1175 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Penerapan Terapi Menggambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Negeri 10 Samarinda Bachtiar Safrudin1*. Hendi Wardana*2. Richa Cahya Setyowati3. Naya Amalia4. Putri Amanda Arra5. Dewi Nila Sari6. Rona Mika7. Neti Nurjanah8. Salsabila Noor Aisyah9. Rodiansyah10. Miftahul Arzaaq11. Dwi Widyastuti12. Kartika Setia Purdani13 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur E-mail: mbs143@umkt. id *1, hendiwardana04@gmail. com *2 Article History: Received: 10 Mei 2025 Revised: 27 Mei 2025 Accepted: 30 Mei 2025 Keywords: Anak Usia Dini. Motorik Halus. Terapi Menggambar Abstract: Anak usia dini, khususnya anak Taman Kanak-Kanak (TK), perkembangan motorik, kognitif, dan emosional yang Salah satu kegiatan yang dapat mendukung perkembangan tersebut adalah melalui aktivitas Tujuan menggambar pada anak TK di TK Negeri 10 Samarinda adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, konsentrasi, serta mendorong ekspresi emosi dan kreativitas anak. Metode yang digunakan adalah program pembelajaran berbasis aktivitas seni visual, khususnya menggambar bebas dengan berbagai media. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2024 dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil memberikan dampak positif terhadap perkembangan Anak-anak terlihat lebih mampu dalam menggenggam alat gambar, mengarahkan gerakan tangan dengan lebih terkontrol, serta menunjukkan antusiasme dalam mengekspresikan ide dan perasaan mereka melalui gambar. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam berkreasi. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kegiatan menggambar dimasukkan secara rutin dalam kurikulum harian TK sebagai upaya untuk mendukung perkembangan menyeluruh anak usia dini. PENDAHULUAN Anak usia dini, khususnya anak Taman Kanak-Kanak (TK), berada dalam tahap perkembangan penting yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Salah satu aspek krusial dalam perkembangan tersebut adalah kemampuan motorik halus, yaitu kemampuan yang melibatkan koordinasi otot-otot kecil terutama di tangan dan jari. Keterampilan motorik a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 halus sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari anak, seperti menulis, menggambar, dan memegang benda dengan tepat (Yona & Purwoningsih, 2. Penelitian terbaru oleh Sari dan Putra . menegaskan bahwa stimulasi motorik halus sejak dini dapat meningkatkan kesiapan anak dalam belajar membaca dan menulis di sekolah dasar. Selain itu. Kurniawan et al. menyebutkan bahwa perkembangan motorik halus juga berdampak positif pada kemampuan kognitif anak, seperti pemecahan masalah dan perhatian. Safrudin et al. menyatakan bahwa terapi mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak berkebutuhan khusus. Kegiatan menggambar merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak TK. Dalam proses menggambar, anak dilatih untuk mengontrol gerakan tangan, memegang alat gambar dengan benar, serta menyelaraskan antara penglihatan dan gerakan tangan. Penelitian oleh Bahri et al. menunjukkan bahwa kegiatan menggambar secara teratur dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Selain itu, aktivitas menggambar juga membantu anak untuk melatih ketekunan, mengembangkan daya imajinasi, dan menumbuhkan minat terhadap seni. Sejalan dengan hal tersebut. Pratama dan Wulandari . menemukan bahwa metode menggambar dapat membantu anak dalam meningkatkan fokus dan mengurangi Lebih jauh, kegiatan menggambar juga berperan penting dalam aspek sosial-emosional Anak usia sekolah belajar dan bermain di bawah pengaruh teman dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan orang tua serta guru mereka berada di sekolah (Ulita & Safrudin, 2. Anak-anak dapat mengekspresikan emosi, perasaan, dan pengalaman mereka melalui gambar. Hal ini mendorong mereka untuk merasa lebih bebas dalam menyalurkan ide dan perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata. Selain itu, menggambar juga memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun rasa percaya diri, terutama saat mereka berhasil menyelesaikan gambar yang mereka buat sendiri (Yona & Purwoningsih, 2. Studi oleh Arifin dan Sari . menambahkan bahwa kegiatan seni visual seperti menggambar dapat memperkuat hubungan sosial anak dalam kelompok belajar dan meningkatkan empati. Melihat manfaat tersebut, penting bagi pendidik dan orang tua untuk mengintegrasikan kegiatan menggambar secara rutin dalam kurikulum dan kegiatan harian anak TK. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana bermain, tetapi juga sebagai media belajar yang dapat menunjang perkembangan motorik halus, kreativitas, serta kesehatan mental dan emosional anak secara menyeluruh (Bahri et al. , 2023. Kurniawan et al. , 2. METODE Kegiatan menggambar ini dilaksanakan dalam satu hari pada tanggal 15 Mei 2024 di TK Negeri 10 Samarinda dan berlangsung selama kurang lebih 60 menit. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah program pembelajaran berbasis aktivitas seni yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan motorik halus serta kreativitas anak melalui kegiatan menggambar. Pada tahap persiapan, guru dan tim pelaksana terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk merancang kegiatan. Persiapan meliputi pemilihan tema gambar yang sesuai dengan usia dan minat anak-anak, seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda di sekitar mereka. Selain itu, tim juga menyiapkan alat dan bahan seperti kertas gambar, pensil warna, krayon, serta media gambar lainnya yang aman dan menarik untuk anak usia dini (Bahri et al. , 2. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pembukaan oleh guru dan tim dengan menyapa anaka. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 anak dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Anak-anak kemudian diminta memperkenalkan diri secara singkat untuk membangun rasa percaya diri dan menciptakan interaksi sosial yang positif. Setelah itu, guru membagikan alat gambar dan menjelaskan secara singkat kegiatan yang akan dilakukan. Anak-anak diberikan kebebasan untuk menggambar sesuai dengan imajinasi mereka, namun tetap dalam bimbingan guru. Selama proses menggambar, guru mendampingi dan memberikan motivasi secara verbal serta menunjukkan contoh jika diperlukan. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan membantu anak menyelesaikan gambar mereka dengan percaya diri (Yona & Purwoningsih, 2. Tahap terakhir adalah evaluasi, di mana anak-anak diminta menunjukkan hasil gambar mereka kepada teman-teman dan menceritakan apa yang mereka gambar. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian anak dalam mengekspresikan diri serta mengembangkan kemampuan komunikasi verbal. Selain itu, guru memberikan apresiasi terhadap setiap karya anak guna menumbuhkan motivasi intrinsik dan rasa bangga atas hasil karyanya. Pendekatan ini dirancang agar anak-anak merasa nyaman, tidak terbebani, dan dapat menikmati proses belajar sambil bermain. Kegiatan menggambar yang dilakukan secara terstruktur namun fleksibel terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik halus serta memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi secara positif (Bahri et al. , 2023. Yona & Purwoningsih, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas TK Negeri 10 Samarinda dengan jumlah peserta sebanyak 14 siswa, yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Seluruh siswa hadir dan mengikuti kegiatan menggambar dengan antusias. Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa bersama guru pendamping. Mahasiswa membuka kegiatan dengan perkenalan dan mengajak siswa untuk menyebutkan nama mereka secara bergiliran sebagai bentuk awal interaksi sosial dan membangun rasa percaya diri anak-anak. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 1 : Proses kegiatan menggambar oleh siswa/i TK Gambar 2 : Kemampuan motorik halus siswa TK dalam menggambar Setelah sesi pembukaan, anak-anak dibagikan kertas kosong dan alat gambar seperti krayon serta pensil warna. Mereka diberikan kebebasan untuk menggambar sesuai dengan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 imajinasi masing-masing. Tema yang diangkat secara umum adalah "Hewan dan Lingkungan Sekitar", namun anak-anak diperbolehkan memilih objek yang mereka sukai. Setelah kegiatan berlangsung selama kurang lebih 60 menit, dilakukan evaluasi dengan meminta anak-anak menunjukkan hasil gambar mereka di depan kelas dan menceritakan apa yang mereka gambar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak mampu menggenggam alat gambar dengan baik dan menunjukkan peningkatan dalam koordinasi tangan dan mata. Aktivitas ini juga terlihat mampu menjaga perhatian anak lebih lama dibandingkan kegiatan rutin lainnya di kelas, sehingga efektif dalam melatih konsentrasi mereka (Bahri et al. Beberapa anak yang sebelumnya tampak pemalu mulai menunjukkan ekspresi diri melalui gambar dan warna yang mereka pilih. Aktivitas menggambar juga memberi ruang bagi anak untuk menyalurkan imajinasi dan emosi mereka secara bebas. Anak-anak terlihat senang dan tertawa saat menggambarkan isi gambar mereka kepada teman-teman, yang menunjukkan adanya perkembangan dalam aspek sosial dan komunikasi verbal (Yona & Purwoningsih, 2. Secara umum, kegiatan menggambar ini berjalan dengan sangat baik. Alat dan bahan yang disiapkan telah mendukung kelancaran kegiatan. Guru dan mahasiswa bekerja sama mendampingi anak-anak dengan sabar dan aktif memberikan motivasi. Berdasarkan hasil kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggambar tidak hanya membantu mengembangkan keterampilan motorik halus, tetapi juga berdampak positif pada perkembangan emosi dan interaksi sosial anak usia dini. Gambar 3. Dokumentasi Bersama Guru dan Siswa/i TK Negeri 10 Samarinda KESIMPULAN Kegiatan menggambar pada anak usia dini, khususnya di tingkat TK, terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus, yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti menulis dan menggambar. Selain meningkatkan koordinasi tangan dan mata, kegiatan ini juga memberikan dampak positif pada aspek kognitif, sosial, dan emosional anak. Proses menggambar tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga membantu anak dalam mengekspresikan perasaan, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan interaksi sosial dan komunikasi verbal. Pelaksanaan kegiatan menggambar yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 terstruktur namun fleksibel di TK Negeri 10 Samarinda menunjukkan antusiasme dan hasil yang baik, di mana anak-anak mampu menggenggam alat gambar dengan baik dan lebih fokus selama Oleh karena itu, integrasi kegiatan menggambar secara rutin dalam kurikulum TK sangat dianjurkan untuk mendukung perkembangan holistik anak usia dini. Selain itu, penerapan dirumah bersama orang tua juga diharapkan bisa dilakukan. Lingkungan keluarga adalah tahap pendidikan pertama dan utama, dimana anak mulai mendapat pendidikan agama, melakukan interaksi dan menerapkan perbergaulan dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan sosialisasi sebagai bagian tahapan tumbuh kembangnya (Ilmy & Safrudin, 2. Keterlibatan orang tua dalam mendidik dan mengajarkan anak dapat memberikan pengaruh besar kepada motivasi belajar. Keterlibatan orang tua dalam mendidik dan mengajarkan anak dapat memberikan pengaruh besar kepada motivasi belajar anak-anak (Prastika & Safrudin, 2. Semua orang tua memiliki tipe dan penerapan gaya pola asuh yang berbeda beda yang diterapkan pada anaknya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh riwayat pendidikan orang tua, pekerjaan, keadaan sosial ekonomi, tradisi dan lainnya (Asiyah & Safrudin. DAFTAR REFERENSI Asiyah. , & Safrudin. Hubungan komunikasi orang tua dan remaja dengan prestasi belajar melalui tinjauan systematic review. Borneo Student Research, 2. , 106Ae110. https://doi. org/10. 30872/bsr. Arifin. , & Sari. Pengaruh kegiatan seni visual terhadap perkembangan sosialemosional anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 12. , 45-56. Bahri. Astawa. Sriwarthini. , & Astini. Meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mewarnai pada anak usia 5-6 tahun. Journal of Classroom Action Research, 5. , 97Ae105. https://doi. org/10. 29303/jcar. Ilmy. , & Safrudin. Systematic review hubungan komunikasi orang tua dan anak dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Borneo Student Research, 2. , 1669Ae1674. https://doi. org/10. 30872/bsr. Kurniawan. Prasetyo. , & Handayani. Hubungan perkembangan motorik halus dengan kemampuan kognitif pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 10. , 200-210. Prastika. , & Safrudin. Hubungan komunikasi orang tua dan remaja dengan motivasi belajar melalui tinjauan systematic review. Borneo Student Research, 2. , 122Ae https://doi. org/10. 30872/bsr. Pratama. , & Wulandari. Metode menggambar sebagai media peningkatan fokus dan pengurangan kecemasan pada anak TK. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8. , 87-95. Rahmawati. Yuliana. , & Nurjanah. Pengaruh aktivitas menggambar terhadap kemampuan emosi anak usia 5Ae6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 1365Ae1372. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Safrudin. Anggryani. Zulfahmi. Amanda. Aprilia. Azizah. Safitri. Aulia. Praditha. Arifin. Anggraeni. , & Widyastuti. Penerapan terapi bermain mewarnai terhadap kemampuan motorik halus anak di SLB Negeri Samarinda. JOONG-KI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4. , 866Ae870. Sari. , & Putra. Stimulasi motorik halus dan kesiapan belajar membaca dan menulis anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar, 9. , 50-62. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Ulita. , & Safrudin. Pengaruh live modeling terhadap perilaku cuci tangan pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 003 Sangasanga. Borneo Student Research, 3. , 442Ae https://doi. org/10. 30872/bsr. Widyastuti. , & Dwiastuti. Kegiatan menggambar untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak TK. Jurnal Ceria Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 234Ae240. https://doi. org/10. 15294/ceria. Yona. , & Purwoningsih. Meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui Journal Education Research, 4. , 1542Ae1547. https://doi. org/10. 37985/jer. ISSN : 2828-5700 .