Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 247-255 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Supervisi Terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak Di Kecamatan Baleendah Berdasarkan Tingkat Akreditasi Nanda Afriyani Shafira1. Taopik Rahman2. Risbon Sianturi3 Info Artikel Abstract Keywords: Supervision. Teacher Performance. Accreditation. This This study aims to examine the influence of principal supervision on kindergarten teacher performance in Baleendah District, and to determine whether there are performance differences based on school accreditation A quantitative approach was used with 82 teacher participants from 20 kindergartens accredited at levels A. B, and C. Data were collected through a closed-ended questionnaire and analyzed using simple linear regression and one-way ANOVA. The results indicate that supervision significantly influences teacher performance, while no significant differences were found based on accreditation level. These findings highlight the importance of supervision quality over institutional status. The study recommends implementing reflective and participatory supervision to sustainably improve teacher performance. Kata kunci: Abstrak Supervisi. Kinerja Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh supervisi kepala sekolah Akreditasi. terhadap kinerja guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Baleendah, serta melihat perbedaan kinerja guru berdasarkan tingkat akreditasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 82 guru dari 20 TK berakreditasi A. B, dan C. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan ANOVA satu arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa supervisi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Namun, tidak ditemukan perbedaan kinerja guru yang signifikan berdasarkan tingkat akreditasi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas supervisi lebih ditentukan oleh kualitas pelaksanaannya dibandingkan status akreditasi lembaga. Penelitian ini merekomendasikan penguatan supervisi partisipatif dan reflektif sebagai strategi manajerial dalam meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 27 Juni 2025 28 Juli 2025 09 Agustus 2025 11 Agustus 2025 Cara Mensitasi Artikel: Shafira. Rahman. , & Sianturi. Pengaruh Supervisi Terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Baleendah Berdasarkan Tingkat Akreditasi. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 246-255, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Email: nandaafriyanisha@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Email: opik@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Email: risbonsianturi@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Korenpondensi Penulis: Taopik Rahman, opik@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan sangat penting untuk membentuk generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan. Sebagai aset penting untuk kemajuan dan pembangunan bangsa, generasi ini akan memiliki kemampuan untuk membawa perubahan positif menuju masa depan yang lebih baik (Zenaida et al. , 2. Sumber daya manusia dimulai dengan pendidikan yang direncanakan untuk mencapai kualitas yang diinginkan. Pendidikan tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk melakukan pembangunan di seluruh sektor. Pendidikan adalah salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita negara, jadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena kualitas Pendidikan tidak dapat dicapai tanpa dukungan komponen pendidikn yang memadai, terutama pendidik dan tenaga kependidikan. Guru, sebagai pilar utama dan ujung tombak system Pendidikan, memegang peran sentral dalm memastikan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran (Nurfadilah & Farihah, 2. Oleh karena itu, lembaga harus mewadahinya. Tingkat pendidikan sebuah negara akan memengaruhi kualitasnya. Hasil . dari pendidikan juga akan bagus jika dikelola dengan benar. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai lembaga pendidikan di tingkat dasar, memerlukan perhatian khusus dalam hal kualitas pengajaran dan pembinaan guru. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di TK adalah supervisi pendidikan yang dilakukan oleh kepala Supervisi yang baik dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pembelajaran anak. Penelitian yang dilakukan oleh (Suwondo et al. , 2. menunjukkan bahwa supervisi akademik yang efektif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru TK secara signifikan. Demikian pula, studi yang dilakukan oleh (Esisna et al. , 2. menemukan bahwa supervisi akademik oleh kepala sekolah dan program pengembangan tenaga pendidik berpengaruh positif terhadap kinerja guru TK. Guru, sebagai bagian terpenting dari organisasi sekolah, selalu menjadi perhatian selama proses Keberhasilan organisasi sekolah, terutama dalam hal hasil pembelajaran siswa, selalu dikaitkan dengan kemampuan dan kinerja guru organisasi, dijelaskan dalam buku (Sianturi & Rusmana. Hal ini dilandasi oleh suatu pandangan bahwa kompetensi dan kinerja sangat penting untuk membantu ketercapaian setiap tujuan profesional yang telah ditetapkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh profesi guru. Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Mereka sangat bergantung pada semua sumber pendidikan, termasuk sarana dan prasarana, teknologi informasi, dan siswa untuk berhasil. Kinerja guru dapat dilihat dari seberapa disiplin, jujur, penuh tanggungjawab, dan bersahabatnya. Ini termasuk penampilan fisik, seperti cara berbicara, berkomunikasi, berpakaian dengan benar, bersih, sehat, dan penuh energi (Hasanah & Kristiawan, 2. Keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran peserta didik sangat bergantung pada kinerja guru, demikian pula halnya dengan guru yang ditugaskan untuk membina dan mengembangkan potensi peserta didik. Hasil, atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode waktu tertentu dalam menyelesaikan tugas, dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target, sasaran, atau kriteria yang telah disepakati bersama, dikenal sebagai kinerja dikutip dalam (Setiyadi & Rosalina, 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan proses pendidikan di sekolah, guru memiliki tugas ganda: sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pendidik, mereka bertanggung jawab untuk membimbing dan membina murid-murid mereka untuk menjadi orang yang cerdas, aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh karena itu, hanya guru dengan kinerja yang tinggi yang dapat menyelesaikan tugas yang berat ini. Namun, kualitas supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah sering kali berbeda-beda, terutama jika ditinjau berdasarkan tingkat akreditasi sekolah. TK dengan akreditasi A. B, atau C memiliki kondisi yang berbeda dalam hal fasilitas, manajemen, dan kinerja guru. Akreditasi A menunjukkan standar kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan akreditasi B atau C. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana pengaruh supervisi terhadap kinerja guru pada TK yang memiliki tingkat akreditasi yang berbeda. Berbagai penelitian sebelumnya memang telah membahas peran supervisi dalam meningkatkan kinerja guru secara umum. Misalnya, studi oleh (Suwondo et al. , 2. dan (Esisna et al. , 2. menyoroti pentingnya supervisi akademik oleh kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi dan kinerja guru. Namun, belum banyak penelitian yang secara eksplisit membandingkan pengaruh supervisi berdasarkan tingkat akreditasi TK. Padahal, perbedaan akreditasi menunjukkan adanya variasi kualitas manajemen dan sumber daya di setiap sekolah, yang berpotensi memengaruhi efektivitas supervisi itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengisi celah tersebut dan memberikan perspektif komparatif yang lebih mendalam. Setiap upaya untuk meningkatkan profesionalitas dan kinerja guru menjadi perhatian penting dalam pembangunan dunia pendidikan di sekolah. Dalam hal ini, peningkatan profesionalitas adalah upaya untuk meningkatkan kinerja untuk meningkatkan profesionalitas. Diharapkan peningkatan kinerja melalui supervisi ini juga dapat membantu seseorang memecahkan masalah dan kesulitan dengan menggunakan metode baru untuk melakukan tugasnya dengan efektif dan efisien, yang akan memungkinkan mereka mencapai hasil yang optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya penelitian yang mendalam tentang supervisi di TK Baleendah. Kecamatan Baleendah. Kabupaten Bandung memiliki 39 Taman Kanak-Kanak (TK) yang menjadi pilar utama Pendidikan anak dini usia di wilayah ini. Namun, distribusi