DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Implementasi Gaya Kepemimpinan : Studi Kasus Billy Beane Pada Film Moneyball Rodhatul Assita, 2Erindah Dimisyqiyani, 3Amaliyah, 4Rizky Amalia Sinulingga. Gagas Gayuh Aji Manajemen Perkantoran Digital. Universitas Airlangga. Surabaya E-mail: 1rodhatul. assita-2023@vokasi. erindah-dimisyqiyani@vokasi. id, 3amaliyah@vokasi. rizkyamalia@vokasi. id, 5gagas. aji@vokasi. ABSTRAK Kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam menentukan arah, motivasi, dan kinerja organisasi, terutama ketika menghadapi keterbatasan sumber daya dan dinamika perubahan yang cepat. Film Moneyball menggambarkan tokoh Billy Beane sebagai General Manager Oakland Athletics yang berani mengambil risiko melalui penerapan strategi sabermetrics di tengah keterbatasan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi gaya kepemimpinan Billy Beane dalam film Moneyball serta dampaknya terhadap kinerja dan pencapaian tim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi film. Data diperoleh melalui pengamatan berulang pada adegan-adegan yang menunjukkan gaya kepemimpinan Billy Beane, dilengkapi dengan literatur akademis terkait teori kepemimpinan visioner, transformasional, dan otoriter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Billy Beane mengadopsi gaya kepemimpinan multidimensi, yaitu kepemimpinan otoriter, kedua gaya kepemimpinan visioner, ketiga gaya kepemimpinan transformasional. Selain itu, motivasi personal maupun kolektif yang diberikan Billy Beane terbukti meningkatkan kinerja individu dan kolektif tim. Dampaknya. Oakland Athletics berhasil mencetak 20 kemenangan beruntun dan warisan strateginya kemudian diadopsi tim lain. Namun, pada penerapan gaya otoriter Billy Beane terbilang efektif dalam situasi krisis, gaya ini juga menimbulkan resistensi dan konflik internal dengan staf bawahan yang merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini memberi kontribusi pada pemahaman bahwa efektivitas kepemimpinan terletak pada kemampuan adaptif dalam menggabungkan berbagai gaya sesuai situasi. Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian pada perbandingan gaya kepemimpinan tokoh lain dalam film bertema olahraga atau organisasi nyata untuk memperkuat pemetaan teori kepemimpinan dalam praktik. Kata kunci : Kepemimpinan. Kinerja. Motivasi. Sabermetrics. Moneyball ABSTRACT Leadership is a key factor in determining the direction, motivation, and performance of an organization, especially when facing resource constraints and rapid change. The film Moneyball depicts Billy Beane as the General Manager of the Oakland Athletics who dared to take risks by applying sabermetrics strategies amid financial constraints. This study aims to examine the implementation of Billy Beane's leadership style in the film Moneyball and its impact on team performance and achievements. The research method used is descriptive qualitative with film Data was obtained through repeated observation of scenes that show Billy Beane's leadership style, supplemented with academic literature related to visionary, transformational, and authoritarian leadership theories. The results of the study show that Billy Beane adopted a multidimensional leadership style, namely authoritarian leadership, visionary leadership, and transformational leadership. In addition, the personal and collective motivation provided by Billy Beane was proven to improve individual and collective team performance. As a result, the Oakland Athletics managed to score 20 consecutive wins, and his strategic legacy was later adopted by other teams. However, while Billy Beane's authoritarian style was effective in crisis situations, it also caused resistance and internal conflict with subordinate staff who felt they were not involved in decision-making. This research contributes to the understanding that leadership effectiveness lies in the adaptive ability to combine various styles according to the situation. Further research could expand the study by comparing the leadership styles of other figures in Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. sports-themed films or real organizations to strengthen the mapping of leadership theory in Keyword : Leadership. Performance. Motivation. Sabermetrics. Moneyball aspek kinerja dan keberlanjutan organisasi (Latifah. Perubahan era yang ada Kepemimpinan merupakan proses pengaruh yang bertujuan untuk mencapai tujuan menuntut seorang pemimpin memiliki bersama,dengan fokus pada kepemimpinan kemampuan adaptif yang tinggi, agar sebagai proses yang diarahkan untuk mampu memfasilitasi perubahan, inovasi, mempengaruhi sekelompok orang tertentu agar dan pemecahan masalah secara sistematis. mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stogdill Sebelum seorang pemimpin mampu Benmira Agboola, beradaptasi dengan perubahan yang Kepemimpinan telah menjadi topik kajian yang ada,salah satu kemampuan dasar yang perlu penting dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk diperhatikan sebagai seorang pemimpin manajemen (Buengeler et al. , 2. Dalam adalah kemampuan dimana seorang disiplin ilmu manajemen terdapat lima fungsi pemimpin mampu menjelaskan visi, misi, utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, serta strategi yang dimiliki dengan bahasa serta yang mudah dipahami oleh anggota tim Perencanaan (Tsakila et al. , 2. Implementasi gaya merupakan langkah awal untuk menentukan kepemimpinan tidak hanya terlihat dari tujuan sekaligus merumuskan strategi agar keputusan yang diambil, melainkan juga dari tujuan tersebut dapat tercapai. Setelah itu, bagaimana seorang pemimpin mampu pengorganisasian dilakukan dengan cara membangun kepercayaan, menciptakan mengatur sumber daya dan membagi tugas agar kolaborasi, serta meminimalisir persetujuan pelaksanaan lebih terarah dan efisien (Pahira & dari pihak-pihak yang berkepentingan. Gaya kepemimpinan memainkan peran Rinaldy, 2. Fungsi berikutnya adalah kepemimpinan, yang menekankan pada penting karena merupakan cara dimana dalam pemimpin memotivasi, membimbing, dan mengarahkan membimbing individu atau kelompok anggota tim menuju sasaran bersama. untuk mencapai tujuan bersama (Yusria. Selanjutnya, pengendalian berperan penting 2. Agar dapat berfungsi secara efektif dalam memantau jalannya kegiatan, sekaligus sebagai anggota tim, pemimpin perlu mengambil langkah korektif bila ditemukan mengadopsi gaya yang sesuai dengan Sementara itu, pengambilan tujuan yang ingin dicapai. Terdapat keputusan menjadi kunci dalam manajemen beberapa jenis gaya kepemimpinan, karena menentukan pilihan terbaik dari Kepemimpinan berbagai alternatif berdasarkan informasi yang tersedia (Gustinaningsih & Safwandy Nugraha, menyusun visi yang jelas, realistis, dan berorientasi pada masa depan. Seorang Dalam perkembangan zaman modern saat pemimpin dengan gaya ini mampu ini,tantangan sebagai seorang pemimpin tidak membaca arah perubahan zaman, sekaligus hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur menyesuaikan strategi agar organisasi tetap dan mempengaruhi anggota tim, tetapi juga relevan. Tidak hanya menyelesaikan mampu masalah yang ada, pemimpin visioner juga menghadapi dinamika perubahan yang sangat berusaha mengantisipasi tantangan yang cepat dan signifikan. Kepemimpinan menjadi mungkin muncul di masa depan dengan mempengaruhi menyiapkan berbagai alternatif solusi. arah,motivasi,dan kinerja seluruh tim. Oleh Tujuannya adalah memastikan organisasi karena itu dalam dinamika organisasi yang terus dapat berkembang, peran kepemimpinan menjadi berkelanjutan perubahan (Fauzan, 2. Kepemimpinan aspek krusial yang mempengaruhi berbagai PENDAHULUAN Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kepemimpinan di mana pemimpin berusaha memotivasi dan memberi arahan agar bawahan mampu bekerja secara Gaya ini lahir dari dorongan untuk membawa organisasi menuju perubahan yang lebih baik. Dalam praktiknya, pemimpin transformasional mendorong semangat tim dengan memberi inspirasi, motivasi, serta perhatian terhadap (Handayani et al. , 2. sisi lain, gaya kepemimpinan otoriter memusatkan seluruh keputusan hanya pada kewenangannya sendiri tanpa melibatkan orang lain (Syihabuddin et al. , 2. Dalam praktiknya, pemimpin otoriter sering kali mengabaikan masukan atau umpan balik dari tim, sehingga dapat meningkatkan stres di kalangan anggota (Zheng et al. , 2. Meski dalam situasi tertentu gaya ini bisa membuat proses lebih cepat dan efisien, dampak jangka panjangnya cenderung negatif, misalnya berkurangnya keterlibatan anggota tim. Secara umum, kepemimpinan otoriter lebih banyak menghadirkan konsekuensi buruk dibanding manfaatnya, karena setiap keputusan dan kebijakan sepenuhnya ditentukan oleh pemimpin tanpa ruang (Kurniyatillah et al. , 2. Salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan adalah peran seorang pemimpin. Pemimpin yang baik mampu memengaruhi bawahannya serta melibatkan mereka secara aktif untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan, dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat (Roni F. Dalam konteks ini hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja dan pencapaian dalam tim dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan dan kepemimpinan,serta peningkatan kinerja dan pencapaian tim. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Untuk mempelajari implementasi nyata gaya kepemimpinan. Film merupakan media komunikasi yang sering dijadikan Oleh karena itu film memiliki metodologi yang menarik untuk memaknai makna dan tanda dalam film karena film bukanlah instrumen netral dan dapat menghasilkan hasil yang signifikan (Aoki & Santos, 2. Pada film MoneyBall. Billy Beane digambarkan sebagai sosok pemimpin yaitu general manajer tim bisbol Oakland Athletics keputusan yang memiliki risiko tinggi dan mampu beradaptasi dengan inovasi baru. Billy Beane menggunakan metode sabermetrics, yang memanfaatkan pendekatan analisis data Billy Beane sebagai pemimpin dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis dan menawarkan implementasi gaya kepemimpinan Billy Beane pada kinerja dan pencapaian tim Oakland Athletics dalam film MoneyBall yang memberikan pemahaman bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh satu gaya tertentu, melainkan oleh kemampuan adaptasi pemimpin dalam menghadapi keterbatasan dan perubahan yang cepat, sehingga dapat pemimpinpemimpin di dunia nyata. Kajian dalam penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG. , yang pertama point ke-8 mengenai Decent Work and Economic Growth. Tujuan penggunaan inovasi sabermetrics oleh Billy Beane pemanfaatan data dan teknologi mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan organisasi. Dukungan terhadap tujuan ini penting agar organisasi dan masyarakat luas semakin terdorong mengadopsi inovasi sebagai solusi Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. keberlanjutan (Handayani et al. , 2. Selanjutnya penelitian ini berkaitan dengan point ke-16 mengenai Peace. Justice and Strong Institutions, karena menekankan membangun kepercayaan, transparansi, serta kolaborasi dalam organisasi. Tujuan ini menjadi penting untuk mewujudkan tata kelola institusi yang kuat, efektif, dan inklusif (Buengeler et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akademis, tetapi juga memberikan implikasi nyata bagi upaya mendukung LANDASAN TEORI 1 Manajemen Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen sebagai seni yang mengatur pekerjaan melalui orang lain perencanaan,pengorganisasian,kepemimpi nan, dan pengendalian (Robbins & Coulter, 2. Prinsip dasar manajemen menunjukkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh bagaimana sumber daya dikelola. Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen yang berfokus pada upaya mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi interpretasi peristiwa, mengorganisasi aktivitas, membangun komitmen, serta mengembangkan tujuan bersama (Yulk, 2. Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan dapat dipahami sebagai pola perilaku yang digunakan bawahannya agar mampu mengoptimalkan Melalui pendekatan ini, tercapainya tujuan organisasi sekaligus memotivasi karyawan, dengan harapan produktivitas yang dihasilkan menjadi (Hidayat. Gaya kepemimpinan merupakan suatu efek yang dirasakan oleh organisasi, departemen atau kelompok sehingga menciptakan suatu suasana kerja yang optimal dan kondusif dan dapat menghasilkan tujuan atau visi misi yang dicita-citakan (Goleman, 2. 