Jurnal Surya Beton Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 p-ISSN : 2302-5166, e-ISSN : 2776-1606 https://jurnal. id/index. php/suryabeton Model Sumur Resapan untuk Mengatasi Banjir di Alun-Alun Purworejo Muhamad Taufik Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: taufik@umpwr. Abstrak. Pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan di kawasan perkotaan Purworejo telah memicu perubahan fungsi tata guna lahan, terutama menjadi area perkantoran dan permukiman. Perubahan tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan lahan dalam meresapkan air hujan, sehingga limpasan permukaan meningkat dan memicu terjadinya genangan, khususnya di area sekitar alun-alun Purworejo. Kondisi ini diperparah oleh kapasitas saluran drainase yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan, sehingga aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor, menjadi terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dampak genangan melalui penerapan teknologi drainase berwawasan lingkungan berupa sumur resapan sebagai upaya reduksi limpasan sekaligus pengisian kembali air tanah . rtificial recharg. Hasil analisis menunjukkan bahwa di bagian luar alun-alun, intensitas hujan kala ulang 2 tahun dengan waktu konsentrasi 4 jam sebesar 20,33 mm/jam menghasilkan kelebihan debit 10,07 mA/jam. Sumur resapan berdiameter 0,8 m dan kedalaman 3 m mampu menampung 1,26 mA/dtk per sumur, sehingga diperlukan 8 unit sumur resapan. Sementara itu, di bagian dalam alun-alun, intensitas hujan kala ulang 2 tahun dengan waktu konsentrasi 5,4 jam sebesar 16,65 mm/jam menghasilkan kelebihan debit 15,81 mA/jam. Dengan kapasitas sumur resapan sebesar 0,42 mA/dtk per sumur, dibutuhkan 12 unit sumur resapan. Secara keseluruhan, total 20 sumur resapan direkomendasikan untuk ditempatkan pada wilayah tangkapan air yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase eksisting. Kata Kunci: limpasan permukaan, debit banjir, sumur resapan Abstract. Population growth and rapid urban development in the Purworejo urban area have triggered changes in land-use functions, particularly into office and residential zones. These changes have reduced the landAos capacity to absorb rainwater, thereby increasing surface runoff and causing inundation, especially in the area surrounding the Purworejo town square. This condition is exacerbated by drainage channels that are unable to accommodate the design flood discharge, resulting in disruptions to community activities, both for pedestrians and motor vehicle This study aims to reduce inundation impacts through the implementation of environmentally friendly drainage technology in the form of infiltration wells, serving as an effort to reduce runoff while simultaneously enhancing groundwater recharge . rtificial recharg. The analysis indicates that in the outer area of the town square, a 2-year return period rainfall intensity with a concentration time of 4 hours, amounting to 20. 33 mm/hour, produces an excess discharge of 10. 07 mA/hour. An infiltration well with a diameter of 0. 8 m and a depth of 3 m can 26 mA/s per well, requiring a total of 8 infiltration wells. Meanwhile, in the inner area of the town square, a 2-year return period rainfall intensity with a concentration time of 5. 4 hours, totaling 16. 65 mm/hour, results in an excess discharge of 15. 81 mA/hour. With an infiltration well capacity of 0. 