: Bridging Western and Islamic ThoughtAy. Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities, 3. , 95Ae110, 2025. 10 J. Adinda. Alkasyah. Razan. , & Salsabila. AuImplementation Of Ontology. Epistemology. And Axiology In Management ScienceAy. Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal, 4. , 2025. 82 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan, baik individu maupun masyarakat, memerlukan pengkajian konsep sehat-sakit dari sudut pandang filsafat. Hal ini penting untuk meningkatkan pemahaman individu dan masyarakat tentang kesehatan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung program pembangunan kesehatan pemerintah. Konsep epistemologi hadir untuk menjadi jawaban atas permasalahan Kajian dari aspek epistemologis yang berkaitan dengan pengetahuan apa yang perlu diberikan kepada masyarakat dan bagaimana cara menyampaikannya mengenai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut mendukung terbentuknya sikap yang baik terhadap peningkatan kesehatan gigi dan mulut. 11 Terlebih, di dalam epistemologi Islam ini berdasarkan sumber naqliyyah atau wahyu tanpa mengabaikan aspek-aspek Aoaqliyyah atau nalar yang berasaskan penyuburan akal dan perkembangan pemikiran manusia. 12 Sebuah penelitian yang dilakukan oleh menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status kesehatan gigi (DMF-T) dengan perilaku kesehatan gigi yang baik dan kaitannya dengan keilmuan yang 13 Artinya, dengan seseorang mengetahui konsep epistemologi Islam terkait kesehatan gigi dan mulut akan sebanding dengan status kesehatan gigi dan mulutnya. Berdasarkan uraian diatas ditemukan permasalahan berupa tingkat kesehatan gigi dan mulut yang masih rendah dengan sedikitnya literatur yang membahas mengenai konsep epistemologi dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam epistemologi Islam dan peranananya dalam kodokteran gigi melalui sudut pandang filsafat ilmu. Dalam artikel ini juga disajikan studi kasus dan solusi yang dilihat dari paradigma epistemiologi Islam. Kajian literatur dan studi kasus ini diharapkan dapat memberikan gambaran epistemologi Islam tentang pengetahuan terkait kesehatan gigi dan mulut. METODE Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan secara kualitatif dengan menampilkan pembahasan secara retroduktif. Dalam studi ini, sumber informasi diambil dari berbagai buku, artikel jurnal, dan referensi lainnya yang berkaitan dengan epistemologi Islam serta kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut. Data yang diperoleh dari studi kepustakaan ini termasuk dalam kategori data sekunder. Selain itu, terdapat juga sajian kasus yang berkaitan dengan isu kedokteran gigi dan pandangan solusinya dalam perspektif epistemologi Islam. 11 M. Gente, & A. Adam. AuKonsep Kesehatan Gigi dan Mulut: Sebuah Kajian EpistemologiAy. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8. , 1325Ae1329, 2025. 12 A. Harahap. AuEpistemologi:Teori. Konsep dan Sumber-Sumber Ilmu dalam Tradisi IslamAy. Dakwatul Islam, 5. , 13Ae 30, 2021. 13 R. Budiarti. AuTingkat Keimanan Islam dan Status Karies GigiAy. Poltekkes Jakarta. , 1Ae66, 2015. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid HASIL DAN PEMBAHASAN EPISTEMOLOGI Konsep Dasar Epistemologi Dalam kamus filsafat14, menjelaskan istilah epistemologi berasal dari bahasa Inggris AoepistemologyAo yang merupakan gabungan dua perkataan yunani yaitu AoepistemeAo yang berarti AupengetahuanAy dan AologosAo yang berarti Auilmu, sains, kajian, teori dan pembahasanAy. Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas tentang suatu hakikat, makna, kandungan, sumber dan proses ilmu. 15 Jadi dapat dikatakan bahwa epistemologi itu berarti Aupembahasan tentang ilmu pengetahuan. Ay Basis masalah dari konsep epistemologi adalah tentang persoalan apa yang dapat diketahui dan bagaimana cara mengetahuinya. Auwhat can we know, and how do we know itAy, yaitu tentang Aubelief, understanding, reason, judgement, sensation, imagination, supposing, guesting, learning and for getting. Ay16 Epistemologi berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada proses, bahwa setiap pengetahuan merupakan hasil dari pemeriksaan dan penyelidikan sesuatu hingga akhirnya diketahui Epistemologi merupakan studi tentang pengetahuan, mencakup berbagai konsep dasar yang mengeksplorasi bagaimana pengetahuan diperoleh, dibenarkan, dan dipahami. Ini mengintegrasikan wawasan dari tradisi filosofis yang berbeda, menekankan hubungan antara pengetahuan dan kepercayaan, sifat kebenaran, dan metode kognisi. Epistemologi meneliti evolusi persepsi ilmiah, dengan fokus pada hubungan dan interpretasi yang membentuk pengetahuan daripada hanya menggambarkan fakta ilmiah. Dalam tradisi filsafat Barat, epistemologi sering dikaitkan dengan aliran-aliran seperti rasionalisme, empirisme, dan kritisme. Rasionalisme, yang dipelopori oleh filsuf seperti Reny Descartes, menganggap akal sebagai sumber pengetahuan utama. Empirisme, yang dikembangkan oleh John Locke dan David Hume, menempatkan pengalaman sebagai pondasi pengetahuan. 