MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Implikasi Dakwah Moderat Ustaz Abdul Somad terhadap Toleransi Beragama di Indonesia *Inna RizqanaA. Alifarose Syahda ZahraA. UbaidillahA AUniversitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Email: innarizqana@gmail. comA, alifarose@kahuripan. idA, ubaidillah830@gmail. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 22-09-2023 Revised : 28-05-2024 Accepted : 31-05-2024 ABSTRACT This research examines the influence of Ustaz Abdul Somad's (UAS) moderate preaching on religious tolerance in Indonesia, in the context of globalization and the digital revolution 4. This research uses a qualitative content analysis method of UAS's preaching content on social media such as TikTok and YouTube. The results show that UAS's moderate da'wah strengthens religious tolerance in Indonesia, increases understanding of inclusive and tolerant Islam, reduces negative stereotypes, and encourages interfaith dialog. It also reduces the potential for conflict and increases social harmony. Despite the challenges. UAS has positive implications in building a harmonious society that respects diversity. Keywords: Moderate Da'wah. Religious Tolerance. Ustadz Abdul Somad ABSTRAK Penelitian ini meneliti pengaruh dakwah moderat Ustaz Abdul Somad (UAS) terhadap toleransi beragama di Indonesia, dalam konteks globalisasi dan revolusi digital 4. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif terhadap konten dakwah UAS di media sosial seperti TikTok dan YouTube. Hasil menunjukkan dakwah moderat UAS memperkuat toleransi beragama di Indonesia, meningkatkan pemahaman tentang Islam yang inklusif dan toleran, mengurangi stereotip negatif, serta mendorong dialog antaragama. Dakwah ini juga mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kerukunan sosial. Meskipun MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2024 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 ada berbagai tantangan UAS memiliki implikasi positif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan menghargai Kata Kunci: Dakwah Moderat. Toleransi Beragama. Ustadz Abdul Somad *Corresponding author : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Jl. Mayor Sujadi No. Kudusan. Plosokandang. Kec. Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur Email : innarizqana@gmail. Pendahuluan Sejak globalisasi mulai mempengaruhi peradaban Indonesia sekitar tahun 2011 dan masuknya era digital 4. 0, terjadi dinamika yang signifikan dalam peralihan dan perubahan kebudayaan, nilai-nilai, serta tatanan kehidupan manusia. Isu-isu penting yang muncul sebagai dampak positif dari globalisasi antara lain pergeseran nilai dan sikap masyarakat dari yang awalnya irasional menjadi lebih rasional, serta peningkatan kemudahan akses terhadap informasi dan pengetahuan. (Musa, 2. Namun, globalisasi juga membawa dampak negatif, seperti meningkatnya ketidaksetaraan global, di mana perbedaan ekonomi antara negara maju dan berkembang semakin tajam. Selain itu, terjadi perubahan teknologi yang cepat, yang sering kali menyebabkan kesenjangan digital di mana sebagian masyarakat tertinggal karena kurangnya akses atau keterampilan teknologi. Perubahan demografis yang mendalam juga menjadi tantangan, seperti urbanisasi yang tidak terkontrol dan penuaan penduduk, yang mempengaruhi keseimbangan sosial dan ekonomi. samping itu, globalisasi dapat menyebabkan erosi budaya lokal, di mana nilai-nilai dan tradisi asli tergerus oleh budaya asing yang lebih dominan. Vol. 2 No. Mei 2024 Perkembangan ini menyebabkan gejolak psikologis dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta meningkatnya persepsi ketidakpastian di banyak masyarakat dan kesalahpahaman terhadap berita. (Benedikter, 2. Hal