Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint yang Kreatif dan Inovatif bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Alifiulahtin Utaminingsih1. Qurnia Indah Permata Sari2* Program Studi S3 Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya *qurniaindahpermatasari@ub. Abstrak Pelatihan membatik dengan teknik ecoprint bagi ibu-ibu PKK di Desa Sekarpuro. Kecamatan Pakis. Kabupaten Malang, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan para peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu menciptakan produk yang memiliki nilai jual dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan potensi peserta, identifikasi faktor pendukung pelatihan, dan implementasi teknik ecoprint. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu menguasai teknik dasar ecoprint, tetapi juga menunjukkan peningkatan semangat berwirausaha. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kata kunci: Perempuan. Wirausaha. Kreatif. Inovatif. Batik Ecoprint. Pelatihan Dikirim: 09 Juni 2024 Direvisi: 27 April 2025 Diterima: 27 April 2025 PENDAHULUAN Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu strategi penting untuk mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di Indonesia, kelompok ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. memiliki peran signifikan dalam berbagai program pemberdayaan di tingkat desa. Salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan adalah teknik membatik dengan metode ecoprint. Teknik ecoprint menggunakan pewarna alami dari dedaunan, bunga, dan bahan organik lainnya untuk menciptakaasn motif pada kain. Teknik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga relatif mudah dipelajari dan diterapkan. Oleh karena itu, teknik ini sangat cocok untuk program pelatihan bagi ibu-ibu PKK yang umumnya memiliki akses terbatas terhadap bahan-bahan kimia dan teknologi Urgensi pelatihan ecoprint bagi ibu-ibu PKK di Desa Sekarpuro. Kecamatan Pakis. Kabupaten Malang, didasarkan pada beberapa faktor penting. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5,32% . id, 2. Pelatihan kewirausahaan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan serta daya saing pelaku UMKM. Meskipun memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, ibuibu PKK di Desa Sekarpuro masih menghadapi beberapa tantangan khas. Sebagian besar dari mereka belum memiliki keterampilan produksi kerajinan yang memadai, keterbatasan akses terhadap pelatihan inovatif, serta minimnya wawasan tentang Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. 11 | Utaminingsih & Sari strategi pemasaran produk lokal. Selain itu, pemanfaatan waktu luang belum sepenuhnya diarahkan pada aktivitas produktif yang bernilai ekonomis. Kondisi ini menjadi dasar penting bagi pelaksanaan pelatihan membatik teknik ecoprint, yang tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal. Adanya Program pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan teknis tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan . com, 2. Tujuan pelatihan ecoprint ini adalah meningkatkan pendapatan serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang Pelatihan batik ecoprint ini disambut dengan tangan terbuka oleh IbuIbu PKK Desa Sekarpuro, karena didukung oleh bahan yang mudah didapatkan dan bermanfaat menjadi barang kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tinggi. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam mentransfer sumber daya ekonomi dari daerah dengan produktivitas rendah ke daerah dengan produktivitas tinggi, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi . Acs et al. , 2. Dalam konteks ini, pelatihan keterampilan diakui dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan (Reisman et al. , 2. Selain itu, teknik ecoprint dikenal sebagai metode yang lebih sederhana dan ramah lingkungan dibandingkan dengan teknik batik tradisional (Acemolu & Pischke, 2. Peningkatan keterampilan melalui pelatihan ecoprint dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi individu dan keluarga (Reisman et al. , 2. Pengembangan keterampilan juga dapat membantu mengalihkan sumber daya ekonomi ke sektor yang lebih produktif, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan . Acs et al. , 2. Oleh karena itu, berinvestasi dalam pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan perekonomian, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Teknik ramah lingkungan seperti ecoprint juga dapat memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dalam proses produksi, mendukung upaya pelestarian lingkungan (Acemolu & Pischke, 2. Berdasarkan situasi tersebut, tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan jiwa wirausaha berupa keterampilan hidup bagi ibu-ibu PKK Desa Sekarpuro. Sawojajar. Kabupaten Malang berbasis ekonomi kreatif dan inovatif melalui pelatihan batik ecoprint. METODE PELAKSANAAN Pelatihan membatik dengan teknik ecoprint dilaksanakan di Masjid Raya AlMustaqim. Sawojajar. Malang, dan melibatkan 40 ibu-ibu PKK dari Desa Sekarpuro. Sawojajar. Kabupaten Malang. Para peserta yang berusia produktif ini dipilih karena memiliki potensi untuk mengikuti pelatihan tersebut. Pelaksanaan pelatihan ini mencakup tiga tahapan utama: Pertama, pemetaan potensi untuk mengidentifikasi peserta yang sesuai. Kedua, identifikasi faktor pendukung seperti ketersediaan bahan baku dan fasilitas. Ketiga, pelatihan teknik ecoprint yang Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 12 dilakukan dengan demonstrasi dan percontohan. Keempat, praktik pembuatan ecoprint. Kelima. Evaluasi hasil pelatihan. Pelatihan ini berlangsung selama satu hari, dari pukul 09. 00 hingga 15. dengan alat dan bahan yang digunakan meliputi kain mori, daun dan bunga segar, alat pemukul, plastik sebagai alas dan penutup, serta ember untuk pencelupan. Pendampingan dilakukan oleh fasilitator yang berpengalaman dilakukan untuk memastikan peserta memahami dan mengaplikasikan teknik ecoprint dengan baik. Evaluasi hasil pelatihan juga dilakukan untuk menilai peningkatan keterampilan Dengan metode ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menguasai teknik ecoprint dan menghasilkan produk batik bernilai jual tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Guna mendukung efektivitas kegiatan, pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan sistematis dan berkesinambungan. Setiap tahapan dirancang agar peserta memperoleh pemahaman teoretis dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menghasilkan produk batik ecoprint berkualitas. Secara umum, alur pelaksanaan pelatihan ecoprint dapat digambarkan dalam bagan berikut: Pemetaan Potensi Identifikasi Pelatihan Teknik Ekoprint Evaluasi hasil Praktik Pembuatan Ecoprint Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pelatihan Ecoprint HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pelatihan ecoprint yang diadakan untuk ibu-ibu PKK di Desa Sekarpuro. Kabupaten Malang, digunakan dua teknik utama: teknik pounding . dan teknik steam . Teknik pounding . digunakan untuk melakukan pewarnaan ecoprint. Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kesadaran lingkungan kepada para Pelatihan dan Demonstrasi Pelatihan pembuatan ecoprint bagi ibu-ibu PKK Desa Sekarpuro. Sawojajar. Kabupaten Malang, dimulai dengan memberikan pengetahuan dasar mengenai teknik ecoprint. Pembekalan ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua peserta memahami langkah-langkah yang akan mereka lakukan dan mampu mempersiapkan bahan serta peralatan yang diperlukan dengan benar. Para peserta diberikan pembekalan pengetahuan dasar yang mencakup . Pengenalan Ecoprint: Penjelasan mengenai apa itu ecoprint, sejarah ecoprint, dan mengapa teknik ini 13 | Utaminingsih & Sari dianggap ramah lingkungan. Peserta diajak untuk memahami pentingnya penggunaan bahan-bahan alami dan bagaimana teknik ecoprint dapat membantu melestarikan lingkungan. Bahan dan Alat yang Dibutuhkan: Identifikasi dan penjelasan mengenai bahan dan alat yang akan digunakan, seperti kain mori . % katu. , daun dan bunga segar, alat pemukul atau palu karet, plastik sebagai alas dan penutup, serta tawas untuk proses fiksasi. Proses Pembuatan Ecoprint: Penjelasan langkah demi langkah mengenai proses pembuatan ecoprint, dari persiapan bahan hingga tahap penyelesaian. Gambar 1. Sosialisasi Proses Pembuatan Ecoprint (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 1 di atas dapat dilihat para peserta sedang mengikuti sosialisasi proses pembuatan ecoprint. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai teknik ecoprint, sejarahnya, dan manfaatnya bagi Peserta diajak untuk memahami pentingnya penggunaan bahan-bahan alami dalam proses pembuatan batik ecoprint. Mereka diberikan penjelasan mengenai berbagai jenis bahan yang dapat digunakan, seperti daun dan bunga segar, serta cara mempersiapkan kain agar siap untuk diwarnai. Alat dan Bahan dalam Pembuatan Ecoprint dengan Teknik Pounding Bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan ecoprint adalah: kain mori yang terdiri dari 100% katun, cuka, daun dan bunga segar, gunting serta alat pemukul atau palu karet khusus membatik dengan menggunakan teknik Selain itu, diperlukan juga 2 lembar plastik yang berfungsi sebagai alas kain dan penutup selama proses memberikan motifnya, serta tawas yang dicampur dengan air untuk mengunci kain yang sudah dipukul, serta ember untuk menampung air tawas sebagai pembilas kain yang sudah di steam . Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 14 Gambar 2. Palu Karet dan Gunting (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 2 di atas, terlihat alat-alat yang digunakan dalam proses ecoprint, yaitu palu karet dan gunting. Alat-alat ini digunakan untuk mengekstrak pigmen warna dari daun dan bunga serta untuk mempersiapkan kain. Penggunaan alat yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil ecoprint yang optimal. Peserta diajarkan cara menggunakan palu karet untuk memukul daun dan bunga dengan teknik yang benar, sehingga warna alami dapat melekat dengan baik pada kain. Proses Pelatihan Pembuatan Ecoprint Treatment pada Kain Mori Perandaman Kain dengan TRO atau Detergenmest Tahap pertama dalam proses pelatihan ini adalah merendam kain yang akan digunakan untuk membuat ecoprint dengan TRO atau detergen. Proses ini bertujuan untuk membuang kanji pada kain . sehingga kain siap untuk menerima Setelah direndam dan dibersihkan, kain kemudian dibilas hingga Gambar 3. Perendaman Kain dengan Detergen (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 3 di atas dapat dilihat proses perendaman kain dengan detergen. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa kain benar-benar bersih dari segala jenis kotoran dan kanji yang bisa menghalangi penyerapan pewarna alami dari daun dan bunga. Dengan kain yang bersih, hasil ecoprint akan lebih maksimal karena warna dapat terserap dengan baik. 15 | Utaminingsih & Sari Proses Mordan (Merendam Kain dengan Tawa. Langkah selanjutnya adalah merendam kain dengan tawas, yang bertujuan untuk membuka pori-pori kain sehingga pewarna alami dapat meresap dengan baik. Proses mordan ini juga membantu mengunci warna pada kain agar lebih tahan lama. Gambar 4. Perendaman Kain dengan Air Tawas (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 4 di atas dapat dilihat proses perendaman kain dengan air tawas. Proses ini penting karena tawas berfungsi sebagai mordan yang membantu pewarna alami dari daun dan bunga menempel dengan lebih baik pada serat kain. Dengan pori-pori kain yang terbuka, pewarna alami dapat meresap dengan lebih efektif, sehingga menghasilkan motif yang lebih jelas dan tahan lama. Treatment pada Daun dan Bunga Tahap Pembuatan Motif Setelah proses treatment pada kain, daun dan bunga yang telah diolah ditata di atas kain yang sudah disiapkan dengan menggunakan plastik sebagai alas. Penataan dilakukan sesuai pola yang diinginkan untuk mendapatkan motif yang estetik. Gambar 5. Penataan Daun dan Bunga Sebagai Motif di Kain Mori (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 5 di atas, peserta menata daun dan bunga di atas kain mori sesuai dengan pola yang diinginkan. Penataan ini dilakukan dengan hati-hati agar motif yang dihasilkan estetis dan menarik. Proses ini mengajarkan peserta mengenai pentingnya kreativitas dan ketelitian dalam membuat motif ecoprint. Proses Pounding (Memuku. Proses pounding dilakukan dengan memukul-mukul daun dan bunga yang telah ditata di atas kain dengan hati-hati. Penggunaan alat pemukul atau palu karet membantu mengeluarkan pigmen warna dari daun dan bunga sehingga motifnya dapat melekat dengan baik pada kain. Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 16 Gambar 6. Pounding (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 6 di atas, peserta sedang melakukan proses pounding, yaitu memukul daun dan bunga yang telah ditata di atas kain dengan alat pemukul. Proses ini bertujuan untuk mengeluarkan pigmen warna dari daun dan bunga agar motifnya dapat melekat pada kain. Teknik memukul ini memerlukan kehati-hatian dan keterampilan agar hasil yang diperoleh maksimal. Tahap Penguncian dan Penyempurnaan Warna Pengukusan Kain Setelah semua pigmen daun dan bunga keluar sempurna sesuai dengan motif yang diinginkan, kain kemudian dilipat dan digulung kecil tanpa melepas daun dan Kain tersebut kemudian diikat dengan kuat dan dikukus dalam panci selama kurang lebih 120 menit . Gambar 7. Kukus Kain (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 7 di atas, kain yang telah dipukul kemudian dikukus untuk mengunci warna. Proses pengukusan ini dilakukan selama kurang lebih 120 menit untuk memastikan warna melekat dengan baik pada kain. Pengukusan adalah langkah penting dalam proses ecoprint karena membantu mempertahankan warna dan motif yang telah dibuat. 17 | Utaminingsih & Sari Perendaman dengan Tawas Setelah pengukusan selama 2 jam, kain ditiriskan dan diangin-anginkan hingga Tahap terakhir adalah proses fiksasi, yaitu merendam kain dengan tawas yang sudah dicampur dengan air panas selama sekitar 15 menit. Proses ini bertujuan untuk mengunci pigmen warna daun pada kain. Gambar 8. Perendaman dengan Tawas (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 8 di atas dapat dilihat proses perendaman kain dengan tawas setelah pengukusan. Proses ini memastikan bahwa warna dari daun dan bunga benar-benar terkunci pada serat kain, sehingga motif yang dihasilkan akan lebih tahan lama dan tidak mudah luntur. Pencucian dan Penjemuran Setelah fiksasi, kain dicuci dengan air bersih dan dijemur di tempat yang teduh untuk memunculkan motif kain batik ecoprint dengan sempurna. Kain yang telah dijemur dan kering dapat digunakan dan diubah bentuknya menjadi berbagai produk seperti baju, sajadah, atau produk lain sesuai dengan harapan peserta Gambar 9. Penjemuran Kain Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 18 (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 9 di atas, kain yang telah melalui proses pengukusan dan fiksasi dengan tawas dijemur. Penjemuran ini bertujuan untuk mengeringkan kain sekaligus memunculkan motif ecoprint secara sempurna. Kain yang telah kering dapat digunakan untuk berbagai produk seperti baju, tas, dan aksesoris lainnya sesuai dengan kreativitas peserta pelatihan. Gambar 10. Olahan kain hasil ecoprint (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 10 di atas, terlihat berbagai produk yang dihasilkan dari kain Produk-produk ini mencerminkan hasil kreativitas dan keterampilan peserta pelatihan. Dengan teknik ecoprint, peserta mampu menciptakan produk yang unik dan memiliki nilai jual tinggi, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan untuk menilai kemampuan peserta dalam menerapkan teknik yang diajarkan dan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Evaluasi dilakukan H 7 setelah kegiatan pelatihan membatik dengan menggunakan wawancara kepada peserta kegiatan yang mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dan mengaplikasikan teknik ecoprint dengan baik, menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Peserta juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan motivasi untuk terus berinovasi dalam pembuatan batik ecoprint. Metodologi Evaluasi Evaluasi pelatihan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi langsung dan wawancara dengan peserta. Observasi langsung dilakukan agar fasilitator untuk melihat bagaimana peserta mengaplikasikan teknik yang diajarkan dalam proses pembuatan ecoprint. Wawancara dilakukan dengan peserta dilakukan 19 | Utaminingsih & Sari untuk mendapatkan umpan balik tentang pengalaman mereka selama pelatihan, termasuk kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya. Hasil Evaluasi Peningkatan Keterampilan dan Kepercayaan Diri Salah satu hasil utama dari pelatihan ini adalah peningkatan keterampilan teknis peserta dalam membuat batik ecoprint. Sebelumnya, banyak peserta yang belum pernah terlibat dalam proses pembuatan batik, terutama dengan teknik ecoprint. Namun, melalui pelatihan ini, mereka berhasil mempelajari dan menguasai teknik tersebut dengan baik. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Rini, salah satu peserta "Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Awalnya saya ragu apakah bisa saya membatik dengan teknik ecoprint, tetapi dengan bimbingan yang diberikan, saya sekarang bisa membuat batik ecoprint. " Begitupula kata Ibu Elok "Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir bahwa saya bisa membuat sesuatu yang unik dan bernilai jual. Sekarang, saya merasa lebih percaya diri agar dalam membuat karya sederhanaAy. Berdasarkan kedua narasumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebelum pelatihan terdapat banyakpeserta yang awalnya merasa kurang percaya diri dengan kemampuan mereka, terutama dalam hal kreativitas dan inovasi. Namun, melalui proses pelatihan yang intensif dan dukungan dari fasilitator, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri mereka. Dampak Ekonomi dan Sosial Pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas. Dengan menguasai keterampilan ecoprint, peserta dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan produk ecoprint. Selain itu, kegiatan ini juga membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Dengan menjual produk ecoprint, saya berharap dapat menghasilkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Ibu Sulis, peserta Dampak sosial dari pelatihan ini juga signifikan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar keterampilan teknis tetapi juga membangun jaringan sosial yang Mereka belajar untuk bekerja sama, berbagi pengalaman, dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha mereka. "Pelatihan ini bisa dikatakan silahturahmi, biasanya kami jarang ketemu besar seperti ini, ini kan gabungan dari PKK lebih dari satu RT yaa makanya ini juga bisa jadi ajang silahturahmi antar kami" kata Ibu Tutik, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan . Publikasi Kegiatan Publikasi kegiatan dilakukan di berita harianpijar dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang pelaksanaan pelatihan membatik dengan teknik ecoprint bagi Ibu-ibu PKK di Desa Sekarpuro. Kecamatan Pakis. Kabupaten Malang. Selain itu, publikasi ini juga bertujuan untuk menginspirasi komunitas lain untuk mengadopsi metode kreatif dan kreatif serta ramah lingkungan dalam Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 20 membatik, memperkenalkan hasil karya para peserta pelatihan, dan meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya lokal. Gambar 11. Publikasi Berita (Sumber: Penulis, 2. Pada gambar 11 dapat dilihat penyebarluasan kegiatan melalui berita harian Harapan Penulis dengan tersebarnya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tertarik untuk mendukung dan mengembangkan keterampilan membatik secara berkelanjutan di berbagai daerah. Berita terkait pengabdian secara lengkap https://w. com/read/2024/05/20/46014/pelatihan-membatik-teknikecoprint-bagi-ibu-ibu-pkk-di-desa-sekarpuro-sawojajar-kabupaten-malang. Analisis Kritis Ecoprint hadir sebagai solusi berkelanjutan untuk melestarikan warisan budaya batik dengan memadukan teknik tradisional dengan pendekatan modern yang ramah lingkungan. Teknik ini memanfaatkan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan, sehingga menawarkan kelestarian ekologi dan nilai ekonomi yang signifikan (Artini et al. , 2. Pemanfaatan ecoprint dalam pencetakan dan pewarnaan kain mulai populer di kalangan pengusaha fashion dan pengrajin tekstil karena sifatnya yang ramah lingkungan dan penggunaan pewarna alami dari daun (Rahmawati, 2. Selain itu, program pelatihan batik ecoprint telah berperan penting dalam mendukung bisnis ekowisata, menyediakan metode produksi tekstil batik yang murah dan ramah lingkungan (Azizah et al. , 2. Integrasi teknik ecoprint dan batik ke dalam karya seni tekstil telah disorot sebagai sarana untuk menciptakan karya yang inovatif dan kreatif, yang selanjutnya mendorong pelestarian warisan budaya melalui ekspresi artistik (Miswaty et al. , 2. Selain itu, penerapan ecoprint pada batik telah diakui sebagai pendekatan kontemporer terhadap produksi batik tradisional, yang mencerminkan perpaduan warisan dan inovasi dalam industri tekstil (Resihono et al. , 2. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan seperti ecoprint dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Dengan mengacu pada penelitian Carree dan Thurik . yang menyatakan bahwa kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, serta Yuniati dan Yuwanto . yang menekankan manfaat ekonomi dari pelatihan ecoprint, hasil pelatihan ini sejalan dengan literatur terkini yang relevan. Teknik ecoprint yang lebih sederhana dan ramah lingkungan dibandingkan dengan teknik membatik tradisional memberikan alternatif yang berkelanjutan dan inovatif dalam produksi kerajinan tangan. Seperti apa yang 21 | Utaminingsih & Sari dikatakan oleh Maziyah dan Alamsyah . menekankan bahwa teknik ecoprint ramah lingkungan dan mudah dipelajari membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk program pemberdayaan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari industri tekstil tradisional, konsumen semakin mencari produk yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga etis dan berkelanjutan. Penggunaan teknik ecoprint dalam pelatihan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan tersebut tetapi juga memberikan keunikan tersendiri pada produk yang dihasilkan. SIMPULAN Kegiatan pelatihan membatik dengan teknik ecoprint bagi ibu-ibu PKK Desa Sekarpuro. Kecamatan Pakis. Kabupaten Malang, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan para peserta. Melalui pelatihan ini, para ibuibu diberikan kesempatan untuk mengembangkan life skill yang bernilai ekonomis, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Teknik ecoprint yang sederhana dan aplikatif memungkinkan peserta untuk segera menerapkannya dalam usaha kecil berbasis kerajinan tangan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menguasai teknik yang diajarkan, serta menunjukkan peningkatan motivasi untuk berwirausaha secara mandiri. Pelatihan ini dimulai dengan memberikan pengetahuan dasar mengenai teknik ecoprint, sejarahnya, dan pentingnya penggunaan bahan alami. Peserta diajarkan cara mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan, seperti kain mori yang direndam dalam TRO atau detergen untuk menghilangkan kanji, lalu direndam dalam larutan tawas untuk membuka pori-pori kain. Daun dan bunga segar juga direndam dalam larutan cuka untuk memunculkan pigmen warnanya. Selanjutnya, peserta memulai proses pembuatan motif dengan menata daun dan bunga di atas kain, kemudian memukulnya menggunakan alat pemukul untuk mentransfer warna ke kain. Kain kemudian dikukus untuk mengunci warna, direndam dalam larutan tawas, dicuci, dan dijemur untuk menghasilkan motif ecoprint yang sempurna. Selama pelatihan, peserta diajarkan cara mengevaluasi hasil karya mereka berdasarkan beberapa kriteria seperti keindahan motif, ketahanan warna, dan kreativitas dalam desain. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang strategi pemasaran produk, termasuk penggunaan media sosial untuk mempromosikan hasil karya mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri Mereka mampu menghasilkan produk batik ecoprint yang memiliki nilai Pelatihan ini juga membangun jaringan sosial di antara peserta, memungkinkan mereka untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam mengembangkan usaha mereka. Selain berdampak pada pemberdayaan perempuan di tingkat desa, model pelatihan ini juga memiliki potensi tinggi untuk direplikasi di komunitas lain, khususnya di daerah yang memiliki ketersediaan bahan alami melimpah dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, pelatihan ecoprint ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga sosial, membantu membangun komunitas yang lebih kuat dan berdaya. Teknik ecoprint yang ramah lingkungan juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, menjadikannya pilihan yang berkelanjutan untuk pengembangan usaha di masa depan. Pelatihan Membatik Teknik Ecoprint . | 22 DAFTAR PUSTAKA