18 Sementara itu, kritik, yang dipraktekkan oleh Immanuel Kant, mencoba menyimpulkan pendekatan kedua dengan menekankan peran struktur mental dalam memahami realitas. Epistemologi Islam Masuknya logika Aristoteles ke Dunia Islam memicu perkenbangan epistemologi, karena terdapat hubungan antara pengetahuan samawi . dan pengetahuan manusiawi, pengetahuan supernatural dan pengetahuan rasional-natural, antaraiman dan Dengan keanekaragaman pengetahuan ini muncul sebuah pertanyaan, pengetahuan manakah yang paling relevan dan berkualitas, melaui jalan iman atau ilmu, kepercayaan atau pembuktian. Kalangan AuberimanAy di satu pihak menyatakan bahwa pengetahuan manusia yang dihasilkan oleh akal harus disempurnakan dengan pengetahuan adikodrati . , sedangkan kalangan intelektual berpendapat bahwa iman . ahyuhal-haladikodrati dan samaw. adalah omong kosong kalau tidak terbuktikan oleh akal. Namun, dalam bidang kesehatan pengetahuan samawi dan manusiawi dapat dibuktikan sejalan. Istilah ilmu berasal dari bahasa Arab yakni Ao'ilmAo yang merupakan bentuk masdar dari akar kata AoalimayaAolamu-AoilmAo, yang berarti AotahuAo atau AomengetahuiAo dapat juga diterjemahkan menjadi 14 J. Hutchison. AuDictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western ThoughtAy JSTOR, 1981. 15 A. Harahap. AuEpistemologi:Teori. Konsep dan Sumber-Sumber Ilmu dalam Tradisi IslamAy. Dakwatul Islam, 5. , 13Ae 30, 2021. 16 Nuryamin. AuEpistemologi Islam: Perspektif Emipirsme dan RasionalismeAy Jurnal Pendidikan Kreatif. , 14Ae30, 2024. 17 L. Rafeej. AuThe concept of epistemology and its extents, a linguistic study in the light of terminologyAy. Thi Qar Arts Journal, 1. , 17Ae37, 2022. 18 S. Rizma, & E. Dewi. AuEpistemologi: Rasionalisme. Empirisme. Kritisisme. Pragmatisme Positivisme dan Positivisme LogisAy. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 3. , 144Ae154, 2024. 19 D. de Souza. , da Silva Junior. Nicoletti. Schytz. , do Nascimento. , do Rossio Leal. , de Jesus. , & de Carvalho. O, 2024. Investigando o papel da epistemologia no desenvolvimento de competyncias Caderno Pedagygico, 21. , e5968Aee5968. 84 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Kata ilmu dengan berbagai bentuknya digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan. Dalam tradisi pemikiran Islam, epistemologi memiliki dimensi yang kaya dan beragam. Salah satu bentuk epistemologi Islam yang unik adalah epistemologi irfani, yang berfokus pada pengetahuan spiritual atau mistik. Epistemologi irfani tidak hanya menilai akal dan indera, melainkan juga pengalaman batin yang mendalam untuk mencapai makrifat . engetahuan tentang Tuha. Tokoh-tokoh seperti Ibn Arabi. Al-Ghazali, dan Jalaluddin Rumi memainkan peran penting dalam mengembangkan epistemologi ini. 20 Selain itu, epistemologi Islam juga mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan, seperti Al-QurAoan, hadits, dan akal. Dalam tafsir Al-QurAoan, misalnya, epistemologi Barat dan Islam dapat dikonvergensi. Sebagai contoh, tafsir modern seperti al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibnu Asyur menggunakan teori ilmiah kontemporer untuk menjelaskan ayat-ayat Al-QurAoan, namun tetap mempertahankan prinsip ahlussunnah wal jamaah. Perbandingan Epistemologi Barat dengan Epistemologi Islam Aswanda menjelaskan bahwa epistemologi Barat dan Islam memiliki perbedaan mendasar dalam memahami sumber dan metode pengetahuan. 22 Dalam epistemologi Barat, pengetahuan sering diartikan dari nilai-nilai spiritual, sehingga lebih fokus pada objektivitas dan verifikasi empiris. Sementara itu, epistemologi Islam menekankan integrasi antara pengetahuan dan spiritualitas, sehingga pengetahuan tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga moral dan spiritual. Perbedaan epistemologi barat dengan epistemologi Islam dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Perbandingan Epistemologi Barat dengan Epistemologi Islam Aspek Perbandingan Sumber Daya Manusia Tujuan Pemakaian Metode Kritik Ilmu Keterikatan Agama Epistemologi Barat Akal. Indera, dan Pengalaman Mencari kebenaran objektif dan Empirisme, rasionalisme, dan Banyak aliran pemikiran yang saling menafikan satu sama lain. Sering kali bersifat sekuler, terpisah dari agama Epistemologi Islam Akal. Indera. Wahyu, dan Pengalaman Spiritual Mencari kebenaran yang bermanfaat dan meningkatkan diri Anda kepada Tuhan Kombinasi empirisme, rasionalisme, dan intuisi spiritual Menekankan totalitas pengalaman dan kenyataan dalam mencari ilmu. Agama merupakan landasan utama dalam pengembangan ilmu Di era kontemporer, epistemologi menghadapi tantangan baru, seperti globalisasi pengetahuan dan diversifikasi sumber informasi. Epistemologi kontemporer mulai menjelaskan pentingnya perspektif non-Barat, seperti epistemologi feminis, post-kolonial, dan dekolonial. Epistemologi ini mengacu pada hegemoni pengetahuan Barat dengan mengembangkan alternatif epistemologis yang lebih inklusif dan beragam. 23 Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga mempengaruhi epistemologi. Misalnya, big data dan kecerdasan buatan (AI) menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pengetahuan diproduksi dan divalidasi di era digital. 24 Epistemologi harus terus berkembang untuk menjawab tantangan ini. 20 Uliliana. Fathiah. Haryani. Afdilla. Halimah. Femala. Zainal. Erfiani. Welliam. , & Nuraisya. Kesehatan Gigi Dan Mulut. In Correspondencias & Anylisis (Issue 15. , 2016. 