AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU Nurmayuli Guru Kuttab Al Firdaus Kota Lhokseumawe Email : nurmayuli1234@gmail. Abstrak Guru kehadirannya untuk membina dan melahirkan generasi yang memiliki produktifitas dalam kehidupan diera globalisasi untuk menjawab tantangan dunia baik dalam segi agama ataupun lingkungan sosial. Kompetensi guru yang rendah tentu mempengaruhi kualitas peserta didik. Rendahnya kualitas peserta didik tentunya akan mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah yang sangat membahayakan daya saing kita didunia international. Salah satu kompetensi yang sangat penting dimiliki guru ialah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang sangat berpengaruh terhadap hsil belajar siswa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap tujuan sekolah atau lebih luasnya ialah tujuan pendidikan bangsa. Adapun untuk meningkatkan kompetensi pedagogik ialah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru yang meliputi tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, motivasi, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah. Kata Kunci: Kompetensi pedagogik. Guru Pendahuluan Guru selayaknya memiliki bobot keilmuannya dengan ditinjau dari beberapa kompetensi. Dari beberapa sudut pandang kompetensi inilah seorang guru dikatakan layak menjadi guru. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 74 tahun 2008 tentang guru, pada pasal 3 ayat 2 menjelaskan kompetensi guru pada ayat . meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi keperibadian, kompetensi sosial. Nurmayuli Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 20, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan Dari peraturan pemerintah tersebut dapat dilihat bahwa kualitas guru akan baik apabila memenuhi kriteria tersebut. Fakta dilapangan menemukan bahwa. Yaja Jakaria, . dalam (Sarbaini, 2014: . Secara kuantitas rasio guru dan siswa di tingkat SD pada tahun 2010 secara nasional adalah 1:18. rasio guru dan siswa di tingkat SMP sebesar 1:17. Data ini menunjukkan angka yang lebih rendah dari PP No. 7 tahun 2008, sebesar 1:20. Sementara dari segi kualifikasi, dari jumlah keseluruhan guru di semua jenjang Pada 2004, hanya sebesar 45% guru yang telah berpendidikan S1/D4. Sedangkan dari segi kompetensi juga masih rendah, hasil uji Kompetensi Awal (UKA) tahun 2012 yang diikuti 733 guru dari semua jenjang memperlihatkan rata-rata kompetensi guru adalah 44,49 dari skala 0 -100. Kemudian fakta terbaru melalui artikel Pikiran Rakyat Com yang dituturkan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (BP PGRI) menyatakan rata-rata guru yang lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) dengan nilai minimal 80 tak lebih dari 30 %, artinya 70 % dari total guru belum memiliki kompetensi standar. Dari kedua fakta tersebut bahwa kualifikasi kompetensi guru masih rendah. Kompetensi guru yang rendah tentu mempengaruhi kualitas peserta didik. Rendahnya kualitas peserta didik tentunya akan mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah yang sangat membahayakan daya saing kita didunia international. Hal tersebut dapat di buktikan, sebagaimana yang dituturkan oleh Kepala Bappernas. Bambang Brodjonegoro bahwa indek modal Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. indonesia sebesar 0,53 atau perada pada peringkat 87 dari 157, bahkan kala saing dengan negara Vietnam yang memiliki indeks modal 0,67 9 berada pada peringkat . Indeks modal di pengaruhi memngembangkan dan membangun suatu negara. Tentunya produktifitas ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Dalam hal ini dapat disimpulkan SDM Vietnam lebih baik dari pada SDM Indonesia, sungguh sebuah kenyataan yang sangat pahit. Peningkatan pendidikan merupakan solusi dari peningkatan SDM. Guru adalah tokoh utama yang memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas peserta didik, tentunya dibarengi kualitas guru yang baik pula yang memiliki kreteria kompetensi yang telah disebutkan di Salah meningkatkan kualitas peserta didik ialah kompetensi pedagogik kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik sesuai karakter masing-masing peserta didik, sehingga potensi yang ada dalam diri peserta didik dapat berkembang dengan baik. Kecerdasan guru dalam keilmuan yang dimilikinya tidak akan berarti apa apabila seorang guru tersebut memiliki ketrampilan pedagogik dalam Ilmu miliki tidak menghasilkan ilmu pengetahuan untuk peserta didiknya. Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Hakikat Guru Guru ditinjau dari bahasa arab dikenal dengan sebutan almuAoalim atau al-ustadz, yang bertugas memberikan ilmu dalam majelis-majelis taklim atau majelis ilmu (Jamil, 2013: . Artinya, guru adalah seseorang yang memberikan pemahaman ilmu baik ilmu dunia ataupun ilmu akhirat. Berdasarkan Permen RI Nomor 74 tahun 2008 BAB I ayat 1 menyatakan pengertian guru ialah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada setiap jenjang, diawali dengan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Setiap orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan memadai sesuai riwayat pendidikannya dan menyampaikan serta menstranfer ilmu tersebut kepada sekelompok orang maka ia disebut guru. Kewajiban khususnya di sekolah, melalui kegiatan mengajar, mendidik, dan melatih untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menyiapkan generasi bangsa kita agar mampu hidup diera globalisasi ini(Jamil, 2013:. Guru dituntut untuk mengubah generasi yang produktif dalam kehidupan diera globalisasi menjawab tantangan dunia baik dalam segi agama ataupun lingkungan sosial. Kemudian tugas seorang guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih (Jamil, 2013: . Sebagaimana yang terdapat pada UndangUndang pasal 35 ayat satu UU RI No. 14/2005guru memiliki kriteria beban kerja tentang beban kerja utama guru yaitu merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran . , membimbing dan melatih peserta didik serta melaksanakan tugas tambahan. Mendidik Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. ialah merangsang pertumbuhan nilai-nilai adab dan norma pada diri peserta didik, mengajar ialah mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi agar pola fikir anak dapat berkembang dan dapat mengeplorisasi bakat ilmu yang dimilikinya, sedangkan melatih ialah pemberian stimulus-stimulus keterampilan peserta didik dengan cara memberi dorongan kepada peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu yang ia dapatkan. Dalam diri seorang guru harus memiliki kompetensi atau skill yang harus dimiliki dalam profesionalisme keguruannya. Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 menegaskan, guru harus memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam tugasnya sebagai pendidik, kompetensi dan profesionalisme guru yang di jelaskan secara rinci pada Permen RI Nomor 74 tahun 2008 BAB II pasal 3 ayat 2 menjelaskan kompetensi yang harus dimiliki kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian ialah kemampuan guru dalam perwujudan watak atau tingkah laku. Menurut Iskandar Agung . 2: 77- . hal yang harus ada pada kompetensi kepribadian meliputi sebagai berikut. seorang guru harus memahami posisinya mengembangkan sumberdaya manusia dan memiliki etos kerja yang Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. tinggi dalam mendidik, . memiliki prilaku atau akhlak yang terpuji, . memiliki kemampuan komunikatif. Kompetensi kepribadian merupakan karakter atau watak seorang guru baik dalam bersikap, berjalan atau berbicara dalam mendidik peserta didik mampu menjadi contoh atau tauladan yang baik bagi peserta didiknya. Kompetensi pedagogik Kompetensi . ulyasa, kemampuan mengelola pembelajaran yang mencakup konsep kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengajar. Atau dengan kata lain (Roja dan Risa, 2013: . kopetensis pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan kompetensi berdasarkan karakter peserta didik, dengan mengembangkan metode dan strategi belajar agar potensi yang ada pada peserta didik dapat berkembang secara baik. Kompetensi pedagogik memiliki aspekaspek (Iskandar Agung, 2012: . pengelolaan pembelajaran, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangna diri secara berkelanjutan,dan pemanfaatan dan refleksi terhadap hasil kerja. Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional (Iskandar Agung, merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. penguasaan materi atau keahlian dalam bidangnya masing-masing sesuai sehingga dapat membimbing peserta didik sesuai Standar Nasional Pendidikan. Aspek-aspek yang meliputi kompetensi profesional yaitu. kode etik professional. Pengembangan penguasaan materi, pengembangan penguasaan kompetensi mata pembelajaran, pengembangan materi/bahan ajar, dan pengembangan diri. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial (Iskandar Agung, 2012: . kemampuan seorang guru dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sosial disekitarnya baik itu dengan peserta didiknya, rekan sejawat, ataupun dengan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial merupakan kemampuan seorang guru dapat menjaga dengan baik hubungannya dengan lingkungan sosial atau lingkungan sekitar berdasarkan norma-norma yang ada. Kompetensi sosial memiliki aspek yang terdiri dari. kemampuan adatif dengan lingkungan, kemampuan pengendalian diri, hubungan sesama profesi, dan keterlibatan dalam organisasi kemasyaratan dan Kompetensi Pedagogik Guru Kompetensi pedagogik (Syafruddin, 2. meliputi hal-hal pembelajaran, meliputi . memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek seperti aspek fisik, sosial, moral, kultural, dan intelektual, . memahami latar belakang keluarga dan masyarakat Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. sosial yang dimiliki peserta didik dan kebutuhan belajar, . memahami bagaimana gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik, . memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik, . menguasai teori dan prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran yang . keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, . merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mendidik. mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik. Menurut Antonius . 5: . , standar inti dalam kompetesi pedagogik meliputi sebagai berikut. mengenal karakteristik peserta didik, . menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, . pengembangan pengembangan potensi peserta didik, . komunikasi dengan peserta didik, dan . penilaian dan evaluasi. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap tujuan sekolah atau lebih luasnya ialah tujuan pendidikan bangsa. Sehingga kompetensi ini sangat vital posisinya bagi kelangsungan dunia pendidikan. Dalam kompetensi pedagogik guru di tuntut yang pertama sekali memahami karakter peserta didik berdasarkan latar belakang dan lingkungan sosial peserta didik. Latar belakang peserta didik juga harus pahami agar tidak ada diskomunikasi atau kesalah pahaman antara guru dengan peserta didik. Latar belakang dan lingkungan adalah unsur yang membentuk karakter peserta didik dan berbagai kondisi yang akan mempengaruhi kondisi belajar peserta didik. Adakalanya peserta Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. didik tinggal di lingkungan keras kurangnnya fasilitas menmbuat peserta didik lambat menerima pembelajaran sehingga cenderung tampak kurang pandai, atau si anak memiliki potensi lain di luar mata pelajaran yang guru ajarkan, hal tersebut juga hasil belajar peserta didik kurang berkembang. Dalam tipe belajar memiliki 4 macam yaitu tipe belajar audiotori . , tipe belajar visual . , tipe belajar kinestetik . , dan tipe audiovisual ( kolaborasi anatara pendengaran dan penglihata. Tipe audiotori . , pada tipe ini anak belajar mengandalkan pendengarannya, biasanya mata si anak tidak akan fokus lama menatap guru dalam menyampaikan Tipe belajar ini membuat peserta didik akan tampak tidak sopan atau tidak peduli dengan pelajaran, padahal ia hanya mengandalkan pendengarannya untuk belajar, diharapkan guru memiliki suara yang sedikit keras dan lugas, bukan suara kecil dan halus agar informasi pembelajaran tersampaikan ke peserta didik. Tipe belajar visual . , tipe ini pada peserta didik mengandalkan penglihatannya lebih besar, peserta didik tersebut tidak merasa puas dan paham ketika belajar apabila dia tidak melihat bentuk pembelajaran, pada tipe ini guru diharapkan menampilkan dan menggunakan gambar-gambar atau simbol-simbol dalam menyampaikan pembelajaran. tipe belajar kinestetik . , pada tipe ini peserta didik akan tertarik dengan pembelajaran yang mengajak peserta didik tersebut bergerak dalam mengganalogi atau mempraktekkan ilmu pembelajaran, dan biasanya peserta didik tipe ini sangat memperhatika gerak gerik cara guru mengajar dan Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. terkadang ia yang paling hafal dengan katakteristik gerak gerik ketika mengajar setiap guru yang mengajarkannya. Dan yang terakhir tipe audiovisual, yaitu tipe gabungan atau kolaborasi pendengaran dan penglihatan secara bersama-sama, maka ciricirinya ialah gabungan keduanya. Dengan mengenal berbagai tipe belajar peserta didik maka guru memahami tipe apa yang paling banyak di miliki di kelas yang ia mengajar, sehingga tidak salah menerapkan metode mengajar, diharapkan banyak peserta didik memahami pembelajaran sehingga hasil belajar meningkat. Setelah mengetahui karakter, latarbelakang dan tipe belajar/ gaya belajar peserta didik, guru sudah bisa menentukan metode mengajar yang cocok untuk perkembangan belajar peserta didik dengan di barengi fasilitas belajar yang