akreditasi sekolah tidak merata, dengan sebagian besar TK memiliki akreditasi A. B, dan C, yang mencerminkan variasi dalam kualitas manajemen, fasilitas, dan sumber daya Pendidikan. Selain itu, pembagian guru di setiap TK juga beragam, baik dari segi jumlah maupun kualifikasi, yang dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Supervisi Pendidikan oleh kepala sekolah menjadi krusial untuk memastikan kinerja guru yang optimal, terutama di TK dengan akreditasi rendah yang sering mendapatkan asumsi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini relevan untuk mengkaji pengaruh supervisi terhadap kinerja guru TK di kecamatan Baleendah berdasarkan tingkat akreditasi, guna memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas Pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori . xplanatory surve. Metode ini digunakan untuk mengetahui deskripsi serta hubungan antar variabel yang diteliti, melalui data yang dikumpulkan dari sampel suatu populasi. Penelitian dilaksanakan di 20 Taman Kanak-kanak (TK) yang terdiri dari 10 TK berakreditasi A, 8 TK berakreditasi B, dan 2 TK berakreditasi C yang berada di Kecamatan Baleendah. Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan mulai sejak Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di 20 TK tersebut, dengan total 82 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, karena seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 1. Rincian Populasi Jumlah Taman Kanak-Kanak Akreditasi Total Jumlah Guru 82 Orang Seluruh guru yang berada di dalam 20 lembaga TK tersebut dijadikan sampel penelitian ini, dengan jumlah total 82 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh populasi individu . dijadikan sampel karena jumlahnya masih terjangkau untuk diteliti secara menyeluruh. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada seluruh guru. Angket terdiri dari dua variabel, yaitu supervisi kepala sekolah dan kinerja guru, yang masing-masing terdiri dari beberapa indikator pernyataan berbasis skala Likert. Tabel 2. Kriteria Penilaian Angket untuk Variabel Pertanyaan (Ite. Alternatif Jawaban Positif Negatif Selalu Sering Kadang-Kadang Jarang Tidak Pernah Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitasnya menggunakan Pearson Product Moment, dan diuji reliabilitasnya menggunakan teknik CronbachAos Alpha. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah setiap item dalam kuesioner memiliki konsistensi logis dengan keseluruhan konstruk variabel yang diukur. Pengujian Validitas instrument menggunakan formula koefisien korelasi Product Moment yaitu: ycycuyc = ycu Oc ycuyc Oe (Oc yc. (Oc y. Oo. cu Oc ycu 2 Oe (Oc yc. 2 ]. cu Oc yc 2 Oe (Oc y. 2 ] Teknik uji validitas yang digunakan adalah korelasi Product Moment dan perhitungannya menggunakan alat bantu hitung statistika Software SPSS version 26. 0 for windows. Pada penelitian ini 3 indikator diuraikan menjadi 12 item pernyataan yang disebar kepada 33 responden. Berikut hasil uji validitas untuk variabel supervisi. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Supervisi No Item Lama No Item Baru Keterangan 0,453 0,376 0,687 0,633 0,593 0,609 0,531 0,559 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 0,619 0,558 0,671 0,670 0,344 0,344 0,344 0,344 Valid Valid Valid Valid Berdasarkan Tabel diatas, bahwa dari 12 item pernyataan secara keseluruhan ditunjukkan semua pernyataan valid. Ditunjukkan dengan pernyataan kuisioner tersebut memiliki koefisien korelasi butir total . yang lebih tinggi dari . Kemudian untuk mengukur Kinerja Guru dari 4 indikator diuraikan menjadi 18 item yang disebar kepada 33 responden, berikut hasil uji validitas dimensi Kinerja Guru: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja No Item No Item Keterangan Lama Baru 0,625 0,344 Valid 0,636 0,344 Valid 0,657 0,344 Valid 0,611 0,344 Valid 0,658 0,344 Valid 0,507 0,344 Valid 0,569 0,344 Valid 0,686 0,344 Valid 0,567 0,344 Valid 0,770 0,344 Valid 0,641 0,344 Valid 0,614 0,344 Valid 0,578 0,344 Valid 0,627 0,344 Valid 0,460 0,344 Valid 0,659 0,344 Valid 0,770 0,344 Valid 0,807 0,344 Valid Berdasarkan tabel di atas, bahwa dari 18 Item pernyataan secara keseluruhan ditunjukkan semua pernyataan valid. Ditunjukkan dengan pernyataan kuisioner tersebut memilii koefisien korelasi butir total . yang lebih tinggi dari . Sedangkan Uji Reliabitas instrument dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrument sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu instrument yang reliabel akan memberikan hasil yang sama ketika dilakukan beberapa kali pengujian dengan melibatkan kelompok subjek yang sama. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Supervisi dan Kinerja Guru Variabel Supervisi dan Kinerja Guru Hasil r hitung r tabel 0,950 0,344 Keterangan Reliabel Berdasarkan tabel di atas, hasil perhitungan dari angket variabel supervisi dan kinerja guru dinyatakan reliabel, karena rhitung>rtabel . ,950>0,. Dengan demikian seluruh instrument dalam penelitian ini merupakan instrument yang dapat dipercaya. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data melalui penyebaran angket kepada 82 guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Baleendah, diperoleh bahwa supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji korelasi Pearson, uji regresi linear sederhana, dan uji ANOVA. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada guru TK dari berbagai sekolah dengan status akreditasi A. B, dan C. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, diperoleh nilai r = 0,585 dengan signifikansi 0,000 . < 0,. , yang mengindikasikan adanya hubungan yang cukup kuat dan signifikan secara statistik antara supervisi kepala sekolah dengan kinerja guru. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan supervisi kepala sekolah, maka kinerja guru cenderung meningkat pula. Korelasi yang bersifat positif menandakan bahwa arah hubungan kedua variabel bergerak sejalan, yaitu peningkatan pada supervisi diiringi peningkatan pada kinerja. Selanjutnya, hasil uji regresi linear sederhana memperlihatkan bahwa nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,342, yang berarti bahwa supervisi kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 34,2% terhadap variasi kinerja guru TK. Sementara itu, sisanya . ,8%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel supervisi. Hasil uji F juga menunjukkan nilai Fhitung = 20,627 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan signifikan dan dapat menjelaskan hubungan antara variabel independen . terhadap variabel dependen . inerja gur. Namun, ketika diuji lebih lanjut menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja guru berdasarkan perbedaan tingkat akreditasi lembaga (A. B, dan C), diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,190 . > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kinerja guru berdasarkan status akreditasi sekolah tempat mereka mengajar. Secara deskriptif, data juga menunjukkan bahwa guru-guru dari sekolah dengan akreditasi rendah . eperti C) tidak serta-merta memiliki kinerja yang lebih rendah dibandingkan guru dari sekolah dengan akreditasi tinggi (A). Sebaliknya, terdapat beberapa guru dari lembaga akreditasi B dan C yang menunjukkan kinerja tinggi berdasarkan indikator yang diukur, seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pelaporan perkembangan anak. Dengan demikian, hasil ini menguatkan bahwa supervisi kepala sekolah merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja guru, meskipun akreditasi lembaga tidak selalu menjadi pembeda yang signifikan dalam kualitas kinerja guru TK. Peran kepala sekolah sebagai supervisor, motivator, dan pembina profesional menjadi lebih krusial dibandingkan sekadar status akreditasi formal. Tabel. 6 Rekapitulasi Hasil Uji Statistik Jenis uji Nilai Statistik Keterangan Uji Korelasi Pearson r = 0,585 Hubungan sedang, arah positif Uji Signifikansi Korelasi Signifikan . < 0,. Sig. = 0,000 Koefisien Determinasi (RA) RA = 0,342 Supervisi menjelaskan 34,2% variasi kinerja guru Uji Regresi Linear Sederhana F = 20,627 Fhitung > Ftabel, model regresi Sig. = 0,000 Signifikan . < 0,. Sig. = 0,190 Tidak signifikan . > 0,. , tidak ada perbedaan kinerja berdasarkan akreditasi Uji ANOVA (Akreditasi vs Kinerj. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana dan uji ANOVA, ditemukan bahwa supervisi kepala sekolah memang berpengaruh positif terhadap kinerja guru, namun pengaruh tersebut tidak secara signifikan berbeda berdasarkan tingkat akreditasi lembaga (A. B, atau C). Uji korelasi Pearson menunjukkan arah hubungan positif yang moderat, sedangkan uji ANOVA . = 0,. menegaskan bahwa tidak terjadi perbedaan signifikan kinerja guru antar kelompok akreditasi. Artinya, kualitas supervisi tidak selalu linier dengan status akreditasi sekolah. Hasil ini sejalan dengan temuan (Gordon, 2. yang mengatakan bahwa Supervisi pendidikan merupakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, supervisi adalah bantuan profesional yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya dalam rangka pengembangan pembelajaran yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru, terutama bila supervisi dilakukan secara terstruktur dan konsisten, tanpa bergantung pada status institusi (Maryanti et al. , 2. Studi penelitian yang dilakukan oleh (Sum & Bora, 2. menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja guru PAUD. Mereka menemukan bahwa implementasi supervisi yang terstruktur dan berkelanjutan dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran anak usia Selain itu, penelitian (Irawan et al. , 2. mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang komunikatif dan mendukung secara emosional memiliki peran lebih besar dalam mendorong performa guru dibandingkan dengan aspek struktural seperti akreditasi, pendekatan humanis dan supervisi yang bersifat reflektif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan profesionalitas guru PAUD. Ini mendukung hasil penelitianku, di mana guru pada sekolah dengan akreditasi rendah pun dapat menunjukkan kinerja tinggi apabila mendapatkan dukungan dan supervisi yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Sebaliknya, terdapat pula sekolah dengan akreditasi tinggi yang tidak menunjukkan performa guru yang dominan. Hal ini menandakan bahwa supervisi yang dilakukan secara formalitas semata tidak cukup untuk mendorong peningkatan kinerja. Supervisi yang partisipatif, dengan ruang dialog terbuka dan umpan balik yang membangun, lebih dirasakan manfaatnya oleh guru yang dijelaskan oleh studi (Rahman, 2. Di sisi lain, faktor internal seperti motivasi, komitmen profesional, dan rasa tanggung jawab guru juga ditemukan berperan besar terhadap kinerjanya (Setiyadi & Rosalina, 2. Beberapa guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam merancang pembelajaran, melakukan penilaian, dan mendokumentasikan perkembangan anak secara sistematis, terlepas dari tingkat akreditasi Penelitian yang dilakukan oleh (Syslovy, 2. menekankan pentingnya refleksi dalam meningkatkan kualitas kinerja guru prasekolah. Guru yang secara aktif merefleksikan praktik pengajarannya cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dan mampu menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan anak. Dapat disimpulkan kinerja guru merupakan Kemampuan dan efektivitas seorang guru dalam melakukan tugasnya, termasuk mengajar, mengelola kelas, dan berinteraksi dengan siswa, disebut kinerja guru. Pencapaian siswa, teknik pengajaran, dan keterlibatan dalam pengembangan profesional adalah beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja guru dalam (Kholik et al. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akreditasi lembaga tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur dalam menilai kinerja guru. Kepala sekolah memegang peran sentral Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dalam mendorong kinerja guru melalui supervisi yang efektif, humanis, dan memberdayakan. Oleh karena itu, strategi penguatan kapasitas kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi yang partisipatif dan reflektif menjadi penting (Wijoyo, 2. Disarankan pula agar Dinas Pendidikan mengarahkan pelatihan kepala sekolah untuk mengembangkan kemampuan interpersonal dan pendekatan coaching dalam supervisi akademik. Dengan demikian, pembinaan guru tidak hanya terfokus pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi pada peningkatan kualitas praktik pembelajaran yang berdampak langsung pada perkembangan anak usia dini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap guru-guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Baleendah, ditemukan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh terhadap kinerja guru, meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan tingkat akreditasi sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa akreditasi bukanlah satu-satunya determinan dalam meningkatkan kualitas kinerja guru. Efektivitas supervisi lebih ditentukan