E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 Vol. 3 No. 3 September 2024 REVIEW DESAIN STRUKTUR PORTAL BAJA KONSTRUKSI PASAR KOTA TARAKAN Regina Pongsinoran*1. Edy Utomo2 Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. Kota Tarakan. Kalimantan Utara e-mail: 1rgina4@gmail. com , 2 edyutomo99@borneo. ABSTRACT: The construction of a steel portal structure . able fram. is one of the market buildings in Tarakan City that uses steel structure construction. Naturally, components that support the strenght of the structure include rafters, columns, beams, curtains, base plates, and welded bolt connections. Since the strength factor is the primary consideration when planning a building structure, its is necessary to review the strength of capacity of the steel portal structure in accordance with SNI 1729:2020. SNI 1727:2020, and SNI 1726:2019. The three-dimensionally modelled SAP2000 version 23 program helped with the steel portal structure study. One of the structural components, the curtains, provides dangerous recommendations for bending forces and deflections, according to the findings of the structural capacity loading design analysis. But because the real operating load is lower than the SNI 1727:2020 design load, the curtains are still safe under actual circumstances. Thus, a proposal for the same curtain profile shape with a different geometry is provided based the loading design Keywords: Construction. Market. Steel Portal Structure ABSTRAK: Salah satu bangunan pasar di Kota Tarakan yang menggunakan konstruksi struktur baja adalah Pasar Kota Tarakan. Konstruksi tersebut adalah konstruksi struktur portal baja . able fram. , yang tentunya memiliki komponen-komponen yang berperan dalam menunjang kekuatan strukturnya, seperti rafter, kolom, balok, gording, base plate dan sambungan baut las. Faktor kekuatan merupakan hal yang utama dalam perencanaan suatu struktur gedung, sehingga perlu dilakukan suatu review terhadap kekuatan atau kapasitas dari struktur portal baja tersebut sesuai SNI 1729:2020. SNI 1727:2020. SNI 1726:2019. Dalam analisis struktur portal baja ini dibantu dengan aplikasi SAP2000 versi 23, yang dimodelkan dengan 3-dimensi. Berdasarkan hasil analisis kapasitas struktur yang telah dilakukan yang mengacu pada ketentuan analisis desain pembebanan SNI 1727:2020, menunjukkan bahwa salah satu komponen struktur yaitu gording memberikan rekomendasi yang tidak aman terhadap gaya lentur dan juga lendutan. Akan tetapi, pada kondisi aktualnya, gording masih dalam kondisi yang aman dikarenakan beban aktual yang bekerja lebih kecil dibandingkan dengan beban desain SNI 1727:2020. Sehingga, berdasarkan ketentuan desain pembebanan diberikan rekomendasi bentuk profil gording yang sama dengan geometri yang berbeda. Kata kunci: Baja. Konstruksi. Pasar. Struktur Portal Baja PENDAHULUAN Pembangunan nasional merupakan salah satu usaha pemerintah mewujudkan tingkat kesejahteraan Salah satunya melalui program pembangunan/revitalisasi pasar. Pasar yang satu ini menjadi salah satu tempat penggerak ekonomi di Kota Tarakan, sehingga agar program pemerintah tersebut Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan dapat terealisasi, maka diperlukan suatu desain bangunan gedung yang sesuai Permendag RI. Menurut Permendag