Jurnal E-Bis:Ekonomi Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Hardiness. Proactive Personality. Dan Social Support Terhadap Adaptability Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Unimaju Desi Ratnasari1*. Muhammad Aqil2. Agus Halim3. Nur Wahyunianti Dahri4 Manajemen. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Indonesia *Email:desiratnasari2731@gmail. com*1,muh_aqil@unimaju. agushalim1510@gmail. com3, nurwd@unimaju. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-05-09 Diperbaiki : 2025-05-12 Disetujui : 2025-05-16 ABSTRAK Era globalisasi ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi yang menimbulkan berbagai tantangan baru serta mendorong perubahan cepat dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, individu dituntut untuk mampu beradaptasi. Penelitian ini secara tujaun untuk mengetahui pengaruh dari hardiness, proactive personality, serta social support dihadapkannya dengan adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Metode yang dipergunakan ialah kuantitatif. Teknik pegambilan sampel mempergunakan pendekatan purposive sampling dan insidental sampling dengan jumlah 74 responden. Analisis data dilaksanakan dengan regresi linear Hasil penelitian yang diperoleh . Hardiness memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan . Proactive personality memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Social support tidak berpengaruh positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Hardiness, proactive personality serta social support berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap adaptability dengan kontribusi tergolong sedang sebesar 53 persen. Hardiness memiliki pengaruh paling dominan terhadap adaptability. Kata Kunci : Adaptability. Hardiness. Proactive Personality. Social Support. ABSTRACT The era of globalization is marked by the rapid development of technology that poses new challenges and encourages rapid changes in various aspects of life. Therefore, individuals are required to be able to This study aims to determine the effect of hardiness, proactive personality, and social support on adaptability in final year students at Universitas Muhammadiyah Mamuju. The method used is quantitative. The sampling technique used purposive sampling and incidental sampling approaches with a total of 74 respondents. Data analysis was performed with multiple linear regression. The results obtained . Hardiness has a positive and significant effect on adaptability. Proactive personality has a positive and significant effect on . Social support has no positive and significant effect on . Hardiness, proactive personality and social support simultaneously and significantly affect adaptability with a moderate contribution of 53 percent. Hardiness has the most dominant influence on adaptability. Keywords: Adaptability. Hardiness. Proactive Personality. SocialSupport. Alamat Korespondensi Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil2. Agus Halim3. Nur Wahyunianti Dahri4 PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang cepat di era globalisasi telah menyebabkan transformasi besar di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Perubahan ini tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas individu untuk menyesuaikan diri dengan cepat terhadap situasi yang dinamis dan tidak menentu. Salah satu kemampuan yang menjadi kunci dalam menghadapi hal ini adalah adaptability, yaitu kemampuan seseorang dalam menghadapi serta menyesuaikan diri terhadap perubahan tak terduga di dunia profesional (Atoillah, 2. Kemampuan ini mencakup respon terhadap situasi baru, tantangan, dan perubahan kondisi agar tetap efektif dan relevan, baik dalam konteks pribadi maupun Melalui adaptability, individu mampu mengelola dan mengoptimalkan faktorfaktor psikososial yang berperan penting dalam pembentukan diri dan penyesuaian situasi demi pencapaian karier yang sukses dan memuaskan (Putri & Yuniasanti, 2. Adaptability semakin krusial ketika dikaitkan dengan konteks mahasiswa tingkat akhir, yang berada dalam fase transisi penting menuju dunia kerja