Vol. No. 2, 2024, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202424693 Daftar isi tersedia diJurnal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2502-8103 (Ceta. ISSN:2477-8524 (Elektroni. Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/jppi Penerapan model pembelajaran the power of two untuk meningkatkan minat dan hasil belajar Hasyim Hasyim*). Suci Wulandari. Edy Syahputra Universitas Negeri Medan. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Received Aug 22 , 2024 Revised Sept 27th, 2024 Accepted Oct 13th, 2024 Keywords: Cooperative learning model type The power of two Interest in learning Learning outcome This study aims to analyze the effect of the application of the power of two type cooperative learning model on learning interest and learning outcomes of class XI OTKP students at SMK PAB 2 Helvethia, as well as to determine the relationship between learning interest and student learning outcomes. The research method used was purposive sampling, with a sample of one class consisting of 32 students. Data collection was done through questionnaires and tests, which included pre-test and post-test. This research took place during one The results of the analysis showed a significant increase in learning interest, with an average learning interest score of 79. The average pre-test and post-test scores were 71. 15 and 86. 62 respectively. The results of hypothesis testing using t-test showed that the t-count for learning interest was 10. table = 1. , while for pre-test and post-test, the t-count was 5. -table = The correlation test resulted in an r-count of 0. -table = 0. , which indicates a positive and significant relationship between learning interest and learning outcomes. The conclusion of this study is that the application of the power of two type cooperative learning model has a positive and significant influence on students' interest in learning and learning outcomes. The findings provide practical implications for teachers and educational institutions in applying learning methods that can effectively improve students' interest and learning outcomes. A 2024 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Hasyim Hasyim. Universitas Negeri Medan Email: hasyimesty@unimed. Pendahuluan Pendidikan adalah usaha yang dijalankan secara terencana untuk mengembangkan perilaku individu yang Salah satu tujuan utama pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu mendukung kemajuan dan kemakmuran bangsa. Dalam proses pendidikan, peran guru sangat krusial sebagai pembimbing yang membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka, baik dari segi pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Guru diharapkan mampu mengembangkan manusia yang beriman, berakhlak, berilmu, kreatif, dan mandiri. Proses pembelajaran di sekolah perlu melibatkan siswa secara aktif agar dapat meningkatkan mutu Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan menumbuhkan minat belajar siswa. Minat yang tinggi terhadap pelajaran akan mendorong siswa untuk lebih tekun dan aktif dalam belajar, berbeda dengan siswa yang hanya menerima pelajaran secara pasif. Dengan demikian, guru perlu melakukan inovasi dalam Hasyim. , et al. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Salah satu inovasi yang bisa diterapkan adalah penggunaan model pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa secara langsung. Minat siswa terhadap pelajaran merupakan faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar. Menurut Haryati . , hasil belajar dapat mencerminkan sejauh mana pendidik berhasil melaksanakan proses Oleh karena itu, meningkatkan minat belajar siswa menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan hasil belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK PAB 2 Helvetia, pembelajaran pada mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Kehumasan dan Keprotokolan (OTKP) masih berpusat pada guru dan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Siswa menganggap pelajaran tersebut membosankan dan kurang menarik, sehingga minat mereka terhadap mata pelajaran ini rendah. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian siswa kelas XI OTKP-1, yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diterapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Salah satu model yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two. Model ini mengharuskan siswa bekerja dalam pasangan untuk saling berbagi pendapat dan membandingkan jawaban dengan pasangan lain. Model ini mendorong siswa untuk lebih aktif, berpikir kritis, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Penelitian yang dilakukan oleh Rantung, dkk . menunjukkan bahwa penerapan model The Power of Two dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 2 Langowan. Selain itu, penelitian Fransiska . di SMK Negeri 1 Medan juga menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa model The Power of Two efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two terhadap minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran OTKP di SMK PAB 2 Helvetia. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Metode Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2019/2020 di SMK PAB 2 Helvetia yang berlokasi di Jalan Veteran Pasar IV. Helvetia. Provinsi Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI OTKP-1, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 32 siswa. Teknik ini diambil dengan mempertimbangkan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, yaitu siswa yang aktif mengikuti pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Kehumasan dan Keprotokolan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas, yaitu model pembelajaran The Power of Two, serta variabel terikat berupa minat belajar dan hasil belajar siswa, yang diukur melalui angket dan tes . re-test dan post-tes. Teknik pengumpulan data meliputi observasi untuk memantau keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, dokumentasi yang mencakup pengumpulan data terkait hasil belajar dan aktivitas pembelajaran sebelumnya, angket untuk mengukur minat belajar siswa dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan, serta pre-test dan post-test untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model The Power of Two. Instrumen pengumpulan data diuji terlebih dahulu dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan tingkat keakuratan dan konsistensi yang tinggi, serta analisis indeks kesukaran soal dan daya pembeda agar soal-soal pre-test dan post-test mampu membedakan siswa yang telah menguasai materi dan yang Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu penentuan nilai rata-rata dan standar deviasi untuk mengetahui distribusi dan variabilitas hasil pre-test dan post-test, uji normalitas untuk memastikan bahwa data berdistribusi normal, uji homogenitas untuk memastikan kesamaan varians antara kelompok sebelum dan sesudah perlakuan, dan uji hipotesis menggunakan uji t untuk menguji perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, serta uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara minat belajar dan hasil belajar. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak menggunakan kelompok kontrol, sehingga sulit untuk memastikan bahwa peningkatan hasil belajar dan minat yang diamati murni disebabkan oleh penerapan model The Power of Two. Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/j-edu Penerapan model pembelajaran the power of twoA Hasil dan Pembahasan Hasil Sebelum penelitian dilakukan, penyusunan angket dilaksanakan dengan mengacu pada indikator minat belajar, yaitu rasa tertarik, perasaan senang, bersemangat untuk belajar, dan kegiatan dalam pembelajaran. Angket tersebut kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan 32 orang responden di luar sampel yang Suatu instrumen dinyatakan valid jika rhitung>rtabelr_hitung > r_tabelrhitung>rtabel. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 19 dari 20 pertanyaan dinyatakan valid, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,819, yang masuk dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Selanjutnya, uji validitas dan reliabilitas tes juga dilakukan di luar sampel untuk mengukur karakteristik hasil belajar siswa, di mana diperoleh 17 pertanyaan valid dari 20 pertanyaan yang diajukan, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,813, juga dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Uji Indeks Kesukaran Soal Berdasarkan Menurut asumsi Galton (Suherman, 2003:. , hasil evaluasi dari perangkat tes yang baik seharusnya menghasilkan skor yang membentuk distribusi normal. Hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS versi 21 menunjukkan hasil yang dirangkum dalam Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Interpretasi Tingkat Kesukran Sukar Sedang Mudah Total Uji Pembeda Soal Yudhanegara dan Lestari . menyatakan bahwa daya pembeda dari suatu butir soal mencerminkan kemampuan soal tersebut membedakan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dari yang rendah. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS versi 21, hasil uji pembeda soal disajikan dalam Tabel 2: Tabel 2 Interpretasi Daya Pembeda Buruk Sedang Baik Baik Sekali Total Minat Belajar Sebelum Perlakuan Data yang diperoleh dari 32 siswa menunjukkan skor tertinggi 77 dan terendah 45, dengan rata-rata skor sebesar 59,88, standar deviasi 8,32, dan varians 69,33. Tabel 3 Frekuensi Presentase (%) Hasil Belajar Sebelum Perlakuan Analisis distribusi frekuensi hasil belajar siswa berdasarkan data menunjukkan skor tertinggi 88 dan terendah 53, dengan rata-rata skor 71,16, standar deviasi 10,83, dan varians 117,29. Tabel 4 Kelas Interval 83 Ae 88 76 Ae 82 70 Ae 75 63 Ae 69 O 62 Jumlah Frekuensi Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/j-edu Presentase 18,7 % 21,9 % 15,6 % 21,9 % Kategori Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Hasyim. , et al. Vol. No. 2, 2024, pp. Uji Normalitas Minat Belajar Uji normalitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Data yang terdistribusi normal dapat dilihat dalam diagram P-plot dimana jika titik-titik menyebar di sekitar garis penyebarannya mengikuti arah satu garis diagonal maka data tersebut dikatakan normal. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov dengan bantuan SPSS versi 21 Tabel 5 Kolmogorov-Smirnova Statistic ,104 Sig. ,200* Dari data tersebut, diperoleh nilai normalitas sebelum perlakuan sebesar 0,104 dengan signifikan 0,200. Karena signifikan lebih besar dari 0,05 maka data sebelum perlakuan berdistribusi normal. Uji Normalitas Hasil Belajar Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data terdistribusi normal atau tidak. Data yang terdistribusi normal dapat dilihat dalam diagram P-plot, dimana jika titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah satu garis diagonal maka data tersebut dikatakan terdistribusi normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov dengan bantuan SPSS versi 21. Tabel 6 Kolmogorov-Smirnova Statistic ,140 Sig. ,114 Dari data tersebut, diperoleh nilai normalitas hasil belajar sebelum perlakuan sebesar 0,140 dengan signifikan 0,114. Karena signifikan lebih besar dari 0,05 maka data hasil belajar sebelum perlakuan berdistribusi normal. Uji Homogenitas Minat Belajar Uji kesamaan variasi dilakukan dengan Test of Homogeneity Of Variances SPSS 21. Hasil disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 7 Levene Statistic 2,136 Sig. ,149 Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa signifikan uji homogenitas sebesar 0149. Hal ini menunjukkan data tersebut homogeny karena nilai sig 0,149 >0,05. Karena Fhitung < Ftabel maka terima H0, dapat disimpulkan bahwa kelas sampel memiliki variansi yang homogen. Uji Homogenitas Hasil Belajar Uji kesamaan variasi dilakukan dengan Test of Homogeneity Of Variances SPSS 21. Hasil disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 8. Uji Homogenitas Hasil Belajar Siswa> Levene Statistic 1,868 Sig. ,117 Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat bahwa signifikan uji homogenitas sebesar 0,117. Hal ini menunjukkan data tersebut homogeny karena nilai sig 0,117 >0,05. Karena Fhitung < Ftabel maka terima H0, dapat disimpulkan bahwa kelas sampel memiliki variansi yang homogen. Minat Belajar Sesudah Perlakuan Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa skor minat belajar siswa sesudah perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two mendapatkan skor terendah sebesar 70 dan skor tertinggi sebanyak Rata-rata skor sebesar 79,84, standar deviasi sebesar 6,54 dan varians sebesar 42,78. Karena nilai rata-rata angket minat belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two adalah 79,84 maka siswa Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/j-edu Penerapan model pembelajaran the power of twoA yang memiliki skor lebih besar dari 79,84 dikategorikan memiliki minat belajar yang tinggi tetapi sebaliknya jika siswa yang memiliki skor lebih kecil dari 79,84 maka dikategorikan memiliki minat belajar yang rendah. Berdasarkan perhitungan tersebut, distribusi frekuensi angket minat belajar setelah perlakuan dapat dilihat pada tabel 4. 13 yaitu sebagai berikut : Tabel 9 Kelas Interval Frekuensi 88Ae 90 85 Ae 87 82 Ae 84 O 81 Jumlah Presentase 21,9 % 6,2 % 6,2 % 65,7 % Berdasarkan tabel 4. 13 terlihat bahwa minat belajar siswa sesudah perlakuan pada interval O 81 adalah frekuensi tertinggi yakni sebesar 21 siswa . ,7%). Hal ini berarti bahwa nilai minat belajar siswa sesudah perlakuan didominasi pada interval O 81. Hasil Belajar Sesudah Perlakuan Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa skor hasil belajar siswa sesudah perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two mendapatkan skor terendah sebesar 71 dan skor tertinggi sebanyak 100. Rata-rata skor sebesar 86,63, standar deviasi sebesar 11,68 dan varians sebesar 136,56. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa . ost tes. yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two terdapat 68,75% atau sebanyak 22 orang yang lulus KKM sedangkan terdapat 31,25% atau sebanyak 10 orang yang tidak lulus KKM. Tabel 10 Kelas Interval 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 76 Ae 80 O 75 Jumlah Frekuensi Presentase Kategori Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Uji-T Setelah uji normalitas dan homogenitas, hipotesis diuji menggunakan uji-t yang menunjukkan hasil signifikan. Uji-t untuk minat belajar disajikan dalam Tabel 9: Tabel 11 Unstandardized Coefficients Std. Error 39,906 2,960 19,969 1,872 Standardized Coefficients Beta 13,484 10,668 ,805 Sig. ,000 ,000 Berdasarkan pengolahan data dengan program SPSS versi 21, pada tabel 4. 16 diatas maka dapat dideskripsikan bahwa variabel model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two diperoleh nilai thitung = 10,668. Dengan ttabel = 1,697 pada taraf signifikan 0,05. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 10,668 > 1,697 serta nilai sig < 0,05 = 0,00 < 0,05 maka H o tidak dapat diterima dan Ha diterima sehingga artinya ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two terhadap Minat Belajar siswa. Tabel 12 Unstandardized Coefficients Std. Error 55,688 4,453 15,469 2,817 Standardized Coefficients Beta ,572 Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/j-edu Sig. 12,504 5,492 ,000 ,000 Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Hasyim. , et al. Vol. No. 2, 2024, pp. Berdasarkan pengolahan data dengan program SPSS versi 21, pada tabel 4. 17 diatas maka dapat dideskripsikan bahwa variabel model pembelajaran kooperatif tipe the power of two diperoleh nilai thitung = 5,492. Dengan ttabel = 1,697 pada taraf signifikan 0,05. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung > ttabel yaitu 5,492 > 1,697 serta nilai sig < 0,05 = 0,00 < 0,05 maka H o tidak dapat diterima dan Ha diterima sehingga artinya ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel model pembelajaran kooperatif tipe the power of two terhadap hasil belajar siswa. Uji Korelasi Analisis korelasi ini digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu ada tidaknya hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar menggunakan rumus Product Moment. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Kriteria pengujian jika r hitung > rtabel maka Ho tidak dapat diterima dan Ha diterima yang berarti koefisien korelasi yang diuji adalah signifikan. Tabel 13 Minat belajar Hasil belajar Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Minat belajar Hasil belajar ,620** ,000 ,620** ,000 Berdasarkan table 4. 18 diperoleh rhitung = 0,620 sedangkan rtabel pada = 0,05 . adalah sebesar 0,349. Karena rhitung> rtabel maka Ho ditolak yang artinya Ha diterima, berarti ada korelasi yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar. Pembahasan Pembahasan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa. Model ini mengedepankan kerja sama antar siswa, di mana mereka berdiskusi dan memecahkan masalah secara berpasangan. Hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Dengan berkolaborasi, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi juga aktif berpartisipasi dalam proses Keterlibatan ini menciptakan rasa tanggung jawab, di mana siswa merasa lebih terikat dengan hasil pembelajaran kelompok. Selain itu, pengalaman positif yang mereka peroleh melalui kegiatan interaktif dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa untuk belajar, mengurangi kebosanan, dan mendorong mereka untuk lebih serius dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model The Power of Two berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran kooperatif cenderung memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan, yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, model ini memberikan variasi dalam metode pembelajaran yang membuat siswa lebih terlibat. Peningkatan minat belajar ini berkontribusi pada hasil belajar yang lebih baik. Diskusi dan kolaborasi antar siswa memungkinkan mereka untuk menginternalisasi konsep dengan lebih mendalam dan saling mengajarkan satu sama lain. Proses ini tidak hanya memperkuat pemahaman mereka tetapi juga memberikan umpan balik yang segera, membantu siswa memperbaiki kesalahan sebelum evaluasi formal dilakukan. Dari sisi teori, penelitian ini sejalan dengan teori belajar sosial Albert Bandura, yang menunjukkan bahwa individu belajar melalui pengamatan dan interaksi dengan orang lain. Dalam konteks ini, siswa yang berkolaborasi dapat belajar dari strategi yang digunakan teman sekelas mereka. Selain itu, teori motivasi dari Deci dan Ryan menekankan pentingnya motivasi intrinsik dalam pembelajaran, yang dapat ditingkatkan melalui pengalaman belajar yang menarik. Kesimpulannya, model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two tidak hanya berhasil meningkatkan minat dan hasil belajar siswa tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial dan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pelajaran. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik mempertimbangkan penerapan model pembelajaran kooperatif dalam kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Beranda jurnal:https://jurnal. org/index. php/j-edu Penerapan model pembelajaran the power of twoA Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Kehumasan dan Keprotokolan di Kelas XI SMK PAB 2 Helvetia T. 2019/2020. Uji t menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan nilai signifikansi p < 0,05, sehingga hipotesis mengenai pengaruh positif model ini terhadap minat dan hasil belajar diterima. Selain itu, terdapat korelasi positif antara minat belajar dan hasil belajar dengan nilai rhitung sebesar 0,620, yang lebih besar dari rtabel. Namun, penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor eksternal seperti konteks sosial dan budaya yang mungkin mempengaruhi hasil Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berperan serta rekomendasi praktis bagi penerapan yang lebih luas. Referensi