Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 INDEKS KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN PENDIDIKAN DI MTSN KOTA PROBOLINGGO Anikmatus Soleha. Desi Dwi Andriyani. Jefri Try Kristiyono Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Panca Marga Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo berpengaruh terhadap kepuasan pengguna layanan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui indeks kepuasan pengguna layanan pendidikan yang terdiri dari variabel reliablility, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengguna layanan pendidikan yaitu seluruh siswa dan wali murid di MTSN Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KEP/25/M. PAN/2/2004. Kepuasan Masyarakat (IKM) dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 150 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian IKM di MTSN Kota Probolinggo memiliki nilai Indeks kepuasan layanan pendidikan sebesar 3,28 dan nilai IKM sebesar 82 yang berarti mutu pelayanan masuk dalam katagori A, sehingga kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanannya dapat dikatakan sangat puas. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan MTSN Kota Probolinggo sangat memuaskan. Kata kunci : indeks kepuasan. IKM, pengguna layanan pendidikan Abstrack The problem in this study is that the quality of education services in MTSN City of Probolinggo has an effect on service user satisfaction. The purpose of this study was to determine the satisfaction index of education service users which consisted of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible variables. The population of this study were all users of educational services, namely all students and guardians of students in MTSN Kota Probolinggo. This research is a descriptive quantitative research type with the instrument used in the form of a questionnaire. The data analysis method used in this research is the Community Satisfaction Index (IKM) in accordance with the Decree of the Minister of State Apparatus Empowerment Number: KEP / 25 / M. PAN / 2/2004. Community Satisfaction (IKM) is calculated using the weighted average value of each service element. The sample in this study were 150 respondents. The type of data used is primary data obtained through questionnaires. The results of the IKM research in MTSN City of Probolinggo have an education service satisfaction index value of 3. 28 and an IKM value of 82 which means that the quality of service is included in category A, so that customer satisfaction with the quality of service can be said to be very satisfied. The conclusion of the research result shows that the quality of education services provided by MTSN Kota Probolinggo is very satisfying. Keyword : satisfaction index. IKM, users of education services sebagaimana telah tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan cita-cita rakyat Indonesia. Melalui pendidikan formal bakat seseorang dapat diasah dan dikembangkan searah dengan arahan sekolah. Perkembangan zaman yang semakin maju membuat meningkatkan kualitas diri sehingga mampu PENDAHULUAN Sekolah pendidikan formal sebagai sektor strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertahan dan bersaing di segala bidang Semakin kebutuhan masyarakat akan pendidikan pendidikan atau sekolah yang didirikan, mulai dari kota hingga pelosok desa. Banyaknya menyebabkan adanya persaingan baru antar sekolah untuk selalu unggul dan Kualitas sangat berkaitan dengan kepuasan pelanggan, seperti yang dinyatakan oleh Ishikawa . alam Komariah & Triatna, 2. menyatakan quality is Artinya bahwa produk dikatakan berkualitas jika dapat memenuhi kebutuhan dan orang akan merasa puas jika kebutuhannya terpenuhi. Adanya persaingan yang semakin kompetitif antar sekolah, menuntut memperhatikan mutu pendidikan dan kelembagaan sehingga mampu unggul bersaing dalam persaingan tersebut. Berkualitas atau tidaknya suatu lembaga pendidikan dipengaruhi oleh dua faktor yakni: . Provider . enyedia jas. , . Pelanggan. Pertama provider . enyedia jas. lembaga pendidikan dikatakan bermutu apabila sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Kedua yaitu faktor pelanggan lembaga pendidikan dikatakan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Hal ini telah tertuang dalam Permendikbud Nomor 32 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan diterbitkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat . Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. Maka dari itu aspek mutu pendidikan terlihat dari segi pelayanan yang dimiliki. Karena, sebuah pelayanan menggambarkan kualitas lembaga, jika pelayanan yang diberikan itu baik maka lembaga tersebut bisa dikatakan baik, dan begitu sebaliknya jika pelayanan yang dimiliki buruk maka lembaga tersebut dikatakan buruk. Hal ini sejalan dengan pemikiran Nurkolis . mengatakan bahwa pendidikan adalah jasa atau pelayanan dan bukan produksi barang. Intinya akhiran lembaga pendidikan adalah pemberian pelayanan yang berkualitas pendidikan/siswa/peserta Jika sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai tentu bakat yang ada pada siswa tidak dapat tersalurkan dan dikembangkan. Pemberian layanan yang berkualitas pada siswa mampu mendukung proses pengembangan siswa mulai dari aktifitas siswa serta proses pembelajaran siswa di Layanan yang wajib diberikan pihak sekolah kepada siswa diantaranya fasilitas belajar, kurikulum dan administrasi sekolah yang sistematis. Fasilitas belajar yang dimaksud adalah sarana dan prasarana pendidikan di sekolah seperti gedung, ruang kelas, buku dan media penunjang lainnya. Selain itu, pentingnya tenaga pengajar yang sesuai dengan bidangnya, prosedur yang tepat dan Kebutuhan masyarakat akan mutu lembaga pendidikan yang berkualitas melahirkan persaingan yang tidak mempermasalahkan harga namun lebih mengedepankan kualitas yang Banyak orang rela mengeluarkan biaya tinggi demi untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan menjamin masa depan yang lebih baik. Pelayanan yang berkualitas akan melahirkan presepsi yang baik pada setiap pengguna Karena mereka percaya atas apa yang lembaga berikan dan mampu memuaskan apa yang mereka butuhkan. Kualitas lembaga pendidikan atau sekolah dapat terlihat dengan cara membandingkan persepsi siswa terhadap pelayanan yang mereka terima dengan pelayanan yang diharapkan. Jika kenyataan lebih dari apa yang diharapkan, maka pelayanan dapat dikatakan memuaskan dan begitu juga sebaliknya. Menurut Philip Kotler terdapat lima unsur dalam kualitas pelayanan yaitu sebagai berikut : . Kepercayaan atau kehandalan (Reliabilit. melaksanakan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya, . Daya tanggap (Responsivenes. : kemampuan untuk memberikan jasa dengan cepat atau ketanggapan, . Jaminan (Assuranc. administrasi serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, . Empati (Empath. : syarat untuk peduli, memberi perhatian pribadi bagi pelanggan, . Bukti Fisik (Tangible. penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel dan media komunikasi. Lima dimensi di atas menjadi tolak ukur kualitas Hal ini disebabkan karena keberhasilan siswa dalam belajar di sekolah. Pentingnya sekolah berkualitas dapat memberikan rasa nyaman dalam belajar, menimbulkan motivasi belajar, sehingga menunjang keberhasilan siswa dalam Keberhasilan dalam belajar terlihat dari prestasi yang siswa capai maka secara otomatis menggambarkan mutu atau kualitas suatu lembaga pendidikan Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Usahawan . alam Pontjorini, dkk. bahwa mutu layanan pendidikan akan menghasilkan lulusan yang berprestasi dan jumlah peserta didik yang bertambah secara berkesinambungan. Berdasarkan pemaparan masalah yang telah diungkapkan peneliti di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian lebih lanjut mengenai indeks kepuasan pengguna layanan pendidikan. Dalam penelitian ini, peneliti