atau pendidikan lanjutan. Mereka dihadapkan pada tekanan akademik, ketidakpastian karir, serta tuntutan untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Namun, tidak semua individu memiliki kesiapan mental dan psikologis yang memadai untuk menghadapi tantangan ini. Berdasarkan laporan World Economic Forum 2024, lebih dari 50 persen tenaga kerja global akan membutuhkan keterampilan baru pada tahun 2025, di mana kemampuan beradaptasi menjadi salah satu yang paling dibutuhkan. Dukungan data ini diperkuat oleh McKinsey 2023 yang menunjukkan bahwa individu dan organisasi yang mampu beradaptasi dengan cepat memiliki peluang keberhasilan 30 persen lebih besar daripada mereka yang tidak responsif terhadap perubahan (Kompasiana. com, 2. Berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi adaptability baik dari aspek internal seperti ketangguhan mental AuhardinessAy, kepribadian proaktif Auproactive personalityAy, lokus kontrol internal Auinternal locus of controlAy, jenis kelamin serta usia maupun aspek eksternal seperti dukungan sosial . ocial suppor. , institusi pendidikan dan pengalaman kerja (Yohanah, 2. Di antara faktor-faktor tersebut, hardiness, proactive personality, dan social support menjadi aspek yang dianggap paling relevan dan potensial untuk dikembangkan, khususnya dalam konteks mahasiswa tingkat akhir. Hardiness merupakan salah satu faktor adaptability yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini, hardiness . etangguhan menta. merujuk pada kemampuan individu untuk menghadapi dan menanggulangi stres serta tantangan dengan ketahanan yang tinggi (Istiqomah & Hanim, 2. Individu dengan tingkat hardiness yang tinggi cenderung memandang tantangan sebagai peluang untuk tumbuh, bukan sebagai ancaman serta tidak mudah putus asa saat menghadapi perubahan, sehingga mereka termotivasi untuk beradaptasi dan menganggap perubahan sebagai jalan untuk meraih mengembangkan diri (Yolanda et al. , 2. Proactive personality atau kepribadian proaktif juga merupakan salah satu elemen yang berkontribusi terhadap adaptability. Proactive personality mengacu pada sikap individu yang bertindak berdasarkan gagasan dan inisiatif sendiri guna mendorong transformasi pribadi dan lingkungan (Kholifah, 2. Individu dengan kepribadian proaktif tidak menunggu keadaan berubah, melainkan bertindak untuk menciptakan perubahan positif sehingga membuat mereka Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 lebih mampu beradaptasi dengan cepat (Mahardika & Kistyanto, 2. Oleh karena itu, mengembangkan proaktif personality menjadi kunci untuk meningkatkan adaptability Faktor lain yang mempengaruhi adaptability individu dalam menghadapi perubahan dan tantangan adalah social support yaitu salah satu aspek yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental yang dipunyai seseorang sebab menjadikan individu punya perasaan dihargai serta dicintai oleh lingkungan sekitarnya (Suciningrum et al. , 2. kehadiran social support membantu individu untuk beradaptasi dengan lebih mudah terhadap situasi baru. social support bisa berasal dari keluarga, sahabat, pasangan, teman kerja, hingga tetangga. Dengan dukungan tersebut, individu diyakini lebih siap dalam menanggapi tantangan dan beradaptasi terhadap perubahan (Sinamo & Simarmata, 2. Semakin banyak dukungan sosial seseorang, maka semakin tinggi pula kapasitasnya untuk menyesuaikan diri dengan segala situasi. Hal ini karena dukungan tersebut dapat memberikan rasa aman, kepercayaan diri, serta motivasi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi. Namun demikian, terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian terkait pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap adaptability. Penelitian oleh Hadiyani . memberi petunjuk bahwa sejumlah aspek dari variabel hardiness, yaitu kontrol, tantangan, serta komitmen, memberi pengaruh bernilai signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Sebaliknya, hasil penelitian Utami . mengindikasikan bahwa komitmen, kontrol, dan tantangan, yang merupakan aspek dari variabel hardiness, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap adaptability. Ketidakkonsistenan juga terlihat pada variabel proactive personality, hasil penelitian oleh Maulidah . memberi petunjuk bahwa proactive personality memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability, sedangkan Pradana et al. justru memberi petunjuk pengaruh bernilai negatif. Begitu pula dengan variabel social support, yang dalam penelitian Sinamo & Simarmata . ditemukan berpengaruh positif dan signifikan, namun hasil berbeda ditunjukkan oleh Yohanah . yang tidak menemukan pengaruh signifikan. Ketidakkonsistenan temuan-temuan tersebut menunjukkan adanya research gap yang perlu ditelusuri lebih lanjut, terkhusus di cakupan konteks mahasiswa tingkat akhir yang tinggal di wilayah dengan akses dan dinamika sosial yang berbeda, seperti Universitas Muhammadiyah Mamuju. Untuk memperkuat urgensi penelitian ini, peneliti melakukan observasi awal terhadap mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Hasil observasi menunjukkan bahwa rendahnya tingkat hardiness dan proactive personality berdampak pada lemahnya kemampuan adaptasi mereka. Mereka mengalami kesulitan bersosialisasi, kebingungan dalam memilih karir, serta merasa cemas terhadap masa depan meskipun mendapatkan dukungan Kondisi ini mempertegas pentingnya penelitian yang menelaah secara empiris peran hardiness, proactive personality, serta social support dihadapkannya dengan adaptability. Didasarkan dengan penjabaran latar belakang tersebut, penelitian ini secara tujuan untuk melaksanakan pengidentifikasian serta pengkajian pengaruh dari hardiness, proactive personality, serta social support dihadapkannya dengan adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju, baik dengan cara parsial atau juga simultan serta seberapa besar kontibusinya terhadap adaptability. Selain itu, penelitian ini pun secara tujuan untuk mengetahui variabel berkategori mana yang punya pengaruh bernilai paling dominan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 dihadapkannya dengan adaptability. Penelitian ini diharap bisa memberi kontribusi baik di aspek teoritis atau juga praktis dalam pengembangan program intervensi yang mendukung kesiapan adaptasi mahasiswa menjelang dunia kerja atau pendidikan lanjutan, serta mengisi kesenjangan penelitian yang masih ada terkait faktor-faktor pembentuk adaptability. KAJIAN PUSTAKA Adaptability Adaptability adalah kemampuan, sikap, dan perilaku seseorang dalam beradaptasi dengan situasi yang dihadapinya serta kesiapan untuk menghadapi perubahan di masa kini maupun mengantisipasi perubahan di masa depan (Firdausia, 2. Organisasi yang menumbuhkan pengembangan budaya adaptasi akan membuat individu lebih siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan, terutama bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat (Agustin et al. , 2. Adaptability merujuk pada kemampuan individu untuk mengatasi berbagai situasi, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi (Andriani, 2. Individu yang adaptif mampu merespons perubahan dengan cepat, tetap tenang dalam ketidakpastian, dan terus belajar dari pengalaman untuk tumbuh dan berkembang. Hardiness Individu kerap menghadapi tekanan seperti beban tugas dan kecemasan akan masa depan, yang dapat menimbulkan stres. Dalam situasi seperti ini, individu perlu punya kepribadian hardiness agar bisa tetap bertahan di tengah keadaan atau juga kondisi yang tidak Hardiness berperan dalam membantu individu menyesuaikan diri serta meningkatkan kemampuan untuk menghadapi dan mentoleransi stres yang muncul (Putri & Hadi, 2. Hardiness adalah bentuk pengembangan konsep kepribadian yang menekankan pada ketahanan individu dalam menghadapi tantangan atau tekanan hidup (Nizar, 2. Individu yang memiliki tingkat hardiness tinggi cenderung melihat tantangan hidup sebagai peluang untuk berkembang dan belajar, bukan sebagai ancaman yang harus dihindari. Proactive Personality Peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan tahap krusial dalam proses perkembangan karir yang dialami banyak individu, khususnya pada tahap akhir masa studi. Dalam proses ini, kepribadian proaktif atau proactive personality sering kali dianggap menjadi salah satu dari faktor utama yang bisa memberi bantuan individu beradaptasi dengan tuntutan dan perubahan di lingkungan kerja (Ulfah & Akmal, 2. Proactive personality adalah karakteristik individu yang secara konsisten berupaya menciptakan perubahan dalam lingkungannya, yang membedakan seseorang berdasarkan sejauh mana ia bersikap aktif dan mengambil tindakan untuk menghadapi atau mengubah situasi di sekitarnya (Mursal, 2. Individu yang memiliki kepribadian proaktif cenderung inisiatif, responsif terhadap perubahan, dan aktif memengaruhi lingkungannya untuk mencapai tujuan. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 Social Support Menghadapi tekanan dan ketidakpastian, seperti kecemasan tentang masa depan, bisa menjadi tantangan besar. Dalam situasi ini, dukungan sosial atau social support berperan penting dalam membantu individu menghadapi tekanan psikologis di saat-saat sulit. Evaluasi positif terhadap dukungan sosial menunjukkan bahwa seseorang merasa bantuan yang diberikan diterima dengan baik dan sesuai dengan kebutuhannya (RifAoati et al. , 2. Dukungan sosial itu sendiri merujuk pada suatu bantuan yang diterimannya oleh seseorang dari aspek lingkungan untuk mengatasi adanya masalah yang dihadapi (Yolanda & Rahayuningsih, 2. Individu yang menerima dukungan sosial dari orang di sekitarnya akan merasa dihargai dan disayangi, sehingga mereka lebih termotivasi untuk menyesuaikan diri ketika menghadapi tekanan dan METODE Data kuantitatif adalah jenis data yang disajikan dalam bentuk angka, sehingga berbagai operasi matematika dapat diterapkan pada data kuantitatif (Sujarweni, 2. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, yakni penelitian yang secara tujuan untuk melaksanakan identifikasi hubungan antara sejumlah dua variabel atau juga lebih serta mengukur pengaruhnya (Sujarweni, 2. Penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju angkatan 2021 sebagai populasi, dengan total sebanyak 292 mahasiswa. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan insidental sampling, didasarkan dengan rumus Slovin didapati jumlah sampel yang banyaknya 74 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, menyebarkan kuesioner, serta analisis Penelitian ini mempergunakan kuesioner yang dijadikan alat utama dalam pengumpulan atau penghimpunan data berkategori primer. Analisis data di penelitian ini dilaksanakan dengan mempergunakan software SPSS versi 22. Penelitian ini mempergunakan uji instrument melalui uji validitas dan uji reliabilitas guna melakukan pemastian bahwa alat ukur yang dipergunakan benar-benar melaksanakan pengukuran variabel penelitian dan memiliki tingkat konsistensi, serta melakukan uji hipotesis guna menganalisis pengaruh antar variabel melalui analisis regresi. Variabel Adaptability Hardiness Proactive Personality Tabel 1. Definisi Variabel Definisi Adaptability adalah kemampuan individuA untuk mengatasi berbagai situasi, baik yangA dapat diperkirakan maupun yang tidak, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri denganA berbagai kondisi (Andriani, 2. Hardiness adalah bentuk pengembanganA konsep kepribadian yang menekankan padaA ketahanan individu dalam menghadapiA tantangan atau tekanan hidup (Nizar, 2. Proactive personality adalah sifat individuA yang mencerminkan dorongan internal yangA kuat dan ditandai dengan kemampuan untukA memimpin perubahan dalam meraih tujuan yang telah ditetapkan (Lailla et al. , 2. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Indikator Senang bergaul dengan orang lain Memiliki sikap ramah Tamah kepada orang lain Mampu Komitmen Kontrol Tantangan Kemampuan melihat peluang Inisiatif Mengambil tindakan ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 Variabel Social Support Definisi Social support adalah konsep multidimensiA yang merujuk pada bantuan emosional danA sosial yang dirasakan atau diterima seseorangA dari keluarga, teman, dan komunitas merekaA (McLean et al. , 2. Sumber: https://scholar. com/, 2024. Indikator Dukungan emosional Dukungan penghargaan Dukungan instrumental Dukungan informatif ANALISA DAN PEMBAHASAN Partisipan dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju angkatan 2021. Tabel 2 menampilkan informasi identitas umum berdasarkan jenis kelamin semua responden yang telah mengisi kuesioner. Jenis Kelamin Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frekuensi (F) Persentasi (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: Data Primer setelah dilakukan tabulasi data, 2025. 