Formulasi Sediaan Body Scrub Kombinasi Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon Citratu. dan Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha Piperit. Britney Stevani Mumu1,Hosea Jaya Edy1. Karlah Lifie Riani Mansauda1 1Program Studi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi *Email: britneymumu105@student. ABSTRACT Body scrub was a topical preparation intended to remove dead skin cells, dirt, and Unclog pores to help brighten the skin. This study aimed to evaluate the physical quality of a body scrub formulation combining lemongrass and peppermint essential oils, as well as to determine whether the combination affected the physical properties of the scrub. Four formulas were prepared: F0 . ithout essential oil. F1 . % lemongrass essential oil and 5% peppermint essential oi. F2 . % lemongrass essential oil and 3% peppermint essential oi. , and F3 . % lemongrass essential oil and 1% peppermint essential oi. The evaluation results showed that all formulas met the requirements for organoleptic tests, pH, homogeneity, and Spreadability. Formula F1 showed the best physical quality results, with a pH of 8. 72, a spreadability of 5. cm, and the highest overall preference score . Point. , consisting of color . , aroma . , and texture . The mechanical stability test also showed no phase separation in the preparation. Keywords: Lemongrass essential oil. Peppermint essential oil. Body scrub. Physical stability ABSTRAK Body scrub merupakan sediaan topikal yang berfungsi mengangkat sel kulit mati. Kotoran, serta membuka pori-pori untuk membantu mencerahkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik sediaan body scrub kombinasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint, serta mengetahui apakah kombinasi tersebut memengaruhi sifat fisik sediaan. Empat formula dibuat, yaitu F0 . anpa minyak atsir. F1 (Minyak atsiri serai 1% dan minyak atsiri daun mint 5%). F2 (Minyak serai 3% dan minyak atsiri daun mint 3%), dan F3 (Minyak atsiri serai 5% dan minyak atsiri daun mint 1%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua formula memenuhi syarat uji organoleptik, pH, homogenitas, dan daya sebar. Formula F1 memberikan hasil terbaik dengan pH 8,72, daya sebar 5,93 cm, serta mendapat total nilai kesukaan tertinggi . , terdiri dari warna . , aroma . , dan tekstur . Uji stabilitas metode mekanik juga menunjukkan tidak terjadi pemisahan pada sediaan. Kata kunci: Minyak atsiri serai. Minyak atsiri daun mint. Body scrub. Stabilitas Fisik. PENDAHULUAN Kulit kering dapat disebabkan oleh faktor dari luar dan dalam tubuh, misalnya: udara, sinar matahari, usia, ras, serta penyakit kulit. Hal ini dapat menyebabkan kulit lebih bersisik, kering dan dapat menimbulkan rasa gatal. Tubuh manusia secara alami telah mempunyai daya untuk melembabkan kulit, bagian dalam kulit dapat memproduksi minyak alami . untuk Mempertahankan kelebaban pada permukaan kulit, lembut dan terlindung (Yuliana, 2. Body scrub menghidrasi kulit, membuat kulit terasa tampak sehat dan lembut. Body scrub merupakan aktifitas menghilangkan kotoran, minyak, atau kulit mati yang dilakukan dengan pijatan di seluruh badan. Body scrub bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih (Yuniarsih, 2. ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 52 Minyak atsiri dikenal dengan nama Lemongrass Oil adalah salah satu jenis minyak atsiri Minyak serai memiliki aroma lemon yang kuat karena mengandung kadar sitral yang tinggi . % sampai 85%). Sedangkan minyak atsiri daun mint . ,5-4%), yang mengandung mentol . -55%) dan menthone . -32%), mempunyai aroma wangi dan cita rasa dingin menyegarkan. aroma wangi daun mint disebabkan kandungan minyak atsiri berupa minyak menthol (Gonzhary, 2. Penelitian ini bertujuan ingin membuat formulasi sediaan body scrub dari minyak atsiri serai (Cymbopogon citratu. dan minyak atsiri daun mint (Mentha piperit. dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, dan 5%, di mana manfaat minyak atsiri serai dan daun mint untuk perawatan Penggunaan body scrub lebih mudah digunakan dan langsung dapat diaplikasikan pada METODE Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 Sampai Juni 2025 di Laboratorium Lanjut Farmasi. Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alat-alat gelas laboratorium (Pyre. , kaca preparat (Saild bran. Batang pengaduk. Spatula. Mortir dan Stamfer. Pipet tetes. Sendok tanduk, blender (Philip. Timbangan analitik (H2 & Huaz. , hot plate (Nesco. La. Wadah scrub Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak atsiri serai (Cymbopogon citratu. , minyak atsiri mint (Mentha piperit. Asam Stearate. Trieanolaminum (TEA). Propilenglikol. Setil alcohol. Metil paraben. Propil paraben. Gleserin. Beras putih dan Aquadest. Prosedur Penelitian Formulasi Body Scrub Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratu. Dan Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha piperit. dan evaluasi mutu fisik sediaan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi: Penyiapan Sampel Minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint sebagai sampel didapatkan dari produk yang beredar di pasaran. Untuk menjaga kestabilan komponen aktif, minyak atsiri serai dan minyak daun mint disimpan dalam botol kaca berwarna gelap pada suhu stabil sekitar 25AC di tempat Pembuatan bahan scrub menggunakan beras putih dengan beras putih dicuci direndam selama 24 jam, dikeringkan kemudian blender sehingga didapatkan beras dengan tekstur granul yang nantinya berfungsi sebagai scrub (Widyaningrum, 2. Formulasi Sediaan Body Scrub Bahan yang merupakan fase minyak yaitu asam stearat, setil alkohol, propil paraben, dipanaskan didalam cawan pada suhu 70AC secara berurutan sesuai tingkat leburnya. Kemudian fase air yaitu aquadest, metil paraben, trietanolamin, gliserin dan propilenglikol dipanaskan pada suhu 70AC. Setelah melebur fase air dan fase minyak tersebut dicampurkan pada suhu 70AC, diaduk menggunakan lumpang panas sampai membentuk massa krim. Setelah massa krim terbentuk maka ditambahkan beras putih yang sudah dihaluskan kemudian digerus hingga homogen sampai membentuk body scrub. Formulasi body scrub dibuat dengan variasi kosentrasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint (Firmansyah, 2. ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 53 Table 1. Formulasi Sediaan Body Scrub Bahan Formulasi % Kegunaan Minyak Atsiri serai Minyak Atsiri Mint Asam Stearat Gliserin TEA Propilenglikol Setil alkohol Metilparaben Propilparaben 0,05 Beras putih Aquadest Ad 0,05 0,05 0,05 Zat Aktif Zat Aktif Emulgator Humektan Emulgator Humektan Emolien Pengawet Pengawet Pelarut Keterangan: F0: Body scrub tanpa konsentrasi minyak atsiri dan minyak atsiri daun mint . F1: Body scrub dengan konsentrasi minyak atsiri sereh1% dan minyak atsiri daun mint 5%. F2: Body scrub dengan konsentrasi minyak atsiri sereh 3% dan minyak atsiri daun mint 3%. F3: Body scrub dengan konsentrasi minyak atsiri sereh 5% dan minyak atsiri daun mint 1%. Evaluasi Mutu Fisik Tentang standar mutu produk kosmetik, termasuk sediaan Body scrub, evaluasi produk body scrub meliputi beberapa parameter penting, antara lain: Uji Organoleptik Uji organoleptik sediaan dilakukan dengan memanfaatkan panca indera . ecara visua. meliputi uji warna, tekstur, bau dan bentuk. Body scrub biasanya mempunyai konsistensi padat atau semi padat (Sulfiani, 2. Uji pH Melarutkan sampel sebanyak 1gram dengan aquadest sebanyak 10 mL dan di uji menggunakan pH meter. Menurut SNI 3532:2021 Sediaan body scrub harus sesuai dengan pH kulit yaitu 8,0Ae 11,0 (Rizal, 2. Uji Homogenitas Pengujian homogenitas diamati dengan memanfaatkan panca indera . ecara visua. menggunakan kaca objek, dan sediaan krim body scrub dioleskan secara tipis dan merata, ditutup dengan kaca onjek lainnya dan selanjutnya mengamati tekstur dari sediaan (Nurisyah. Uji Daya Sebar Uji daya sebar untuk mengetahui kelunakkan body scrub saat dioleskan ke kulit. Dengan cara sejumlah zat tertentu di letakkan di atas kaca yang berskala. Kemudian bagian atasnya di beri kaca yang sama, dan di tingkatkan bebannya, dan di beri rentang waktu 1 Ae 2 menit. Kemudian diameter penyebaran diukur pada setiap penambahan beban, sampai saat sediaan berhenti menyebar. Daya sebar lulur yang baik untuk sediaan topical yaitu antara 5-7 cm (Rani, 2. ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 54 Uji Kesukaan Uji dilakukan secara visual, dengan masing-masing panelis . menggosok formula ke kulit di punggung tangan dan diminta untuk menilai parameter (Hikma, 2. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, dan tekstur sediaan yang menggunakan skala berkisar antara 14. Dimana . sangat suka, . suka, . tidak suka, . sangat tidak suka (Fadila et al. , 2. Uji Stabilitas Metode Uji Mekanik Sampel krim dimasukkan ke dalam tabung sentrifugasi kemudian dimasukkan ke dalam alat Sampel disentrifugasi pada kecepatan 5000 rpm selama 30 menit. Setelah disentrifugasi, diamati apakah terjadi pemisahan atau tidak (Nurfita,2. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Organoleptik Berdasarkan hasil pengujiaan organoleptik pada sediaan body scrub tekstur yang dihasilkan dari body scrub yaitu semi padat dan terasa adanya partikel Ae partikel kecil, body scrub memiliki bau khas minyak atsiri sereh dan minyak atsiri daun mint. Body scrub yang dihasilkan berwarna kuning muda dan kuning kecoklatan hingga kuning kecoklatan pekat hal ini di karenakan minyak atsiri dari sereh dan daun mint. Sediaan ini memiliki bau khas minyak atsiri sereh dan daun mint dan berteksturnya semi padat dan lembut. Pada hasil pengujiaan organoleptik dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Uji Organoleptik Sediaan Body Scrub Parameter Pengamatan Bentuk Warna Semi padat Putih Semi padat Kuning muda Semi padat Oranye tua Bau Khas basis Tekstur Butiran Khas minyak atsiri sereh dan mint Butiran halus Khas minyak atsiri sereh dan Butiran halus Semi padat Kuning Khas minyak atsiri sereh dan Butiran halus Dari hasil pengujian organoleptik sediaan body scrub di atas menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi minyak atsiri sereh dan daun mint sangat berpengaruh terhadap warna, tekstur, dan aroma sediaan body scrub. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan dengan pengamatan pada kaca objek. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui zat aktif dengan eksipien tercampur dengan baik saat proses pembuatan (Simanullang & Nurul, 2. Berdasarkan hasil homogenitas warna menunjukkan bahwa sediaan yang di buat tercampur merata dan tidak terlihat adanya butiran kasar pada kaca objek pada sediaan body scrub ini merupakan body scrub yang homogen. Berdasarkan hasil uji homogenitas sediaan body scrub dari minyak atsiri sereh dan minyak atsiri daun mint dapat dilihat pada Tabel ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 55 Tabel 3. Uji Homogenitas Sediaan Body Scrub Sediaan Homogenitas Keterangan Homogen Memenuhi syarat Homogen Memenuhi syarat Homogen Memenuhi syarat Homogen Memenuhi syarat Hasil uji homogenitas F1. F2, dan F3 pada sediaan krim minyak atsiri serai dan mint menghasilkan sediaan krim yang homogen . ase air dan minyak menyat. dan tidak terdapat partikel yang menggumpal sesuai dengan syarat uji homogenitas. Uji pH Pengukuran pH sediaan body scrub, menggunakan alat pH meter. persyaratan untuk sediaan pemberiaan Menurut SNI 3532:2021 Sediaan body scrub harus sesuai dengan pH kulit yaitu 6,0Ae 11,0. Hasil uji pH dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Uji pH Sediaan Body Scrub Sediaan Replikasi Rata- rataASD Keterangan i 8,82 8,83 8,85 8,83A0,152 Memenuhi syarat 8,69 8,70 8,79 8,72A0,055 Memenuhi syarat 8,26 8,28 8,32 8,29A0,030 Memenuhi syarat 8,12 8,13 8,16 8,14A0,020 Memenuhi syarat Dari data hasil rata-rata uji pH formulasi body scrub adalah F0: 8,83A0,152. F1: 8,72A0,055. F2: 8,29A0,030, dan F3: 8,14A0,020 Sehingga hal yang dihasilkan relative aman digunakan. Dan dapat disimpulkan bahwa formula F0. F1. F2 dan F3 adalah formula yang termasuk dalam persyaratan pH sediaan topikal menurut SNI. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hikma. Rachmawati, dan Ratnah . , disimpulkan bahwa sediaan Body Scrub dapat diterima dengan baik oleh kulit karena pH formula tersebut mendekati pH netral. Uji Daya Sebar Uji daya sebar dilakukan untuk mengetahui besarnya gaya yang diperlukan body scrub untuk menyebar pada saat dioleskan dipermukaan kulit. Body scrub diharapkan mampu menyebar dengan sempurna tanpa ada kesulitan dalam penggunaanya pada kulit, sehingga dalam pengaplikasiaannya akan lebih luas daerah yang tersentuh oleh body scrub. Hal ini di karenakan tekstur body scrub yang semakin lembut apabila pengadukannya semakin tinggi. Dari hasil uji daya sebar dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Uji Daya Sebar Sediaan Body Scrub Hasil pengujian daya sebar body scrub pada F0 tanpa konsentrasi minyak atsiri dan minyak atsiri daun mint . hasil rata-ratanya yaitu 5,73A0,152. F1 dengan konsentrasi minyak atsiri sereh 1% dan minyak atsiri daun mint 5% hasil rata-ratanya yaitu 5,93A0,208. F2 dengan konsentrasi ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 56 minyak atsiri sereh 3% dan minyak atsiri daun mint 3% hasil rata-ratanya yaitu 6,2A0,1 dan F3 dengan konsentrasi minyak atsiri sereh 5% dan minyak atsiri daun mint 1% hasil rata-ratanya yaitu 6,4A0,264 dari semua formulasi telah memenuhi syarat. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh sediaan body scrub yang dibuat telah memenuhi syarat daya sebar yang baik (Ningsih. Sari, & Ifada, 2. Uji Kesukaan Hasil uji kesukaan yang dilakukan pada 15 responden untuk menilai warna, aroma, dan tekstur berbagai formula Body Scrub, khususnya sediaan Body scrub Minyak atsiri serai dan Minyak atsiri daun mint, yang dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Uji Kesukaan Berdasarkan hasil nilai uji kesukaan terhadap responden. Secara keseluruhan diantara keempat formula, didapatkan bahwa formula yang disukai responden adalah formula 1 dengan nilai uji kesukan warna sebanyak 9, nilai uji kesukaan aroma sebanyak 7, dan nilai uji kesukaan tekstur sebanyak 8 dengan total nilai yaitu 24. 6 Uji Stabilitas dengan uji mekanik . Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode sentrifugasi untuk mengetahui ada atau tidaknya pemisahan yang terjadi pada sediaan, yang juga berkaitan dengan kestabilan dari sediaan yang Hasil uji mekanik dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Uji Mekanik . Sediaan Pengamatan Stabil . idak terjadi pemisahan fas. Stabil . idak terjadi pemisahan fas. Stabil . idak terjadi pemisahan fas. Stabil . idak terjadi pemisahan fas. Hasil uji sentrifugasi dari keempat formula body scrub tidak menunjukkan pemisahan fase, menandakan kestabilan, ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint yang diberikan semakin sedikit kemungkinan pemisahan yang terjadi (Nurfita, 2. ISSN 2963-4334 Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Jurnal Lentera Farma Halaman 57 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: Minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub, dengan formula (F0. F1. F2, dan F. telah memenuhi persyaratan mutu fisik, termasuk uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji kesukaan, dan uji stabiltas dengan metode uji mekanik. Variasi konsentrasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint berpengaruh terhadap karakteristik fisik body scrub, terutama pada tekstur, aroma, dan daya sebar. Hasil menunjukan F1 karena kosentrasi minyak atsiri serai 1% dan minyak atsiri daun mint 5%, dengan resiko toksik menurun. Hasil evaluasi mutu fisik terbaik dengan pH 8,72, daya sebar 5,73 dan paling banyak disukai dengan total poin 24 yang meliputi warna 9, aroma 7 dan tekstur 8 dan uji stabilitas metode uji mekanik stabil tidak terjadi pemisahan fase. DAFTAR PUSTAKA