The relationship of peer social support with art therapy adherence in young adults with HIV Hubungan dukungan sosial teman sebaya kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda Muhammad Fauzan1*. Dwi Kartika Rukmi2 *1,2 Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jl. Siliwangi. Ringroad Barat. Banyuraden. Gamping. Sleman. DI Yogyakarta. Indonesia INFO ARTIKEL ARTICLE HISTORY: Artikel diterima:6 Desember 2025 Artikel direvisi: 3 Maret 2026 Artikel disetujui: 9April 2026 KORESPONDEN (Dwi Kartika Rukmi, kartikarukmi@gmail. Orcid ID) ORIGINAL ARTICLE Halaman: 1 -11 DOI: https://doi. org/10. 30989/mik. Penerbit: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Indonesia. Artikel terbuka yang berlisensi CC-BY-SA ABSTRACT Background: For young adults with HIV, support and motivation are very important so that they can remain compliant in undergoing ARV therapy. Good support and motivation from those around them, including from peers, are believed to reduce barriers and improve adherence to ARV therapy among them. Objective: This study aims to determine the relationship between social support from peers and adherence to ARV therapy among young adult PLHIV at the Victory Plus Foundation in Yogyakarta. Methods: This correlational research with a cross-sectional approach was conducted on 81 young adult PLWH (People Living with HIV) aged 18-30 years who are undergoing ART at Victory Plus Foundation in Yogyakarta using purposive sampling. Results: The result shows that the peer social support for young adults living with HIV is mostly in the good category . 8%), while those in the high category of ART adherence were only 39,5%. Bivariate analysis indicates that there is no significant relationship between peer social support and adherence to ARV therapy . -value = 0. among young adults living with HIV in Yogyakarta. Conclusion: This research shows that there is no relationship between peer social support and adherence to ART therapy in young adult PLWH. Keywords: HIV. ODHIV. Peer Support. Compliance ABSTRAK Latar Belakang: Bagi ODHIV dewasa muda, dukungan dan motivasi sangatlah penting agar mereka dapat tetap patuh dalam menjalani terapi ARV. Dukungan dan motivasi yang baik dari orang disekitarnya termasuk dari teman sebaya diduga dapat menurunkan hambatan dan meningkatkan kepatuhan terhadap terapi ARV diantara mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda di Yayasan Victory Plus Yogyakarta. Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 81 ODHIV usia dewasa muda . -30 tahu. yang menjalani terapi ARV di Yayasan Victory Plus Yogyakarta dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan soial teman sebaya ODHIV dalam kategori baik 80 . 8%), sedangkan tingkat kepatuhan terapi ARV berada dalam kategori tinggi 32 . 5%). Analisa bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV . -value = 0. Kesimpulan: Penelitian ini menujukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda. Kata kunci: HIV. ODHIV. ARV. Dukungan sosial. Kepatuhan https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. PENDAHULUAN Sedangkan persentase ODHIV berdasarkan Angka peningkatan populasi orang kelompok populasi berisiko adalah LSL 30%, yang hidup dengan HIV (ODHIV) serta wanita pekerja seks 3%, waria 1%. peningkatan perilaku penularan HIV menarik permasyarakatan 0,5%. wanita hamil 4%. untuk terus berusaha mengurangi jumlah pasien TB 10%. dan pasien IMS 1% 4. kenaikan kasus HIV/AIDS. Dalam Permenkes Yogyakarta sendiri sudah terlaporkan bahwa data ODHIV secara keseluruhan pada tahun HIV/AIDS 2023 adalah 7003 individu, untuk wilayah yang paling tinggi adalah kabupaten Sleman dengan faktor risiko yang paling tinggi adalah survelians, dan penanganan kasus. 