Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Januari 2025, pp. Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Maria B. Ringa1. Maria C,B Monteiro2. Enos Kabu3. Stella Sahetapy Engel4 Politeknik Negeri Kupang Info Artikel ABSTRAK Article history: Peneltian ini berjudul Analisis Efisiensi Dan Efektivitas Penfendalian Biaya Operasional Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efisiensi dan efektivitas pengendalian biaya operasional pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang Provinci NTT. Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan analisis terhadap data biaya operasional PDAM Kabupaten Kupang dari Tahun 2019 - 2022. PDAM Kabupaten Kupang telah menunjukkan kinerja efisiensi yang berfluktuasi selama empat tahun. Penilaian yang digunakan menunjukkan bahwa, meskipun terdapat beberapa kenaikan biaya biaya, perusahaan masih Efisien dalam pengelolaan anggaran operasionalnya. Tahun 2021 PDAM Kabupaen Kupang yang menunjukkan tantangan besar dalam menjaga efisiensi Perusahaan. Perusahaan Daerah Air Minum, perlu memperhatikan dan memitigasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan efisiensi di Tahun 2021. Efektivitas pengendalian biaya operasional selama periode 2019 hingga 2022 sudah berjalan dengan Efektif sesuai standar yang ditetapkan PDAM. Received Desember, 2024 Revised Januari, 2024 Accepted Januari, 2024 Kata Kunci: Efisiensi Efektivitas. Pengendalian Biaya Operasional Keywords: Efficiency and Effectiveness. Operational Cost Control ABSTRACT This research is entitled Analysis of Efficiency and Effectiveness of Operational Cost Management in Regional Drinking Water Companies in Soe City. South Central Timor Regency. The purpose of this research is to find out how efficient and effective operational cost control is in the Regional Drinking Water Company (PDAM) of Kupang Provinci Regency. NTT. The results of this study show that based on the analysis of operational cost data of PDAM Kupang Regency from 2019 - 2022. PDAM Kupang Regency has shown fluctuating efficiency performance for four years. The assessment used shows that, despite some increase in costs, the company is still efficient in managing its operating budget. In 2021. PDAM Kupang Regency showed great challenges in maintaining the Company's efficiency. Regional Drinking Water Companies need to pay attention to and mitigate the factors that cause a decrease in efficiency in 2021. The effectiveness of controlling operational costs during the period 2019 to 2022 has been running effectively according to the standards set by PDAM. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Maria B. Ringa Institution: Politeknik Negeri Kupang Email: mariabernadetha06179@gmail. PENDAHULUAN Perusahaan biasanya didirikan oleh seseorang atau sekelompok badan usaha untuk memproduksi dan mendistribusikan barang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi manusia. Perusahaan, menurut Suwardi . , adalah sebuah organisasi yang menggabungkan berbagai fungsi dan kinerja operasional yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sasaran perusahaan adalah tujuan yang ingin dicapai oleh semua pihak yang berkepentingan dalam perusahaan dalam upaya bersama untuk mencapai keberhasilan dan kemajuan organisasi (Massie. Saerang, and Tirayoh 2. Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai laba maksimal guna memastikan kelangsungan hidupnya, sehingga semua kegiatan operasional dapat berjalan dengan lancar dan efisien (Priatna Perusahaan adalah suatu badan usaha yang beroperasi dalam berbagai sektor ekonomi, seperti keuangan, industri, dan perdagangan, yang dilakukan secara berkelanjutan dan teratur, dengan transparansi, serta bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang ekonomi, perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin sehingga perusahaan dapat bertahan dan bertahan lama. Biaya operasional adalah komponen yang paling penting dalam keberlangsungan bisnis. Setiap perusahaan pasti memerlukan biaya operasional untuk menjalankan operasinya secara efisien dan Perencanaan biaya dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko kerugian. Salah satu bagian dari fungsi pengendalian yang dilakukan oleh manajemen perusahaan adalah pengelolaan biaya ini. Ini mencakup seluruh aspek operasi manajemen. Pada dasarnya semua biaya dilaksanakan oleh anggaran yang dibuat oleh perusahaan dan dihitung dalam satu peride akutansi. Dengan mengetahui anggaran yang diperoleh setiap tahun, perusahaan harus lebih cermat dan teliti dalam mengelola biaya, dan memastikan bahwa setiap biaya yang dikeluarkan oleh suatu Perusahaan sesuai dengan ketersediaan anggaran, serta dapat mengukur seberapa besar anggaran yang berhasil dicapai oleh suatu perushaan. Setelah mengetahui anggaran, perusahaan dapat menghitung berapa banyak biaya operasi yang harus dianggarkan untuk kegiatan operasinya. Biaya operasi adalah bentuk pengorbanan yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mencapai proses produksi atau kegiatan bisnis. Pengeluaran terus-menerus yang dilakukan oleh suatu entitas disebut biaya operasional (Theory. Open, and Systems, 2. Biaya ini tidak langsung terkait dengan produksi produk, tetapi lebih berkaitan dengan operasi sehari-hari perusahaan. Margaretha . menyatakan bahwa biaya operasional mencakup semua biaya yang berkaitan dengan operasi bisnis di luar proses produksi. Biaya ini termasuk . biaya penjualan dan . biaya administrasi umum. Kedua biaya ini sangat penting untuk menjalankan operasional sehari-hari. Biaya operasional = Biaya Produksi Biaya Pengeluaran (Operasiona. Biaya merupakan pengeluaran yang diperlukan untuk memastikan kelancaran kegiatan suatu perusahaan. Semakin tinggi biaya yang dikeluarkan, semakin kecil pendapatan yang dapat diperoleh perusahaan. Untuk mengatasi peningkatan biaya, penting bagi perusahaan untuk menerapkan pengendalian biaya operasional secara efektif, guna menjaga efisiensi perusahaan dan memaksimalkan laba yang diperoleh. Sejarah PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang: Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM) didirikan oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan persetujuan Direktorat Jendral Cipta Karya Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science pada tanggal 17 Mei 1977. Surat keputusan Direktur Jendral Cipta Karya No. 1/21/KPTS/CK/1977 menetapkan pembentukan BPAM. Setelah pembangunan sistem air bersih telah mencapai kota-kota dan kecamatan di seluruh Kabupaten Kupang, pada tanggal 17 Mei 1982. Menteri Pekerjaan Umum mengeluarkan Surat Keputusan No. 069/KPTS/CK/1982 yang mengubah BPAM Kupang menjadi BPAM Kabupaten Kupang. Setelah beroperasi beberapa saat mendekati Break Even Point, sehingga diserahkan kepada Pemerintah Daerah . Sesuai dengan peraturan pendiri perusahan di atas, kegiatan PDAM Kabupaten Kupang ditetapkan adalah untuk mengusahakan air minum yang sehat dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi Masyarakat pengguna PDAM. Menurut Perda pendirian PDAM Kabupaten Kupang, tujuan perusahaan adalah berpartisipasi dalam pembangunan lokal dan nasional secara keseluruhan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan rakyat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. PDAM Kabupaten Kupang didirikan dengan tujuan menyediakan air minum yang aman bagi masyarakat dan memenuhi standar kesehatan, sesuai dengan peraturan pendiri perusahaan di atas. Masalah penelitian ini adalah perubahan anggaran biaya operasional dan realisasi biaya operasional yang tidak stabil setiap Laporan anggaran biaya operasional Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang termasuk yang berikut: Tabel 1. 1 Biaya Operasional Pada PDAM Kabupaten kupang Tahun Angaran Biaya Operasional (R. Realilsasi Biaya Operasional (R. Persentase 8,50% 4,33% 24,25% 5,73% Sumber: Laporan Keuangan PDAM Kabupaten Kupang Pada Tahun 2019 Penyusunan anggaran dilakukan dengan memperkirakan biaya yang akan Namun, pada kenyataannya, pengeluaran lebih rendah dari yang dianggarkan, sehingga ada penghematan sebesar 8,50%. Pada Tahun 2020, realisasi biaya melebihi anggaran yang Ini bisa disebabkan oleh kenaikan harga atau kebutuhan tambahan yang tidak Pada Tahun 2021 realisasi jauh melebihi anggaran, menunjukkan pembengkakan biaya yang signifikan. Penyusunan anggaran mungkin kurang memperhitungkan faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan biaya yang besar. Pada Tahun 2022, ada sedikit pembengkakan biaya dibandingkan anggaran. Penyusunan anggaran lebih akurat dibandingkan Tahun 2021, namun masih ada faktor-faktor yang menyebabkan realisasi lebih tinggi. Pada tahun 2019 menunjukkan efisiensi yang baik dengan realisasi di bawah anggaran. Tahun 2020-2022 menunjukkan adanya pembengkakan biaya. Tahun 2021 adalah yang paling signifikan, yang menunjukkan perlunya evaluasi mendalam tentang faktor penyebab dan perbaikan dalam penyusunan anggaran. Jadi dapat di simpulkan bahwa anggaran yang diperoleh PDAM Kabupaten Kupang selama empat tahun terakhir kurang efisiensi dan efektivitas TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian Efisiensi Kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik, berhasil, dan tanpa membuang-buang bahan, energi, tenaga, uang, dan waktu yang diukur sebagai efisiensi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "efisiensi" berarti "cara yang tepat untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan dengan tidak membuang banyak tenaga, waktu, atau uang. Menurut Mahmud . , efisiensi adalah proses membandingkan dan mengukur masukkan dan Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A keluaran, atau membandingkan hasil yang dicapai dengan sumber daya dan upaya yang digunakan. Perbedaan antara hasil yang dicapai dan usaha yang dilakukan dikenal sebagai efisiensi (Priatna Dari semua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Efisiensi adalah perbandingan antara sumber daya yang digunakan untuk melakukan usaha atau pekerjaan dengan hasil yang dicapai. Jika sumber daya seperti tenaga, waktu, dan biaya digunakan lebih sedikit tetapi hasilnya tetap Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa efisiensi adalah cara perusahaan membandingkan biaya pengeluaran dan pemasukan untuk mencapai tujuan mereka. 1 Konsep Efisiensi Jika ada sumber daya yang terbuang dalam proses atau jika semuanya dioptimalkan, hal itu dianggap efisien. Istilah "efisien" dapat digunakan dalam berbagai konteks di bidang tertentu, menggambarkan berbagai proses pengoptimalan. Di bawah ini adalah beberapa aspek proses yang terkait dengan istilah "efisien". Efisiensi Operasional Efisiensi operasional merujuk pada usaha untuk mengevaluasi sejauh mana hasil yang diperoleh berkaitan dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Dalam pasar keuangan, efisiensi operasional berarti bahwa biaya dan biaya transaksi dapat dikurangi secara signifikan, yang meningkatkan kinerja dan hasil investasi sambil tetap menghasilkan pendapatan atau pengembalian yang lebih baik. Semakin tinggi tingkat efisiensi operasional, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan atau investasi. Efisiensi Ekonomi Efisiensi ekonomi mengacu pada upaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil terbaik dalam kondisi ekonomi saat ini. Tidak ada standar yang jelas untuk menilai efektivitas ekonomi, tetapi indikator efisiensi mencakup produksi barang dengan biaya minimal dan pemanfaatan tenaga kerja yang dapat memberikan hasil yang lancar dan optimal. Efisiensi Pasar Sejauh mana harga dapat mengintegrasikan dan menunjukkan informasi yang tersedia disebut efisiensi pasar. Pasar dianggap efisien jika semua informasi diwakili oleh harga. demikian, tidak ada peluang untuk memanfaatkan kekurangan informasi, harga yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Eugene Fama adalah orang pertama yang membuat gagasan tentang efisiensi pasar pada tahun 1970. Fama menjelaskan Hipotesis Pasar Efisien (EMH), yang menyatakan bahwa investor tidak dapat mengungguli pasar secara konsisten dan bahwa, karena pasar berubah dengan cepat, anomali pasar akan segera diarbitrase. 2 Jenis-Jenis Efisiensi Adapun jenis-jenis dari efisiensi yaitu : Efisiensi Optimal Suatu perbandingan terbaik antara apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan adalah efisiensi optimal. Efisiensi dengan Tolak Ukur Efisiensi dengan tolak ukur adalah perbandingan antara hasil riil dan minimum yang Jika hasil riil lebih besar dari minimum yang ditentukan, maka itu efisiensi. Efisiensi dengan Titik Impas Dalam bidang bisnis, istilah "efisiensi dengan titik impas" sering digunakan. Titik impas, atau Break Even Point, adalah titik di mana suatu usaha atau bisnis dapat dianggap efisien jika titik impasnya diketahui dan bisnis tersebut menghasilkan lebih dari titik impas tersebut. 3 Manfaat Efisiensi Setelah mempelajari lebih lanjut tentang efisiensi. Grameds pasti sudah tahu bahwa efisiensi memiliki banyak manfaat. Untuk meningkatkan pemahaman Anda, beberapa manfaat efisiensi akan diuraikan di bawah ini. Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A . Mengurangi atau menghindari pemborosan sumber daya saat melakukan suatu kegiatan. Memaksimalkan pemanfaatan sumber daya sehingga tidak ada yang terbuang. Mencapai hasil atau tujuan yang sesuai dengan harapan atau rencana. Memungkinkan hasil atau keuntungan terbaik. Meningkatkan kinerja unit untuk menghasilkan output yang lebih baik. Memungkinkan peningkatan jumlah output dalam waktu yang lebih singkat. 4 Tolak Ukur Tercapai Efisiensi Semua orang ingin menjadi efisiensi dalam segala hal yang mereka lakukan karena menjadi efisiensi dapat memberikan banyak manfaat bagi dirinya sendiri. Di bawah ini adalah beberapa syarat untuk efisiensi. Prosedur Kerja yang Praktis Pekerjaan dilakukan dengan mudah dan menyenangkan. Ekonomis Menghasilkan barang atau jasa dengan modal atau usaha yang minimal disebut sebagai tindakan ekonomis. Rasionalitas Wewenang dan Tanggung Jawab Mandat dan tanggung jawab yang diberikan atau diemban sesuai dengan kemampuan dan kapasitas individu. Pembangian Kerja yang Nyata Pembagian pekerjaan yang jelas dan dapat dilihat . Berhasil Guna Berhasil guna adalah kemampuan suatu unit kerja untuk menghasilkan hasil dan manfaat. Sebagai contoh, jasa yang diberikan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Pelaksanaan Kerja dapat Dipertanggungjawabkan Sebuah pekerjaan harus dilaksanakan dengan ketentuan, prosedur, dan tujuan yang jelas, antara lain, sehingga pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan. 2 Pengertian Efektivitas Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata "efektif" berarti "efek, pengaruh, akibat, atau dapat membawa hasil". Jadi, efektivitas adalah daya guna, adanya kesesuaian dalam suatu kegiatan orang yang melakukan pekerjaan dengan tujuan yang ditinju. Pada dasarnya, efektivitas dikaitkan dengan pengertian efisien, meskipun ada perbedaan di antara keduanya. Menurut Mardiasmo . Efektivitas terkait dengan pencapaian tujuan kebijakan. Efektivitas adalah hubungan antara tujuan atau sasaran yang harus dicapai dan hasil yang dicapai. Handoko . mengatakan bahwa efektifitas adalah kemampuan untuk memilih apa yang harus dilakukan atau bagaimana mencapai tujuan kebijakan. Menurutnya, kegiatan operasional dianggap efektif jika prosesnya mencapai tujuan kebijakan dan sasaran akhir. Efektifitas adalah kemampuan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sukrisno Agoes . menggambarkan efektifitas sebagai perbandingan masukan dan keluaran dari berbagai aktivitas sampai dengan pencapaian tujuan yang ditetapkan, baik ditinjau dari kualitas . dan hasil kerja, kualitas kerja, dan batas waktu yang ditargetkan. Efektivity adalah penggunaan sumber daya, sarana, dan prasarana dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menyelesaikan sejumlah tugas dengan tepat waktu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas berkaitan dengan terlaksananya semua tugas penting, tercapainya tujuan, tiba pada waktunya, dan partisipasi aktif setiap anggota. Ini juga merupakan hubungan antara tujuan dan hasil yang tercapai dengan hasil yang tercapai. Tidak mudah mengukur efektifitas karena dikaji dari berbagai sudut pandang dan tergantung pada siapa yang melakukan penilaian dan interpretasi. Rencana dan hasil nyata dapat dibandingkan untuk mengukur tingkat efektifitas. Namun, usaha atau hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tidak efektif jika gagal mencapai tujuan atau sasaran yang diharapkan. Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science METODE PENELITIAN 1 Teknik Analisis Data Penelitian ini mengumpulkan data dari Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang dan menganalisisnya menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Peneliti mengukur efisiensi dan efektivitas biaya operasional melalui rasio efisiensi dan aktivitas. Dengan menggunakan metode ini, peneliti diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional pada Perusahaan. Untuk menghitung rencana anggaran dan realisasi anggaran biaya operasional peneliti menggunakan rumus single variance method. Menurut Mulyono . , analisis varians dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rencana dan realisasi anggaran biaya operasional pada Perusahan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang selama 4 tahun terakhir dari Tahun 2019-2022. Dengan menggunakan rumus single variance method yaitu: Persentase Varian = RealisasiOeAnggaran Anggaran y 100% 1 Rasio Efisiensi Menurut Mahmudi . Efisiensi berhubungan dengan penggunaan sumber daya secara Dalam konteks biaya operasional, efisiensi mengukur seberapa baik perusahaan mengelola biaya operasional dibandingkan dengan anggaran yang direncanakan. Berikut adalah cara menilai rasio efisiensi: Rumus Rasio Efisiensi yaycuyciyciycaycycaycu yaAycnycaycyca ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco yayceycnycycnyceycuycycn = y 100% ycIyceycaycoycnycycaycycn yaAycnycaycyca ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco Tabel 3. 1 Kriteria Rasio Efisiensi Kriteria Efisiensi Persentase Efisiensi Sangat Efisien >100% Efisien Tidak Efisien <100% (Sumber: Mahmudi, . : 2024 2 Rasio Efektivitas Menurut Mahmudi . , kriteria penilaian rasio efektivitas dalam bentuk persentase terkait biaya operasional berfokus pada sejauh mana biaya operasional dapat dikendalikan dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Rasio efektivitas mengukur sejauh mana biaya operasional berkontribusi terhadap pencapaian tujuan atau hasil yang diinginkan. Berikut adalah penjelasan mengenai kriteria penilaian rasio efektivitas: Rumus Rasio Efektivitas ycIyceycaycoycnycycaycycn yaAyaycaycyca ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco yayceyceycoycycnycycnycycayc = yaycuyciyciycaycycaycu yaAycnycaycyca ycCycyyceycycaycycnycuycuycayco y 100% Tabel 3. 2 Kriteria Rasio Efektivitas Kriteria Efektivitas Persentase Efektivitas Sangat Efektif >120% Efektif 119-100% Tidak Efektif <100% Sumber: Mahmudi, . : 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4. 1 PDAM Kota Soe Kabupaten kupang Rincian Atau Pembagian Biaya Operasional Serta Laporan Anggaran Dan Realisasi Biaya Operasional Periode Tahun 2019-2022 Rincia n Biaya Tahun Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Operas Anggar Realis Selisih Angga Realis Selisi Angga Realisa Selisih Anggar Realisa Selisi (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. (R. Biaya Pegawa Biaya Listrik Biaya BBM Biaya Pemeli Biaya Kantor Biaya Pinjam Biaya Penyisi Piutan Biaya Penyus Beban Operas Lainny Total Tabel di atas menunjukkan perbandingan anggaran dan realisasi biaya operasional. Ini juga menunjukkan jumlah perbedaan antara anggaran dan realisasi. Tahun 2019, biaya operasional lebih rendah daripada anggaran, tetapi pada tahun 2020, 2021, dan 2022, biaya operasional melebihi Perbedaan ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional PDAM Kota Soe Kabupaten Kupang menghabiskan lebih banyak uang daripada yang direncanakan, sehingga perlu ada pengendalian yang efektif terhadap pengeluaran. Pembagian biaya operasional Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang berdasarkan anggaran dan realisasi selama tahun 2019-2022. Biaya Pegawai . Biaya Listrik Biaya BBM Biaya Pemeliharaan . Biaya Kantor Biaya Pinjaman . Biaya Penyisihan Piutang PEMBAHASAN Banyak pengeluaran yang dikeluarkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang tanpa kontrol dan pertanggungjawaban yang memadai menunjukkan bahwa biaya operasionalnya belum efisien, belum dianalisis, dan belum diukur dengan benar. Penggunaan biaya operasional yang tidak efisien dapat mengakibatkan penurunan laba atau keuntungan perusahaan. Rekapitulasi rencana dan biaya operasional Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kupang untuk tahun 2019Ae2022 berikut ini. Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Tabel 4. 2 Rekapitulasi Anggaran Dan Realisasi Biaya Operasional Periode Tahun 2019- 2022 Tahun Rencana Angaran Biaya Operasional (R. Realilsasi Operasional (R. Biaya 805(-) 098(-) 745(-) Selisih Sumber: Data Hasil Olahan Penulis : 2024 Dari Tabel 4. 2 dapat dilihat penggunaan biaya operasional yang terjadi pada PDAM Kabupaten Kupang setiap Tahun anggaran dan realisasinya terdapat selisih atau penyimpangan pada beberapa biaya operasional yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Seperti pada data di atas perusahaan menunjukkan efisiensi yang baik pada Tahun 2019 dengan pengeluaran yang lebih rendah dari anggaran. Namun, tahun-tahun berikutnya menunjukkan ketidakefisienan karena biaya operasional yang melebihi anggaran. Tahun 2020 dan 2021 menandakan adanya masalah dalam perencanaan atau kontrol biaya, dengan selisih yang menunjukkan pengeluaran yang jauh melebihi Tahun 2022 menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan 2021, tetapi masih ada ketidakefisienan dalam pengelolaan biaya. Perusahaan perlu melakukan evaluasi mendalam untuk memahami penyebab pembengkakan biaya di Tahun 2020 dan 2021. Peningkatan dalam perencanaan anggaran dan kontrol biaya sangat penting untuk menghindari ketidakefisienan di masa depan. Memastikan bahwa setiap pengeluaran tambahan memberikan nilai atau hasil yang sebanding untuk menjaga efektivitas biaya. Secara keseluruhan, meskipun ada efisiensi di Tahun 2019, perusahaan perlu fokus pada perbaikan pengelolaan biaya untuk tahun-tahun berikutnya. PDAM Kabupaten Kupang harus menetapkan anggaran untuk biaya operasional berdasarkan target kerjanya. Berdasarkan target ini, manajemen perusahaan berusaha untuk menggunakan biaya dengan lebih efisien atau menggunakannya sehemat mungkin untuk menghindari penyimpangan antara anggaran dan realisasinya. Ini karena jika biaya operasional yang direalisasikan lebih besar dari anggaran, maka biaya operasional akan lebih mahal. Berikut ini adalah diskusi tentang hasil yang telah dihasilkan menggunakan Microsoft Excel dengan menggunkakan rasio efisiensi dan efisiensi pada perusahaan daerah air minum Kabupayen Kupang dengan laporan keuangan tahun 2019Ae2022. Rasio Efisiensi Rasio efisiensi menurut Mahmudi . mengukur seberapa efisien suatu organisasi dalam menggunakan sumber dayanya untuk menghasilkan output. Efisiensi berfokus pada bagaimana input . eperti biaya, waktu, tenaga kerj. digunakan untuk menghasilkan output yang diinginkan dengan seminimal mungkin pemborosan atau kerugian. Tabel 4. 3 Kriteria Rasio Efisiensi Kriteria Efisiensi Persentase Efisiensi Sangat Efisien >100% Efisien Tidak Efisien <100% Sumber: Mahmudi, . Tabel 4. 4 Rekapitulasi Perhitungan Rasio Efisiensi PDAM Kabupaten Kupang Tahun Angaran Biaya Operasional (R. Realilsasi Biaya Operasional (R. Persentase Efisien Kriteria Sangat Efisien Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Tidak Efisien Tidak Efisien Tidak Efisien Sumber: Data Hasil Olahan Penulis: 2024 Dari data Tabel 4. 4, kita bisa melihat bahwa Tahun 2019 adalah tahun yang Sangat Efisien dengan realisasi biaya yang jauh lebih rendah daripada anggaran yang telah ditetapkan. Tahun 2020-2021, menunjukkan adanya ketidak efisienan, pada biaya operasional yang melebihi anggaran. Penilaian yang digunakan di sini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa pembengkakan biaya, perusahaan masih dapat dianggap efisien dalam pengelolaan anggaran operasionalnya. Secara keseluruhan, perusahaan perlu melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pengelolaan biaya operasional, terutama pada tahun-tahun dimana terjadi pembengkakan biaya yang signifikan dibandingkan anggaran. Rasio Efektivitas Efektivitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu organisasi berhasil mencapai tujuan atau target yang telah ditetapkan. Dalam konteks keuangan atau operasional, efektivitas sering diukur dengan membandingkan hasil yang dicapai . dengan target atau anggaran yang telah direncanakan. Tabel 4. 