sesuai yang di butuhkan agar stimulus dalam belajar tepat sasaran, sehingga respon dan umpan balik terhadap pembelajaran maksimal. Penentuan metode yang tepat juga membutuhkan pengetahuan guru tentang teori dan prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran, sebab dari sanalah guru paham bagaimana penerapan metode tersebut. Penggunaan perkembangan potensi yang ada di dalam diri peserta didik. Guru menampilkan media pembelajaran atau metode yang mengekspolarikan bakat dan kemampuan peserta didik. Dan terakhir kompetensi pedagogik guru menuntut guru dapat mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Evaluasi disini agar guru dapat melihat apakah penerapan pembelajaran kepada peserta didik mencapai Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. keberhasilan dan guru dapat menentukan metode atau ide untuk perencanaan pembelajaran peserta didik yang lebih baik lagi. Kemampuan kompetensi pedagogik sangat mempengaruhi terhadap komplesitas keberhasilan tujuan pembelajaran peserta didik ataupun Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan dan teknik yang digunakan adalah teknik simak catat. Studi kepustakaan (Nazir, 1. adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi telaah terhadap buku-buku, litertur- literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan serta sumber tertulis lain yang berhubungan dengan masalah yang akan dipecahkan. Teknik simak catat (Mahsun, 2005: . adalah teknik pengumpulan data dengan cara mencatat atau mengutip melalui referensi yang relevan seperti menggunakan buku-buku, literatur ataupun bahan pustaka, mencatat atau mengutip pendapat para ahli yang ada di dalam sumber tersebut untuk memperkuat landasan teori dalam Teknik simak biasanya dapat ditemukan di perpustakaan maupun di tempat penulis melakukan penelitian. Kemampuan kompetensi pedagogik juga perlu kejelian guru dalam mengembangkan kurikulum yang telah ada sesuai kondisi belajar peserta didik. Setelah paham kondisi peserta didik, ilmu teori belajar dan pembelajaran dan mengembangkan kurikulum sesuai pembelajaran secara bertahap secara tertulis dan sistematis untuk Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. satu tahun ajaran. Dan keterampilan yang terakhir ialah mengelola hasil belajar peserta didik. Pengelolaan hasil belajar peserta didik guna sebagai bahan pertimbangan guru untuk mengetahui seberapa keberhasilan guru merancang pelaksanaan pembelajaran sesuai pengamatan dan pemahaman guru terhadap peserta didik. Sehingga guru juga bisa mengevaluasi soal yang telah di rancang secara berkala. keterampilan ini guru dapat mengambil gambaran untuk merancang pelaksanaan pembelajaran untuk peserta didik apakah terlalu berlebihan atau masih kurang dalam segi penerapan metode yang digunakan atau penggembangan kurikulum yang di terapkan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru Kompetensi pedagogik guru merupakan kompetensi yang sangat penting peranannya yang harus dimiliki guru, kompetensi ini yang memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan tujuan pembelajaran peserta didik, artinya kompetensi pedagogik guru sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, sebagaimana pendapat Wulandari . alam Wahyudi, 2. menyatakan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Namun kompetensi pedagogik tidak serta merta dimiliki oleh seorang guru dan tidak semua guru memiliki kemampuan kompetensi pedagogik yang sama, oleh sebab itu ada faktor yang mempengaruhi besarnya kemampuan kompetensi pedagogik guru tersebut. Sri Hartini . Faktor strategis kompetensi guru dalam pembelajaran adalah . etos kerja, . kualifikasi Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pendidikan, . pengalaman mengajar, . beban mengajar, . kesejahteraan, . kegiatan pelatihan MGMP, . status kepegawaian, dan . sarana prasarana sekolah. Selanjutnya Eko Putro Widoyoko . 9: . menyatakan faktor yang mempengaruhi kompetensi guru yaitu terdiri dari faktor internal, dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari individu guru itu sendiri, yang meliputi: latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, penataran dan pelatihan, etos Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar dari individu guru itu sendiri, yang mempengaruhi kompetensi guru meliputi: iklim dan kebijaksanaan organisasi, lingkungan kerja, sarana dan prasarana, gaji, serta lingkungan sosial. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru di pengaruhi faktor eksternal dan faktor internal. Adapun faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru yaitu tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, dan prasarana, supervisi kepala sekolah. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan ialah pendidikan yang dimiliki oleh Semua orang memiliki jenjang dan ragam pendidikan yang berbeda. Guru adalah orang yang sangat disorot jenjang Tingkat pendidikan guru mempengaruhi apa yang akan ia berikan atau transfer berupa ilmu kepada peserta didiknya. Rendahnya mempengaruhi kualitas pemahaman ilmu peserta didik. Itulah Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. sebabnya pemerintah mewajibkan bagi guru tingkat SD harus berpendidikan minimal strata satu . Awalnya guru SD di sekolahsekolah daerah banyak guru yang mengajar hanya lulusan SMA. Dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi seorang guru tentunya memiliki ketrampilan kompetensi yang lebih baik pula. Pendidikan menggembleng si guru untuk memiliki kompetensi yang memadai. Hal tersebut membuat si guru memiliki banyak ilmu dan keahlian kepada peserta mempengaruhi hasil belajar atau tingkat keilmuan peserta didik menjadi lebih baik. Suci Kuswardani . 7: . AuKompetensi guru menunujuk pada kualifikasi tingkat pendidikan dan lamanya mengajar. Berbicara tingkat pendidikan guru bukan saja guru akan memiliki kompetensi yang baik apabila sudah menyelesaikan pendidikan strata satu . akan tetapi banyak diantara guru di sekolah-sekolah mengajar tidak linier dengan pendidikan strata satunya. Ada guru tamatan pendidikan sarjana ekonomi akan tetapi ia mengajar di sekolah sebagai ekonomi walaupun sama-sama ilmu ekonomi yang ia dapatkan pendidikan sarjananya dan mengajarkan ekonomi pula akan tetapi akan tampak berbeda hasil belajar siswa apabila diajarkan oleh seorang guru yang berpendidikan profesi guru ekonomi. Artinya kompetensi yang dimiliki fakultas ekonomi umum dengan fakultas keguruan ekonomi ada hal yang berbeda yang di ajarkan fakultas ekonomi umum tidak di ajarkan bagaimana mentrasfer ilmu kepada peserta didik sebagaimana ilmu yang diajarkan di fakultas Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. keguruan ekonomi sehingga perta didik dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Kasus yang lain di temukan ketidak linieran seorang guru dengan kwalifikasi pendidikannya seperti seorang guru memiliki pendidikan sarjana keguruan matematika akan tetapi, ia di sekolah mengajar ilmu fisika. Ini juga hal yang sangat mempengaruhi tingkat kompetensi ilmu yang dimiliki seorang guru tersebut walaupun ia berasal dari fakultas keguruan. Sehingga kompetensi pedagogik yang dimiliki seseorang itu sangat Tingkat Kecerdasan Kecerdasan ialah kemampuan berfikir dan nalar seseorang. Namun kecerdasan memiliki kadar yang berbeda-beda setiap orang. Bukan saja tingkat pendidikan, kompetensi pedagogik seorang guru juga sangat di pengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang. Kecerdasan memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu (Purwanto. 2007: . Kecerdasan merupakan kumpulan dari kemampuan untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah informasi secara efektif dan sistematis, untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif. Kecerdasan dibagi dua kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi. Kecerdasan intelektual dinyatakan dalam bentuk angka kecerdasan atau IQ. Kecerdasan intelektual adalah hal yang mendasar yang harus dimiliki tiap guru sebagai modal untuk memberikan pembelajaran yang baik pada peserta Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. didik dan profesionalisme sebagai guru. Hasil penelitian David . dan Priyono . menyatakan bahwa Kecerdasan Intelektual Profesionalisme. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang menentukan menerima, mengelola, menilai, serta mengontrol emosi mengacu pada perasaan emosional seseorang yang menghasilkan tindakan dalam menanggapi sebuah masalah atau informasi tertentu. Kegiatan guru dalam menstrafer ilmu kepada peserta didik memerlukan ide, metode dan cara penyampaian yang kreatif serta penguasaan materi, disinilah peran kecerdasan komposisi dan kompetensi dalam proses pengajaran guru di kelas. Kecerdasan menjadikan guru menjadi kreatif dalam pengajaran banyak ide-ide menarik dalam mengupayakan peserta didik untuk paham dan menguasai materi pelajaran. Kemudian kecerdasan guru juga dapat dilihat bagaimana seorang guru menghadapi berbagai problema yang dihadapi seorang guru dalam mendidik peserta didik dalam mentransfer ilmu, disanalah dapat dilihat pada seseoarang guru tersebut seberapa masalah yang ia dapat atasi sendiri dalam tugasnya mentrasfer ilmu dan mencerdaskan peserta didiknya. Semakin banyak persoalan peserta didik yang ia selesaikan dan semakin banyak peserta didik yang mencapai hasil belajar yang baik maka semakin tinggilah tingkat kecerdasan guru tersebut. Artinya guru memiliki kompetensi pedagogik yang sangat memadai dengan kecerdasan yang ia miliki. Pengalaman Mengajar Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Pengalaman mengajar ialah masa kerja seorang guru menstrasfer ilmu di dunia pendidikan pada salah satu lembaga Muslich . 