RI Nomor 21 . menyebutkan bahwa desain standar untuk pembangunan/revitalisasi pasar, yaitu desain purwarupa atau dikenal dengan istilah prototipe. Purwarupa adalah sebuah objek tahap awal yang diuji-cobakan kepada pengguna. Hal tersebut digunakan untuk menggambarkan sebuah objek sehingga klien atau pemilik objek tersebut mempunyai gambaran yang jelas pada sebuah objek yang akan dibangun (Dyani, 2. Pada pelaksanaan pembangunan gedung tidak lepas dari suatu sistem struktur, dimana struktur merupakan bagian-bagian yang membentuk sebuah bangunan. Struktur bangunan gedung yang digunakan pada pasar Kota Tarakan adalah struktur portal dengan material baja WF. Dengan bobot yang tidak terlalu berat dan memiliki kepadatan yang tinggi, material baja bisa dikatakan sebagai material konstruksi bangunan yang efisien (Saktika, 2. Zuraidah . menjelaskan bahwa, baja adalah logam paduan, logam besi yang berfungsi sebagai unsur dasar dicampur dengan beberapa elemen lainnya, termasuk unsur karbon. Berdasarkan jenisnya, baja karbon medium adalah baja yang sering digunakan dalam struktur, misalnya baja BJ 37. Baja karbon umumnya memiliki tegangan leleh . antara 210-250 MPa (Setiawan, 2. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini akan meninjau ulang kondisi struktur prototipe yang dibangun, dari segi nilai kapasitas struktur dengan mengikuti peraturan desain SNI 1729:2020 . pesifikasi baja struktura. SNI 1727:2020 . eban desain minimum bangunan gedun. , dan SNI 1726:2019 . esain kegempaan bangunan gedun. , serta dibantu dengan menggunakan program analisis struktur SAP2000. Dalam perencanaan desain struktur. SAP2000 menyediakan beberapa menu desain untuk struktur baja maupun struktur beton, dan material-material struktur lainnya, sehingga jika ingin melakukan analisa ulang dan redesain, dengan mudah dapat dilakukan di SAP2000 (Sholeh, 2. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi pasar Kota Tarakan yang digunakan sebagai objek penelitian berada di Jl. Kusuma Bangsa Kota Tarakan. Kalimantan Utara. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Studi Literatur Studi literatur merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode ini dilakukan dengan cara membaca, mengkaji, dan mencatat literatur-literatur yang berhubungan dengan analisis struktur portal baja dan program SAP2000. Pengumpulan Data Data-data penelitian ini terdiri dari dua data kelompok, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat langsung dengan melakukan tinjauan di lapangan. Data primer dari penelitian ini adalah tebal las dilapangan dengan alat ukur sigmat. Dari hasil pengukuran tebal las dilapangan untuk nilai c . isi mirin. = 5,2 mm. Sehingga, tebal las pada alas . dapat dihitung dengan cara, ta = c sin 45A = 3,68 mm. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan pustaka, buku, dan lain sebagainya. Data sekunder penelitian ini adalah detail engineering desain (DED), rencana anggaran biaya (RAB), data angin dari BMKG. Gambar 2. Tampak Pemodelan Portal Baja Pasar Tabel 1. Data kecepatan angin Kecepatan angin . Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah tahunan Maksimum tahunan Rata-rata tahunan 7,08 6,92 8,17 8,67 7,42 Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Metode Pengolahan Data Angin Data yang didapatkan adalah data kecepatan angin tahunan, sebanyak 5 tahun terakhir dengan rentan waktu mulai tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Analisis datanya menggunakan jenis distribusi, yaitu distribusi normal, dan distribusi log-pearson i. Tahun Tabel 2. Hasil kecepatan angin maksimum bulan april Data kecepatan angin Keterangan Berdasarkan data asli nilai kecepatan maksimum 5,751 7,275 8,372 Berdasarkan analisis data kecepatan angin kala ulang waktu tertentu metode Log-pearson i 9,789 10,845 11,891 Sumber : Hasil analisis, 2023 Dengan demikian, seluruh data yang dikala ulang diinput mulai dari bulan Januari hingga Desember, maka selanjutnya ditentukan kejadian mean dan modus, untuk pertimbangan penggunaan beban angin yang bekerja pada konstruksi portal baja yang direncanakan. Analisis Pembebanan Struktur Portal Baja Analisis Beban Mati Menurut Satyarno dkk. menjelaskan bahwa beban mati pada struktur juga berasal dari berat sendiri elemen profil dan beban mati tambahan seperti gording dan penutup atap. Berikut ini adalah karakteristik konstruksi yang dianalisis : Spesifikasi gording = Baja kanal CNP 125. Jarak antar gording = 1,00 meter Berat penutup atap . = 50 N/m2 Bentang gording (Lgordin. = 6,00 meter Beban mati diasumsikan sebagai beban merata, dengan perhitungan analisis sebagai berikut : A Berat gording Berat sendiri gording dimasukkan dalam perhitungan detail untuk diperiksa, apakah profil gording eksisting memenuhi persyaratan ketentuan desain faktor beban dan ketahanan serta lendutan (Nawangalam, 2. Berat gording sendiri diasumsikan sebagai beban merata dan merupakan komponen struktur lentur. A Beban penutup atap Wg = w g . Wg = Berat penutup atap . N/. wg = Berat material penutup atap . N/m. s = Jarak miring antar gording . A Total beban mati qD = berat penutup atap berat sendiri gording . qD = Beban mati total . N/. Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Analisis Beban Hidup Beban hidup yang digunakan sesuai dengan SNI 1727 . , beban hidup . yang diasumsikan sebagai beban titik pada tengah bentang elemen gording, dan beban titik untuk elemen portal kuda-kuda . sebesar 1,33 kN. Analisis Beban Angin Beban angin desain untuk bangunan gedung, harus ditentukan dengan menggunakan salah satu prosedur seperti diisyaratkan dalam pasal 26 (SNI 1727, 2. Beban angin desain dapat ditentukan dengan besaran tekanan angin desain untuk SPGAU bangunan gedung pada semua ketinggian. p = qGCp Ae qi (GCp. GCp GCpi = Tekanan desain yang digunakan dalam penentuan beban angin untuk bangunan gedung (N/m. = Tekanan velositas (N/m. = Perkalian koefisien tekanan eksternal dan faktor efek hembusan angin yang digunakan dalam menentukan beban angin untuk bangunan gedung = Tekanan velositas untuk menentukan tekanan internal (N/m . = Perkalian koefisien tekanan internal dan faktor efek hembusan angin yang digunakan dalam menentukan beban angin untuk bangunan gedung Analisis Beban Gempa Untuk struktur gedung, pengaruh gempa rencana dapat ditinjau sebagai beban gempa statik ekuivalen dan beban gempa dinamik . esponse spectrum dan time histor. Dalam metode statik ekuivalen, tanah dasar dianggap tetap dan beban gempa diekuivalensikan menjadi beban lateral statik yang disebar pada elemen struktur . olom atau lanta. Sedangkan, metode analisis ragam response spectrum disusun berdasar respons terhadap percepatan tanah dan beberapa rekaman gempa yang dilakukan dengan input dari grafik response spectrum (Satyarno dkk. , 2. Tabel 3. Data parameter analisis gempa desain Parameter Informasi Lokasi bangunan Kota Tarakan Fungsi bangunan Pasar Kategori risiko bangunan Faktor keutamaan gempa. 