Vol. No. Desember . p-ISSN x-x e-ISSN x-x HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SKALA NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI SMK KESEHATAN MULIA KARYA HUSADAJAKARTA SELATAN Mutiara Ardiani*, 2Wanto Sinaga D3 Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada. Jakarta. Indonesia *Email: mutiaraardiani07@gmail. Abstrak Kata Kunci Remaja Putri. Tingkat Pengetahuan. Skala Nyeri. Disminore Pendahuluan: Dismenore merupakan kondisi umum yang dialami remaja putri dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendall's tau-b. Hasil Analisa Data: Mayoritas responden berusia 16 tahun . %). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori cukup . %), diikuti baik . %), dan kurang . %). Skala nyeri dismenore mayoritas berada pada kategori nyeri sedang . %). Analisis korelasi Kendall's tau-b menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore . = 0,013, p = 0,. Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja Temuan ini menekankan kompleksitas dismenore yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar tingkat pengetahuan. Disarankan untuk mengembangkan program edukasi berkelanjutan, menyediakan sumber informasi yang akurat, dan melakukan penelitian lanjutan untuk memahami faktor-faktor lain yang memengaruhi dismenore pada remaja putri. Abstract Keywords Young Women. Level of Knowledge. Pain Scale. Dysmenorrhea Introduction: This study examines the relationship between knowledge level and dysmenorrhea pain scale among female adolescents at SMK Kesehatan Mulia Karya Husada in South Jakarta in 2024. Dysmenorrhea, defined as menstrual pain, has a high prevalence among female adolescents and can significantly impact their quality of life. Methodology: The research was conducted on May 22, 2024, involving 100 female adolescent respondents. Data collection utilized questionnaires to measure the level of knowledge about dysmenorrhea and the experienced pain scale. Data analysis employed Kendall's tau-b correlation test to examine the relationship between knowledge level and dysmenorrhea pain scale. Results: The majority of respondents . %) were 16 years old. Most respondents . 2%) had a knowledge level categorized as "adequate". Regarding pain scale, 66% of respondents reported experiencing moderate pain. Kendall's tau-b correlation analysis yielded a correlation coefficient . = 0. 013 with a significance value . = 0. 892, indicating no significant relationship between knowledge level and dysmenorrhea pain scale. Conclusion: This study concludes that there is no significant relationship between knowledge level and dysmenorrhea pain scale among female adolescents at SMK Kesehatan Mulia Karya Husada in South Jakarta. These findings emphasize the complexity of dysmenorrhea Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x as a condition influenced by various factors beyond knowledge level. Recommendations: It is recommended to develop a comprehensive reproductive health curriculum, conduct ongoing educational programs, provide accurate information sources, perform further research, and conduct periodic evaluations of the effectiveness of educational interventions in reducing dysmenorrhea pain scale among female adolescents. * Corresponding author : Mutiara Ardiani Email Address : mutiaraardiani07@gmail. Received : October 21, 2024. Revised : November 10, 2024. Accepted : November 22, 2024. Published : December 01. PENDAHULUAN Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ditemukan bahwa kondisi wanita yang Sebanyak 425 orang . %) mengalami dismenore berat, dimana 10-15% diantaranya mengalami dismenore ringan. Hal ini sangat didukung oleh penelitian yang dilakukan di berbagai negara dan hasil yang tidak terduga, dimana angka kejadian dismenore primer di negara manapun bisa lebih tinggi dari 50%. Prevalensi dismenore pada wanita penderita dismenore adalah 62,3% di Amerika Serikat, dan klien melaporkan prevalensi dismenore setinggi 59,7% menurut Agustin, 2018 . an Amilsyah, dkk. , 2. Di Swedia, sekitar 72% dan 10-15% diantaranya menderita dismenore parah yang dapat membuat remaja putri menjadi tidak aktif sama sekali menurut Sari & Hayati, 2022 . alam Indra Hizkia P. et al. , 2. Menurut data Urmia University of Medical Sciences. West Azarbaizin. Iran, dari 293 Mahasiswi, 74,3% mengalami nyeri ringan, 17,7% mengalami nyeri ringan dan dismenore, serta 10,9% mengalami nyeri berat (Nurfadillah et al. , 2. Jumlah remaja di Indonesia yaitu usia 10 sampai 24 tahun sebanyak 256. 