1 Kasus penularan melalui hubungan seksual pada HIV di Indonesia semakin meningkat setiap pasangan heteroseksual . %) 5,6. Jumlah Kenaikan kasus HIV pada tahun ODHIV di Yogyakarta pada tahun 2024 2023 dilaporkan sebanyak 57. 299 kasus HIV meningkat menjadi 8627 kasus dengan dibandingkan dengan tiga tahun terakhir wilayah paling tinggi masih tetap di kabupaten dengan kejadian paling banyak ditemukan Sleman 6,7. negara-negara pada individu rentang usia 20 Ae 29 tahun 2. Studi HIV prevention trial network Human Immunodeficiency Virus atau (HPTN) 052 menunjukkan bahwa terapi ARV HIV adalah virus yang menyerang daya tahan adalah metode yang sangat efektif dalam Virus ini menyebabkan sistem pencegahan penularan HIV saat ini. Memulai pertahanan tubuh manusia tidak mampu melawan objek atau substansi asing yang mengurangi penularan HIV hingga 93% pada memasuki tubuh, dan pada tahap akhirnya pasangan seksual yang tidak terinfeksi HIV 8. dapat mengakibatkan AIDS atau bahkan Penurunan viral load (VL) juga terjadi melalui HIV ditularkan melalui kontak penggunaan ARV secara teratur 8. Langkah dengan cairan tubuh dari individu yang telah terinfeksi, seperti cairan darah, sperma. ASI menggunakan ARV ini adalah bagian dari dan cairan pada vagina. HIV tidak bisa strategi treatment as prevention (TasP) 8. ditularkan melalui kontak sehari-hari seperti Secara global, cakupan pengobatan terapi berciuman, berpegangan tangan, berpelukan. ARV untuk HIV mengalami kenaikan pada berbagi barang pribadi, makanan atau air . Persentase HIV tahun 2000 dari 2% (UI: 2-2%) menjadi 76% Indonesia pada tahun 2023 berdasarkan jauh dari sasaran target . %) untuk 2025 9. faktor risiko didapatkan paling besar akibat Rata-rata kepatuhan individu terhadap terapi jangka panjang HIV di negara maju hanya (UI: 65-89%) pada tahun 2022, tetapi masih HIV ARV Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda Muhammad Fauzan1*. Dwi Kartika Rukmi2 P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. mencapai 50%, sementara itu pada negara sebaya mengaku bahwa mereka merasakan berkembang memiliki persentase lebih rendah peningkatan pada kepercayaan diri, memiliki Kepatuhan terapi pengobatan ARV pada wawasan yang baik tentang HIV, lebih mudah ODHIV di beberapa wilayah di Indonesia mendapatkan akses ke layanan pengobatan belum merata, dari yang paling rendah yaitu dan perawatan, tidak menyebarkan virus 38% sampai yang tertinggi yaitu 84% 11. kepada orang sekitar, berpartisipasi dalam Kasus HIV di Yogyakarta pada tahun aktivitas positif, dan dapat menjalani hidup 2024 berdasarkan usia ditemukan paling mereka tanpa merasa terganggu oleh status banyak pada kategori usia dewasa muda atau kesehatan mereka 15. usia rentang 20-29 tahun sejumlah 2971 Peran dari dukungan teman sebaya kasus dari total 8627 kasus saat ini Victory, mencakup memberikan motivasi, mengurangi Terapi ARV adalah terapi seumur hidup, pada ODHIV dewasa muda, menjalani membantu peningkatan dalam kualitas hidup terapi ARV seumur hidup akan menjadi orang dengan HIV/AIDS serta kepatuhan tantangan yang berat karena berbagai