1,00 Klasifikasi kelas situs SE (Tanah luna. Parameter percepatan batuan dasar Periode pendek. 0,4565 g Periode 1 detik. 0,1758 g Koefisien situs tanah Periode pendek. 1,8217 g Periode 1 detik. 0,6184 g Parameter percepatan spektral desain SDS 0,5544 g SD1 0,4123 g Kategori desain seismik KDS D Sistem pemikul gaya seismik Rangka baja pemikul momen biasa (SRPMB) Koefisien modifikasi respons. R Faktor kuat lebih sistem, o Faktor pembesaran defleksi. Cd Faktor skala, g Ie/R 2,803 Sumber : Hasil analisis, 2023 Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Kombinasi Pembebanan Menurut SNI 1727 . dan SNI 1726 . , kombinasi beban yang digunakan antara lain : 1,4D 1,2D 1,6L 1,2D 1,6L 0,5W 0,9D 1,0W 1,2D Ev Eh L Analisis Kapasitas Struktur Portal Baja Analisis Desain Komponen Struktur Lentur Menurut SNI 1729 . , untuk komponen struktur yang didesain berdasarkan kekuatan lentur harus memenuhi syarat sebagai berikut : Mu O ibMn ib = Kekuatan lentur perlu . Nm atau Nm. = Kekuatan lentur nominal . Nm atau Nm. = Faktor ketahanan lentur . Dalam SNI 1729 . , desain komponen struktur yang kuat menahan lentur, dapat dihitung dengan beberapa persamaan berdasarkan bentuk penampang (I/WF dan CNP gordin. dan klasifikasi kelangsingan . ompak, nonkompak, dan langsin. A Klasifikasi kelangsingan Untuk penampang sayap : - Kelangsingan penampang sayap : f = . - Kelangsingan maks. penampang kompak : pf = 0,38Oo . - Kelangsingan maks. penampang non-kompak : rf = 1,00Oo . Untuk penampang badan : - Kelangsingan penampang badan : w = . - Kelangsingan maks. penampang kompak : pw = 3,76OoF . - Kelangsingan maks. penampang non-kompak : rw = 5,70OoF . A Kekuatan lentur nominal berdasarkan batas leleh - Berdasarkan batas leleh melentur terhadap sumbu mayor (Pasal F2 SNI 1729:2. M n = Mp = F y Z x Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan - Berdasarkan batas leleh sayap tekan melentur terhadap sumbu mayor (Pasal F4 SNI 1729:2. Mn = Rpc Myc A Kekuatan lentur nominal berdasarkan tekuk torsi-lateral - Berdasarkan tekuk torsi-lateral (Pasal F2 SNI 1729:2. Jika Lb O Lp, keadaan batas tekuk torsi lateral tidak berlaku. Jika Lp < Lb O Lr. Lb -Lp Mn = Cb [Mp -(Mp -0,7Fy Sx ) ( Lr -Lp )] O Mp Jika Lb > Lr Mn = Fcr Sx O Mp Fcr = Cb A2 E . b ) . Oo1 0,078 Jc (Lb ) . Sx ho rts Fcr = Panjang antara titik-titik, baik yang terbreis terhadap perpindahan lateral sayap tekan atau terbreis terhadap puntir penampang melintang, . n atau m. = Modulus elastisitas baja sebesar 29. 000 ksi . 000 MP. = Konstanta torsi . n4 atau mm. = Modulus penampang elastis terhadap sumbu x, . n3 atau mm. = Jarak antara titik berat sayap . n atau m. = Tegangan kritis . si atau MP. = Koefisien 0,7Fy 2 E Oo Jc Jc 2 ( ) Oo( ) 6,76 ( 0,7Fy Sx ho Sx ho Lp = 1,76ry Oo Lr = 1,95rts - Berdasarkan tekuk torsi-lateral (Pasal F4 SNI 1729:2. Jika Lb O Lp, keadaan batas tekuk torsi lateral tidak berlaku. Jika Lp < Lb O Lr. Lb -Lp Mn = Cb [Rpc Myc -(Rpc Myc -FL Sxc ) ( Lr -Lp )] O Rpc Myc Jika Lb > Lr Mn = Fcr Sxc O Rpc Myc Fcr = Cb A2 E ( rb ) Oo1 0,078 Sxc ho ( . Myc = Momen leleh pada sayap tekan . ip-in atau N-m. FL = Tegangan sayap tekan nominal yang merupakan batas bawah berlakunya keadaan batas tekuk inelastis Rpc = Faktor plastifikasi badan Lp = 1,1rt Oo Lr = 1,95 rt Vol. 3 No. 3 September 2024 E Oo J F 2 Oo( ) 6,76 ( L ) FL Sxc ho Sxc ho Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Analisis Desain Komponen Struktur Tekan Arifi & Setyowulan . , menjelaskan faktor utama yang menentukan keruntuhan batang tekan, tekuk pada batang tekan harus diperhitungkan khususnya pada elemen-elemen yang mempunyai nilai kelangsingan yang tinggi. Menurut SNI 1729 . , untuk komponen struktur yang didesain berdasarkan tekan, rasio kelangsingan efektif (Lc/. , sebaiknya tidak melebihi 200. = c= < 200 Lc = Panjang efektif komponen struktur . n atau m. K = Faktor panjang efektif L = Panjang tak terbreis lateral pada komponen struktur tersebut . n atau m. r = Radius girasi . n atau m. A Kekuatan tekan nominal Pn = Fcr Ag Untuk tegangan kritis (Fc. , ditentukan sebagai berikut : O 4,71Oo atau O 2,25, maka : > 4,71Oo atau Fcr = . ,658Fe ) Fy Fcr = 0,877Fe . > 2,25, maka : Ag = Luas penampang melintang bruto komponen struktur . n 2 atau mm. Fe = Tegangan tekuk elastis . si atau MP. A2 E Fe = L 2 untuk tekuk lentur : ( rc ) . untuk tekuk torsi : Fe = ( A2 ECw GJ) Lcz 2 Ix Iy L = Tegangan leleh minimum terspesifikasi untuk tipe baja yang digunakan . si atau MP. r = Radius girasi . n atau m. Analisis Desain Komponen Struktur Geser Berdasarkan SNI 1729 . kekuatan geser desain ivVn, ditentukan berdasarkan persamaan berikut : Vn = 0,6FyAwCv1 . Fy = Tegangan leleh untuk tipe baja yang digunakan (MP. Aw = Luas badan, tebal keseluruhan dikalikan tebal badan . Cv1 = Koefisien kekuatan geser badan, . iv = 1,00 (Profil I/WF), dan 0,90 (Profil kana. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Gording Gording dianggap sebagai balok, sehingga akan dianalisis sebagai komponen struktur yang mampu menahan gaya lentur dan gaya geser. Profil gording eksisting digunakan adalah CNP 125. 2,3 dan gording review adalah CNP 150. 2,8 . utu baja BJ . Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Dimensional Profil Dimensi profil CNP 125. CNP 150. Tabel 4. Dimensi gording ht . Analisis pembebanan Dimensi profil CNP 125. CNP 150. Tabel 5. Analisis pembebanan gording Beban mati Beban hidup Beban angin . N/. N/. N) 0,091 1,28 0,38 0,111 1,28 0,38 Momen lentur dan gaya geser Tabel 6. Momen lentur dan gaya geser Dimensi profil Mux . Vux . N) 1,925 CNP 125. 4,430 1,998 CNP 150. 4,538 Klasifikasi penampang profil kanal Tabel 7. Klasifikasi penampang profil kanal CNP Sayap . Badan . Dimensi profil f pf rf Ket w pw rw CNP 125. 2,3 21,739 10,970 28,868 NC 52,348 108,542 164,545 CNP 150. 