NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU IPS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMAN 1 WOJA TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024 SulaimanA* Sumiyati1. Arifin1. Putri Julita1. Sakila Putri1 Program Studi Pendidikan Sejarah. STKIP Yapis Dompu. Indonesia *Corresponding author email: sulaiman. inov15@gmail. Article History ABSTRACT Received: 12 May 2024 Revised: 22 May 2024 Published: 30 May 2024 Teaching variation is a teacher's activity in the learning interaction process which is aimed at overcoming student boredom by creating an environment that encourages and allows the learning process to take place through changes in teaching styles, changing media used, and changes in interaction patterns between students and teachers. This research aims to determine the influence of teacher teaching style on student learning motivation. The problem to be answered is whether there is an influence of the teacher's teaching style on the social studies learning motivation of class X students at SMAN 1 Woja for the 2023/2024 academic year. The type of research used is correlation with a quantitative approach. The population in this study was all students of X SMAN 1 Woja, totaling 155 students and the class sampled was class X SMAN 1 Woja, totaling 18 students. Sampling is sampling carried out with a specific purpose (Purposive Samplin. From the results of the analysis, linearity calculations show that Fcount is 3. < Ftable = 3. 29, for the significance test, the result is Fcount 11. Ftable 4. 49, and from the hypothesis test of the relationship, rcount is 650 > Rtable 0. 468, the coefficient of determination amounting to r2xy = 0. 4225, which means that 42. 25% of the influence of the teacher's teaching style can increase student learning motivation, through the regression equation Y = 4. 80 X, the remaining 25% is determined by other factors. So it can be stated that the null hypothesis (H. is rejected and the analytical hypothesis (H. is Keywords: Teaching Style. Learning Motivation. Senior High School. Copyright A 2024. The Author. How to cite: Sulaiman. Sumiyati. Arifin. Julita. , & Putri. Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran 2023/2024. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 823Ae833. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia karena keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional dibidang pendidikan, yaitu mencerdaskan Undang-Undang Sisdiknas bertumpu pada keyakinan pemerintah akan pentingnya pendidikan pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh Sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan secara formal. Sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam memujudkan tujuan pendidikan nasional melalui proses belajar Pendidikan bertujuan mencerdaskan meningkatkan harkat dan martabat Melalui dunia pendidikan seseorang akan mendapat berbagai pemahaman, pengetahuan, pengalaman dan Fungsi dan tujuan pendidikan Nasional menurut UU NO. 20 Tahun 2003 pasal 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa : Pendidikan nasional berfungsi membentuk watak serta peradaban bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab. Menurut Undang-undang No. tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa AuGuru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan Ay Suparman . mengemukakan bahwa gaya mengajar merupakan cara atau metode yang dipakai oleh guru ketika sedang melakukan Menurut Munif Chatib dalam Suparman . mendefinisikan bahwa gaya mengajar adalah strategi transfer informasi yang diberikan kepada anak Hasibuan, dkk . Gaya mengajar dapat diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks proses kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta berperan serta secara Sedangkan menurut Mulyasa, . variasi dalam perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan belajar peserta didik, serta mengurangi kebosanan dan kejenuhan. Berdasarkan paparan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar adalah cara, metode, atau strategi yang dimiliki guru dalam mengajar baik yang sifatnya kurikuler maupun psikologis guna memberikan informasi kepada siswa. Motivasi menjadi faktor yang berpengaruh Motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi Motif menjadi aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak. Motivasi yang kuat akan menumbuhkan gairah, semangat, dan perasaan senang Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun . Oe Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Seseorang konsentrasi penuh, ketekunan tinggi, serta berorientasi pada prestasi tanpa mengenal perasaan bosan apabila siswa mempunyai motivasi belajar. Berdasarkan hasil wawancara awal peneliti pada tanggal 02 Januari 2023 pukul 50 WITA yang dilakukan di SMAN 1 Woja, dengan Bapak ML guru kelas IV mengungkapkan bahwa siswa kelas X SMAN 1 Woja masih kurang memahami Bahasa Indonesia dengan baik, kurang disampaikan oleh guru dan malas datang Oleh karena itu, guru sebaiknya menggunakan variasi dalam gaya mengajar, agar siswa termotivasi, bergairah dan menciptakan suasana yang kondusif dalam Dari uraian di atas mengisyaratkan adanya persoalan yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan AyPengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar siswa kelas X SMAN 1 Woja Tahun pembelajaran 2023/2024Ay. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dan jenisnya korelasional, penelitian yang peneliti angkat ini termasuk jenis penelitian korelasional yang sifatnya melukiskan hubungan saling mempengaruhi yang terdapat antara variabel bebas berupa gaya mengajar guru IPS (X) dengan variabel terikat yaitu motivasi belajar siswa (Y). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa dari kelas X SMAN 1 Woja yang berjumlah 155 orang siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian Volume 5. Issue 2. Mei 2024 ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Woja yang berjumlah 22 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah cara untuk Alat pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah Angket . berfungsi untuk mendapatkan data tentang pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa di X SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran 2023/2024. Berdasarkan teknik pengumpulan data di atas maka instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen angket. Teknik analisis data menurut Sugiyono . 1: . adalah AuKegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukanAy. Uji Hipotesis Hubungan Ho : Diduga Tidak Ada Pengaruh Gaya Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas X SMAN 1 Woja Tahun pembelajaran 2023/2024. Ha : Diduga Ada Pengaruh Gaya Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas X SMAN 1 Woja Tahun pembelajaran 2023/2024. Untuk menguji hipotesis nol, jika statistik r hitung diperoleh lebih besar dari harga r tabel maka Hipotesis Ha diterima dan Hipotesis Ho ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari s/d 5 Maret 2024. Berikut akan disajikan data tentang AuPengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 825 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan siswa X SMAN 1 Woja tahun pembelajaran 2023-2024Ay. Deskripsi Data Dalam deskripsi data pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa SMAN 1 Woja tahun pembelajaran 2023/2024. Adapun jumlah siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 orang siswa. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab i, bahwa data yang dibutuhkan dalam penelitan ini adalah data tentang gaya mengajar guru Terhadap motivasi Belajar siswa. Data ini di dapatkan melalui angket yang disebarkan kepada siswa kelas X SMAN 1 Woja tahun pembelajaran 2023/2024. Deskripsi Data Angket Adapun kegiatan pengumpulan data gaya mengajar guru Terhadap Motivasi Belajar siswa dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu : . penyebaran angket. penarikan angket. pemberian skor angket. Selanjutnya data yang telah dihimpun dengan angket seperti yang disajikan pada tabel data 4. 1 dan tabel 4. 2 berikut: Tabel 1: Data Skor Angket Gaya Mengajar Guru IPS (Variabel X) Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Nama a ATK JPC LPA MAB MAF MSR PMR RAG SSB OcN x Data hasil angket seperti yang telah disajikan pada tabel 1 di atas dibagikan dan diperoleh kepada 18 orang siswa yang telah ditentukan sebagai sampel penelitian dalam hal ini yaitu siswa kelas X SMAN 1 Woja sehingga menghasil skor sebanyak 523. Pertanyaan yang diajukan pada angket penelitian tersebut sebanyak 10 pertanyaan dengan 4 (Empa. pilihan jawaban. Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 826 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Tabel 2: Data Skor Angket Motivasi Belajar Siswa (Variabel Y) Nama a ATK JPC LPA MAB MAF MSR PMR RAG SSB OcN y Data hasil angket seperti yang telah disajikan pada tabel 2 diatas dibagikan dan diperoleh kepada 18 orang siswa yang telah ditentukan sebagai sampel penelitian dalam hal ini yaitu siswa kelas X SMAN 1 Woja sehingga menghasil skor sebanyak 493. Pertanyaan yang diajukan pada angket penelitian tersebut sebanyak 10 pertanyaan dengan 4 (Empa. pilihan jawaban Analisis Data Untuk mengetahui hasil penelitian ini, maka data telah dihimpun selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan rumus Untuk memudahkan melakukan perhitungan analisis data perlu dibuat sebuah tabel kerja sebagai berikut: Tabel 3: Data Rekapitulasi Skor Angket Variabel X dan Y Tabel 3 di atas menunjukkan hasil kerja untuk menguji hipotesis pada bab II. Hasil angket/questioner mengetahui variabel X x = 523 dan angket/questioner motivasi belajar siswa yaitu ditunjukkan pada variabel Y yaitu y = 493 Untuk mendapatkan nilai xA yaitu nilai X dikalikan dengan nilai X tersebut maka menghasilkan xA = 15421 dan untuk mendapatkan nilai tersebut YA. Y dikalikan dengan Y tersebut dan menghasilkan yA = 13847, untuk mendapatkan nilai XY, nilai X dikalikan dengan nilai Y dan menghasilkan xy =14505. Dari tabel kerja di atas diperoleh rincian nilai-nilai sebagai berikut: OcX = 523 OcY = 493 OcX2 = 15421 OcY2 = 13847 OcXY = 14505 . Menghitung Nilai a dan b Untuk penelitian tersebut dengan menggunakan rumus regresi sederhana seperti berikut: a = (Y) (X. -( X) (XY) n(X. - (X)2 Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 827 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan . - . - . 2 a = 7602553 - 7586115 Volume 5. Issue 2. Mei 2024 gaya mengajar maka siswa akan memperoleh nilai sebesar 4,06. Garis Regresi LineaSederhana Variabel X Terhadap Variabel Y. 277578 - 273529 a = 16438 a = 4,06 b = n (XY)-(X) (Y) n (X. -(X)2 b = 18. 15421 - . b = 261090 277578 - 273529 Gambar 1: Garis Regresi Uji Linearitas: Ho : Regresi Linear Ha : Regresi non-linear b = 0,80 . Menyusun persamaan regresi dan garis Persamaan regresi Y atas X Dari perhitungan a dan b di atas, maka diperoleh persamaan sebagai berikut: = a bX = 4,06 0,80X Arti dari nilai 0,80X Setiap kenaikkan satu perolehan nilai yang diperoleh siswa maka akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,80. Arti dari nilai 4,06. Pada saat guru tidak melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan variasi Statistik F = S2TC 3,06 = 20,112 S2G 6,556 Untuk taraf kesalahan 5%. F tabel ,05:7:. = 3,29 Fhitung < Ftabel untuk taraf kesalahan 5%. Fhitung 3,06 < Ftabel 3,29 Kesimpulannya regresi linear. Maka kesimpulan pada penelitian ini adalah secara signifikan terdapat pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 11 Woja tahun pembelajaran 2021/2022. Karena Fhitung < Ftabel untuk taraf kesalahab 5%. Fhitung 3,06 < Ftabel = 3,29. Pembahasan Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 828 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 atau nilai-nilai pada raport angkanya baikbaik. Suparman . 0: . mengemukakan Hadiah dpat juga dikatakan sebagai bahwa gaya mengajar adalah cara atau tetapi tidaklah selalu metode yang dipakai guru ketika sedang Karena hadiah untuk suatu melakukan pengajaran. Pembagian angket pekerjaan, mungkin tidak akan menarik bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya bagi seseorang yang tidak senang dan mengajar guru sebagai variabel independen tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan ( variabel X), sesuai teori yang di Sebagai contoh hadiah yang kemukakan oleh Sugiyono ( 2011:. diberikan untuk gambar yang terbaik AuAngket merupakan teknik pengumpulan Saingan atau kompetisi dapat digunakan data yang dilakukan dengan cara memberi sebagai alat motivasi untuk mendorong seperangkat pertanyaan atau pernyataan Persaingan, dijawabnyaAy, pembagian angket dilakukan setelah proses pembelajaran selesai, pembagian dan pengumpulan angket Memang unsur persaingan ini dilakukan selama 1 hari yang dibantu oleh banyak dimanfaatkan di dalam dunia guru kelas X SMA Negeri 1 Woja, angket industri atau perdagangan, tetapi juga ini dibuat oleh peneliti dalam bentuk pernyataan, sebelum angket