22,97 77,03 Berdasarkan tabel 2, dari total 74 responden, 22,97 persen . rekuensi: . diantara mereka merupakan laki-laki, sementara 77,03 persen . rekuensi: . adalah perempuan. Hasil data mengindikasikan bahwa mayoritas partisipan dalam studi ini ialah perempuan, dengan perbedaan yang signifikan dibanding dengan jumlah responden laki-laki. Meskipun proporsi gender tidak seimbang, hal tersebut tidak mempengaruhi hasil analisis, karena fokus penelitian terletak pada karakteristik responden secara keseluruhan. Hasil Penelitian Variabel Hardiness Tabel 3. Hasil Test Data Validitas Instrumen Pernyataan r hitung 0,676 0,641 0,692 0,584 0,786 0,793 Proactive Personality Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis PP. PP. PP. PP. PP. PP. 0,779 0,497 0,753 0,746 0,700 0,639 r tabel 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 Variabel Social Support Pernyataan SS. SS. SS. SS. SS. SS. SS. SS. Adaptability r hitung 0,708 0,800 0,861 0,850 0,855 0,806 0,768 0,769 r tabel 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,849 0,747 0,748 0,815 0,639 0,690 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 0,229 Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. Hasil analisis validitas instrument pada Tabel 3, megindikasikan bahwa setiap item pernyataan yang diuji menunjukkam r hitung secara nilai lebih besar apabila diperbandingkan dengan r tabel . Maka bisa dilakukan penyebutan bahwa keseluruhan instrumen yang dipergunakan di penelitian ini dinyatakan sah dan valid. Artinya, setiap item mampu mengukur aspek atau konstruk yang dimaksud secara tepat, sehingga data yang dihasilkan dari instrumen tersebut dapat mencerminkan kondisi sebenarnya dan layak digunakan dalam proses analisis lebih lanjut. Tabel 4. Hasil Test Data Reliabilitas Instrumen Variabel Cronbach's alpha Tingkat/taraf signifikan Hardiness 0,781 0,60 Proactive Personality 0,776 0,60 Social Support 0,917 0,60 Adaptability 0,840 0,60 Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. Hasil analisis reliabilitas instrumen pada Tabel 4, mengindikasikan bahwa setiap instrumen variabel yang dilakukan pengujian memiliki Cronbach's alpha yang secara nilai lebih besar apabila diperbandingkan dengan tingkat signifikan . Hal ini membuktikan bahwa semua instrumen variabel yang digunakan dapat diandalkan dan konsisten. Artinya, alat ukur yang dipergunakan di pelaksanaan penelitian ini dianggap punya kestabilan internal yang baik, sehingga hasil pengumpulan data dapat dipercaya untuk dianalisis lebih lanjut dalam menguji hipotesis yang diajukan. Model Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Eror Beta Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis Sig. ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 (Constan. -3,365 Hardiness 0,639 Proactive 0,397 Personality 0,053 Social Support Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. 3,227 0,174 0,165 0,092 0,456 0,287 0,58 3,666 2,401 0,572 0,301 0,000 0,019 0,569 Berdasarkan hasil analisis koefisien regresi pada Tabel 5, hasil pengujian pertama pengaruh parsial antara hardiness terhadap adaptability memperoleh t hitung yang besarannya . > nilai t table yang besarannya . , sementara itu pada koefisien regresi arahnya positif dengan nilai . Adapun nilai signifikansinya . < . , sehingga hipotesis pertama yang diajukan terbukti benar dan diterima. Hasil pengujian kedua pengaruh parsial antara proactive personality terhadap adaptability memperoleh t hitung yangbesarannya . > nilai t tabel yang besarannya . , sementara itu pada koefisien regresi arahnya positif dengan nilai . Adapun nilai signifikansinya . < . , sehingga hipotesis kedua yang