faktor mereka dalam mengonsumsi ARV dengan psikologis dan sosial, seperti ODHIV yang dilakukannya kunjungan rumah 15. Peran lain mendapatkan stigma buruk dari masyarakat, dan kesulitan untuk mengatur waktu dan merawat individu yang sakit, terutama jika Oleh karena itu, dukungan dan motivasi sangatlah penting bagi ODHIV usia muda agar mereka tetap patuh dalam sebagai penghubung antara individu tersebut pelaksanaan terapi ARV. Bagi ODHIV usia dengan layanan VCT 15. Oleh karena itu, muda yang memperoleh dukungan dan peran teman sebaya sangat diperlukan untuk motivasi yang baik dari keluarga, teman menawarkan dukungan dalam kehidupan sehari-hari agar orang dengan HIV/AIDS tidak Selain itu, mereka juga berperan ODHIV membahayakan baik secara fisik maupun hambatan dalam kepatuhan dalam menjalani mental, serta untuk membantu mencegah terapi ARV 13. Salah satu dukungan yang dianggap penting oleh ODHIV usia muda sehat di sekitarnya 15. orang-orang adalah dukungan dari teman sebaya untuk mendukung kepatuhan dalam menjalani terapi ARV BAHAN DAN CARA PENELITIAN Dukungan teman sebaya memiliki Bahan Penelitian ini termasuk dalam peran penting dalam peningkatan kualitas kategori kuantitatif, yang menerapkan studi hidup ODHIV 15. Semua individu yang hidup korelasi . orrelation stud. dan menggunakan HIV https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. Penelitian SomersAod. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Victory Plus Yogyakarta pada 20 Mei Ae 20 Juni menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 81 ODHIV yang berusia 20-30 tahun dan telah menjalani terapi ARV lebih dari 6 bulan. Penelitian ini dengan dilakukannya pengisian kuesioner, kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Social Provosion Scale (SPS) dengan nilai validitas . > 1,. dan reliabel 0,98 dengan sparation indeks 7,79 dan kuesioner The 8Item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-. dengan validitas 0,759 dan reliabel 0,860. Penelitian ini telah lulus etik dengan No. Skep/189/KEP/V/2025. Jenis kelamimn Laki-laki 79,0% 21,0% Orientasi 27,2% Heteroseksual 58,0% Homoseksual 14,8% Pendidikan akhir SMP 6,2% SMA 60,5% 33,3% Pekerjaan Tidak bekerja 2,5% Mahasiswa 13,6% Karyawan 66,7% Buruh 6,2% Wiraswasta 9,9% Lainnya 1,2% Pendapatan Diatas UMR 13,6% UMR 61,7% Dibawah UMR 24,7% Keterbukaan status HIV Ya, 19,8% 67,9% 12,3% Tidak Sumber: Data Primer 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini didapatkan hasil Karateristik Demografi Tabel 1 menunjukkan bahwa usia bahwa usia partisipan pada penelitian ini terbanyak dari 81 ODHIV dewasa muda pada adalah usia dari 20 Ae 30 tahun dan usia penelitian ini adalah usia 29 tahun. Mayoritas responden paling banyak adalah 29 tahun . ,0%), dengan jumlah 13 . 0%) responden. Kasus berorientasi seksual homoseksual 47 . ,0%). HIV paling umum ditemukan pada individu pendidikan akhir SMA 49 . ,5%), bekerja dengan usia dewasa muda atau usia produktif sebagai karyawan 54 . ,7%), pendapatan dengan rentang usia 20 Ae 29 tahun Berdasarkan data dari 6 angka jumlah kasus keterbukaan status HIV dengan orang tertentu HIV di DIY sendiri pada usia 20 Ae 29 tahun 55 . ,9%). mencapai 2971 kasus. laki-laki UMR ,7%), Usia Median (MinMa. Hasil pada penelitian ini menujukkan Tabel 1. Karakteristik ODHIV Dewasa Muda dengan ARV di Yayasan Victory Plus Yogyakarta . Karakteristik Responden bahwa jumlah ODHIV berjenis kelamin