JURNAL APTEK Vol. No. Artikel Ilmiah Aplikasi Teknologi homepage: http://journal. id/index. php/aptek p-ISSN 2085-2630 e-ISSN 2655-9897 Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pondasi Spun Pile Dengan Bore Pile Pada Proyek Konstruksi ( Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang ) Hotlan Perdana Purba Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waaktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi spun pile dengan pondasi bore pile. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah biaya dan waktu pelaksanaan yang direncanakan memiliki efisiensi yang sama atau tidak. Penelitian ini membahas perbandingan pondasi spun pile dan bore pile pada pile cap 1 dengan asumsi menerima beban yang Peran pondasi pada pembangunan struktur awal gedung sangat penting. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan melancarkan proses pekerjaan, sehingga diperlukan perencanaan yang baik, meliputi biaya dan waktu pelaksanaan. Pondasi yang dijadikan alternatif adalah pondasi dalam, yaitu pondasi spun pile dan pondasi bore pile. Penelitian ini menganalisis untuk 1 pile cap dengan 9 titik pondasi dalam dengan kedalaman 48 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwaa berdasarkan analisis biaya dan waktu pelaksaanaan pondasi spun pile dan bore pile yang diteliti, maka hasil dari analisi waktu untuk pondasi spun pile membutuhkan waktu 10 hari dan pondasi bore pile membutuhkan waktu 20 hari. Berdasarkan analisis biaya, pondasi spun pile membutuhkan biaya sebesar Rp 572,761,000. 00 sedangkan pondasi bore pile sebesar Rp 688,059,000. Pondasi tiang pancang type Spun Pile lebih efisien diterapkan pada Proyek Pembangunan Gardu Unduk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang dibandingkan dengan pondasi bore pile. Kata Kunci: Biaya. Waktu pelaksanaan. Spun pile. Bore pile ABSTRACT This study intended to compare the cost and time required for the implementation of the spun pile foundation work with the bore pile foundation. With the aim to find out whether the costs and planned implementation time have the same efficiency or not. This study discusses the comparison of the spun pile and bore pile foundations on pile cap 1 assuming the same load. The role of the foundation in the construction of the initial structure of the building is very important. Selection of the appropriate type of foundation will facilitate the work process, so that good planning is needed, including costs and implementation time. Foundations that are used as alternatives are deep foundations, namely spun pile foundations and bore pile foundations. This study analyzed for 1 pile cap with 9 deep foundation points with a depth of 48 m. This study concluded that based on the cost analysis and implementation time of the spun pile and bore pile foundations studied, the results of the time analysis for the spun pile foundation took 10 days and the bore pile foundation took 20 days. Based on the cost analysis, the spun pile foundation costs Rp. 572,761,000. 00 while the bore pile foundation is Rp. 688,059,000. The Spun Pile type pile foundation is more efficiently applied to the High Voltage Substation Development Project 500/275 KV Perawang is compared to the bore pile foundation. Corresponding Author: uO Hotlan Perdana Purba Keywords: Cost. Time of execution. Spun pile. Bore pile Accepted on: 2025-12-20 DOI: 10. 30606/aptek. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 PENDAHULUAN Pertumbuhan perekonomian di Indonesia semakin pesat, sehingga membuat pembangunan berbagai macam infrastruktur di Indonesia semakin berkembang. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan ekonomi suatu negara. Dalam setiap pembangunan infrastruktur, tentunya diharapkan infratruktur tersebut memiliki daya tahan yang lama. Perlu adanya desain perencanaan yang kuat sesuai ( PBI 1. serta akurat agar hal ini terlaksana. Salah satu yang harus diperhatikan dalam konstruksi bangunan adalah pondasi. Hal ini dikarenakan pondasi memiliki fungsi salah satunya yaitu meneruskan beban dari struktur atas menuju ke lapisan tanah dibawahnya. Perencanaan pondasi sebagai struktur bawah secara umum dibagi menjadi 2 yaitu pondasi dangkal dan pondasi Pemilihan jenis pondasi dapat ditentukan berdasarkan beban rencana yang dipikul oleh pondasi berupa beban sendiri bangunan, beban hidup maupun beban Pemilihan jenis pondasi juga ditentukan berdasarkan pada jenis tanah dan daya dukungnya. Bila tanah keras terletak pada kedalaman lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, maka jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi dalam. Jika pondasi yang direncanakan belum mencapai pada tanah keras, maka akan terjadi penurunan yang tidak merata pada struktur bangunan dan meyebabkan kerusakan pada bangunan. Pada pembangunan proyek konstruksi saat ini, penggunaan pondasi yang umumnya digunakan adalah Pondasi spun pile dan bore pile. Permasalahan yang timbul yaitu jenis pondasi apakah yang paling cocok digunakan. Tentunya setiap jenis pondasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing Ae masing. Dengan memahami kriteria dari jenis pondasi Ae pondasi yang ada, maka penentuan pondasi yang tepat dapat terlaksana, tergantung dari lokasi, lingkungan dan kondisi alam Berdasarkan pertimbangan diatas, maka pada penelitian ini akan dilakukan analisis perbandingan antara penggunaan pondasi spun pile dan bore pile. Perbandingan tersebut dilihat dari segi biaya serta waktu yang dibutuhkan dari masing-masing pondasi tersebut. Penelitian ini akan dilakukan di Proyek Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang. Proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan PT Indokomas Buana Perkasa ( VINCI ENERGIES ), dengan tujuan untuk menambah gedung kontrol sebagai kontrol arus distribusi dari 500 KV . Nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp. 361,(Tiga ratus delapan puluh sembilan miliar delapan puluh empat juta seratus dua puluh satu ribu tiga ratus enam puluh satu rupiah ), dengan waktu pelaksanaan selama 720 hari kalender . januarii 2019 s/d 31 desember 2. Adapun yang dianalisa adalah jenis pondasi dan biaya yang diperlukan untuk pekerjaan pondasi. Jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi bore pile, namun di RAB dan kontrak itu adalah pondasi tiang pancang . pun pil. dengan kedalaman 20-48 m dengan mutu beton K-600. MATERIAL DAN METODE 1 Bahan dan Alat Persiapan Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan dalam mengumpulkan dan mengolah data pada suatu penelitian. penelitian harus dilaksanakan secara sistematis dan dengan urutan yang jelas dan teratur, sehingga akan diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan. Sebelum dilaksanakannya penelitian perlu dilakukan studi literatur untuk memperdalam ilmu yang berkaitan Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 dengan topik penelitian. Kemudian ditentukan rumusan masalah sampai dengan kompilasi data. Data yang diperlukan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi yang terkait dalam penelitian ini. Adapun alat yang harus dipersiapkan dalam menyusun penelitian ini antara lain Laptop. Aplikasi AutoCAD. Microsoft Excel. Microsoft Word. Calculator. Flashdisk, buku catatan dan pulpen. 