diajukan terbukti benar dan diterima. Hasil pengujian ketiga pengaruh parsial antara social support terhadap adaptability memperoleh nilai t hitung yang besarannya . < nilai t tabel yang besarannya . , sementara itu, pada koefisien regresi arahnya positif dengan nilai . Adapun nilai signifikansinya . > . , sehinga hipotesis ketiga yang diajukan terbukti salah dan ditolak. Tabel 6. Hasil Analisis Uji Statistik F Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total 490,334 435,504 925,838 163,445 6,221 Sig. 26,271 0,000b Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. Berdasarkan Tabel 6, menunjukkan hasil pengujian hipotesis penelitian keempat pengaruh hardiness, proactive personality dan social support secara simultan terhadap adaptability, menunjukkan perolehan nilai F hitung . > nilai F tabel . , hal ini berarti terdapat pengaruh secara simultan. Sementara itu, nilai signifikansi yang didapat yakni . < . , hal ini berarti berpengaruh signifikan secara statistik, sehingga hipotesis keempat terbukti benar dan diterima. Tabel 7. Hasil Analisis Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Eror of the Estimate 0,728 0,530 0,509 2,49429 Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. Hasil analisis koefisien determinasi pada cakupan Tabel 7, memberi petunjuk perolehan nilai R Square yang besarannya 0,530 titiknya berada di tengah antara angka 0 dengan angka 1. Artinya, proporsi kontribusi hardiness, proactive personality dan social support menjelaskan perubahan variabel adaptability dalam kategori sedang dengan nilai persentase . ,530 x . 53 persen. Hal ini bermaka ketiga variabel bebas tersebut menjelaskan lebih dari separuh variasi Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 atau perubahan yang terjadinya di adaptability mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Mamuju. Namun, hasil ini juga mengindikasikan bahwa masih terdapat predikator atau faktor lain sebesar . persen Ae 53 perse. 47 persen. yang mampu menjelaskan perubahan variabel adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju yang tidak dijelaskan di cakupan model penelitian ini. Tabel 8. Hasil Analisis Koefisien Regresi Unstandardized Standardize Coefficients Coefficients Sig. Std. Eror Beta Model (Constan. Hardiness Proactive Personality Social Support -3,365 3,227 0,639 0,397 0,053 0,174 0,165 0,092 0,456 0,287 0,058 3,666 2,401 0,572 Correlations Zer Partia Part 0,30 0,00 0,01 0,56 0,69 0,64 0,47 0,401 0,279 0,068 0,30 0,19 0,04 Sumber: Sofware SPSS 22, 2025. Berdasarkan hasil analisis koefisien regresi Tabel 8, diperoleh nilai masing-masing variabel independen: (R2 = Beta x Zero Order x . R2 (Hardines. = 0,456 x 0,695 x 100 = 31,692 persen R (Proactive personalit. = 0,287 x 0,644 x 100 = 18,482 persen R (Social suppor. = 0,058 x 0,471 x 100 = 2,7318 persen Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa dari ketiga variabel independen yang diteliti, hardiness memiliki persentase tertinggi sebesar 31,692 persen dibandingkan dengan proactive personality 18,482 persen dan social support 2,7318 persen. Hal ini berarti hardiness memiliki kontribusi yang lebih dominan menjelaskan variasi variabel adaptability, sehinnga hipotesis kelima terbukti salah dan ditolak. Pembahasan Hardiness terhadap adaptability Hasil dari pelaksanaan penelitian mengindikasikan bahwa hardiness punya pengaruh bernilai positif serta signifikan secara parsial dihadapkannya dengan adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Secara arti. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 hardiness yang secara nilai semakin, maka adaptability secara nilai pun semakin tinggi atau kemampuan adaptasi pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Adapun hasil dari pelaksanaan penelitian ini searah dengan peneltian sebelumnya yang dilaksanakannya oleh Sebayang & Rizky . dan Utaminingtyas . yang menunjukkan bahwa hardiness punya pengaruh yang secara nilai positif serta signifikan terhadap Temuan ini juga diberi dukungan pada hasil penelitian Kamila et al. yang memberi pernyataan bahwa hardiness punya pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Dengan demikian, hardiness berperan sebagai modal psikologis penting dalam membantu mahasiswa untuk tetap stabil dan fleksibel di tengah tekanan yang tinggi pada fase akhir studi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan aspek hardiness dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan studi maupun transisi ke dunia pasca-kampus. Proactive Personality terhadap adaptability Hasil dari pelaksanaan penelitian mengindikasikan bahwa proactive personality punya pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Secara arti, proactive personality yang secara nilai semakin tinggi, maka adaptability secara nilai pun semakin tinggi yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Hal ini menyatakan bahwa mahasiswa dengan kepribadian proaktif cenderung lebih siap menghadapi perubahan, cepat tanggap dalam menyelesaikan masalah, dan lebih mudah menyesuaikan diri terhadap tantangan yang muncul. Adapun hasil dari pelaksanaan peneltian ini, searah dengan penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Maulidah . dan Fitria et al. yang menyatakan bahwa proactive personality memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan Secara hasil berbeda dengan penelitian yang dilaksanakannya oleh Pradana et al. yang memberi petunjuk hasil penelitian kepribadian proaktif memberi pengaruh bernilai signifikan dihadapkannya dengan kemampuan adaptasi dengan arah bernilai negatif, yang secara arti peningkatan nilai kepribadian proaktif akan memberi penurunan kemampuan Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dan disandingkan dengan penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa proactive personality tidak selamanya memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Perbedaan hasil dari penelitian tersebut dapat disebabkan oleh variasi objek penelitian, kondisi responden, metode yang digunakan, serta waktu dan tempat penelitian. Social support terhadap adaptability Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Social support tidak punya pengaruh bernilai positif serta signifikan secara parsial dihadapkannya dengan adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Artinya, seberapa besar pun tingkat dukungan sosial yang diterima oleh mahasiswa, baik yang berasal, dari keluarga, teman. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 maupun lingkungan kampus, tidak secara langsung meningkatkan kemampuan mereka dalam beradaptasi terhadap perubahan atau tantangan yang mereka hadapi di akhir masa perkuliahan. Adapun hasil dari pelaksanaan penelitian ini searah dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Yohanah . yang memberi petunjuk bahwa social support tidak memberi pengaruh secara signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Secara hasil berbeda dengan penelitian yang dilaksanakannya oleh Musoli & Ningsih . memberi petunjuk bahwa social support memberi pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dan disandingkan dengan penelitian sebelumnya, ditemukan adanya perbedaan hasil penelitian. Perbedaan hasil penelitian tersebut dapat disebabkan oleh ariasi objek penelitian, kondisi responden, metode yang digunakan, serta waktu dan tempat penelitian yang berbeda, yang semuanya dapat memengaruhi hasil yang diperoleh. Hardiness, proactive personality, dan social support terhadap adaptability Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hardiness, proactive personality, dan social support memberi pengaruh secara simultan serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju dengan kontribusi tergolong sedang sebesar 53 persen. Artinya, semakin tinggi ketangguhan mental, kepribadian proaktif, dan dukungan sosial yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam beradaptasi menghadapi tantangan di akhir masa perkuliahan. Adapun hasil dalam dari pelaksanaan penelitian ini searah dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Yohanah . yang memberi petunjuk bahwa hardiness, proactive personality, dan social support memberi pengaruh secara simultan serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability. Didasarkan