JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. AeP-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469. Hal 16-23 JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Halaman Jurnal: https://jurnal. id/index. php/JUFDIKES Halaman UTAMA: https://jurnal. HUBUNGAN KECANDUAN SMARTPHONE TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH REMAJA DI SURAKARTA Priscilla Rosita Putri Nurmasari a. Lilik Ariyantib*. Almas Awanis c Program Studi D-1V Fisioterapi, 5211009 @student. STIKES Nasional b* Program Studi D-1V Fisioterapi, lilik. ariyanti @stikesnas. STIKES Nasional Program Studi D-1V Fisioterapi, almas. awanis @stikesnas. STIKES Nasional ABSTRACT The lifestyle of today's teenagers is closely related to the use of smartphones, where almost all teenagers already have personal smartphones. Uncontrolled smartphone use is at risk of causing addiction which can have a negative impact on the quality of life of teenagers. This condition has an impact on abnormal nutritional status in teenagers, including being underweight or overweight. The purpose of this study was to determine the relationship between smartphone addiction and Body Mass Index. The design of this study was cross-sectional with a sample of 242 teenagers aged 15-18 years and using a purposive sampling technique. The research instrument used was the Smartphone Addiction Scale-Short Version which had been tested for validity and reliability with a cut-off point value of the questionnaire for men >31 declared addicted to smartphones while for women >33 declared addicted to smartphones, in addition. BMI measurements were carried out based on weight and height. Data analysis was carried out using the ChiSquare statistical test with the Fisher Extract alternative test via SPSS version 25. The results obtained were p-value . 014 <0. which showed that there was a relationship between smartphone addiction and Body Mass Index (BMI). Keywords: Adolescents. Body Massa Index. Smartphone Addiction ABSTRAK Gaya hidup remaja masa kini sangat erat kaitannya dengan penggunaan smartphone, di mana hampir seluruh remaja telah memiliki smartphone pribadi. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja. Kondisi ini berdampak pada status gizi yang tidak normal pada remaja, diantaranya kekurangan berat badan . maupun kelebihan berat badan . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel 242 remaja usia 15-18 tahun dan menggunaan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Smartphone Addiction Scale-Short Version yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai cut off point kuesioner untuk laki-laki >31 dinyatakan kecanduan smartphone sedangkan untuk perempuan >33 dinyatakan kecanduan smartphone, selain itu dilakukan pengukuran IMT berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Analisa data yang dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan uji alternatif Fisher Extract melalui SPSS versi 25. Hasil yang diperoleh yaitu p-value . ,014 < 0,. yang menunjukan terdapat hubungan antara kecanduan smartphone terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT). Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, kecanduan Smartphone. Remaja Received October 9, 2025. Revised January 2, 2026. Accepted January 5, 2026 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 16-23 PENDAHULUAN Smartphone merupakan perangkat teknologi yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seharihari, terutama di kalangan remaja . Perangkat ini menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi, mengakses informasi, hiburan, hingga pembelajaran daring . Seiring berkembangnya teknologi, hampir seluruh remaja saat ini memiliki smartphone pribadi yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan Kecanduan smartphone pada pelajar merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi karena adanya perkembangan ilmu dan teknologi, namun yang perlu diperhatikan adalah batas lama kecanduan smartphone per harinya . Sebanyak 331 juta sambungan telepon seluler aktif di Indonesia pada akhir tahun 2025, setara dengan 116 persen dari total populasi. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa sambungan ini mungkin hanya mencakup layanan seperti panggilan suara dan SMS, dan beberapa mungkin tidak mencakup akses internet. Ada 230 juta orang yang menggunakan internet di Indonesia pada akhir tahun 2025, ketika penetrasi daring mencapai 80,5 persen . Indonesia menjadi rumah bagi 180 juta identitas pengguna media sosial pada Oktober 2025, setara dengan 62,9 persen dari total populasi. Smartphone memberikan beberapa dampak positif seperti memudahkan komunikasi dalam hal ini memudahkan komunikasi dengan orang lain yang berada jauh dari kita, baik melalui SMS, telepon atau semua aplikasi yang berada di smartphone kita, menambah wawasan pengetahuan dari segi pengetahuan, menambah teman, dan munculnya metode-metode pembelajaran baru . Meskipun penggunaan smartphone sepanjang hari dapat membuat hidup jauh lebih mudah, hal itu dapat menyebabkan gangguan pendengaran, mata, sendi, dan neurologis . Penyalahgunaan, dan terkadang kecanduan, ponsel pintar dapat menyebabkan masalah kesehatan fisiologis seperti sakit kepala, mata kering, sakit telinga, kelelahan, serta manifestasi muskuloskeletal. Selain itu, penggunaan smartphone saat berkendara merupakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Selain