The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah STITNU Al Farabi Pangandaran . fitrisyifa41@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 1 January 2025 Hal : 119-128 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 January 2025 Accepted: 22 January 2025 Published: 31 Januari 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Abstract: This study aims to discuss the role of classroom management in improving Islamic culture at SMP Negeri 1 Parigi. Using qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that classroom management significantly enhances Islamic culture in the school. The teachers implement strategies that are in line with Islamic values, such as role modeling and integrating worship practices into This approach encourages positive religious attitudes among students, including increased participation in prayers and polite behavior. The involvement of teachers, students and parents further strengthens the implementation of Islamic culture, which extends beyond religious activities to daily interactions and the school environment. Ultimately, effective classroom management at SMPN 1 Parigi supports the achievement of academic goals and shapes students' characters according to Islamic values. Keywords: Classroom management. Islamic culture, character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan peran manajemen kelas dalam meningkatkan budaya islam di SMP Negeri 1 Parigi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access menunjukkan bahwa manajemen kelas secara signifikan publication under the terms and conditions meningkatkan budaya Islam di sekolah. Para guru menerapkan of the Creative Commons Attribution (CC BY) license strategi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, seperti teladan dan . ttps://creativecommons. org/licenses/by mengintegrasikan praktik ibadah ke dalam pembelajaran. -sa/4. Pendekatan ini mendorong sikap religius positif di antara siswa, termasuk peningkatan partisipasi dalam shalat dan perilaku sopan. Keterlibatan guru, siswa, dan orang tua semakin memperkuat pelaksanaan budaya Islam, yang meluas di luar aktivitas keagamaan ke interaksi sehari-hari dan lingkungan sekolah. Pada akhirnya, manajemen kelas yang efektif di SMPN 1 Parigi mendukung pencapaian tujuan akademis dan membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kata kunci: Manajemen kelas, budaya Islam, pembentukan karakter. Vol 04 No 1 January 2025 | 119 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah Pendahuluan Manajemen kelas adalah aspek krusial dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif. Dalam konteks pendidikan Islam, manajemen kelas tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai agama (Haeran, 2. Oleh karena itu, manajemen kelas yang efektif berperan penting dalam meningkatkan budaya Islam di Sekolah memiliki tanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada siswa melalui pendidikan. Manajemen dalam organisasi pendidikan mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Fungsi-fungsi ini penting agar pendidikan berjalan efektif dan efisien. Implementasi manajemen termasuk di sekolah, madrasah, dan pesantren. Manajemen kelas diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam, seperti kedisiplinan, kerjasama, dan penghormatan. Dengan menerapkan manajemen kelas yang baik, nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan, menciptakan suasana belajar yang Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen kelas yang efektif dalam meningkatkan budaya Islam, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran. Pendidikan merupakan proses pembentukan moral masyarakat yang seimbang antara kemampuan intelektual dan moralitas. Dalam konteks ini, pendidikan harus mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan mutu pendidikan agar bangsa ini dapat bersaing di kancah internasional (Djabidi. Faijal. , 2. Di SMPN 1 Parigi, manajemen kelas berbasis nilai-nilai Islam diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan moral dan spiritual Tantangan yang dihadapi termasuk perilaku siswa yang beragam dan kurangnya keterlibatan dalam kegiatan keagamaan. Penerapan manajemen kelas yang efektif dapat mengatasi masalah ini dengan mendorong keterlibatan orang tua dan meningkatkan Manajemen kelas berbasis budaya Islam bertujuan untuk membentuk karakter Islami, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan lingkungan belajar yang Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan tercipta sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran (Supriyadi, 2. Dengan demikian, tujuan pendidikan berbasis Islami harus direalisasikan secara terarah dan konsisten, dengan nilai-nilai Islami yang menjadi landasan utama. Melalui upaya ini, 120 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah diharapkan SMPN 1 Parigi dapat mencetak generasi muda yang berkarakter Islami dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Bahan dan Metode Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu informasi yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Informasi dapat berupa transkip hasil wawancara, catatan lapangan, dokumen atau bahan- bahan yang bersifat visual seperti foto dan data (Sugiyono, 2. Penulis memilih pendekatan ini karena menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah jika berhadapan langsung dengan kenyataan yang ada. Sumber data dalam penelitian peran manajemen kelas dalam meningkatkan budaya islam di SMPN 1 Parigi dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain: Observasi langsung, wawancara, studi dokumen, dan studi literatur. Diskusi dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara, guru di SMPN 1 Parigi menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep manajemen kelas yang sangat krusial dalam mencapai tujuan pendidikan yang sejalan dengan visi dan misi sekolah. Manajemen kelas bukan hanya sekadar alat untuk mengelompokkan siswa, tetapi juga merupakan cara untuk mengidentifikasi karakteristik kelompok tersebut, sehingga dapat memaksimalkan potensi belajar masing-masing individu. Dengan implementasi manajemen kelas yang baik, siswa tidak hanya lebih termotivasi untuk belajar, tetapi juga dapat menampilkan perilaku yang positif, di mana mereka belajar untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Guru-guru di SMPN 1 Parigi menyadari pentingnya manajemen kelas dalam proses pendidikan dan memahami bahwa pendekatan yang efektif akan berkontribusi besar terhadap semangat belajar siswa. Mereka menerapkan manajemen kelas tidak hanya dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi juga dalam semua mata pelajaran, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kegiatan belajar seharihari. Misalnya, siswa diharuskan untuk mengucapkan salam saat bertemu guru, berdoa sebelum memulai pelajaran, serta membaca surat pendek dan menutup pembelajaran dengan doa kifaratul majelis. Praktik-praktik ini berfungsi tidak hanya untuk menanamkan nilai-nilai agama, tetapi juga untuk memperbaiki perilaku siswa, seperti meningkatkan kualitas shalat, yang pada gilirannya dapat mencegah perbuatan yang tidak baik. Vol 04 No 1 January 2025 | 121 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah Meskipun prinsip-prinsip manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian, telah diterapkan, masih ada kendala yang menghambat optimalisasi implementasi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah perbedaan latar belakang budaya dan pemahaman agama siswa, yang dapat mempersulit penerapan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam kelas. Dalam tahap perencanaan, sekolah melakukan identifikasi kebutuhan untuk memahami sejauh mana nilai-nilai Islam diterapkan dan area mana yang perlu ditingkatkan. Proses ini sangat penting untuk menetapkan tujuan yang jelas dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam setiap aspek pembelajaran. Guru juga menekankan pentingnya mengucapkan salam, menjalankan shalat duha, membaca Al-Qur'an, serta membiasakan shalat berjamaah sebagai bagian dari budaya sekolah. Aspek pengorganisasian dalam manajemen kelas di SMPN 1 Parigi berfokus pada pengaturan kegiatan yang mendukung peningkatan budaya Islam di lingkungan Pengorganisasian ini mencakup pembagian tugas yang jelas antara guru, staf, dan siswa dalam menjalankan aktivitas keagamaan. Dalam hal ini, guru berfungsi sebagai pembimbing utama yang tidak hanya mengatur jadwal kegiatan seperti shalat duha dan membaca Al-Qur'an, tetapi juga memastikan bahwa semua siswa berpartisipasi aktif. Manajemen sekolah berusaha untuk mengintegrasikan semua kegiatan dengan kurikulum yang ada dan menyediakan sarana prasarana yang memadai, seperti ruang ibadah yang