Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengukuran Kinerja Perbankan Sebelum dan Sesudah Menerapkan Teknologi Blockchain: Studi Kasus pada Bank BUMN yang Menerapkan Teknologi Blockchain Periode 2017-2024 Aura Restu Anindya Putri1. Hermawan Triono2. Enny Susilowati Mardjono3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro. Semarang 1,2,3 aurarap05@gmail. com1 , hermawan. triono@dsn. susilowati@dsn. ABSTRACT. The purpose of this study is to examine the differences in financial performance before and after the application of blockchain technology to BUMN Bank. This researcher used a quantitative approach with secondary data in the form of state-owned bank financial statements for the 20172024 period. Variables analyzed include Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Net Interest Margin (NIM), and Operational Cost and Revenue (BOPO) with Shapiro-Wilk normality test. Paired Sample-test, and Wilcoxon Signed Rank Test. Research results show that implementing blockchain does not have a significant effect on ROA and ROE. Meanwhile, the ratio of NIM and BOPO was found to have a significant influence only on Bank Negara Indonesia (BNI) and Bank Mandiri, while other state-owned banks did not show a significant difference. This indicates that the impact of blockchain on the profitability and efficiency of state-owned banks is still limited because this technology is relatively new so that its benefits are not fully reflected on financial performance. Based on the analysis results in this study, it is shown that banks need to adjust their business strategies by utilizing blockchain for operational efficiency, service innovation, and improved security and transparency to maintain sustainable competitiveness and profitability. Keywords: Blockchain. Banking Performance. ROA. ROE. NIM. BOPO ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan teknologi blockchain pada Bank BUMN. Peneliti ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan bank BUMN periode 2017Ae2024. Variabel yang dianalisis meliputi Return On Assets (ROA). Return On Equity (ROE). Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) dengan uji normalitas Shapiro-Wilk. Paired Sample t-test, serta Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blockchain tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ROA dan ROE. Sementara itu, pada rasio NIM dan BOPO ditemukan adanya pengaruh signifikan hanya pada Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri, sedangkan bank BUMN lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak blockchain terhadap profitabilitas dan efisiensi bank BUMN masih terbatas karena teknologi ini relatif baru sehingga manfaatnya belum sepenuhnya tercermin terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bank perlu menyesuaikan strategi bisnisnya dengan memanfaatkan blockchain untuk efisiensi operasional, inovasi layanan, serta peningkatan keamanan dan transparansi guna menjaga daya saing dan profitabilitas berkelanjutan. 4151 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Kata kunci: Blockchain. Kinerja Perbankan. ROA. ROE. NIM. BOPO PENDAHULUAN Revolusi digital 4. 0 telah membawa perubahan drastis dalam berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Era digitalisasi mendorong lembaga keuangan untuk terus berinovasi dan mencari solusi yang efisien, handal dan aman guna memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin kompleks. Salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk merevolusi industri keuangan adalah blockcahin. Blockchain merupakan sistem pencatatan digital terdesentralisasi yang ditancang untuk menjamin keaslian, keutuhan, dan keterlacakan data maupun transaksi (Dutta. Choi. Somani, & Butala, 2. Setiap transaksi dikumpulkan dalam blok-blok yang tersusun secara berurutan dan saling terhubung melalui fungsi hashing kriptografi, memastikan integritas serta ketidakmampuan untuk mengubah data yang telah dicatat (Ghiro et al. , 2. Teknologi ini tidak hanya menawarkan transparansi, tetapi juga mendorong pengelolaan informasi yang lebih cepat, hemat biaya, dan minim risiko Menurut (Susilowati. Utomo, & Setiawanta, 2. , sistem informasi akuntansi berperan penting dalam mendukung kinerja organisasi. Oleh karena itu, penerapan blockchain di sektor perbankan dapat dipandang sebagai strategi bisnis untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Kontribusi perbankan terhadap perkembangan blockchain terlihat pada grafik berikut: Gambar 1. Proyeksi Trend Teknologi Blockchain di Perbankan Global Sumber: devtechnosys. Grafik tersebut menunjukan bahwa sektor perbankan menjadi kontributor utama dalam pengembangan teknologi blockchain secara global. Peningkatan yang konsisten 4152 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. dan signifikan terlihat setiap tahunnya, dengan awal perkembangan pada tahun 2018 sebesar 0,28 miliar USD hingga di proyeksikan mencapai 22,46 miliar USD pada tahun 2026 (NAGAR, 2. Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar blockchain secara global semakin pesat. Tren tersebut menegaskan bahwa adopsi blockchain di sektor perbankan tidak hanya semakin meluas, tetapi juga semakin penting dalam mendukung efisiensi operasional, keamanan transaksi, serta transaparansi keuangan (Munandar. Nurul Huda, & Nafisah Nurulrahmatiah, 2. Efesiensi operasional yang lebih tinggi berpotensi menurunkan beban operasional bank (BOPO), sementara peningkatan keamanan dan transparansi transaksi dapat memperkuat kepercayaan nasabah dan mendorong pertumbuhan pendapatan. Maka dari itu, adopsi blockchain di sektor perbankan berimplikasi positif terhadap profitabilitas, yang tercermin dalam rasio keuangan seperti ROA,ROE,NIM. Meskipun pada awalnya perbankan menilai pengembangan blockchain relatif mahal, dalam jangka panjang teknologi ini mampu meminimalkan biaya pengolaan data dan aktivitas operasional (Daljit Singh, 2. Hal ini didukung oleh (Research and Markets, 2. yang menyebutkan bahwa nilai pasar global pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai $49,18 miliar, dan akan mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan hingga mencapai $216,82 miliar pada tahun 2029. Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukan keyakinan industri terhadap potensi jangka panjang dari teknologi blockchain. Beberapa lembaga perbankan utama di Indonesia, seperti Bank Negara Indonesia. Bank Rakyat Indonesia. Bank Mandiri. Bank Danamon, dan Bank Permata, dilaporkan sedang mengkaji kemungkinan penerapan blockchain dalam aktivitas operasional (CNBC Indonesia. Implementasi blockchain di industri perbankan global diperkirakan mampu mengurangi biaya infrastruktur hingga 30% (Accenture, 2. Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu pelopor dalam pemanfaatan teknologi blockchain di indonesia. Teknologi ini diterapkan pada sistem layanan trade finance dan remitansi yang sebelumnya masih terbilang manual. Sebelum menerapkan blockchain, proses verifikasi dokumen memerlukan waktu berhari-hari karena harus melalui beberapa tahapan pengiriman dokumen antar kantor cabang dan kantor pusat. Setelah menerapkan blockchain, proses pertukaran data menjadi lebih cepat dan efisien karena sistem verifikasi dilakukan secara otomatis dan tanpa dokumen fisik . (Detik Finance, 2. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, bank memiliki kemampuan untuk mengirim dan menerima data keuangan secara cepat dan transparan, baik di dalam negeri maupun lintas negara, tanpa perlu melibatkan pihak ketiga (Nusantara, 2. Pada tahun 2019. BNI mencatat laba bersih sebesar Rp15,36 triliun. Namun pada 2020, laba bersih mengalami penurunan signifikan hingga 78,64% menjadi Rp3,28 triliun, penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak pandemi COVID-19 yang 4153 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. melemahkan aktivitas ekonomi dan menekan kinerja keuangan perbankan. Pada 2021, kondisi keuangan mulai pulih dengan laba bersih mencapai Rp10,9 triliun. Pemulihan ini salah satunya didukung oleh peningkatan volume transaksi remittance. Pertumbuhan remitansi ini didukung oleh digitalisasi mitra internasional serta pemanfaatan teknologi blockchain melalui kerja sama dengan JP Morgan (Kontan, 2. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi berperan dalam mendorong pemulihan dan peningkatan kinerja keuangan perbankan. Tabel 1 Rata- Rata ROA,ROE,NIM BOPO Pada Bank Negara Indonesia dihitung periode 2019-2022 Profitabilitas ROA 2,4% ROE 14,0% NIM 28,43% BOPO 73,2% Sumber : w. 0,5% 2,9% 6,04% 93,35% 1,4% 10,4% 19,10% 81,2% 2,5% 14,9% 29,88% 68,6% Pada tabel 1 kinerja keuangan BNI tahun 2019 berada dalam kondisi stabill dengan kondisi ROA sebesar 2,4%, dan ROE 14%. NIM sebesar 28,43% dan BOPO Sebesar 73,2%, rasio-rasio ini mencerminkan profitabilitas dan efisiensi operasional yang baik. Namun pada tahun 2020 pada rasio Return on Asset (ROA) mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 