ini disebabkan karena tidak semua golongan masyarakat yang terpapar globalisasi mampu memahaminya dengan baik, serta belum memiliki literasi digital yang memadai dan penggunaan internet secara positif dalam menghadapi revolusi industri 4. Secara langsung atau tidak, hal ini berdampak buruk terhadap pengetahuan dan pola pikir manusia, terutama dalam ajaran agama. (Setiawan & Lenawati, 2. Studi menunjukkan bahwa penggunaan internet secara signifikan mempengaruhi penyebaran ajaran agama. Misalnya, sebuah istilah yang baru-baru ini muncul adalah cyberdakwah, yaitu Internet dipandang sebagai ruang virtual yang efektif dalam menyebarkan pesan dakwah. Cyberdakwah menggunakan media internet sebagai sarana untuk menyebarluaskan ajaran Islam secara masif dan signifikan platform media sosial seperti YouTube dan Instagram menjadi alat utama bagi para pendakwah untuk menyebarkan ceramah mereka. (Rustandi, 2. Untuk meminimalisir kesalahpahaman terhadap informasi, terutama di era digital, terutama dalam ajaran agama Islam, pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk menyampaikan dan memverifikasi kebenaran suatu berita sangat penting. Teknologi informasi yang berkembang pesat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi maupun melakukan interaksi, seperti interaksi keagamaan. (Mazaya, 2. Selain itu, teknologi juga menawarkan banyak pilihan untuk berdakwah, seperti menulis di Twitter, membuat konten ceramah di YouTube dan TikTok, atau membuka sesi "QnA" di Instagram Story atau Facebook. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl: 125 yang memerintahkan untuk menyeru kepada kebaikan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa dakwah yang dibutuhkan untuk menghadapi MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 berbagai problematika zaman ini adalah dakwah yang tidak hanya edukatif dan menghibur, tetapi juga moderat. Salah satu tokoh di Indonesia yang dikenal dengan dakwah moderatnya di era digital adalah Ustaz Abdul Somad, atau yang akrab dipanggil "UAS". UAS terkenal dengan gaya bicaranya yang khas dalam menyampaikan materi dakwah. UAS sering menelaah berbagai isu keagamaan dan sosial yang terjadi di masyarakat. Meskipun terkenal. UAS tetap memegang teguh prinsip dakwah moderat yang didukung oleh pemikiran wasathiyyah yang diajarkan oleh Al-Azhar. Ia juga dikenal oleh berbagai kalangan, baik muda maupun tua. Meskipun pernah mendapat penolakan dari pemerintah Singapura karena dianggap menyebarkan paham ekstremisme. UAS tetap dihormati sebagai figur dakwah moderat. (Qarni et al. , 2. Dalam konteks Indonesia, dakwah moderat sangat penting untuk memperkuat toleransi beragama. Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya membutuhkan pendekatan dakwah yang inklusif dan menghargai perbedaan. Dakwah moderat yang diajarkan oleh UAS berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis. Dakwah moderat ini tidak hanya menekankan pada pengajaran agama yang benar tetapi juga mendorong dialog antaragama, mengurangi potensi konflik, dan membangun solidaritas sosial. Lebih jauh lagi, pemanfaatan media digital oleh UAS dalam menyebarkan dakwahnya telah membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang Islam. Melalui platform digital. UAS dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, termasuk generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Vol. 2 No. Mei 2024 Pendekatan ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya tentang penyampaian pesan agama tetapi juga tentang adaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi. Dengan demikian, dakwah moderat yang dilakukan oleh UAS di era digital memiliki implikasi yang signifikan terhadap toleransi beragama di Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi, dakwah