42 mA/s per well, 12 infiltration wells are needed. Overall, a total of 20 infiltration wells are recommended to be installed in the catchment areas that cannot be accommodated by the existing drainage system. Keywords: surface runoff, flood discharge, infiltration wells Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Pendahuluan Pertumbuhan kawasan permukiman di sekitar Alun-alun Purworejo dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Perluasan lahan terbangun yang didominasi oleh perkerasan seperti jalan, trotoar, dan bangunan menyebabkan berkurangnya luas daerah resapan air alami. Menurut Zhang et al . , peningkatan persentase permukaan kedap air akan mengurangi kemampuan tanah dalam menginfiltrasikan air hujan, sehingga volume limpasan permukaan . un of. meningkat secara drastis. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap waktu konsentrasi . ime of concentratio. aliran yang menjadi semakin pendek, menyebabkan air hujan lebih cepat terkumpul dan mengalir menuju sistem drainase (Raimondi et al. , 2. Dampak dari perubahan tata guna lahan ini terlihat pada meningkatnya kejadian genangan dan banjir lokal di area sekitar alun-alun. Saluran drainase yang dibangun pada masa sebelumnya umumnya dirancang berdasarkan kondisi lingkungan yang masih memiliki area resapan cukup luas. Ketika volume limpasan bertambah dan melampaui kapasitas saluran, maka air meluap ke permukaan jalan dan menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat (Taufik et al. , 2. Hal ini sejalan dengan pandangan Priatna et al . , yang menyatakan bahwa ketidaksesuaian kapasitas drainase terhadap debit limpasan dapat memicu banjir permukaan di kawasan perkotaan. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, peningkatan kapasitas drainase melalui pelebaran atau pembangunan saluran baru bukanlah satu-satunya solusi. Perubahan besar pada infrastruktur drainase sering kali membutuhkan biaya tinggi serta berpotensi mengganggu fungsi lingkungan (Taufik et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengelolaan air hujan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis (Taufik & Ruzardi, 2. Salah satu metode konservasi air yang direkomendasikan adalah pembangunan sumur resapan air hujan. Sumur resapan berfungsi menampung air hujan dan mengalirkannya kembali ke dalam tanah melalui proses Menurut Chaerunnisa . , sumur resapan mampu menurunkan volume limpasan hingga 30Ae50% pada kawasan permukiman padat. Selain itu, teknologi ini berperan dalam menjaga ketersediaan air tanah, mengurangi erosi, serta membantu menstabilkan muka air tanah yang cenderung menurun akibat peningkatan eksploitasi air bawah tanah (Riyadi, 2. Dengan kata lain, sumur resapan tidak hanya membantu mengurangi genangan tetapi juga meningkatkan ketahanan sumber daya air jangka panjang (Pot, 2. Berdasarkan permasalahan dan urgensi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas penerapan sumur resapan di kawasan Alun-alun Purworejo sebagai upaya menekan limpasan permukaan sekaligus memperbaiki kondisi hidrologi setempat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi teknis bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengimplementasikan metode konservasi air berbasis teknologi tepat Metode Penelitian 1 Lokasi penelitian Penelitian dilakukan di Alun-Alun Purworejo. Kabupaten Purworejo. Jawa Tengah, dengan luas area 62. m atau 6,255 ha dan elevasi 100 mdpl. Kawasan ini memiliki topografi datar dan sistem drainase yang mengalir ke arah barat laut, seperti pada Gambar 1. 