2,8 23,214 10,970 28,868 NC 51,571 108,542 164,545 Ket C = Kompak. NC = Nonkompak. S = Langsing Kapasitas momen lentur nominal penampang A Gording CNP 125. Berdasarkan kondisi leleh (Y) Mn (Y) = Mp = Fy Zx = 4,274 kNm Berdasarkan kondisi tekuk torsi lateral (LTB) Lb = 2000 mm Lp = 1,76ry Oo = 960,249 mm Lr = 1,95rts 0,7Fy 2 E Oo Jc Jc 2 ( ) Oo( ) 6,76 ( ) = 2853,361 mm 0,7Fy Sx ho Sx ho Karena. Lp < Lb < Lr, maka : 12,5 Mmaks Cb = = 1,256 2,5 Mmaks 3 MA 4 MB 3 MC Lb -Lp Mn (LTB) = Cb [Mp -(Mp -0,7Fy S. ( Lr -Lp )] O Mp Mn (LTB) = 4,944 kNm > 4,274 kNm Nilai Mn (LTB) dipakai = 4,274 kNm Gording CNP 150. Berdasarkan kondisi leleh (Y) Mn (Y) = Mp = Fy Zx = 7,694 kNm Berdasarkan kondisi tekuk torsi lateral (LTB) Lb = 2000 mm Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Lp = 1,76ry Oo = 1214,283 mm Lr = 1,95rts 0,7Fy E Oo Jc Jc 2 ( ) Oo( ) 6,76 ( 0,7Fy Sx ho Sx ho = 3549,994 mm Karena. Lp < Lb < Lr, maka : 12,5 Mmaks Cb = = 1,252 2,5 Mmaks 3 MA 4 MB 3 MC Lb -Lp Mn (LTB) = Cb [Mp -(Mp -0,7Fy S. ( Lr -Lp )] O Mp Mn (LTB) = 9,183 kNm > 7,694 kNm Nilai Mn (LTB) dipakai = 7,694 kNm Kapasitas geser nominal penampang A Gording CNP 125. Vn = 0,60 Fy AwxCv1 = 41,400 kN A Gording CNP 150. Vn = 0,60 Fy AwxCv1 = 60,480 kN Tabel 8. Rekapitulasi hasil perhitungan analisis kapasitas gording Kapasitas momen Kapasitas geser Dimensi profil iMn iVn Ket . N) . N) . N) Tidak CNP 125. 2,3 4,430 4,274 3,846 1,925 41,400 37,260 Aman CNP 150. 4,538 7,694 6,924 Aman 1,998 60,480 54,432 Ket Aman Aman Berdasarkan hasil analisis diatas, diperoleh bahwa struktur gording profil CNP 125. 2,3 secara desain standar analisis pembebanan SNI 1727:2020, menghasilkan rekomendasi ketidakamanan yang ditinjau dari kapasitas terhadap momen lenturnya. Sedangkan, gording dengan profil CNP 2,8, memberikan rekomendasi yang aman terhadap gaya momen lentur. Dengan adanya perubahan geometri untuk elemen gording eksisting CNP 125. 2,3 menjadi gording review desain CNP 150. 2,8, maka terjadi peningkatan kapasitas penampang sebesar 80,01%. Akan tetapi, faktanya pada saat pekerjaan pemasangan atap dan gording eksisting dilapangan masih dalam kondisi yang aman, hal tersebut dikarenakan beban yang bekerja adalah beban aktual . eban hidup pekerja lapanga. yang lebih kecil dari beban hidup desain SNI 1727:2020 . ,33 kN) dan beban yang bekerja tidak dikalikan dengan faktor beban desain. Analisis Struktur Portal Baja 3D Analisis Pembebanan Struktur Portal Baja Berdasarkan analisis gording review desain SAP2000 diambil nilai joint reactions sebesar 1,978 kN untuk beban mati portal kuda-kuda posisi gording tengah dan 1,616 kN untuk beban mati portal kudakuda posisi gording tepi/puncak. Sedangkan beban hidup orang/pekerja sesuai dengan SNI 1727 . diambil sebesar 1,33 kN dan beban angin pada struktur portal rafter . uda-kud. menggunakan analisis pembebanan SNI 1727:2020. Berikut ini ditampilkan tabel hasil analisis pembebanan untuk struktur portal baja 3 dimensi. Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Tabel 9. Analisis pembebanan struktur portal baja 3 dimensi Beban Beban Beban Beban Beban Beban Posisi beban . N) . N) vertikal horizontal vertikal horizontal . N) . N) . N) . N) Puncak atas 1,616 1,33 -0,551 0,443 Tengah 1,978 1,33 -2,202 0,590 2,202 0,590 Tepi bawah 1,616 1,33 -1,101 0,295 1,101 0,295 Untuk analisis beban gempa yang digunakan sesuai dengan SNI 1726 . Tabel 10. Analisis pembebanan gempa Lantai . N) . N) Wtotal (WD 30%WL) (Cs Wtota. Cvx Fx (CvxV) 341,14 159,60 389,02 0,158 61,625 1,00 61,625 61,625 Dari Tabel 10 diatas, maka beban gempa untuk arah horizontal dan vertikal, dapat dihitung dengan persamaan berikut : Faktor redundansi. A = 1,3 Ehorizontal = AQE = AVx = 80,113 kN