4 Kepemimpinan Otoriter Gaya kepemimpinan otoriter adalah pola kepemimpinan di mana seorang pemimpin mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan anggota tim dalam prosesnya. Segala inisiatif dan langkah organisasi sepenuhnya berada di bawah kendali Biasanya, pemimpin dengan gaya ini memberikan instruksi yang tegas, jelas, dan langsung, lalu menuntut kepatuhan penuh dari bawahan. Meskipun terkesan kaku, gaya kepemimpinan otoriter dapat menjadi pilihan yang efektif ketika organisasi menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan keputusan cepat (Hasnawati et al. , 2. 5 Kepemimpinan Visioner Gaya menggambarkan kemampuan seorang merumuskan, dan menyampaikan gagasangagasan ideal yang dimilikinya, baik yang muncul dari dirinya sendiri maupun hasil interaksi dengan anggota dan stakeholder. Gagasan disosialisasikan, ditransformasikan, hingga cita-cita bersama yang ingin dicapai organisasi di masa depan (Fauzan, 2. Seorang menciptakan visi masa depan melampaui Ciri-ciri Memiliki wawasan masa depan : Dalam hal ini pemimpin memiliki framework yang detail dan jelas tentang visi yang ingin dicapai Berani, percaya diri, dan siap menghadapi risiko : pemimpin visioner mampu membaca dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 menganalisa secara cermat dan akurat transformasional mengenai kejadian-kejadian yang menciptakan budaya organisasi yang dinamis, adaptif, dan siap menghadapi perubahan serta mencapai tingkat kinerja Mampu menggerakkan orang lain yang lebih tinggi (Hasnawati et al. , 2. untuk bekerjasama: seorang 7 Kinerja pemimpin visioner hadir sebagai Kinerja adalah pencapaian kerja yang teladan yang mampu menginspirasi dihasilkan oleh individu maupun kelompok dan memberi contoh nyata bagi dalam sebuah organisasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah Merumuskan visi yang jelas dan diberikan (Robbins & Judge, 2. Kinerja ini didefinisikan sebagai hasil dari penuh inspirasi: pemimpin visioner fungsi pekerjaan yang dipengaruhi oleh memiliki pandangan jauh ke depan, . , progresif, serta menunjukkan . , komitmen tinggi terhadap arah yang . Model ini kemudian dikenal ingin dicapai. dengan AMO Framework (Ability. Mewujudkan visi menjadi aksi nyata: Motivation. Opportunit. , tidak hanya berhenti pada gagasan, menjelaskan bahwa kinerja optimal hanya dapat dicapai apabila ketiga elemen pemimpin visioner mampu tersebut terpenuhi secara seimbang. menerjemahkan visi menjadi misi dan Kemampuan (Abilit. program kerja yang terukur. kapasitas individu, baik secara fisik Membangun hubungan yang efektif: melalui komunikasi yang baik, melaksanakan tugas yang dibebankan pemimpin visioner mampu memberi Dalam motivasi, arahan, serta bimbingan kepemimpinan, pemimpin berperan penting dalam memastikan setiap yang mendukung kerja tim. individu memperoleh pelatihan atau Inovatif dan proaktif: pemimpin visioner memiliki kreativitas tinggi, mampu bekerja sesuai tuntutan peka terhadap peluang dan isu-isu Motivasi (Motivatio. berhubungan terkini, serta berani meninggalkan dengan dorongan internal maupun pola lama untuk menciptakan eksternal yang mempengaruhi semangat kerja individu. Motivasi adalah energi paradigma baru yang lebih dinamis. psikologis yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai tujuan, 6 Kepemimpinan Transformasional motivasi dapat menentukan seberapa Kepemimpinan Transformasional keras usaha yang dikeluarkan dan merupakan gaya kepemimpinan di mana seberapa konsisten individu dalam seorang pemimpin mampu memotivasi dan menyelesaikan pekerjaannya (Robbins menginspirasi bawahannya agar mencapai & Judge, 2. Kesempatan (Opportunit. menekankan Kepemimpinan bahwa kinerja tidak hanya ditentukan perubahan positif dan transformasi dalam oleh kemampuan dan motivasi individu, individu, kelompok, dan organisasi. tetapi juga sejauh mana organisasi Kesadaran emosional dan keterlibatan pribadi dalam membangun hubungan yang positif dengan bawahan juga termasuk ciri Kesempatan dapat berupa akses pada khas dari kepemimpinan transformasional. sumber daya, teknologi, dukungan dari Melalui pendekatan ini, kepemimpinan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. rekan kerja, serta ruang untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Tanpa kesempatan, potensi individu tidak akan terealisasi secara maksimal. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi film. Pendekatan kualitatif dipilih karena menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Abdussamad, 2. Observasi dilakukan secara berulang agar peneliti dapat menangkap nuansa konteks cerita, nilai, dan pesan kepemimpinan yang dibangun oleh narasi dan visual film. Objek penelitian ini adalah implementasi gaya kepemimpinan yang diperankan oleh tokoh Billy Beane. General Manager Oakland Athletics. Sumber data penelitian terdiri atas dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari film Moneyball, khususnya pada adegan-adegan yang menunjukkan Billy Beane. Sedangkan data sekunder berupa literatur relevan, baik buku, artikel, maupun jurnal ilmiah mengenai teori manajemen, kepemimpinan visioner, transformasional, dan otoriter, serta penelitian terdahulu kepemimpinan dalam film atau media Data sekunder berfungsi sebagai landasan teoretis sekaligus pembanding bagi interpretasi peneliti terhadap film (Aoki et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Kepemimpinan Otoriter Gambar 1. Diadakannya rapat rutinan untuk menentukan pemain musim Menit ke-36. Scote Pote : Dia hanya menjawab kepada pemilik dan Tuhan, dia tak perlu jawaban kita. Kita memberi saran, dia membuat keputusan. Grady : Itu tak masalah, tetapi kami sudah bekerja keras enam setengah minggu terakhir membuat klub jadi lebih baik dan kau Billy Beane : Ini bukan diskusi 2 Kepemimpinan Visioner Gambar 2. Billy Beane sebagai pemimpin mencoba memberikan cara pikir jangka panjang kepada tim kepelatihan. Menit ke-11. Billy Beane : Masalah yang kita coba selesaikan adalah ada tim kaya dan ada tim Lalu ada lima puluh kaki sampah, dan lalu ada kita. Ini permainan yang tidak Dan sekarang kita sudah hancur. Kita seperti donor organ untuk tim kaya. Boston telah mengambil ginjal kita. Yankees telah mengambil jantung kita. Dan kalian hanya duduk-duduk kosong lama tentang Autubuh yang bagusAy seolah-olah kita menjual celana jeans. Seolah-olah kita mencari Fabio. Kita harus berpikir berbeda. Kita adalah anjing terakhir di mangkuk. Kalian tahu apa yang terjadi pada anjing terkecil dalam litter? Dia mati. 3 Kepemimpinan Transformasional Gambar 3. Grady menyampaikan kepada Billy Beane bahwa ketidaksetujuannya terhadap terobosan baru yang dibawa oleh Billy Beane. Menit ke-48. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Grady : Ada hal-hal yang hanya Komentator Bisbol : penonton kembali dimengerti orang yang berpengalaman menjadi dalam bisbol, kau meremehkan apa yang menjelaskannya? benar-benar gila! gila! sudah dilakukan pemandu selama 150 4. 2 Pembahasan Penelitian ini menemukan bahwa Billy tahun? Bahkan dirimu? Beane, general manager tim Oakland Billy Beane : Beradaptasi atau mati Athletic dalam film MoneyBall . , 4 Pemberian Motivasi mengimplementasikan gaya kepemimpinan yang mencakup gaya kepemimpinan transformasional, visioner, dan otoriter. Berdasarkan hasil observasi film dan memahami alur cerita dengan seksama dilakukan oleh Billy Beane sebagai berikut : Gambar 4. Billy Beane turun langsung 4. 