Volume . Issue . September / 2026 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas X Di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Fikran Hamjati1*. Roy Hasiru2. Imam Prawiranegara Gani3. Frahmawati Bumulo4. Sudirman5 Email: fikranhamjati1999@gmail. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia1-5 ABTRACT This study aims to determine the influence of learning styles on studentsAo learning outcomes in Accounting subjects for Grade X students at SMA Negeri 1 Walea Kepulauan. Tojo Una-Una Regency. Central Sulawesi Province. This study used a quantitative approach, collecting data through the distribution of a questionnaire. The population in this study consisted of 32 people, with a sample of 32. The data were then analyzed utilizing simple linear regression. The studyAos findings show that learning styles influencer studentsAo learning outcomes in Accounting subjects for Grade X students SMA Negeri 1 Walea Kepulauan. Tojo Una-Una Regency. Central Sulawesi Province. Based on the findings, the R-squared value is 0. The value indicates that 39% of the variability in learning outcomes is explained by learning styles. This indicates a positive relationship berween learning styles and learning outcomes, where the better the learning styles, the higher the learning On the other hand, the remaining 61% . he residual valu. is influenced by factors not examined in this study. Keywords: Learning Styles an Learning Outcomes ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas X Di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Tekhnik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner/angket. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 32 orang. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas X Di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari nilai R Square sebesar 0,390. Nilai ini berarti bahwa sebesar 39% variabilitas hasil belajar dijelaskan oleh gaya belajar. Hal ini menandakan hubungan positif antara gaya belajar terhadap hasil belajar, dimana semakin bagus gaya belajar, semakin meningkat pula hasil belajar, 61% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. Kata Kunci : Gaya Belajar Dan Hasil Belajar Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Melalui pendidikan, individu dibentuk agar memiliki kemampuan intelektual, keterampilan, sikap, serta karakter yang baik sehingga mampu menghadapi tantangan kehidupan dan persaingan global. Dalam proses pendidikan, kegiatan pembelajaran menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan belajar. Keberhasilan tersebut umumnya dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang mencerminkan tingkat penguasaan materi setelah mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar tidak hanya berupa nilai akademik, tetapi juga mencakup perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Oleh karena itu, diperlukan proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah gaya Setiap siswa memiliki karakteristik dan cara belajar yang berbeda-beda dalam menerima, memahami, dan mengolah informasi yang diberikan oleh guru. Ada siswa yang lebih mudah memahami materi melalui tampilan visual seperti gambar, bagan, dan tulisan, ada yang lebih mudah memahami melalui penjelasan lisan atau diskusi, serta ada pula yang lebih memahami materi melalui praktik langsung dan aktivitas fisik. Perbedaan gaya belajar tersebut menunjukkan bahwa siswa membutuhkan pendekatan pembelajaran yang beragam agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Ketika metode pembelajaran yang digunakan guru tidak sesuai dengan gaya belajar siswa, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh. Dalam pembelajaran Akuntansi, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir logis, memahami konsep secara mendalam, serta memiliki ketelitian dalam melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Mata pelajaran Akuntansi tidak hanya menekankan pada hafalan teori, tetapi juga pada kemampuan menerapkan konsep dalam penyelesaian soal dan praktik Oleh sebab itu, pembelajaran Akuntansi membutuhkan strategi dan metode yang tepat agar siswa mampu memahami materi dengan baik. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menganggap Akuntansi sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan karena memadukan teori dan perhitungan yang cukup rumit. Kondisi ini menyebabkan sebagian siswa kurang tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang dicapai. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X-A SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una, diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru, rendahnya konsentrasi dan partisipasi siswa selama Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 proses pembelajaran berlangsung, serta pembelajaran yang masih cenderung berlangsung secara satu arah. Dalam proses pembelajaran, guru lebih dominan menjelaskan materi sementara siswa hanya mendengarkan tanpa keterlibatan aktif, sehingga siswa menjadi kurang fokus dan kurang memahami materi yang Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa, diketahui bahwa ketidaksesuaian antara gaya belajar siswa dengan metode pembelajaran yang digunakan guru juga menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar Akuntansi. Sebagian siswa mengaku lebih mudah memahami materi apabila guru memberikan contoh soal, praktik langsung, atau media pembelajaran yang menarik dibandingkan hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini menunjukkan bahwa guru belum sepenuhnya memahami dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik gaya belajar siswa yang beragam. Padahal, apabila guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa, maka siswa akan lebih mudah memahami materi, lebih aktif dalam pembelajaran, serta lebih termotivasi untuk belajar sehingga hasil belajar dapat Berdasarkan uraian tersebut, dapat dipahami bahwa gaya belajar memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal, khususnya pada mata pelajaran Akuntansi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas X-A di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan hasil belajar siswa dapat meningkat. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025, yaitu mulai bulan Oktober hingga Desember 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya belajar, sedangkan variabel dependen adalah hasil belajar akuntansi. Gaya belajar diukur melalui angket berdasarkan indikator visual, auditori, dan kinestetik menggunakan skala Likert, sedangkan hasil belajar diukur melalui nilai tes atau ujian akuntansi siswa. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X-A dan X-B SMA Negeri 1 Walea Kepulauan yang berjumlah 32 siswa, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling atau sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan instrumen dalam pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana yang didukung dengan uji normalitas. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 koefisien determinasi, dan uji t untuk mengetahui tingkat pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar siswa secara statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian . Karakteristik jawaban Responden pada Variabel Gaya Belajar Tabel 4. 1 Karakteristik jawaban responden terhadap Variabel Gaya Belajar Indikator Pernyataan Item 1 Item 2 Visual Item 3 Item 4 Item 5 Total Indikator Item 6 Item 7 Auditori Item 8 Item 9 Item 10 Total Indikator Item 11 Item 12 Item 13 Kinestetik Item 14 Item 15 Skor Skor Ratarata 4,78 4,37 4,56 4,68 4,34 4,54 4,18 4,28 4,53 4,50 4,28 4,35 4,25 4,46 4,34 3,93 3,90 Total Indikator 4,17 Total Keseluruhan 2,094 2,400 4,35 Sumber: Data diolah, 2025. Kriteria Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Hasil perhitungan grand mean skor tanggapan responden mengenai Gaya Belajar pada tabel di atas sebesar 4,35 yang masuk dalam kategori tinggi. Besaran 4,35 yang diperoleh ini ekuivalen dengan 87% . ,35/5x100%). Besaran skor yang diperoleh belum mencapai 100% yang diharapkan, tingkat ideal yang diharapkan dengan kondisi aktual terdapat gap sebesar 13%. Dari total sebaran jawaban perindikator, diketahui bahwa indikator Kinestetik memiliki sebaran jawaban yang paling rendah dibandingkan dengan kedua indikator lainya, sementara untuk indikator dengan jumlah sebaran jawaban paling tinggi ditunjukan oleh indikator Tetapi, secara keseluruhan tanggapan dari responden terhadap Gaya belajar Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 sudah berada dalam kategori tinggi. Karakteristik jawaban Responden pada Variabel Hasil Belajar Tabel 4. 2 Karakteristik jawaban responden terhadap Variabel Hasil Belajar Indikator Pernyataan Item 1 Item 2 Kognitif Item 3 Item 4 Item 5 Total Indikator Item 6 Item 7 Item 8 Afektif Item 9 Item 10 Total Indikator Item 11 Item 12 Psikomotorik Item 13 Item 14 Item 15 Total Indikator Total Keseluruhan Sumber: Data diolah, 2025. Skor Skor Ratarata 4,12 4,34 4,34 3,93 4,40 4,22 4,03 4,09 4,12 3,68 4,15 4,01 3,75 3,96 3,87 3,68 3,87 3,82 1,933 2,400 4,01 Kriteria Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Cukup Tinggi Tinggi Hasil perhitungan grand mean skor tanggapan responden mengenai hasil belajar pada tabel di atas sebesar 4,01 yang masuk dalam kategori tinggi. Besaran 4,01 yang diperoleh ini ekuivalen dengan 80,2% . ,01/5x100%). Besaran skor yang diperoleh belum mencapai 100% yang diharapkan, tingkat ideal yang diharapkan dengan kondisi aktual terdapat gap sebesar 19,8%. Dari total sebaran jawaban perindikator, diketahui bahwa indikator Psikomotorik memiliki sebaran jawaban yang paling rendah dibandingkan dengan dua indikator lainya, sementara untuk indikator dengan jumlah sebaran jawaban paling tinggi terdapat pada indikator Kognitif. Tetapi, secara keseluruhan tanggapan dari responden terhadap hasil belajar sudah berada dalam kategori tinggi. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 Uji Validitas Tabel 4. 3 Hasil Uji Validitas Instrumen Hasil Uji Validitas r-tabel 0,286 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil pengujian Pearson Correlation menunjukkan bahwa masing-masing item pernyataan yang terdapat dalam kuisioner baik variabel menunjukkan nilai lebih besar dari 0,286 sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kuisioner yang digunakan adalah valid. Uji realibilitas Tabel 4. 4 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Cronbach Alpha Gaya Belajar 0,734 Hasil Belajar 0,722 Sumber: Data Primer yang Diolah, 2025. Variabel Kriteria Reliabel Hasil pengujian CronbachAos Alpha menunjukkan bahwa keseluruhan item pernyataan yang terdapat dalam kuisioner variabel menunjukkan nilai lebih dari 0,6 sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kuisioner yang digunakan adalah Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 Uji Normalitas Tabel 4. 5 Uji Normalitas Variabel Dependen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kolmogrov Smirnov-Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Data Primer yang Diolah, 2025. Berdasarkan tabel 4. 6 hasil uji normalitas dengan perhitungan KolmogorovSmirnov Asymp. Sig. Persamaan regresi kesejahteraan masyarakat Asymp. Sig. 0,974 signifikansi di atas 0,05. Hal ini berarti bahwa residual persamaan hasil belajar yang diteliti berdistribusi normal, karena uji asumsi normalitas telah terpenuhi maka dapat digunakan teknik statistik persamaan dengan regresi. Hasil Analisis Regresi Setelah memastikan bahwa data memenuhi syarat normalitas, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi untuk menguji hubungan antara Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Metode statistik yang akan diterapkan adalah regresi sederhana dengan model regresi yang akan dibahas sebagai berikut: = a bx (Sugiyono, 2. Keterangan: : Hasil Belajar X: Gaya Belajar Analisis regresi yang dilakukan dengan bantuan SPSS menghasilkan temuan yang disajikan sebagai berikut: Tabel 4. 6 Hasil Analisis Regresi Coefficientsa Model Unstandardized Standardiz Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. GAYA BELAJAR Dependent Variable: HASIL BELAJAR Sumber: Data Primer yang diolah SPSS, 2025. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 Hasil regresi menunjukkan persamaan model Y = 22. 869 0,619 setiap peningkatan dalam variabel hasil belajar diprediksikan meningkatkan gaya belajar sebesar 0,619 Nilai koefisien regresi yang positif yang mengindikasikan adanya pengaruh positif gaya belajar terhadap hasil belajar. Dengan rampungnya estimasi model, penelitian ini beralih ke pengujian berikutnya, yakni menilai signifikansi pengaruh Gaya belajar terhadap Hasil belajar. Berikut disajikan tahapan-tahapan pengujian yang akan dilakukan: Penentuan Hipotesis Ho: tidak ada cukup bukti kuat yang menunjukkan bahwa gaya belajar terhadap hasil belajar memiliki efek positif. H1: terdapat pengaruh positif dari variabel gaya belajar terhadap hasil belajar Penetapan dalam penelitian ini kemungkinan 5% hasil yang diperoleh adalah keliru, dengan mentetapkan tingkat kepercayaan 95%. Penentuan statistik uji t diterapkan untuk memahami apakah model regresi memiliki pengaruh yang signifikan. Penentuan dalam penerimaan atau penolakan hipotesis nol (H. dalam pengujian ini didasarkan pada perbandingan Dalam pengujian statistik, nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel . -tabl. Apabila nilai t hitung lebih besar, maka H0 akan ditolak. Nilai signifikansi yang dihasilkan dari analisis dapat dibandingkan dengan nilai alpha yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak. Apabila nilai signifikansi lebih besar daripada alpha, maka H0 tidak ditolak. Berikut adalah hasil pengujian yang dilakukan menggunakan SPSS: Tabel 4. 7 Hasil Penentuan Kriteria Uji Regresi Secara Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Standardiz Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. GAYA BELAJAR Dependent Variable: HASIL BELAJAR Sumber: Data Primer Yang diolah SPSS, 2025. Berdasarkan hasil analisis, nilai t-hitung untuk variabel Gaya Belajar adalah 380 untuk menentukan apakah Ho diterima atau ditolak, nilai t-tabel dihitung dengan tingkat signifikansi statistik 5%. Nilai t-tabel yang diperoleh adalah 1,697. Perbandingan menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel. Hal ini mengantarkan pada penolakan Ho, yang menyiratkan adanya pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap hasil belajar. Berdasarkan penelitian ini, terbukti bahwa gaya belajar memiliki pengaruh Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Oleh karena itu, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak tersebut. Nilai koefisien determinasi dianalisis untuk mengukur proporsi variasi dalam variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai ini berkisar antara 0% hingga 100%, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan proporsi penjelasan yang lebih besar. Berikut tingkat kecocokan antara variabel dalam model regresi Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar berikut ini: Tabel 4. 