2 Data penelitian Penelitian menggunakan metode pendekatan analitik dengan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait sebagai berikut. Data curah hujan harian maksimum 10 tahun terakhir dari Dinas PUPR Purworejo. Data infiltrasi tanah hasil uji double ring infiltrometer. Data topografi dan tata guna lahan dari Dinas PUPR Purworejo. Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Gambar 1. Peta lokasi penelitian di kawasan Alun-Alun Purworejo 3 Menghitung debit limpasan Limpasan permukaan terjadi ketika intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah. Pada kawasan perkotaan, meningkatnya area terbangun menyebabkan berkurangnya infiltrasi dan meningkatnya limpasan, sehingga memicu genangan dan banjir local (Baiamonte, 2. , debit limpasan dapat dihitung dengan Metode Rasional: Q = 0. 278 C I A Q = debit limpasan . A/de. C = koefisien limpasan I = intensitas hujan . m/ja. A = luas daerah tangkapan . Rumus ini digunakan untuk mengetahui jumlah air yang harus ditangani oleh sistem drainase atau sumur 4 Menghitung volume limpasan Sumur resapan adalah bangunan berbentuk sumur yang berfungsi untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke tanah (Usman et al. , 2. Menurut Departemen PU . , fungsi utamanya meliputi: Mengurangi limpasan permukaan Mengendalikan genangan Mengisi ulang air tanah . roundwater recharg. Mengurangi erosi permukaan Volume air limpasan yang harus dimasukkan ke sumur resapan dihitung dari: V =CyPyA . V = volume limpasan . A) P = curah hujan rencana . A = luas daerah tangkapan . A) Rumus ini digunakan sebagai dasar menentukan kapasitas sumur resapan. 5 Menghitung debit infiltrasi Kinerja sumur resapan sangat ditentukan oleh tingkat permeabilitas tanah, aliran air ke tanah . dapat dihitung dengan: Qr = k y As . Keterangan: Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Qr = debit infiltrasi . A/de. K = koefisien permeabilitas tanah . /de. As = luas bidang resap . A) Pada sumur resapan, bidang resap meliputi dinding dan dasar sumur. 6 Menghitung infiltrasi total sumur resapan Metode Sunjoto adalah pendekatan paling umum dalam perencanaan sumur resapan air hujan di Indonesia. Rumus infiltrasi total sumur resapan berbentuk silinder: Qr = k . Arh Ar. Keterangan : r = jari-jari sumur . h = tinggi air dalam sumur . Rumus ini mempertimbangkan infiltrasi melalui dinding sumur dan dasar sumur, sehingga hasil perhitungan lebih akurat dibanding metode yang hanya memakai luas dasar. 7 Menghitung kapasitas sumur resapan Agar mampu menampung limpasan yang masuk, volume sumur harus memenuhi: Vsumur = Ar2h Sumur resapan dianggap efektif bila: Vsumur Ou Vlimpasan 8 Menghitung waktu peresapan Standar SNI 03-2453-2002 mensyaratkan air yang masuk sumur resapan harus meresap O 24 jam. Waktu resapan dihitung: t = ycEyc t = waktu infiltrasi . etik atau ja. V = volume air yang harus diresapkan . A) Qr = debit infiltrasi sumur . A/de. Jika t O 24 jam, sumur resapan dinilai memenuhi syarat teknis. 9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Model Sumur Resapan Curah hujan dan intensitas hujan Makin tinggi intensitas hujan, makin besar volume limpasan. Koefisien limpasan permukaan (C) Dipengaruhi oleh jenis permukaan. nilai C (Suripin, 2. Atap = 0,8 Ae 0,95 Aspal = 0,7 Ae 0,9 Tanah pekarangan = 0,2 Ae 0,4 Permeabilitas tanah . Tanah pasir tinggi, tanah lempung rendah. Dimensi dan bentuk sumur Diameter besar Ie kapasitas volume besar Kedalaman besar Ie bidang resap meningkat 10 Efektivitas Sumur Resapan dalam Mengurangi Genangan Penelitian menunjukkan sumur resapan mampu mengurangi limpasan 