oleh bagaimana kepala sekolah mengimplementasikan pendekatan partisipatif dan reflektif, yang mampu menjawab kebutuhan profesional guru secara nyata. Dalam praktiknya, kepala sekolah yang membuka ruang dialog, memberikan umpan balik konstruktif, dan menjalin komunikasi intensif dengan guru, cenderung lebih berhasil dalam membina peningkatan kinerja. Di sisi lain, dedikasi dan komitmen individu guru terhadap profesi juga menjadi faktor internal yang krusial dalam menunjang performa kerja, terlepas dari status akreditasi lembaga. Guru yang memiliki motivasi tinggi dan kesadaran profesional mampu menunjukkan kinerja optimal dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan pendekatan kuantitatif, yang kurang menggambarkan secara mendalam dinamika hubungan antara supervisi dan kinerja guru. Oleh karena itu, disarankan adanya studi lanjutan berbasis studi kasus atau pendekatan mixed method untuk mengungkap lebih jauh faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas supervisi. Di samping itu, sebagai implikasi praktis, kepala sekolah perlu mendapatkan pelatihan intensif mengenai supervisi partisipatif yang bersifat humanis dan memberdayakan. Hal ini penting agar strategi supervisi tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan benar-benar menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan. DAFTAR KEPUSTAKAAN Esisna. Antoni, & Karnedi. Pengaruh Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah dan Program Pengembangan Tenaga Pendidik Terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak Gugus V Kecamatan Haraukabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Menara Ekonomi, i. Gordon. SupervisionAos New Challenge: Facilitating a Multidimensional Curriculum. Journal of Educational Supervision, 1. , 17Ae32. https://doi. org/10. 31045/jes. Hasanah. , & Kristiawan. Supervisi Akademik dan Bagaimana Kinerja Guru. Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 3. , 97. https://doi. org/10. 29240/jsmp. Irawan. Tagela. , & Windrawanto. Hubungan akreditasi sekolah dan supervisi oleh kepala sekolah dengan kualitas sekolah. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 8. , 165Ae https://doi. org/10. 21831/jamp. Kholik. Zein. , & Hadijah. Abdul Kholik Amirulloh Zein. Hady Siti HadijahPengaruh komitmen organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMK Pasundan 1 CimahiJurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 3 . , 59, 2018. , 59Ae65. Maryanti. Dwiyono. , & Haryaka. Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pendidik di Sekolah Menengah Atas Balikpapan. Jurnal On Education, 5. , hlm. Nurfadilah. , & Farihah. Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Madrasah. JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 3. , 105Ae128. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 https://doi. org/10. 35719/jieman. Rahman. Supervisi dan Pengawasan Pendidikan. Jurnal PILAR: Kajian Islam Kontemporer, 12. , 50Ae65. Setiyadi. , & Rosalina. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2. , 75Ae84. https://doi. org/10. 51276/edu. Sianturi. , & Rusmana. Menjadi Guru Paud Profesional. Sum. , & Bora. Impact Of Academic Supervision on Improving Performance of Early Childhood Education Teachers in Early Age Learning. International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education, 5. , 16Ae21. https://doi. org/10. 33830/ijeiece. Suwondo. Sugiyo. , & Sutarto. Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Guru Taman Kanak-kanak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 7329Ae7337. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Syslovy. The relation between reflection and the quality of a preschool teacherAos education International Journal of Child Care and Education Policy, 13. https://doi. org/10. 1186/s40723-019-0060-y Wijoyo. Sosialiasi Sistem Penilaian Akreditasi (SisPenA) Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) di Kecamatan Bantan. Kabupaten Bengkalis. Propinsi Riau. Jpm: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 7Ae10. https://djournals. com/arbitrase/article/view/3 Zenaida. Ardiansyah. , & Widodo. Membentuk Generasi Pemimpin Masa Depan: Eksplorasi Pendidikan dan Pengasuhan Anak Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam AlThariqah, 8. , 257Ae274. https://doi. org/10. 25299/al-thariqah.