7: . menjelaskan pengalaman mengajar adalah masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang atau keinginan pribadi yang melamar sebagai guru di salah satu satuan pendidikan. Pengalaman ialah guru yang terbaik. Semakin banyak pengalaman semakin banyak ilmu yang didapatkan seseorang. Pengalaman mengajar seorang guru masa kerja yang didalamnya banyak dilalui guru dalam mengajar seperti banyaknya persoalan keilmuannya yang sudah beberapa kali dihadapi, menghadapi tipetipe belajar peserta didik yang berbeda-beda dalam satu kelas akan tetapi guru harus mengambil satu model pembelajaran yang bisa diterima oleh semua tipe belajar peserta didik paling tidak yang lebih banyak di pahami peserta didik. Sehingga semua pengalaman itu yang semakin hari semakin kompleks persolaan yang di hadapi membuat guru memiliki banyak pengalaman mengajar, maka potensi untuk memiliki kompetensi pedagogik lebih tinggi. Akan tetapi banyaknya pengalaman mengajar bisa saja tidak mempuat seorang guru memiliki kompetensi pedagogik yang baik, apabila seorang guru tersebut tidak mengambil pelajaran atau tidak peduli terhadap pengalaman-pengalaman mengajar tersebut. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Saondi dan Suherman . 0: . menjelaskan Au pembelajaran dari pengalamannya, maka seseorang tersebut tidak Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. akan mengalami proses kemajuan dan pematangan dalam bekerja atau berkaryaAy. Akan tetapi sangat sedikit persentase orang tidak bisa mengambil pelajaran dari sebuah pengalaman. Debi Setiawati . : . AuKompetensi guru tidak hanya oleh latar belakang pendidikannya saja, namun pengalaman mengajar ikut mempengaruhi dalam pembentukan kompetensi guru, sebab dengan pengalaman mengajar yang cukup meningkatkan kemampuan profesinya melalui pengalaman yang dialaminyaAy. Weni Kumalasari . , menyatakan Auada hubungan kompetensi pedagogik guru, dimana semakin banyak pengalaman mengajar yang guru lalui maka semakin baiklah kompetensi pedagogik guru tersebut dan begitu pula sebaliknyaAy. Sehingga kompetensi pedagogik seseorang. Semakin banyaknya pengalaman mengajar seseorang maka semakin baiklah kompetensi pedagogik yang dimilikinya, sebaliknya semakin sedikit pengalaman belajar maka rendahlah kompetensi pedagogik yang dimilikinya. Pengalaman Pelatihan Pengalaman pelatihan merupakan pelatihan-pelatihan yang pernah di ikuti. Pengalaman pelatihan sama halnya pengalaman mengajar yang telah di uraikan diatas. Semakin banyak pengalaman pelatihan yang di ikuti, membuat seorang guru memiliki banyak Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Auada (Nurmayuli, pengalaman pelatihan yang di ikuti oleh guru tersebutAy. Dengan mengikuti pelatihan profesi keguruan sangat bermanfaat karena setiap pelatihan yang dibuat oleh dinas, lembaga pendidikan atau lembaga swasta lainnya menyajikan pengetahuan baru bagi seorang guru yang mengikutinya. Adakalanya sebuah pelatihan membuka pola fikir guru menjadi terbuka dalam mengatasi persoalan peserta didik yang menyangkut proses belajar mengajar. Dengan pelatihan guru akan mendapatkan pengalaman baru, ide pengetahuannya dan keahlian yang ada dalam dirinya. Stimulus dalam pelatihan yang di ikuti akan memberi kepercayaan kepada diri guru bahwa ia bisa berbuat lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya, sehingga mengakibatkan kompetensi pedagogik guru tersebut semakin baik. Motivasi Nurwahida ( 2. Motivasi merupakan dorongan, hasrat, keinginan dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. (Islamuddin: 2. yang dinamakan motivasi ada pada seseorang ialah seseorang yang mempunyai tujuan tertentu dari aktivitasnya, maka ia juga mempunyai dorongan yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat dia lakukan untuk mencapai tujuan. Motivasi Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan Motivasi sama hal dengan keinginan kuat terhadap sesuatu. Ketika seseorang tersentuh pola fikirnya dengan stimulus yang membuat ia