Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Pengelolaan taman wisata laut berbasis Community Based Management (CBM) Management of marine tourism park based on Community Based Management (CBM) Rizha Bery Putriani1*. Qadar Hasani1. Indra Gumay Yudha1. Rara Diantari1. Darma Yuliana1. Rachmad Caesario1. Muhammad Reza1. David Julian1 Program Studi Sumberdaya Akuatik. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No 1. Gedong Meneng. Rajabasa. Bandar Lampung Indonesia. *email: rizha. putriani@fp,unila. Abstrak Penelitian ini dilakukan di Desa Kiluan Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. Tujuan penelitian adalah mengkaji esensi mengelola wisata taman laut menitikberatkan pada lingkungan sekitar (Community Based Managemen. di Kiluan Negeri. Kabupaten Tanggamus. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriprif pendekatan kualitatif melalui studi langsung . ata prime. dan data yang sudah ada . ata sekunde. Kiluan Negeri memiliki sumberdaya laut yang indah dan menakjubkan. Permasalahan di Teluk Kiluan yaitu terkait kesenjangan ekonomi, keterbatasan sumber daya, kerusakan lingkungan karena sampah dan ancaman bencana Masyarakat secara umum belum mengetahui bagaimana keterlibatan mereka dalam mengelola wisata taman laut secara tepat dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dari LSM yaitu LSM Cikal berperan penting dalam mengelola kawasan konservasi teluk Kiluan. Beberapa strategi CBM yang dapat dilakukan yaitu menyusun rencana pengembangan wisata, mengembangkan infrastruktur, mengelola destinasi wisata, mengadakan promosi dan pemasaran, mengembangkan produk wisata, mengadakan pelatihan SDM, melakukan kerjasama dengan pihak swasta, dan mengembangkan kawasan wisata terpadu. Pengelolaan wisata taman laut berbasis CBM didasarkan pada pengakuan akan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan memperoleh manfaat ekonomi serta sosial dari sektor pariwisata. Kata Kunci: Community Based Management. Kiluan Negeri, nelayan, terumbu karang, wisata laut Abstract This research was conducted in Kiluan Village. Kelumbayan District. Tanggamus Regency. This study examines the essence of managing marine park tourism by focusing on the surrounding environment (Community-based Managemen. in Kiluan Negeri. Tanggamus Regency. The research was conducted by descriptive analysis of qualitative approaches through direct studies . rimary dat. and existing data . econdary dat. Kilian Negeri has beautiful and unique marine resources. Problems in Kiluan Bay are related to economic inequality, limited resources, environmental damage due to garbage, and the threat of natural disasters. The general public still needs to learn how involved they are in managing marine park tourism appropriately and sustainably. The active participation of NGOs, namely the NGO Cikal, plays an important role in managing the Kiluan Bay conservation Some Community-Based Management (CBM) strategies that can be done are preparing tourism development plans, developing infrastructure, managing tourist destinations, holding promotions and marketing, developing tourism products, conducting HR training, collaborating with the private sector, and developing integrated tourist Community-based management (CBM) of marine park tourism is based on recognizing the importance of local communities in maintaining the sustainability of the marine environment and obtaining economic and social benefits from the tourism sector. Keywords: Community Based Management, coral reefs, fishermen. Kiluan Negeri, marine tourism Putriani. Hasani. Yudha. Diantari. Yuliana. Caesario. Reza. , & Julian. Pengelolaan taman wisata laut berbasis Community Based Management (CBM). Jurnal Mina Sains, 10. : 34-44. Pendahuluan Pentingnya wilayah pesisir bagi eksistensi manusia semakin meningkat. Kota-kota pesisir, khususnya pemerintah kota, perlu fokus untuk mengubah kawasan pesisir yang tertekan secara ekonomi menjadi pusat perdagangan dan industri yang dinamis. Marzaman & Rasyid . mengemukakan bahwa wilayah pesisir bernilai ekonomi tinggi dapat terancam 35 Putriani et al. pengelolaan wisata laut berbasis CBM keberlanjutannya jika tidak dikelola sesegera mungkin sehingga diperlukan penanganan tersendiri guna mampu diolah secara terus menerus. Penangkapan ikan dengan bahan peledak, polusi, eksploitasi, kerusakan ekosistem pesisir, sengketa pemanfaatan ruang, tsunami, sedimentasi alami, dan erosi adalah beberapa risiko terhadap status wilayah pesisir (Dahuri et al. Rositasari. Dalam pemanfaatannya secara ekonomi dan konservasi lingkungan dapat diseimbangkan lingkungan yang terintegrasi (Dewi, 2. Kabupaten Tanggamus terletak pada 104A18Ao - 105A12Ao Bujur Timur dan 5A05Ao5A56Ao Lintang Selatan. Luas total daratan dan perairan di Tanggamus mencapai 654,96 km2, dengan perairan seluas 799,5 km2 dan daratan seluas 2. 855,46 km2 di area tersebut. Kabupaten Tanggamus terdiri dari 20 kecamatan (Kabupaten Tanggamus dalam angka, 2. Wilayah Kabupaten Tanggamus memiliki kecamatan terluas yaitu Kecamatan Pulau Panggung dengan luas 437,21 km2 atau sekitar 9,39% dari luas wilayah kabupaten (BPS Kabupaten Tanggamus, 2. Kabupaten ini juga memiliki Kecamatan di daerah pesisir yaitu Kecamatan Kelumbayan tepatnya Desa pesisir Kiluan Negeri yang terkenal akan pesona alam yang memukau. Pekon (Des. Kiluan dihuni oleh komunitas nelayan dan petani di pesisir Teluk Kiluan. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Teluk Kiluan sebagai kawasan konservasi perairan dan daerah yang akan dikelola sebagai taman wisata air. Bupati Tanggamus telah menetapkan (B. 399/32/11/2. bahwa daerah tersebut menjadi desa wisata pada tahun 2020. Keterhubungan Desa Kiluan Negeri dengan Samudera Hindia menjadikannya destinasi menarik bagi para penggemar wisata bahari. Di sini, wisatawan memiliki kesempatan untuk menyaksikan mamalia laut seperti lumba-lumba botol, lumba-lumba berparuh panjang, dan paus pilot. Wisata yang ditawarkan oleh wilayah ini adalah wisata lumba-lumba, pendakian ke Laguna Gayau dan Talang Mulian, kunjungan ke Pulau Kelapa, snorkeling, memancing, dan menyelam di lepas Pantai Cukuh Pandan. Hal diatas menjadi daya tarik dari keindahan alam di pulau ini (Fitriawan et al. , 2019. Kamenparekraf. Teluk Kiluan merupakan tujuan wisata yang diminati oleh pengunjung, baik yang berasal dari Kabupaten Tanggamus maupun dari luar daerah, dengan jumlah homestay mencapai 80 unit (BPS Kabupaten Tanggamus, 2. Teluk Kiluan berpotensi tinggi menaikkan jumlah pengunjung sebagai tempat pengelolaan berkelanjutan guna mengoptimalkan peluang perikanan. Tempat ini juga menyimpan habitat habitat esensial seperti terumbu karang, spesies penting . umba-lumba, paus, dan peny. , sehingga perlu dilakukan konservasi kawasan perairan (KKP, 2. Konservasi ini sudah mulai dilakukan oleh organisasi masyarakat yang ada di Kiluan Negeri yang melakukan pengelolaan yang berbasis masyarakat atau disebut Community Based Management (CBM). CBM merupakan suatu sistem kelola dengan basis masyarakat yaitu berpartnership dengan masyarakat dan pemerintah yaitu stakeholder dan dinas Keterlibatan dalam pengelolaan ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta masyarakat tidak terbatas dan tidak lagi bersifat sentralistik . op dow. (Syafriyani. Purwaningsih & Almegi, 2. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wilayah pesisir masih kurang mendapat perhatian berdasarkan kebijakan pemerintah Provinsi Lampung (Anwar & Shafira, 2. Pengembangan perairan dan keindahan alam Tanggamus menjadi aset utama yang sangat penting dalam upaya pengembangan sektor pariwisata di wilayah ini, namun, belum dilakukan pengelolaan yang optimal. Khususnya permasalahan di Teluk Kiluan Negeri yang dapat diidentifikasi menjadi tiga faktor utama, yaitu: kesenjangan Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 ekonomi, kelangkaan sumber daya, dan degradasi lingkungan. Banyak orang tidak menyadari mereka bisa berperan serta dalam Pendidikan, pertumbuhan ekonomi lokal merupakan elemen yang sangat krusial dalam rencana panjang untuk menjalankan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengelolaan taman wisata laut berbasis community based management (CBM). Penelitian ini diharapkan dapat melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat dalam proses pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam laut serta lingkungan Dengan demikian, pengelolaan wisata taman laut berbasis CBM didasarkan pada pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan memperoleh manfaat ekonomi serta sosial dari sektor pariwisata. Metode Penelitian dilaksanakan di pesisir Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus. Provinsi Lampung pada bulan Desember 2022 dengan jumlah responden 25 orang. Responden terdiri dari pemangku kebijakan, pengelola wisata, tokoh masyarakat dan masyarakat yang berada di Teluk Kiluan. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriprif pendekatan kualitatif melalui studi langsung . ata prime. dan data yang sudah ada . ata sekunde. Penyusunan instrumen terdiri dari: . survei bertujuan untuk mencermati potensi pariwisata juga problematika yang terjadi. wawancara bertujuan untuk mencermati kegiatan pengembangan wisata taman laut. Focus Group Discussion (FGD), yakni diskusi menentukan bentuk konsep pengelolaan wisata taman laut berbasis pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pihak terkait. Hasil dan pembahasan Gambaran Umum Teluk Kiluan Teluk Kiluan Negeri terdapat di Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Kecamatan Kelumbayan. Luas Kecamatan Kelumbayan secara keseluruhan adalah 121,09 km2, sedangkan Kiluan Negeri 26,69 persen lebih kecil, yaitu 32,32 km2. Dari Kiluan Negeri. Anda harus menempuh jarak 18 km untuk mencapai pusat pemerintahan Kecamatan Kelumbayan. Sementara itu. Kiluan Negeri berjarak 100 km dari pusat Kabupaten Tanggamus (Kabupaten Tanggamus dalam angka. Kiluan Negeri kaya akan sumber daya laut yang mempesona dan menakjubkan. Terdapat perbukitan yang sebagian telah dialihfungsikan sebagai lahan pertanian dan Komunitas di sini juga mencakup beragam kebudayaan, agama, dan etnis, termasuk dari Lampung. Bali, dan Jawa. Sebagian besar penduduk Teluk Kiluan Negeri berprofesi sebagai nelayan sesuai yang dipengaruhi oleh wilayah di Kiluan yang sebagian yang besar adalah wilayah laut (Gambar . hal ini diperkuat oleh pendapat Damai et al. , . bahwa masyarakat Desa Kiluan Negeri bermatapencaharian sebagai nelayan sebesar Persentase yang besar penduduk dengan mata pencaharian sebagai nelayan juga dikemukakan oleh Reza et al. , . bahwa mayoritas nelayan di Teluk Kiluan adalah nelayan kecil yang terlibat dalam aktivitas penangkapan ikan satu hari . neday Hal ini tercermin dari ukuran kapal yang mereka gunakan, yaitu sekitar 2 GT. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapal tersebut berukuran dan kapasitas kecil yang menggambarkan bahwa yang beraktifitas di perairan tersebut adalah kelompok belayan skala kecil. Penduduk Teluk Kiluan memiliki pekerjaan utama sebagai nelayan dan pekerjaan sampingan sebagai petani dan pemandu wisata. 37 Putriani et al. pengelolaan wisata laut berbasis CBM Gambar 1. Pekerjaan masyarakat di Teluk Kiluan Potensi Taman Wisata Laut Taman Wisata Perairan Teluk Kiluan juga perairan sekitarnya di Provinsi Lampung memiliki luas keseluruhan 211,68 ha meliputi: zona Inti dengan luas 824,22 ha, zona Pemanfaatan dengan luas 771,76 ha, dan zona perikanan berkelanjutan memiliki luas 58. 