Pesat Vol. 4 No. 1 Februari 2025 Pesat: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Vol. 4 No. 1 Februari 2025 Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Bumi Ayu Lilis Wahyuni1. Dewi Jannah2. Wahyu Andika Putra3. Wiwik Cahyani4 1,2,3,& 4 Prodi Ilmu Administrasi Negara. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Email : lilis. wahyuni@stia-lk-dumai. Abstract Community Service (PkM) is one of the pillars of the Tridharma of Higher Education which aims to improve community welfare. This PkM program focuses on "Optimizing Resource Management in Social Service Activities in Bumi Ayu Village". Through a participatory approach, this program aims to increase community capacity in managing human, financial, material and time resources effectively. The results of the initial study show that many social activities in Bumi Ayu Village are not running effectively due to a lack of good management. Therefore, this program is designed to provide training and assistance to the community so they can manage resources better. It is hoped that with optimal management, social activities can have a wider impact on the welfare of local communities. Keywords: Resource Management. Social Service. Community Participation. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu pilar Tridarma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program PkM ini berfokus pada "Optimalisasi Manajemen Sumber Daya dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Bumi Ayu". Melalui pendekatan partisipatif, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya manusia, finansial, material, dan waktu secara efektif. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa banyak kegiatan sosial di Kelurahan Bumi Ayu tidak berjalan efektif akibat kurangnya manajemen yang Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dengan lebih baik. Diharapkan, dengan adanya pengelolaan yang optimal, kegiatan sosial dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Kata kunci: Manajemen Sumber Daya. Bakti Sosial. Partisipasi Masyarakat. Pendahuluan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu dari tiga pilar Tridarma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian. Melalui PkM, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025 ini, program PkM yang berfokus pada "Optimalisasi Manajemen Sumber Daya dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Bumi Ayu" merupakan wujud nyata dari komitmen perguruan tinggi untuk mengaplikasikan ilmu administrasi dalam rangka memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat lokal. Kelurahan Bumi Ayu merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bumi Ayu. Kota Dumai, yang memiliki potensi sumber daya manusia dan alam yang signifikan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil kajian awal, banyak kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh berbagai pihak di Kelurahan Bumi Ayu, namun sering kali kegiatan tersebut tidak berjalan efektif karena kurangnya manajemen yang baik terhadap sumber daya yang ada. Hal ini melatarbelakangi urgensi pelaksanaan program PkM yang berfokus pada optimalisasi manajemen sumber daya dalam kegiatan bakti sosial. Sumber daya dalam kegiatan bakti sosial mencakup berbagai aspek, seperti sumber daya manusia, material, finansial, dan waktu (Wahyuni & Erlianti, 2. Ketersediaan sumber daya ini harus dikelola secara efektif dan efisien agar tujuan kegiatan sosial dapat tercapai. Sayangnya, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen sering kali menghambat proses pelaksanaan bakti sosial di Bumi Ayu. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini dirancang untuk memberikan pendampingan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas bagi masyarakat dan para pelaksana kegiatan bakti sosial dalam mengelola sumber daya yang tersedia. Tujuan dari program PkM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya secara maksimal sehingga kegiatan bakti sosial dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat, seperti perangkat kelurahan, organisasi masyarakat, serta lembaga-lembaga swadaya lokal. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap setiap kegiatan sosial yang dilakukan. Manajemen sumber daya yang optimal juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kegiatan sosial. Saat ini, banyak kegiatan sosial di Kelurahan Bumi Ayu yang berjalan tanpa perencanaan yang matang, sehingga sering kali menimbulkan pemborosan sumber daya dan hasil yang tidak Melalui pelatihan manajemen, diharapkan masyarakat mampu menyusun perencanaan yang sistematis, mengalokasikan sumber daya dengan tepat, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kegiatan. Program PkM ini juga memiliki dimensi keberlanjutan, di mana masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengelola satu kegiatan bakti sosial, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjalankan berbagai kegiatan serupa di masa mendatang. Salah satu fokus pelatihan adalah pengelolaan sumber daya finansial, agar masyarakat dapat menggalang dana secara lebih efektif, baik melalui sumber internal maupun Dengan pengelolaan finansial yang baik, kegiatan bakti sosial diharapkan dapat terus berjalan tanpa tergantung pada bantuan dari luar. Selain itu, kegiatan PkM ini juga akan memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia. Masyarakat Kelurahan Bumi Ayu memiliki potensi SDM