30Ae60% tergantung permeabilitas tanah, ukuran sumur, dan desain. Pengurangan limpasan terjadi karena sebagian air diserap ke dalam tanah, sehingga: Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Qke saluran = Qawal Oe Qr Dengan demikian, beban saluran drainase berkurang sehingga risiko genangan menurun. Hasil dan Pembahasan Analisis hidrologi Berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan alun-alun Purworejo terdapat 2 titik genangan pada Gambar 2. di bawah tersebut Gambar 2. Genangan Air Hujan di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Jendral Mayjen Sutoyo. Tabel 1. Curah hujan rencana metode sebaran normal untuk periode ulang T tahun T . Xrt Xt . 48,443 0,34 147,800 48,443 0,84 188,492 48,443 1,28 209,806 48,443 1,64 227,246 48,443 2,05 247,107 48,443 2,33 260,671 Sumber: Analisis Data Berdasarkan nilai koefisien pengaliran untuk berbagai tata guna lahan dari dari Tabel 2. maka perhitungan curah hujan rencana dengan metode sebaran normal: Xrt = Hujan periode ulang T tahun = 147,8 = Standar deviasi = 48,4426 = Koefisien sebaran Tabel 2. Perhitungan data tata guna lahan Jenis tata guna lahan Perkotaan Perkampungan Jalan aspal Taman atau daerah tak terbangun Sumber: Analisis Data Ai . Ai. 14,97 9,41 2,79 10,70 0,80 0,30 0,80 0,25 11,976 2,823 2,232 2,680 Sehingga koefisien pengaliran daerah tangkapan air hujan sekitar alun-alun Purworejo adalah sebagai berikut: Eu Ci. Eu Ai C DAS = i =1 i =1 Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Tabel 3. Koefisien Aliran Tipe Coefisien of run-of Jalanan Aspal Jalanan Tanah 15 % - 50 % Bangunan Padat 70 %- 90 % Lapis Keras Beton 70 % - 90 % Tanah Lapang Kebun. Ladang 0 % - 20 % Perhitungan area luar alun- alun Waktu konsentrasi dapat dihitung dengan rumus dan data teknis sebagai berikut: Panjang lintasan di permukaan lahan (L) = 130 m Kemiringan halaman rencana (S) = 0,004 = 238,22 menit to = tc = 238,22 menit = 4 jam Untuk menghitung intensitas curah hujan setiap waktu berdasarkan data curah hujan harian digunakan rumus Mononobe. Adapun rumusnya sebagai berikut: E 24 E I = R . 24 E t E Untuk t 240 menit = 4 jam E 24 E I = R . E E 24 E t E 147,8 24 3 I = 24 . ( 4 ) I = 20,3344 mm/jam Untuk perhitungan debit banjir digunakan rumus rasional, syarat perhitungan debit banjir dengan rumus rasional waktu hujan . = waktu kosentrasi . sehingga digunakan intensitas hujan dengan tc = tr = 4 jam. Datadata perhitungan: Intensitas hujan (I) = 20,3344 mm/jam = 0,020 m/jam Koefisien permeabiltas = 0,036 Diameter Sumur (D) = 1,50 m Luas Lahan (A) = 530 yco2 Koefisien runoff atap (C) = 95 % = 0,95 . ipe jalanan aspa. Rumus berdasarkan SNI 8456:2017 dengan metode ulang 2 tahun Untuk t 240 menit = 4 jam C jalan aspal = 95 % = 0,95 I = 20,3344 mm/jam = 0,020 m/jam Perhitungan debit andil banjir Q = C. Q = 0,95 x 0,020 x 530 Q = 10,07 m3/jam Perencanaa Sumur Resapan di luar alun-alun Dimensi sumur resapan yang digunakan dengan menggunakan tipe sumur berdinding porus adalah: ycE ya = 2. ya Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . 10,07 5ycu 3,14 ycu 0,8 ycu 0,036 H = 22,3 m Diameter (R) = 0,8 m Jumlah = 8 buah Kedalaman H =3m Maka = 8 x 3 m = 24 m > 22,3 m (OK) Kemampuan sumur resapan untuk meresapkan air adalah (Q) Q/8 = 10,07 / 8 = 1,26 m3/detik Perhitungan Area Alun- alun Konsentrasi dapat dihitung dengan rumus dan data teknis sebagai berikut: Panjang lintasan di permukaan lahan (L) = 270 m Kemiringan halaman rencana (S) = 0,004 = 321,44 menit to = tc = 321,44 menit = 5,4 jam Untuk menghitung intensitas curah hujan setiap waktu berdasarkan data curah hujan harian digunakan rumus Mononobe. Adapun rumusnya sebagai berikut: ya= E 24 E I = R . 