615,70 ha (KKP, 2. Secara umum potensi mangrove, terumbu karang, dan lamun di Kiluan Negeri dalam kondisi yang baik dan keragaman spesies yang tinggi. Luasan ekosistem yang terdapat di lokasi penelitian berdasarkan keberadaan mangrove, lamun dan terumbu karang disajikan pada Gambar Keberadaan ekosistem ini menjadi habitat hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya. lumba-lumba, khususnya lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostri. dan lumba-lumba hidung botol (Tursiop Keduanya memiliki perbedaan pada ukuran tubuh yaitu lumba-lumba paruh panjang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada lumba-lumba hidung botol (Annishia, 2. Selain itu, ditemukan juga (Eretmochelys imbricat. dan penyu hijau (Chelonia Tumbuhan yang diidentifikasi berada di lokasi penelitian yaitu pohon waru laut (Hibiscus sp. ), ketapang (Terminalia ), dan beringin laut (Ficus sp. Selain itu terdapat pedada (Sonneratia alb. , kacangan (Aediceras (Lumnitzera racemos. , tinjang (Rhizophora s. , dan Nipah/bayuh (Nypa fructican. yang merupakan jenis vegetasi yang menyususn ekosistem mangrove saat ini. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Gambar 2. Jenis ekosistem yang ada di Teluk Kiluan Gambar 3. Beberapa potensi ancaman yang terjadi di Teluk Kiluan Kendala yang dihadapi Teluk Kiluan dengan pesona alam yang indah ternyata harus menghadapi ancaman bencana alam yang merugikan Berdasarkan hasil wawancara masyarakat harus siap siaga bila terjadi badai, angin kencang, ombak besar bahkan bisa beresiko tenjadinya bencana tsunami. Terkait dengan bencana alam di Teluk Kiluan ini masyarakat pun hanya mengantipasi, dengan tetap waspada. Nelayan melakukan aktifitas menangkap ikan berdasarkan tanda-tanda alam yang sudah diketahui. Desa Kiluan Negeri di Tanggamus termasuk suatu wilayah resiko bencana tinggi pada Indonesia (Julianto et Teluk Kiluan rentan dengan risiko sedang seperti banjir, longsor, gempa bumi, juga tsunami (Tiwi 2. bahwa masyarakat Kecamatan Kelumbayan masih minim pengetahuan tentang mitigasi Ancaman yang diidentifikasi selama penelitian menyajikan data beberapa dampak ancaman pada area wisata laut Teluk Kiluan yaitu. adanya overfishing, illegal fishing, bencana alam, snorkling dan Sedangkan responden dengan 39 Putriani et al. pengelolaan wisata laut berbasis CBM jawaban tidak adanya dampak terdapat 28%. Persentase terbesar adalah ancaman bencana alam sekitar hamper 49%. Hasil ini harus menjadi perhatian, karena lokasi dengan banyak potensi namun memiliki ancaman yang besar tehadap keberadaan potensi Selain tantangan alam yang ada, hal lain yang menyebabkan ancaman tersebut semakin besar adalah minimnya edukasi, salah satunya karena sulianya akses untuk Kelumbayan. Selain disebabkan juga belum adanya penyuluhan yang mendalam tentang mitigasi bencana. Nugraheni et al. Salah satu ancaman dan tantangan lain dalam keamanan maritim Indonesia adalah masalah limbah sampah di perairan. Sebagai negara yang berusaha memperkuat posisinya sebagai poros maritim global. Indonesia seharusnya menganggap serius masalah limbah laut dan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap penanganannya (Fathun & Ray, 2. Di Kiluan sampah belum terkelola dengan baik, ditunjukkan dengan tidak ditemukannya tempat pembuangan sampah (TPS) ataupun tempat pembuangan akhir (TPA) dan sampah yang ada dibuang ke dalam sumur tua ataupun langsung Jika perihal tersebut lambat diberikan solusi berimplikasi pada kepada kerusakan lingkungan terutama perairan laut Kiluan Negeri. Sebagai kawasan wisata Teluk Kiluan memang cukup dikenal dan banyak wisatawan dari berbagai daerah yang Walaupun saat ini mengalami berkunjung setelah kejadian wabah covid19. Namun, masih banyak kendala lainnya yang harus dibenahi diantaranya kondisi infrastruktur jalan yang banyak rusak menuju ke Teluk Kiluan. Kurangnya perhatian dalam pengelolaan kawasan pesisir oleh pemerintah membuat kawasan ini kurang berkembang di bidang potensi pariwisata di wilayah Teluk Kiluan. Hal ini ditunjukkan dengan fasilitas yang sarana dan prasarana belum terkelola dengan baik. Sarana dan prasarana ini meliputi ketersediaan akomodasi dan penginapan. Promosi wisata sebatas dijalankan sehingga tidak maksimal mengelola peluang wisata yang dimiliki. Potensi wisata laut Teluk Kiluan belum dikenal menyeluruh pada luar Provinsi Lampung. Perihal tersebut menjadi fokus tersendiri bagi beberapa pihak guna mempromosikan wisata teluk Kiluan. Upaya ditempuh ialah melalui membangun website tersendiri guna menyajikan