hendak menggambarkan kepuasan layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo. Kualitas pendidikan yang kesempurnaan layanan yang diharapkan pengguna layanan dalam pemenuh kebutuhan dan keinginan akan pendidikan. pelanggan adalah respon konsumen pada evaluasi persepsi terhadap perbedaan antara ekspektasi awal . tandar kinerja tertent. dan kinerja atau jasa aktual konsumsi (Tjiptono dan Chandra 2. Penelitian ini mengukur indeks kepuasan pelanggan layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo pelayanan yang diberikan terhadap pelayanan yang diharapkan. Intinya meneliti perbedaan ekpektasi dan persepsi pengguna layanan mengenai layanan pendidikan tersebut. INDENTIFIKASI MASALAH Indentifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: . sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan . Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan . menyebabkan banyaknya lembaga pendidikan atau sekolah yang didirikan . Adanya persaingan yang semakin kompetitif antar sekolah . Pemberian layanan yang berkualitas pada pengembangan siswa mulai dari aktifitas siswa serta proses pembelajaran siswa di sekolah . Kebutuhan masyarakat akan mutu lembaga pendidikan yang berkualitas mempermasalahkan harga . Berkualitas atau tidaknya suatu lembaga pendidikan dipengaruhi oleh dua faktor yakni Provider . enyedia jas. dan Pelanggan. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan pemaparan latar belakang di penelitian yaitu apakah pengguna layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo merasa puas terhadap kualitas layanan yang diberikan. LANDASAN TEORI Akbar dan Parvez . mengartikan kualitas pelayanan sebagai pelayanan yang memenuhi kebutuhan atau harapan Sejalan dengan Tjiptono dan Chandra . mendefinisikan kualitas jasa sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Kepuasan TUJUAN Sesuai dengan pokok masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis gambaran kepuasan pengguna layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo. MANFAAT Manfaat teoritis Dengan gagasan dan wawasan terhadap teori tentang indeks kepuasan pengguna layanan pendidikan. Manfaat praaktis Bagi sekolah Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam Bagi siswa Hasil penelitian dapat memberikan pengetahuan mengenai faktorfaktor pembelajaran di sekolah. Bagi masyarakat Hasil penelitian dapat memberikan pendidikan yang berkualitas. ini menunjukkan persepsi pelanggan pada tiap-tiap dimensi, diantaranya adalah: Tangible Kemampuan suatu perusahaan dalam ekternal dalam bentuk fisik. Reliability Kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang dijanjikan secara akurat dan Responsiveness Kemampuan penyedia jasa untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat pada pelanggan, menyampaikan infomasi yang jelas. Assurance Kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya pelanggan pada perusahan. Empathy Kemampuan perhatian secara ikhlas dan bersifat pribadi atau individual yang diberikan kepada para pelanggan dengan cara memahami keinginan dan kesulitan KAJIAN PUSTAKA Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan adalah segala upaya atau usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau konsumen dengan ketepatan dalam mengimbangi harapan pelanggan (Tjiptono. Berkualitas atau tidaknya suatu pelayanan dipengaruhi oleh dua faktor yakni: Provider . enyedia jas. dan Pelanggan. Pertama . enyedia pendidikan dikatakan bermutu apabila sesuai dengan standart yang telah Kedua yaitu faktor pelanggan lembaga pendidikan dikatakan bermutu apabila telah memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Menurut Kotler (Alma 2007:. menyatakan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu cara kerja perusahaan atau lembaga yang berusaha mengadakan perbaikan mutu secara terus menerus terhadap proses, produk dan servis yang dihasilkan perusahaan. Demensi Kualitas Pelayanan Menurut Philip Kotler terdapat lima unsur dalam