2 Metodelogi Pengambilan Data Dalam suatu penelitian pastinya memiliki dasar pembahasan dari suatu objek yang akan diteliti, hal ini berkaitan dengan data Ae data yang akan dikumpulkan untuk menunjang dari hasil penelitian tersebut. Data yang diperlukan pada tugas akhir ini Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang mengutip dari sumber lain dan didapat dari perusahaan berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, berupa RAB. BOQ dan Kurva S. 3 Pengolahan Data Tahapan Persiapan Tahapan persiapan merupakan rangkaian kegiatan sebelum memulai pengumpulan dan pengolahan data. Dalam tahap ini dilakukan penyusunan rencana yang kiranya perlu dilakukan agar diperoleh efesiensi dan efektifitas waktu dan Tahap ini juga dilakukan pengamatan pendahuluan agar didapat gambaran umum dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang ada di Tahap persiapan ini meliputi : A Studi pustaka terhadap materi. A Menentukan kebutuhan data. A Mendata terkait yang dapat dijadikan sumber data. Tahapan Pengumpulan Data Tahap pengumpulan data merupakan langkah awal setelah tahap persiapan dalam proses pelaksanaan yang sangat penting. Karena dari sini dapat ditentukan permasalahan dan rangkaian penentuan alternatif pemecahan masalah yang akan Pada Penelitian kali ini, tahapan pengumpulan data yaitu : Sumber data didapatkan dari PT. Indokomas Buana Perkasa selaku kontraktor utama dan perusahaan PT. Mitra Purnama Engineering selaku sub kontraktor. Data yang diperoleh dari PT. Indokomas Buana Perkasa adalah : Data gambar kerja ( shop drawing ) Bill of Quantity Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) . Survey lokasi untuk mengamati apakah proyek memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi penelitian serta melakukan proses perijinan kepada pelaksana atau pemilik . Melakukan pengumpulan data dari Kontraktor utama PT. Indokomas Buana Perkasa dan sub. Kontraktor PT. Mitra purnama Engineering melalui Site manager dan Supervisor proyek untuk data pondasi bore pile dilokasi 500 KV. Melakukan pengumpulan data dari sub. Kontraktor PT. Radian Mestika Ekatama melalui site manager untuk data pondasi spun pile di gedung kontrol. Mengumpulkan data dan dokumen mengenai pekerjaan pondasi yang diterapkan di lokasi proyek serta mengadakan studi kepustakaan sebagai data pendukung. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Metode analisis data dilakukan dengan cara menyusun, membahas dan mengevaluasi data-data dan hasil wawancara atau observasi mengenai pekerjaan pondasi di lokasi proyek. Data tersebut berupa data sekunder yang kemudian diolah sesuai berdasarkan jenis tipe pondasi dengan kedalaman, jumlah dan mutu beton yang dipakai pada pondasi tersebut adalah sama ( Jakti. Felix Cahyo Kincoro, 2013 ). Data yang diolah adalah data pondasi bore pile dan pondasi spun pile untuk satu pile cap yaitu masing - masing 9 titik dengan ukuran pile cap yang sama. Dari data tersebut kemudian dihitung volume masing Ae masing pondasi, proses pemasangan hingga selesai. Selanjutnya diadakan studi kepustakaan yang digunakan sebagai data pendukung. Survey lokasi untuk mengamati apakah proyek memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi penelitian serta melakukan proses perijinan kepada pelaksana atau pemilik proyek. 4 Bagan Alir Penelitian Gambar 1. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Perhitungan Biaya Pada Pondasi Bore Pile Contoh perhitungan kita ambil asumsi sebagai berikut ( Sastraatmadja. Soedradjat. Note : Harga material dan upah hanya sebagai ilustrasi dan bukan menggambarkan harga pada saat ini, karena harga sangat dipengaruhi oleh lokasi proyek, data tanah, dan tingkat kesulitan pekerjaan. ari hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya, maka dapat diambil Tabel 1. Harga Pekerjaan Pondasi Bore Pile Item Pekerjaan Mobilisasi dan demobilisasi alat bor Satuan Harga satuan Rp. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Pengukuran dan marking Rp. Pengeboran diameter 60 cm mAo Beton Readymix K-300 slump 16 cm Rp. Rp. Pembesian tulangan beton Rp. Upah cor beton dengan pipa tremie mAo Rp. Upah pemasukan besi tulangan ke dalam lubang bor Buang lumpur hasil pengeboran mAo Rp. mAo Rp. enentuan lokasi titik bored pil. aterial fabrikasi / perakita. Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk 500 kv perawang, 2019 2 Perhitungan Beton dan Besi Pertama kita coba hitung volume beton dan pembesiannya Beton Readymix = 3,14 x 0,3 m x 0,3 m x 6 m x 80 titik x 1,05 = 142,43 m3 Pembesian besi tulangan Besi dia. 16 mm = . m x 18 b. x 1,578 kg/mAo x 80 titik x 1,05 = 14. 315,61 kg Besi dia. 10 mm = . ,14 x 0,6 . m / 0,1 . x 0,617 kg/mAo x 80 titik x 1,05 = 5. 858,64 kg Total Pembesian = 14. 315,61 kg 5. 858,64 kg = 20. 174,25 kg Untuk beton dan besi dikali 1,05 maksudnya adalah asumsi ditambahkan sisa bahan yang terbuang . Maka perhitungan biayanya adalah sebagai berikut : Tabel 2. Rencana Anggaran Biaya Pondasi Bore Pile Item Pekerjaan Mobilisasi dan demobilisasi alat Jumlah Harga 1 ls x 5. Rp5. 000,00 Pengukuran dan 1 ls x 3. Rp3. 000,00 Pengeboran diameter 60 cm 6 m x 80 titik x 180. / mAo Rp86. 000,00 142,43 m3 x 875. Rp124. 250,00 Beton Readymix K-300 slump 16 Perhitungan Harga Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Material fabrikasi / perakitan besi Upah cor beton dengan pipa tremie Upah pemasukan besi tulangan ke dalam lubang bor Buang lumpur hasil 174,25 kg x 12. 000 / = Rp242. 000,00 6 m x 80 titik x 40. 000 / = mAo Rp19. 000,00 6 m x 80 titik x 30. 000 / = mAo Rp14. 000,00 6 m x 80 titik x 30. 000 / = mAo Rp14. 000,00 Total Biaya = Rp509. 250,00 Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Contoh Perhitungan Biaya Pondasi Tiang Pancang Misal pada suatu pekerjaan rumah tinggal dengan perencanaan pondasi tiang pancang Jack In Pile 50 titik ukuran 25x25 cm kedalaman 12 m sampai tanah keras . esuai desain berdasarkan data tana. Misal harga dari spesialis tiang pancang sebagai berikut : Harga Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Pancang Rp. Harga Material tiang pancang kotak 25 x 25 cm Rp. 000,- / mAo . sumsi panjang material tiang pancang 6 . A Harga Joint / sambungan tiang pancang Rp. 000,- / titik Harga Welding / pengelasan sambungan Rp. 000,- / titik Harga Handling tiang pancang Rp. 000,- / mAo Harga Upah pemancangan Jacking Pile Rp. 000,- / mAo Perhitungan Biaya pekerjaan tiang pancang jacking pile untuk proyek tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 3. Rencana Anggaran Biaya Pondasi Spun Pile Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Pancang =1 ls x 40. Rp40. 000,00 Rp111. 000,00 Rp28. 000,00 Rp72. 000,00 Material Tiang Pancang = 50 titik x 12 m x Rp. 000,- / mAo Joint dan Welding = 50 titik x 1 joint x (Rp. 000,- Rp. 000,-) Upah Pemancangan dan Handling = 50 titik x 12 m x (Rp. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Rp. 000,-) Total biaya pemancangan 50 titik Rp251. 000,00 Total biaya pemancangan per titik Rp5. 000,00 Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 3 Pondasi Bore Pile Gambar 1. Detail Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Bore Pile Sumber : Data gambar rencana proyek pembangunan gardu induk perawang. Tabel 4. Volume Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Bore Pile Jenis Konstruksi Volume . Dimensi . Pondasi Diameter 0,50 Dalam 48,00 Pile Cap Panjang 4,00 Lebar 4,00 Tebal 0,70 Jumlah 216,00 Jumlah 11,20 Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Tabel 5. Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Pondasi Bore Pile Uraian Pekerjaan Pekerjaan Tanah Timbunan Tanah untuk akses alat berat Membuang Tanah bekas Pekerjaan Bore Pile Mobilisasi alat bor Upah bor Satuan Volume Harga Satuan Pekerjaan Jumlah 75,00 Rp 240. 625,00 Rp 18. 875,00 84,86 Rp 34. 155,00 Rp 2. 295,71 1,00 Rp 25. 000,00 Rp 25. 000,00 432,00 Rp 550. 000,00 Rp 237. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Pembesian dg Besi Polos atau Besi Ulir Membuat Beton mutu f'c=47,6 MPa (K. , slum . cm, w/c= 0,48 Pembobokan kepala bor Pekerjaan Pile Cap Memasang Bekisting untuk Pile Cap Pembesian dg Besi Polos atau Besi Ulir Membuat Beton mutu f'c=26,4 MPa (K. , slum . cm, w/c= 0,52 978,36 Rp 16. 067,70 Rp 176. 84,86 Rp 1. 981,77 Rp 117. 9,00 Rp 000,00 Rp 5. 000,00 27,20 Rp 856,50 Rp 12. 696,80 216,51 Rp 580,60 Rp 16. 900,29 11,20 Rp 1. 689,25 Rp 13. 319,61 Jumlah Harga R 625. PPN 10 % R 62. 863,38 Total Harga R 688. Pembulatan R 688. Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Gambar 2. Barchat dan Kurva-S Pekerjaan Pondasi Bore Pile Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 4 Pondasi Tiang Pancang (Spun Pil. Pondasi tiang pancang yang digunakan merupakan tiang pancang beton type spun pile dengan dimensi yo 50 cm dan panjang 48 m. Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Gambar 3 Detail Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Spun Pile Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Tabel 6. Volume Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Spun Pile Jenis Konstruksi Volum Dimensi . Pondasi Diameter = 0,50 Dalam = 48,00 Jumlah = 9 216,00 Pile Cap Panjang = 4,00 Lebar = 4,00 Tebal = 0,70 Jumlah = 1 11,20 Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Tabel 7. Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang (Spun Pil. Uraian Pekerjaan Pekerjaan Tanah Timbunan Tanah untuk akses alat Pekerjaan Spun Pile Mobilisasi tiang pancang ke titik Pekerjaan Penyediaan Tiang Pancang Beton CSP OI 50 cm. K600 Satua Volume Harga Satuan Pekerjaan Jumlah 75,00 Rp 240. 625,00 Rp 18. 875,00 432,00 Rp 182. 048,61 Rp 78. 999,52 432,00 Rp 589. 200,00 Rp 254. Pekerjaan Penetrasi Tiang Pancang Beton CSP yI 50 cm. K600 Pekerjaan Pengelasan . iap 10 c. untuk penyambungan tiang Pekerjaan Pembongkaran Beton dan Bobok Spun Pile 432,00 Rp 133. 400,00 Rp 57. 800,00 Pekerjaan Beton Pengisi Tiang Plat tebal 6 mm Pembesian dg Besi Polos atau Besi Ulir Membuat Beton mutu f'c=26,4 MPa (K. , slum . cm, w/c = 0,52 49,00 Rp 1. 689,25 Rp 58. 773,31 9,00 Rp 585. 500,00 500,00 2,78 Rp 25. 107,50 310,31 Rp 13. 580,60 908,70 262,84 1,27 Rp 1. 689,25 Rp 667,32 Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Pekerjaan Pile Cap Memasang Bekisting untuk Pile Cap Pembesian dg Besi Polos atau Besi Ulir Membuat Beton mutu f'c=26,4 MPa (K. , slum . cm, w/c = 0,52 27,20 Rp 477. 856,50 Rp 12. 696,80 216,51 Rp 13. 580,60 Rp 16. 900,29 11,20 Rp 1. 689,25 Rp 13. 319,61 Jumlah Harga Rp 520. PPN 10 % Rp 52. 210,34 Total Harga Rp 572. Pembulatan Rp 572. Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Gambar 4. Barchat dan Kurva-S Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang (Spun Pil. Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 5 Pekerjaan Kriris Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Gambar 5. Network Planning Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Bore Pile Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Gambar 6. Network Planning Pekerjaan Pile Cap dan Pondasi Spun Pile Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 6 Perbandingan Biaya Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Spun Pile Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Gambar 7. Grafik Perbandingan Durasi Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Spun