menjadi ia menjadi berkeinginan untuk mencapai sesuatu tersebut maka ia sedang mengalami motivasi dalam dirinya. Begitu juga dalam diri guru, jika dalam diri guru timbul motivasi memperbaharui ilmunya dalam mengajar akan berpegaruh besar Guru mengembangkan dengan mencari tau bagaimana ia lebih baik lagi dalam proses mengajar dengan cara mencari ilmu berbagai metode pembelajaran sehingga ia bisa memilah mana metode yang tepat dan sesuai dengan tipe peserta didik di kelas yang ia ajarkan, mengembangkan keilmuan yang ia ajarkan. Semua hal tersebut di harapkan peserta didik memiliki hasil belajar yang baik dan dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki peserta didik masingmasing. Sarana dan Prasarana Perkembangan ilmu pengetahuan pada diri seseorang juga Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 20 tahun 2003 tentang sarana dan prasarana pendidikan pasal 45 ayat 1 berbunyi AuSetiap satuan pendidikan formal dan Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi emosional, dan kejiwaan peserta didikAy. Menurut Hasbullah . , fasilitas dalam pendidikan adalah suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan Fasilitas ini berupa sarana dan prasarana pendukung dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Seperti halnya seorang guru yang berada di sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lengkap dari media pembelajaran, alat praktek, internet dan pelatihanpelatihan yang sering di adakan sekolah tersebut. Guru yang berada di sekolah yang memiliki lengkap sarana dan prasarana akan jauh lebih memiliki ilmu yang lebih baik dari pada guru yang berada di sekolah dan lingkungan yang minim sarana dan prasarana, guru hanya mengandalkan ilmu yang di dapat di bangku kuliah untuk mengajar, tidak ada kesempatan untuk mengembangkan dan mengupdate keilmuan yang di milikinya. Jack Buckley, et al . dalam Harry Pramono . yang menyatakan bahwa kualitas fasilitas berupa sarana dan prasarana adalah alasan penting dari keputusan guru untuk meninggalkan jabatannya saat ini. Sarana prasarana adalah sebagai alat guru untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi yang ada dalam dirinya, sehingga guru tidak monoton dan selalu memiliki inovasiinovasi baru serta perkembanga kreaktifitas untuk mengembangkan pembelajaran ataupun karirnya dalam pendidikan. Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Supervisi Kepala Sekolah Suryo Subroto . 0: . supervisi ialah pembinaan yang meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajarmengajar yang lebih baik. Binti Munah . 7: . supervisi ialah meningkatkan kemampuannya sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan peyelenggaraan sekolah dalam rangka mencapai tujuan sekolah tersebut. Selanjutnya peryataan Jamil . menyatakan, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Maka supervisi kepala sekolah ialah kegiatan pembinaan yang di lakukan kepala sekolah terhadap guru atau staff sekolah untuk memperbaiki kekurangan pada guru dan mengembangkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Nurmayuli . Ausupervisi sekolah memiliki hubungan terhadap kompetensi pedagogik guru dengan besarnya pengaruh faktor supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 0,169 atau 16,9% dalam kategori Ay Supervisi kepala sekolah memberikan sumbansih terhadap diharapkan kepala sekolah memiliki ilmu bagaimana membina guru sehingga proses supervisi yang dilakukan kepala sekolah sangat efektif untuk perkembangan kompetensi guru. Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Supervisi kepala sekolah merupakan kegiatan pembinaan yang diberikan kepala sekolah terhadap guru atau karyawan di sekolah untuk mengembangkan kreaktifitas dan kinerja guru atau karyawan tersebut. Pengembangan kompetensi pedagogik guru akan sangat terbantu dengan supervisi yang dilakukan kepala sekolah dengan secara sistemmatis dan terencana. Apabila supervisi dilaksanakan sebaik-baiknya oleh setiap kepala sekolah tentunya tidak ada lagi guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang Glickman dalam Lantip Dian Prasojo dan Sudiyono . supervisi memiliki 3 tujuan yaitu pengembangan kompetensi mengembangkan kinerja guru. Supervisi yang di lakukan memberi bimbingan kepada guru dalam hal kegiatan pembelajaran dari perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian dan pengadministrasi pembelajaran guru. kaitannya dengan kompetensi pedagogik sangat erat, dimulai dari perencanaan pembelajaran yang dibuat guru harus memiliki kemampuan pemahaman keadaan dan karakteristik peserta didik yang dimilikinya, disinilah letak kompetensi pedagogik di perlukan pemahaman terhadap peserta didik agar perencanaan pembelajaran tepat sasaran dan efektif dengan keadaan peserta didik sehingga usaha untuk mencapai hasil belajar tercapai. Perencanaan yang dilaksanakan oleh guru berupa administrasi pembelajaran guru yang tak lepas dari pembinaan dan pengawasan kepala sekolah. yang terpenting lainnya ialah dalam pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menggunakan ide dan metode dalam pembelajaran Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. di kelas, disinilah sangat banyak pembinaan yang di berikan kepala sekolah terhadap guru agar kepiawayan guru dalam mengajar sangat penting peranan dalam membangkitkan semangat belajar peserta Pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam supervisi dapat membangkitkan semangat dalam diri guru untuk mengembangkan dirinya dan melaksanakan tanggung jawabnya, sehingga kinerja guru pun berkembang dengan baik. Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa supervisi kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik supervisi akan benar-benar berhasil apabila pelaksanaannya dilakukan kepala sekolah memiliki perencanaan dan evaluasi yang baik pula. Dengan adanya supervisi kepala sekolah kegiatan guru dalam proses belajar mengajar akan mendapatkan pembinaan kepala sekolah dengan perhatian dan pengevaluasian yang diberikan melalui supervisi tersebut, baik dalam perancangan administrasi pembelajaran, penyajian materi, metode yang dinggunakan guru dan mendapatkan pembinaan atau supervisi kepala sekolah kompetensi pedagogik guru meningkat. Kesimpulan Peranan guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Untuk itu guru sangat di harapkan memiliki kompetensi yang baik untuk menunjang tugas yang akan di embannya sebagai pendidik. Salah satu kompetensi yang terpenting ialah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pemahaman tentang teori belajar, gaya belajar, mengembangkan metode belajar, pengembangan kurikulum, memiliki inovasi kegiatan pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, piawai dalam komunikasi dengan peserta didik, dan mampu penilaian dan evaluasi Kompetensi pedagogik memiliki kompleksitas kemampuan yang harus dimiliki guru, untuk itu perlunya pengembangan kompetensi pedagogik faktor-faktor perkembangan kompetensi tersebut. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru terdiri dari 7 ufaktor tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, motivasi, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala Nurmayuli AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Kepustakaan Agung. Iskandar. Menghasilkan Guru Kompeten & Profesional. Jakarta: Bee Media Indonesia, 2012. Antonius. Buku Pedoman Guru, (Bandung: Yrama Widya, 2. Aguslani dan Rudi. Supervisi Pendidikan: Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2018. Diat Prasojo. Lantip dan Sudiyono. Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media, 2015. Islamuddin. Haryu. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. Harini. Sri. Faktor-Faktor Strategis Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran Di Smp Negeri Se-Salatiga. Tesis, (Surakarta: PPS Universitas Muhammaddiyah Surakarta. Mulyasa. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. Munah. Binti. Supervisi Pendidikan Islam:Teori dan Praktik. Yokyakarta: Kalimedia, 2017. Nurmayuli. Hubungan Supervisi Kepala Sekolah dengan Kompetensi Pedagogik Guru Ibtidaiyah Se-Kota Lhokseumawe, jurnal Al-Mabhats. (Lhokseumawe: LPPM IAIN Lhokseumawe, 2. , volume 4 nomor 1. Nurwahida. Hubungan Kompetensi Pedagogik Dengan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri Di Watampone. Jurnal Biotek, (Makasar: Universitas Indonesia Timur Makassar. Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Pedagogik Guru AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Pramono. Harry. Pengaruh Sistem Pembinaan. Sarana Prasarana dan Pendidikan Pelatihan Terhadap Kompetensi Kinerja Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Kota Serang. Jurnal Publis Pendidikan, ( Semarang: UNS,2. , volume. 29, nomor Suprihatiningrum. Jamil. Gurru Profesional: Pedoman Kinerja. Kualifikasi, &Kompetensi Guru. Jogjakarta: Ar-Ruzz Medika. Syafruddin. Meningkatkan Kompetensi Pedagogi Guru Melalui Lesson Study Menuju Mutu Pembelajaran Guru. JURNAL Pendidikan Fisika, (Metro: Universitas Muhammadiyah Metro, 2. Roja dan Risa. Panduan Sertifikasi Guru Berdasarkan Undang-Undang Guru Dan Dosen. Jakarta: Dunia Cerdas, 2013. Nurmayuli