0,5%. Pada rasio Return on Equity terjadi penurunan 2,6% dan NIM mengalami penurunan menjadi 6,04%. Pada Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) cenderung tinggi, menunjukan bahwa beban biaya bunga yang dianggap memberikan beban yang signifikan bagi Pada tahun 2021-2022 ROA dan ROE Mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan menunjukan bahwa terdapat pemulihan dalam kinerja keuangan. Pada rasio NIM pada tahun 2020-2022 mengalami peningkatan. Terjadi penurunan yang sanagat drastis pada BOPO, menunjukan bahwa perusahaan mampu dalam menekan biaya Dengan mengadopsi teknologi blockchain, perlu di ukur dampaknya terhadap profitabilitas perbankan. Guna menguji apakah rasio profitabilitas menunjukkan perubahan yang signifikan ataupun tidak, ketika dibandingkan antara periode sebelum dan setelah mengimplementasikan teknologi blockchain. Menurut (Media, 2. , penerapan teknologi ini diyakini mampu meningkatkan kepentingan perbankan, termasuk profitabilitas, solvabilitas, rentabilitas, serta memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi nasabah. Kinerja keuangan bank umumnya dinilai melalui aspek profitabilitas dan tingkat efisiensi operasional. Profitabilitas menggambarkan kemampuan suatu lembaga dalam memperoleh keuntungan secara optimal dari aktivitas operasional (Mardjono & Astutie, 2. Dalam 4154 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. penelitian ini, indikator yang digunakan untuk mengukur profitabilitas meliputi Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE), serta Net Interest Margin (NIM). Ketiga rasio tersebut mencerminkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola aset, modal, dan pendapatan bunga. Di sisi lain, efisiensi operasional berhubungan dengan kemampuan bank mengendalikan biaya operasional agar pendapatan yang dihasilkan semakin optimal. Efisiensi ini diukur melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), di mana nilai rasio angka yang lebih rendah mengindikasikan tingkat efisiensi yang lebih efisien. Beberapa penelitian sebelumnya telah mencoba mengkaji dampak dari implementasi teknologi blockchain terhadap kinerja keuangan perbankan. Penelitian yang dilakukan oleh (Xie et al. , 2. menunjukan bahwa penerapan teknologi blockchain berkontribusi pada peningkatan profitabilitas, dan efisiensi biaya, meskipun masih menghadapi kendala seperti biaya tinggi,regulasi dan interoperabilitas. Sejalan dengan itu, penelitian (Ju. Yang. Ma, & Hou, 2. menemukan bahwa perusahaan yang menerapkan strategi dan teknologi operasional berbasis blockchain mengalami peningkatan signifikan dalam ROA dan ROE jika dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkan blockchain. Penelitian yang dilakukan oleh (Wiwin octaviana, 2. menunjukan hasil bahwa setelah penerapan teknologi blockchain, terjadi peningkatan pada ROA dan BOPO, namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ROE, penelitian ini menyimpulkan bahwa manfaat blockchain dalam meningkatkan kinerja keuangan bank belum sepenuhnya terwujud, sehingga diperlukan waktu dan evaluasi lebih lanjut untuk melihat dampaknya secara menyeluruh. Sementara itu (Utomo. Prasaja, & Rahmawati, 2. menemukan bahwa meskipun BOPO tidak menunjukan dampak signifikan, meskipun terjadi penurunan, rasio GPM (Gross Profit Margi. ,OPM (Operating Profit Margin dan NPM (Net Profit Margi. menunjukan adanya dampak signifikan. Akan tetapi. ROA dan ROE tidak mengalami perbedaan yang mencolok karena effek blockchain belum cukup besar untuk memengaruhi profitabilitas berbasis aset & modal, ditambah dengan periode penelitian yang singkat dan biaya investasi awal yang tinggi. Penelitian (Yang. Zhang, & Feng, 2. terkait pengembangan fintech menunjukan bahwa fintech berdampak positif terhadap margin bunga bersih (NIM), di mana bank yang telah mengadopsi fintech dapat memperoleh laba yang optimal dari aset berbunga mereka. Penelitian yang dilakukan oleh (Nainggolan, 2. menunjukan hasil ROE dan BOPO memiliki perbedaan yang signifikan sesudah menerapkan blockchain dan rasio ROA dan NIM tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Terdapat temuan yang berbeda, penelitian oleh (Wahyu. Noval, & Marpaung, 2. yang berjudul Pengukuran Profitabilitas Perbankan Sebelum dan Sesudah Mengimplementasikan Teknologi 4155 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Blockchain hasilnya menunjukan bahwa ROA,ROE, dan NPM tidak ada perubahan yang signifikan setelah mengimplementasikan teknologi blockchain. Berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukan adanya perbedaan temuan terkait dampak implementasi teknologi blockchain terhadap kinerja perbankan, maka diperlukan kajian selanjutnya. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengaruh teknologi blockchain terhadap efisiensi operasional dan profitabilitas perbankan. Melaui riset ini diharapkan dapat memberikan deskripsi mengenai peran teknologi blockchain untuk mendorong kinerja bank serta dipakai sebagai landasan pertimbangan industri perbankan dalam menetapkan keputusan strategis terkait penerapan teknologi METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini diterapkan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif yang dirancang untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perbankan pada periode sebelum dibandingkan dengan sesudah implementasi teknologi blockchain. Objek penelitian adalah bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan telah mengimplementasikan teknologi blockchain. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan yang tersedia secara terbuka di laman tesmi Bursa Efek Indonesia https://w. id/id. Populasi penelitian mencakup bank BUMN yang terdaftar di BEI. Dari populasi tersebut, sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jenis time series, yaitu laporan keuangan tahunan bank yang memenuhi kriteria penelitian. Berdasarkan kriteria dan pembahasan sebelumnya, barikut ini merupakan data pelengkap mengenai waktu serta bentuk implementasi blockchain dari bank yang menjadi sampel penelitian: Keterangan Jumlah Perusahaan Perbankan BUMN Konvensional Yang Terdaftar di BEI Periode 2017 Ae 2024 . Total keseluruhan sampel selama 8 tahun Sumber : https://w. id/id data diolah tahun 2025 Periode penelitian dibagi menjadi dua, yaitu periode sebelum penerapan blockchain . 7Ae2. dan periode sesudah penerapan blockchain . 1Ae2. Metode pengujian yang digunakan adalah Paired Sample t-test apabila data memenuhi 4156 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. asumsi distribusi normal, sementara untuk data yang tidak berdistribusi normal digunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata Return on Assets (ROA) bank BUMN sebelum implementasi sebesar 2,23% kemudian setelah penerapan meningkat sebesar 0,29% menjadi 2,52%, yang menandakan adanya kenaikan profitabilitas setelah menerapkan teknologi blockchain. Nilai minimum mengalami peningkatan dari 0,92% menjadi menjadi 0,93%. Sementara itu, nilai maksimum meningkat dari 3,21% menjadi 3,76%. Hasil ini menunjukan bahwa perbankan mengalami peningkatan profitabilitas setelah penerapan blockchain, meskipun tidak merata pada seluruh bank. Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif ROA Sebelum Mengimplementasikan Rata-Rata Nama Bank Bank Negara Indonesia 2,70% Bank Rakyat Indonesia 3,69% Bank Tabungan Negara (BTN) 1,71% Bank Mandiri 2,72% Nilai Minimum 1,71% Nilai Maksimum 3,69% Rata Rata 2,71% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 2,80% 3,68% 1,34% 3,17% 1,34% 3,68% 2,75% 2,40% 3,50% 0,13% 3,03% 0,13% 3,50% 2,27% 0,50% 1,98% 0,69% 1,64% 0,50% 1,98% 1,20% 2,10% 3,21% 0,97% 2,64% 0,92% 3,21% 2,23% Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif ROA Sesudah Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 1,40% Bank Rakyat Indonesia 2,72% Bank Tabungan Negara (BTN) 0,81% Bank Mandiri 2,53% Nilai Minimum 0,81% Nilai Maksimum 2,72% Rata Rata 1,87% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 2,50% 3,76% 1,02% 3,30% 1,02% 3,76% 2,65% 2,60% 3,96% 1,07% 4,03% 1,07% 4,03% 2,92% 2,50% 3,76% 0,83% 3,59% 0,83% 3,76% 2,67% 2,25% 3,55% 0,93% 3,36% 0,93% 3,57% 2,52% Nama Bank 4157 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Rata-rata ROE bank BUMN sebelum mengimplementasikan blockchain sebesar 13,68% dan setelah penerapan meningkat sebesar 4,33% menjadi 18,01%. Nilai minimum naik dari 1,00% menjadi 12,86%, sedangkan nilai maksimum meningkat dari 20,49% menjadi 22,75%. Hasil ini menunjukan bahwa perbankan mengalami peningkatan pengembalian ekuitas setelah menerapkan blockchain, meskipun tidak merata pada seluruh bank. Tabel 3. Hasil Statistik Deskriptif ROE Sebelum Mengimplementasikan Hasil Statistik Deskriptif ROE Sesudah Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 15,60% Bank Rakyat Indonesia 20,03% Bank Tabungan Negara (BTN) 18,11% Bank Mandiri 14,53% Nilai Minimum 14,53% Nilai Maksimum 20,03% Rata Rata 17,07% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 