itu, terdapat beberapa perdebatan mengenai korelasi antara penggunaan smartphone yang berlebihan dan kanker. Pada tingkat psikologis, pecandu ponsel pintar dapat menyebabkan gangguan psikologis yang serius. Namun, mereka tidak menunjukkan manifestasi fisik atau psikologis yang nyata dan gangguan mereka tidak disadari oleh orang lain . Penggunaan smartphone yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif meskipun memiliki banyak manfaat positif. Menatap layar ponsel terlalu lama dapat menyebabkan mata terasa lelah, perih, kering, bahkan berisiko mengalami infeksi. Kebiasaan ini juga dapat memicu gangguan kesehatan mental pada pengguna, terutama pada anak dan remaja. Sebagian remaja menjadi lebih introvert karena terlalu sering berinteraksi dengan smartphone daripada dengan orang di sekitarnya. Anak-anak yang terlalu bergantung pada smartphone cenderung mudah bosan, cemas, dan marah ketika jauh dari ponselnya. Kecanduan terhadap smartphone juga dapat memunculkan gejala nomophobia, yaitu rasa takut atau cemas berlebihan saat tidak bisa menggunakan ponsel. Selain itu, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat memengaruhi perubahan indeks massa tubuh dan menimbulkan perilaku kecanduan yang sulit . , . Kecanduan smartphone dapat memberikan dampak negatif terhadap status gizi remaja. Remaja yang menggunakan smartphone secara berlebihan cenderung mengalami perubahan berat badan, baik ke arah obesitas maupun underweight. Kebiasaan menggunakan smartphone dalam waktu lama sering kali memicu gaya hidup sedentari. Penurunan aktivitas fisik akibat penggunaan smartphone menyebabkan tubuh membakar energi lebih sedikit. Selain itu, pola makan menjadi tidak sehat karena remaja cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori atau makan sambil bermain smartphone. , . Sebagian remaja yang mengalami kecanduan smartphone juga menunjukkan penurunan nafsu makan akibat stres dan kecemasan. Kebiasaan melewatkan waktu makan karena terlalu fokus pada smartphone dapat menyebabkan berat badan menurun secara signifikan. Dengan demikian, kecanduan smartphone merupakan faktor risiko yang kompleks dan berpotensi memengaruhi status gizi remaja ke arah yang tidak normal, baik berupa obesitas maupun kekurangan berat badan. TINJAUAN PUSTAKA Remaja Masa remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang ditandai oleh pertumbuhan biologis dan psikologis. Pembagian pengelompokan usia remaja awal yaitu 12-15 tahun, remaja menengah 15-18 tahun, dan remaja akhir berkisar 19-22 tahun . Kecanduan Smartphone Kecanduan smartphone adalah kondisi ketika individu menggunakan ponsel secara berlebihan dan sulit mengontrol penggunaannya meskipun menimbulkan dampak negatif. Remaja seringkali menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan smartphone untuk media sosial, bermain game, dan menonton video. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, penurunan aktivitas fisik, serta perubahan pola makan. , . , . , . Indeks Massa Tubuh Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan status gizi seseorang berdasarkan berat badan . dibagi tinggi badan kuadrat . A). Klasifikasi IMT menurut WHO terdiri dari kategori kurus, normal, overweight, dan obesitas . IMT sering digunakan untuk menilai risiko kesehatan akibat berat badan berlebih, termasuk pada remaja. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 242 remaja usia 15-19 tahun dan menggunaan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi seperti responden yang memiliki smartphone pribadi dan responden berusia 15-19 tahun, kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah responden yang tidak mengisi informed consent, serta kriteria drop out pada penelitian ini adalah reponden tidak mengisi kuesioner secara utuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Smartphone Addiction Scale-Short Version yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya merupakan kuisioner self- reported berjenis skala Likert yang terdiri atas enam dimensi dengan 10 item pernyataan. Tiap item pernyataan memiliki enam skala jawaban yang menggambarkan frekuensi gejala yaitu dari 1 hingga 6 . : sangat tidak setuju. 2: tidak setuju. 3: ragu. kurang setuju. 5: setuju. 6: sangat setuj. Responden memilih pernyataan yang paling sesuai dengan gambaran penggunaan smartphone-nya. Nilai yang semakin tinggi menunjukkan semakin besar tingkat penggunaan smartphone. Nilai cut off point kuesioner untuk laki-laki >31 dinyatakan kecanduan smartphone sedangkan untuk perempuan >33 dinyatakan kecanduan smartphone, selain itu dilakukan pengukuran IMT berdasarkan berat badan dan tinggi badan . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Univariat Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang telah di teliti. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMK Farmasi Nasional Surakarta dan SMA Kristen 1 Surakarta dengan total responden 248, dari total responden tersebut terdapat responden yang drop out sebanyak 6 responden dikarenakan tidak mengisi secara penuh lembar informed consent dan tidak mengisi secara penuh kuesioner penelitian yang dibagikan. Maka total responden yang menjadi sampel penelitian yaitu sebanyak 242 responden. JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 16-23 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 16-23 Tabel 1. Distrubusi Frekuensi Karakteristik Demografi Responden Karakteristik Usia 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Kepemilikan Smartphone < kelas 6 SD Kelas 7 SMP Kelas 8 SMP Kelas 9 SMP Indeks Massa Tubuh Underweight Normal Overweight Obesitas I Obesitas II Frekuensi Persentase (%) Mayoritas responden berusia 16 . ,4%) dan 17 tahun . ,0%), dengan dominasi perempuan . ,3%). Sebagian besar . ,2%) telah memiliki smartphone sejak sebelum kelas 6 SD, menunjukkan penggunaan sejak usia dini. Berdasarkan IMT, sebagian besar responden memiliki status gizi normal . ,7%), namun terdapat juga yang underweight . ,9%), overweight . ,8%), obesitas I . ,7%), dan obesitas II . ,8%). Tabel 2. Rerata Nilai Durasi Duduk dan SAS-SV Durasi Duduk Nilai SAS n=242 Mean A SD 431,78 A 103,37 36,47 A 8,993 Minimum 300 . Skor 14 Maximum 600 . Skor 60 Dari Tabel 2, rata-rata durasi duduk responden adalah 431,78 atau >7 jam/hari. Diketahui juga bahwa dari 242 responden, diperoleh rata-rata kecanduan smartphone pada responden yaitu 36,47 yang berarti kecanduan smartphone. 2 Bivariat Indeks Massa Tubuh (IMT) Tabel 3. Hasil Uji Chi-Square Kecanduan Smartphone Total P-Value n = 242 Kecanduan Underweight Normal Overweight Obesitas I Obesitas II Total Tidak P Value 0,014Ai Berdasarkan hasil analisis statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) responden. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji FisherAos Exact Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,014. Dari data tabel, terlihat bahwa proporsi kecanduan smartphone paling tinggi terdapat pada kelompok underweight . ,2%) dan overweight . ,2%). Sementara itu, kelompok normal memiliki proporsi kecanduan 29,3%. Remaja yang mengalami kecanduan smartphone cenderung menghabiskan waktu yang lebih lama untuk duduk atau berbaring sambil menggunakan perangkatnya, sehingga mengurangi waktu untuk aktivitas fisik dan olahraga . Dalam tabel 2, rata-rata durasi duduk remaja >7jam yang menunjukan waktu sedentari tinggi. Aktivitas sedentari adalah aktivitas dengan pengeluaran energi rendah yaitu <1. 5 Mets . etaboliq equivalen. Penggunaan smartphone yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya durasi duduk, karena aktivitas seperti menonton video, bermain game, atau menjelajahi media sosial umumnya dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring. Hal ini menyebabkan perilaku sedentari, yaitu gaya hidup dengan aktivitas fisik yang sangat rendah. Aktivitas sedentari dapat mempengaruhi IMT remaja, baik underweight maupun Pada individu underweight, penggunaan smartphone berlebihan sering menyebabkan pola makan terganggu, seperti melewatkan makan atau kehilangan nafsu makan karena terlalu fokus pada layar , . Menariknya, hampir seluruh responden yang termasuk dalam kategori obesitas berada pada kelompok yang mengalami kecanduan smartphone. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berkontribusi langsung terhadap peningkatan berat badan. Penggunaan smartphone dalam waktu lama sering disertai dengan kebiasaan makan tanpa sadar, seperti ngemil berlebihan tanpa kontrol, yang meningkatkan asupan kalori harian akan berdampak pada Indeks Massa Tubuh remaja Di era digital saat ini, durasi penggunaan smartphone yang tinggi telah menjadi fenomena umum, terutama di kalangan generasi muda . Penggunaan lebih dari 4 jam per hari bukan lagi hal yang asing, melainkan sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Durasi penggunaan yang panjang ini menjadi indikator awal dari potensi kecanduan terhadap smartphone. Selain durasi penggunaan, kebiasaan menggunakan smartphone sejak usia dini juga berkontribusi pada Anak-anak yang mulai menggunakan smartphone sejak SD memiliki kontrol diri yang belum matang, sehingga lebih rentan membentuk kebiasaan tidak sehat. Tanpa pengawasan sejak awal, pola penggunaan ini dapat berlanjut hingga remaja dan dewasa, menjadi perilaku kompulsif. Selain itu juga muncul istilah nomophobia yang menyebabkan ketakutan atau kecemasan saat tidak mengakses atau menggunakan smartphone hal ini merupakan dampak yang di sebabkan karena penggunaan smartphone yang tidak terkontrol. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dari 248 responden dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecanduan smartphone dengan Indeks Massa Tubuh. 2 Saran Penulis berharap dari hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan, khususnya fisioterapis, dalam merancang program promotif, preventif, dan rehabilitatif yang lebih terarah untuk mengatasi dampak negatif kecanduan smartphone pada remaja. Remaja perlu diberikan pemahaman tentang dampak buruk dari kecanduan smartphone terhadap kesehatan fisik dan status gizi. Diharapkan remaja mampu mengatur waktu penggunaan smartphone secara bijak dan lebih aktif melakukan aktivitas fisik, baik melalui olahraga maupun kegiatan luar ruangan, untuk menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup di masa depan. JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 16-23 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 16-23 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan selama proses penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing atas segala bimbingan, arahan, dan motivasi yang sangat berharga selama penyusunan penelitian. Tidak lupa, penulis berterima kasih kepada keluarga tercinta serta teman-teman dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan semangat, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA