GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MATEMATIS PADA MATERI PECAHAN KELAS i SDN SINOMWIDODO 01 Ammylia Prihatini Sulhaliza1. Agti Fiana Qoirul Ananta 2. Lovika Ardana Riswari3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP Universitas Muria Kudus. Indonesia 202133226@std. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil Ujian Akhir Semester (UAS) dan fokus pada materi pecahan kelas i SD N Sinomwidodo 01. Jumlah keseluruhan ada 20 siswa, diambil 5 sample hasil UAS Siswa pada materi pecahan soale esay. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Adapn teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi berupa hasil soal UAS siswa. Secara keseluruhan masih banyk siswa yang salah dalam menyelesaikan dengan proses yang bernar, guru harus bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan melakukan pendekatan kepada siswa per individu agar mengetahui kesulitan yang dialami dan kemudian di selesaikan. Kata-kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, matematika, materi pecahan. Sekolah dasar. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari hari, manusia berdampingan dengan konsep maupun permasalahan matematika karena didalam matematika tidak terlepas dari angka, bangun ruang dan lain sebagainnya. Matematika merupakan hal yang mendasar dari segala ilmu pengetahuan , dan matematika tidak hanya ada dalam dunia pendidikan tetapi juga ada di dalam kehidupah sehari- hari (Turrosifah and Hakim 2. Secara umum matematika mempunyai banyak keguanaan bagi manusia diantarannya, melatih kesabaran, pembuka bagi bidang sains dan teknik, melatih eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza kesabaran dan disiplin. Matematika mulai diberikan dan dipelajari sejak usia dini yang betujuan sebagai bekal siswa dalam kemampuan berfikir secara kreatif, kritis, logis, dan sistematis (Mukrimatin dkk. , 2. Salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dan dipelajari pada setiap jenjang pendidikan adalah matematika. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 untuk sekolah dasar dan menengah menyatakan bahwa pendidikan matematika wajib diberikan kepada semua siswa. Kemampuan untuk menangkap, mengelola, dan menggunakan informasi untuk bertahan dalam lingkungan yang berubah dan kompetitif sangat penting bagi siswa. Dalam kurikulum 2013, matematika memiliki tujuan pembelajaran yaitu kemampuan factual dan konseptual dalam sains (Unaenah and Sumantri Yang pertama, kemampuan factual berupa pengetahuan yang berisi elemen dasar yang wajib siswa ketahui dan nantinnya dapat digunakan memecahkan masalah didalamnnya. Yang kedua. Kemampuan konseptual dalam ilmu pengetahuan seperti definisi, memiliki hubungan dengan konsep, dan aturan dari matematika dengan kata lain siswa dapat mengetahui, memahami berbagai masalah dan mampu menyelesaikannya dengan urutan atau prosedur yang benar. Suatu pembelajaran akan dikatakan berhasil jika dipelajari dan dipahami dengan benar bukan hanya menggunakan metode mengetahui dan mengingat saja (Parhusip and Hardini 2. Pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika dimulai sejak dini, siswa terbiasa memahami permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai pemahaman peserta didik dalam konsep matematika dapat dikatakan bukan suatu hal yang mudah (Aledya 2. Terdapat indikator yang harus dipenuhi siswa agar dapat memahami konsep matematika. Indikator-indikator tersebut dapat terapkan atau di implementasikan pada soal. Pada penelitian ini menggunkan soal UAS kelas i SD yang sudah dikerjakan siswa untuk mengetahui bagaimana kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Ada beberapa hal dalam pemecahan masalah yang mempengaruhi pendidikan sebagai berikut, . siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplor jauh pengetahuannya dalam belajar dan kemudian bagaimana proses atau cara berfikirnnya, . menarik diri dalam pengembangan materi dan salah satu cara yang baik untuk menata pelajaran, . tersedia berupa alat sebagai penilaian dalam proses berfikir siswa dan perilaku siswa. Ada pula kesulitan siswa dalam pelajaran GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza matematika yaitu, . siswa masih kesulitan dalam