16,10% 20,49% 14,89% 16,23% 14,89% 20,49% 16,93% 14,00% 19,41% 1,00% 15,08% 1,00% 19,41% 12,37% 2,90% 11,05% 10,02% 9,36% 2,90% 11,05% 8,33% 12,15% 17,75% 11,01% 13,80% 1,00% 20,49% 13,68% Nama Bank Tabel 4. Hasil Statistik Deskriptif ROE Sesudah Mengimplementasikan Nama Bank Bank Negara Indonesia 10,40% Bank Rakyat Indonesia 16,87% Bank Tabungan Negara (BTN) 13,64% Bank Mandiri 16,24% Nilai Minimum 10,40% Nilai Maksimum 16,87% Rata Rata 14,29% Sumber: Data diolah oleh peniliti . RataRata 16,40% 20,93% 16,42% 22,62% 16,40% 22,62% 19,09% 16,80% 22,94% 13,86% 27,31% 13,86% 27,31% 20,23% 15,80% 22,91% 10,76% 24,19% 10,76% 24,19% 18,42% 14,85% 20,91% 13,67% 22,59% 12,86% 22,75% 18,01% Rata-rata NIM bank BUMN sebelum implementasi sebesar 5,32%, kemudian menurun seberas 0,3% menjadi 5,02% setelah implementasi. Nilai minimun juga turun dari 3,87% menjadi 3,75%. Sementara itu, nilai maksimum berkurang dari 7,09% menjadi 6,75% menandakan bahwa bank dengan kinerja terbaik sekalipun menghadapi 4158 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. penurunan margin bunga. Hasil ini menunjukan bahwa secara keseluruhan perbankan mengalami penurunan NIM setelah menerapkan blockchain. Tabel 5. Hasil Statistik Deskriptif NIM Sebelum Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 5,50% Bank Rakyat Indonesia 7,93% Bank Tabungan Negara (BTN) 4,76% Bank Mandiri 5,63% Nilai Minimum 4,76% Nilai Maksimum 7,93% Rata Rat. 5,96% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 5,30% 7,45% 4,32% 5,52% 4,32% 7,45% 5,65% 4,90% 6,98% 3,32% 5,46% 3,32% 6,98% 5,17% 4,50% 6,00% 3,06% 4,48% 3,06% 6,00% 4,51% 5,05% 7,09% 3,87% 5,27% 3,87% 7,09% 5,32% Nama Bank Tabel 6. Hasil Statistik Deskriptif NIM Sesudah Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 4,70% Bank Rakyat Indonesia 6,89% Bank Tabungan Negara (BTN) 3,99% Bank Mandiri 4,73% Nilai Minimum 3,99% Nilai Maksimum 6,89% Rata Rata 5,08% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 4,80% 6,80% 4,40% 5,16% 4,40% 6,80% 5,29% 4,60% 6,84% 3,75% 5,25% 3,75% 6,84% 5,11% 4,20% 6,47% 2,86% 4,93% 2,86% 6,47% 4,62% 4,58% 6,75% 3,75% 5,02% 3,75% 6,75% 5,02% Nama Bank Rata-rata BOPO Bank BUMN sebelum implementasi sebesar 77,48%, kemudian menurun sebesar 6,12% menjadi 71,36% setelah penerapan. Penurunan ini menunjukan adanya efesiensi operasional yang lebih baik. Nilai minimum turun dari 70,77% menjadi 58,24%. Sementara itu, nilai maksimum juga turun dari 89,77% menjadi 87,52%. Hasil ini menunjukan bahwa perbankan mengalami perbaikan efesiensi operasional setelah penerapan blockchain. 4159 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Tabel. 7 Hasil Statistik Deskriptif BOPO sebelum Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 71,00% Bank Rakyat Indonesia 69,14% Bank Tabungan Negara (BTN) 82,06% Bank Mandiri 71,78% Nilai Minimum 69,14% Nilai Maksimum 82,06% Rata Rata 73,50% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 70,20% 68,48% 85,58% 66,48% 66,48% 85,58% 72,69% 73,20% 70,10% 98,12% 67,44% 67,44% 98,12% 77,22% 93,30% 81,22% 91,61% 80,03% 80,03% 93,30% 86,54% 76,93% 72,24% 89,34% 71,43% 70,77% 89,77% 77,48% Nama Bank Tabel. 8 Hasil Statistik Deskriptif BOPO sesudah Mengimplementasikan RataRata Bank Negara Indonesia 81,20% Bank Rakyat Indonesia 74,30% Bank Tabungan Negara (BTN) 89,28% Bank Mandiri 67,26% Nilai Minimum 67,26% Nilai Maksimum 89,28% Rata Rata 78,01% Sumber: Data diolah oleh peniliti . 68,60% 64,20% 86,00% 57,35% 57,35% 86,00% 69,04% 68,40% 64,35% 86,10% 51,88% 51,88% 86,10% 67,68% 70,00% 67,64% 88,70% 56,46% 56,46% 88,70% 70,70% 72,05% 67,62% 87,52% 58,24% 58,24% 87,52% 71,36% Nama Bank Hasil Analisis data Uji Normalitas Tabel 9. Hasil Uji Normalitas ROA ROA_Bni_Sebelum ROA_Bni_Sesudah ROA_Bri_Sebelum ROA_Bri_Sesudah 4160 | Volume 7 Nomor 11 2025 Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 760 4 . 701 4 . 709 4 . 751 4 . Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. ROA_Btn_Sebelum ROA_Btn_Sesudah ROA_Mandiri_Sebelum ROA_Mandiri_Sesudah Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Pada tabel 9 Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk menunjukan bahwa data ROA pada BTN dan mandiri, baik sebelum maupun sesudah penerapan blockchain, berdistribusi normal karena nilai signifikansinya di atas 0,05. Sementara itu data ROA pada BNI dan BRI, baik sebelum maupun sesudah tidak berdistribusi normal karena nilai signifikansinya di bawah 0,05. Dengan adanya data yang tidak normal, maka analisis lebih lanjut dilakukan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test agar hasil penelitian tetap valid dan sesuai dengan karakteristik data. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas ROE ROE_Bni_Sebelum ROE_Bni_Sesudah ROE_Bri_Sebelum ROE_Bri_Sesudah ROE_Btn_Sebelum ROE_Btn_Sesudah ROE_Mandiri_Sebelum ROE_Mandiri_Sesudah Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 749 4 . 752 4 . 720 4 . 829 4 . 948 4 . 960 4 . 834 4 . Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Pada tabel 10 hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukan bahwa data ROE pada BTN dan mandiri, baik sebelum maupun sesudah penerapan blockchain, serta BRI setelah penerapan, berdistribusi normal karena nilai signifikannya lebih besar dari 0,05. Sebaliknya data ROE pada BNI . ebelun dan sesuda. dan BRI sebelum penerapan tidak berdistribusi normal karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Oleh karena itu, analisis selanjutnya dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. 4161 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Tabel 11. Hasil Uji Normalitas NIM NIM_Bni_Sebelum NIM_Bni_Sesudah NIM_Bri_Sebelum NIM_Bri_Sesudah NIM_Btn_Sebelum NIM_Btn_Sesudah NIM_Mandiri_Sebelum NIM_Mandiri_Sesudah Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 963 4 . 887 4 . 969 4 . 803 4 . 912 4 . 948 4 . 752 4 . Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Pada tabel 11 hasil uji normalitas yang diukur menggunakan Shapiro-Wilk menunjukan bahwa data NIM pada BNI. BRI, dan BTN, baik sebelum dan sesudah menerapkan blockchain berdistribusi normal nilai signifikansinya lebih dari 0,05. Sementara itu NIM pada mandiri sebelum penerapan tidak berdistribusi normal nilai signifikansinya < 0,05. Tabel 12. Hasil Uji Normalitas BOPO BOPO_Bni_Sebelum Shapiro-Wilk Statistic df Sig. 728 4 . BOPO_Bni_Sesudah BOPO_Bri_Sebelum BOPO_Bri_Sesudah BOPO_Btn_Sebelum BOPO_Btn_Sesudah BOPO_Mandiri_Sebelum BOPO_Mandiri_Sesudah Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Pada tabel 12 uji normalitas yang diukur dengan Shapiro-Wilk menunjukan bahwa BOPO pada BTN dan Mandiri sebelum dan sesudah mengimplementasikan, nilai signifikansinya lebih dari 0,05 yang berarti berdistribusi normal. Sedangkan BNI, dan BRI nilai signifikansinya kurang dari 0,05. 4162 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Uji Hipotesis (Sugiyono, 2. menjelaskan bahwa hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk Jawaban ini masih bersifat sementara karena baru didasarkan pada teori, sehingga perlu diuji melalui data penelitian untuk membuktikan kebenarannya. Tabel 13. Hasil Uji T ROA ROA_Btn_Sebelum ROA_Btn_Sesudah ROA_Mandiri_Sebelum ROA_Mandiri_Sesudah Sig. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Tabel 14. Hasil Wilcoxon Signed Ranked Test ROA ROA_Bni_Sesudah ROA_Bni_Sebelum ROA_Bri_Sesudah ROA_Bri_Sebelum Asymp. Sig. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Pada tabel 14 dan tabel 13 hasil Uji t berpasangan menunjukan ROA BTN dan Mandiri memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dengan t hitung lebih kecil dari t tabel . sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga tidak ada perbedaan signifikan sebelum dan sesudah menerapkan blockchain. Uji wilcoxon pada BNI dan BRI juga memiliki nilai signifikan > 0,05. Hal ini menegaskan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada ROA keempaat bank BUMN sebelum dan sesudah menerapkan 4163 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Tabel 15. Hasil Uji T ROE ROE_Btn_Sebelum -. ROE_Btn_Sesudah ROE_Mandiri_Sebelum -2. ROE_Mandiri_Sesudah Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Sig. Tabel 16. Hasil Wilcoxon Signed Ranked Test ROE ROE_Bni_Sesudah ROE_Bni_Sebelum ROE_Bri_Sesudah ROE_Bri_Sebelum Asymp. Sig. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Berdasarkan hasil uji T berpasangan (Tabel . BTN dan Bank mandiri memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05 dengan t hitung lebih kecil dari t tabel . Sehingga H0 diterima dan H2 ditolak. Selanjutnya, hasil uji Wilcoxon menunjukan bahwa ROE pada BNI dan BRI juga lebih besar dari pada 0,05 sehingga H0 diterima dan H2 ditolak. Dengan demikian. ROE keempat bank tidak mengalami perbedaan signifikan setelah menerapkan Tabel 17. Hasil Uji T NIM NIM_Bni_Sebelum NIM_Bni_Sesudah NIM_Bri_Sebelum NIM_Bri_Sesudah 4164 | Volume 7 Nomor 11 2025 Sig. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. NIM_Btn_Sebelum . NIM_Btn_Sesudah Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Tabel 17. Hasil Wilcoxon Signed Ranked Test NIM NIM_Mandiri_Ses udah NIM_Mandiri_Seb Asymp. Sig. -taile. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Berdasarkan hasil uji T berpasangan tabel 17. NIM pada BRI. BTN dan Mandiri lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima H3 ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan yang dikur menggunakan NIM sebelum dan sesudah menerapkan Sementara itu BNI memiliki nilai signifikan 0,028 kurang dari 0,05 dengan t hitung . lebih besar dari t tabel . sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Dengan demikian hanya bank BNI yang mengalami perbedaan signifikan pada NIM. Sedangkan bank BUMN lain tidak menunjukan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah menerapkan blockchain. Tabel 18. Hasil Uji T BOPO_Btn_Sebelum . BOPO_Btn_Sesudah BOPO_Mandiri_Sebelum 3. BOPO_Mandiri_Sesudah Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Sig. Tabel 19. Hasil Wilcoxon Signed Ranked Test BOPO BOPO_Bni_S esudah BOPO_Bni_S 4165 | Volume 7 Nomor 11 2025 BOPO_Bri_S esudah BOPO_Bri_S Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Asymp. Sig. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS . Berdasarkan hasil uji t berpasangan . BOPO BTN memperoleh nilai signifikansi lebih dari 0,05, selain itu BNI dan BRI pada uji Wilcoxon juga memperoleh nilai signifikansi lebih dari 0,05, yang berarti tidak ada perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah menerapkan blockchain. Sementara itu. BOPO bank Mandiri meperoleh nilai t hitung lebih besar daripada t tabel . ,192>3,. dengan nilai signifikansinya 0,050. Hal ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada BOPO Bank Mandiri sebelum dan sesudah menerapkan blockchcain. Dengan demikian. H0 ditolak dan H4 diterima, artinya blockchain mampu menekankan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi bank. PEMBAHASAN Terdapat perbedaan ROA sebelum dan sesudah implementasi teknologi Hasil uji statistik menunjukan bahwa penerapan blockchain tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, meskipun hasil deskriptif memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata setelah penerapan teknologi blockchain. Dengan demikian, blockchain yang masih relatif baru di Indonesia kemungkinan lebih banyak berperan pada efisiensi proses dan keamanan transaksi, bukan pada peningkatan laba berbasis aset. Sejalan dengan teori agensi, blockchain seharusnya mampu menurunkan agency cost dengan cara mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan transparansi, sehingga diharapkan dapat memperkuat profitabilitas. Namun, temuan penelitian ini menunjukan bahwa manfaat tersebut belum sepenuhnya terealisasi dalam ROA. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Nainggolan, 2. serta (Wahyu et al. , 2. yang juga menemukan bahwa adopsi teknologi keuangan belum berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ROA. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi blockchain masih terbatas, sementara ROA lebih dominan dipengaruhi oleh faktor lain Seperti kondisi ekonomi, strategi manajemen aset, serta kebijakan pemerintah, sehingga dampak blockchain belum tampak kuat pada kinerja bank. 4166 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Terdapat perbedaan ROE sebelum dan sesudah implementasi teknologi Hasil uji statistik menunjukan bahwa ROE tidak mengalami perbedaan yang signifikan baik sebelum maupun sesudah menerapkan blockchain, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan blockchain tidak memiliki pengaruh nyata terhadap ROE. Walaupun hasil deskriptif memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata, perubahan tersebut belum cukup kuat untuk mempengaruhi ROE. Dalam perspektif teori agensi, sistem yang transparan seharusnya mampu menurunkan agency cost melalui pengurangan asimetri informasi, sehingga laba yang diterima pemegang saham dapat meningkat. Namun, temuan penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap ROE. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh besarnya modal yang dimiliki bank BUMN, biaya investasi teknologi yang masih tinggi, serta pengaruh kebijakan permodalan yang membuat perubahan laba bersih tidak signifikan terhadap ekuitas. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Wahyu et al. , 2. yang juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi blockchain belum berpengaruh signifikan terhadap ROE. Hasil ini menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi blockchain yang masih relatif baru diimplementasikan belum mampu mendorong peningkatan ROE secara signifikan. Terdapat perbedaan NIM sebelum dan sesudah implementasi teknologi Hasil uji statistik menunjukan bahwa NIM berpengaruh signifikan pada bank BNI, sementara pada bank BUMN lainnya tidak signifikan. Hal ini menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi blockchain dapat meningkatkan kemampuan memperoleh pendapatan bunga bersih dari aset produktif, tetapi dampaknya berbeda-beda Dalam perspektif teori agensi, inti masalah biasanya terletak pada konflik kepentingan dan asimetri informasi antara prinsipal dan agen. Pada konteks NIM, teknologi dapat berfungsi untuk memperbaiki transparansi dalam penyaluran kredit dan pengelolaan aset produktif, sehingga margin bunga bersih menjadi lebih terjaga. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Yang et al. , 2. yang juga menemukan bahwa inovasi teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi intermediasi bank sehingga berpengaruh terhadap NIM. Hal ini menguatkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat menekan biaya intermediasi dan memperbesar pendapatan bunga bersih dari aset produktif, meskipun efek tersebut belum konsisten terlihat pada seluruh bank. 4167 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Terdapat perbedaan BOPO sebelum dan sesudah implementasi teknologi Hasil analisis menunjukan bahwa secara umum penerapan blockchain belum memberikan pengaruh signifikan terhadap BOPO pada sebagaian bank BUMN. Hal ini terlihat pada BNI. BRI, dan BTN yang memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05. Namun, pada Bank Mandiri memperoleh nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . dengan nilai signifikansi 0,050. Artinya, penerapan blockchain pada Bank Mandiri mampu menekankan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, meskipun pengaruhnya masih berada pada batas kritis. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Wiwin octaviana, 2. yang juga menyatakan bahwa adopsi teknologi digital berpengaruh signifikan terhadap BOPO. Hasil tersebut memperkuat bahwa penerapan inovasi digital dapat menjadi salah satu strategi bank dalam meningkatkan efesiensi operasional. Namun, perbedaan pengaruh antarbank dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa keberhasilan menurunkan BOPO sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, tingkat integrasi teknologi dalam operasional, serta strategi masing-masing bank. KESIMPULAN DAN SARAN Dari temuan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan blockchain pada bank BUMN periode 2017Ae2024 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, khususnya pada rasio ROA, dan ROE. Hal ini menunjukkan bahwa blockchain yang masih relatif baru diimplementasikan belum mampu meningkatkan profitabilitas maupun efisiensi secara nyata. Namun, pada NIM dan BOPO terdapat hasil yang signifikan pada masing-masing satu bank, yaitu NIM pada BNI dan BOPO pada Bank Mandiri. Kondisi ini menandakan bahwa penerapan teknologi dapat berdampak positif, tetapi pengaruhnya berbeda tergantung strategi dan kondisi masingmasing bank. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa blockchain belum menjadi faktor dominan dalam menentukan kinerja keuangan perbankan, tetapi memiliki potensi kontribusi dalam jangka panjang seiring dengan semakin matangnya penerapan teknologi ini. Perbankan diharapkan terus mengevaluasi penerapan blockchain agar dampaknya terhadap profitabilitas dan efisiensi semakin optimal, sementara masyarakat perlu memahami dan meningkatkan literasi layanan digital berbasis blockchain sehingga dapat memanfaatkannya secara bijak dan aman. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah variabel yang dianalisis yang hanya berfokus pada rasio profitabilitas dan efisiensi, serta periode pengamatan yang terbatas pada 2017Ae2024. Selain itu, objek penelitian hanya mencakup bank BUMN, sehingga belum mencerminkan keseluruhan 4168 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4151 Ae 4170 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. industri perbankan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain seperti solvabilitas, likuiditas, maupun rasio pasar, memperpanjang periode pengamatan, serta melakukan perbandingan antara bank BUMN dan non-BUMN agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA