PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 6 Nomor 1. Edisi juni 2025 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN 4CS SISWA KELAS XI Johannes Sohirimon Lumbanbatu1. Din Oloan Sihotang2*. Fransiskus Tarigan3 1STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan 2 STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan 3 STP St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan 1johlumbanbatu2877@gmail. com, 2 oloansihotang81@gmail. com, 3fransiskustarigan425@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21, yaitu Critical Thinking. Creativity. Collaboration, dan Communication . , di SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi kelompok, proyek berbasis studi kasus, serta penggunaan media visual. Temuan menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang berbasis pada teori konstruktivisme Piaget dan teori multimodal Mayer berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan interaktif. Guru memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, serta menganalisis materi secara kritis, yang mendukung pengembangan keterampilan 4Cs. Keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi siswa meningkat secara signifikan melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Secara keseluruhan, temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pembelajaran yang inovatif dan beragam untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, dengan mempertahankan nilai-nilai moral dan spiritual dalam pendidikan agama. Kata Kunci Keterampilan 4Cs. Pembelajaran Inovatif. Pendidikan Agama Katolik. Teori Konstruktivisme Abstract This study aims to explore the teaching strategies implemented by Catholic Religious Education (CRE) teachers in developing 21st-century skills, namely Critical Thinking. Creativity. Collaboration, and Communication . , at SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Using a qualitative approach and descriptive method, this research analyzes how teachers apply teaching methods that encourage active student participation through group discussions, case study-based projects, and the use of visual media. The findings show that the application of teaching strategies based on PiagetAos constructivist theory and MayerAos multimodal theory successfully creates a dynamic and interactive learning environment. Teachers provide space for students to ask questions, engage in discussions, and critically analyze the material, which supports the development of 4Cs skills. StudentsAo critical thinking, communication, creativity, and collaboration skills significantly improved through project-based and collaborative learning. Overall, these findings emphasize the importance of innovative and varied teaching approaches in preparing students for the challenges of the 21st century, while maintaining the moral and spiritual values in religious education. Keywords 4Cs Skills. Innovative Teaching. Catholic Religious Education. Constructivist Theory Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan globalisasi telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan, menuntut siswa untuk memiliki keterampilan abad ke-21 yang esensial, dikenal sebagai 4Cs: Critical Thinking. Creativity. Collaboration, dan Communication. Keempat keterampilan ini dianggap krusial dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, baik dalam konteks akademik maupun professional (Lumbanbatu, 2. Menurut Sihotang et al. , . , integrasi 4Cs dalam kurikulum pendidikan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, berkolaborasi dalam tim, dan berinovasi secara kreatif. Implementasi strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan 4Cs, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pemanfaatan teknologi digital, telah terbukti meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Peran guru dalam mengembangkan keterampilan 4Cs sangatlah penting. Guru abad ke-21 dituntut untuk tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator, motivator, dan pembimbing yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas, kolaborasi, komunikasi efektif, serta pemikiran kritis siswa. Strategi pembelajaran inovatif seperti project-based learning, pembelajaran kolaboratif, dan pemanfaatan teknologi digital terbukti efektif dalam menumbuhkan keempat keterampilan tersebut (Prihatmojo dkk, 2. Dalam konteks Pendidikan Agama Katolik, guru memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan 4Cs. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan guru yang berfokus pada model pembelajaran 4Cs dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Pardede, 2. Namun, implementasi strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan 4Cs dalam Pendidikan Agama Katolik masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, dan resistensi terhadap perubahan metode pengajaran tradisional. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif dalam konteks ini (Asman et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan keterampilan 4Cs siswa kelas XI di SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali praktik-praktik pembelajaran yang digunakan, tantangan yang dihadapi, serta persepsi guru dan siswa terhadap efektivitas strategi tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran agama yang relevan dengan tuntutan abad ke-21, serta menjadi referensi bagi guru, pengambil kebijakan, dan institusi pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan 4Cs di kalangan siswa. Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang dikenal sebagai 4Cs (Critical Thinking. Communication. Collaboration, dan Creativit. di SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan realitas sosial dan praktik pendidikan secara alami berdasarkan pengalaman langsung guru dan siswa di lingkungan sekolah. Lokasi penelitian ditetapkan di SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Provinsi Sumatera Utara, karena sekolah ini dinilai aktif dalam menerapkan strategi pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung aktivitas pembelajaran di kelas, terutama bagaimana guru merancang dan melaksanakan strategi yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Wawancara dilakukan dengan guru, kepala sekolah, serta rekan sejawat untuk menggali informasi lebih dalam mengenai latar belakang strategi yang digunakan dan tantangan dalam pelaksanaannya. Selain itu, dokumentasi dilakukan dengan menelaah perangkat pembelajaran, laporan kegiatan, serta hasil karya siswa yang menunjukkan pencapaian keterampilan 4Cs. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan teknik triangulasi sumber dan metode, memastikan bahwa informasi yang diperoleh konsisten dan dapat dipercaya. Penelitian ini dilaksanakan selama Maret hingga April 2025, melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan pra-lapangan, pengumpulan data di lapangan, serta analisis dan pelaporan hasil. Melalui pendekatan ini, diharapkan diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi pembelajaran guru PAK dalam membekali siswa dengan keterampilan esensial abad ke-21. HASIL Fokus I: Strategi Pembelajaran Guru PAK Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan bersifat aktif. Interaksi dalam proses pembelajaran berlangsung dua arah. guru secara konsisten memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, serta merespons materi secara kritis. Sumber dari guru, kepala sekolah, teman sejawat, dan siswa menunjukkan kesamaan pandangan bahwa guru PAK mendorong partisipasi aktif dalam kelas. Metode pembelajaran yang digunakan pun bervariasi, meliputi diskusi kelompok, studi kasus berbasis cerita Alkitab, dan proyek kolaboratif. Pendekatan ini tidak hanya menghindari pembelajaran yang monoton, tetapi juga disesuaikan dengan tujuan pembelajaran agar lebih kontekstual dan bermakna. Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 Penggunaan alat dan media pembelajaran juga menjadi bagian integral dari strategi guru. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan berbagai media seperti gambar, video, dan PowerPoint untuk menjelaskan materi secara visual. Observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa media pembelajaran digunakan untuk menarik perhatian siswa dan meningkatkan pemahaman terhadap materi ajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru memiliki kesadaran akan pentingnya keberagaman media dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, terutama dalam konteks Pendidikan Agama Kristen yang sarat dengan nilai dan narasi. Tabel 1. Triangulasi Sumber-Strategi Pembelajaran Guru PAK Kepala Sekolah/ Indikator Guru PAK Interaksi Proses AuSaya selalu memberi AuGuru PAK memberi AuKami sering diskusi Pembelajaran ruang bertanya dan kesempatan siswa aktif. Ay / kelompok dan Ay AuMemfasilitasi diskusi. Ay Ay Metode AuSaya sering pakai AuMetode guru bervariasi. Ay AuKami sering diskusi Pembelajaran diskusi, proyek, studi / AuSering proyek dan kelompok dan Ay Ay Ay Penggunaan AuPakai media visual. AuMetode guru bervariasi. Ay AuPernah nonton Alat/Media video. PowerPoint. Ay / AuSering proyek dan video, lihat gambar Ay waktu belajar. Ay Siswa Teman Sejawat Tabel 2. Triangulasi Teknik-Strategi Pembelajaran Guru PAK Indikator Observasi Wawancara Interaksi Proses Guru memberi ruang Guru mengelola interaksi. Foto siswa Pembelajaran bertanya dan diskusi sejawat dan siswa ajar mendukung kesempatan berbicara metode interaktif Dokumentasi Metode Teramati penggunaan Guru menyebut Modul ajar dan RPP Pembelajaran diskusi dan proyek penggunaan diskusi & menunjukkan variasi dalam pembelajaran siswa menyatakan pernah mengalaminya Penggunaan Guru menggunakan Wawancara mendukung Foto mengajar dan Alat/Media alat bantu visual dan penggunaan PowerPoint media pembelajaran media digital dan video yang digunakan guru Pada fokus pertama ini, penelitian mengidentifikasi bahwa guru PAK menerapkan strategi pembelajaran yang mengutamakan interaksi aktif dengan siswa, penggunaan metode yang bervariasi, serta Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga tercipta proses pembelajaran yang interaktif. Metode yang digunakan oleh guru PAK bervariasi, termasuk diskusi kelompok, proyek, dan studi kasus berbasis cerita Alkitab, yang memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi siswa. Media seperti gambar, video, dan PowerPoint digunakan untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa media ini efektif dalam mendukung proses belajar siswa. Fokus II: Penerapan Keterampilan 4Cs Dalam konteks keterampilan abad 21, guru PAK telah mengintegrasikan empat elemen utama 4Cs secara efektif ke dalam pembelajaran. Pertama, keterampilan critical thinking dikembangkan melalui aktivitas yang mendorong siswa untuk menganalisis cerita Alkitab, mengidentifikasi masalah, serta memberikan argumentasi. Kedua, communication terlihat dari kebiasaan siswa berdiskusi, menyampaikan ide, dan merespons pandangan teman secara terbuka meskipun masih memerlukan pengarahan dalam menjaga alur komunikasi yang sehat. Data triangulasi menunjukkan bahwa guru secara aktif membina komunikasi interpersonal siswa selama proses pembelajaran. Selanjutnya, aspek creativity muncul dalam bentuk tugas-tugas inovatif seperti membuat doa, poster, dan proyek yang memungkinkan siswa mengekspresikan diri secara orisinal. Guru memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi sesuai konteks pembelajaran, yang juga terlihat dari hasil dokumentasi proyek kreatif. Terakhir, collaboration menjadi keterampilan yang secara eksplisit dilatih melalui kerja kelompok. Siswa terbiasa berbagi tugas, menyelesaikan permasalahan bersama, dan belajar menghargai perbedaan pendapat. Triangulasi teknik dan sumber menunjukkan bahwa kegiatan kolaboratif bukan hanya menjadi metode, tetapi bagian dari nilai yang ditanamkan dalam proses belajar mengajar PAK. Tabel 3. Triangulasi Sumber-Keterampilan 4Cs siswa Indikator Guru PAK Kepala Sekolah/ Siswa Teman Sejawat Critical AuSaya ajak siswa AuSiswa diajak berpikir AuKami diminta Thinking menganalisis, memberi dan berargumen. Ay mencari makna cerita (Berpikir pendapat, bahkan atau masalah dari Kriti. Ay Ay Communication AuSaya dorong siswa AuSiswa komunikatif. AuKami suka diskusi, (Komunikas. bicara, sampaikan ide, walau kadang perlu kadang rebutan dan dengar teman. Ay Ay Ay Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 Creativity AuMinta siswa bikin AuSiswa kreatif, ada yang AuPernah bikin doa (Kreativita. doa, poster, proyek idenya menarik. Ay kelompok, poster. Ay tugas kreatif. Ay Collaboration AuSaya atur kerja AuBelajar berbagi tugas. AuKami biasa diskusi (Bekerja sam. kelompok agar mereka konflik kecil bisa kelompok, kadang belajar kerja sama. Ay Ay debat tapi selesai Ay Tabel 4. Triangulasi Teknik-Keterampilan 4Cs siswa Indikator Observasi Wawancara Critical Siswa menganalisis Siswa dan guru menyebut Tugas siswa Thinking cerita dan memberi kegiatan analisis dan (Berpikir analisis dan Kriti. Dokumentasi Communication Siswa aktif berbicara Siswa dan guru menyebut Foto diskusi (Komunikas. dan berdiskusi siswa sering berdiskusi kelompok dan daftar hadir diskusi Creativity Siswa membuat karya Guru dan siswa menyebut Tugas kreatif seperti (Kreativita. kreatif seperti poster proyek kreatif dalam poster, doa, proyek atau drama Collaboration Siswa bekerja Guru dan siswa menyebut Foto kerja kelompok (Bekerja sam. kerja sama dan dan daftar hadir menyelesaikan tugas pembagian peran dalam Pada fokus kedua, keterampilan 4Cs (Critical Thinking. Communication. Creativity, dan Collaboratio. yang diterapkan dalam pembelajaran di kelas PAK menunjukkan perkembangan positif. Guru PAK secara aktif melibatkan siswa dalam berpikir kritis, seperti melalui analisis cerita Alkitab dan memberikan pendapat yang dipertahankan dengan argumen. Komunikasi antar siswa juga terjaga dengan baik, meskipun terkadang perlu pengarahan agar diskusi tetap teratur. Kreativitas siswa ditumbuhkan melalui tugas-tugas kreatif seperti pembuatan doa atau poster yang berkaitan dengan materi, yang membuat siswa Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 lebih bebas mengekspresikan ide mereka. Selain itu, kolaborasi dalam kelompok juga mendorong siswa untuk bekerja sama, berbagi tugas, dan menghargai perbedaan pendapat, menciptakan lingkungan belajar yang kooperatif dan produktif. PEMBAHASAN Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan interaktif. Guru memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pendapat, yang sejalan dengan teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran (Allen, 2. Menurut Allen, pengetahuan bukanlah sesuatu yang diterima begitu saja, tetapi dibangun melalui interaksi aktif dengan lingkungan dan pengalaman yang relevan. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang memberi ruang bagi siswa untuk berpartisipasi dan berkontribusi sangat penting untuk memfasilitasi proses ini. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru PAK, seperti diskusi kelompok, proyek berbasis studi kasus, dan penggunaan media visual . eperti gambar dan vide. , selaras dengan temuan dalam literatur yang menunjukkan bahwa metode yang bervariasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memungkinkan mereka untuk memahami materi secara lebih mendalam (Sihotang et al. , 2. Penggunaan media yang beragam, termasuk teknologi digital, juga mendukung teori multimodal yang menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan berbagai modalitas dapat mempercepat pemahaman siswa (Mayer, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mayer, penggunaan gambar dan video sebagai bagian dari pengajaran multimodal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa, karena siswa dapat melihat dan mendengar informasi yang sama dari berbagai perspektif. Hal ini mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa dengan cara yang lebih holistik. Dalam hal keterampilan 4Cs, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK berhasil mengembangkan keterampilan berpikir kritis . ritical thinkin. dan komunikasi . siswa dengan sangat baik. Siswa