kualitas pelayanan. Kelima dimensi Konsep Kepuasan Pelanggan Menurut Kotler Amstrong . kepuasan pelanggan ialah sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan Jika kinerja produk kurang dari yang diharapkan itu, pembelinya tidak puas. Jika kinerja produk kurang dari yang diharapkan itu, pembelinya tidak puas. Aliansyah. Hafasnuddin Shabri 2:32-. kesuksesan dan kelangsungan bisnis. Semakin banyak pelanggan setia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan sukses dan bertahan lama. Untuk mewujudkan dan mempertahankan kepuasan pelanggan, organisasi jasa harus Pertama. Kedua pelanggan atas kualitas. Ketiga, memahami strategi kualitas layanan pelanggan, dan Keempat, memahami siklus pengukuran dan umpan balik dari kepuasan pelanggan (Tjiptono, 2004:. Kepuasan dipengaruhi oleh perbandingan layanan yang dipahami dengan pelayanan yang diharapkan, dan sebagai reaksi emosional jangka pendek pelanggan terhadap kinerja pelayanan tertentu. Indikator untuk mengukur kepuasan pelanggan, menurut Yuliarmi dan Riyasa . adalah: 1. Kesesuaian kualitas pelayanan dengan tingkat harapan. Tingkat kepuasan apabila dibandingkan dengan yang sejenis 3. Tidak ada Harapan Pelanggan Tjiptono . perusahaan perlu mengidentifikasi pelanggannya. Kepuasan pelanggan tercapai bila kebutuhan. Berkenaan dengan kualitas, ada tiga level harapan pelanggan mengenai kualitas yaitu: Level Pertama Harapan Pelanggan yang paling sederhana dan berbentuk asumsi, must have, atau take it for Misalnya: . saya berharap menerbangkan saya sampai tujuan dengan selamat. saya berharap bank menyimpan uang saya dengan aman dan menangani saldo rekening saya dengan benar. Level Kedua Harapan yang paling tinggi dari pada level 1, dimana kepuasan dan/atau Contohnya . saya berharap dilayani perusahaan penerbangan. saya pergi ke bank, dan teller-nya ternyata sangat ramah, informatif, dan suka menolong transaksi-transaksi saya. Level Ketiga Harapan yang lebih tinggi lagi dibanding level 1 atau 2 dan . atau jasa yang begitu bagusnya sehingga membuat saya Misalnya: Perusahaan penerbangan itu memberi semua penumpang makanan yang sama dengan khusus diberikan kepada penerbangan lainnya. Dasar Hukum Permendikbud Nomor 32 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pasal 5 ayat . Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan metode pendekatan survei. Metode survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data berupa daftar pernyataan terstruktur. Penelitian survei merupakan kegiatan penelitian yang mengumpulkan data pada saat tertentu dengan tiga tujuan penting yaitu mendeskripsikan keadaan alami yang hidup pada saat itu, mengidentifikasi secara dibandingkan dan menentukan hubungan sesuatu yang hidup di antara kejadian Ciri khas penelitian ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak Salah satu keuntungan utama dari penelitian ini adalah mungkinnya pembuatan generalisasi untuk populasi yang besar. Terkait jenis penelitian ini, pendidikan di MTSN Kota Probolinggo. aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan (Kep. Men Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Kep. 25/M. PAN/2/2. Kepuasan pendidikan yang mencangkup lima dimensi pelayanan yaitu: Tabel 1. Variabel. Faktor, dan Indikator Pelayanan N Variabel Indikator Instrum Tangibles Lingkungan 1 (Berwuju. Sekolah Ruang Belajar Staf Pengajar Reliability Prosedur (Kehandalan Penerimaa 5 Proses Pembelajar Standar Pendidikan Responsiven Info ess (Daya Sekolah Tangga. Layanan Bimbingan Ketanggap Assurance Pemahama 10 (Keyakina. n Materi Laporan Akademik Kondusif Emphaty Buku (Empat. Penunjang Administra Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah angka 1 sampai 5: Angka 5 : sangat puas. Angka 4 : puas. Angka 3 : cukup puas. Angka 2 : tidak puas. Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik menunjukkan suatu cara yang abstrak dan tidak Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Populasi adalah wilayah yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo yakni seluruh wali murid dan siswa dari kelas VII. Vi, dan IX. Sampel Sampel diambil berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M. PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyusunan IKM Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, dimana Sampel penelitian adalah jumlah unsur ditambah satu dikalikan sepuluh. Rumus penentuan sampel adalah sebagai berikut : Jumlah Responden dasar ("Jumlah unsur" . x 10 = jumlah responden . x 10 = 150 Jadi jumlah responden . dalam penelitian ini adalah sebanyak 150 responden dengan teknik Accidental Sampling . eknik penentuan sampel berdasarkan kebetula. yaitu siapa yang kebetulan bertemu dengan peneliti di MTSN Kota Probolinggo dapat dijadikan Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa di MTSN Kota Probolinggo, beralamatkan di JL. Citarum. No. 09 Probolinggo 67222. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada tanggal 20 - 21 Desember 2019. Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti sehingga informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik Indeks kepuasan masyarakat (IKM) adalah data informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarkat dalam memperoleh pelayanan dari diwujudkan dalam benda, tetapi hanya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian . , dokumentasi, dan lainnya. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode. Kuesioner Untuk mempunyai validitas tinggi dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan metode angket atau kuesioner. Kuesioner adalah digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Tujuan digunakan metode ini adalah untuk memperoleh data-data terkait kepuasan siswa di MTSN Kota Probolinggo. Dokumentasi Dokumentasi pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Studi penggunaan metode kuesioner dan Observasi. Penelitian dengan menggunakan metode dokumentasi berarti menyelidiki benda- benda tertulis seperti buku-buku, dokumen catatan harian dan sebagainya. Tujuan digunakan metode ini adalah untuk memperoleh data tambahan dalam mengetahui kepuasan siswa terhadap layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo. Observasi Metode mengetahui sarana prasarana, kondisi lingkungan, geografis dan keadaan siswa, guru, maupun pegawai untuk memperjelas data dan gambaran tentang MTSN Kota Probolinggo dengan cara mendatangi tempat penelitian. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan indek kepuasan masyarakat (IKM) yang dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 14 unsur pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelayanan memiliki penimbang yang sama dengan rumus sebagai berikut: Jumlah Bobot Bobot nilai rata-rata tertimbang = Jumlah Unsur = 0. Untuk mendapatkan nilai rata - rata per unsur pelayanan dan nilai indeks unit pelayanan adalah sebagai berikut: Nilai rata-rata per unsur pelayanan. Nilai masing-masing unsur pelayanan dijumlahkan . sesuai dengan jumlah kuesioner yang diisi oleh mendapatkan nilai rata-rata per unsur pelayanan, jumlah nilai masing-masing unsur pelayanan dibagi dengan jumlah responden yang mengisi. Untuk mendapatkan nilai rata-rata tertimbang C IKM = per unsur pelayananj jumlah nilai ratarata per unsur pelayanan dikalikan dengan 0,071 sebagai nilai bobot ratarata tertimbang. Nilai Untuk mendapatlklan nilai indeks unit pelayanan, dengan cara menjumlahkan 14 unsur dari nilai rata-rata tertimbang. Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut: Total dari Nilai Persepsi Per Unsur Total unsur yang terisi Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut di atas y Nilai Penimbang dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut: IKM Unit pelayanan x 25 Tabel 1. Interval NILAI PERSEPSI NILAI INTERVAL IKM NILAI INTERVAL KONVERSI IKM MUTU PELAYANAN KEPUASAN PELAYANAN 00 Ae 1. 25 Ae 43. Kurang Puas 76 Ae 2. 76 - 62. Cukup Puas 51 Ae 3. 51 - 81. Puas 26 Ae 4. 26 Ae 100. Sangat Puas HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden Jenis Kelamin Responden Dari hasil penelitian diketahui jenis kelamin setiap responden sebagai berikut: Tabel 1. Jenis Kelamin Responden N Jenis Frekue Presenta Laki-laki Perempu 65 Jumlah Usia Responden Responden sebanyak 44 siswa memiliki tingkat usia yang berbeda. Berdasarkan penelitian, usia responden dapat dikelompokkan sebagai berikut: Tabel 1. Usia Responden Usia Frekue Presenta Respond 11 Ae 20 Tahun 21 Ae 30 Tahun 31 Ae 40 Tahun 41 Ae 50 Tahun 51 Ae 60 Tahun 61 Ae 70 Tahun Jumlah Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 1. Nilai per unsur indeks kepuasan pengguna layanan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo NRR JUMLAH NILAI X NILAI NRR NO INDIKATOR SKOR PER JAWABAN JAWABAN TOTAL TERTIMBANG UNSUR Lingkungan Ruang belajar Kedisiplinan Staf pengajar dan karyawan Prosedur Proses belajar Sistem Kejelasan Ketersediaan Ketanggapan masalah Penguasaan Kejelasan Kemampuan suasana belajar 4 Pemberian Kemudahan JUMLAH NRR TERTIMBANG JUMLAH NRR TERTIMBANG y 25 Tabel 1. Nilai indeks kepuasan pelanggan pendidikan di MTSN Kota Probolinggo sebagai berikut DIMENSI UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR KUALITAS PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN Lingkungan Sekolah Puas Tangibles Ruang Belajar Sangat puas (Berwuju. Kedisiplinan Staf Puas Pengajar Dan Karyawan Prosedur Penerimaan Sangat puas Reliability Proses Belajar Mengajar Puas (Kehandala. Sistem Pendidikan Puas Kejelasan Informasi Sangat puas Ketersediaan Layanan Responsiveness Puas Konseling (Daya Tangga. Ketanggapan Menangani Sangat puas Masalah Penguasaan Materi Sangat puas Pengajar Kejelasan Laporan Assurance Sangat puas Akademik (Keyakina. Kemampuan Pengajar Mengendalikan Suasana Sangat puas Belajar Pemberiaan Buku Sangat puas Penunjang Empathy (Empat. Kemudahan Administrasi 3. Sangat puas Jurnal Ilmiah Politik. Kebijakan, & ilmu Sosial (Publici. Vol. No. Januari 2021 Berdasarkan pada Tabel 3. 4 diatas menunjukkan bahwa 14 unsur pelayanan pelayanaan yang sangat puas, dari tabel ini menunjukkan bahwa nilai rara-rata IKM tertimbang untuk kualitas pelayanan adalah sebesar 3,28 merupakan jumlah hasil perkalian dari nilai rata-rata masing-masing unsur dikalikan 0,071 dengan perhitungan (. ( 37y0,. )= 3,28 yang termasuk dalam kategori sangat puas. Begitu juga jika dilihat dari nilai rata-rata IKM tertimbang dikalikan nilai kenversi . hasilnya adalah Nilai rata-rata IKM tertimbang dan nilai konversi IKM termasuk dalam mutu pelayanan A artinya kepuasan kualitas pelayanan pendidikan di MTSN Kota probolinggo sangat memuaskan para Indeks kepuasan pelaggan layanan pendidikan yang meliputi dimensi Tangibles (Berwuju. Reliability (Kehandala. Responsiveness (Daya Tangga. Assurance (Keyakina. , dan Empathy (Empat. di MTS N Kota Probolinggo sudah mencapai kategori madrasah harus mempertahankan layanan dan senantiasa meningkatkan layanan yang kurang memuaskan. Madrasah harus menggunakan strategi yang tepat demi mempertahanakan kepuasan layanan pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Dwiyanto. Agus, dkk. Reformasi Tata pemerintahan dan Otonomi Daerah. Pusat studi Kepedudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan kajian teori penelitian dan hasil analisis dari penyusunan jurnal yang berjudul AuIndeks Kepuasan Pelanggan Layanan Pendidikan di MTSN Kota ProbolinggoAy maka dapat ditari kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian IKM di MTSN Kota Probolinggo dengan menggunakan 14 indikator yang mencangkup 5 (Lim. dimensi yaitu Tangibles (Berwuju. Reliability (Kehandala. Responsiveness (Daya Tangga. Assurance (Keyakina. , dan Empathy (Empat. memiliki nilai Indeks kepuasan layanan pendidikan sebesar 3,28 dan nilai IKM sebesar 82 yang berarti mutu masuk dalam katagori A, sehingga kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanannya dapat dikatakan sangat memuaskan. Saran