24 E t E Untuk t 321,44 menit = 5,4 jam E 24 E I = R . E E 24 E t E 147 ,8 E 24 E 3 E E 24 EE 5,4 EE = 16,6472 mm/jam Perhitungan debit banjir digunakan rumus rasional, syarat perhitungan debit banjir dengan rumus rasional waktu hujan . = waktu kosentrasi . sehingga digunakan intensitas hujan dengan tc = tr = 5,4 jam. Perencanaan Desain Sumur Resapan di Luar Alun-alun Data-data perhitungan: Intensitas Hujan (I) = 16,6472 mm/jam = 0,017 m/jam Koefisien Permeabilitas = 0,036 Radius Sumur (R) = 0,8 m Luas Area (A) = 3100 yco2 Koefisien run off atap (C) = 30 % = 0,3 (Tipe Tanah Lapan. Rumus SNI 8456:2017 dengan metode ulang 2 tahun Untuk t 321 menit = 5,4 jam C tanah lapang = 30 % = 0,30 = 16,6472 mm/jam = 0,017 m/jam Perhitungan debit Banjir Q = C. Q = 0,3 x 0,017 x 3100 Q = 15,81 m3/jam Dimensi sumur resapan yang digunakan dengan menggunakan tipe sumur berdinding porus adalah: Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . ycE ya = 2. ya 15,81 5ycu3,14ycu0,8ycu0,036 H = 34,97 m Diameter (R) = 0,8 m Jumlah = 12 buah Kedalaman (H) =3m Maka = 12 x 3 m = 36 m > 34,97 m (OK) Kemampuan sumur resapan untuk meresapkan air adalah (Q) Q / 12 = 4,998 / 12 = 0,42 m3/detik ya= Gambar 3. Titik Genangan Air Gambar 4. Perencanaan Letak Sumur Resapan Genangan air hujan di jalan raya dan alun-alun yang masuk kesaluran kemudian dialirkan ke dalam pipa dan ditampung oleh sumur resapan sampai air hujan habis meresap kedalam tanah. Sumur resapan dibuat dari bahanbahan yang sudah direncanakan yaitu saluran pemasukan dari pipa peralon, dinding sumur resapan menggunakan pasangan batu bata yang dilapisi oleh kerikil dan ijuk, dan pada dasar sumur resapan dari bahan kerikil dan batu Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Genangan yang terjadi di lokasi alun-alun Purworejo disebabkan oleh kapasitas saluran drainase yang tidak mampu menampung debit banjir yang ada di lokasi. Debit banjir rancangan di daerah tangkapan air hujan alun-alun Purworejo untuk kala ulang 2 tahun sebesar 10,07 m3/detik untuk bagian luar sementara dalam alun alun sebesar 15,81 m3/detik, jumlah saluran drainase yang tidak mampu menampung debit drainase adalah 2 buah saluran dari total 9 saluran drainase di lokasi studi. Muhamad Taufik. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 . Saluran Air peluap Permukaan Tanah Saringan kawat Pipa peluap PVC EI 4'' Bak kontrol Pelat Penutup beton Saluran air hujan Halaman Pipa air hujan PVC EI 3'' 300 cm Batu pecah Kerikil Ijuk 30 cm 20 cm 120 cm 150 cm Gambar 5. Dimensi Sumur Resapan. Pemecahan masalah yang dilakukan untuk mengatasi genangan yang terjadi adalah dengan menggunakan sumur resapan yang berwawasan lingkungan untuk mereduksi air hujan. Kontruksi sumur resapan direncanakan untuk bagian luar alun-alun dengan diameter 0,8 m dan kedalaman 3 m. Kemampuan 1 buah sumur resapan untuk meresapkan air adalah 1,26 m3/detik. Sedangkan untuk bagian dalam alun-alun dengan diameter 0,8 m dan kedalaman 3 m. Kemampuan 1 buah sumur resapan untuk meresapkan air adalah 0,42 m3/detik. Sumur resapan direncanakan di wilayah tangkapan air dari saluran drainase yang tergenang air di lokasi studi. Jumlah total sumur resapan yang dibutuhkan untuk mengatasi genangan yang terjadi adalah sejumlah 8 untuk dibagian luar alun-alun, sementara untuk bagian dalam adalah 12 buah sumur resapan. Daftar Pustaka