5 Kriteria Rasio Efektivitas Kriteria Efektivitas Persentase Efektivitas Sangat Efektif >120% Efektif 119-100% Tidak Efektif <100% Sumber: Mahmudi, . : 2024 Tabel 4. 6 Rekapitulasi Perhitungan Rasio Efektivitas PDAM Kabupaten kupang Tahun Angaran Operasional (R. Biaya Realilsasi Operasional (R. Biaya Persentase Efektivitas (%) Kriteria Tidak Efektif Efektif Sangat Efektif Efektif Sumber: Data Hasil Olahan Penulis: 2024 Secara keseluruhan. Tabel 4. 6 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat efektivitas yang fluktuatif dalam mencapai target operasionalnya efektivitas terendah terjadi pada Tahun 2019. Tahun 2020-2022 efektivitas lebih dari 100%, sehingga berada pada kriteria Efektif dan Sangat Efektif. Hal ini menunjukan ktiteria Rasio Efektivitas PDAM Kabupaten Kupang masih efektivitas. Berdasarkan hasil serta pembahasan pada Tabel 4. 5 dan 4. 6 maka berikut adalah hasil Rekapitulasi Perusahaan Daerah Air Minum Periode 2019-2022. Tabel 4. 7 Hasil Rekapitulasi PDAM Kabupaten Kupang Periode 2019-2022 Aspek Rasio Efisiensi Rasio Efektivitas Rata-Rata Kriteria Tidak Efisien 106,25% Efektif Sumber: Data Hasil Olahan Penulis . Vol. No. Januari 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Dari hasil rekapitulasi Tabel 4. 7, dapat dijelaskan bahwa Efisiensi dan Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional pada PDAM Kabupaten Kupang, dapat dilihat bahwa Tahun 2019 memiliki rasio efisiensi yang Sangat Efisien . %), tetapi kurang efisien pada Tahun 2020-2022, terutama di Tahun 2021 dengan 80% yang menunjukkan efisiensi yang sangat rendah dibandingkan 2020-2022. Ratarata 95% menunjukkan bahwa secara keseluruhan. PDAM Kabupaten Kupang Tidak Efisien dalam pengelolaan sumber dayanya selama periode 2019-2022. Pada rasio efektivitas terlihat bahwa efektivitas PDAM Kota Kabupaten Kupang meningkat dari 91% pada 2019 menjadi 124% pada Tahun 2021, menunjukkan bahwa tujuan operasional tercapai dengan baik bahkan melebihi target yang telah ditentukan. Rata-rata rasio efektivitas 106,25% mengindikasikan bahwa secara umum PDAM telah bekerja dengan efektif dalam mencapai tujuannya selama periode 2019-2022. KESIMPULAN Berdasarkan analisis terhadap efisiensi dan efektivitas pengendalian biaya operasional pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang selama periode 2019-2022, dapat disimpulkan bahwa: Efisiensi: Tingkat efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional menunjukkan hasil yang Tahun 2019 mencatat rasio efisiensi yang sangat baik dengan persentase 109%, sedangkan tahun 2020-2022 mengalami ketidakefisienan, terutama pada tahun 2021 yang mencatat rasio efisiensi terendah sebesar 80%. Secara rata-rata, rasio efisiensi mencapai 95%, yang menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Kupang belum sepenuhnya efisien dalam mengelola biaya operasionalnya. Efektivitas: Pengendalian biaya operasional dinilai cukup efektif dengan rata-rata rasio efektivitas sebesar 106,25%. Tahun 2021 mencatat rasio efektivitas tertinggi sebesar 124%, menunjukkan bahwa meskipun terjadi pembengkakan biaya, target operasional tetap tercapai dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Kupang perlu meningkatkan perencanaan dan pengendalian biaya operasional, khususnya untuk mencegah ketidakefisienan yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan. Evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor penyebab pembengkakan biaya, khususnya pada tahun 2021, menjadi prioritas untuk memastikan pengelolaan biaya yang lebih baik di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA