REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. PENGARUH IMPLEMENTASI GREEN ACCOUNTING DAN AKUNTABILITAS SOSIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN Ahmad Qois Izzuddin. Maria Yovita R. Pandin. Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Correspondence author: A. Izzuddin, qoisizu@gmail. Surabaya. Indonesia Abstract The purpose of this study is to determine the effect of green accounting and social accountability on the financial performance of mining companies in the 2021-2023 This study uses quantitative research methods. The data used in this study are secondary, drawn from sustainability and annual reports for the 2021-2023 period. The study population comprised 46 mining companies. The sample used in this study comprised 10 companies selected through purposive sampling. The data sources were annual and sustainability reports published on the Indonesia Stock Exchange website. In addition, data was also obtained from sustainability reports on each company's The research used an outer model and an inner model for data analysis. Data management used the Partial Least Squares (PLS) application. The analysis method in this study used descriptive statistics. The results of the study indicate that the first hypothesis of green accounting with environmental cost indicators. PROPER (Company Performance Rating Program in Environmental Managemen. , and green accounting measurements, have no effect on company financial performance with indicators of return on assets, return on equity, and net profit margin. Furthermore, the second hypothesis states that social accountability, as measured by CSR . orporate social responsibilit. indicators across social, environmental, and economic dimensions, has no effect on a company's financial performance, as measured by return on assets, return on equity, and net profit margin. Keywords: green accounting, social accountability, financial performance Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh green accounting dan akuntabilitas sosial terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan di industri pertambangan periode tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan keberlanjutan dan laporan tahunan periode tahun Populasi penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang berjumlah 46 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 perusahaan yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Sumber data berasal dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan yang dipublikasikan oleh website Bursa Efek Indonesia. Selain itu, data juga diperoleh dari sustainability report di website masingmasing perusahaan. Analisis data penelitian menggunakan outer model dan inner Pengelolaan data menggunakan aplikasi Partial Least Square (PLS). Metode analisa dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian Pengaruh Implementasi Green Accounting dan Akuntabilitas Sosial Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Industri Pertambangan Ahmad Qois Izzuddin. Maria Yovita R. Pandin menunjukan bahwa hipotesis pertama green accounting dengan indikator biaya lingkungan. PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidu. , dan Pengukuran green accounting, tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan indikator return on assets, return on equity, dan net profit margin. Selain itu, pada hipotesis kedua akuntabilitas sosial dengan indikator CSR . orporate sosial responsibilit. dari segi sosial, lingkungan dan ekonomi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan berdasarkan indikator return on assets, return on equity, dan net profit margin. Kata Kunci : Green accounting. Akuntabilitas Sosial. Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Di era globalisasi yang semakin berkembang, memicu banyaknya perusahaan yang mulai bersaing dalam dunia bisnis yang semakin ketat. Salah satunya dalam industri pertambangan, sebagai salah satu sektor vital dalam perekonomian banyak negara. Industri ini juga memberikan kontribusi yang Namun, dibalik kontribusi positif tersebut, aktivitas pertambangan juga lingkungan dan sosial yang kompleks. Eksploitasi sumber daya alam secara besarbesaran seringkali mengakibatkan degradasi lingkungan, pencemaran lingkungan, polusi, serta menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat sekitar (Setiawan, 2. Masyarakat umumnya berpandangan bahwa perusahaan merupakan organisasi yang hanya berorientasi pada laba dan tidak sehingga dengan adanya perusahaan hanya akan memperburuk pencemaran lingkugan yang telah ada (Saputra, 2. Perusahaan telah mengambil banyak langkah dilakukan untuk mengatasi permasalaham lingkungan hidup, salah satunya yaitu penerapan green accounting (Zalukhu et al. , 2. Green accounting merupakan bagian dari akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen adalah suatu bidang dalam akuntansi yang fokus pada pengumpulan, analisis, dan pelaporan informasi keuangan yang relevan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan yang lebih baik dalam menjalankan fungsi manajerial organisasi (Syamil et al. Dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi manajemen secara efektif, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Berdasarkan pemahaman tentang konsep-konsep dasar ini, manajer dapat lebih baik dalam merencanakan dan mengendalikan aktivitas perusahaan serta menghasilkan kinerja secara menyeluruh (Firdaus et al. , 2. Dalam bahasan akuntansi manajemen, salah satunya adalah akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan merupakan sistem akuntansi yang mengintegrasikan biaya dan manfaat lingkungan ke dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih transparan terekait pengelolaan sumber daya alam, yang memungkinkan perusahaan untuk komperhensif (Albar & Sisdianto, 2. Fungsi utama atau pentingnya akuntansi lingkungan yaitu mengungkapkan biayabiaya lingkungan kepada stakeholder. Perusahaan informasi yang terintegrasi terkait aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan dalam satu paket pelaporan, sehingga para pembuat keputusan akan memperoleh informasi lengkap dan keputusan yang diambil menjadi lebih baik serta tidak merugikan salah satu aspek terutama lingkungan (Ambarwati et al. , 2. Secara konseptual, green accounting sama dengan akuntansi pada umumnya, tetapi dalamnya, sehingga memiliki manfaat bagi REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. para pemangku kepentingan dalam membantu melakukan pengambilan keputusan. Secara sederhananya, akuntansi hijau tidak hanya mencatat transaksi keuangan konvensional, tetapi juga memperhitungkan biaya-biaya yang terkait dengan dampak lingkungan dari Dengan memahami dampak lingkungan dan sosial dari operasi dan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisisensi secara keseluruhan (Pandin et al. Konsep lingkungan dipertimbangkan sebagai satu kesatuan dalam lingkungan operasional perusahaan dalam industri pertambangan akan tepat karena limbah yang dihasilkan dari berbagai proses perusahaan akan terus diupayakan untuk dikurangi atau bahkan ditiadakan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan atau lingkungan yang ada di sekitar perusahaan (Okterianda et al. , 2. Kata akuntabilitas berasal dari bahasa Inggris yaitu accountable yang berarti dapat Akuntabilitas sosial merupakan konsep yang berkaitan dengan transparansi dan tanggung jawab organisasi, terutama dalam hal dampak sosial yang dihasilkan dari aktivitas mereka (Atirta & Herman. Akuntabilitas mengharuskan perusahaan atau organisasi untuk mempertanggungjawabkan dampaknya . diluar hanya aspek keuangan, termasuk masyarakat, lingkungan, dan aspek sosial lainnya. Akuntabilitas sosial dipandang sebagai proses pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan pengaruh yang kuat dari pertukaran antara suatu perusahaan dan lingkungan sosial (Saputri & Sisdianto, 2. Tujuan akuntansi sosial adalah mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat, yang ditimbulkan oleh aktivitas yang terkait proses produksi perusahaan (Muchlis & Mariyani. Akuntansi sosial adalah sesuatu yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui aktivitas sosial dalam laporan Akuntansi sosial juga dapat menjadi dasar tanggung jawab sosial antara pihak internal dan eksternal perusahaan dan juga dapat memberikan kesejahteraan dan keadilan kepada masyarakat atau pemangku kepentingan lain (Olivia, 2. Lingkungan sosial juga merupakan hal yang penting dalam proses bisnis perusahaan. Isu kerusakan lingkungan yang menjadi dampak negatif institusi bisnis merupakan hal yang sangat krusial. Tanggung jawab sosial perusahaan akan lebih disoroti oleh masyarakat apabila perusahaan tersebut merupakan perusahaan publik. Saat ini tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu keharusan. Perusahaan yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosialnya akan menyebabkan simpati masyarakat berkurang. Apabila hal ini terjadi terus menerus tanpa ada tindakan proaktif dalam merespon harapan masyarakat, maka kelangsungan hidup Dengan menerapkan akuntabilitas sosial yang bertanggung jawab atas dampak sosial dari aktivitas bisnisnya, termasuk hubungan dengan masyarakat sekitar, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya (Sirait & AsSyafi, 2. Akuntabilitas sosial juga memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan di industri pertambangan, akuntabilitas sosial dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat dan pemangku kepentingan Ketika perusahaan yang memiliki manajemen yang baik cenderung lebih mudah menarik investor, karyawan yang berkualitas, dan pelanggan. Akuntabilitas juga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, yang dapat mengurangi risiko konflik sosial dan meningkatkan dukungan terhadap operasi perusahaan (Siregar et al. Pengaruh Implementasi Green Accounting dan Akuntabilitas Sosial Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Industri Pertambangan Ahmad Qois Izzuddin. Maria Yovita R. Pandin Kinerja keuangan perusahaan sangat penting dilakukan karena mencerminkan suatu prestasi yang dicapai atas suatu keberhasilan perusahaan dalam mencapai Kinerja keuangan perusahaan mengacu pada ukuran atau indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, mengelola aset, serta mempertahankan stabilitas