Evertikal = 0,2SDSWD = 37,828 kN Sehingga, beban gempa pada ketinggian 2,98 m dengan jumlah 12 titik adalah : Ehorizontal (Eh. = 6,6761 kN Evertikal (Ev. = 3,1524 kN Analisis Hasil Struktur Portal Baja SAP2000 Pemodelan struktur portal baja dilakukan dalam bentuk 3 dimensi menggunakan SAP2000. Hasil analisis pada SAP2000, selanjutnya akan digunakan dalam perhitungan analisis desain struktur portal . Gaya momen . Gaya geser . Gaya aksial Gambar 3. Hasil analisis struktur portal baja 3 dimensi Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan Cek profil balok dan kolom Pengecekan kapasitas profil balok dilakukan dengan menggunakan syarat Mu O iMn untuk gaya momen lentur dan syarat Vu O iVn untuk gaya geser, maka didapat nilai Mu, iMn. Vu, dan iVn pada profil balok masing-masing seperti pada Tabel 11 dibawah ini. Tabel 11. Rekapitulasi hasil perhitungan analisis kapasitas balok Kapasitas momen Kapasitas geser Profil balok/rafter iMn iVn . uda-kud. Ket Ket . N) . N) Rafter WF 300. 6,5. 8,788 20,139 112,769 Aman 44,813 272,376 Aman Balok WF 200. 5,5. 6,500 4,071 20,059 Aman 2,558 152,064 Aman Balok WF 200. 5,5. 6,000 7,113 23,345 Aman 2,660 152,064 Aman Balok WF 200. 5,5. 4,000 4,809 43,233 Aman 2,634 152,064 Aman Konsol WF 200. 5,5. 1,451 6,802 38,696 Aman 16,083 152,064 Aman Sedangkan, pengecekan kapasitas profil kolom dilakukan dengan menggunakan tiga syarat, antara lain Mu O iMn, syarat Vu O iVn, dan syarat Pu O iPn untuk gaya aksial, maka diperoleh hasil analisis pada profil kolom masing-masing pada Tabel 12 berikut ini. Tabel 12. Rekapitulasi hasil perhitungan analisis kapasitas kolom Profil kolom WF300. 6,5. WF300. 6,5. 2,98 4,69 Kapasitas momen . 7,02 14,77 iMn . 85,43 112,77 Ket Aman Aman Kapasitas aksial . iPn Ket . N) . N) 47,15 665,57 Aman 57,06 359,38 Aman Kapasitas geser . N) 17,80 9,68 iVn . N) 272,38 272,38 Ket Aman Aman Berdasarkan pada Tabel 11 dan Tabel 12 diatas, dapat dilihat bahwa profil yang digunakan pada struktur portal baja untuk elemen kuda-kuda . , balok, dan kolom, memberikan rekomendasi aman terhadap gaya lentur, gaya geser, dan gaya aksial yang terjadi. Gambar 4. Hasil analisis struktur portal baja 3 dimensi Gambar 4 merupakan hasil analisis kontrol aksial dan momen untuk seluruh elemen penyusun struktur portal baja yang dilakukan dengan menggunakan SAP2000. Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa struktur portal baja hasil review desain untuk setiap elemennya dalam kondisi aman yang ditunjukan dengan nilai rasio interaksi P-M < 1,0. Vol. 3 No. 3 September 2024 Civil Engineering Scientific Journal E-ISSN : 2963-1335 . P- ISSN : 2962-3308 (Pongsinoran. R & Utomo. E, 2. Review Desain Struktur Portal Baja Konstruksi Pasar Kota Tarakan KESIMPULAN Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa kapasitas penampang gording CNP 125. memberikan rekomendasi ketidakamanan terhadap gaya lentur yang dianalisis menggunakan standar desain pembebanan SNI 1727:2020. Sehingga, direkomendasikan profil CNP 150. 2,8 yang kapasitas penampangnya lebih aman terhadap gaya lentur. Sedangkan, untuk analisis kapasitas penampang seperti kuda-kuda . , balok, dan kolom didapatkan bahwa semua komponen tersebut dalam kondisi aman terhadap gaya lentur, gaya geser, dan gaya aksial yang terjadi. DAFTAR PUSTAKA