598 orang yang mengalami nyeri haid atau dismenore, yang mengalami nyeri haid atau dismenore sekitar 50 sampai 60% yaitu 50,48%. Di Indonesia, angka kejadian dismenore meliputi 72,89% dismenore primer dan 21,11% dismenore sekunder dan angka kejadian dismenore berkisar antara 45 hingga 95% pada remaja putri, yaitu 54,89% dismenore primer (Pangestu et al. , 2. Prevalensi di Jakarta prevalensi dismenore primer adalah 87,5% dengan nyeri ringan 20,48%, nyeri sedang 64,76%, dan nyeri parah 14,76%. Prevalensi dismenore sekunder adalah 12,5% (Juniar. Jumlah populasi wanita di DKI Jakarta berdasarkan hasil sensus tahun 2010 sebanyak 126 jiwa atau 49,3% (BPS,2. dijakarta barat presentase remaja akhir sebesar 25,12% (BPS Pada tahun 2019. Provinsi Jawa Tengah berpenduduk 33. 141 jiwa, termasuk 5. anak perempuan berusia 10 hingga 19 tahun. Sebanyak 2. 867 anak perempuan menderita dismenore (Dinas Kesehatan Jawa Tengah, 2. Selain itu. Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah dengan angka kejadian dismenore tertinggi yaitu 57,5%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan prevalensi di Cilacap dan Bumiayu yang masing-masing sebesar 52,1% dan 50,7% (Dinas Kesehatan Jawa Tengah, 2. Pengobatan dismenore masih kurang pada remaja putri dan dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan merusak hubungan sosial (Septiani et al. , 2. Banyak remaja putri yang masih belum mengetahui cara mengatasi nyeri haid sehingga pengobatannya menimbulkan permasalahan baru (Lindiawati et al. , 2. Faktor risiko yang berbeda untuk kondisi dismenore telah diidentifikasi dalam penelitian yang berbeda dengan hasil yang berbeda pula. Faktor risiko tersebut berhubungan Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x dengan peningkatan kejadian dismenore, faktor tersebut antara lain usia mulai menstruasi, lama menstruasi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, aktivitas fisik dan stres (Fadjriyati & Samaria, 2. Remaja memasuki usia pubertas mulai mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis, salah satu perubahan tersebut yaitu ketika memasuki masa menstruasi atau haid,menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan (Febriawati et al. , 2. Remaja putri yang mengalami gangguan nyeri menstruasi sangat menggangu dalam proses belajar mengajar, yang menyebabkan sulitnya remaja putri untuk konsentrasi karena perasaan tidak nyaman yang dirasakan pada saat nyeri haid, sehingga dismenore harus ditangani agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk bagi remaja. Dismenore terdiri dari dismenore primer dan sekunder, nyeri haid yang ditemukan tanpa adanya kelainan pada alat-alat genital yang nyata sering disebut dismenore primer, sedangkan nyeri yang dirasakan pada saat menstruasi yang disebabkan oleh kelainan ginekologi atau kandungan dismenore Angka kejadian dismenore di dunia cukup tinggi, 50% dari seluruh wanita di dunia menderita dismenore dalam siklus menstruasi yang menjadi penyebab wanita tidak bisa melakukan apapun kegiatan yang ingin dilakukan (Calis, 2. Sedangkan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) dismenore mayoritas terjadi pada remaja dengan angka kejadian 43-93%. Berdasarkan studi literatur diatas, penulis melakukan penelitian untuk mengidentifikasi beberapa teori maupun hasil penelitian tersebut yakni tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan skala nyeri Disminore pada remaja putri SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan 2024. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh sebuah kesimpulan terkait pengetahuan dan kemampuan skala nyeri pada remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswi di SMK Kesehatan Mulya Karya Husada. Jumlah sampel dalam penelitian ini 100 responden. Tehnik pengambilan sampel menggukan purposive sampling. Analisis yang digunakan uji Chi-square. HASIL Analisa Univariat Karakteristik Responden Tabel 1. Frekuensi umur karakteristik Responden Penelitian Umur TOTAL Penelitian ini melibatkan total 100 responden remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan 2024 pada hari Rabu, 22 Maret 2024. Karakteristik responden dapat dijabarkan sebagai beikut : Distribusi Umur Mayoritas responden berada dalam kelompok umur 16 tahun ,yaitu sebanyak 70 orang ( 70,0%). Kelompok umur terbanyak kedua adalah 17 tahun dengan 16 orang ( 16. 0 % ), Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x sementara kelompok umur 15 tahun memiliki jumlah paling sedikit yaitu 14 orang ( 14. 0 % ). Distribusi umur responden dalam penelitian "Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Skala Nyeri Dismenore pada Remaja Putri SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta 2024" Didominasi oleh remaja berusia 16 tahun, yang mencakup 70% dari total sampel. Distribusi ini mencerminkan populasi remaja pertengahan yang relevan dengan topik penelitian Karakteristik Tingkat pengetahuan Tabel 2. Tingkat pengetahuan disminore Responden Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik TOTAL Penelitian ini mengakibatkan 100 responden remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan 2024. Analisis terhadap variable tingkat pengetahuan menunjukan hasil yang sangat menarik : Mayoritas responden, yaitu 63 orang ( 63. 0% ), melihat tingkat pengetahuan yang dikategorikan sebagai Au cukup Au. Mayoritas responden ,yaitu 25 orang ( 25. 0 % ), melihat tingkat pengetahuan yang dikategorikan sebagai Au baik Au , hanya 12 orang ( 12. 0 % ) yang memiliki tingkat pengetahuan yang di kategorikan Au kurang Au. Distribusi ini mencerminkan keragaman pemahaman di kalangan remaja putri SMK tentang skala nyeri dismenore dan implikasinya terhadap manajemen kesehatan Penelitian mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan tahun 2024 telah menghasilkan temuan yang menarik. Adanya 12% responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan Faktor-faktor tersebut meliputi kurangnya akses terhadap informasi yang akurat, beredarnya mitos dan informasi yang kurang paham di masyarakat, serta keterbatasan pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Karakteristik Skala Nyeri Table 3. Skala nyeri disminore Responden Skala Nyeri Nyreri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Nyeri sangat berat TOTAL Penelitian ini mengakibatkan 100 responden remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan 2024. Analisis terhadap variable skala nyeri menunjukan hasil : Mayoritas Responden, yaitu 68 orang ( 68. 0 %), memiliki kategori Au Nyeri sedang Au . Mayoritas Responden, yaitu 20 orang ( 20. 0% ), memiliki kategori Au Nyeri Ringan Au. Mayoritas Responden Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x ,yaitu 8 orang . 0%), memiliki kategori Au Nyeri Berat Au hanya 4 orang ( 4. 0 % ) memiliki kategori Au Nyeri Sangat Berat Au. Mayoritas responden, yaitu 68%, melaporkan mengalami nyeri sedang, mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja putri di sekolah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas yang cukup mengganggu namun masih dapat ditoleransi. Analisa Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Skala Nyeri disminore pada remaja putri SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan Tahun 2024 Tabel 4. Tingkat Pengetahuan dengan Skala Nyeri disminore pada remaja putri SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan Tahun 2024. Nonparametric Correlations Kendall's tingkat pengetahuan skala nyeri Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. skala nyeri Berdasarkan tabel 4. menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan skala nyeri disminore pada remaja putri, berdasarkan Analisis korelasi Kendall's tau-b dilakukan untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. Hasil menunjukkan: Koefisien korelasi . = 013. Nilai signifikansi . = 0. Kekuatan Hubungan Koefisien korelasi 0. 013 menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. hasil penelitian ini, yang menunjukkan tidak adanya korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore, menegaskan kompleksitas fenomena dismenore pada remaja putri. PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan pada hari Rabu, 22 Mei 2024 di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada kepada 100 responden dapatkan hasil bahwa responden beumur 16 tahun ,yaitu sebanyak 70 orang ( 68,0%). Kelompok umur terbanyak kedua adalah 17 tahun dengan 16 orang . ,5 % ), sementara kelompok umur 15 tahun memiliki jumlah paling sedikit yaitu 14 orang ( 13. 6 % ). Distribusi umur responden dalam penelitian "Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Skala Nyeri pada Dismenore Remaja Putri SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta 2024" Didominasi oleh remaja berusia 16 tahun, yang mencakup 70% dari total sampel. Distribusi ini mencerminkan populasi remaja pertengahan yang relevan dengan topik penelitian. Hasil analisis peneliti terhadap responden di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada menunjukan bahwa Mayoritas responden, yaitu 63 orang . 