dengan hasil analisis koefisien regresi memberi petunjuk bahwa dari ketiga variabel berkategori independen yang dilakukan peneltiian, hardiness memiliki persentase tertinggi sebesar 31,692 persen dibandingkan dengan proactive personality 18,482 persen dan social support 2,7318 persen. Hal ini berarti hardiness memiliki kontribusi yang lebih dominan menjelaskan variasi variabel adaptability. Hal ini menunjukkan bahwa hardiness berperan penting dalam meningkatkan adaptability, karena mahasiswa yang tangguh cenderung lebih mampu menghadapi tekanan dan beradaptasi dengan baik terhadap perubahan dan tantangan. SIMPULAN Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi dan mengkaji pengaruh dari hardiness, proactive personality, serta social support dihadapkannya dengan adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju, baik dengan cara parsial atau juga simultan serta seberapa besar kontibusinya terhadap Selain itu, tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk melakukan penentuan mana yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap adaptability. Berdasarkan analisis data dan diskusi sebelumnya, disimpulkan bahwa hardiness punya pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Begitupun dengan proactive personality terdapat pengaruh bernilai positif serta signifikan dihadapkannya dengan adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Sedangkan social support tidak memiliki pengaruh bernilai positif serta signifikan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis ADesi Ratnasari1*. Muhammad Aqil . Agus Halim . Nur Wahyunianti Dahri 4 dihadapkannya dengan adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Namun, hardiness, proactive personality, dan social support berpengaruh secara simultan terhadap adaptability yang dialaminya oleh mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Mamuju. Selanjutnya, ditemukan bahwa variabel yang pengaruhnya paling dominan terhadap adaptability adalah hardiness. Secara substansial, penelitian ini mengindikasikan bahwa kemampuan adaptasi mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi transisi menuju dunia profesional sangat dipengaruhi oleh faktor internal, terutama hardiness dan proactive personality. Kedua faktor ini membantu mahasiswa tetap tangguh dan responsif terhadap perubahan, sementara social support, meskipun penting secara emosional, tidak secara langsung memengaruhi adaptability. Temuan ini relevan dengan tuntutan era globalisasi yang menuntut individu cepat beradaptasi dan siap menghadapi ketidakpastian. Oleh karena itu, integrasi pelatihan hardiness dan proactive personality dalam program pembinaan mahasiswa sangat diperlukan untuk mendukung kesiapan adaptasi mereka. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, terutama dengan menambahkan variabel lain seperti self-efficacy, emotional intelligence, resilience, atau career motivation, serta memperluas cakupan sampel di berbagai perguruan tinggi agar generalisasi hasil lebih kuat. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoretis mengenai faktor-faktor yang memengaruhi adaptability, tetapi juga memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran untuk mendukung kesiapan transisi mahasiswa menuju fase kehidupan selanjutnya. Adapun beberapa keterbatasan dari penelitian ini, yakni jumlah sampel yang terbatas hanya pada mahasiswa tingkat akhir di satu universitas, serta ruang lingkup variabel yang hanya mencakup tiga faktor utama. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar melibatkan partisipan dari berbagai jenjang dan institusi pendidikan yang berbeda guna memperoleh gambaran yang lebih luas dan representatif. Selain itu, penambahan variabel lain seperti selfefficacy, emotional intelligence, resilience, atau career motivation dapat memperkaya pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi adaptability. Dengan lingkup yang sifatnya lebih luas serta pendekatan yang lebih komprehensif, diharapkan penelitian selanjutnya mampu menghasilkan temuan yang lebih kuat dan aplikatif dalam pengembangan potensi REFERENSI