diisi oleh siswa meningkatkan kegiatan belajar siwa terlebih dahulu peneliti menjelaskan tata Memberi Ulangan cara pengisian angket tersebut. Dari angket Para siswa akan menjadi giat belajar variabel X terdapat 10 item pertanyaan kalau mengetahui akan ada ulangan. dengan empat pilian jawaban yaitu Selalu Oleh karena itu, memberi ulangan ini . Sering . Kadang-kadang juga merupakan sarana motivasi. Tetapi . Tidak Pernah . Angket yang harus diingat oleh guru, adalah berfungsi untuk mendapatkan data tentang jangan terlalu sering . isalnya tiap har. pengaruh gaya mengajar guru IPS SMA karena bisa membosankan dan bersifat Negeri 1 Woja Tahun pembelajaran Dalam hal ini guru harus juga 2023/2024. terbuka, maksudnya kalau akan ulangan Motivasi Belajar harus diberitahukan kepada siswanya Mengetahui Hasil Menurut Sardiman . 1: 97-. Dengan mengetahui hasil pekerjaan, menyatakan bahwa ada beberapa bentuk apalagi kalau tahu terjadi kemajuan, dan cara untuk menumbuhkann motivasi akan terdorong siswa untuuk lebih giat dalam kegiatan pembelajaran disekolah. Semakin mengetahui bahwa antara lain: grafik hasil belajar meningkat maka . Memberi Angka akan ada motivasi dalam diri siswa Angka dalam hal ini sebagai simbol dari untuk terus belajar, dengan suatu nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa harapan hasilnya terus menungkat. belajar, yang utama justru untuk mencapai Pujian angka/nilai yang baik. Sehingga siswa Apabila ada siswa yang sukses yang biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan berhasil menyekesaikan tugas dengan Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 829 Gaya Mengajar Guru Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Hukuman Hukuman sebagai reinforcement yang negative tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman. Hasrat untuk Belajar Hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesenjangan, ada maksud untuk Hal ini akan lebbihh baik bila dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah barang tentu hasilnya akan lebih baik. Minat Di depan sudah diuraikan bahwa soal motivasi sangat erat hubungannya dengan unsur minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat. Tujuan yang Diakui Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang snagat Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus Menurut De Dece dan Grawford . alam Djamarah, 2002: . AuAda empat fungsi guru sebagai pengajaryang berhubungan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar anak didik, yaitu guru harus dapat Volume 5. Issue 2. Mei 2024 menggairahkan anak didik, memberikan harapan yang realistis, memberikan insentif,dan mengarahkan perilaku anak didik kearah yang menunnjang tercapainya tujuan pengajaran. Ay Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam upaya peningkatan motivasi belajar seseorang bisa melakukan beberapa cara atau trik diantaranya dengan memberi nilai, hadiah, pujian serta yang lainnya yang Pengaruh Gaya mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Untuk mengetahui pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 11 Woja tahun pembelajaran 2023/2024, melalui data yang terkumpul diatas dapat menggunakan rumus regresi linear sederhana, adapun langkah-langkah dalam menganalisis rumus tersebut, adalah sebagai berikut: Mengumpulkan Data Data yang telah terkumpulkan melalui teknik angket, selanjutnya data-data tersebut dilakukan perhitungan sesuai dengan rumus. Melakukan Perhitungan Regresi Sederhana Untuk menghitung persamaan regresi linear sederhana, telah dibuatkan tabel penolong untuk menghitung persamaan regresi linear sederhana, dari tabel penolong untuk menghitung persamaan regresi Linier Sederhana, menunjukkan hasil kerja untuk menguji hipotesis. Hasil pembagian angket/quesioner (Variabel X) dan (Variabel Y). Hasil pembagian angket/questioner untuk mengetahui variabel X x = 523 dan angket/questioner untuk mengetahui Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 830 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 motivasi belajar siswa yaitu ditunjukkan pada variabel Y yaitu y = 493 Untuk mendapatkan nilai xA yaitu nilai X dikalikan dengan nilai X tersebut maka menghasilkan xA = 15421 dan untuk mendapatkan nilai tersebut YA. Y dikalikan dengan Y tersebut dan menghasilkan yA = 13847, untuk mendapatkan nilai XY, nilai X dikalikan dengan nilai Y dan menghasilkan xy =14505. Uji Linearitas Ho : Regresi Linear Ha : Regresi non-linear Statistik F = SATC dibandingkan dengan F tabel dengan dk SAG Ae . dan dk penyebut . Ae Untuk menguji hipotesis nol, tolak hipotesis regresi linier, jika statistik F hitung untuk tuna cocok yang diperoleh lebih besar dari harga F tabel menggunakan taraf kesalahan 5%, jadi: Statistik F = S2TC = 20,112 = 3,06 S2G 6,556 Untuk taraf kesalahan 5%. F tabel . ,05:7:. = 3,29 maka Fhitung O Ftabel untuk taraf kesalahan 5%. Fhitung 3,06 < Ftabel 3,29 Kesimpulannya regresi linear. Untuk taraf kesalahan 5%. F tabel . ,05 : = 3,29 maka Fhitung 3,06 < Ftabel 3,29. Kesimpulannya regresi linear, maka analisis regresinya dapat dilanjutkan. ) Uji Keberartian (Signifika. Ho : koefisien arah regresi tidak berarti . = . Ha : koefisien itu berarti . O . Untuk menguji hipotesis nol, dipakai statistik F = S2reg dibandingkan dengan F tabel dengan dk pembilang = 1 dan dk pennyebut = n Ae 2. Untuk menguji hipotesis nol, kriterianya adalah tolak hipotesis nol apabila koefisien F hitung lebih besar dari harga F tabel berdasarkan taraf kesalahan yang dipilih dan dk yang bersesuaian. Jadi. F = S2reg = 144,489 =11,57 S2sis 12,486 Untuk taraf kesalahab 5%. F tabel . ,05 : 1: . 4,49 Fhitung Ou Ftabel untuk taraf kesalahab 5%. Fhitung 11,57 > Ftabel 4,49 Kesimpulannya koefisien itu berarti . O . Dalam proses pembelajaran, tentu tidak terlepas dari suatu pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan hasil yang optimal, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Variasi gaya mengajar yang dilakukan oleh guru untuk membantu proses pembelajaran bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi belajar, namun variasi mengajar yang dilakukan guru tersebut merupakan salah satu sarana atau alat bantu pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan proses pembelajaran sehingga materi pembelajaran yang diajarkan oleh guru lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh siswa. Langkah-langkah yang dilakukan oleh seorang guru akan memberikan dampak yang positif terhadap keberhasilan siswa, terutama dalam penguasaan materi yang diberikan, pendekatan pembelajaran yang tepat yang dilakukan oleh guru akan mampu meningkatkan tingkat pemahaman siswa yang berakibat pada tinggi rendahnya motivasi belajar siswa pada bidang Dari hasil perhitungan diperoleh dalam penelitian ini adalah secara linearitas didapatkan Fhitung 3,06 dan Ftabel dengan taraf signifikan 5% dan N = 18 adalah 3,29 Pengaruh Gaya Mengajar Guru IPS Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMAN 1 Woja Tahun Pembelajaran . Oe 831 Sulaiman et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan jadi perhitungan secara linearitas ini didapatkan Fhitung 3,06 < Ftabel 3,29, maka analisis regresinya dapat dilanjutkan . , dari uji signifikan didapatkan hasil Fhitung sebesar 11,57 sedangkan nilai Ftabel dengan taraf signifikan 5% dan N=18 orang siswa adalah 4,49, yaitu Fhitung lebih besar dibanding Ftabel (Fhitung 11,57> Ftabel 4,. , setelah mendapatankan nilai koefisien korelasi dapat ditentukan koefisien determinasi antara X dan Y adalah kuadrat dari rxy 0,6502 determinasinya sebesar r2xy 0,4225 yang mengandung makna bahwa 42,25% Pengaruh Gaya Mengajar Guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, melalui persamaan regresi Y 4,06 0,80X, sisanya 57,75% ditentukan oleh faktor lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan ada pengaruh gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPS kelas X pada SMA Negeri 1 Woja tahun pembelajaran 2023/2024, pola linearitas dan mempunyai poisitif/signifikan. Hal ini dilihat dari hasil perhitungan secara lineritas ini didapatkan Fhitung 3,06 C Ftabel 3,29, untuk uji signifikan didapatkan hasil Fhitung 11,57 > Ftabel 4,49, dan dari uji hipotesis hubungan didapatkan rhitung 0,650 >0,468. Setelah mendapatkan nilai koefisien korelasi dapat ditentukan koefisien determinasi antara X dan Y adalah kuadrat dari rxy= 0,650 maka koefisien determinasinya sebesar r2xy = 0,4225, yang makna bahwa 42,25% pengaruh gaya mengajar guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa mata pelajaran IPS, melalui persamaan regresi Y Volume 5. Issue 2. Mei 2024 = 4,06 0,80 X, sisanya 57,75% ditentukan oleh faktor lain DAFTAR PUSTAKA