layak dan waktu khusus untuk aktivitas Dengan organisasi yang baik, nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pelaksanaan manajemen kelas di SMPN 1 Parigi mencakup berbagai aspek penting yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Guru aktif menerapkan strategi pengelolaan kelas yang tidak hanya fokus pada disiplin, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan rutin seperti mengucapkan salam, shalat duha bersama, dan membaca Al-Qur'an, siswa diajarkan untuk menghargai dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan. Selain itu, guru melakukan evaluasi terhadap keterampilan ibadah siswa untuk memastikan mereka memahami dan mempraktikkan wudu dan shalat dengan benar. Pengendalian mekanisme evaluasi dan monitoring yang terstruktur. Guru dan manajemen sekolah secara rutin melakukan pengawasan terhadap implementasi nilai-nilai Islam di dalam 122 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah kelas, memastikan kegiatan seperti shalat duha dan membaca Al-Qur'an dilaksanakan secara konsisten. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan penyesuaian dalam proses pembelajaran, agar tujuan peningkatan budaya Islam dapat tercapai secara optimal. Dengan pendekatan ini. SMPN 1 Parigi berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan spiritual dan moral siswa secara berkelanjutan. Dalam upaya meningkatkan budaya Islam, peran manajemen kelas di SMP Negeri 1 Parigi menjadi fokus yang strategis dan signifikan. Langkahlangkah sistematis yang diambil bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan sekolah. Manajemen kelas berfokus pada desain program-program yang mendukung budaya Islam, termasuk kegiatan rutin seperti shalat duha, membaca Al-Qur'an, dan shalat berjamaah. Guru merancang materi ajar yang mencakup nilai-nilai Islam dan menentukan jadwal serta alokasi waktu untuk kegiatan keagamaan, sehingga siswa dapat memahami pentingnya ajaran tersebut dalam kehidupan mereka. Penataan struktur kegiatan dan pembagian tugas di antara guru, siswa, dan staf sekolah dilakukan agar kegiatan keagamaan dan akademik dapat berjalan harmonis. Tanggung jawab untuk memimpin kegiatan ibadah dan mengawasi pelaksanaan aturan kelas yang Islami diemban oleh guru. Setelah rencana disusun, penerapannya dilakukan dalam praktik sehari-hari dengan membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah dan pelajaran Al-Qur'an. Diskusi tentang ajaran Islam juga difasilitasi untuk memperdalam pemahaman siswa. SMP Negeri 1 Parigi menetapkan tujuan utama menjadikan budaya Islam sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Ini melibatkan identifikasi nilai-nilai Islam yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari siswa. Tujuan ini tidak hanya berfokus pada penguatan karakter Islami, tetapi juga pada pembentukan etika dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam. Lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan spiritual siswa menjadi prioritas utama dalam mencapai tujuan ini. Selama pelaksanaan, penting untuk memastikan bahwa kegiatan dilakukan dengan konsisten dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, serta melakukan pemantauan dan penilaian terhadap efektivitas kegiatan dalam meningkatkan budaya Islam. Di SMP Negeri 1 Parigi, proses pengendalian dilakukan melalui evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program keagamaan dan akademik. Guru dan manajemen Vol 04 No 1 January 2025 | 123 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah sekolah aktif mengawasi partisipasi siswa dan mengevaluasi dampak kegiatan terhadap perkembangan karakter siswa. Umpan balik dari siswa dan orang tua juga diakumulasikan untuk menilai efektivitas program. Berdasarkan hasil evaluasi, manajemen kelas melakukan penyesuaian untuk memperbaiki dan meningkatkan program-program yang ada, memastikan bahwa upaya untuk memperkuat budaya Islam tetap relevan dan efektif. Peran manajemen kelas dalam meningkatkan budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi dapat dianalisis melalui pendekatan POAC (Planning. Organizing. Actuating. Controllin. , yang merupakan kerangka dasar dalam manajemen. Pendekatan ini memungkinkan sekolah untuk mengelola dan mengembangkan budaya Islam secara sistematis di lingkungan pendidikan, menciptakan sinergi antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter yang Islami. Dengan demikian. SMPN 1 Parigi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang berakhlak mulia. Manajemen Kelas di SMPN 1 Parigi Manajemen kelas di SMP Negeri 1 Parigi dapat dianalisis menggunakan prinsip-prinsip klasik dari teori manajemen yang dikembangkan oleh Frederick W. Taylor dan Henry Fayol. Kedua tokoh ini menawarkan pendekatan yang berfokus pada efisiensi, struktur, dan disiplin dalam pengelolaan kelas, yang sangat relevan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif Frederick W. Taylor, dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah, menekankan pentingnya efisiensi dan produktivitas dalam semua aspek manajemen, termasuk dalam konteks Penerapan teori Taylor dalam manajemen kelas di SMP Negeri 1 Parigi dapat dilihat melalui beberapa aspek berikut ini: . Pengaturan Waktu dan Tugas Secara Efisien: Guru di SMP Negeri 1 Parigi mengatur waktu pembelajaran dengan sangat terstruktur. Setiap pelajaran memiliki jadwal yang ketat, dan aktivitas di dalam kelas direncanakan sedemikian rupa agar waktu yang tersedia digunakan seefisien Prinsip Taylor tentang "the one best way" diterapkan dengan memilih metode pengajaran yang paling efektif berdasarkan penelitian dan pengalaman. Penggunaan Evaluasi dan Penilaian yang Sistematis: Taylor mendorong penggunaan metode ilmiah dalam mengevaluasi kinerja. Di SMP Negeri 1 Parigi, evaluasi kinerja siswa dilakukan secara berkala melalui ulangan harian, tugas, dan tes. Hasil penilaian ini dianalisis untuk menentukan efektivitas metode pengajaran yang digunakan, serta untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Henry 124 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah Fayol, dengan teorinya tentang fungsi manajemen, menawarkan kerangka kerja yang sangat berguna untuk mengelola kelas di SMP Negeri 1 Parigi. Pendekatan Fayol berfokus pada lima fungsi utama manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, koordinasi, dan pengendalian. Berikut adalah penerapannya dalam manajemen kelas: . Perencanaan (Plannin. : Guru di SMP Negeri 1 Parigi merencanakan proses pembelajaran dengan hati-hati, mulai dari penyusunan silabus, rencana pelajaran, hingga pengaturan jadwal ulangan. Setiap aktivitas direncanakan untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan dapat dicapai dengan cara yang paling efektif. Perencanaan ini juga mencakup persiapan program-program khusus seperti hafalan juz 30 dan kegiatan boarding school. Pengorganisasian (Organizin. Dalam kelas, pengorganisasian melibatkan pengaturan sumber daya, baik manusia maupun materi. Di SMP Negeri 1 Parigi, pengorganisasian mencakup penataan ruang kelas, pembagian kelompok belajar, dan distribusi tugas-tugas tertentu kepada siswa. Guru memastikan bahwa semua elemen di dalam kelas terstruktur dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran. Pemberian Perintah (Commandin. : Fayol menekankan pentingnya pemberian perintah yang jelas dan otoritatif. Guru di SMP Negeri 1 Parigi berperan sebagai pemimpin di dalam kelas, memberikan instruksi yang jelas kepada siswa dan memastikan bahwa mereka mengikuti aturan yang telah Kepemimpinan guru sangat penting dalam memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan rencana. Koordinasi (Coordinatin. Koordinasi di kelas melibatkan penyelarasan semua aktivitas yang terjadi di dalam kelas agar berjalan harmonis. Guru mengkoordinasikan antara berbagai aktivitas pembelajaran, seperti diskusi kelompok, ceramah, dan penugasan, untuk memastikan bahwa semua elemen bekerja bersama dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengendalian (Controllin. Pengendalian di SMP Negeri 1 Parigi melibatkan pemantauan dan penilaian hasil belajar Guru memantau perkembangan siswa melalui tes, observasi, dan evaluasi harian. Hasil penilaian ini digunakan untuk menentukan apakah tujuan pembelajaran telah tercapai, dan jika tidak, dilakukan penyesuaian dalam metode pengajaran atau pemberian bimbingan tambahan kepada siswa. Manajemen kelas di SMP Negeri 1 Parigi yang diterapkan berdasarkan teori klasik Frederick W. Taylor dan Henry Fayol menekankan efisiensi, struktur, dan disiplin. Pendekatan Taylor yang berfokus pada Vol 04 No 1 January 2025 | 125 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah efisiensi dan penggunaan metode ilmiah membantu dalam pengelolaan waktu dan