lakiMod laki lebih banyak dibandingkan perempuan, perempuan 17 . ,0%). Penelitian ini sejalan dengan jumlah laki-laki 64 . ,0%) dan Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda Muhammad Fauzan1*. Dwi Kartika Rukmi2 P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. dengan penelitian 16 yang dilakukan dengan perguruan tinggi 13 . ,4%). SMP 12 . ,9%). responden terbanyak yaitu laki-laki dengan Hasil pada penelitian ini menunjukkan jumlah 31 . ,5%). Penelitian terdahulu di bahwa jumlah ODHIV yang bekerja sebagai Yayasan Victory karyawan lebih banyak dibandingkan dengan ODHA jenis pekerjaan lainnya dengan jumlah 54 didapatkan jumlah responden laki-laki 49 . ,7%), mahasiswa 11 . ,6%), wiraswasta 8 . ,1%). Berdasarkan data 4 jumlah ODHIV . ,9%), buruh 5 . ,2%), tidak bekerja 2 . ,5%). pada periode Januari Ae Desember 2023 Menurut data dari 2 terdapat ODHIV di kota sebagian adalah berjenis kelamin laki-laki Yogyakarta yang bekerja sebagai wiraswasta . %), di Yogyakarta sendiri jumlah ODHIV dengan jumlah 226 lebih tinggi dari jenis laki-laki mencapai 6176 pada periode 2024 6. pekerjaan lainnya. ODHIV Plus Yogyakarta Hasil pada penelitian ini menujukkan SMA ,7%), Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah ODHIV yang berorientasi homoseksual 47 . %) lebih banyak daripada pendapatan perbulan sama dengan UMR heteroseksual 22 . ,2%) dan biseksual 12 lebih banyak dari yang memiliki pendapat . ,8%). perbulan di bawah UMR dan di atas UMR penelitian 18 yang dimana jumlah responden dengan jumlah responden 50 . ,7%), di paling banyak yaitu 38% homoseksual (LSL). bawah UMR 20 . ,7%), di atas UMR 11 Pada data pada periode Januari Ae Desember . ,6%). Berdasarkan data dari Badan Pusat 2023 jumlah ODHIV heteroseksual . ,6%). Statistik 19 didapatkan bahwa UMR DIY pada homoseksual . ,3%) dan biseksual . ,7%). tahun 2024 mencapai angka Rp 2. Berdasarkan data 6 jumlah ODHIV dengan Untuk 4759 heteroseksual, 2047 homoseksual dan 997/bulan. Penelitian 135 bisesksual. UMK ODHIV Yogyakarta Hasil pada penelitian ini menunjukkan Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah ODHIV yang terbuka dengan bahwa jumlah ODHIV yang berpendidikan statusnya sebagai HIV pada orang tertentu akhir SMA berjumlah 49 . ,5%) lebih banyak atau sebagian kecil 55 . ,9%) lebih banyak daripada perguruan tinggi 27 . ,3%) dan daripada terbuka kepada sebagian besar SMP 5 . ,2%). Penelitian ini sejalan dengan orang 16 . ,8%), dan memilih tidak terbuka penelitian 18 yang dimana jumlah responden 10 . ,3%). Penelitian ini sejalan dengan yang berpendidikan akhir SMA/SMK . %), penelitian 20 yang dimana 43 . ,2%) dari 55 responden terbuka dengan status dirinya . %). SMP . %). Penelitian terdahulu di Yayasan Victory Plus sebagai ODHIV. Yogyakarta yang dilakukan oleh (Wulandari & Gambaran Rukmi, 2. didapatkan jumlah responden Sebaya Dukungan Sosial Teman https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. Tabel 2 Menunjukkan bahwa sebagian Gambaran kepatuhan terapi ARV besar ODHIV dewasa muda memperoleh Tabel 4 menunjukkan bahwa sebagian dukungan sosial dari teman sebaya dalam besar gambaran kepatuhan pengobatan ARV kategori baik yaitu 80 . ,8%). di Yayasan Victory Plus Yogyakarta tergolong Tabel 2. Gambaran Dukungan Sosial Teman Sebaya Pada ODHIV Dewasa Muda tinggi 32 . ,5%). Dukungan sosial Rentang teman sebaya Buruk < 48 1,2% Baik Ou 48 - 120 98,8% Tabel 4. Gambaran kepatuhan