yang besar, terutama di kalangan generasi muda. Namun, keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial masih terbatas. Melalui program ini, akan dilakukan sosialisasi dan pelatihan untuk memotivasi serta memberdayakan kaum muda agar berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial, sehingga terjadi regenerasi dan kesinambungan dalam pelaksanaan kegiatan sosial di kelurahan ini. Pengabdian ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis manajemen, tetapi juga memperkuat kesadaran sosial dan solidaritas antarwarga. Diharapkan dengan adanya pengelolaan sumber daya yang lebih baik, kegiatan sosial dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Bumi Ayu. Solidaritas dan gotong royong yang terbina dalam kegiatan sosial ini Pesat Vol. 4 No. 1 Februari 2025 diharapkan menjadi modal sosial yang kuat bagi masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan di masa depan. Kolaborasi yang baik antara pihak perguruan tinggi dan masyarakat lokal juga menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Dengan kehadiran tenaga akademisi yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen administrasi, masyarakat diharapkan memperoleh wawasan baru yang aplikatif dan relevan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya terjadi selama pelaksanaan PkM, tetapi juga terus berlanjut dalam berbagai kegiatan lainnya di masa mendatang. Secara keseluruhan, program PkM bertema "Optimalisasi Manajemen Sumber Daya dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Bumi Ayu" diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kegiatan sosial di wilayah Dengan optimalisasi pengelolaan sumber daya, diharapkan kesejahteraan masyarakat Bumi Ayu dapat meningkat secara berkelanjutan, dan program ini menjadi salah satu langkah awal dalam menciptakan komunitas yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Pendekatan Pelaksanaan Program Pada tahap pertama, fokus utama adalah menentukan tujuan, strategi, dan sumber daya yang dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Tahap kedua melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab, yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap bagian kegiatan dapat dijalankan dengan efektif. Terakhir, tahap ketiga adalah pemantauan dan evaluasi, di mana penting untuk memantau jalannya kegiatan, mengevaluasi hasilnya, dan memastikan bahwa kegiatan tersebut tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Ketiga tahap ini saling berhubungan untuk memastikan keberhasilan suatu kegiatan. Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Tahap A Menentukan Tujuan. Strategi dan Sumber daya yang diperlukan Tahap A Membagi tugas dan tanggung jawab agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif Tahap A Memantau, mengevaluasi dan memastikan bahwa kegiatan sesuai dengan rencana Pelaksanaan Program Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Dalam Kegiatan Bakti Sosial Pengertian dan Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manajemen sumber daya adalah proses penggunaan dan pengelolaan yang efektif dan efisien terhadap semua sumber daya yang dimiliki, termasuk sumber daya manusia, finansial, material, serta waktu (Rosari et al. , 2. Dalam konteks kegiatan bakti sosial, manajemen sumber daya yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi-fungsi Manajemen dalam Kegiatan Bakti Sosial Perencanaan (Plannin. Perencanaan yang matang adalah langkah awal yang sangat penting dalam manajemen sumber daya. Dalam kegiatan bakti sosial, perencanaan melibatkan penentuan tujuan, strategi, dan alokasi sumber daya (Pantih, 2. Perencanaan yang baik akan mengurangi risiko pemborosan dan ketidakefisienan. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, perencanaan yang matang dapat melibatkan identifikasi kebutuhan masyarakat, penentuan sumber daya yang diperlukan, dan penjadwalan kegiatan. Pengorganisasian (Organizin. Pengorganisasian sumber daya manusia adalah langkah berikutnya setelah Dalam kegiatan bakti sosial, pengorganisasian melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab kepada anggota tim atau relawan. Struktur organisasi informal yang sering ditemukan dalam kegiatan sosial membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, pengorganisasian dapat melibatkan pembagian tugas antara relawan, perangkat kelurahan, dan organisasi masyarakat. Kepemimpinan (Leadin. Kepemimpinan dalam kegiatan sosial memiliki peran yang sangat penting untuk menginspirasi, memotivasi, dan membimbing para anggota atau relawan agar tetap fokus dan berkomitmen terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin yang baik akan mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendorong partisipasi aktif dari semua anggota tim. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, pemimpin dapat berperan sebagai motivator yang menginspirasi relawan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Pengendalian (Controllin. Pengendalian mencakup pemantauan dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan kegiatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kegiatan sosial berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang diinginkan. Pengendalian juga melibatkan identifikasi dan penyelesaian masalah yang muncul selama pelaksanaan Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, pengendalian dapat melibatkan pemantauan terhadap penggunaan sumber daya, evaluasi terhadap hasil kegiatan, dan penyesuaian strategi jika diperlukan. Hambatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Sumber Daya Manusia Salah satu hambatan utama dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam manajemen. Banyak relawan dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial tidak memiliki latar belakang pendidikan atau pelatihan yang cukup dalam manajemen. Hal ini dapat menghambat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, kurangnya keterampilan manajemen dapat menyebabkan ketidakteraturan dalam pelaksanaan kegiatan dan ketidakefisienan dalam penggunaan sumber daya. Sumber Daya Finansial Sumber daya finansial sering kali menjadi masalah utama dalam kegiatan bakti sosial. Banyak kegiatan yang terhambat karena kurangnya dana atau pengelolaan keuangan yang tidak transparan. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, kurangnya dana dapat menyebabkan kegiatan tidak dapat berjalan sesuai rencana atau bahkan terhenti di tengah jalan. Pesat Vol. 4 No. 1 Februari 2025 Sumber Daya Material Sumber daya material, seperti peralatan dan bahan, juga sering kali menjadi Banyak kegiatan yang terhambat karena kurangnya peralatan atau bahan yang diperlukan. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, kurangnya peralatan dapat menyebabkan kegiatan tidak dapat berjalan dengan lancar atau hasil yang diperoleh tidak maksimal. Sumber Daya Waktu Pengelolaan waktu yang tidak efektif juga dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial. Banyak kegiatan yang terhambat karena kurangnya perencanaan waktu yang baik atau penjadwalan yang tidak tepat. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, kurangnya perencanaan waktu dapat menyebabkan kegiatan molor atau bahkan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Strategi Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Pelatihan dan Pendampingan Salah satu strategi untuk mengatasi hambatan dalam pengelolaan sumber daya adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dan pelaksana kegiatan bakti sosial. Pelatihan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam manajemen, sementara pendampingan dapat memberikan bimbingan dan dukungan langsung dalam pelaksanaan kegiatan. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, pelatihan dapat meliputi manajemen proyek, pengelolaan keuangan, dan teknik kepemimpinan. Peningkatan Keterlibatan Generasi Muda Generasi muda memiliki potensi yang besar untuk berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial. Namun, keterlibatan mereka sering kali terbatas karena kurangnya motivasi dan kesempatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan untuk memotivasi serta memberdayakan generasi muda agar lebih aktif dan terlibat dalam kegiatan bakti sosial. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, dapat dilakukan program khusus untuk generasi muda, seperti pelatihan kepemimpinan dan kegiatan sosial yang menarik minat mereka. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan dana yang digunakan tepat sasaran. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dapat dilakukan melalui pelaporan yang jelas dan terbuka, serta pengawasan yang ketat terhadap penggunaan sumber daya. Misalnya, dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu, dapat dilakukan pelaporan keuangan yang transparan dan pengawasan oleh pihak Pendekatan Partisipatif Pendekatan partisipatif melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini dapat meningkatkan rasa kepem Efektivitas Pengelolaan Sumber Daya Manusia Meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu dapat dilakukan melalui beberapa strategi berikut: Peningkatan Keterlibatan Generasi Muda Meningkatkan keterlibatan generasi muda melalui Sosialisasi dan Motivasi. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi dan motivasi kepada generasi muda untuk berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui gotong royong. Pendekatan Partisipatif Pendekatan partisipatif dilakukan melalui Partisipasi dalam Pelaksanaan yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan kegiatan. Peningkatan Kolaborasi dan Koordinasi Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan lainnya, seperti perangkat kelurahan, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya lokal. Hal ini akan memastikan bahwa sumber daya manusia yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu juga Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk mendapatkan dukungan akademis dan tenaga ahli yang dapat membantu dalam pelatihan dan pengembangan Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, diharapkan pengelolaan sumber daya manusia dalam kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu dapat lebih efektif dan efisien, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Pemaparan Materi Pkm Pemaparan materi terkait dengan "Peningkatan Kapasitas Manajerial Masyarakat dalam Kegiatan Bakti Sosial: Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif" adalah sebagai berikut: Pentingnya Manajemen yang Efektif dalam Kegiatan Bakti Sosial Manajemen yang efektif adalah kunci untuk memastikan bahwa kegiatan bakti sosial dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik melibatkan empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Perencanaan (Plannin. Perencanaan yang matang adalah langkah awal yang sangat penting. Dalam konteks kegiatan bakti sosial, perencanaan melibatkan penentuan tujuan, strategi, dan alokasi sumber daya. Perencanaan yang baik akan mengurangi risiko pemborosan dan ketidakefisienan (Rohayatin et al. , 2. Pengorganisasian (Organizin. Pengorganisasian sumber daya manusia adalah langkah berikutnya setelah Dalam kegiatan bakti sosial, pengorganisasian melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab kepada anggota tim atau relawan. Struktur organisasi informal yang sering ditemukan dalam kegiatan sosial membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat untuk mencapai tujuan Bersama (Porter Michael, 2. Kepemimpinan (Leadin. Kepemimpinan dalam kegiatan sosial memiliki peran yang sangat penting untuk menginspirasi, memotivasi, dan membimbing para anggota atau relawan agar tetap fokus dan berkomitmen terhadap tujuan yang telah ditetapkan (Latip et al. , 2. Pemimpin yang baik akan mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendorong partisipasi aktif dari semua anggota tim (Saragih et al. , 2. Pengendalian (Controllin. Pengendalian mencakup pemantauan dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan kegiatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kegiatan sosial berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang diinginkan. Pengendalian juga melibatkan identifikasi dan penyelesaian masalah yang muncul selama pelaksanaan kegiatan (Morrow & Scorgie-Porter, 2. Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Setiap Tahap Kegiatan Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan dan keberlanjutan Pesat Vol. 4 No. 1 Februari 2025 kegiatan bakti sosial. Partisipasi ini melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi (Erlianti & Wahyuni. Perencanaan Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan kegiatan bakti sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui forum diskusi, survei, atau rapat komunitas untuk mengumpulkan masukan dan aspirasi dari masyarakat. Dengan demikian, kegiatan yang direncanakan akan lebih relevan dengan kebutuhan dan keinginan Masyarakat (Mayes, 2. Pelaksanaan Memberikan peran aktif kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan. Misalnya, masyarakat dapat dilibatkan sebagai relawan, pemandu, atau penanggung jawab kegiatan tertentu. Ini akan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab mereka terhadap kegiatan tersebut (Arnstein, 1. Evaluasi Melibatkan masyarakat dalam proses evaluasi kegiatan untuk mendapatkan masukan dan saran yang berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Evaluasi partisipatif dapat dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara, atau survei pasca-kegiatan (Iswari & Utomo, 2. Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan adalah faktor kunci dalam keberhasilan kegiatan bakti sosial. Pemangku kepentingan ini dapat mencakup perangkat kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga swadaya lokal, dan perguruan tinggi (Kapetas et al. , 2. Perangkat Kelurahan Bekerjasama dengan perangkat kelurahan untuk mendapatkan dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan. Perangkat kelurahan dapat membantu dalam koordinasi, pengorganisasian, dan mobilisasi masyarakat. Organisasi Masyarakat Bekerjasama dengan organisasi masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bakti sosial. Organisasi masyarakat dapat membantu dalam sosialisasi, mobilisasi, dan pengorganisasian kegiatan (Rohayatin et , 2. Lembaga Swadaya Lokal Bekerjasama dengan lembaga swadaya lokal untuk mendapatkan dukungan teknis, finansial, dan logistik. Lembaga swadaya lokal dapat membantu dalam pelatihan, pendampingan, dan pengadaan sumber daya (Petty, 1. Penutup Kegiatan bakti sosial di Kelurahan Bumi Ayu telah menunjukkan pentingnya manajemen sumber daya yang efektif dan efisien. Manajemen sumber daya mencakup pengelolaan sumber daya manusia, finansial, material, serta waktu. Dalam konteks ini, perencanaan yang matang, pengorganisasian yang baik, kepemimpinan yang inspiratif, dan pengendalian yang ketat menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Pengertian dan Pentingnya Manajemen Sumber Daya: Manajemen sumber daya yang baik memastikan bahwa kegiatan bakti sosial dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi-fungsi Manajemen dalam Kegiatan Bakti Sosial: Perencanaan (Plannin. : Menentukan tujuan, strategi, dan alokasi sumber . Pengorganisasian (Organizin. : Pembagian tugas dan tanggung jawab kepada anggota tim atau relawan. Kepemimpinan (Leadin. : Menginspirasi, memotivasi, dan membimbing anggota tim. Pengendalian (Controllin. : Pemantauan dan evaluasi proses pelaksanaan Hambatan dalam Pengelolaan Sumber Daya: Sumber Daya Manusia: Kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam . Sumber Daya Finansial: Kurangnya dana atau pengelolaan keuangan yang tidak transparan. Sumber Daya Material: Kurangnya peralatan atau bahan yang diperlukan. Sumber Daya Waktu: Pengelolaan waktu yang tidak efektif. Strategi Optimalisasi Manajemen Sumber Daya: Pelatihan dan Pendampingan: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam manajemen. Peningkatan Keterlibatan Generasi Muda: Memotivasi dan memberdayakan generasi muda. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas: Pelaporan yang jelas dan terbuka, serta pengawasan yang ketat. Pendekatan Partisipatif: Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap Daftar Pustaka