Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CASH HOLDING PADA PERUSAHAAN SEKTOR KONSUMEN PRIMER Morris Andersson* dan Merry Susanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: morris. 125190278@stu. Abstract: This research was conducted to find out whether cash holding can be influenced by profitability, liquidity, leverage and sales growth. The sample used is a non-cyclical sector company that has consistently been listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2019-2021 timeframe. The sample owned was selected using a purposive sampling method and obtained a total of 34 companies. Processing of the data that has been collected uses the multiple linear regression analysis method with SPSS (Statistical Package for the Social Science. software version 21. Based on the results of the data that has been processed, it shows that profitability and leverage have a positive and significant effect to cash holding, while liquidity and sales growth has an insignificant effect to cash holding. The implication of this research is for every company to know the importance of the amount of cash held by the company in carrying out the company's Keywords: Cash Holding. Profitability. Liquidity. Leverage. Sales Growth. Abstrak: Penelitian ini dilakukan guna mengetahui apakah cash holding dapat dipengaruhi oleh profitability, liquidity, leverage dan sales growth. Sampel yang digunakan adalah perusahaan sektor non-cyclical yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam rentang waktu 2019-2021. Sampel yang dimiliki diseleksi dengan menggunakan metode purposive sampling dan memperoleh total data 34 perusahaan. Pengolahan data yang telah terkumpul menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan software SPSS (Statistical Package for the Social Science. Berdasarkan hasil dari data yang telah diolah, menunjukkan bahwa profitability dan leverage memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap cash holding, sementara liquidity dan sales growth memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap cash holding. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk setiap perusahaan agar dapat mengetahui pentingnya jumlah kas yang ditahan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Kata Kunci: Cash Holding. Profitability. Liquidity. Leverage. Sales Growth. Pendahuluan Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis dapat dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu upaya sebuah perusahaan agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat adalah dengan memiliki daya tarik yang dapat meningkatkan nilai saing perusahaan dalam Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 949-958 Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. menarik investor. Dengan adanya investor maka perusahaan dapat memperoleh pendanaan yang lebih untuk dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan utama dari pendirian perusahaan, yaitu untuk memperoleh keuntungan. Rustam dan Rasyid . menyatakan bahwa aset paling likuid yang diimiliki oleh perusahaan adalah kas. Oleh karena itu, kas yang ditahan oleh perusahaan harus berada dalam jumlah yang mencukupi sehingga perusahaan dapat melakukan kegiatan operasionalnya untuk mendapatkan keuntungan. Kas yang ditahan perusahaan biasa disebut sebagai cash holding. Menurut Hankho. Dermawan, dan Indrajati . salah satu faktor penting yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan pembiayaan kewajiban jangka pendek serta untuk berjagajaga apabila terjadinya pembayaran tidak terduga. Jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan tidak boleh terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Apabila jumlah cash holding terlalu banyak maka dapat menyebabkan terjadinya opportunity cost yaitu kondisi dimana tingkat pengembalian kas rendah, sedangkan jumlah cash holding terlalu sedikit dapat mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan tiga motif untuk menghitung jumlah kas yang ditahan oleh perusahaan. Motif pertama yaitu motif transaksi dimana perusahaan kas dibutuhkan oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan transaksi harian perusahaan. Motif kedua adalah motif spekulasi yaitu perusahaan akan memanfaatkan peningkatan nilai mata uang untuk memperoleh laba dengan menggunakan kas yang ditahan. Ketiga yaitu motif berjaga-jaga dimana perusahaan akan menahan kas dalam jumlah tertentu karena perusahaan tidak pernah tahu perubahan yang akan terjadi kedepannya sehingga kas tersebut digunakan untuk menghadapi kondisi tidak terduga yang dialami perusahaan. Peneliti terdahulu telah melakukan penelitian dengan menggunakan berbagai variabel yang mempengaruhi cash holding dan memperoleh hasil yang beragam. Penelitian ini menggunakan variabel independen berupa profitability, liquidity, leverage, dan sales growth serta menggunakan periode penelitian dari tahun 2019 hingga tahun 2021 dengan sektor yang digunakan adalah sektor konsumen primer. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan bagi perusahaan serta investor mengenai seberapa penting cash holding serta variabel-variabel yang dapat Kajian Teori Pecking Order Theory. Pecking order theory adalah teori yang dikemukakan pertama kali oleh Myers dan Majluf di tahun 1984. Teori ini menggambarkan perilaku suatu perusahaan dimana penggunaan pendanaan internal akan lebih diutamakan dibandingkan dengan penggunaan pendanaan yang berasal dari pihak eksternal (Myers & Majluf, 1. Pendanaan internal dapat diperoleh perusahaan dari peningkatan laba serta pendapatan dividen perusahaan. Penggunaan dana eksternal baru akan dilakukan perusahaan apabila perusahaan tidak lagi mampu melakukan pendanaan menggunakan dana internal. Pendanaan eksternal dapat diperoleh perusahaan dengan menerbitkan hutang kepada pihak lain, penerbitan ekuitas dalam bentuk saham, ataupun hutang lain dalam bentuk convertible bonds (Prasetiono, 2. Profitabilitas. Tujuan utama dari dibentuknya sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau profit. Profitabilitas digunakan sebagai rasio yang dapat menghitung tingkat pengembalian perusahaan. Perusahaan akan kesulitan dalam Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 949-958 Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. bertahan dalam persaingan bisnis apabila perusahaan tidak menghasilkan keuntungan (Ali. Ullah, & Ullah, 2. Perusahaan dapat memperoleh keuntungan dengan menggunakan aset yang dimiliki perusahaan dan diperhitungkan dengan menggunakan rasio profitabilitas (Suwito & Yanti, 2. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan rasio profitabilitas guna melihat return yang didapat oleh perusahaan dengan memaksimalkan penggunaan aset yang dimiliki perusahaan sehingga dapat bertahan dalam persaingan bisnis. Likuiditas. Likuiditas adalah rasio untuk menggambarkan kecakapan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar dalam waktu yang relatif singkat (Maxentia. Tarigan, & Verawati, 2. Likuiditas sendiri merupakan rasio yang menjadi tolak ukur perusahaan dalam menilai kemampuannya untuk melunasi hutang lancar perusahaan (Rustam & Rasyid, 2. Oleh karena itu, perusahaan harus memaksimalkan penggunaan aset lancar perusahaan dalam waktu yang relatif singkat untuk dapat melunasi hutang lancar yang dimiliki Leverage. Rasio leverage digunakan untuk menunjukkan pembiayaan modal yang didapat dari pihak eksternal dalam bentuk hutang yang kemudian dialokasikan untuk membiayai kebutuhan perusahaan (Hankho. Dermawan, & Indrajati, 2. Leverage digunakan perusahaan untuk mengetahui jumlah hutang yang dapat diperoleh perusahaan guna membiayai atau memperoleh aset bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhitungkan rasio leverage sehingga penggunaan hutang dari pihak eksternal dapat bermanfaat secara maksimal bagi perusahaan. Sales Growth. Sales growth menggambarkan fluktuasi penjualan dari satu tahun ke tahun berikutnya dan dapat dilihat datanya dalam laporan laba rugi perusahaan (Silviana & Asyik, 2. Sales growth merupakan rasio yang dapat digunakan perusahaan untuk melihat apakah terjadi kemajuan atau sebaliknya dengan melihat perbandingan penjualan (Romadhoni. Kufepaksi, & Hendrawaty, 2. Oleh karena itu, perusahaan dapat menilai apakah perusahaan mampu bertahan dalam persaingan usaha atau tidak dengan melihat perbandingan penjualan dari tahun ke tahun. Cash Holding. Cash holding adalah aset merupakan kas dan setara kas yang ditahan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan dengan tujuan investasi atau pembagian dividen kepada investor (Rustam & Rasyid, 2. Kas adalah aset yang paling likuid sehingga perusahaan memegang kas dalam jumlah tertentu untuk berjaga-jaga dalam keadaan yang tidak terduga (Rimu & Bangun, 2. Oleh karena itu, kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid sehingga perusahaan dengan sengaja menahan kas dalam jumlah tertentu untuk tujuan investasi, pembagian dividen kepada investor, dan untuk berjaga-jaga dalam keadaan yang tidak terduga di masa mendatang. Kaitan Antar Variabel Profitabilitas dengan Cash Holding. Profitabilitas digunakan untuk menghitung keuntungan yang didapat perusahaan dengan menggunakan seluruh aset perusahaan kemudian dapat dilihat berapa return yang didapat oleh perusahaan. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi artinya perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang besar sehingga kas yang dimiliki perusahaan Sesuai dengan teori pecking order dimana perusahaan akan mengutamakan penggunaan dana internal yaitu dengan memanfaatkan kas yang ditahan perusahaan. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suwito dan Yanti Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 949-958 Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. serta Halim dan Rosyid . yang menyatakan bahwa profitability memiliki hubungan positif terhadap cash holding, sedangkan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Suci dan Susilowati . yang memperoleh hasil bahwa profitability memiliki hubungan negatif terhadap cash holding. Likuiditas dengan Cash Holding. Likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset likuid untuk memenuhi kewajiban Perusahaan dengan rasio likuiditas yang tinggi artinya perusahaan baru akan mengkonversikan aset lancarnya menjadi kas apabila pendanaan internal dibutuhkan. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Suwito dan Yanti . yang menyatakan bahwa likuiditas memiliki pengaruh negatif terhadap cash holding, namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Davidson dan Rasyid . serta Chandra dan Dewi . yang memperoleh hasil bahwa likuiditas memiliiki pengaruh positif terhadap cash holding. Leverage dengan Cash Holding. Perusahaan akan cenderung menggunakan pendanaan eksternal untuk memperoleh aset yang nantinya akan digunakan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Semakin tinggi rasio leverage perusahaan maka akan semakin kecil jumlah cash holding perusahaan karena perusahaan akan dengan mudah memperoleh pendanaan dari pihak eksternal. Sebaliknya, tingkat rasio leverage yang rendah artinya perusahaan akan lebih sulit mendapatkan pendanaan eksternal sehingga akan membutuhkan pendanaan internal sehingga jumlah cash holding yang dimiliki akan semakin tinggi. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Prasetiono . serta Suci dan Susilowati . yang menyatakan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap cash holding, sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Darmawan dan Nugroho . serta Chandra dan Dewi . memperoleh hasil bahwa leverage memiliki pengaruh positif terhadap cash Sales Growth dengan Cash Holding. Rasio yang digunakan untuk menilai fluktuasi penjualan dari perusahaan. Tingkat rasio sales growth yang tinggi artinya pendapatan keuntungan perusahaan meningkat dan jumlah kas yang ditahan juga akan meningkat untuk berjaga-jaga dalam kondisi yang tidak terduga. Tingkat rasio yang rendah artinya perusahaan tidak perlu menahan kas dalam jumlah banyak agar dapat dialokasikan untuk hal lain. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suherman . serta Romadhoni dkk. yang menyatakan bahwa sales growth memiliki pengaruh positif terhadap cash holding, sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Sufiyati. Susanto. Dewi, dan Susanti . serta Mulia dan Yuniarwati . memperoleh hasil bahwa sales growth memiliki pengaruh negatif terhadap cash holding. Pengembangan Hipotesis Penelitian yang telah dilakukan oleh Suwito dan Yanti . serta Rimu dan Bangun . memperoleh hasil penelitian bahwa profitabilitas memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap cash holding, berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Suci dan Susilowati . menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Namun penelitian yang diteliti oleh Asteria dan Riauwanto . serta Chandra dan Dewi . memperoleh hasil bahwa profitabilitas memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap cash holding. Ha1: Profitabilitas memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap cash holding. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 949-958 Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. Penelitian yang telah dilakukan oleh Suwito dan Yanti . memperoleh hasil penelitian bahwa likuiditas memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Davidson dan Rasyid . serta Chandra dan Dewi . menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Namun penelitian yang dilakukan oleh Chandra dan Ardiansyah . serta Suherman . memperoleh hasil bahwa likuiditas berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Ha2: Likuiditas memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holding. Penelitian yang telah dilakukan oleh Suci dan Susilowati . serta Prasetiono . memperoleh hasil penelitian bahwa leverage memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Darmawan dan Nugroho . serta Febrianti. Cahyo, dan Murdijaningsih . menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding. Namun penelitian yang dilakukan oleh Rimu dan Bangun . serta Setiawan dan Rachmansyah . memperoleh hasil bahwa leverage berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Ha3: Leverage memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holding. Penelitian yang telah dilakukan oleh Suherman . dan Romadhoni dkk. memperoleh hasil penelitian bahwa sales growth memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sufiyati . serta Mulia dan Yuniarwati . menyatakan bahwa sales growth memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holding. Namun penelitian yang dilakukan oleh Chandra dan Ardiansyah . serta Febrianti dkk. memperoleh hasil bahwa sales growth berpengaruh tidak signifikan terhadap cash Ha4: Sales Growth memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap cash Berdasarkan pengembangan hipotesis yang diuraikan di atas, maka dibuat sebuah kerangka pemikiran sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 949-958 Andersson dan Susanti: Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada. Metodologi Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari http://w. id serta http://w. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel akan dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang digunakan adalah sektor konsumen primer dengan kriteria sebagai berikut: . Perusahaan pada sektor noncyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2019-2021. Perusahaan sektor konsumen primer yang IPO sebelum 2018. Perusahaan yang tidak mengalami suspense/delisting selama periode 2019-2021. Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan per tanggal 31 Desember. Perusahaan dengan laporan keuangan yang telah Sampel yang dapat digunakan setelah dilakukan eliminasi dengan kriteria tersebut adalah total 34 perusahaan dengan total data sebanyak 102 data. Berikut disajikan tabel operasionalisasi variabel: Variabel Cash holding Profitability Liquidity Leverage Sales Growth Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Pengukuran Skala Sumber Rasio Davidson CH: Rasyid . Rasio Hankho et al. ROA: Rasio Davidson dan CR: Rasyid . Rasio Suwito DAR: Yanti . Rasio Rustam dan SG: Rasyid . Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Pada penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pada penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan One-Sample KolmogorovSmirnov Test dan nilai signifikan diambil dari nilai Asymp. Sig. -taile. dengan nilai signifikan yang didapat adalah sebesar 0. 267 > 0. 05 yang artinya variabel residual yang diuji telah terdistribusi secara normal. Uji selanjutnya adalah uji multikolinearitas dengan nilai dari seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance Ou 0. 10 atau nilai VIF O 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi Selanjutnya untuk uji heteroskedastisitas memiliki nilai signifikan untuk variabel profitability sebesar 0. 395, variabel liquidity sebesar 0. 941, variabel leverage sebesar 0. 775, dan untuk variabel sales growth sebesar 0. Masing-masing variabel independen memiliki nilai signifikan > 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa uji ini terbebas dari heteroskedastisitas. Uji yang terakhir dalam uji asumsi klasik adalah uji autokorelasi dengan menggunakan uji durbin-watson mendapat hasil 1. Berdasarkan tabel uji durbin-watson didapat nilai dU sebesar 1. 6104 dengan syarat untuk lolos uji ini adalah dU