diberikan kesempatan untuk menganalisis cerita Alkitab, memberikan pendapat, serta mendebatkan pandangan mereka, yang secara efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Hal ini sejalan dengan pandangan yang dikemukakan oleh Sitepu, . yang menekankan pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran aktif. Menurut Sitepu, berpikir kritis melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi argumen, mengevaluasi bukti, serta menyusun dan menilai solusi atau jawaban berdasarkan analisis yang cermat. Dalam konteks pembelajaran agama, ini berarti mendorong siswa untuk tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi untuk aktif mempertanyakan, menganalisis, dan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang teks-teks keagamaan. Komunikasi siswa yang aktif dan terkendali, meskipun membutuhkan pengarahan dalam beberapa kasus, mencerminkan kemampuan siswa untuk mengungkapkan ide secara verbal, sesuai dengan standar keterampilan komunikasi yang diharapkan dalam pendidikan abad ke-21. Sihotang, . menyatakan Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 bahwa kemampuan berkomunikasi secara jelas dan efektif merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa untuk dapat sukses di dunia yang terus berubah. Pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mendiskusikan dan berbagi ide akan membantu mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang penting dalam berbagai konteks sosial dan profesional. Selain itu, kreativitas . siswa juga berkembang dengan baik melalui tugas-tugas seperti pembuatan doa atau poster yang memberikan ruang bagi ekspresi individu. Kreativitas dalam konteks pendidikan tidak hanya terbatas pada seni atau desain, tetapi juga mencakup kemampuan untuk berpikir di luar kebiasaan, memecahkan masalah secara inovatif, dan menciptakan solusi baru (Sihotang, 2. Dalam dunia kerja modern, kreativitas dianggap sebagai kompetensi utama yang diperlukan untuk sukses (Cummings, 2. Oleh karena itu, guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide-ide mereka secara bebas dan kreatif, baik dalam bentuk proyek, tugas individu, maupun dalam kelompok. Kolaborasi . antara siswa dalam kelompok juga menunjukkan pengelolaan yang baik terhadap tugas bersama serta pengelolaan perbedaan pendapat, yang sesuai dengan konsep pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja sama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik. Yokhebed, . mengungkapkan bahwa kolaborasi yang efektif dalam pembelajaran dapat memperkuat pemahaman siswa karena mereka saling berbagi pengetahuan dan perspektif yang berbeda. Dalam konteks pembelajaran agama, kolaborasi membantu siswa untuk belajar menghargai perbedaan, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Secara keseluruhan, hasil temuan ini mendukung pentingnya penerapan pendekatan yang menyeluruh dalam mengembangkan keterampilan 4Cs melalui strategi pembelajaran yang interaktif dan Penerapan metode yang bervariasi serta penggunaan media pembelajaran yang menarik terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis, berkomunikasi, berkreasi, dan bekerja Dengan menggunakan pendekatan yang berbasis pada konstruktivisme dan teori multimodal, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan mendalam bagi siswa. Oleh karena itu, strategi yang diterapkan oleh guru PAK dalam penelitian ini patut dipertimbangkan sebagai model pembelajaran yang dapat diadopsi oleh pengajaran lain yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai moral dan spiritual yang terkandung dalam ajaran agama. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang dinamis dan interaktif oleh guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) sangat efektif dalam mengembangkan keterampilan 4Cs (Critical thinking. Communication. Creativity. Collaboratio. Berdasarkan teori-teori pembelajaran seperti konstruktivisme Piaget, teori multimodal Mayer, serta prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Johnson & Johnson, pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa dalam diskusi. Pastoralia Vol 6 No 1. Edisi Juni 2025 analisis, serta penciptaan konten, terbukti meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa secara Metode pembelajaran yang bervariasiAitermasuk diskusi kelompok, proyek berbasis studi kasus, dan penggunaan media visualAiberhasil menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, kreativitas, dan kolaborasi. Keterlibatan siswa dalam menganalisis teks-teks Alkitab dan menyampaikan pendapat mereka menunjukkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan berkomunikasi secara verbal. Selain itu, kesempatan untuk berekspresi melalui tugas kreatif seperti pembuatan doa dan poster mendukung perkembangan kreativitas siswa. Kolaborasi antar siswa dalam kelompok juga memperkuat kemampuan mereka dalam bekerja sama dan menyelesaikan tugas secara Secara keseluruhan, temuan ini memperkuat pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran yang holistik dan berbasis pada teori-teori pendidikan yang sudah terbukti. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru PAK ini tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan keterampilan 4Cs, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat menjadi contoh pembelajaran yang bermanfaat untuk diterapkan di konteks pendidikan lainnya. DAFTAR PUSTAKA