Jurnal Citra Pendidikan (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. hp/jcp/index Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 ISSN 2775-1589 Hal. PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE CHATGPT MENDUKUNG PROSES BELAJAR DI ERA DIGITAL Eltrina Jelita Via. Maria Kritina Ota. Helena Rosalia Parera. Pendidikan Ekonomi Universitas Flores eltrin184@gmail. , . titynpaoh@gmail. com , pareralena@gmail. Abstak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi terhadap penggunaan Artificial Intellegence ChatGPT dalam mendukung proses belajar di era digital. Metode penelitian yakni mix method . dengan teknik pengumpulan data yaitu kuisioner, wawancara,dan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif, pada indikator kemudahan, mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan ChatGPT dalam mendukung proses belajar. Pada indikator manfaat, mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap manfaat penggunaan ChatGPT, artinya mahasiswa merasakan manfaat dari penggunaan ChatGPT. Selanjutnya Indikator sikap, mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap indikator sikap, artinya mahasiswa memliki sikap yang postif dalam menggunkan ChatGPT. Demikian untuk indikator motivasi, mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap indikator motivasi, artinya mahasiswa memiliki motivasi untuk trus menggunakan ChatGPT . berdasarkan hasil wawancara dan observasi, menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran, ditinjau dari aspek kemudahan, manfaat, sikap, dan motivasi. Sejarah Artikel Diterima:12-09-2025 Direview:10-10-2025 Disetujui:31-10-2025 Abstract Article History Received:12-09-2025J Reviewed:10-10-2025 Published:31-10-2025 This study aims to examine the perceptions of students of the Economics Education Study Program towards the use of Artificial Intelligence ChatGPT in supporting the learning process in the digital era. The research method is a mixed method with data collection techniques namely questionnaires, interviews, and The data analysis technique used is descriptive statistical analysis. The results of the study show that . Based on the results of descriptive statistical tests, on the ease indicator, the majority of students have a positive perception of the ease of using ChatGPT in supporting the learning process. On the benefit indicator, students have a positive perception of the benefits of using ChatGPT, meaning that students feel the benefits of using ChatGPT. Furthermore, the attitude indicator, the majority of students have a positive perception of the attitude indicator, meaning that students have a positive attitude in using ChatGPT. Likewise, for the motivation indicator, the majority of students have a positive perception of the motivation indicator, meaning that students have the motivation to continue using ChatGPT . based on the results of interviews and observations, it shows that students have a positive perception of the use of technology in learning, reviewed from the aspects of ease, benefits, attitudes, and https://doi. org/10. 38048/jcp. Kata Kunci persepsi, mahasiswa. Key Words Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 17 PENDAHULUAN Transformasi digital telah membawa dampak luar biasa pada dunia pendidikan. era global, pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran (Sholihatin et al. , 2. Integrasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menciptakan proses belajar yang efektif dan relevan dengan tuntutan zaman. Perguruan tinggi pun mengalami perubahan signifikan, dari pembelajaran konvensional menuju sistem yang lebih dinamis dan adaptif (Hidayanti & Azmiyanti, 2. Salah satu wujud nyata dari perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan adalah Artificial Intelligence (AI). Teknologi kemampuannya membantu manusia di berbagai bidang (Prastika et al, 2. Dalam dunia pendidikan. AI dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan efisien melalui sistem pembelajaran adaptif serta asisten virtual. Salah satu produk AI yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT, sebuah kecerdasan buatan berbasis percakapan yang OpenAI (Suharmawan. Dengan kemampuannya memahami konteks dan memberikan respons cepat. ChatGPT memiliki potensi besar sebagai alat bantu dalam proses belajar (Sholihatin et al, 2. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Flores memanfaatkan ChatGPT sebagai sarana edukatif. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan peneliti terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Flores, diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan ChatGPT, khususnya dalam mencari informasi, menyelesaikan tugas, serta menghemat waktu belajar (Jusman et al. , 2. Namun, meskipun berbagai penelitian telah membahas pemanfaatan ChatGPT dalam konteks pendidikan, sebagian besar studi masih berfokus pada efektivitas ChatGPT terhadap hasil belajar atau peningkatan pemahaman konsep. Belum banyak penelitian yang secara spesifik menyoroti persepsi mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, terutama di lingkungan perguruan tinggi Flores. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang AuPersepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Terhadap Penggunaan Artificial Intelligence ChatGPT Dalam Mendukung Proses Belajar di Era DigitalAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran . ixed method. , yaitu penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini digunakan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 18 mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan ChatGPT dalam proses belajar di era digital. Dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner, wawnacara, observasi dan dokumentasi. Kuesioner dibagikan kepada 29 orang mahasiswa semester Vi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Flores yang menjadi sampel penelitian. Wawancara dilakukan kepada 4 orang mahasiswa yang merupakan bagian dari sampel penelitian, dengan tujuan memperoleh informasi yang lebih dalam mengenai persepsi mereka terhadap kemudahan penggunaan ChatGPT dalam proses belajar. Selanjutnya, observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap mahasiswa yang sedang menggunakan ChatGPT untuk kegiatan akademik, guna memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana mahasiswa memanfaatkan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar. Sementara itu, dokumentasi dilakukan dengan cara mencatat, mengumpulkan, dan menyimpan berbagai informasi dalam bentuk tulisan maupun gambar. Kegiatan dokumentasi ini mencakup pengambilan foto selama proses penelitian berlangsung sebagai bukti dan pelengkap data Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, kemudian untuk memperkuat hasil penelitian, dilakukan wawancara dan observasi. Untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan AI ChatGPT digunakan Toeri TAM (Technology Acceptance Mode. yang terdiri dari empat indikator antara lain: indiktor kemudahan, indikator manfaat, indikator sikap dan indikator motivasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Untuk mengukur persepsi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi, dapat diukur melalui 4 indikator berdasarkan teori TAM, yaitu kemudahan (Perceived Ease of Us. manfaat (Perceived Usefulnes. , sikap (Attitude Towards Usin. dan motivasi (Behavioral Intention to Us. Hasil uji statistik deskriptif pada indikator kemudahan, dengan 29 responden dan 5 butir pertanyaan diperoleh yaitu skor mainimum18, skor maksimum 25. Nilai rata-rata yaitu 27 yang menunujukan bahwa bahwa secara umum mahasiswa memberikan penilaian sangat setuju terhadap indikator kemudahan, yang mengindikasikan bahwa ChatGPT dinilai mudah digunakan. Nilai standar deviasi yang relatif kecil yaitu 1. 906 menunjukan penyebaran jawaban responden tidak terlalu bervariasi atau mayoritas responden memiliki paparan informasi yang sama. Untuk menyajikan kategori jawaban responden pada indikator manfaat, dapat disajikan dalam tabel 1 berikut. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 19 Tabel 1. Distribusi frekuensi indikator kemudahan Interval 5Ae8 Total Kategori Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Frekuensi Persentase 75,86% 24,14% Tabel 1 menunjukan persentase tertinggi yaitu 75,86% yaitu berada pada kategori sangat baik, dan 24, 14% berada pada kategori baik. Hasil ini memnunjukan bahwa mahasiswa menilai bahwa ChatGPT mudah diakses dan digunakan. Pada indikator manfaat, hasil uji statistik deskriptif dengan 29 responden dan 5 butir pertanyaan diperoleh nilai minimum sebesar 19 . embilan bela. dan nilai maksimum 25 . ua puluh lim. Nilai rata-rata sebesar 21. 55 yang menunjukan bahwa mahasiswa memberikan penilaian sangat setuju terhadap manfaat ChatGPT yang dipeoleh dalam ChatGPT. Sementara mengindikasikan bahwa penyebaran jawaban responden relatif moderat, artinya terdapat variasi jawaban atau persepsi mahasiswa namun tidak terlalu menyimpang jauh. Untuk menyajikan kategori jawaban responden pada indikator manfaat, dapat disajikan dalam tabel 2 berikut. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Indikator Manfaat Interval Kategori Sangat Baik Frekuansi Persentase 62,06% Baik 37,94% Kurang Baik Tidak Baik 5Ae8 Sangat Tidak Baik Total Tabel 2 menunjukan bahwa Dari 29 responden, mayoritas . ,06%) memberikan penilaian Sangat Baik, dan sisanya . ,94%) menilai Baik. Tidak ada responden yang masuk kategori Kurang Baik atau Sangat Tidak Baik. hal ini mengidikasikan bahwa persepsi mahasiswa secara keseluruhan memiliki persepsi positif terhadap manfaat dari ChatGPT dalam mendukung proses belajar. Indikator sikap, hasil uji stratistik deskriptif pada indikatoo sikap (ATU), diperoleh skor minimum sebesar 13 . iga bela. dan maksimum 25 . ua puluh lim. , dengan nilai rata-rata 10 yang menunjukan bahwa mahasiswa secara umum memeberikan penilaian sangat setuju indikator sikap. Sementra itu nilai standar deviasi yaitu 2. 623, menunjukan bahwa jawaban mahasiswa bervariasi namun, tidak terlalu jauh berbeda satu sama lain. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 20 Untuk menyajikan kategori jawaban responden pada indikator sikap, dapat disajikan dalam tabel 3 berikut. Tabel 3. Distribusi frekuensi indikator sikap Interval Kategori Frekuansi Persentase Sangat Baik 58,62% Baik 37,94% Kurang Baik 3,44% Tidak Baik 5Ae8 Sangat Tidak Baik Total Ket: SB = sangat baik. B=baik. KB= kurang baik. STB= sangat tidak baik Berdasarkan tabel 3, diperoleh hasil yaitu mayoritas responden yaitu 58,62% . berada dalam kategori sangat baik selanjutnya, sebanyak atau 37,94% . termasuk dalam kategori baik. hanya 1 orang atau 3,44% yang berada pada kategori kurang baik sementara itu, tidak ada responden yang masuk dalam kategori tidak baik maupun sangat tidak baik. Hasil ini mengindikasikan mayoritas bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap indikator sikap yang artinya sikap terdapat sikap positif mahasiswa dalam menggunakan ChatGPT. Pada indikator motivasi, hasil uji statistik deskriptif dengan 29 responden dan 5 butir pertanyaan, diperoleh skor minimum sebesar 18 dan skor maksimum sebesar 25. Nilai ratarata . yang diperoleh adalah 21,00, yang menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memeberikan penilaian setuju pada indikator motivasi. Sementara itu, standar deviasi sebesar 2. 138 menunjukkan bahwa persebaran data berada dalam rentang yang relatif kecil dari nilai rata-rata. Artinya jawaban responden tidak jauh berbeda atau cenderung sama. Untuk menyajikan kategori jawaban responden pada indikator motivasi, dapat disajikan dalam tabel 4 berikut. Tabel 4. Ditribusi Frekuensi Indikator Motivasi Interval Total Kategori Sangat Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Frekuensi Persentase 37,93% 62,06% Berdasarkan tabel 4, diperoleh bahwa sebagian besar responden, yaitu sebanyak 62,6% . , termasuk dalam kategori baik dan 37,93% . berada pada kategori baik sangat baik. Tidak ada responden yang masuk ke dalam kategori kurang baik, tidak baik, maupun sangat tidak baik. Hasil ini menunjukan mayoritas mahasiswa Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 21 memberikan persepsi positif terhadap indikator motivasi, artinya bahwa mahasiswa memiliki motivasi yang postif untuk terus menggunakan ChatGPT. Berdasarkan hasil wawancara di atas maka dapat dirumuskan temuan penelitian ini sbb: ChatGPT mudah diakses dan digunakan, bahkan tanpa keahlian teknis khusus. Dapat dimanfaatkan secara baik dalam proses belajar seperti, mencari materi, mendapatkan jawaban dari materi yang sulit, mendapatkan referensi, membantu dalam penulisan tugas Mahasiswa merasa nyaman saat berinteraksi dengan ChatGPT karena dapat bertanya dengan leluasa sesuai kebutuhan. Selain itu, mahasiswa termotivasi untuk terus menggunakan ChatGPT di masa mendatang, baik untuk kegiatan akademik maupun non Berdasarkan hasil observasi terhadap bebrapa mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan ChatGPT secara mandiri dalam menyelesaikan tugas akademik, terutama dalam penulisan tugas akhir. Mahasiswa terlihat memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai tujuan seperti mencari referensi, merangkai kalimat, dan memparafrasekan teks. Selama kegiatan pengamatan, mahasiswa tampak mahir dalam menggunakan platform dan secara aktif mengeksplorasi berbagai perintah atau pertanyaan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pembahasan Persepsi adalah proses dimana seseorang membentuk pendapat atau pandangan tentang sesuatu, yang kemudian bisa memengaruhi perasaan dan pikiran mereka. Persepsi sangat memengaruhi