21 A. Rahman. AuKonvergensi Epistemologi Barat dalam Tafsir Ibnu AsyurAy. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 5. , 64Ae 78, 2024. 22 J. Aswanda. AuEpistemologi Ilmu Pendidikan Agama Islam: Konsep Epistemologi Perpsektif Barat Dan IslamAy. AlIhdaAo: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 19. , 1276Ae1289, 2024. 23 ( W. Oliveira. Nery. , & de Souza Silva. AuEpistemologias Contemporyneas: caracterysticas e renovayyo que elas trazem para as ciyncias sociaisAy. Revista Apoena-Periydico Dos Discentes de Filosofia Da UFPA, 4. , 2024. 24 J. D, de Souza Santos, da Silva. Kormann. Gripa. , & Bonin. Epistemologia: tendyncias de anylise na produyyo cientyfica, 2025. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid KONSEP EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM KEDOKTERAN GIGI Darimana Sumber Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Diperoleh? Pemahaman mengenai kesehatan berperan penting dalam membentuk sikap positif terhadap aspek-aspek yang dapat meningkatkan kesehatan. Pengetahuan ini juga berkaitan erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan individu tentang kesehatan dapat berkontribusi pada pengetahuan keluarga secara keseluruhan. Selain itu, pemahaman tentang kesehatan mendukung terbentuknya perilaku sehat secara mandiri. 25 Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Surtani dan Ningsih26 menyimpulkan bahwa perilaku kesehatan yang baik . ,1%) lebih banyak dipengaruhi oleh pengetahuan yang baik dibandingkan dengan pengetahuan yang kurang baik . ,9%). Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara perilaku kesehatan dan pengetahuan tentang Pengetahuan muncul dari keinginan untuk memahami dan kesadaran akan kebutuhan belajar, serta dapat berkembang seiring waktu. Pengetahuan sangat penting dalam pengembangan keterampilan dan diperlukan untuk merencanakan gaya hidup sehat. Menurut Suhardin, tingkat pengetahuan kesehatan yang tinggi dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, menegaskan pentingnya pengetahuan dalam mengubah sikap dan Pengetahuan tentang kesehatan sangat krusial karena membentuk pola pikir positif tentang hidup sehat secara mandiri, sehingga penting untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut mencakup menjaga kesehatan gigi, mengonsumsi makanan yang tepat, menghindari kebiasaan buruk, dan menggunakan 27 Meningkatnya pengetahuan memengaruhi kemampuan menerima dan merespon informasi, sehingga sikap dan perilaku menjadi lebih baik. Langkah-langkah menjaga kesehatan gigi dan mulut meliputi gosok gigi secara teratur, mengganti sikat gigi, menggunakan pasta gigi fluoride, menghindari makanan manis, minum air setelah makan, makan buah segar, mengonsumsi makanan seimbang, dan kontrol rutin ke dokter gigi. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan tubuh yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa penyakit gigi dan mulut berasal dari kesehatan rongga mulut. Perilaku adalah faktor penting yang mempengaruhi, di mana kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut sering menjadi kebiasaan dan budaya. Sumber pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dari perspektif epistemologi Islam beragam, diambil dari praktik tradisional, teks agama, dan studi Ajaran Islam menekankan pentingnya kebersihan mulut, sebagaimana dibuktikan dengan penggunaan miswak, sikat gigi alami yang didukung oleh Nabi Muhammad, yang telah terbukti memiliki khasiat bermanfaat bagi kesehatan mulut. Selain itu. Al-QurAoan dan Hadis memberikan panduan dasar tentang perilaku kesehatan, mempengaruhi praktik yang berkaitan dengan kebersihan mulut. 25 R. Budiarti. AuKesehatan Gigi Masyarakat MuslimAy. In UIN Syarif Hidayatullah (Vol. Issue . UIN Syarif Hidayatullah, 2013. 26 S. Suryani, & K. Ningsih. AuHubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Membuang Sampah Di Sungai Sago PekanbaruAy. Dinamika Lingkungan Indonesia, 7. , 58, 2020. 27 N. Asmah. AuIlmu dalam Perspektif Islam serta Penerapan dalam Kesehatan Gigi dan MulutAy. In A. Agus (Ed. Eureka Media Aksara . st ed. Vol. Issue . CV Eureka Media Aksara, 2020. 28 Uliliana. Fathiah. Haryani. Afdilla. Halimah. Femala. Zainal. Erfiani. Welliam, & Nuraisya. Kesehatan Gigi Dan Mulut. In Correspondencias & Anylisis (Issue 15. , 2016. 29 R. Budiarti. AuKesehatan Gigi Masyarakat MuslimAy. In UIN Syarif Hidayatullah (Vol. Issue . UIN Syarif Hidayatullah, 2013. 30 S. Nurazizah. Khasanah. Rostandi, & T. Tamami. AuTakhrij and Syarah Hadith of Cheymistry: Siwak for Oral and Dental HealthAy. Gunung Djati Conference Series, 5, 277Ae283, 2021. 31 J. Owens, & W. Sami. AuThe role of the QurAoan and Sunnah in oral healthAy. Journal of Religion and Health, 55, 1954Ae1967, 86 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Salah satu sumber pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat diperoleh melalui pengetahuan tradisional dan penelitian kontemporer. Sebuah pengetahuan tradisional bernama Unani Medicine menekankan kesehatan mulut dan mengakui dampaknya pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Berbagai obat herbal dilaporkan untuk mengobati penyakit mulut. 32 Selain itu, praktik budaya yang menekankan penggunaan miswak adalah praktik budaya yang signifikan di banyak komunitas Muslim, mempromosikan kebersihan mulut berdasarkan ajaran agama. Sumber pengetahuan lainnya diperoleh dari penelitian kontemporer. Studi yang dilakukan oleh Syafrida34 menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kebersihan mulut di antara siswa, menyoroti peran pendidikan dalam meningkatkan hasil kesehatan. Penelitian kontemporer lainnya menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi berkorelasi dengan motivasi yang lebih tinggi untuk mencari perawatan gigi, menunjukkan pentingnya pendidikan dalam perilaku kesehatan. 35 Epistemologi Islam menyediakan kerangka kerja yang kaya untuk memahami kesehatan mulut. Hal ini penting untuk mengintegrasikan pengetahuan dan praktik ilmiah modern untuk meningkatkan kesehatan secara efektif. Rasulullah Saw memberikan teladan luar biasa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut, salah satunya dengan penggunaan siwak. Siwak merupakan ranting pohon yang secara alami memiliki kandungan antibakteri dan telah digunakan oleh Nabi Saw untuk membersihkan gigi secara rutin, terutama sebelum salat dan setelah bangun 36 Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan gigi, tetapi juga menjaga kesegaran mulut serta meningkatkan kualitas ibadah karena tubuh dalam keadaan bersih. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa AuSeandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat. Ay Ini menunjukkan betapa seriusnya Nabi Saw terhadap kebersihan mulut dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya bagian integral dari spiritualitas dan kesehatan pribadi. Penelitian modern pun mendukung praktik ini, di mana siwak terbukti secara ilmiah mengandung zat seperti silika, fluoride alami, dan antiseptik yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab plak dan karies. 37 Rasulullah Saw juga mengajarkan keseimbangan dalam konsumsi makanan dan menghindari makanan yang dapat merusak gigi, seperti yang tercermin dalam anjuran untuk makan secukupnya dan menghindari makanan berlebihan. Selain itu, kebersihan mulut yang konsisten menunjukkan bahwa beliau sangat memahami pentingnya pencegahan penyakit melalui gaya hidup sehat. Konsep preventif ini sejalan dengan prinsip kesehatan masyarakat modern, di mana promosi kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas hidup. Dengan meneladani Rasulullah Saw, kita mendapatkan contoh nyata integrasi antara nilai keagamaan dan praktik kesehatan yang aplikatif. 32 R. Ahmed. Khan. , & A. Ahmad. AuPharmacognostical and physico-chemical studies of Unan formulation Zuroor-E-QulaAy. International Journal of Herbal Medicine, 2023. 33 S. A Nurazizah. Khasanah. Rostandi, & T. Tamami. AuTakhrij and Syarah Hadith of Cheymistry: Siwak for Oral and Dental HealthAy. Gunung Djati Conference Series, 5, 277Ae283, 2021. 34 A. Syafrida. Deriansyah. Fardian. Yasin. Naufal, & I. Nasywa. AuRelationship between Knowledge Level of Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) with Dental and Oral Hygiene at the Quranic House Bustanul Mustafa LhokseumaweAy. AVERROUS: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 10. , 98Ae107, 2024. 35 I. Crisanthe. Nugroho, & T. Ambarwati. AuKnowledge of dental and oral health with examination motivation toothAy. The Incisor (Indonesian Journal of CareAos in Oral Health, 7. , 225Ae233, 023. 36 W. Az-Zuhaili. Fiqh Islam wa Adillatuhu (Jilid . (Damaskus: Dar al-Fikr, 2. 37 M. Al-Otaibi. AuThe Miswak . hewing stic. and Oral Health: Studies on oral hygiene practices of urban Saudi ArabiansAy. Swedish Dental Journal. Supplement, 167, 1Ae75, 2004. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. 87 | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid . Bagaimana Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Disampaikan? Penggunaan inovasi media dalam proses pembelajaran saat ini sangat krusial untuk meningkatkan kualitas belajar. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dalam menyampaikan informasi. Dalam konteks promosi kesehatan, media berperan penting sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada sasaran, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku menjadi lebih 38 Media yang paling efektif untuk pendidikan kesehatan gigi adalah media yang memberikan dampak maksimal, seperti media cetak, audio, dan audio-visual. Contoh media cetak yang efektif adalah flipchart, yang merupakan alat presentasi berupa lembaran kertas besar yang dapat dipasang di papan tulis atau didukung oleh tripod. Namun, penggunaan media dalam Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut masih belum optimal, terlihat dari meningkatnya masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies gigi. 40 Oleh karena itu, diperlukan intervensi tambahan untuk memberikan edukasi yang lebih menyeluruh dan efektif. Menurut WHO Global Conference ke-7, terdapat tiga poin yang utama dalam kesehatan gigi dan mulut sebagai berikut. Kesehatan gigi dan mulut adalah hak asasi manusia yang integral dengan kesehatan umum dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Program promosi dan pencegahan penyakit gigi harus terintegrasi dalam Pelayanan Kesehatan Primer dan promosi kesehatan secara umum. Pendekatan terpadu dianggap paling efektif dan efisien untuk mengatasi kesenjangan perawatan kesehatan gigi dan Pemberdayaan masyarakat memerlukan kebijakan, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang cukup untuk mengurangi kesenjangan antara kelompok ekonomi tinggi dan rendah. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut disampaikan melalui berbagai metode pendidikan, terutama dalam konteks Islam, menekankan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari ajaran agama. Epistemologi Islam mendorong pengejaran pengetahuan, termasuk pendidikan kesehatan, yang tercermin dalam penggunaan media interaktif, modul, dan program pemberdayaan yang ditujukan untuk kelompok umur yang Metode pendidikan yang digunakan adalah melalui video dan selembaran interaktif serta modul ilustrasi. Video dan selembaran interaktif dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan di kalangan anak sekolah dasar, selaras dengan ajaran Islam tentang mencari pengetahuan dan menjaga kesehatan. 41 Metode lain dikemukakan oleh Sinaredi42 yang menyebutkan bahwa modul ilustrasi dikembangkan untuk remaja di sekolah asrama Islam, modul-modul ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan pascapendidikan. 38 D. Ouchene. Boussalah, & K. Ziane. AuThe role of the media in health awarenessAy. International Journal of Health Sciences, 8(S. , 477Ae482, 2024. 39 P. Jannah. Kiswaluyo. & Hadnyanawati. Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Santri MTs Kelas IX di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Al-Izza Situbondo. Pustaka Kesehatan, 10. , 36Ae45, 2022. 40 RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. 181Ae187, 2018. 41 P. Setianingtyas. Hanifah. Riani. & Umniyati. AuThe Effectiveness of Using Interactive Videos and Leaflets in Increasing Knowledge of Dental and Oral Health in Grade 5 and 6 Elementary School Children at Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul AthfalAy. YARSI Dental Journal, 1. , 12Ae18, 2023. 42 B. Sinaredi. Bramantoro. Firmansyah. Cahyaningtyas. , & Firdausi. AuDevelopment of an illustrated module for dental health education enhancement in Islamic Boarding SchoolsAy. Indonesian Journal of Dental Medicine, 6. , 24Ae 26, 2023. 88 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Saat ini juga sudah berkembang metode pengajaran kesehatan gigi dan mulut yaitu melalui teledentistry dan kuesioner serta konseling. Teledentistry dan kuesioner digunakan di sekolah menengah pertama untuk meningkatkan pemahaman masalah gigi seperti maloklusi, menunjukkan pendekatan yang sukses untuk pendidikan kesehatan. Sedangkan sesi konseling biasanya dilakukan di pesantren, sesi ini menghasilkan pergeseran total dari pengetahuan yang buruk ke pengetahuan yang baik di kalangan 44 Meskipun metode konseling ini efektif, tantangan tetap dalam memastikan retensi dan penerapan pengetahuan yang konsisten di antara populasi yang beragam, menunjukkan perlunya pendidikan dan dukungan berkelanjutan. Bagaimana Dokter Gigi Menerapkan Konsep Epistemologi Islam dalam Praktik Sehari-hari? Epistemologi Islam memainkan peran penting dalam membentuk praktik kedokteran gigi dalam komunitas Muslim, mengintegrasikan prinsip-prinsip agama dengan etika dan praktik medis. Sintesis pengetahuan ini menekankan pentingnya menyelaraskan perawatan gigi dengan nilai-nilai Islam, memastikan bahwa praktisi mematuhi standar etika yang berasal dari Al-QurAoan dan Sunnah. Epistemologi Islam dalam kedokteran gigi melibatkan integrasi nilai-nilai agama dengan praktik ilmiah, memastikan bahwa pendidikan dan praktik kedokteran gigi selaras dengan ajaran Islam. Epistemologi Islam mempromosikan integrasi pengetahuan naqli . dan aqli . , yang penting dalam bidang-bidang seperti kedokteran gigi. 45 Kerangka kerja ini mendorong dokter gigi Muslim untuk memanfaatkan pengetahuan ilmiah dan ajaran agama dalam praktik mereka, meningkatkan perawatan pasien dan pengambilan keputusan etis. Standar etika dalam praktik dokter gigi juga perlu diperhatikan dalam konsep epistemologi islam. Anggraini46 menyebutkan bahwa karakter seorang dokter gigi Muslim didefinisikan oleh etika Islam, menekankan kualitas seperti kejujuran . , kepercayaan . , dan kecerdasan . KODEKGI (Kode Etik Layanan Gig. sejalan dengan nilai-nilai Al-QurAoan, membimbing dokter gigi dalam perilaku profesional dan interaksi pasien. Selain itu, penggunaan bahan dalam kedokteran gigi perlu dipertimbangkan. Mengingat hal ini berujung pada halal dan haramnya sebuah bahan kedokteran gigi yang Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Habib menyebutkan bahwa penggunaan bahan gigi menimbulkan kekhawatiran mengenai klasifikasi halal dan haram, khususnya di Malaysia. 48 Penerapan prinsip-prinsip hukum Islam dalam menentukan diizinkan zat nonhalal dalam perawatan gigi. Dalam penelitian disebutkan bahwa penggunaan alat-alat yang tidak halal dalam perawatan gigi dilarang kecuali dalam keadaan darurat. Penggunaan bahan-bahan yang tidak halal juga dilarang jika proses penyembuhannya meragukan secara Prinsip hukum Islam mengajarkan bahwa bahan non-halal hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat, memastikan bahwa praktik kedokteran gigi tetap sesuai dengan hukum Islam. 