mengitung angka, . siswa kesulitan dalam memahami materi, . dalam matematika terdapat bahasa yang sulit dipahami siswa, sehingga menjadi sulit untuk dipahami, . siswa mengalami kesulitan dalam proses penerimaan materi indera penglihatan atau presepsi visual (Pratiwi, dkk. , 2. Dalam pembelajaran matematika banyak hal yang dianggap sulit oleh siswa, contohnnya pada materi pecahan. Kesulitan yang dialami siswa seperti memahami soal dengan baik dan cermat, dan saat mengubah sebuah pecahan campuran ke pecahan biasa siswa juga masih kesulitan dalam penjumlahan pembilang dan penyebut dengan cara yang benar. dalam kehidupan sehari hari pecahan cukup sulit dan jarang ada dalam kehidupan sehari hari, karena tidak bisa digambarkan seperti bilangan asli. (Khurriyati. Ermawati, and Riswari 2. Menurut pendapat Heruman . beliau menyatakan bahwa bagian dari suatu yang utuh disebut sebagai pecahan. Pecahan dicirikan memiliki arsiran dan kemudian dapat Ada 2 hal penyebutan dalam pecahan yaitu pembilang merupakan sebutan untuk bagian yang diarsir, kemudian penyebut merupakan bagian yang disebut sebagai satuan. Ketika siswa memiliki minat untuk memahami suatu pemecahan masalah maka memberikan pengaruh yang banyak pula terhadap siswa (Komariyah. Afifah, and Resbiantoro 2. Pada kemampuan pemecahan masalah, siswa harus belajar untuk paham dan tertanam dalam diri, karena hal tersbut penting baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun (Kurniawan and Taqwa 2. Kemampuan pemecaham masalah adalah kemampuan yang harus ada dalam diri siswa, sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat nyata atau materi yang diajarkan dapat dikaitkan dengan situasi yang real atau nyata dan memiliki keterkaitan dengan masalah yang ditemui mengenai penerapan konsep matematis. Kemampuan pemecahan masalah dapat diterapkan di berbagai mata pelajaran, maka dari itu hal yang sangat penting dan harus ada dalam diri siswa adalah kemampuan pemecahan masalah (Prihatiningtyas and Nurhayati 2. Dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah, masih terdapat kesalahan yang dilakukan oleh siswa yaitu, dalam memahami sebuah masalah siswa masih kurang cermat dan teliti, dalam perencanaan pemecahan masalah siswa masih kurang paham, kemudian melaksanakan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza hasil perencanaan pemecahan masalah siswa juga masih perlu belajar dari susunan perencanaan yang sudah sesuai, kesalahan terakhir pada siswa menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian masalah (Apiati and Hermanto 2. Masalah yang paling sering terjadi pada siswa yaitu dalam melaksanakan hasil perencanaan pemecahan masalah, dari hal tersebut dapat dilihat bahwa siswa masih kesulitan dalam menerapkan materi atau konsep konsep matematis yang dimilikinnya sebagai penyelesaian masalah yang dihadapi. Siswa juga belum bisa untuk menghubungkan dan menggunakan bermacam teori yang sudah diberikan oleh guru untuk menjadi salah satu strategi pada penyelesaian masalah yang ada. Menurut polya . beliau menyatakan, pemecahan masalah dapat dikatakan usaha untuk mencari jalan keluar yang tanpa direncana kemudian dapat digapai. Berikut upaya untuk melatih kemampuan pemecahan matematis menggunakan Teori polya: 1. Harus bisa memahami masalah dengan cermat, 2. Menyusun rencana dengan baik, 3. Melaksanakan hasil dari susunan rencana, 4. Memeriksa kembali. Dari hasil pengamatan kami tahap 1 merupakan tahap yang cukup sulit, mengapa demikian karena siswa masih kurang cermat dalam memahami, pengerjaan, dan penyelesaian soal. Pokok bahasan pada materi pecahan yaitu tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan. Materi dasar pecahan diberikan kepada siswa sejak kelas i SD, pecahan terdiri dari pembilang dan penyebut, masih banyak siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan (Gustiani and Puspitasari 2. Faktor penyebab banyak siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal pecahan adalah kurangnnya memahami konsep atau pohoh bahasan pecahan, proses pengerjaan yang dilakukan siswa masih kurang tepat. Guru harus memberikan penyampaian materi pecahan kepada siswa dengan baik dan mudah dipahami dab bisa melakukan pendekatan kepada setiap siswa agar masalah yang dialami siswa bisa terselesaikan (Lisnani 2. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, menganalisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada siswa kelas 3 SD N Sinomwidodo 01. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza Metode Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan Hal ini dikarenakan peneliti menggunakan metode kualitatif yang tujuannya adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi berupa soal UAS dan hasil pekerjaan siswa. Dengan jumlah 20 siswa kemudian diambil 5 lembar hasil pekerjaan siswa sebagai sampel. Peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas i SDN Sinomwidodo 01 Tambakromo. Penilaian hasil soal yang dikerjakan siswa yang sesuai dengan indicator pemecahan masalah secara keseluruhan peneliti (Setiana dkk. , 2. mengambil kesimpulan. Siswa disebut memenuhi kemampuan AuTinggiAy jika mampu memenuhi 3 atau lebih indicator pemecahan masalah, sementara siswa disebut memenuhikemampuan AuSedangAy harus memenuhi 2 sampai 3 indikator, dan siswa dengan keterampilan atau kategori AurendahAy hanya dapat menyelesaikan satu indikator. Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil analisis pemberian soal UAS matematika yang telah dilakukan di SDN Sinomwidodo 01, peneliti mendapatkan hasil sebagai Table 1 Hasil Jawaban Siswa No. Nama Siswa AML DPS Hasil Soal Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Sumber: (Setiana dkk. , 2. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza Keterangan : Aa: Soal yang dikerjakan benar Aa: Soal yang dikerjakan salah Tabel Indikator Pemecahan masalah sesuai jawaban siswa Nama Siswa AML DPS Aa Aa Aa Aa Aa Indikator Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Sumber: ( Setiana dkk. , 2. Kesimpulan Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Keterangan : Aa: Soal yang dikerjakan benar Aa: Soal yang dikerjakan salah Keseluruhan dari data tersebut, peneliti menemukan data siswa yang pertama WS dapat disebutkan berada pada kategori baik, karena memenuhi 3 indikator yang sesuai, kedua FR disebutkan berada pada kategori baik, karena sama dengan yang pertama yaitu memenuhi 3 indikator yang sesuai, ketiga AML disebutkan pada kategori sedang, karena hanya mampu memenuhi 2 indikator yang sesuai, keempat AF disebutkan berada pada kategori sedang, karena hanya mampu memenuhi 2 indikator yang sesuai, kelima DPS dapat disebutkan berada pada kategori sedang, karena sama dengan sebelumnnya yaitu hanya mampu memenuhi 2 indikator yang sesuai. Pembahasan Dalam proses pembelajaran, pemecahan masalah merupakan langkah awal bagi siswa untuk mengungkapkan ide atau mengembangkan pengetahuan baru. Menurut NCTM . 2: . mengungkapkan bahwa sebelum siswa memecahakan masalah matematis, siswa harus memahami pengetahuan matematika dari hal tersebut siswa dapat belajar tentang sebuah konsep yang belum diketahui sebelumnya. Sehingga dari pembelajaran tersebut , dapat dijadikan pengelaman belajar GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza siswa(Nurfatanah et al. , 2. Sangat mungkin bagi siswa untuk memperoleh pengalaman, dan pengetahuan serta keterampilan yang kemudian mereka gunakan dalam pemecahan masalah, karena pemecahan masalah merupakan bagian yang sangat penting(Riswari, 2. Pemecahan masalah matematis pada siswa memiliki arti yaitu, sebuah kegiatan siswa mengatasi masalah atau kesulitan berupa soal pada mata pelajaran matematika yang ditemui menggunakan pengalaman siswa yang sebelumnya sudah pernah diperoleh, dan bagaimana siswa menggunakan kemampuan berpikirnya untuk memecahkan masalah dengan tahapan yang sudah tersusun atau terstruktur sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan (Rambe and Afri 2. Berikut penjelasan peningkatan nilai kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa dengan menggunakan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Kemampuan Untuk Memahami Masalah Indikator yang pertama dalam pemecahan masalah matematis adalah memahami terlebih dahulu masalah atau soal. Dapat dilihat pada tabel WS. AML. AF, dan DPS mampu memahami soal UAS materi pecahan dengan Sedangkan FR tidak memahami masalah yang sedang dikerjakan sehingga hasil penyelesaian soal belum tepat. Menurut penelitian oleh (Azizah et al. , 2. beberapa siswa masih melakukan kesalahan dalam memahami soal pada tahap ini. Pada tahap pemahaman masalah, siswa diminta untuk mengidentifikasi apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan memberikan informasi lain yang diperlukan. Pada soal kesatu, pada tabel hasil jawaban siswa WS. AML, dan DPS mencapai jumlah poin yang hampir maksimal dalam hal pemahaman soal. Hal ini dikarenakan siswa mengetahui bagaimana menyusun pertanyaan tepat berdasarkan apa yang diketahui dan dibutuhkan. Kemampuan Untuk Menyusun Rencana Pada tahap ini, siswa diharapkan mampu membuat model matematika dan merancang solusi masalah untuk memudahkan pemecahan masalah. Dapat dilihat dari tabel hanya WS dan FR yang mampu menyusun rencana. Sedangkan AML. AF dan DPS tidak menulis rencana pencapaian dengan benar karena siswa salah mengidentifikasi masalah dan karena itu merasa sulit untuk merencanakan solusi dari pertanyaan tersebut. Menurut (Suraji. Maimunah 2. beliau berpendapat bahwa terdapat kesalahan dalam . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza memilih dan merencanakan penyelesaian matematika sebesar 7,14% dan ini sesuai dengan penelitian yang telah beliau lakukan. Kemampuan Untuk Melaksanakan Rencana Dalam tahap pelaksanaan rencana penyelesaian masalah matematis diharapkan siswa mampu melakukan dengan tata cara yang benar dan sesuai dengan indikator kedua. Pada Indikator yang ketiga adalah melaksanakan hasil dari susunan rencana. Dapat dilihat Pada tabel WS. FR. AML. AF, dan DPS mampu melaksanakan atau menjawab soal UAS materi pecahan dengan baik. dalam menjawab soal UAS materi pecahan dengan benar maka proses sebelumnya yaitu menyusun rencana atau menyusun cara agar soal UAS materi pecahan dapat terselesaikan dana siswa tidak merasa kebingungan (Ginanjar 2. Kemampuan Mengecek Kembali Tahap yang terakhir yaitu pengecekan kembali, terdapat 1 siswa yang memenuhi aspek ini yaitu memeriksa kembali hasil penyelesaian pemecahan masalah matematis pada soal UAS fokus materi pecahan. Dalam tahapan yang terakhir ini siswa belum paham dan terbiasan bagaimana cara mengecek kembali hasil secara cermat dan teliti. Untuk siswa yang belum mencapai indikator ini kemungkinan besar sudah yakin bahwa apa yang dikerjakan sudah sesuai dan tidak perlu untuk di periksa Dilihat dari hal tersebut sesuai dengan penelitian (Nuraini et al. menurutnya perencanaan pada tahap penerapan sangat bergantung pada pengalaman siswa supaya lebih kreatif lagi ketika membuat susunan penyelesaian masalah pada tahap implementasi. Rencana tersebut menunjukkan bahwa beberapa siswa masih melakukan kesalahan dalam penyelesaiannya karena contoh yang ada tidak sesuai dengan pertanyaan yang dibayangkan. Kesimpulan Secara kesuluruhan pada penelitian ini adalah . mengamati hasil Uas pada materi pecahan siswa SD N Sinomwidodo 01, . dari hasil tabel yang dibuat sesuai indikator banyak siswa yang belum memenuhi capaian indikator 2 dan 4 yaitu menyusun rencana dan mengecek kembali hasil Perlunnya arahan kepada siswa agar dapat memenuhi 4 indikator, yang pertama siswa lebih fokus dengan masalah atau lebih mencermati, kedua dalam penyusunan rencana siswa harus lebih rinci, ketika melaksanakan hasil rencana siswa harus lebih teliti lagi, keempat GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Pecahan Ammylia Prihatini Sulhaliza perlunnya pemeriksaan kembali dari hasil penyelesaian masalah. Siswa dapat memenuhi 4 indikator Pemecahan Masalah Matematis dengan kemauan belajar dan ingin tahu yang tinggi agar indikator yang sudah terstruktur dapat dicapai dan dipenuhi dengan maksimal. Ucapan Terimakasih Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan. Artikel ini dibuat untuk melengkapi tugas akhir mata kuliah Penalaran Matematika dan Pemecahan Masalah. Penulis sangat menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penulisan artikel ini, maka kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi, agar penulisan artikel ini dapat lebih sempurna kedepannya. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada orang tua, teman dan lain-lain yang telah membantu kami menyelesaikan artikel ini. Daftar Pustaka