Edukasi Tanaman Obat Keluarga Bersama Sehat Terjamin (TOGA BERSALIN) diKampung Botol Bengkulu Era Masita . Seri Oktarina . Riste Marete . Epipanias Simangusong . Elva Juita . Euis Endah Yunita . Ronalen Br. Situmorang . Emi Pebriani . Meri Epriana Susanti . 7,8,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: . eramasita28@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS Family Medicinal Plants. Knowledge. Elderly. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya kesehatan berbasis rumah tangga yang mudah diterapkan dan bermanfaat dalam upaya promotif dan preventif, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit degeneratif. Di Kampung Botol RT 05, masyarakat memiliki lahan pekarangan dan beberapa tanaman obat, namun pemanfaatannya belum optimal karena kurangnya pengetahuan mengenai jenis, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat. Program TOGA BERSALIN (Tanaman Obat Keluarga Bersama Sehat Terjami. merupakan inovasi edukasi yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. ABSTRACT Family Medicinal Plants (TOGA) are easy-to-apply household health resources that play an important role in promotive and preventive efforts, particularly for elderly individuals who are vulnerable to degenerative diseases. In Kampung Botol RT 05, the community owns home yards and several medicinal plants, but their use remains limited due to a lack of knowledge regarding plant types, health benefits, and processing methods. The TOGA BERSALIN program (Family Medicinal Plants Bersama Sehat Terjami. is an educational innovation aimed at improving community understanding. PENDAHULUAN Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan aset kesehatan berbasis kearifan lokal yang mudah diimplementasikan di tingkat rumah tangga. Penggunaan tanaman obat memiliki banyak keunggulan, antara lain biaya yang lebih murah, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping yang relatif rendah dibandingkan obat sintetis. Bagi kelompok lansia, keberadaan TOGA menjadi semakin penting karena lansia cenderung lebih sensitif terhadap obat kimia dan lebih rentan mengalami penyakit degeneratif. Kampung Botol RT 05 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu, sebagian masyarakat telah menanam tanaman obat di pekarangan rumah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena rendahnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat, cara penanaman, dan cara pengolahan yang benar dan Banyak tanaman obat hanya dijadikan hiasan atau tidak dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesehatan lansia. Sebagai bentuk inovasi edukasi, diperkenalkan program TOGA BERSALIN, yaitu singkatan dari Tanaman Obat Keluarga Bersama Sehat Terjamin. Penamaan ini sering disalahartikan sebagai TOGA untuk ibu bersalin, padahal merupakan akronim yang bertujuan menegaskan komitmen bersama untuk hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga, khususnya lansia, dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai media penanaman TOGA secara tepat dan berkelanjutan. METODE Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Botol RT 05 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu. Metode pengabdian meliputi beberapa tahapan: Penyuluhan/Edukasi: Peserta mendapatkan edukasi mengenai jenis-jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan, manfaat tanaman obat bagi kesehatan lansia, cara menanam TOGA di pekarangan, serta langkah sederhana pengolahan tanaman obat. A Diskusi dan Tanya Jawab: A Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai pemanfaatan TOGA A Pembagian Leaflet Edukatif: A Leaflet berisi penjelasan singkat mengenai jenis tanaman, manfaat, dan cara pengolahan TOGA. A Praktik Langsung Penanaman TOGA: A Peserta langsung mempraktikkan penanaman tanaman obat di pekarangan rumah sebagai bentuk transfer keterampilan. sebagaimana tampak pada gambar 1. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 181 Ae 184 | 181 Gambar 1. Work breakdown structure Pengabdian kepada Masyarakat Penyajian urutan pelaksanaan aktivitas dan waktunya dapat menggunakan diagram alur aktivitas sebagaimana tampak pada gambar 2. Gambar 2. Diagram Alur Aktivitas Tabel 1. Sumber Daya Penelitian Aktivitas Manusia Perangkat / Material Koordinasi dengan Pihak RT & Warga Ketua Tim. Perwakilan RT Buku agenda. Handphone Menyiapkan Materi Penyuluhan Tim Edukasi Laptop. PowerPoint. Printer Menyiapkan Leaflet Edukatif Tim Edukasi Kertas A4. Printer. Laptop Menyiapkan Bibit & Media Tanam Tim Lapangan Penyuluhan Jenis & Manfaat TOGA Pemateri / Narasumber Bibit TOGA. Polybag. Tanah. Sekop kecil Laptop. Speaker. Pointer Sesi Tanya Jawab Narasumber & Peserta Mic / Speaker. Kursi Pembagian Leaflet Tim Pelaksana Leaflet. Map Demonstrasi Penanaman TOGA Tim Lapangan Penanaman Langsung oleh Lansia Lansia & Pendamping Bibit. Polybag. Tanah. Alat Sarung tangan. Bibit. Air Pendampingan Penanaman Tim Pendamping Kamera . Smartphone 182 | Era Masita. Seri Oktarina. Riste Marete. Epipanias Simangusong. Elva Juita. Euis Endah Yunita. Ronalen Br. Situmorang. Emi Pebriani. Meri Epriana Susanti. Edukasi Tanaman Obat Keluarga Bersama Sehat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Peningkatan Pemahaman Peserta: Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai jenis TOGA, manfaat tanaman obat, cara menanam, merawat, dan mengolah tanaman obat. Peserta Aktif dalam Diskusi: Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama mengenai manfaat tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan kencur. Keterampilan Menanam TOGA Meningkat: Melalui praktik langsung, peserta mampu menanam dan mengenali cara penanaman yang benar. Leaflet Membantu Pemahaman Lanjutan: Leaflet menjadi media pengingat materi yang telah disampaikan dalam kegiatan. Pengetahuan keluarga tentang tanaman obat keluaga (TOGA) untuk meningkatkan kesehatan fisik lansia dari strategi promotif dan preventif kesehatan lansia di rumah. Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya TOGA sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Edukasi yang dilakukan secara langsung, disertai praktik, terbukti lebih efektif daripada penyuluhan pasif. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan edukasi TOGA BERSALIN terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia serta keluarga dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam&mengolah tanaman obat UCAPAN TERIMA KASIH