43 I. Ardani. Narmada, & D. Rahmawati. AuDental Health Knowledge Improvement about Malocclusion After Oral and Dental Health Empowerment at Miftahul Ulum Melirang Islamic Junior High School. Melirang Village. Bungah District. GresikAy. Indonesian Journal of Dental Medicine, 5. , 43Ae45, 2022. 44 P. A Jannah. Kiswaluyo, & H. Hadnyanawati. Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Santri MTs Kelas IX di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Al-Izza Situbondo. Pustaka Kesehatan, 10. , 36Ae45, 2022. 45 M. Ibrahim. AuMemahami Sains Islam Melalui Pembentukan Kerangka Ilmu dalam Epistemologi Islam: Understanding Islamic Science through the Framework of Knowledge in Islamic EpistemologyAy. AoAbqari Journal, 20. , 99Ae 115, 2019. 46 L. Anggraini. AuPandangan Islam Terhadap Karakter Dokter GigiAy. Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva, 2. , 104Ae110, 2013. 47 R. Wulansari. Nilai-Nilai Kode Etik Pelayanan Kedokteran Gigi Perspektif Al-QurAoan (Studi Analisis Penafsiran Ayat-ayat Terkait KODEKGI), 2022. 48 N. Halib. Salleh. Ghaffar. Ismail. Ramli, & S. Ahmad. Islam and technological development in MalaysiaAos health care: An Islamic legal basis analysis of dental materials used in periodontal therapy. Geografia, 12. , 2016. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. 89 | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid Sementara epistemologi Islam memberikan kerangka kerja yang kuat untuk praktik kedokteran gigi etis, beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kepatuhan yang ketat terhadap pedoman agama dapat membatasi adopsi teknologi gigi inovatif. Menyeimbangkan tradisi dengan kemajuan modern tetap menjadi tantangan dalam praktik kedokteran gigi di lapangan. STUDI KASUS Kasus Rumah Belajar Cinta Tanah Air Indonesia (RB CTA Indonesi. adalah sebuah yayasan yang secara legal teregistrasi sebagai organisasi non-profit di Indonesia. Salah satu RB CTA Indonesia yaitu yang beralamatkan di daerah Panwascam Cihampelas. Jl. Raya Pembangunan Nomor 74. Cihampelas. Kecamatan Cihampelas. Kabupaten Bandung Barat. Jawa Bara. t RB CTA Indonesia Bandung ini berdiri sejak tahun 2024 dan saat ini berjumlah 110 siswa-siswi Muslim. RB CTA Indonesia Bandung ini memiliki visi untuk menjadi katalis perubahan bagi anak Indonesia yang kurang beruntung dalam menyediakan finansial, pendidikan, dan dukungan kesehatan. Penulis dan sejumlah dokter gigi muda yang tergabung dalam satu institusi pendidikan memberikan dukungan berupa penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan mulut gratis bagi para siswa-siswi di RB CTA Indonesia. Siswa-siswi yang hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah 89 siswa yang terdiri dari siswa-siswi kelas 1 hingga 6 SD/MI. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, diperoleh hasil prevalensi terjadinya karies pada siswa SD/MI di RB CTA Indonesia Bandung sebesar 80,90%. Angka prevalensi karies ini tergolong dalam kategori yang tinggi yang artinya dari sebanyak 100 siswa yang diperiksa, sebanyak 80-81 siswa-siswi mengalami gigi berlubang. Hasil pemeriksaan lainnya didapatkan indeks DMF-T populasi siswa-siswi SD/MI RB CTA Indonesia Bandung adalah sebesar 2,66. WHO mengelompokkan indeks DMF-T ini ke dalam kategori sedang yang berarti dari setiap siswa-siswi yang diperiksa, sebanyak 2-3 gigi mengalami gigi berlubang, gigi dicabut karena berlubang, dan gigi ditambal karena berubang. Solusi Kasus Solusi yang dapat ditawarkan bagi hasil prevalensi karies gigi sebesar 80,90% pada siswa SD/MI di RB CTA Indonesia Bandung dapat diatasi melalui lensa epistemologi Islam, yang menekankan kebersihan mulut sebagai praktik keagamaan dan budaya. Inti dari perspektif ini adalah penggunaan miswAk, alat pembersih gigi tradisional yang didukung oleh Nabi Muhammad, yang berfungsi sebagai tindakan pencegahan terhadap masalah gigi. Hal ini dicapai melalui berbagai cara sebagai berikut. Menekankan pentingnya miswak dalam kebersihan gigi dan mulut yang dapat diajarkan karena beberapa alasan sebagai berikut. MiswAk secara historis penting dalam Islam, melambangkan penekanan pada kesehatan gigi. Dianjurkan untuk kemampuannya memutihkan gigi dan memperkuat gusi, selaras dengan praktik perawatan gigi preventif. Penggunaan miswak Nabi Muhammad secara konsisten, bahkan di ranjang kematiannya, menggarisbawahi pentingnya miswak dalam kehidupan sehari-hari dan praktik rohani. 49 H. Ramli. Said. Ismail, & T. Dom. AuSiwak as a prophetic and evidence-based oral hygiene tool: a qualitative study among Islamic scholarsAy Islamiyyat, 45. , 77Ae92, 2023. 90 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | . Menanamkan amanah Agama Islam untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yang dapat dilakukan karena memiliki alasan sebagai berikut. Teks-teks Islam, termasuk Al-QurAoan dan Hadis, memberikan panduan untuk menjaga kesehatan mulut, membingkainya sebagai kewajiban agama. Literatur yurisprudensi membahas perlunya kebersihan mulut, yang mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap kesehatan dalam ajaran Islam. Mempertimbangkan etis dalam perawatan gigi dan mulut. Integrasi nilai-nilai Al-QurAoan ke dalam etika gigi mempromosikan pendekatan holistik untuk perawatan pasien di kalangan dokter gigi Muslim. Kerangka etika ini mendorong kepatuhan terhadap praktik kebersihan mulut sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab masyarakat. Indeks DMFT 2,66 yang menunjukkan kategori yang sedang dapat diatasi juga melalui solusi yang didasarkan pada epistemologi Islam. Pendekatan ini menekankan integrasi dimensi spiritual dan psikologis dalam memahami kesehatan dan kesejahteraan, menawarkan perspektif holistik tentang kesehatan gigi. Hal ini dapat dicapai melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam kesehatan dan pendekatan perawatan gigi yang holistik. Integrasi nilai-nilai Islam dalam kesehatan dapat dicapai dengan cara sebagai berikut. Ajaran Islam menganjurkan pentingnya kebersihan mulut, seperti yang terlihat dalam Sunnah, yang mendorong praktik-praktik seperti miswak . ongkat gig. untuk menjaga kesehatan gigi. Selain itu juga mengintegrasikan praktik spiritual, seperti doa dan refleksi, dapat meningkatkan motivasi untuk menjaga kebersihan mulut, selaras dengan metode restrukturisasi kognitif yang dibahas dalam psikologi Islam . Selain itu solusi bagi permasalahan ini dapat diselesaikan juga dengan cara pendekatan perawatan gigi yang holistik sebagai berikut53 Epistemologi Islam mempromosikan pemahaman komprehensif tentang kesehatan yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual. Hal ini dapat mengarah pada pengembangan inisiatif kesehatan berbasis masyarakat yang menggabungkan praktik penyembuhan tradisional bersama perawatan gigi modern. Penekanan pada dukungan masyarakat dan nilai-nilai bersama dalam ajaran Islam dapat mendorong upaya kolektif untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan Perlu diketahui juga bahwa epistemologi Islam menawarkan wawasan berharga untuk mengatasi masalah kesehatan gigi, penting untuk mempertimbangkan potensi keterbatasan mengandalkan hanya pada kerangka spiritual tanpa mengintegrasikan praktik kedokteran gigi berbasis bukti. Menyeimbangkan kedua perspektif dapat menghasilkan solusi yang paling QS. Al-MAAoidah . : 6 menyatakan, a a ca AAuO aOacN Eac aOI IIaO uaa CaIaI ua aEA AyAON aE eI aOaOe aOa aE eIA a AEAaE Aa eEaO aO aA a a a a ee HR. al-BukhAr No. 578 dan Muslim No. 252 meriwayatkan, a AEaOaE a eI a aO EaO acaI a aEaIaI aA AOA AE aO aA a AE aI a aE aE aOA a a e ea 50 N. Cajee. AuOral hygiene in the ShariAoah: a thousand-year-old conversation between IslamAos schools of legal thoughtAy. Journal of the History of Dentistry, 60. , 148Ae157, 2012. 51 R. Wulansari. Nilai-Nilai Kode Etik Pelayanan Kedokteran Gigi Perspektif Al-QurAoan (Studi Analisis Penafsiran Ayat-ayat Terkait KODEKGI), 2022. 52 A. Awaludin, & Arroisi. AuRekonseptualisasi Epistemologi: Metode Islamisasi dalam Ilmu Psikologi ModernAy. Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 21. , 25Ae48, 2023. 53 A. Haque, & H. Eshavarzi. AuIntegrating indigenous healing methods in therapy: Muslim beliefs and practicesAy. International Journal of Culture and Mental Health, 7. , 297Ae314, 2014. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. 91 | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid Tafsir ayat dan hadis di atas menegaskan bahwa kebersihan mulut tidak hanya dimaknai secara fisik tetapi juga spiritual dalam Islam. Ayat QS. Al-MAAoidah . : 6 memerintahkan mukmin untuk membersihkan wajah dan tangan sebagaimana berkumur, yang implisit mencakup pemeliharaan kebersihan rongga mulut. Hadis tentang siwAk menegaskan bahwa Rasulullah A Amenjadikan miswAk sebagai bagian rutin wudhu, sehingga aspek pencegahan karies dan penyakit mulut memperoleh landasan sunnah. 54 Praktik memakai siwAk secara konsisten menunjukkan konvergensi antara kebersihan ritual dan kesehatan gigi yang empiris terbukti mencegah plak. Dalam konteks studi kasus RB CTA Indonesia Bandung, implementasi miswAk pascawudhu membantu menurunkan prevalensi karies hingga mendekati indeks DMF-T sedang. Kebiasaan wudhu dan miswAk juga membentuk budaya kesehatan komunitas Muslim di sekolah dasar. Selain aspek preventif, perilaku ini meneguhkan nilai ibadah sebagai motivator internal yang konsisten untuk menjaga kesehatan gigi. Oleh karenanya, integrasi ajaran naqli dan praktik aqli menjadi kerangka kerja epistemologi Islam dalam manajemen kedokteran gigi. Nilai Ruhuddin Islam MujAhid dalam konteks kedokteran gigi merujuk pada perjuangan (Aujihad kecilA. tenaga kesehatan dan relawan untuk menurunkan angka karies pada siswa SD di RB CTA Indonesia Bandung. Usaha ini melibatkan penyuluhan intensif, pemeriksaan berkala, dan pembagian miswAk secara gratis. Semangat mujahadah ini sejalan dengan perintah Ilahi. QS. Al-Hajj . : 78 aNA a AcEEa aC aNA a a a aO aa aN aO a Ayait ini memotivasi umat Islam untuk berjuang dalam kebaikan. Implementasi jihad kesehatan ini menunjukkan bahwa upaya medis dapat dibingkai sebagai ibadah. Dokter gigi dan mahasiswa manajemen rumah sakit mengerahkan segala sumber daya untuk edukasi dan intervensi klinis. Perjuangan kolektif ini memerlukan kesabaran, ketekunan, dan semangat qawiy . Keberhasilan menurunkan prevalensi karies menjadi bukti kebermanfaatan jihad di ranah kesehatan. Dengan demikian, mujahid menggambarkan komitmen sosial dan religius dalam manajemen kedokteran gigi. MujtAhid dalam studi ini adalah praktisi dan peneliti yang melakukan ijtihAd sehat untuk menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam protokol kedokteran gigi modern. Mereka mengkaji data DMF-T 2,66 dan prevalensi karies 80,90% untuk merumuskan intervensi a menunjukkan a AAyE UeI a eaIa aA berdasar naqli (QS. ThA-HA . dan aqli. Terjemahan AuAa aOCaEA pentingnya memperdalam ilmu kedokteran gigi sekaligus menegakkan nilai keimanan. Proses ijtihAd ini melibatkan kajian literatur, eksperimen klinis, dan dialog lintas disiplin. Hasil ijtihAd membuahkan modul edukasi interaktif dan protokol miswAk terstandar. Menggunakan pendekatan retroduktif, mujtAhid mengkonstruksi kerangka epistemologi Islam yang holistik. Dengan demikian, mujtAhid berperan sebagai innovator metodologis di bidang kedokteran Mujaddid adalah tokoh pembaharu yang mengembalikan praktik Islam sesuai kebutuhan zaman, termasuk di ranah kesehatan gigi. Dalam hadis. Rasulullah A Abersabda, (HR. at-Tirmid. a eAa aaEa aNaa EaaI aa aEaOa aA a aAuaIA Aa aE aEa aIa aa aIaa aI aI aOa a aa aaEa aOIa aNaA a AcEEaa Oa e aA 54 S. Nurazizah. Khasanah. Rostandi, & T. Tamami. AuTakhrij and Syarah Hadith of Cheymistry: Siwak for Oral and Dental HealthAy. Gunung Djati Conference Series, 5, 277Ae283, 2021. 92 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Akademisi yang memperkenalkan kerangka epistemologi Islam dalam kedokteran gigi modern di RB CTA Indonesia berperan sebagai mujaddid kesehatan. Mereka memberi semangat pembaruan nilai ibadah . iswAk, wudh. sekaligus adopsi teknologi teledentistry. Pendekatan ini menjembatani tradisi Fiqh-Sains dengan praktik klinis kontemporer. 55 Peran mujaddid penting untuk menjaga relevansi ajaran Islam dengan tantangan baru. Dengan pembaruan, semangat integrasi naqli-aqli tetap hidup sepanjang zaman. Para mujaddid ini menjadi agen perubahan dalam manajemen rumah sakit dan klinik gigi. KESIMPULAN Epistemologi adalah cabang dari disiplin ilmu filsafat mengenai jenis pengetahuan, karakteristiknya, maknanya, kekuatan/keterbatasannya, hubungan dan kriteria yang digunakan untuk menilai suatu hal. Epistemologi merupakan studi tentang pengetahuan, mencakup berbagai konsep dasar yang mengeksplorasi bagaimana pengetahuan diperoleh, dibenarkan, dan dipahami. Epistemologi Islam juga mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan, seperti Al-QurAoan, hadits, dan akal. Epistemologi Islam menekankan integrasi antara pengetahuan dan spiritualitas, sehingga pengetahuan tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga moral dan spiritual. Sumber pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dari perspektif epistemologi Islam beragam, diambil dari praktik tradisional, teks agama, dan studi Kesehatan mulut dan mengakui dampaknya pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Praktik budaya yang menekankan penggunaan miswak adalah praktik budaya yang signifikan di banyak komunitas Muslim, mempromosikan kebersihan mulut berdasarkan ajaran agama. Ilmu pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut disampaikan melalui berbagai cara. Video dan selembaran interaktif dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan di kalangan anak sekolah dasar, selaras dengan ajaran Islam tentang mencari pengetahuan dan menjaga kesehatan. Selain itu, berkembang metode pengajaran kesehatan gigi dan mulut yaitu melalui teledentistry dan kuesioner serta konseling. Praktik kedokteran gigi juga menerapkan konsep epistemologi islam dengan cara mengintegrasikan prinsip-prinsip agama dengan etika dan praktik medis. Karakter seorang dokter gigi Muslim didefinisikan oleh etika Islam, menekankan kualitas seperti kejujuran . , kepercayaan . , dan kecerdasan . yang sejalan dengan regulasi yang ditetapkan oleh KODEKGI. Konsep penggunaan halal-haram sebuah bahan keokteran gigi pun diatur dalam Islam. Epistemologi Islam memberikan informasi berharga untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut. Namun demikian, penting untuk mempertimbangkan potensi keterbatasan mengandalkan hanya pada kerangka spiritual tanpa mengintegrasikan praktik kedokteran gigi berbasis bukti. Menyeimbangkan kedua perspektif dapat menghasilkan solusi yang paling efektif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dengan mengetahui ilmu tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut secara Islam dan hubungannya bukti empiris yang teredia, maka kesehatan gigi dan mulut dapat tercapai. 55 M. Ibrahim. AuMemahami Sains Islam Melalui Pembentukan Kerangka Ilmu dalam Epistemologi Islam: Understanding Islamic Science through the Framework of Knowledge in Islamic EpistemologyAy. AoAbqari Journal, 20. , 99Ae 115, 2019. Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid: [Epistemologi Islam dan Penerapannya Dalam Manajemen Kedokteran Gigi: Tinjauan Pustaka dan Studi Kasu. | Muhamad Ihsan Permana. Muhammad Rachmat Effenedi. Nandang Ihwanudin. Ummah Karimah. Ali Mursyid REFERENSI