evaluasi siswa, sementara pendekatan Fayol memberikan panduan tentang bagaimana perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian dapat diterapkan secara efektif di Kedua teori ini, jika diterapkan dengan baik, dapat membantu guru di SMP Negeri 1 Parigi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa dan membangun budaya Islam yang kuat di sekolah. Budaya Islam di SMPN 1 Parigi dapat dipahami melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah penerapan teori-teori manajemen yang diusulkan oleh Frederick Taylor dan Henry Fayol. Teori Taylor . yang dikenal dengan prinsip manajemen ilmiah, menekankan pada efisiensi dan produktivitas dalam pekerjaan. SMPN 1 Parigi, prinsip ini diadaptasi untuk menciptakan metode pengajaran yang lebih efektif, sehingga siswa tidak hanya belajar secara akademis tetapi juga menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, teori Fayol yang berfokus pada fungsi-fungsi manajerial, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian, juga sangat relevan dalam pengembangan budaya Islam di sekolah. Melalui perencanaan yang matang, pihak sekolah dapat menyusun kurikulum yang mencakup aspek-aspek pendidikan agama Pengorganisasian yang baik membantu menciptakan struktur kegiatan ekstrakurikuler berbasis Islam, seperti pengajian, kajian kitab, dan kegiatan sosial yang mendukung pembentukan karakter siswa (Raudhatinur, 2. Lebih jauh lagi, pengendalian yang efektif dalam konteks ini dapat memastikan bahwa setiap aktivitas di SMPN 1 Parigi tetap selaras dengan nilai-nilai Islam. Hal ini mencakup pemantauan terhadap perilaku siswa, penerapan disiplin yang berbasis pada prinsip-prinsip agama, serta penegakan aturan yang mendorong rasa tanggung jawab dan kedisiplinan. Dengan demikian, budaya Islam di SMPN 1 Parigi bukan hanya sekadar pengenalan nilai-nilai agama, tetapi juga merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dengan praktik manajemen yang efektif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan karakter siswa secara holistik (Mulyasa, , 2. Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa penerapan teoriteori manajemen dalam konteks pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional sekolah, tetapi juga berkontribusi pada penguatan identitas dan nilai-nilai 126 | Vol 04 No 1 January 2025 Peran Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi Fitri Syifa Nuriah Islam di kalangan siswa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Peran manajemen kelas dalam meningkatkan budaya Islam di SMP Negeri 1 Parigi sangat krusial, terutama dalam membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Manajemen yang baik mencakup pengaturan tata tertib, lingkungan belajar yang positif, dan penerapan kegiatan yang berlandaskan ajaran Islam. Berdasarkan pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam kurikulum, pelaksanaan kegiatan keagamaan rutin, dan pembentukan kelompok belajar yang mendorong saling menghargai (Kounin, , 1. Selain itu, peran aktif guru dalam mendidik dan menjadi contoh teladan juga sangat berkontribusi dalam menciptakan atmosfer yang mendukung penguatan budaya Islam di sekolah. Kesimpulan Guru di SMP Negeri 1 Parigi memahami pentingnya manajemen kelas sebagai kunci dalam mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Melalui pengelompokan siswa dan penerapan manajemen kelas yang efektif, siswa menjadi lebih semangat dalam belajar, perilaku mereka terarah, dan mereka mampu membedakan antara yang benar dan salah. Penerapan manajemen kelas tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat budaya Islam di sekolah, seperti pelaksanaan shalat duha, membaca Al-Qur'an, dan praktik keagamaan lainnya. Namun, implementasi manajemen kelas ini masih menghadapi beberapa kendala, terutama karena perbedaan latar belakang budaya dan pemahaman agama Meskipun demikian, sekolah telah melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang terstruktur untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa nilai- nilai Islam dapat diterapkan secara konsisten. Proses ini melibatkan seluruh elemen sekolah, dari guru hingga siswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter Islami secara Dengan pendekatan manajemen kelas yang baik. SMP Negeri 1 Parigi berupaya membangun budaya sekolah yang kuat,mendukung baik aspek akademik maupun spiritual siswa. Referensi