terapi ARV pada ODHIV Dewasa Muda Sumber: Data Primer 2025 Kepatuhan Rendah Sedang Tinggi Total Skor 6-<8 22,2% 38,3% 39,5% Sumber: Data Primer 2025 Uji SomersAod Rata-Rata Domain Dukungan Sosial Hasil dari uji SomersAod pada tabel 5 Pada tabel 3 didapatkan data rata-rata diperoleh hasil p-value 0,309 (> 0,. yang reassurance of worth . , sedangkan yang dukungan sosial teman sebaya dengan paling rendah yaitu domain guidance, reliable kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa alliance, opportunity of nature, attachment. Tabel 5. Analisa Bivariat Dukungan Sosial . Sebaya dengan Kepatuhan ARV pada sebaya, tetapi kurang untuk mendapatkan nasehat atau arahan dari teman sebaya. Diperlukannya untuk peningkatan dukungan sosial pemberian nasehat atau arahan kepada ODHIV. Tabel 3. Rata- Rata Domain Dukungan Sosial Teman Sebaya pada ODHIV Dewasa Muda Domain Mean ODHIV Dewasa Muda Dukungan Sosial Sebaya Rendah Kepatuhan Sedang Tinggi Buruk Baik Total Sumber: Data Primer 2025 Guidance Reliable alliance Hubungan dukungan sosial teman sebaya Opportunity of nurturance dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV Reassurance of worth Berdasarkan hasil penelitian yang Attachment telah dilaksanakan dan telah dilakukan uji Social integration Sumber: Data Primer 2025 SomersAod hubungan antara dukungan sosial teman Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda Muhammad Fauzan1*. Dwi Kartika Rukmi2 P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV di Yayasan Victory Plus Yogyakarta responden menyatakan bahwa mereka belum (Pv =0. 309 > 0. Studi ini sejalan dengan siap membuka statusnya kepada teman yang HIV/AIDS. Sebagian tidak memiliki nasib sama karena takut Bhayangkara Kota Makasar tahun 2022 terhadap 80 responden, hasil dari penelitian menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan Menurut responden, peran teman tidak ada antara dukungan teman sebaya dengan manfaat apabila mengetahui status HIV kepatuhan terapi ARV pada ODHIV di RS Hal ini Sejalan dengan hasil Bhayangkara Kota Makasar tahun 2022 penelitian-penelitian sebelumnya bahwa tidak dengan p value =0. Hasil studi ini juga didukung oleh penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten ODHIV. dukungan teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV 13. Jepara pada tahun 2019 dengan poulasi sebanyak 138 ODHIV, penelitian tersebut Gambaran dukungan sosial teman sebaya menggunakan metode wawancara terhadap 8 pada ODHIV responden, dan didapatkan hasil bahwa Hasil pada studi ini menujukkan bahwa kurang pengetahuan, persepsi kerentanan mayoritas ODHIV mendapatkan dukungan yang buruk, efek samping obat, perasaan dari teman sebaya dalam kategori dukungan tertekan dan putus asa, merasa bahwa dirinya baik sebanyak 80 ODHIV . ,8%), sedangkan sehat, takut diketahui status HIV/AIDS, stigma untuk kategori dukungan buruk hanya 1 orang . ,2%). Studi ini sejalan dengan penelitian dukungan dan motivasi, peran buruk dari yang dilakukan di Makasar dengan 43 responden dan didapatkan hasil 33 . ,7%) pekerjaan sebagai guru spiritual, keyakinan, responden mendapatkan dukungan sosial dari kondisi ekonomi buruk, serta lupa minum obat kelompok sebaya dan 10 . ,3%) responden tidak mendapatkan dukungan sosial dari faktor-faktor penghambat dalam kepatuhan terapi pada ODHA 13. Pada kelompok sebaya 22. Pada penelitian ini mayoritas ODHIV dilakukan dengan wawancara didapatkan