keuangan. Kinerja keuangan perusahaan merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan memiliki signifikasi penting bagi para investor, karena dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan juga mempengaruhi kepentingan terkait pengelolaan perusahaan (Pratama et al. , 2. Kinerja keuangan merupakan analisis yang dilakukan untuk menilai sejauh mana suatu perusahaan melakukan aktivitas keuangannya sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku (Ratnaningsih & Alawiyah, 2. Manfaat dari laporan keuangan suatu perusahaan dapat digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan khususnya dibidang keuangan dan digunakan untuk membuat prediksi tentang arah masa depan perusahaan (Sembiring & Sinaga, 2. Kinerja keuangan perusahaan merupakan hasil yang diperoleh suatu perusahaan melalui serangkaian proses dalam kurun waktu tertentu yang mengarah pada standar yang telah di tentukan oleh menghasilkan keuntungan yang sebesar besarnya (Preselia et al. , 2. Dalam kinerja keuangan perusahaan rasio keuangan dijadikan sebagai tolak ukur dalam melakukan perbandingan antara angka-angka yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kondsi keuangan pada laporan keuangan kinerja perusahaan (Simarmata. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Tempat yang menjadi objek penelitian ini adalah perusahaan pada industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan pengambilan data laporan keberlanjutan dan laporan tahunan pada website resmi atau di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pada industri pertambangan sebanyak 46 perusahaan. Sampel yang digunakan adalah 10 Dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekata Purposive Sampling yaitu dengan memakai sejumlah kriteria yang digunakan dalam pemilihan perusahaan tambang dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Perusahaan sub sektor pertambangan yang tahunan secara lengkap dan telah diaudit selama 3 tahun terakhir. Perusahaan sub sektor pertambangan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan. Perusahaan sub sektor pertambangan yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia. Tabel 1. Sampel Penelitian Nama Perusahaan Kode PT. Gunung Raja Pakis Tbk GGRP PT. Adaro Energy Tbk ADRO PT. Golden Energy Mines GEMS Tbk PT. Bumi Resources Tbk BUMI PT. Bukit Asam Tbk PTBA PT. Bayan Resources Tbk BYAN PT. Golden Eagle Energy SMMT Tbk PT. Vale Indonesia Tbk INCO PT. Energi Mega Persada ENRG Tbk PT. Indika Energy Tbk INDY Data yang digunakan adalah data sekunder seperti, laporan keberlanjutan dan laporan tahunan perusahaan pertambangan tahun 2021-2023. Teknik analisa data pada penelitiaan ini menggunakan aplikasi statistik yaitu PLS. Pengujian hipotesis penelitian REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persamaan structural (SEM) yang berbasis komponen atau varian. PLS adalah analisis persamaan structural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujial model Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas, sedagkan model struktural digunakan untuk uji engujian hipotesis dengan model Variabel Green X2,1 X2,2 X2,3 X3,1 X3,2 X3,3 Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Dengan indikator-indikator tersebut memiliki korelasi yang lemah terhadap konstruknya sehingga perlu dilakukan perubahan model yang tidak lagi mengikutkan indikator yang telah disebutkan harus dikeluarkan dari model, sehingga perubahan model ditujukan pada tabel berikut : Tabel 3. Evaluasi Convergent Validity Variabel Gambar 1. Kerangka Konseptual Dari gambar 1 diatas maka dibuat hipotesis penelitian ini yaitu : H1 : Green signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan tambang. H2 : Akuntabilitas signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan tambang. X1,1 X2,1 X2,2 X2,3 X3,1 X3,2 X3,3 Tabel 2. Convergent Validity Variabel X1,1 X1,2 X1,3 Green Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Berdasarkan sajian data dalam tabel 3 di atas menyatakan bahwa masing-masing indikator variabel penelitian ini yang memiliki nilai loading faktor yang valid dikarenakan nilai outer loading >0,5 dan berarti bahwa ada seluruh indikator memiliki validitas yang tinggi sehingga memenuhi syarat Convergent Validity. HASIL DAN PEMBAHASAN Model Pengukuran (Outer Mode. Berdasarkan tabel 2, indikator yang memiliki nilai loading factor <0. 5 akan dikeluarkan dari variabel. Pada variable (X. yang di drop out yaitu PROPER dengan nilai 201983 dan Pengukuran Green accounting yaitu dengan nilai 0. Green Tabel 4. Discriminant validity Variabel X1,1 X2,1 X2,2 X2,3 X3,1 X3,2 X3,3 Green Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa masing-masing indikator memiliki nilai cross loading terbesar pada variabel yang dibentuknya dibanding dengan nilai cross loading pada variabel lainnya. Berdasarkan Pengaruh Implementasi Green Accounting dan Akuntabilitas Sosial Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Industri Pertambangan Ahmad Qois Izzuddin. Maria Yovita R. Pandin hasil yang diperoleh tersebut, dapat dinyatakan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing. Tabel 5. Average Variance Extracted (AVE) Variabel Green accounting Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan AVE Berdasarkan tabel 5 di atas, diketahui bahwa nilai AVE pada varaiabel green accounting, akuntabilitas sosial, dan kinerja keuangan adalah > 0,5. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity yang baik. Tabel 6. Composite Reliability Variabel Green accounting Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Berdasarkan sajian data di atas pada tabel 7 dapat diketahui bahwa nilai cronbachs alpha dari 3 variabel penelitin ini adalah >0,7. Maka dari hasil tersebut menunjukan bahwa masing-masing variabel penelitian ini telah memenuhi persyaratan nilai cronbachs alpha, dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji Struktural (Inner Mode. R-Square sering disebut dengan koefisien determinasi yang artinya mengukur kebaikan . oodness of fi. dari persamaan regresi: yaitu memberikan proporsi atau presentase variasi total dalam variabel terikat yang dijelaskan oleh variabel bebas. Tabel 8. R-Square Berdasarkan tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa nilai Composite Reliability semua variabel penelitian adalah >0,7 yang dapat dikatakan bahwa masing-masing Composite Reliability sehingga keseluruhan variabel memiliki tingkat reliability yang tinggi. Tabel 7. Cronbachs alpha Variabel Green accounting Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan Cronbachs alpha Variabel Green accounting Akuntabilitas Sosial Kinerja Keuangan R-Square Berdasrkan tabel 8 di atas dapat disimpulkan bahwa nilai R-Square pada Kinerja Keuangan sebesar 0,108949 yang berarti bahwa besarnya pengaruh Green accounting dan Akuntabilitas Sosial sebesar 10,8% dan sisanya 89,2% kemungkinan dipengaruhi oleh variabel yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Tabel 9. Hasil Pengujian Variabel Akuntabilitas Sosial -> Kinerja Keuangan Green accounting -> Kinerja Keuangan Original Sample (O) Sample Mean (M) Standar Error (STERR) Statistic Kesimpulan Standar Deviation (STDEV) Tidak Signifikan Tidak Signifikan Pada tabel 9 diatas menunjukan hasil perhitungan yang manyatakan pengaruh langsung antar variabel. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa kedua hipotesis yang diolah dalam penelitian ini keduanya tidak diterima atau tidak signifikan karena hasil dari T-Statistics lebih kecil dari 1,96. Green accounting berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan menggunakan Smart-PLS melalui hasil akhir Bootstrapping menghasilkan bahwa pengaruh green accounting yang diwakilkan oleh indikator biaya lingkungan terhadap kinerja REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. keuangan yang diwakilkan oleh indikator ROA. ROE, dan NPM adalah tidak signifikan dan tidak dapat diterima. Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Dianty & Yulistian, 2. yang menyatakan bahwa green accounting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja Penelitian mencerminkan bahwa penerapan green accounting, meskipun diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti investasi awal yang besar untuk implementasi green accounting, yang mungkin tidak segera memberikan hasil dalam bentuk peningkatan laba atau efisiensi Akuntabilitas Sosial signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan menggunakan Smart-PLS melalui hasil akhir bootstrapping menghasilkan bahwa pengaruh akuntabilitas sosial yang diwakilkan oleh indikator pengungkapan CSR yang terdiri dari ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap kinerja keuangan yang diwakilkan oleh indikator ROA. ROE, dan NPM adalah tidak signifikan dan tidak dapat diterima. Hasil dari Penelitian ini mendukung hasil dari penelitian (Ramadhan et al. , 2. yang menyatakan bahwa pengungkapan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa meskipun akuntabilitas sosial, yang sering diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan di mata pemangku kepentingan, efek langsungnya terhadap kinerja keuangan perusahaan tidak signifikan. Hal ini dapat terjadi karena pengeluaran untuk kegiatan sosial dan keberlanjutan sering kali dianggap sebagai biaya tambahan yang tidak segera memberikan kontribusi langsung pada PENUTUP Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Green accounting dan Akuntabilitas Sosial terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada perusahaan Pertambangan pada tahun Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara green accounting terhadap kinerja keuangan Dengan demikian, green accounting tidak memberikan kontribusi peningkatan kinerja keuangan perusahaan Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan green accounting di perusahaan tambang selama periode 20212023 belum mampu diintegrasikan secara efektif dalam strategi bisnis sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa akuntabilitas sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan akuntabilitas sosial, seperti kegiatan CSR, belum mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan Hasil ini memberikan wawasan akuntabilitas sosial agar dapat memberikan nilai tambah secara signifikan, baik dalam hal reputasi maupun keberlanjutan finansial DAFTAR PUSTAKA