moderat dapat menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang lebih toleran, harmonis, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara mendalam bagaimana dakwah moderat UAS mempengaruhi toleransi beragama di Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis metode dakwah yang digunakan oleh UAS, bagaimana pesan-pesan moderat disampaikan melalui berbagai platform digital, dan dampak dari dakwah tersebut terhadap persepsi dan sikap masyarakat dalam konteks toleransi beragama. Dengan memahami implikasi dakwah moderat ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya memperkuat toleransi beragama dan harmoni sosial di Indonesia. Metode Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis isi . ontent analysi. yang bersifat kualitatif. Metode ini sering digunakan untuk mengkaji pesan-pesan dalam media, dengan menitikberatkan pada penelitian kepustakaan yang akan menghasilkan suatu kesimpulan tentang gaya bahasa, kecenderungan isi, tata tulis, layout, ilustrasi, dan sebagainya. (Arikunto, 2. Metode analisis isi digunakan untuk telaah isi dari suatu dokumen, (Soejono & Abdurrahman, 2. dalam penelitian ini dokumen yang dimaksud adalah konten dakwah UAS yang tersebar di media sosial TikTok dan kanal YouTube yang membahas tema terkait. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Menurut Krippendorf, (Soejono & Abdurrahman, 2. analisis isi adalah teknik penelitian yang dimanfaatkan untuk menarik kesimpulan yang dapat dipercaya dan sahih berdasarkan konteksnya, sedangkan menurut R. Holsty, (Soejono & Abdurrahman, 2. kajian isi adalah teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis. Dalam konteks penelitian ini, unsur konteks dari metode analisis isi harus memperhatikan konteks dari data yang dianalisis, yaitu konten dakwah UAS di media sosial. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui riset menggunakan teori analisis deskriptif untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan elemen-elemen penting dalam konten dakwah UAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk memberikan gambaran terperinci tentang implikasi dakwah moderat UAS terhadap toleransi beragama di Indonesia. Hasil analisis data akan disajikan secara sistematis melalui penyajian data yang jelas dan terstruktur. Temuan-temuan dari analisis isi akan diinterpretasikan untuk memahami implikasi dakwah moderat UAS terhadap toleransi beragama di Indonesia. Hasil dan Pembahasan Relevansi Kajian Terdahulu Secara garis besar, beberapa penelitian sebelumnya telah menjelajahi topik dakwah moderat dan peran UAS Batubara sebagai tokoh utamanya. Sebagai contoh, dalam penelitian Salman Zahidi dan Hepi Ikmal, ditemukan bahwa UAS sering kali menggunakan berbagai gaya komunikasi dalam menyampaikan gagasan keagamaan melalui media sosialnya, mulai dari yang kasar hingga yang apresiatif, meskipun kadang36 Vol. 2 No. Mei 2024 kadang intimidatif, namun tidak selalu dianggap sebagai ancaman nyata karena konteksnya yang sosial dan virtual. (Zahidi & Ikmal, 2. Deni Yanuar dan Ahmad Nazri, dalam penelitian mereka tentang retorika dakwah UAS, menyoroti bahwa gaya komunikasi UAS, baik secara verbal maupun non-verbal, sangat efektif dalam menarik minat pendengar. (Yanuar, 2. Di sisi lain. Mahmuddin dan Kusnadi, dalam penelitian mereka tentang pemanfaatan video dalam berdakwah oleh UAS, menekankan bahwa kesederhanaan dan keluwesan dalam penyampaian ceramahnya, didukung dengan retorika yang kuat, memberikan dampak positif pada audiens. (Mahmuddin & Kusnadi, 2. Meskipun demikian, dari rangkaian penelitian tersebut, masih ada kekosongan informasi terkait implikasi dakwah UAS dalam konteks moderasi beragama. Ini membuka peluang untuk meneliti lebih lanjut tentang bagaimana dakwahnya memengaruhi persepsi terhadap toleransi Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada konsep dan praktik dakwah moderat, serta nilai-nilai toleransi yang ditekankan oleh UAS. Dengan demikian, studi ini berpotensi untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang pandangan UAS terhadap toleransi dalam Islam moderat, serta bagaimana pandangan tersebut diaplikasikan dalam dakwahnya kepada publik. Historiografi Ustaz Abdul Somad Ustaz Abdul Somad, disingkat UAS, memiliki sejarah pendidikan yang mencakup beragam pengalaman akademis dan penerimaan beasiswa. Lahir pada tanggal 18 Mei 1977 di Asahan. Sumatera Utara. UAS juga dikenal dengan gelar adat kehormatan Melayu, yaitu Datuk Seri Ulama Setia Negara. Sebagai seorang pendakwah yang terkenal di Indonesia, fokus ceramah UAS meliputi studi hadits dan fikih Islam. Saat ini. UAS mengabdi sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN SUSKA) Riau. (Qultummedia, 2. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Pendidikan dasarnya ditempuh di Al-Washliyah, dan kemudian ia melanjutkan pendidikan di Mu'alimin al-Washliyah Medan. Pada tahun 1993. UAS bersekolah di Nurul Falah dan menyelesaikannya pada tahun Pengalaman pendidikan UAS semakin luas dengan penerimaan beasiswa dari pemerintah Mesir pada tahun 1998 untuk belajar di Universitas Al Azhar. (Qultummedia, 2. Kemudian, pada tahun 2004. UAS mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Institut Dar al Hadits al Hasaniyyah di Maroko. Institut ini hanya menerima 20 mahasiswa setiap tahunnya, dengan mayoritas dari Maroko sendiri, namun UAS merupakan salah satu dari lima mahasiswa asing yang mendapat kesempatan itu. (Qultummedia, 2. Konsep dan Praktik Dakwah Moderat oleh Ustaz Abdul Somad Indonesia, dengan keberagaman agama dan budayanya, memerlukan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep moderat tidak hanya bertujuan untuk menengahi sikap radikalisme dalam agama, tetapi juga untuk mencegah paham liberalisme di Indonesia. Oleh karena itu, dakwah moderat memiliki relevansi besar dalam membangun harmoni dan persatuan di tengah masyarakat Indonesia. (Khoir HS, 2. Menurut Agus Akhmadi, (Akhmadi, 2. dakwah moderat merupakan cara beragama yang inklusif dan menghindari sikap fundamentalisme yang bisa menimbulkan ketidak-harmonisan. Indonesia, dakwah moderat dapat direalisasikan melalui sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan membangun dialog antar umat beragama. Konsep ini sangat penting dalam memperkuat harmoni dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Vol. 2 No. Mei 2024 Dalam pandangan Prof. Dr. Dindin Solahudin, (Solahudin, 2. dakwah moderat juga dapat memperkuat ketahanan bangsa dengan menekankan wasaiyyatul islAm atau tengahnya Islam. Dengan sikap toleransi dan inklusif, dakwah moderat berperan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan di Indonesia. UAS dikenal sebagai dai yang berpikiran moderat dan toleran. UAS sering menekankan pentingnya memahami agama dengan benar dan tidak memaksakan pandangan kepada orang lain, seperti dalam kutipan berikut AuDimana batas moderasi beragama, agar tidak terlalu ketat dan tidak juga terlalu longgar?. Yang terlalu ketat mengatakan kalau tidak seagama denganmu, halal darahnya pancung kepalanya, maka ini Yang satu lagi mengatakan kita sama-sam manusia maka boleh melakukan apapun yang kita suka, inipun juga ekstrim kiri, liberal sekuler. Wa kadzalika ja'alnakum ummatan wasathan, kami kalian pertengahan. Dalam urusan sosial, ada kematian ada pernikahan, dalam hubungan bertetanggaAy (AuKata Ustadz,Ay 2. UAS juga mengajak umat Islam untuk menjalin toleransi dan kerukunan dengan umat beragama lainnya. (Islami et al. , 2. Melalui berbagai