Volume 2 Nomor 1 . ISSN (P): 3048-3212 ISSN (E): 3025-499X DOI: Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Evarianisa Endang Trisnani 1 1STAI YPBWI Surabaya Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran berbasis inkuiri terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendidikan IPS pada jenjang pendidikan dasar Islam memegang peranan penting dalam membentuk kesadaran sosial, nilai-nilai Islam, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Akan tetapi, metode pengajaran konvensional yang berpusat pada guru sering kali menghasilkan pembelajaran yang pasif dan pemahaman materi yang dangkal. Strategi berbasis inkuiri menawarkan pendekatan alternatif yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif melalui pertanyaan, penyelidikan, analisis, dan penarikan kesimpulan secara mandiri atau kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok siswa MI kelas lima: kelompok eksperimen yang diajarkan menggunakan strategi inkuiri dan kelompok kontrol yang diajarkan menggunakan metode Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis inkuiri secara signifikan meningkatkan prestasi IPS siswa. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, rasa ingin tahu, dan pemahaman yang lebih dalam tentang subjek melalui proses inkuiri yang sistematis. Oleh karena itu, strategi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran IPS di MI guna mendorong terciptanya pendidikan yang lebih bermakna, berpusat pada siswa, dan berbasis pemikiran tingkat tinggi. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Inkuiri. Capaian Pembelajaran. IPS. Madrasah Ibtidaiyah. Pembelajaran Aktif nevaendangt@gmail. Jl. Wedoro PP No. 66 Wedoro. Waru. Sidoarjo JawaTimur Evarianisa Endang Trisnani Abstract This study aims to examine the effect of the inquiry-based learning strategy on studentsAo learning outcomes in Social Studies (IPS) at Madrasah Ibtidaiyah (MI). Social Studies education at the elementary Islamic level plays a vital role in shaping studentsAo social awareness. Islamic values, and critical thinking skills. However, conventional teacher-centered teaching methods often result in passive learning and a superficial understanding of the material. The inquiry-based strategy offers an alternative approach that promotes active student engagement through questioning, investigating, analyzing, and drawing conclusions independently or collaboratively. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method involving two groups of fifth-grade MI students: an experimental group taught using the inquiry strategy and a control group taught using conventional methods. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation, and analyzed using a t-test. The findings revealed that the application of inquiry-based learning significantly improved studentsAo Social Studies achievement. Students demonstrated increased engagement, curiosity, and a deeper understanding of the subject through the systematic inquiry process. Therefore, this strategy is recommended for broader implementation in Social Studies learning at MI to foster more meaningful, student-centered, and higher-order thinkingbased education. Keywords: Inquiry-Based Learning. Learning Outcomes. Social Studies. Madrasah Ibtidaiyah. Active Learning atar Belakang Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Perubahan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut sistem pendidikan untuk terus berinovasi, baik dari segi kurikulum, strategi pembelajaran, maupun peran guru dan peserta didik. Dalam konteks pendidikan dasar, guru dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta memfasilitasi pencapaian kompetensi secara holistik, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Salah satu mata pelajaran yang memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi sosial peserta didik adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). IPS mengajarkan siswa untuk memahami gejala sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi dalam masyarakat serta menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang aktif. Parmin Suparlan. Inovasi Pendidikan Abad 21 (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 1031 JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kritis, dan bertanggung jawab. Namun dalam praktiknya, pembelajaran IPS di tingkat MI kerap menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya minat belajar siswa, dominasi metode ceramah, serta keterbatasan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Dalam banyak studi ditemukan bahwa hasil belajar IPS cenderung rendah karena pendekatan yang digunakan masih berorientasi pada hafalan dan kurang melibatkan pengalaman belajar nyata. Padahal, menurut prinsip dasar pendidikan modern, pembelajaran seharusnya berpusat pada siswa . tudent-centere. dan memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi, mengamati, dan menemukan konsep secara mandiri. Strategi pembelajaran yang tidak tepat akan mengakibatkan ketidaktercapaian tujuan pembelajaran dan menghambat pengembangan potensi siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi pembelajaran yang mampu merangsang keaktifan siswa dan mengembangkan cara berpikir kritis serta analitis. Salah satu pendekatan yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah strategi pembelajaran inkuiri. Strategi ini berakar pada teori konstruktivisme yang meyakini bahwa pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari guru ke siswa, melainkan harus dibangun sendiri oleh siswa melalui proses interaksi aktif dengan lingkungan belajar. Pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, melakukan pengamatan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Melalui pendekatan ini, siswa bukan hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga subjek yang aktif membangun pemahaman. Implementasi pembelajaran inkuiri dalam mata pelajaran IPS memungkinkan siswa untuk lebih memahami realitas sosial di sekitarnya. Mereka tidak hanya sekadar mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga belajar mengaitkannya dengan pengalaman hidup nyata, seperti masalah sosial di lingkungan sekitar, dinamika budaya, hingga peristiwa sejarah. Hal ini sejalan dengan pendapat Novita dan Hariyanto bahwa strategi inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir tingkat Suryana. & Amin. AuKendala Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar dan Solusinya Ay. Jurnal Ilmiah 2 Pendidikan Dasar, 8. , 2021, 121Ae130. Dewi. AuTransformasi Strategi Pembelajaran Menuju Kurikulum Merdeka Ay. Jurnal Pendidikan 3 Indonesia, 12. , 55Ae63. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 125Ae126. Richard I. Arends. Learning to Teach, 11th ed. (New York: McGraw-Hill, 2. , 75. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani tinggi (HOTS), serta membentuk sikap ilmiah dalam proses belajar. 6 Selain itu, strategi ini juga sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek, pengalaman, dan eksplorasi. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan strategi inkuiri memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Misalnya, penelitian oleh Handayani dan Permana . menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa MI setelah penerapan model inkuiri, terutama dalam aspek pemahaman konsep dan partisipasi belajar. 8Temuan ini sejalan dengan studi lain yang menyatakan bahwa strategi inkuiri dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan. Melihat realitas pembelajaran IPS di MI, sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional yang belum optimal dalam mengembangkan keterlibatan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan diri pada upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan strategi pembelajaran inkuiri. Fokus penelitian ini tidak hanya pada peningkatan hasil belajar secara kuantitatif, tetapi juga pada bagaimana menyenangkan, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris efektivitas strategi pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar IPS siswa MI. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan berdampak positif pada mutu pendidikan dasar secara umum. Hakikat Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Madrasah Ibtidaiyyah (MI). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang studi yang dirancang untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, nilai, dan sikap peserta didik agar dapat memahami realitas sosial di sekitarnya serta menjadi warga negara yang aktif dan Novita. & Hariyanto. AuEfektivitas Pembelajaran Inkuiri terhadap Peningkatan Kemampuan 6 HOTS SiswaAy. Jurnal Penelitian Pendidikan, 38. , 76Ae88. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: 7 Kemendikbudristek. Handayani. , & Permana. AuPengaruh Strategi Inkuiri terhadap Hasil Belajar IPS Ay. Jurnal 8 Pendidikan Dasar Indonesia, 7. , 90Ae98 Yuliani. & Nasution. AuInkuiri Sebagai Strategi Alternatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ay, 9 Jurnal Inovasi Pembelajaran SD, 5. , 14Ae20 JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) bertanggung jawab. Di tingkat MI. IPS menjadi wahana awal bagi peserta didik dalam mengenal dan memahami diri, keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan dunia. Secara substansial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, sejarah, geografi, ekonomi, dan ilmu politik. Namun, pada jenjang pendidikan dasar, integrasi ini disusun secara pedagogis untuk menyesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis dan intelektual peserta didik. Menurut Somantri, pendekatan interdisipliner dalam IPS bertujuan menyederhanakan dan menyatukan berbagai konsep ilmu sosial agar dapat diterima dengan mudah oleh peserta Hakikat pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi lebih pada pembentukan karakter sosial siswa. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kepekaan sosial, sikap toleransi, semangat gotong royong, dan kemampuan memecahkan masalah sosial di lingkungan sekitar. Menurut Safitri dan Azizah. IPS di tingkat dasar berperan sebagai dasar pembentukan identitas sosial anak melalui pembelajaran yang kontekstual dan bernilai edukatif. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, pembelajaran IPS diarahkan untuk memperkuat capaian Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan Kurikulum ini menekankan pembelajaran berbasis proyek yang terhubung dengan isu-isu sosial di sekitar peserta didik. 12 Pembelajaran IPS tidak hanya berlangsung dalam ruang kelas, melainkan juga melalui kegiatan eksploratif yang menuntut keterlibatan aktif siswa di masyarakat. Pembelajaran IPS yang baik memerlukan strategi dan pendekatan yang bervariasi. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam menemukan dan memahami makna dari peristiwa-peristiwa sosial. Hal ini selaras dengan pandangan Suciati yang menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran aktif, investigatif, dan reflektif dalam pengajaran IPS. Somantri. Pengantar Pendidikan IPS (Bandung: Rosda, 2. , 15. Safitri. & Azizah. AuPeran Pendidikan IPS dalam Pembentukan Karakter Sosial Siswa Sekolah 11 DasarAy. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7. , 55Ae65 Kemendikbudristek. Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar (Jakarta: Kemendikbudristek, 12 2. , 16. Suciati. Strategi Inovatif Pembelajaran IPS di Era Digital (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 43. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani Sementara itu, perkembangan kognitif peserta didik di tingkat dasar menuntut penyampaian materi IPS secara konkret dan bermakna. Menurut Piaget, anak usia MI berada dalam tahap operasional konkret, di mana mereka memahami konsep melalui pengalaman langsung, visualisasi, dan contoh nyata. Oleh karena itu, guru IPS perlu merancang pembelajaran yang menghubungkan konsep sosial dengan realitas kehidupan siswa, misalnya melalui studi lingkungan, simulasi sosial, permainan peran, dan inkuiri Hakikat pembelajaran IPS di MI juga mencakup pemberdayaan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan nasionalisme. Ketika siswa dikenalkan pada sejarah lokal, tokoh masyarakat, dan struktur sosial dalam komunitasnya, mereka akan tumbuh dengan pemahaman yang lebih utuh tentang jati dirinya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang majemuk. Akhirnya, pembelajaran IPS menjadi jembatan penting bagi peserta didik untuk memahami hubungan antara individu dan masyarakat, serta menyadari perannya sebagai agen perubahan sosial di masa depan. Dengan pengelolaan pembelajaran yang tepat. IPS mampu menanamkan fondasi awal bagi terciptanya masyarakat yang demokratis, adil, dan beradab. Strategi Pembelajaran Inkuiri Pengertian Strategi Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar dengan menstimulasi rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis mereka. Strategi ini mendorong siswa untuk aktif menemukan, mengumpulkan, dan menganalisis informasi melalui proses investigasi yang sistematis dan terstruktur. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan proses berpikir ilmiah dan sikap ilmiah. Menurut Dewi dan Santoso, strategi pembelajaran inkuiri dapat diartikan sebagai suatu pendekatan di mana siswa secara aktif terlibat dalam proses penemuan konsep, prinsip, atau hukum melalui eksplorasi, pengamatan, pengumpulan data, dan Robert E. Slavin. Educational Psychology: Theory and Practice (Boston: Pearson Education, 2. , 45. JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) pengujian hipotesis secara mandiri atau kelompok. 15 Hal ini menjadikan pembelajaran inkuiri sangat tepat diterapkan pada materi IPS yang bersifat kontekstual dan multidimensional, sehingga siswa belajar untuk memahami fenomena sosial secara mendalam. Model pembelajaran inkuiri umumnya terdiri dari beberapa tahapan penting, antara lain: . mengajukan pertanyaan atau masalah, . merumuskan hipotesis atau dugaan sementara, . merencanakan dan melaksanakan penyelidikan, . mengumpulkan dan menganalisis data, serta . menarik kesimpulan dan menyajikan hasil temuan. 16 Tahapan ini memberikan pengalaman belajar yang autentik dan menuntut siswa untuk berperan aktif sebagai peneliti muda. Keunggulan strategi pembelajaran inkuiri terletak pada kemampuannya meningkatkan motivasi belajar siswa, karena proses pembelajaran berlangsung secara alami sesuai dengan minat dan keingintahuan mereka. Selain itu, pendekatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis yang sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di era modern. Menurut Rahmawati, penerapan strategi inkuiri di MI harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik, khususnya kemampuan kognitif dan sosial mereka. Guru perlu memberikan bimbingan yang cukup selama proses inkuiri berlangsung agar siswa tidak mengalami kebingungan, sekaligus mendorong kemandirian berpikir. Dalam konteks pembelajaran IPS, strategi inkuiri sangat efektif untuk mengajak siswa memahami fenomena sosial dan lingkungan secara holistik. Misalnya, dalam mempelajari topik mengenai perilaku masyarakat atau masalah lingkungan sekitar, siswa dapat diajak untuk mengumpulkan data melalui wawancara atau survei sederhana, kemudian menganalisis hasilnya untuk menemukan pola dan solusi yang relevan. Pembelajaran inkuiri juga selaras dengan prinsip pembelajaran aktif yang Rini Dewi. Agus Santoso. Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis 15 (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 25 Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 88. I Gede Kusuma. AuPengaruh Pembelajaran Inkuiri terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Ay. Jurnal 17 Pendidikan Dasar. Vol. No. 1, 2022, 47 Nur Rahmawati. AuAdaptasi Strategi Inkuiri pada Pendidikan DasarAy. Jurnal Kajian Pendidikan. Vol. No. 2, 2023, 102. Maya A. Putri. AuPenerapan Pembelajaran Inkuiri dalam Mata Pelajaran IPS di SDAy. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19 Vol. No. 3, 2021, 122 JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani menuntut keterlibatan penuh siswa secara fisik, mental, dan emosional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan hasil belajar yang lebih bermakna dan tahan lama dibandingkan pembelajaran yang bersifat pasif dan hanya berfokus pada Selain itu, strategi inkuiri mampu mengembangkan kompetensi abad 21, seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri bukan hanya memfasilitasi penguasaan materi, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menjadi individu yang mampu beradaptasi dan berinovasi dalam berbagai situasi. Implementasi pembelajaran inkuiri menuntut peran aktif guru sebagai fasilitator dan mediator yang menyediakan sumber belajar yang relevan, memotivasi siswa untuk bertanya, dan membantu proses refleksi agar siswa dapat menyusun pemahaman yang utuh. Guru juga harus mampu mengelola kelas agar suasana belajar kondusif dan partisipatif. Dengan berbagai keunggulan dan manfaat tersebut, strategi pembelajaran inkuiri sangat layak dijadikan pilihan dalam pembelajaran IPS di MI, khususnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif dan bermakna. Pendekatan dan Tujuan Strategi Pembelajaran Inkuiri Strategi konstruktivistik dalam pendidikan yang menekankan pentingnya pengalaman langsung, keaktifan peserta didik, serta keterlibatan dalam proses pencarian dan penemuan pengetahuan. Pendekatan ini bertolak dari pandangan bahwa belajar bukanlah proses menerima informasi secara pasif, tetapi sebagai proses aktif membangun makna dan pemahaman melalui interaksi dengan lingkungan, informasi, dan orang lain. Pendekatan inkuiri memposisikan siswa sebagai subjek pembelajar yang aktif, mandiri, dan reflektif. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, merancang penyelidikan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan dari pengalaman mereka sendiri. Dalam konteks ini, guru bukan lagi sebagai pusat informasi, melainkan sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran Fajar Hidayat. Pembelajaran Aktif dan Inovatif di Sekolah Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2020, 6420 Ibid. Dwi P. Sari. AuPeran Guru dalam Pembelajaran Inkuiri di Sekolah DasarAy. Jurnal Pendidikan dan 22 Pembelajaran. Vol. No. 1, 2023,80 JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) yang memberikan stimulus serta arahan. Menurut Piaget, perkembangan intelektual anak terjadi melalui proses asimilasi dan akomodasi atas pengalaman baru. Proses inkuiri memberi ruang bagi mekanisme ini karena anak didorong untuk mengeksplorasi, menguji hipotesis, dan membangun pemahaman secara personal. 24 Demikian pula menurut Vygotsky, pembelajaran akan lebih efektif ketika terjadi dalam "zona perkembangan proksimal" . one of proximal developmen. , yaitu wilayah antara apa yang dapat dilakukan siswa sendiri dan apa yang dapat dilakukan dengan bantuan orang lain. Strategi inkuiri memungkinkan pendampingan guru pada titik-titik krusial perkembangan ini. Selain itu, pendekatan inkuiri sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), karena mata pelajaran ini mengajarkan pemahaman tentang gejala sosial, nilai, dan dinamika masyarakat yang memerlukan analisis, pengamatan, dan pemaknaan kontekstual. Tujuan Pembelajaran dengan Strategi Inkuiri Tujuan utama pembelajaran berbasis inkuiri tidak hanya sebatas pada penguasaan materi, melainkan lebih kepada pengembangan keterampilan berpikir ilmiah, sikap kritis, dan rasa ingin tahu siswa. Beberapa tujuan strategis pembelajaran inkuiri antara lain: Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Logis Melalui proses merumuskan masalah, membuat hipotesis, menganalisis data, dan menarik kesimpulan, siswa dilatih untuk berpikir secara runtut, sistematis, dan Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter pembelajar yang rasional dan argumentatif. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu dan Sikap Ilmiah Inkuiri merangsang rasa ingin tahu alami siswa terhadap berbagaifenomena di Dengan demikian, siswa terdorong untuk terus belajar, bertanya, dan mencari jawaban berdasarkan bukti dan fakta, bukan asumsi belaka. Mendorong Kemandirian Belajar dan Tanggung Jawab Fajar Hidayat. Pembelajaran Aktif dan Inovatif di Sekolah Dasar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 53. Jean Piaget. The Psychology of Intelligence (New York: Routledge, 2. , 7824 Lev Vygotsky. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes (Cambridge: Harvard 25 University Press, 2. , 85. Rini Dewi dan Agus Santoso. Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis 26 (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 27 JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani Siswa yang dilatih dengan pendekatan inkuiri secara bertahap akan mampu belajar mandiri, mengelola waktu, dan bertanggung jawab atas proses serta hasil belajar mereka sendiri. Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Kolaborasi Strategi inkuiri yang banyak dilakukan dalam kelompok dapat melatih siswa dalam berkomunikasi, berargumentasi, dan bekerja sama dengan teman sebaya dalam memecahkan suatu permasalahan sosial. Meningkatkan Pemahaman Konsep yang Lebih Mendalam dan Berkelanjutan Pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman langsung cenderung lebih bermakna dan tahan lama dibandingkan dengan hafalan semata. Inkuiri membantu siswa membangun makna personal atas materi pembelajaran yang Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri tidak hanya bertujuan menciptakan siswa yang AutahuAy banyak hal, tetapi juga siswa yang AumampuAy berpikir, menalar, dan bertindak secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap realitas yang mereka hadapi. Jenis-jenis Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri memiliki berbagai jenis atau model yang dikembangkan berdasarkan tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Variasi ini penting untuk menyesuaikan tingkat perkembangan kognitif siswa, konteks pembelajaran, serta tujuan instruksional yang ingin dicapai. Secara umum, para ahli membagi strategi pembelajaran inkuiri ke dalam beberapa jenis utama, yakni inkuiri terbimbing . uided inquir. , inkuiri bebas . pen inquir. , inkuiri terbuka . tructured inquir. , dan inkuiri kombinasi . odified inquir. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquir. Jenis inkuiri ini merupakan bentuk yang paling sering digunakan di MI. Dalam guided inquiry, guru memberikan permasalahan, data, dan prosedur kepada siswa, namun siswa tetap diminta untuk membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan analisis mereka sendiri. Tujuan dari inkuiri terbimbing adalah membangun keterampilan dasar berpikir ilmiah dan meningkatkan kepercayaan Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 9027 JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) diri siswa dalam melakukan investigasi. 28Sebagai contoh, dalam pelajaran IPS, guru dapat memberikan data tentang persebaran penduduk dan memandu siswa untuk menyimpulkan faktor-faktor yang memengaruhi kepadatan penduduk. Inkuiri Terstruktur (Structured Inquir. Structured inquiry adalah bentuk yang lebih terkontrol, di mana guru memberikan pertanyaan, prosedur, dan sumber informasi, lalu siswa menyusun analisis dan kesimpulan sendiri. Model ini sangat sesuai bagi siswa yang baru pertama kali diperkenalkan dengan metode inkuiri, karena masih banyak bantuan dari guru. 29Jenis ini sangat efektif untuk memperkenalkan siswa pada pola berpikir ilmiah yang sistematis, meskipun kreativitas siswa mungkin belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan eksplorasi. Inkuiri Bebas (Open Inquir. Open inquiry memberikan kebebasan penuh kepada siswa untuk merumuskan menganalisis informasi, hingga menyusun laporan dan menyampaikan hasil. Peran guru hanya sebagai fasilitator yang membantu jika diperlukan. Jenis inkuiri ini mengembangkan kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi dan sangat cocok untuk siswa dengan kemampuan akademik yang sudah matang. 30Dalam praktiknya di SD, open inquiry perlu penyesuaian agar tetap terarah dan tidak keluar dari tujuan pembelajaran, mengingat kemampuan berpikir abstrak siswa MI masih berkembang. Inkuiri Kombinasi atau Inkuiri Modifikasi (Modified Inquir. Jenis ini merupakan kombinasi dari inkuiri terbimbing dan bebas. Siswa bisa diberi masalah oleh guru, tetapi prosedur penyelesaiannya dibiarkan terbuka. Atau sebaliknya, siswa diberi kebebasan merumuskan masalah, tetapi diarahkan menggunakan prosedur tertentu. Tujuannya adalah memberikan ruang kreativitas siswa sambil tetap menjaga arah pembelajaran. Model ini dianggap cukup fleksibel dan efektif untuk digunakan dalam SD. Joyce. Bruce dan Marsha Weil. Models of Teaching (Boston: Pearson Education Inc. , 2. , 11128 Fajar Hidayat. Pembelajaran Aktif dan Inovatif di Sekolah Dasar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 6629 Rini Dewi dan Agus Santoso. Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir 30 Kritis (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 35. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 92. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani pengalaman belajar siswa. Tahapan Strategi Inkuiri Strategi pembelajaran inkuiri dirancang untuk mengarahkan peserta didik agar aktif mencari dan menemukan pengetahuan melalui proses penyelidikan. Strategi ini menekankan keterlibatan langsung siswa dalam proses berpikir ilmiah melalui serangkaian tahapan sistematis. Menurut beberapa ahli, tahapan dalam strategi pembelajaran inkuiri umumnya terdiri atas: . merumuskan masalah, . merumuskan hipotesis, . mengumpulkan data, . menganalisis data, dan . menarik kesimpulan. Merumuskan Masalah Tahap awal dalam pembelajaran inkuiri adalah siswa diarahkan untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan atau permasalahan yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari. Guru dapat memfasilitasi siswa dengan memberikan fenomena atau situasi yang menimbulkan rasa ingin tahu. Kemampuan merumuskan masalah akan melatih keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa sejak dini. 33Contohnya, dalam pelajaran IPS, guru dapat memulai dengan menunjukkan peta persebaran ekonomi daerah dan mengajak siswa bertanya: AuMengapa wilayah pesisir lebih padat penduduk?Ay Merumuskan Hipotesis Setelah permasalahan dirumuskan, siswa diajak membuat dugaan sementara atau hipotesis tentang kemungkinan jawaban atas masalah tersebut. Hipotesis ini menjadi dasar untuk merancang kegiatan pencarian informasi selanjutnya. Dalam tahap ini, guru perlu membimbing agar hipotesis yang dikemukakan bersifat rasional dan dapat diuji. 34Misalnya, siswa dapat mengemukakan hipotesis bahwa daerah pesisir lebih padat karena dekat dengan pelabuhan dan banyak tersedia lapangan pekerjaan. Mengumpulkan Data Tahap ini merupakan inti dari proses inkuiri, di mana siswa melakukan pengumpulan data melalui berbagai sumber, seperti membaca buku, observasi, wawancara, eksperimen sederhana, atau diskusi kelompok. Aktivitas ini Sardiman A. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. ,10332 Sanjaya. Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 215. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep. Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat 34 Satuan Pendidikan (KTSP)(Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 122. JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) membangun kemandirian dan keterampilan literasi informasi siswa. Pada jenjang MI, pengumpulan data dapat dilakukan melalui media gambar, video, atau hasil studi lapangan sederhana yang dibimbing oleh guru. Menganalisis Data Setelah data dikumpulkan, siswa diminta untuk menganalisis dan menafsirkan data tersebut untuk mencari hubungan atau pola yang mendukung atau menolak Guru dapat membantu dengan memberikan alat bantu seperti grafik, tabel, atau bagan sederhana. Tahapan ini mengasah kemampuan berpikir logis dan sistematis siswa. Menarik Kesimpulan Tahap akhir dari proses inkuiri adalah menyimpulkan hasil dari proses Kesimpulan ini berdasarkan analisis data yang dilakukan. Siswa menyampaikan temuan mereka secara lisan atau tulisan, dan guru memberikan umpan balik. Kesimpulan ini bisa sesuai atau tidak sesuai dengan hipotesis awal, tetapi yang terpenting adalah proses berpikir yang terjadi. Tahapan Pembelajaran Strategi Inkuiri Strategi pembelajaran inkuiri merupakan proses pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan dan membangun pengetahuan melalui serangkaian tahapan ilmiah. Menurut Sanjaya, strategi inkuiri mencerminkan pendekatan pembelajaran yang membimbing siswa agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap fenomena sosial di sekitarnya. Tahapan inkuiri bukan hanya prosedur teknis, tetapi merupakan proses pembentukan pengetahuan dan penguatan nilai-nilai ilmiah. Secara umum, terdapat lima sampai enam tahapan utama dalam pembelajaran inkuiri, yaitu: Orientasi Tahap ini bertujuan untuk membangun minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu topik atau permasalahan. Guru memberikan stimulus berupa pertanyaan pemantik, cerita, gambar, video, atau fenomena aktual yang berkaitan dengan topik pembelajaran. Pada tahap ini, guru juga menjelaskan tujuan pembelajaran Suprijono. Agus. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 9835 Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru (Jakarta: 36 Rajawali Pers, 2. , 89. Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 219. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani dan kegiatan yang akan dilakukan. Contoh: Dalam pembelajaran IPS mengenai keragaman ekonomi daerah, guru menayangkan video tentang pasar tradisional dan pasar modern. Merumuskan Masalah Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan yang muncul dari stimulus yang diberikan. Guru membimbing siswa untuk menuliskan pertanyaan yang dapat dijawab melalui penyelidikan. Proses ini penting untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving. Contoh: AuMengapa sebagian masyarakat masih memilih berbelanja di pasar tradisional?Ay Mengajukan Hipotesis Setelah merumuskan masalah, siswa diminta menyampaikan dugaan atau jawaban sementara berdasarkan pengetahuan awal mereka. Hipotesis akan diuji melalui proses penyelidikan. Guru dapat membantu siswa agar hipotesis yang diajukan bersifat ilmiah dan terukur. Contoh: AuKarena harga di pasar tradisional lebih murah dan bisa ditawar. Ay Mengumpulkan Data Tahap ini adalah inti dari kegiatan inkuiri, di mana siswa melakukan pencarian informasi dari berbagai sumber, baik primer maupun sekunder. Mereka dapat membaca buku, melakukan observasi, wawancara, atau browsing sumber digital dengan pendampingan guru. Contoh: Siswa mengamati perbedaan harga barang dari brosur atau hasil kunjungan ke pasar lokal. Menganalisis dan Menafsirkan Data Siswa menganalisis data yang dikumpulkan untuk menemukan pola, hubungan, atau makna yang relevan dengan hipotesis. Proses ini melatih logika berpikir dan keterampilan mengorganisasi informasi. Guru dapat menyediakan alat bantu seperti tabel, grafik, atau peta konsep. Contoh: Siswa menyusun perbandingan harga barang antara dua pasar dan menyimpulkan alasan preferensi masyarakat. Menyimpulkan dan Mengomunikasikan Hasil Tahap akhir adalah siswa menyampaikan kesimpulan dari penyelidikan yang telah dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan. Mereka juga didorong untuk merefleksikan proses pembelajaran. Presentasi hasil ini melatih keterampilan komunikasi ilmiah dan tanggung jawab terhadap proses belajar. Contoh: Kelompok siswa mempresentasikan hasil penyelidikan mereka di depan kelas JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) dan menjawab pertanyaan dari teman-temannya. Peran Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses belajar, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan Perubahan peran ini merupakan inti dari pendekatan konstruktivistik, yang meyakini bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh siswa melalui pengalaman dan keterlibatan langsung dalam proses berpikir ilmiah. Peran Guru dalam Pembelajaran Inkuiri Dalam strategi pembelajaran inkuiri, guru tidak lagi menjadi pusat informasi, melainkan menjadi pendamping aktif yang mendesain pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menemukan Beberapa peran guru antara lain: Mendesain situasi inkuiri: Guru menyiapkan materi dan merancang masalah atau fenomena yang dapat merangsang rasa ingin tahu siswa. Memfasilitasi diskusi: Guru membimbing diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemandu, dan memotivasi siswa untuk mengembangkan argumen yang logis. Membimbing proses penyelidikan: Guru membantu siswa dalam proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Memberikan umpan balik: Guru memberikan arahan yang konstruktif agar siswa dapat mengevaluasi hasil pemikirannya secara objektif. Arends menekankan bahwa peran guru dalam inkuiri sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan merangsang proses eksplorasi, sehingga siswa tidak sekadar menerima pengetahuan, tetapi membentuknya sendiri melalui proses bertanya dan menyelidiki. Peran Siswa dalam Pembelajaran Inkuiri Sementara itu, siswa berperan sebagai peneliti muda yang aktif, bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar mereka sendiri. Peran siswa mencakup: Mengajukan Siswa mengemukakan pertanyaan terkait fenomena yang sedang dipelajari. Robert E. Slavin. Educational Psychology: Theory and Practice (Boston: Pearson Education, 2. , 9838 Parmin Suparlan. Inovasi Pendidikan Abad 21 (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 103. Richard I. Arends. Learning to Teach, 11th ed. (New York: McGraw-Hill, 2. , 87. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani . Merumuskan hipotesis: Siswa membuat dugaan atau jawaban sementara atas pertanyaan yang muncul. Melakukan penyelidikan: Siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, melakukan observasi, eksperimen, atau wawancara. Menganalisis Siswa menyimpulkan hasil penyelidikan secara mandiri maupun kelompok. Menyampaikan temuan: Siswa mempresentasikan hasil temuannya secara ilmiah kepada teman-teman sekelas atau guru. Melalui peran aktif ini, pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan kepercayaan diri, rasa tanggung jawab, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap hasil belajar mereka, khususnya dalam pelajaran IPS yang menuntut pemahaman terhadap fenomena sosial secara komprehensif. Keterkaitan dengan Pembelajaran IPS Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MI bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sosial untuk membentuk warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab. IPS bukan sekadar hafalan fakta, tetapi menuntut pemahaman mendalam tentang realitas sosial, ekonomi, sejarah, dan budaya yang dinamis dan kompleks. Dalam konteks ini, strategi pembelajaran inkuiri sangat relevan karena mendorong siswa untuk menyelidiki fenomena sosial secara langsung, bukan hanya menerima penjelasan dari guru. Inkuiri menekankan keterlibatan aktif siswa dalam menemukan konsep-konsep sosial melalui pertanyaan, pencarian data, analisis informasi, dan penyimpulan sendiri. Hal ini sejalan dengan tujuan IPS yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis terhadap peristiwa sosial. Strategi inkuiri membantu siswa membangun pemahaman tentang realitas sosial melalui pengalaman belajar yang konkret. Misalnya, dalam materi "kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar", siswa dapat melakukan observasi langsung di pasar tradisional, wawancara dengan pedagang, atau studi kasus kecil tentang jenis pekerjaan orang tua. Dengan demikian, pembelajaran IPS tidak hanya berlangsung di Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 222. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 130. Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2. , 92. Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 21544 JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) dalam kelas, tetapi juga melibatkan konteks kehidupan nyata siswa. Menurut Suparlan, pembelajaran inkuiri mendorong siswa mengembangkan nilai demokratis, kemampuan berargumen, dan empati sosial, yang merupakan bagian integral dari kompetensi IPS abad ke-21. 46 Sedangkan Slavin menekankan bahwa pendekatan inkuiri dapat meningkatkan transfer pengetahuan, karena siswa terlibat langsung dalam proses belajar sehingga materi lebih melekat dalam ingatan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keterkaitan antara strategi inkuiri dan pembelajaran IPS sangat kuat. Keduanya saling mendukung dalam membentuk siswa yang tidak hanya tahu, tetapi juga peka dan tanggap terhadap masalah-masalah sosial di sekitarnya. Strategi ini juga memperkuat orientasi kurikulum yang menekankan pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual, sejalan dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Hubungan Strategi Pembelajaran Inkuiri dengan Hasil Belajar Hasil belajar merupakan indikator utama dari keberhasilan proses pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, hasil belajar tidak hanya diukur dari pencapaian kognitif berupa pengetahuan, tetapi juga mencakup dimensi afektif dan psikomotorik. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangat Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar adalah strategi pembelajaran inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pencarian dan pembangunan pengetahuan melalui aktivitas bertanya, menyelidiki, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Keterlibatan aktif siswa ini berdampak langsung pada peningkatan pemahaman yang lebih mendalam dan tahan lama, dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang bersifat teachercentered. Menurut Arends, pendekatan inkuiri memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman langsung, sehingga mereka lebih memahami konsep-konsep abstrak karena mengaitkannya dengan realitas yang mereka alami sendiri. Ini berdampak pada Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 133. Parmin Suparlan. Inovasi Pendidikan Abad 21 (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 108. Robert E. Slavin. Educational Psychology: Theory and Practice (Boston: Pearson Education, 2. , 144. Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 224. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani peningkatan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis, yang menjadi komponen penting dalam hasil belajar. Selain itu, pembelajaran inkuiri mendorong siswa untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Dengan demikian, siswa akan lebih termotivasi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Motivasi intrinsik inilah yang menjadi salah satu pendorong utama dalam pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Suparlan juga menekankan bahwa strategi inkuiri mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan kreatif. Hal ini sejalan dengan karakteristik pembelajaran abad ke21 yang menuntut siswa memiliki kompetensi berpikir tingkat tinggi . igh-order thinking skill. , kolaboratif, dan komunikatif. Ketika siswa dibiasakan untuk berpikir mandiri dan memecahkan masalah, maka hasil belajar mereka akan meningkat secara signifikan, baik dari segi pemahaman maupun keterampilan sosial. Penelitian-penelitian empiris juga menunjukkan adanya hubungan yang positif antara strategi pembelajaran inkuiri dengan hasil belajar. Siswa yang diajar dengan pendekatan inkuiri menunjukkan peningkatan skor pada penilaian formatif dan sumatif, serta menunjukkan sikap belajar yang lebih positif terhadap mata pelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap hasil belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPS di tingkat MI. Melalui proses berpikir ilmiah, eksploratif, dan reflektif, siswa mampu memahami materi secara komprehensif, serta mengembangkan sikap ilmiah yang bermanfaat untuk pembelajaran jangka panjang. Penutup Kesimpulan Kajian teori ini menegaskan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Madrasah Ibtidaiyyah (MI) merupakan proses yang tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan sosial, dan pola pikir kritis peserta didik. IPS memiliki posisi strategis dalam membekali siswa dengan wawasan kebangsaan, nilai-nilai kemasyarakatan, serta kemampuan berpikir reflektif terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Richard I. Arends. Learning to Teach, 11th Edition (New York: McGraw-Hill, 2. , 91. Robert E. Slavin. Educational Psychology: Theory and Practice (Boston: Pearson Education, 2. , 16650 Parmin Suparlan. Inovasi Pendidikan Abad 21 (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 110. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu: Teori dan Praktik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2. , 140. JSPED Vol. 2 No. Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Strategi pembelajaran inkuiri muncul sebagai pendekatan yang sangat relevan dengan tuntutan pembelajaran IPS. Inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar, yang tidak hanya menerima informasi, melainkan menggali, mengeksplorasi, dan membangun pengetahuannya sendiri melalui proses berpikir Melalui tahapan-tahapan sistematis seperti merumuskan masalah, merancang penyelidikan, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan, siswa diajak untuk mengalami sendiri proses pembentukan pengetahuan. Pendekatan ini selaras dengan prinsip konstruktivisme dan pembelajaran abad ke-21. Hasil belajar siswa secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran yang berlangsung. Dalam hal ini, strategi inkuiri terbukti mampu meningkatkan hasil belajar karena memberikan ruang bagi keterlibatan intelektual dan emosional siswa dalam memecahkan masalah nyata, sehingga materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan diinternalisasi. Selain itu, strategi ini juga memperkuat motivasi belajar dan daya nalar kritis siswa, dua elemen penting dalam pencapaian hasil belajar jangka panjang. Saran Bagi Guru MI: disarankan agar lebih aktif menerapkan strategi pembelajaran inkuiri dalam kegiatan belajar mengajar IPS di sekolah dasar. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang membimbing siswa menemukan pengetahuan melalui proses penyelidikan dan eksplorasi. Bagi Sekolah, perlu diberikan pelatihan khusus kepada guru-guru SD mengenai implementasi strategi inkuiri dalam berbagai mata pelajaran, khususnya IPS. Hal ini untuk menjamin bahwa strategi tersebut dijalankan secara sistematis dan tidak hanya bersifat teoritis. Bagi Peneliti Selanjutnya, hasil kajian teori ini dapat dijadikan landasan untuk melakukan penelitian lapangan mengenai efektivitas strategi inkuiri terhadap hasil belajar siswa, dengan memperhatikan variabel-variabel pendukung seperti peran guru, karakteristik siswa, dan kondisi sarana prasarana belajar. Bagi Pengambil Kebijakan, strategi inkuiri sebaiknya dipertimbangkan sebagai pendekatan utama dalam kebijakan kurikulum di tingkat dasar karena potensinya yang kuat dalam mengembangkan berpikir kritis, kreatif, dan karakter aktif siswa sejak dini. JSPED Vol. 2 No. Evarianisa Endang Trisnani Dengan memperkuat pemahaman konseptual guru dan pelaksanaan strategi inkuiri secara optimal, diharapkan hasil belajar IPS siswa sekolah dasar dapat meningkat secara signifikan, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA