Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 Penerapan Karakter Sosial dalam Buku Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 untuk Siswa SMP (Application of Social Character in Indonesian Language Book 2013 Curriculum for Junior High School Student. Desy Rufaidaha,1*. Siti Rochmiyatia,2, dan Die Bhakti Wardoyo Putroa,3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta. Indonesia rufaidah@ustjogja. 2rochmiyati_atik@ustjogja. 3die_bhakti@ustjogja. * Corresponding author Article info ABSTRACT Article history: Received: 17-11-2019 Revised : 12-12-2020 Accepted:20-09-2021 This study aims to describe social character education in the Indonesian Junior High School Curriculum 2013. This research is a qualitative descriptive study with data in the form of words, phrases, clauses, sentences, and discourses that contain the planting of social character education in Indonesian textbooks. The study results show that one of the attitude values contained in the Indonesian language book for junior high school students in the 2013 Curriculum is social attitudes that include caring and polite attitudes. Caring and polite attitudes are found in textbooks for grades VII. Vi, and IX. The value of social attitudes in Indonesian junior high school students' textbooks is reflected in the introduction to chapters and sub-chapters, materials, discourses, introduction to activities and exercises, exercises, and activities. Keywords: discourse social attitudes learning process material textbooks of Indonesian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan karakter sosial dalam buku teks Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana yang memuat penanaman pendidikan karakter sosial dalam buku teks Bahasa Indonesia. Hasil penelitan menunjukkan bahwa salah satu nilai sikap yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia untuk siswa SMP Kurikulum 2013, yaitu sikap sosial yang meliputi sikap peduli dan santun. Sikap peduli dan santun terdapat dalam buku teks kelas VII. Vi, dan IX. Nilai sikap sosial dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia SMP tercermin dalam pengantar bab dan subbab, materi, wacana, pengantar kegiatan dan latihan, latihan, dan kegiatan. Copyright A 2021 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Buku teks merupakan variabel penting dalam proses pembelajaran. Dalam buku teks, memuat materi yang dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran (Rochmiyati & Rufaidah, 2. Buku teks ditulis oleh pakar atau ahli suatu bidang diturunkan dari kurikulum yang berlaku. Buku teks merupakan bahan pendukung yang digunakan dalam proses pembelajaran, memuat materi pembelajaran yang telah diseleksi sesuai dengan bidang studi tertentu, dan disusun secara sistematis (Muslich, 2. Buku teks memuat materi pembelajaran yang Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 harus dikuasai siswa sesuai dengan kurikulum yang saat ini berlaku. Materi yang termuat dalam buku teks, meliputi: nilai pengetahuan, nilai keterampilan, dan nilai Materi yang telah dipelajari di sekolah dapat diulang atau dipelajari kembali, siswa pun dapat mempelajari materi sebelum pembelajaran di kelas dengan bantuan buku teks (Rufaidah, 2. Siswa tidak hanya cukup pintar secara pengetahuan dan terampil, tetapi harus mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dengan baik dan bijak. Selain itu, siswa harus memiliki karakter yang baik. Karakter adalah perpaduan semua tabiat yang dapat diartikan bersifat tetap sehingga dapat menjadi tanda atau ciri khas yang dapat membedakan tiap individu (Tamansiswa, 2. Karakter baik perlu diajarkan, ditanamkan, dan diimplementasikan dalam kehidupan seharihari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dewasa ini tidak jarang dijumpai tindakan bullying . dan beberapa kenakalan remaja. Ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi tersebut, yaitu . kurangnya kasih sayang, pendidikan agama, moral, dan sosial dari orang tua kepada anak. sikap acuh tak acuh masyarakat dan sistem komunikasi di masyarakat tidak berjalan dengan baik. konten kekerasan dan pornografi mudah diakses yang dapat dijadikan teladan kurang baik (Hendarman, 2. Pada era digital, siswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan siapa pun. Dengan berkomunikasi dan bekerja, siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kemajuan teknologi dan informasi pun memudahkan terpenuhinya kebutuhan dengan mudah. Hal tersebut mengakibatkan adanya pergeseran cara berpikir dan berperilaku. Mobilitas manusia semakin cepat. Komunikasi singkat dan padat. Tiap individu dituntut untuk mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan banyak pihak. Namun, dalam berkomunikasi tetap