cara seseorang memahami dan bereaksi terhadap suatu keadaan. Ini juga menentukan sikap dan keputusan yang buat setiap hari. Kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi para pelajar dalam mendukung proses pembelajaran, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan (Hidayanti & Azmiyanti, 2. Kemajuan teknologi menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan membantu peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Dengan adanya berbagai platform dan aplikasi berbasis teknologi, pelajar kini dapat mengakses sumber belajar secara lebih cepat, fleksibel dan interaktif. Pada indikator kemudahan, diperoleh hasil yaitu sebanyak 75,6% . dengan kategori sangat baik dan 24,24% . masuk dalam kategori baik. Hasil ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan ChatGPT. Temuan ini senada dengan penelitian terdahulu oleh (Salmi & Setiyanti, 2. yang mengatakan bahwa mahasiswa menunjukan persepsi yang positif terhadap pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran di era Pendidikan 4. Secara keseluruhan, mereka menilai bahwa penggunaan ChatGPT tergolong mudah dan praktis. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 22 Demikian (Fathony, 2. juga mengungkapkan bahwa mahasiswa memberikan persepsi yang positif terhadap kemudahan akses, respons yang cepat, serta efisiensi penggunaan yang ditawarkan oleh ChatGPT dalam mendukung penyelesaian tugas-tugas akademik ChatGPT dianggap sebagai alat yang mudah diakses, mudah digunakan dan praktis, tidak membutuhkan keahlian, serta tidak mengalami teknis yang rumit dalam Sedangkan (Salmi & Setiyanti, 2. mengatakan bahwa mahasiswa mengakui bahwa ChatGPT menawarkan kemudahan dalam penggunaannya selama proses belajar berlangsung dan dinilai mudah digunakan. Dari temuan penelitian ini terlihat bahwa mayoritas mahasiswa menyatakan bahwa ChatGPT mudah dioperasikan dan praktis digunakan dalam proses belajar. Indikator manfaat. Indikator manfaat berkaitan dengan bagaimana mahasiwa merasakan manfaat menggunakan ChatGPT dalam mendukung proses belajar di era digital. Hasil analisis statistik dan diolah dengan bantuan SPSS, diperoleh sebesar 62,06% . dengan kategori sangat baik, 37,94 % . dengan kategori baik. Hasil ini menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap manfaat ChatGPT dalam mendukung proses belajar di era digital. Dimana mahasiswa merasakan manfaat nyata dari penggunaan ChatGPT, seperti membantu menyelesaikan tugas, mempercepat pencarian informasi, meningkatkan pemahaman materi, serta mendukung efektivitas dan efisiensi waktu dalam proses belajar. Seperti halnya yang diungkapkan oleh (Tricahyo & Zulfiningrum, 2. bahwa mayoritas narasumber dalam penelitiannya ChatGPT penyelesaian tugas, dan menyediakan referensi yang relevan. Kemudian (Mutiah et al. juga mengatakan bahwa Platform ChatGPT terbukti bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya dalam mempermudah mereka menemukan solusi atas kendala pembelajaran. Indikator sikap. Sikap merupakan respon atau kecenderungan individu dalam menilai suatu objek. Indikator sikap dalam penelitian ini yaitu cara mahasiswa memandang dan merespons ChatGPT dalam mendukung proses belajar. Hasil analisis statsitik yang diolah dengan bantuan SPSS, diperoleh hasil, sebesar 58,62% . berada dalam kategori sangat baik, sedangkan kategori baik sebanyak 37,94% . Sementara itu terdapat 3,44% . yang berada pada kategori kurang baik. Hasil ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap indikator sikap. Hal sejalan dengan penelitian terdahulu (Dewi, 2. yang mengatakan bahwa secara umum, mahasiswa menunjukan kecenderungan sikap yang positif terhadap pemanfaatan ChatGPT dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, terutama karena perannya yang besar dalam mempermudah pemahaman materi yang sulit dan mempercepat penyelesaian tugastugas akademik. Sikap positif mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT menunjukkan bahwa mereka nyaman menggunakannya sebagai alat bantu belajar yang efektif. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 23 Kemudian indikator motivasi. Motivasi merupakan dorongan internal maupun eksternal yang menggerakan individu untuk melakukan sesuatu. Dalam penelitian ini indikator motivasi digunakan untuk mengukur persepsi mahasiswa berkaitan dengan motivasi atau dorongan untuk menggunakan ChatGPT baik baik saat ini maupun keberlanjutan dimasa depan. Hasil analisis statistik dengan bantuan SPSS, diperoleh hasil sebesar 62,06% . berada dalam kategori baik, dan 37,93% . berada pada kategori baik. Hasil ini menunujukan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap indikator motivasi. Dalam penggunaan ChatGPT Mahasiswa program studi pendidikan ekonomi memiliki motivasi untuk menggunakannya sebagai penunjang proses belajar mereka baik pada saat ini maupun dimasa depan. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Christiani, 2. yang mengatakan bahwa Mahasiswa menunjukkan keinginan dan rencana untuk terus menggunakan ChatGPT dalam kegiatan belajar. Mereka berharap ChatGPT dapat terus memberikan dukungan dalam proses pembelajaran, serta memiliki tekad untuk mendorong rekan-rekan sesama mahasiswa agar ikut memanfaatkan ChatGPT. Demikian (Salmi & Setiyanti, 2. menambah bahwa Mahasiswa menunjukkan motivasi kuat untuk melanjutkan penggunaan ChatGPT dalam kegiatan belajar. Mereka juga memiliki rencana untuk terus menggunakan ChatGPT sebagai sarana dalam mendukung pengembangan diri mereka selama menjalani peran sebagai mahasiswa. Untuk menggali lebih dalam berkaitan dengan persepsi mahasiswa program studi pendidikan ekonomi terhadap penggunaan ChatGPT, dilakukan wawancara kepada beberapa responden. Berdasarkan hasil wawancara dengan keempat responden yaitu mahasiswa program studi pendidikan ekonomi, diperoleh gambaran bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran dipersepsikan secara positif, yang tercermin dari keempat indikator yakni kemudahan, manfat, sikap dan motivasi. Seperti halnya yang diungkapkan oleh (Lubis, 2. Mahasiswa menunjukkan tanggapan yang positif terhadap penggunaan ChatGPT karena dinilai sangat mendukung proses belajar dalam kegiatan perkuliahan. Demikian (Syanzani et al. , 2. mengungkapakan Mayoritas mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam mendukung proses pembelajaran di perkuliahan. Mahasiwa merasakan kemudahan penggunaan dari ChatGPT dalam proses belajar. Dimana tekologi ini bisa dapat diakses tanpa adanya panduan khusus yang rumit. Untuk membuktikan jawaban responden pada kuisioner dan juga wawancara, dilakukan observasi kepada beberapa mahsasiswa program studi pendidikan ekonomi pada saat menggunakan ChatGPT dalam proses belajar. mahasiswa Pendidikan Ekonomi dapat menggunakan ChatGPT secara mandiri untuk berbagai tujuan akademik, terutama dalam menyusun tugas akhir. Mereka menggunakan ChatGPT tidak hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga dalam merangkai kalimat, memparafrase tulisan, dan menemukan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 24 referensi Penggunaan yang beragam dan berulang ini mencerminkan sikap positif terhadap teknologi, serta menunjukkan bahwa mahasiswa merasa terbantu dan nyaman saat menggunakannya (Safitri, 2. Ini menunjukkan bahwa ChatGPT diakui sebagai salah satu alat sumber belajar yang membantu dalam proses belajar lebih efisien. Dengan kemampuannya dalam menjelaskan, menjawab pertanyaan, dan juga membantu dalam penulisan akademik. ChatGPT memiliki potensi besar sebagai alat yang sangat bermanfaat dalam proses belajar (Safitri, 2. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan uji statistik deskriptif, menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran, yang tercermin dari keempat indikator yang diukur, yaitu kemudahan, manfaat, sikap, dan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menunjukkan persepsi yang positif terhadap penggunaan ChatGPT dalam proses pembelajaran, yang terlihat dari empat indikator utama, yaitu kemudahan, manfaat, sikap, dan motivasi. Seluruh responden memberikan tanggapan yang mencerminkan pengalaman positif serta dorongan untuk terus menggunakan ChatGPT dalam mendukung aktivitas akademik. Selain itu, hasil observasi juga memperkuat temuan tersebut, di mana terlihat bahwa mahasiswa program studi pendidikan ekonomi dapat menggunakan ChatGPT secara efektif sebagai sarana pendukung proses Saran Untuk para mahasiswa disarankan untuk mempelajari beragam teknologi pendidikan dan memanfaatkannya secara efektif guna mendukung proses belajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Untuk Program Studi Pendidikan Ekonomi disarankan untuk mempertimbangkan penyusunan panduan dan kebijakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dalam kegiatan akademik, sehingga penggunaannya dapat lebih terarah, etis, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Bagi peneliti lanjutan disarankan untuk melakukan penelitian dengan cakupan yang lebih luas atau menambah variabel agar hasilnya lebih lengkap. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 25 DAFTAR PUSTAKA