berdasarkan hasil kuesioner social provoion hasil bahwa sebagian kecil menyatakan jika scale bahwa ODHIV merasa mendapatkan sikap teman setelah mengetahui status HIV guidance, reliable alliance, opportunity of nurturance, reassurance of worth, attachment, menyatakan bahwa teman yang mengetahui social integration dengan dukungan tertinggi yaitu reassurance of worth dan dukungan HIV Responden https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. rendah yaitu guidance, reliable alliance. Hasil pada studi ini menunjukkan opportunity of nurturance, attachment, social bahwa sebagian besar gambaran kepatuhan ARV Yayasan Victory Plus Pada penelitian ini ditemukan bahwa Yogyakarta masuk dalam kategori tinggi 32 terdapat 1 . ,2%) responden masuk dalam . ,5%) hanya berselisih dengan 1 responden kategori dukungan sosial buruk berdasarkan pada kategori sedang 31 . , untuk hasil kuesioner SPS, dukungan paling buruk kategori kepatuhan rendah Penelitian ini sejalan dengan penelitian 18 integration dan dukungan paling tinggi yaitu di 18 . ,2%). HIV/AIDS memiliki kepatuhan tinggi . %). Jumlah mayoritas responden dengan kepatuhan kategori tinggi dalam penelitian ini nasehat atau arahan, tidak ada seorangpun yang dapat diandalkan pada masa sulit, terdahulu yang dilaksanakan oleh merasa tidak dihargai dan dihormati, dan Yayasan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan dalam ODHIV. Victory Pada Plus Yogyakarta menjalani terapi ARV masuk dalam kategori kesempatan untuk memberikan dukungan sedang 27 . ,3%), rendah 26 . ,8%), tinggi kepada orang lain dan merasakan bahwa 14 . terdapat hubungan yang dekat dan aman Kondisi ODHIV ARV rendah dalam penelitian ini berjumlah 18 berpotensi memperburuk kondisi psikologis . ,2%) responden. Kepatuhan yang rendah dan dapat menghambat kepatuhan terhadap pengobatan ARV. Yogyakarta dikarenakan ODHIV mengurangi Dukungan dari teman sebaya untuk ODHIV Yayasan Victory ARV Plus ODHIV dapat meningkatkan kualitas hidup, memberitahukan pada dokter, karena merasa saling mengingatkan untuk mengonsumsi kondisinya semakin bertambah parah ketika memperkuat kepatuhan dalam pelaksanaan ARV terapi ARV. Dukungan sosial dari teman tubuhnya sudah membaik. Ada faktor lain sebaya juga dapat membawa manfaat positif yang dapat menghambat kepatuhan dalam bagi kesehatan mental ODHIV 15. menjalani terapi ARV salah satunya yaiutu ARV Gambaran kepatuhan pada ODHIV Pada menyatakan bahwa faktor efek samping pada obat dapat mempengaruhi kepatuhan ODHIV Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda Muhammad Fauzan1*. Dwi Kartika Rukmi2 P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2026 https://doi. org/10. 30989/mik. dalam menjalani terapi ARV dengan p-value KEPUSTAKAAN 0,006<0,05 dengan nilai odds ratio 2,564 . ,280-5,. Hal tersebut menunjukkan bahwa ODHIV yang mengalami efek samping dari ARV memiliki kemungkinan 2,564 kali lebih besar untuk tidak patuh terapi ARV samping ARV. Untuk mencapai kepatuhan, pasien dan keluarganya sebagai sistem dukungan harus dilibatkan dalam keputusan mengenai penggunaan obat. Keberhasilan dalam proses perawatan di rumah sangat dipengaruhi oleh partisipasi keluarga 24. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHIV dewasa muda di Yayasan Victory Plus Yogyakarta dengan nilai p-value 0,309. Diperlukannya pemberian nasehat atau arahan kepada ODHIV dewasa muda yang menjalani terapi ARV. TERIMA KASIH