harus memperhatikan etika sesuai dengan budaya. Meskipun berkomunikasi dengan alat komunikasi, tetap harus memperhatikan sopan santun. Pembicara harus paham siapa lawan tutur dan tempat komunikasi tersebut terjadi. Hal tersebut dapat dipelajari siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks. Teks sebagai suatu proses sosial berorientasi pada tujuan sosial (Suwandi, 2. Teks yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia untuk siswa memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat menjadi teladan baik dan memicu siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah. Penanaman nilai karakter dalam buku teks dapat termuat dalam materi, teks, petunjuk kegiatan atau pun latihan yang berkaitan dengan nilai-nilai yang perlu dikembangkan sesuai dengan konteks dalam kehidupan keseharian dan Nilai pendidikan karakter dapat digolongkan menjadi karakter manusia terhadap Tuhan YME, manusia terhadap pribadinya sendiri, manusia lainnya, lingkungan, dan kebangsaan (Normawati, 2. Nilai karakter manusia terhadap sesama dapat dikatakan sikap sosial. Dengan sikap peduli, siswa menumbuhkan rasa atau jiwa sosialnya. Dengan penanaman sikap peduli dapat menjadikan siswa tergerak untuk bergerak membantu orang lain yang memerlukan bantuan (Fauzi, 2. Sikap peduli tidak hanya peduli terhadap orang lain, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Tiap manusia atau siswa pasti tidak lepas dari saling berinteraksi Supaya interaksi berjalan dengan baik, siswa perlu menerapkan sikap santun. Santun berarti baik atau halus budi bahasa atau pun tingkah lakunya. Seseorang bersikap santun jika menggunakan bahasa dengan baik dan benar serta Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 menunjukkan sikap dan perilaku sopan. Dengan sikap santun, membuat komunikasi berjalan dengan baik. Strategi pembelajaran pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui: . pengintegrasian nilai dan etika pada mata pelajaran, . internalisasi nilai positif yang ditanamkan oleh semua warga sekolah, . pembiasaan dan latihan, . pemberian contoh dan teladan, . penciptaan dan pembudayaan suasana berkarakter di sekolah (Dalimunthe, 2. Implementasi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui keterpaduan antara pembentukan karakter dengan pembelajaran dan manajemen sekolah serta ekstrakurikuler. Internalisasi nilai positif yang ditanamkan oleh semua warga sekolah, pembiasaan dan latihan, pemberian contoh dan teladan, serta penciptaan sesana berkarakter di sekolah serta pembudayaan hendaknya diberikan sedini mungkin (Shoimin, 2. Dalam sistem pengajaran dan pendidikan diperlukan penerapan konsep Trilogi Kepemimpinan, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha. Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani (Agus dkk, 2. Dengan penerapan konsep tersebut, maka pendidik memosisikan dirinya di depan sebagai model atau teladan, di tengah untuk memberikan semangat, dan di belakang untuk memberikan dukungan dan dorongan. Hal ini disebabkan karena sistem pendidikan di Indonesa harus ditata secara cerdas, mendalam, kreatif, inovatif, terintegrasi, komprehensif, dan futuristik, tetapi tetap berpondasi pada nilai budaya luhur di Indonesia. Oleh karena itu, penanaman karakter peduli dan santun perlu dilakukan sedini mungkin melalui buku Bahasa Indonesia untuk siswa SMP Kurikulum 2013. Nilai ini diharapkan dapat menumbuhkan, menginspirasi, dan menggerakkan siswa untuk lebih peka. METODE Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pemaparan secara Penelitian deskriptif merupakan salah satu jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi (Sugiyono, 2. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Hal itu dikarenakan penelitian yang dilaksanakan mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia SMP. Penelitian ini merupakan penelitian payung antara dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2019. Data diperoleh dari data yang sudah tersedia dari sumber buku. Sumber data berupa buku teks pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP Kurikulum 2013. Data penelitian berupa satuan gramatikal mulai dari frasa sampai dengan wacana yang memuat konten-konten tentang nilai sikap sosial yang terdapat dalam buku tersebut. Data diperoleh dari hasil penelitian Venda Margareta. Bima Rian Hidayat. Cristina Priska Harsiwi, buku teks Bahasa Indonesia kelas VII. Vi, dan IX Kurikulum 2013. Instrumen penelitian ini, yaitu peneliti yang telah dibekali teori dan dilengkapi dengan kartu Prosedur pertama yang dilakukan adalah penyusunan instrumen penelitian berupa kartu data. Dalam penelitian ini, kriteria keabsaahan data yang akan digunakan adalah uji kepercayaan data . atau derajat keabsahan data. Keabsahan data diawali dari validasi instrumen yang dilakukan oleh pakar atau expert judgment. Pakar atau expert judgment dalam penelitian yang dipilih adalah ahli pengajaran bahasa berpendidikan minimal S-2. Pakar akan dibekali instrumen berupa kartu data nilai-nilai sikap sosial dan definisi operasional. Penilaian atau Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 keabsahan data dilakukan melalui diskusi atau Focus Group Discusion (FGD). Setelah dinyatakan layak, tahap kedua yaitu pengumpulan data. Intrumen digunakan dalam proses pengumpulan data dengan teknik dokumentasi. Data yang telah terkumpul, dianalisis dengan analisis model analisis interaktif. Model analisis interaktif, meliputi: pemotongan atau pengurangan data, penyajian data empiris, dan penarikan simpulan umum (Milles & Huberman, 2. Data yang sudah dianalisis selanjutnya disajikan dalam bentul nonformal, yaitu dengan deskripsi berupa kata-kata mengenai penerapan pendidikan karakter sosial dalam buku teks Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013. HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai Karakter Peduli Sikap dan perilaku peduli kepada orang lain Sikap dan perilaku peduli kepada orang lain terdapat dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Vi, dan IX. Sikap tersebut tercermin dalam pengantar bab, pengantar subbab, materi, wacana, petunjuk latihan, kegiatan, dan petunjuk kegiatan. Sikap dan perilaku peduli terhadap orang lain dapat tercermin dengan membantu orang lain yang membutuhkan, tanpa harus diminta, memberikan semangat kepada orang lain yang sedang terkena musibah, memberikan masukan supaya pekerjaan orang lain menjadi lebih baik. Peduli terhadap orang lain harus diwujudkan dalam bentuk perilaku terhadap siapa pun. Peduli sosial seseorang terbentuk dari adanya interaksi sosial yang dialami oleh setiap individu. Dikatakan sebagai interaksi sosial apabila adanya hubungan saling memengaruhi diantara individu yang satu dengan yang lain, terjadi hubungan timbal balik yang turut memengaruhi pola perilaku masingmasing individu sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu, penanaman pendidikan karakter menjadi penting untuk ditanamkan pada siswa untuk saling berinteraksi dan adanya timbal-balik untuk saling peduli (Busyaeri & Muharom. Muhamadi & Hasanah, 2. Berikut contoh implementasi nilai karakter peduli dengan indikator sikap dan perilaku peduli terhadap orang lain. Teks jenis ini membantu kita memahami hal yang belum kita Jika kita membuat teks semacam itu, kita membantu orang lain memahami hal yang belum mereka ketahui. (Kelas VII. Bab i. Halaman . Tanpa disadari, kamu juga sering menanggapi sesuatu yang kamu lihat dan rasakan. Aspek yang perlu dipelajari adalah cara menanggapi sesuatu secara objektif dan santun. Hindari, menanggapi sesuatu yang AumenyakitiAy. Lebih baik kamu tidak menanggapi apa pun daripada menyakiti orang lain. (Kelas IX. Bab IV. Halaman . Cerita inspiratif merupakan bentuk narasi yang lebih bertujuan memberi inspirasi kebaikan kepada banyak orang. Cerita yang tentunya baik dapat menggugah perasaan seseorang, memberi kesan yang mendalam bahkan dalam tingkat yang lebih tinggi dan mampu membuat seseorang berjanji pada dirinya untuk menjadi seperti yang Cerita yang menginspirasi seseorang berbuat lebih baik, lebih peduli, lebih berempati terhadap orang lain. (Kelas IX. Bab VI. Halaman . Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 Kutipan . , . , . , dan . terdapat dibagian pengantar bab. Kutipan . terletak dibagian pengantar bab i kelas VII. Kutipan . memberikan informasi bahwa teks prosedur dapat membantu orang lain dalam memahami apa yang belum diketahui sebelumnya. Dengan begitu, orang lain akan dimudahkan dalam membuat sesuatu dengan berpedoman pada langkah-langkah yang terdapat pada teks prosedur. Kutipan . terdapat di bagian pengantar bab buku teks siswa Bahasa Indonesia kelas IX bab IV dan VI. Kutipan . menjelaskan tentang memberikan tanggapan terhadap karya teman. Saat menanggapi, berarti siswa menunjukkan kepedulian karena memberikan perhatian terhadap karya temannya, tetapi saat memberikan tanggapan harus menghindari sesuatu yang menyakiti orang lain. Kutipan . menjelaskan bahwa cerita inspirasi dapat membuat seseorang . embaca atau penyima. menjadi lebih peduli dan berempati terhadap orang lain. Rasa empati memang muncul dari dalam diri seseorang. Seseorang yang memiliki nilai empati yang rendah, tentu tidak dapat berubah dengan cepat. Perlu adanya orang lain untuk menanamkan rasa empati dalam dirinya. Penanaman karakter peduli adalah proses belajar. Pendidikan karakter yang ditanamkan kepada peserta didik memiliki dimensi sosial struktural yang melihat bagaimana menciptakan sebuah sistem sosial yang kondusif bagi pertumbuhan individu (Pranowo, 2. Dengan kata lain, penanaman karakter peduli kepada orang lain akan menumbuhkan perubahan sikap dari yang tidak peduli menjadi peduli. Kita menyuarakan apa yang menjadi kepedulian kita. Kita harus peduli kepada hal-hal baik tentang apa pun kepada siapapun. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling unggul, sudah seharusnya kita menjaga alam semesta agar bermanfaat bagi seluruh umat manusia di manapun berada. Kita tidak dapat hidup sendiri. Hidup kita terkait dengan banyak orang di seluruh muka bumi. Kerusakan yang terjadi di lingkungan kita akan berdampak ke tempat (Kelas IX. Bab II. Halaman . Sebagai makhluk sosial atau homo socialis, manusia tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, manusia haruslah saling menghormati, mengasihi, serta peduli terhadap berbagai macam keadaan di sekitarnya. Maka dari itu, penanaman karakter peduli dapat dilakukan dengan berbagai cara (Tabi'in, 2017. Setiawatri & Kosasih. Kutipan . terdapat di bagian pengantar subbab kelas IX bab II. Kutipan tersebut menjelaskan supaya manusia harus peduli kepada siapa saja karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Hal ini juga menyadarkan kepada siswa bahwa manusia juga memiliki kekurangan sehingga ada kalanya pasti akan memerlukan pertolongan orang lain dan menolong orang lain. Ozi, saya mendengar kotamu sedang dilanda bencana kabut asap. Aku khawatir akan keadaanmu. Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu dapat belajar di sekolah tanpa terganggu kabut asap? Liburan semester ini. Ayahku akan memberikan penyuluhan program Desa Bebas Api di desamu. Aku diajak oleh Ayah agar dapat (Kelas VII. Bab VII. Halaman . Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 . Au. Penulis memberikan suatu filosofi. campuran sempurna dari kebijaksanaan, perasaan haru, dan pengalaman praktis. Ay AuIa menulis dengan penuh wawasan dan ia peduli kepada manusia. Ay AuSukses dapat dipelajari dan buku ini adalah cara yang sangat efektif untuk Ay (Kelas VII. Bab VII. Halaman . Peduli pada teman bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh siswa di antaranya menjenguk teman ketika sakit, membantu teman yang sedang mengalami kesusahan, atau menolong teman yang sedang terkena bencana alam (Himmah. Tukidi, & Mulianingsih, 2. Kutipan . terdapat dalam materi pembelajaran yaitu contoh surat pribadi. Kutipan tersebut mengajarkan siswa untuk peduli kepada orang lain dengan berusaha memberi pertolongan dan memberi semangat kepada orang yang sedang terkena musibah. Kutipan . merupakan materi pembelajaran tentang contoh pujian terhadap buku. Kutipan tersebut merupakan contoh mengomentari buku fiksi dan nonfiksi yang mengajarkan siswa untuk peduli kepada sesama manusia. Pada teks wacana deskripsi yang berjudul AuIbu, inspirasikuAy terdapat pada halaman 4-5 berikut kutipannya. Ibuku adalah wanita yang sangat baik kepada semua orang, tidak hanya kepada keluargaku saja. beliau ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja yang beliau temui. Dia sangat suka membantu orang lain yang membutuhkan, terutama yang sedang dalam kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin meneguhkan prinsipnya untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama. (Kelas VII. Bab I. Halaman . Pada teks wacana yang berjudul AuBelajar dengan Gajah MadaAy halaman 60-62, berikut kutipannya. AuTolong,Ay tiba-tiba terdengar suara Handi berteriak minta tolong. Dani dan Ardi yang berada tidak jauh dari tempat itu segera berlari menghampiri. Dengan reflek Ardi dan Dani menarik berusaha menolong Handi. (Kelas VII. Bab II. Halaman . Sekali lagi kita harus hati-hati dan waspada dengan situs-situs yang akan dikunjungi. (Kelas Vi. Bab VII. Halaman . Pada teks Drama yang berjudul AuKena BatunyaAy karya Veronica Widyastuti halaman 225-228 berikut kutipannya. AuAduh. aku gak pura-pura. Kakiku sakit sekali,Ay rintih Arga. Auaku janji nggak akan ngerjain kalian lagi. Ay Akhinya Inka tak tahan juga melihat Arga yang meringis kesakitan dan tidak bisa berdiri. Auditolong yuk. Dis. Ay AuTapi. Ay AuSudahlah, kita kan nggak boleh dendam sama orang lain. Bagaimanapun. Arga kan teman kita juga. Ay (Kelas Vi. Bab Vi. Halaman . Suatu hari pohon itu berkata. AuMogu, kini pergilah mengembara. Carilah pengalaman yang banyak. Gunakanlah pengetahuan yang kau miliki untuk membantumu. Jika ada kesulitan, kau boleh datang Ay Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 Mogu pun mengembara ke desa-desa. Ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis. (Kelas IX. Bab i. Halaman 80-. Kutipan . terdapat dalam teks berjudul Ibu. Inspirasiku, kutipan . terdapat dalam teks berjudul Belajar dengan Gajah Mada, kutipan . terdapat dalam teks berjudul Internet dan HAKI, kutipan . terdapat dalam teks berjudul Kena Batunya, dan kutipan . terdapat dalam teks berjudul Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan. Kutipan . mendeskripsikan sikap Ibu yang dapat mengajarkan siswa untuk peduli sosial sesuai dengan prinsipnya yang mengajarkan kebaikan kepada sesama makhluk hidup. Ibu senang membantu orang lain merupakan bentuk wujud peduli dan mempunyai jiwa bersosial yang Kutipan . mengajarkan siswa untuk selalu sigap dan bersedia membantu ketika ada yang membutuhkan pertolongan. Kutipan . menghimbau orang lain untuk waspada terhadap situs-situs yang dikunjungi. Kutipan . mendeskripsikan siswa untuk membantu teman yang sedang membutuhkan bantuan, meskipun teman itu suka jahil dan nakal. Kutipan . merupakan bentuk keteladanan peduli dengan membagikan apa yang dimiliki. Tidak selalu materi, tetapi bisa berupa ide, gagasan, atau pikiran yang dimiliki. Kutipan tersebut menerangkan bahwa pengetahuan sebaiknya digunakan untuk membantu siapa saja dan menerangkan kepedulian tokoh pohon yang berkenan memberikan bantuan kepada Mogu jika kesulitan serta memberikan nasihat kepada raja untuk peduli kepada rakyatnya dengan mendengarkan dan memahami mereka. Selain itu, pohon mengatakan bahwa Mogu akan membantu raja. Pendidikan karakter peduli pada siswa perlu dibentuk agar tercipta siswa yang peka dan peduli dengan kondisi sekitar dan menolong orang lain yang memerlukan bantuan (Pasani & Lestari, 2. Setelah selesai tulisanmu perlu ditukar untuk meminta Perbaikilah sesuai dengan masukan dari teman dan Panduan memperbaiki bisa menggunakan rubrik berikut. (Kelas VII. Bab IV. Halaman . Diskusikanlah hasil tulisanmu dengan teman sebangkumu. Setiap anak saling membaca dan memberi saran agar tulisan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan teks diskusi yaitu meyakinkan orang lain. (Kelas IX. Bab V. Halaman . Kegiatan 1. Mintalah kelompok lain untuk memberikan tanggapantanggapan berdasarkan aspek-aspek berikut. Kelogisan pendapat yang kamu kemukakan Kejelasan dalam penyampaian. (Kelas Vi. Bab I. Halaman . Kutipan . terdapat dalam petunjuk latihan. Kutipan tersebut merupakan petunjuk untuk merevisi teks laporan hasil observasi. Siswa diminta untuk saling membantu dengan saling memberi masukan. Setelah diberi masukan, diperbaiki sesuai dengan masukan dari teman. Kutipan . terdapat dalam petunjuk Kutipan tersebut merupakan petunjuk kepada siswa untuk mendiskusikan hasil pekerjaan dengan teman sebangku. Dalam berdiskusi, setiap Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 siswa saling membaca dan memberikan saran agar pekerjaannya menjadi semakin Kutipan . terdapat dalam petunjuk kegiatan. Kutipan tersebut meminta siswa untuk saling peduli. Perilaku ini ditunjukkan dengan saling bergantian melakukan silang baca dan memberikan penilaian. Sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan Sekolah menjadi salah satu tempat membangun kesadaran terhadap upaya pelestarian lingkungan. Sekolah memiliki tanggung jawab sosial yang besar membentuk siswa yang selalu berpihak kepada lingkungan. Semakin banyak sekolah peduli dan berbudaya lingkungan berarti semakin banyak pula anak bangsa yang memiliki tanggung jawab menjaga pelestarian lingkungan (Afriyeni. Maka dari itu, perbaikan jangka panjang terhadap lingkungan harus terlebih dahulu mengubah pola pikir agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan (Tresnani, 2. Siswa tidak hanya memiliki sikap dan perilaku peduli terhadap orang lain, tetapi peduli terhadap lingkungan. Sikap tersebut sudah harus ditanamkan sejak dini agar lingkungan tetap terjaga akibat ulah Fenomena kerusakan lingkungan yang banyak disebabkan oleh tangantangan manusia yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan Bumi menjadi Maka butuh pendidikan lingkungan yang disampaikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Ekopedagogik merupakan pendidikan lingkungan yang dapat membawa perubahan kesadaran pada siswa untuk melakukan ekoliterasi. Ekopedagogik adalah sebuah pendekatan untuk membangun kesadaran literasi ekologi, literasi budaya, dan literasi teknologi yang menekankan pada pendekatan cinta kasih, partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam menciptakan masyarakat menjaga keselarasan dengan alam (Dewa, 2. Sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan terdapat dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Vi, dan IX. Sikap tersebut tercermin dalam pengantar subbab, materi, teks, kegiatan, petunjuk kegiatan. Sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan dapat tercermin dengan mengajak manusia atau siswa untuk bersahabat dengan alam, misalnya: . ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, . mengajak dan memberitahu cara mengelola sampah dengan baik, . mengajak supaya pembangunan harus memperhatikan keseimbangan alam dan lingkungan supaya tidak terjadi bencana alam. Selain itu, mempromosikan keindahan alam Indonesia. Berikut contoh implementasi nilai karakter peduli dengan indikator sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan. AuBuku ini wujud kepedulian penulis untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia. AuMembaca buku ini seakan berpetualang ke seluruh wilayah Indonesia yang indahAy Au. Buku ini menangkap dengan indahnya pandangan penulisnya tentangt prinsip. Ay AuIni adalah buku yang mengagumkan yang dapat mengubah hidup Anda. Ay (Kelas VII. Bab Vi. Halaman . Pembangunan kota di Jakarta dan sekitarnya harus betul-betul mengacu pada peruntukan wilayah. Perusakan lingkungan di wilayah resapan air seperti Puncak dan Bogor juga harus bisa Nah kalu bisa begitu sudah barang tentu banjir di Jakarta tidak akan terjadi. (Kelas Vi. Bab VII. Halaman . Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 Kutipan . terdapat dalam materi tentang contoh pujian terhadap buku. Kutipan tersebut merupakan contoh mengomentari buku fiksi dan nonfiksi yang mengajarkan siswa untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara mempromosikan keindahan alam Indonesia. Kutipan . merupakan materi teks Kutipan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan akibat pembangunan gedung-gedung. Hal ini mengakibatkan air tidak dapat meresap ke tanah dengan baik dan bisa menyebabkan kebanjiran. Banyaknya gedung menyebabkan terbatasnya ruang untuk penanaman pohon dan juga mengakibatkan udara semakin panas. Dengan terbatasnya pohon-pohon, udara pun tidak terjamin . Teks laporan hasil observasi yang berjudul AuKucingAy halaman 142-143, berikut kutipannya. Kami sekeluarga sangat senang karena si Piko kucing yang tidak jorok. Ia masih selalu mengingat apa yang kami ajarkan untuk selalu buang air kecil dan buang air besar di Dengan kebiasaannya itu, kami sekeluarga merasa nyaman karena rumah kami terbebas dari kotoran yang berceceran dengan baunya tidak sedap. (Kelas VII. Bab IV. Halaman . Buanglah sampah pada tempatnya, jangan membuang di tengah jalan. (Kelas VII. Bab V. Halaman . AuProduksi kompos dari sampah lingkungan memberi kegiatan bagi warga dan pemasukan yang positif. Termasuk juga produksi pupuk cair bisa dirasakan untuk menyuburkan tanah wargaAy. (Kelas Vi. Bab i. Halaman . Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam lebih bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. (Kelas IX. Bab i. Halaman 57-. Ekopedagogik bukan hanya mempelajari ligkungan manusia, tetapi lebih luas lagi pada lingkungan sekitar, baik dengan tumbuhan maupun dengan hewan. Hal ini dikarena pada hakikatnya manusia adalah mahkluk sosial yang hidup berdampingan, baik dengan sesama manusia dengan alam sekitar, dan berinteraksi dengan hewan-hewan di sekitar (Rachmadyanti, 2. Kutipan . terdapat dalam teks berjudul Kucing. Kutipan . terdapat dalam teks pantun pola 1. Kutipan . terdapat dalam teks berjudul Manajemen Pengelolaan Sampah, dan kutipan . terdapat dalam teks berjudul Pohon Keramat. Kutipan . mengajarkan siswa untuk menjaga kebersihan, membuang kotoran pada Kutipan . merupakan puisi rakyat yang berupa pantun, mengandung pesan yang mengajarkan siswa untuk melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Kutipan . tersebut menjelaskan kepedulian terhadap sampah. Jika dikelola dengan baik, sampah akan menghasilkan sumber pendapatan dan menyuburkan tanah. Kutipan . tersebut mengandung pesan bahwa seharusnya manusia bersahabat dengan alam, tidak menebang pohon karena pohon menjaga manusia dari bencana. Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 . Pajang atau tempelkanlah laporan kelompokmu itu di papan tulis atau di dinding kelas dengan perekat yang tidak mengotorinya. (Kelas Vi. Bab IV. Halaman . AuCoba pikirkan jutaan hewan yang kehilangan rumahnya setiap hari akibat pohon yang ditebang. Jika daur ulang berkelanjutan, kita dapat menyelamatkan banyak hutan yang indah. Ay (Kelas IX. Bab II. Halaman . Peduli lingkungan merupakan sebagai sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam dan berupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi (Purwanti, 2. Kutipan . terdapat dalam petunjuk kegiatan. Siswa diminta untuk menempelkan laporan kelompok dengan perekat yang tidak mengotori papan tulis atau dinding. Kutipan . terdapat dalam kegiatan mengidentifikasi contoh cara memersuasi. Nilai Karakter Santun Orang tua sebagai role model pertama anak yang dapat memengaruhi pengembangan karakter melalui sosialisasi, diskusi, dan pengajaran (Johnson dkk. Sihombing & Hutagalung, 2. Maka dari itu, contoh yang diteladani anak akan tercermin dalam sikap dan tingkah laku di lingkungan rumah, sekolah, atau masyarakat. Perilaku kurang sopan yang dilakukan oleh anak dengan teman atau pun guru dibawa dari lingkungan rumah (Roshita, 2. Dengan kata lain, harus ada kerja sama antara orang tua dan guru dalam dalam membentuk karakter Menggunakan Bahasa yang baik dan benar Sikap dan perilaku menggunakan bahasa yang baik dan benar terdapat dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Vi, dan IX. Sikap tersebut tercermin dalam pengantar bab, materi, wacana, dan petunjuk Sikap santun dapat tercermin dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Penggunaan bahasa yang baik dan benar tercermin dengan memberikan tanggapan yang tidak menyakiti hati orang lain atau lawan tutur. Ucapan yang kurang baik dapat menyebabkan luka di hati sehingga perlu berhati-hati dalam memilih kosakata. Dalam berbicara, hindari kata-kata yang dapat merendahkan dan menghina orang lain. Selain dapat melukai hati, hal tersebut dapat menyebabkan hubungan menjadi kurang baik. Berikut contoh implementasi nilai karakter santun dengan indikator menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tanpa disadari, kamu juga sering menanggapi sesuatu yang kamu lihat dan rasakan. Aspek yang perlu dipelajari adalah cara menanggapi sesuatu secara objektif dan santun. Hindari, menanggapi sesuatu yang AumenyakitiAy. Lebih baik kamu tidak menanggapi apa pun daripada menyakiti orang lain. (Kelas IX. Bab IV. Halaman . Kutipan . terdapat dalam pengantar bab IV. Kutipan tersebut menjelaskan ketika memberikan tanggapan harus menghindari sesuatu yang menyakiti orang lain. Menanggapi dengan nada yang tepat dan pilihan kata yang tidak menimbulkan orang lain tersinggung. Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 . Ibu adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja. (Kelas VII. Bab I. Halaman . Tanggapan hendaknya menggunakan kata-kata santun yang tidak menyinggung perasaan orang lain. (Kelas Vi. Bab Vi. Halaman . Hindari sebisa mungkin bersikap konfrontasional. Jangan kasar atau menghina orang yang berbeda pendapat dengan kita. (Kelas IX. Bab II. Halaman . Pada teks cerita inspiratif halaman 153-154, berikut kutipannya: Hal yang sama terjadi saat kamu menyakiti orang dengan ucapanmu, kata-kata meninggalkan bekas luka di hati sama halnya lubang bekas paku di pagar. (Kelas IX. Bab VI. Halaman . Kutipan . terdapat dalam materi ciri teks deskripsi dari segi penggunaan Kutipan tersebut ditulis oleh penulis langsung untuk memberikan informasi mengenai teks deskripsi yang mengajarkan siswa untuk ramah. Kutipan . terdapat dalam materi tentang tanggapan untuk pementasan drama. Kutipan tersebut meminta siswa dalam memberikan tanggapan hendaknya menggunakan bahasa yang santun agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Kutipan . terdapat dalam materi pidato. Kutipan tersebut menerangkan bahwa dalam berpidato sebaiknya menghindari bersikap kasar atau menghina orang karena merupakan tindakan yang tidak santun. Kutipan . terdapat dalam materi contoh telaah cerita inspiratif. Kutipan tersebut menjelaskan bahwa menyakiti orang dengan ucapan akan menyebabkan luka di hati. Hendaknya soseorang dalam berkata lebih berhati-hati dan memperhatikan apakah ucapan tersebut menyakiti orang lain atau tidak. Peserta tidak boleh bersikap dan menggunakan kata yang kurang santun, seperti menghina atau merendahkan kelompok lain. (Kelas VII. Bab V. Halaman . Karakter menjadi salah satu parameter kualitas suatu bangsa dan menjadi sesuatu yang mendasar dalam pembelajaran di dunia pendidikan (Farhatilwardah. Hastuti, & Krisnatuti, 2. Kutipan . terdapat dalam petunjuk kegiatan berbalas pantun. Kutipan tersebut merupakan kutipan yang ditulis penulis langsung untuk memberi informasi mengenai pantun yang mengajarkan siswa santun dengan cara tidak boleh bertutur kata untuk menghina dan merendahkan orang lain. Dengan demikian, karakter santun menjadi salah satu tolak ukur kualitas suatu bangsa. Sikap santun yang ditunjukkan seseorang dalam suatu golongan atau adat tertentu dapat digeneralisasikan oleh orang dari golongan atau suku yang berbeda atau negara lain. Menunjukkan sikap dan perilaku sopan Sikap dan perilaku sopan terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Vi, dan IX. Sikap tersebut tercermin dalam wacana dan materi. Sikap dan perilaku sopan tercermin dengan selalu tersenyum dengan Pada saat bertemu dengan orang lain, menghormati dengan menganggukkan kepala dan atau menyalami. Saat sedang berbicara, memandang lawan bicara pun perlu dilakukan sebagai wujud menghormati dan Selain itu, berpakaian yang pantas dan sopan sesuai dengan Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 situasi dan kondisi. Berikut contoh implementasi nilai karakter santun dengan indikator menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya. (Kelas VII. Bab I. Halaman . Akan tetapi, ada orang yang sembrono melanggar keheningan Gunung Beser. Mbah Jayasakti bisa marah. Jangankan menebang pohon tanpa izin, masuk saja ke dalam gunung akan kualat. Saya merasa waktu itu Kakek adalah orang yang dihormati oleh penduduk kampung. Siapa pun akan mengangguk hormat apabila bertemu Kakek. Semakin banyak penduduk yang mendukung pembukaan Gunung Beser. Sebagian yang masih menghormati kharisma Gunung Beser, datang ke rumah Kakek. Mereka meminta pendapat Kakek. Akan tetapi, kejadian yang saya lamunkan itu tidak terjadi. Mereka pulang setelah terlebih dahulu menyalami Kakek. Besoknya saya baru tahu bahwa Kakek menyetujui pembukaan sebagian Gunung Beser. (Kelas IX. Bab i. Halaman 53-. Kutipan . terdapat dalam teks berjudul Ayah. Panutanku. Kutipan . terdapat dalam teks berjudul Pohon Keramat. Kutipan . menunjukkan bahwa ayah sebagai panutan memiliki perilaku yang sopan seperti berkata lirih kepada anak-anak dan selalu tersenyum ramah. Kutipan . menjelaskan bahwa penduduk menghormati perjuangan leluhur mereka dan Gunung Beser. Jika ada orang yang sembrono dan bertindak tanpa izin akan mendapatkan celaka. Karakter santun ditunjukkan melalui sikap hormat dengan mengangguk ketika berpapasan dan menyalami. Kisah ini tentu saja menjadi menarik. Pada awalnya Raja tidak berterus terang bahwa dia adalah raja. Dalam percakapan mereka, kita mengetahui betapa si petani yang sederhana itu bersikap selalu ramah dan baik hati kepada setiap tamu yang dikenalnya. (Kelas VII. Bab Vi. Halaman . Berpakaian yang pantas: Berpakaian yang pantas dan sopan. (Kelas IX. Bab II. Halaman . Caranya: memandang orang yang dipuji jika memuji secara atau memuji secara khusus. (Kelas IX. Bab IV. Halaman . Bagaimana cara memberikan kritik yang membangun? Mulailah dengan cara positif, memuji, dan menunjukkan apresiasi yang jujur Desy Rufaidah dkk (Penerapan Karakter Sosial A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 1 Ae 15 dan tulus. Tidak menunjukkan emosi negatif, seperti bahasa tubuh dan nada suara. (Kelas IX. Bab IV. Halaman . Ingat, kita harus memperlakukan setiap orang dengan sayang dan hormat, sebab meskipun telah memohon maaf dan dimaafkan, luka di hati tidak akan pernah hilang. (Kelas IX. Bab VI. Halaman Kutipan . terdapat dalam materi contoh struktur komentar terhadap buku. Kutipan tersebut mencohtohkan sikap yang santun dalam menjamu tamu. Kutipan . terdapat dalam materi pidato. Kutipan tersebut menjelaskan bahwa dalam berpidato hendaknya berperilaku sopan dengan berpakaian yang pantas dan sopan sesuai dengan situasi dan kondisi. Kutipan . terdapat dalam materi cara memuji secara tepat. Kutipan tersebut menjelaskan bahwa saat memuji hendaknya memandang orang yang dipuji sebagai bentuk kesopanan. Kutipan . terdapat dalam materi cara mengkritik. Kutipan tersebut menjelaskan cara memberikan kritik. Kritik yang perlu dihindari yaitu kritik yang menggunakan bahasa negatif. Kritik harus dilakukan dengan santun dan berfokus pada meningkatkan kebaikan bagi orang lain. Kutipan . terdapat dalam materi contoh telaah model cerita inspiratif. Kutipan tersebut memberi pesan agar berlaku hormat terhadap setiap orang sebagai wujud kesopanan. SIMPULAN Penanaman pendidikan karakter sosial menjadi penting dalam pengembangan diri setiap siswa. Penerapan karakter sosial yang meliputi peduli dan santun terdapat dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas VII. Vi, dan IX. Penerapan pendidikan karakter peduli dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia kelas VII dan Vi terdapat pada semua bab. Penerapan pendidikan karakter peduli pada kelas IX terdapat dalam bab I. II, i. IV. V, dan VI. Pada kelas VII. Vi, dan IX karakter peduli kepada orang lain lebih sering Penerapan karakter santun terdapat dalam buku teks siswa Bahasa Indonesia kelas VII terdapat pada bab I. II. VI. VII, dan Vi, kelas Vi terdapat pada bab bab I dan Vi, sedangkan kelas IX terdapat pada bab I. II, i. IV, dan VI. Pada kelas VII dan Vi karakter sikap dan perilaku sopan lebih dominan muncul sedangkan kelas IX karakter sikap menggunakan bahasa dengan baik dan benar lebih dominan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang telah mendanai penelitian ini dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penugasan Penelitian Internal Nomor: 03/UST/LP3M/PUSLIT/PDP/K/VII/2019. Artikel ini merupakan salah satu luaran dari hasil penelitian yang didanai LP3M UST. DAFTAR PUSTAKA