informasi seputar pariwisata taman laut di Teluk Kiluan. Hal ini sudah menjadi perhatian kepala Pekon Kiluan nantinya untuk membuat website pariwisata Teluk Kiluan. Selain itu kendala lain dalam pengembangan wisata di Kiluan Negeri berhubungan erat dengan aspek lingkungan antara lain: belum terpadunya pengelolaan sampah, pencemaran limbah, kerusakan terumbu karang. (Yulianto et al. Pengelolaan Taman Wisata Laut Pengunjung Taman Laut Kiluan umumnya masih belum terbiasa dengan perjalanan wisata yang tersedia. Wisata bahari biasanya menjadi primadona. Namun karena biaya yang cukup tinggi dan perlunya pelatihan khusus wisata bawah laut . ermasuk snorkeling dan menyela. belum terlalu dikenal, terutama di kalangan wisatawan lokal. Kondisi ini akan menghambat dalam pegembangan industri Daya tarik Teluk Kiluan yang unik dan aktivitas wisata yang beragam. Selain potensi wisata diatas lokasi penelitian juga dapat menjadi titik untuk menikmati keberadaan lumba-lumba. Tetapi ini tidak cukup untuk membuat daerah tersebut layak secara ekonomi. Pemerintah setempat juga menyadari hal ini. Upaya menarik wisatawan, kota ini membutuhkan semacam tengara atau landmark dalam pengembangan wisata ini. Meskipun demikian, kendala yang ada dapat memperlambat pertumbuhan desa Kiluan sebagai desa wisata. Potensi wisata Teluk Kiluan dan pengembangannya, termasuk pemanfaatan sumber daya pesisir, sangat dibantu oleh LSM Cikal dan pemerintah setempat. Menurut Hudisaputra . dan Purnomo . , tujuan utama LSM Cikal meliputi pelestarian sumber daya alam dan promosi ekowisata yang tidak memberikan dampak Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 peningkatan layanan sosial, pendidikan, hukum, dan kesehatan yang tersedia di wilayah tersebut. Kehadiran LSM Cikal, banyak hal yang berubah di lingkungan Teluk Kiluan. Melalui penjangkauan masyarakat, pengumpulan data, pengadaan fasilitas, dan jasa pemandu. LSM Cikal Bersama LSM Cikal dan warga sebagai homestay bagi para wisatawan yang datang ke Teluk Kiluan. Masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai bertani/berkebun menyewakan perahu mereka pengamatan lumba-lumba, snorkeling, dan memancing dengan biaya yang cukup Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua yayasan Cikal yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan wisata tour lumba-lumba sebenarnya ada ketentuan yang harus dipatuhi misalnya jarak wisatawan tidak boleh kurang dari 50 m, tetapi kadangkala justru lumba-lumba yang mendekati perahu. Upaya menghindari gangguan yang ada, maka dilakukan sistem trip untuk atraksi lumba-lumba. Trip pertama pada pukul 06. 00 WIB dan trip kedua pukul 08. 00 WIB. Berdasarkan hasil enumerasi sudah dipetakan titik-titik/spot kemunculan lumba-lumba. Spot tersebut, jika ditelusuri akan membentuk semacam jalur ruaya lumba-lumba. Penginapan dengan berbagai fasilitas selama berada di Kiluan, biasanya dapat dinegosiasikan dengan warga sekitar. Warga Kiluan biasanya tidak memasang harga tertentu pada fasilitas akomodasi dan Biaya homestay pada lokasi wisata Teluk Kiluan berkisar Rp300. 000 per rumah yang menampung sekitar 10 orang. Sedangkan, sewa kapal untuk wisata lumba-lumba atau memancing bertarif sekitar Rp250. 000 per trip. Masyarakat Kiluan secara mengelola wisata seperti retribusi tiket masuk, penyewaan perahu, jasa pemandu wisata, pedagang makanan, pedagang kelontong, penyewaan alat diving dan snorkeling, homestay dan cottage Purnomo . Kawasan konservasi pesisir dan pulaupulau kecil dengan ciri khas tertentu menjadi satu kesatuan ekosistem yang dilindungi. Masyarakat Kiluan berdasarkan hasil penelitian menginginkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengelola kawasan konservasi Kiluan seperti ditunjukkan pada Gambar 4. Luasan kawasan konservasi wisata perairan Teluk Kiluan-Pulau Tabuan di Kabupaten Tanggamus . 611,54 h. dan Kawasan Konservasi Perairan Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur . 397,21 H. (Parjito et al. , 2. Dalam pengelolaan taman wisata Teluk Kiluan LSM Cikal berperan penting dalam pengelolaan taman wisata laut dan Pengelolaan kolaboratif antar pemerintah dan pihak yang terlibat dalam konservasi serta perlu adanya partisipasi yang kuat dari masyarakat akan menentukan Penelolaan kolaboratif ditentukan dari tingginya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Strategi yang dapat dilakukan sebagai berikut: Penyusunan rencana pengembangan strategis jangka panjang dan pendek Tanggamus, termasuk identifikasi objek wisata yang potensial, target pasar, dan langkah-langkah mencapai tujuan tersebut. Pengembangan infrastruktur pariwisata: memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur pariwisata seperti jalan, sarana transportasi, akomodasi, dan fasilitas umum lainnya agar lebih memadai untuk mendukung kegiatan Pengelolaan destinasi wisata: mengelola objek wisata dengan baik, termasuk pemeliharaan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung, serta penyediaan informasi yang memadai bagi wisatawan. 41 Putriani et al. pengelolaan wisata laut berbasis CBM Gambar 4. Pihak yang berperan dalam konservasi Promosi dan pemasaran: melakukan promosi yang efektif baik secara lokal meningkatkan kesadaran tentang potensi pariwisata Tanggamus. Ini dapat dilakukan dengan berbagai media seperti media sosial, situs web, pameran pariwisata, dan kerjasama dengan agen Pengembangan mengembangkan beragam produk wisata yang menarik dan beragam, seperti ekowisata, wisata budaya, wisata petualangan, dan lain-lain, sesuai dengan keunikan dan keistimewaan alam dan budaya Tanggamus. Pelatihan dan pendidikan pariwisata: meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam industri pendidikan, dan sertifikasi dalam bidang tersebut, termasuk pelatihan tentang ramah lingkungan dan keberlanjutan Kerjasama dengan pihak swasta: menggalang kerjasama dengan pihak swasta, termasuk perusahaan perhotelan, operator tur, dan pengusaha lokal untuk mendukung pengembangan pariwisata Tanggamus melalui investasi dan pengelolaan bersama. Pengembangan kawasan wisata terpadu: mengembangkan kawasan wisata terpadu yang menyediakan berbagai fasilitas dan aktivitas untuk wisatawan dalam satu lokasi, sehingga meningkatkan daya tarik dan nilai tambah pariwisata Tanggamus. Putra et al. mengemukakan bahwa peningkatan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Resun Pesisir Kabupaten Lingga dilakukan melalui manajemen sistem penangkapan ikan berbasis komunitas dengan memperhatikan kelestarian sumber daya, meningkatkan pendapatan, serta mendorong partisipasi masyarakat setempat dengan prinsip keswadayaan ekonomi dan Ekowisata berbasis masyarakat tidak hanya mencakup keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan menjadi tujuan, tetapi lingkungan . isata yang tidak merusak ala. Aswita et al. , . Setiyono . menambahkan bahwa Pengelolaan Berbasis Masyarakat (PBM) adalah upaya untuk mengelola sumber daya yang mereka miliki agar tetap berkelanjutan dan dapat dinikmati oleh masyarakat itu sendiri. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Kesimpulan Wisata taman laut Teluk Kiluan memiliki potensi besar jika dilihat berdasarkan kekayaan biota laut yang Masih minimnya pengelolaan wisata taman laut belum memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat Kiluan. minimnya pengelolaan wisata taman laut belum memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan Kiluan. Pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sektor wisata masih rendah dan minim sarana prasarana . serta sarana promosi wisata menjadi hambatan dalam pengembangan wisata di Teluk Kiluan. Beberapa strategi CBM yang dapat dilakukan yaitu menyusun mengembangkan infrastruktur, mengelola destinasi wisata, mengadakan promosi dan pemasaran, mengembangkan produk wisata, mengadakan pelatihan SDM, melakukan kerjasama dengan pihak swasta, dan mengembangkan kawasan wisata terpadu. Model CBM diharapkan dapat melestarikan taman laut di Teluk Kiluan sehingga dapat memberikan dampak ekonomi kepada Daftar Pustaka