platform media sosial seperti YouTube. Instagram, dan Twitter. UAS menyampaikan pesan-pesan agama yang moderat dan toleran. Gaya dakwah UAS yang humoris dan mudah dipahami juga disukai oleh banyak jamaah atau pengikutnya. Nilai-nilai Toleransi Beragama sebagai Esensi Dakwah UAS Kebangkitan agama membutuhkan analisis yang cermat dan kritik yang membangun terhadap bentuk-bentuk baru intoleransi, serta pendekatan baru terhadap toleransi, rasa hormat, saling pengertian, dan (Briandana et al. , 2. Filsuf asal Prancis. Voltaire, pernah MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 menggambarkan kehebatan toleransi pada era kekaisaran Usmani dengan "Matamu telah menyaksikan betapa baiknya orang-orang Turki memperlakukan orang-orang Kristen Ortodoks, orang-orang Kristen Nestorian, orang-orang Kristen kepausan, murid-murid Yohanes, orang-orang bodoh kuno Parsis, dan diri kita sendiri. Berdasarkan pernyataan Voltaire tersebut, (Voltaire, 2. dapat disimpulkan bahwa toleransi beragama adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat dan bersosial, khususnya di Indonesia. Kemajemukan dan multikulturalisme, yang merupakan kekayaan sekaligus tantangan bagi negara Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai tempat yang sangat ideal untuk mempelajari toleransi. (Menchik, 2. Toleransi beragama juga menjadi kunci utama untuk mempertahankan keutuhan bangsa. (Lacorne, 2. Meskipun demikian, seringkali terjadi konflik dan ketegangan antar umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat toleransi beragama di Indonesia. (Ismail et al. Pamungkas et al. , 2. Dalam dakwahnya. UAS selalu menekankan bahwa toleransi beragama adalah bagian integral dari ajaran Islam. Menurutnya, umat Islam harus memperlakukan orang-orang dari agama lain dengan hormat dan kesopanan, karena hal ini sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini juga sejalan dengan contoh yang diberikan Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah, di mana Rasul berhasil membangun masyarakat yang sangat beradab, bahkan kepada golongan non-Muslim. (Ali, 2. AuKalau orang yang tidak seagama denganmu itu tidak membunuhmu, tidak mengusirmu dari kampung halamanmu. Berbuat baiklah kamu kepada mereka, berbuat adil lah kamu kepada Kalau mereka tidak melakukan dua, maka balas dengan Vol. 2 No. Mei 2024 dua! Jangan hanya karena berbeda agama, lalu tidak bersikap adil. Ay (AuPencari Hidayah,Ay 2. Toleransi dan kerjasama antar umat beragama selalu menjadi perbincangan yang menarik untuk terus dikaji. Hal ini menunjukkan bahwa toleransi beragama masih menjadi isu penting di Indonesia. Namun, di sisi lain, fakta menunjukkan bahwa intoleransi dan politik identitas kontemporer masih menjadi masalah di Indonesia. Oleh karena itu, dakwah moderat seperti yang dilakukan oleh UAS menjadi penting untuk memperkuat toleransi beragama di Indonesia. UAS juga mengajarkan bahwa tidak ada pemaksaan dalam memeluk agama Islam, dan bahwa semua orang memiliki kebebasan untuk memilih agama yang mereka anut. Selain itu. Abdul Somad juga sering menekankan bahwa umat Islam harus memahami perbedaan-perbedaan antara agama lain dan Islam, serta harus berusaha memahami perspektif orang-orang dari agama lain. Hal ini dapat membantu mempererat hubungan antar umat beragama dan mencegah terjadinya konflik. Implikasi Dakwah Moderat UAS terhadap Toleransi Beragama di Indonesia Dakwah moderat UAS memiliki implikasi yang positif terhadap toleransi beragama di Indonesia. Dakwah moderat yang dilakukan oleh UAS dapat memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari beberapa implikasi dakwah moderat UAS berikut. Pertama, memperkuat pemahaman tentang Islam yang moderat dan Rahmatan lil AoAlamin. Dakwah moderat UAS dapat memperkuat pemahaman agama yang moderat dan toleran di kalangan umat Islam. Dalam dakwahnya. UAS seringkali mengajak umat Islam untuk memahami agama dengan cara yang benar dan tidak memaksakan pandangan agama kepada orang lain. Hal ini dapat membantu umat Islam untuk memahami MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 bahwa agama Islam adalah agama yang toleran dan tidak memaksakan pandangan agama kepada orang lain. AuIslam tak perlu diajari bagaimana berinteraksi sosial dengan saudara kita non muslim. Karena kita sudah lama bertetangga, apalagi orang Tanjung Pinang. Kita semuanya bisa menerima siapapun yang dating bertetangga, berkawan bersama. Tapi kalau sudah masalah ibadah, ritual tak ada tawar-menawarAy. (AuRiau In,Ay AyAgamamu untukmu dan agamaku untukku. Adapun untuk kemanusiaan sosial, maka kita hidup bertetangga bersama Ay (AuPencari Hidayah,Ay 2. Kedua, meningkatkan toleransi antar umat beragama . ialog antar Dakwah moderat UAS juga dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Semua AunetizenAy Indonesia juga mengetahui hubungan baik antara UAS dengan VJ kondang Indonesia. Daniel Mananta yang merupakan pemeluk agama Kristen. Dalam sebuah tayangan podcast di channel YouTube AuDaniel Mananta NetworkAy, baik UAS dan juga Daniel berdiskusi dengan kepala dingin tentang semua hal, termasuk ketika Daniel bertanya kepada UAS tentang Isa Al-Masih dalam Islam. AuKami wajib mengimani. Siapa yang tidak percaya kepada Nabi Isa, berarti dia tidak percaya kepada Quran, tidak percaya kepada Nabi Muhammad. Tapi keyakinan kami kepada dia (Nabi Is. adalah seorang rasul utusan Tuhan, sama seperti Nabi Adam. Idris. Nuh. Hud. Shalih. Ilyas yang diutus kepada Bani Israel untuk menyelamatkan manusia. Jadi. Islam menempatkan Nabi Isa dalam ajaran Islam, kita bicara tentang konteks ajaran Islam!! Menempatkan Nabi Isa tidak sebagai anak zina tapi dia sebagai rasul utusan Allah, demikian kami memandang nabi. Vol. 2 No. Mei 2024 Jadi intinya kesimpulannya subtansi maknanya, tidak ada orang Islam yang akan mencela Nabi Isa AS dan Maryam karena mereka dalam Al-Quran disebut sebagai ibunya perempuan shiddiqah, perempuan yang benar, yang jujur, yang baik, yang shalihah melahirkan seorang anak lakilaki yang salah satu rasul utusan, nabi utusan Allah SAW. Ay (Network, 2. Dari konten podcast tersebut, peneliti melihat antusiasme Daniel Mananta yang mendengarkan penjelasan dengan pikiran terbuka. Selain itu. UAS dalam menjelaskan AuIsa Al-Masih dalam IslamAy terbilang cukup detail namun dengan pembawaan yang enjoy, mengingat bahwa topik yang ditanyakan oleh Daniel merupakan topik yang cukup sensitif untuk Dari interaksi tersebut jika dilihat dalam konteks yang lebih luas, toleransi antar umat beragama merupakan salah satu kunci penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai. Dengan meningkatkan pemahaman tentang Islam yang moderat, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka dan inklusif terhadap perbedaan agama. Ketiga, mengatasi stereotip negatif. Salah satu tantangan dalam membangun toleransi beragama adalah adanya stereotip negatif terhadap agama tertentu. UAS melalui dakwah moderatnya berusaha mengatasi stereotip tersebut. UAS berfokus pada pengajaran yang mendalam tentang Islam yang moderat, menjelaskan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, perdamaian, dan keadilan yang ada dalam ajaran agama tersebut. (Somad. Keempat, mengurangi potensi konflik. Salah satu implikasi paling signifikan dari dakwah moderat UAS adalah mengurangi potensi konflik antarumat beragama. Melalui penekanan pada inklusivitas, saling menghargai, dan persaudaraan antarumat beragama. UAS membantu membangun keharmonisan di masyarakat. Dakwah moderatnya mempromosikan pemahaman bahwa perbedaan agama bukanlah alasan untuk saling bermusuhan, melainkan sebagai kesempatan untuk saling belajar dan berkolaborasi. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Kelima, kritikalitas dan rasionalitas. Selain itu, dakwah moderat UAS mendorong umat Muslim untuk mempertajam kritikalitas dan rasionalitas dalam memahami agama. UAS mengajarkan agar umat Muslim tidak hanya mengikuti ajaran agama secara dogmatis, tetapi juga memahami dasar-dasar pemikiran agama dan mengembangkan pemahaman yang mendalam. Dengan memiliki landasan intelektual yang kuat, umat Muslim dapat berinteraksi dengan pemeluk agama lainnya secara lebih bijaksana dan terbuka. Terakhir, menjadi contoh bagi umat Islam lainnya. Dakwah moderat UAS juga dapat menjadi contoh bagi umat Islam lainnya. Dalam dakwahnya. UAS menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang moderat dan toleran. Hal ini dapat membantu umat Islam lainnya untuk memahami bahwa agama Islam adalah agama yang toleran dan tidak memaksakan pandangan agama kepada orang lain. Meskipun dakwah moderat UAS memiliki implikasi yang positif dan cukup signifikan dalam hal membangkitkan sekaligus memperkuat toleransi beragama di Indonesia, tentunya masih terdapat beberapa problematik yang harus dihadapi. Beberapa problematik tersebut antara lain adanya kelompok radikal yang menentang pendekatan moderat, kurangnya pemahaman yang mendalam tentang toleransi beragama di kalangan masyarakat, serta perlunya dukungan yang lebih luas dari pemimpin agama lainnya. Kesimpulan Dakwah moderat yang dijalankan oleh UAS berkontribusi signifikan dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Konsep dakwah moderat ini menekankan pentingnya memahami agama dengan benar, menjauhi radikalisme, dan membangun Vol. 2 No. Mei 2024 dialog inklusif antarumat beragama. UAS sering kali menekankan bahwa Islam adalah agama yang toleran, mengajarkan kasih sayang, perdamaian, serta keadilan. Dalam dakwahnya. UAS mendorong umat Islam untuk menghargai perbedaan, memahami pandangan agama lain, dan menjalin hubungan baik dengan pemeluk agama lain. Misalnya, dalam interaksinya dengan Daniel Mananta. UAS menunjukkan sikap inklusif dan dialogis. Dakwah moderat UAS berperan dalam mengatasi stereotip negatif, mengurangi potensi konflik, serta meningkatkan kritikalitas dan rasionalitas umat dalam memahami agama. Namun, dakwah moderat UAS masih menghadapi tantangan seperti penolakan dari kelompok radikal dan kurangnya pemahaman tentang toleransi di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih luas dari pemimpin agama lainnya untuk memperkuat praktik dakwah moderat dan menjaga harmoni serta persatuan di Indonesia. Dalam konteks zaman yang terus berubah, dakwah moderat menjadi pendekatan yang relevan dan signifikan dalam menyebarkan ajaran agama. UAS menjauhi ekstremisme dan fanatisme agama. UAS menekankan pentingnya berdialog dengan penuh pengertian, menghormati pendapat orang lain, dan membangun komunikasi yang efektif untuk mempererat ikatan sosial. Dakwah moderat UAS mengajarkan bahwa agama seharusnya menjadi sumber persatuan dan kedamaian, bukan pemisah atau sumber Dakwah tersebut juga memberikan implikasi positif terhadap toleransi beragama di Indonesia. Dengan menekankan toleransi, mengatasi stereotip negatif, membangun dialog antaragama, dan mengurangi potensi konflik. UAS berkontribusi signifikan dalam memperkuat harmoni sosial dan kerjasama antarumat beragama. Meskipun tantangan masih ada. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Mei 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 peluang untuk memperkuat toleransi beragama melalui pendekatan moderat tetap ada jika ada kolaborasi dan kesadaran yang lebih luas di Daftar Pustaka