Pile Sumber : Data r proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 7 Perbandingan Durasi Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Spun Pile Gambar 8. Grafik Perbandingan Durasi Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Spun Pile Sumber : Data s proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 Proses memperkirakan peralatan pondasi, baik pemancangan maupun bor, dinilai efisien dan efektif, apabila produktivitas per satuan waktu . am atau har. meningkat secara signifikan denagn meningkatnya produktivitas. 8 Perbandingan Biaya dan Waktu Secara Kuantitatif (Angk. Pekerjaan Bore Pile dan Spun Pile Tabel 8. Perbandingan Biaya dan Waktu Secara Kuantitatif (Angk. Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Spun Pile Item Pekerjaan Biaya ( RAB ) Waktu ( Network Planning ) Bore Pile Spun Pile Bore Pile Spun Pile Timbun Tanah Akses Alat Berat 1,00 1,00 1,00 1,00 Buang Tanah Bekas Bor 1,00 0,00 1,00 0,00 Mobilisasi Alat 1,00 3,15 1,00 1,50 Upah Bor 1,00 0,00 1,00 0,00 Pengadaan Spun Pile 0,00 1,00 0,00 1,00 Pembesian Bore Pile & Spun Pile 29,47 1,00 11,00 1,00 Pekerjaan Penetrasi Spun Pile 0,00 1,00 0,00 1,00 Pengecoran Bore Pile & Spun Pile 78,00 1,00 9,00 1,00 Pengelasan Spun Pile 0,00 1,00 0,00 1,00 Pembobokan Kepala Tiang 1,00 1,00 1,00 2,00 Plat Tebal 6 mm 0,00 1,00 0,00 1,00 Bekisting Pile cap 1,00 1,00 1,00 1,00 Pembesian Pile cap 1,00 1,00 1,00 1,00 Pengecoran Pile cap 1,00 1,00 1,00 1,00 Sumber : Data proyek pembangunan gardu induk perawang, 2019 Perbandingan angka kuantitatif diambil dari RAB dan Network Planning masing-masing jenis pondasi Kesimpulan dari tabel tersebut diatas adalah : Dari segi biaya, pekerjaan pondasi bore pile lebih besar biaya pengerjaan dan materialnya dibandingkan pondasi spun pile. Dari segi waktu, pekerjaan pondasi bore pile membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pondasi spun pile. Untuk mobilisasi alat, pekerjaan pondasi spun pile lebih membutuhkan waktu dan biaya dibandingkan pondasi bore pile. Secara menyeluruh, pondasi yang direkomendasikan digunakan pada proyek pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi ( GITET ) 500/275 KV adalah pondasi spun pile. 4 KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa : Pekerjaan Pondasi bore pile yang digunakan merupakan bore pile beton bulat dengan dimensi EI 50 cm dan panjang 48 m membutuhkan biaya sebesar Rp Hotlan. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 79-92, 2025 688,059,000. 00 (Enam ratus delapan puluh delapan juta lima puluh sembilan ribu rupia. sudah termasuk PPN 10%, serta durasi pelaksanaan selama 20 hari Pekerjaan Pondasi tiang pancang yang digunakan merupakan tiang pancang beton type spun pile dengan dimensi EI 50 cm dan panjang 48 m membutuhkan biaya Rp 572,761,000. 00 (Lima ratus tujuh puluh dua juta tujuh ratus enam puluh satu ribu rupia. sudah termasuk PPN 10%, serta durasi pelaksanaan selama 10 hari kalender. Dari kedua analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa dari segi biaya, pondasi spun pile lebih murah dibandingkan pondasi bore pile. Sedangkan dari segi waktu atau durasi pekerjaan, pondasi spun pile lebih cepat pengerjaannya dibandingkan pondasi bore pile. Maka pondasi tiang pancang type Spun Pile lebih efisien diterapkan pada Proyek Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang dibandingkan dengan pondasi bore pile. Namun dikarenakan situasi lahan dan lokasi pekerjaan yang pada saat itu becek serta berlumpur, maka untuk mempercepat proses pekerjaan disepakati pakai pondasi bore pile. Pertimbangannya adalah : Alat bore pile lebuh gesit dan mudah manuver Alat bore pile lebih ringan DAFTAR PUSTAKA