8 Hasil Koefisien Determinasi Mode Model Summary Adjusted R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. GAYA BELAJAR Sumber: Data Primer di atas yang diolah SPSS, 2025. Analisis regresi menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,390, yang mengindikasikan bahwa 39% variabilitas hasil belajar dijelaskan oleh gaya belajar. Hal ini menandakan hubungan positif antara gaya belajar terhadap hasil belajar, dimana semakin bagus gaya belajar, semakin meningkat pula hasil belajar, 61% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji regresi linear sederhana yang menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar 0,619 dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa setiap peningkatan gaya belajar siswa akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar. Dengan demikian, gaya belajar merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Akuntansi. Hubungan antara variabel gaya belajar (X) dan hasil belajar (Y) bersifat positif, yang berarti semakin baik dan sesuai gaya belajar yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,625 menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Selain itu, nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,390 mengindikasikan bahwa gaya belajar mampu menjelaskan 39% variasi hasil belajar siswa, sedangkan 61% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil uji t, nilai t-hitung sebesar 4,380 lebih besar dibandingkan nilai t-tabel sebesar 1,697 dengan tingkat signifikansi 5%. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 positif gaya belajar terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Harahap . dan Bloom dalam Aljarad et al. yang menyatakan bahwa hasil belajar merupakan perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran. Gaya belajar sebagai cara siswa menyerap dan mengolah informasi berperan penting dalam mengoptimalkan ketiga aspek Selain itu, teori gaya belajar VAK . isual, auditori, dan kinesteti. yang dijelaskan oleh Diani & Atiq . juga mendukung temuan ini, bahwa kesesuaian metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar. Temuan penelitian ini konsisten dengan teori yang menyatakan bahwa gaya belajar merupakan faktor internal yang memengaruhi hasil belajar, sebagaimana dijelaskan oleh Slameto . dan Manullang & Silitonga . Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara hasil penelitian ini dengan teori yang telah ada, namun penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa gaya belajar memiliki kontribusi nyata terhadap hasil belajar Akuntansi pada jenjang SMA, khususnya kelas X-A. Hasil penelitian ini mendukung temuan Kantun & Djaja . Pujiastuti et . Rahman & Yanti . Ambarsari . , serta Debora . yang menyimpulkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Persamaan utama terletak pada variabel yang diteliti, yaitu gaya belajar dan hasil belajar. Perbedaannya terletak pada konteks penelitian, mata pelajaran, jenjang pendidikan, serta lokasi penelitian. Penelitian ini secara khusus meneliti siswa kelas X-A SMA Negeri 1 Walea Kepulauan, sehingga memberikan kontribusi baru dalam konteks geografis dan jenjang kelas yang berbeda dari penelitian Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi dunia pendidikan, khususnya bagi guru dan sekolah. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi gaya belajar siswa dan menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi, seperti penggunaan media visual, diskusi lisan, serta kegiatan praktik. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berpusat pada siswa. Bagi siswa, pemahaman terhadap gaya belajar masing-masing dapat membantu mereka memilih strategi belajar yang paling sesuai, sehingga meningkatkan hasil belajar secara optimal. Selain itu, pihak sekolah dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam pengembangan model pembelajaran yang adaptif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Akuntansi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas X di SMA Negeri 1 Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara gaya belajar dan hasil belajar siswa, di mana semakin sesuai gaya belajar yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang diperoleh. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 2 September 2026 142 - 153 Variabel gaya belajar memberikan kontribusi sebesar 39% terhadap hasil belajar, sedangkan 61% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, metode mengajar, serta faktor internal dan eksternal lainnya. Oleh karena itu, sekolah, guru, siswa, orang tua, dan peneliti selanjutnya diharapkan dapat bekerja sama dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dengan memperhatikan karakteristik gaya belajar siswa agar hasil belajar dapat meningkat secara optimal. REFERENCES