2%), melihat tingkat pengetahuan yang dikategorikan sebagai Au cukup Au. Mayoritas responden ,yaitu 25 orang ( 24. 3 % ), melihat tingkat pengetahuan yang dikategorikan sebagai Au baik Au , hanya 12 orang ( 11. 7 % ) yang memiliki tingkat pengetahuan yang di kategorikan Au kurang Au. Distribusi ini mencerminkan keragaman pemahaman di kalangan remaja putri SMK tentang skala nyeri dismenore dan implikasinya terhadap manajemen kesehatan reproduksi remaja putri. Penelitian mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan skala nyeri pada dismenore remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan tahun 2024 telah menghasilkan temuan yang menarik. Adanya Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x 12% responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan Faktor-faktor tersebut meliputi kurangnya akses terhadap informasi yang akurat, beredarnya mitos dan informasi yang kurang paham di masyarakat, serta keterbatasan pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Hasil analisis peneliti terhadap responden di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada menunjukan bahwa Mayoritas responden, yaitu 68 orang . % %), memiliki kategori Au Nyeri sedang Au . Mayoritas Responden, yaitu 20 orang ( 19,4% ), memiliki kategori Au Nyeri Ringan Au. Mayoritas Responden ,yaitu 8 orang . ,8%), memiliki kategori Au Nyeri Berat Au hanya 4 orang . ,9%) memiliki kategori Au Nyeri Sangat Berat Au. Mayoritas responden, yaitu 68%, melaporkan mengalami nyeri sedang, mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja putri di sekolah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas yang cukup mengganggu namun masih dapat ditoleransi. Berdasarkan hasil pengamatan pada penelitian ini, di peroleh data bahwa setelah dilakukan penelitian tingkat pengetahuan skala nyeri yang diperoleh bahwa dismenore primer umumnya terjadi pada remaja putri dan wanita muda, dengan prevalensi sekitar 60-75%. Gejala yang dirasakan berupa rasa nyeri kram pada perut bagian bawah yang dapat menyebar ke punggung dan paha. Intensitas nyeri bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemahaman yang baik tentang skala nyeri dapat membantu remaja putri dalam mengenali dan mengelola gejala dismenore secara lebih efektif . rawirohardjo,2. Berdasarkan Analisis korelasi Kendall's tau-b dilakukan untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. Hasil menunjukkan: Koefisien korelasi . = 0. Nilai signifikansi . = 0. Kekuatan Hubungan Koefisien korelasi 0. 013 menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. hasil penelitian ini, yang menunjukkan tidak adanya korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore, menegaskan kompleksitas fenomena dismenore pada remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 100 responden, telah memberikan gambaran tentang efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi yang telah diberikan kepada siswa. Jika ditemukan hubungan positif antara tingkat pengetahuan skala nyeri dengan dismenore yang lebih baik, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan telah efektif. Sebaliknya, jika tidak ditemukan hubungan yang signifikan, maka perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan pada program pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan tahun 2024, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore. Analisis statistik menunjukkan koefisien korelasi Kendall's tau-b sebesar 0,013 dengan nilai signifikansi 0,892 . > 0,. , yang mengindikasikan tidak adanya korelasi yang bermakna antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memiliki pengaruh lebih signifikan terhadap pengalaman nyeri dismenore pada remaja Dengan demikian, meskipun tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore telah tercapai, hasil yang diperoleh menantang asumsi awal dan menekankan perlunya penelitian lebih lanjut. Studi dengan metode yang lebih komprehensif dan Mayapada Nursing Journal Vol. No. December 2024 p-ISSN x-x, e-ISSN x-x sampel yang lebih besar diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam dinamika antara pengetahuan, faktor-faktor lain, dan pengalaman nyeri dismenore pada remaja putri. DAFTAR PUSTAKA