1 Implementasi Kepemimpinan memberikan motivasi dan membantu Otoriter mengarahkan para pemain bagaimana Kepemimpinan otoriter yang ditunjukkan baiknya untuk mencetak point. Billy beane pada Gambar 1 Billy Beane Menit ke-1. memperkenalkan terobosan baru yaitu Billy Beane : Kau mencetak angkat, kita metode sabermetric untuk menginisiasi Kau gagal, kita kalah. Aku benci krisis pemain tersebut. Dalam metode ini kalah. Chavvie. Aku membenci hal itu. sistem perekrutan atlet tim baseball Billy Beane : Aku benci kalah lebih ditentukan dengan analisis statistik daripada ingin menang, ada perbedaan akumulasi data setiap pemain bukan Billy Beane : Jika lawan memukul pendek, menggunakan reputasi bermain dan lempar ke base pertama. Jangan lempar ke penampilan fisik, atau biasa disebut base kedua Billy Beane : Mereka memberimu keluar, digunakan dalam perekrutan pemain Ucapkan Adanya penolakan besar tersebut Billy Beane sebagai general manager tetap Billy Beane : Ini adalah sebuah proses. Ya? memilih melanjutkan untuk menerapkan 5 Pencapaian Tim metode tersebut dengan menolak keras pendapat dan masukan yang masuk dalam tim kepelatihan tentang bagaimana sudut sabermetrics, artinya Billy Beane sebagai seorang pemimpin memiliki memaksa dalam mengambil keputusan dan memberikan arahan tanpa melibatkan Gambar 5. Oakland Athletics berhasil anggota tim atau bawahannya dalam memenangkan pertandingan selama 20 proses pengambilan keputusan. Gaya kali beruntun, sehingga mencetak sejarah kepemimpinan yang diadopsi oleh Billy sejak 103 tahun bisbol American League. Beane terbilang cukup efektif untuk Menit ke-1. mengatasi situasi darurat atau saat Komentator Bisbol : Homerun Ball !!! Komentator Bisbol : itu kemenangan diperlukan kecepatan dalam pengambilan beruntun 20 kali untuk Oakland Athletics, keputusan demi menyelesaikan krisis yang dalam malam yang luar biasa. Disaat mereka sedang dialami oleh Oakland Athletics kehilangan keunggulan 11:0 dan sekarang (Hasnawati, et al. , 2. Namun berkurangnya keterlibatan anggota lainnya dalam tim untuk pengambilan keputusan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 2 Implementasi Billy Beane mampu merumuskan visi yang jelas dan inspirasional, dengan Kepemimpinan visioner ditunjukkan oleh mengidentifikasi permasalahan inti yang Billy Beane pada Gambar 2 ketika dalam dialami oleh tim Oakland Athletics yaitu forum diskusi pembentukan tim bisbol kehilangan tiga pemain inti tetapi juga setelah tim Oakland Athletic menghadapi permasalahan kesenjangan finansial antar keterbatasan finansial. Dalam menangani tim. Kepemimpinan visioner Billy Beane posisi ini Billy Beane sebagai pemimpin mampu menekankan pentingnya berpikir belum menemukan solusi apa yang tepat berbeda untuk bertahan dalam persaingan untuk menangani krisis yang dialami time. Billy Beane mampu mengubah visi Oakland Athletics, tetapi pada posisi ini menjadi aksi, dengan memiliki pemikiran Billy Beane sebagai general telah memiliki bahwa tim dituntun untuk berpikir berbeda. pemikiran yang berorientasi ke depan. Billy Beane tidak hanya berorientasi pada merumuskan, tuntutan perubahan yang ada, tetapi Billy mengkomunikasikan kepada tim, dan Beane mensosialisasikan hal apa yang harus membawa strategi sabermetrics sebagai diraih bersama (Fauzan, 2. Dengan aksi yang harus dijalankan. mengarahkan timnya untuk mencobaf. Mampu menjalin hubungan secara mengadopsi hal baru dan pemikiran baru, efektif. Billy Beane Billy Beane menunjukkan kepemimpinan menyampaikan visi yang dimiliki secara visioner yang sejalan dengan teori ciri-ciri komunikatif. Meskipun gaya komunikasi kepemimpinan visioner, yaitu : yang disampaikan keras. Billy Beane tetap Billy Beane memiliki wawasan masa berusaha membangun kesadaran bersama depan, sebagai pemimpin Billy Beane bahwa keberhasilan hanya bisa didapat jika menyadari bahwa untuk bertahan, tim seluruh tim memiliki arah yang sama. Oakland Athletics harus menggunakang. Billy Beane menunjukkan sifat inovatif cara yang berbeda dan baru dengan tidak dan proaktif, sikap inovatif dan proaktif lagi bergantung pada cara tradisional yaitu menjadikan Billy Beane sebagai sosok melihat dari penampilan fisik atau pemimpin yang visioner yang mampu popularitas pemain membaca peluang dan memanfaatkan isu Billy Beane menunjukkan sikap berani, kekinian untuk menciptakan keunggulan percaya diri, dan siap mengambil risiko. Billy Beane dengan tegas menolak untuk 4. 3 Implementasi mengadopsi cara lama yaitu hanya dengan berfokus pada penampilan fisik atau Kepemimpinan popularitas pemain. Hal ini menunjukka ditunjukkan oleh Billy Beane dalam bahwa Billy Beane memiliki analisis mengadopsi metode sabermetrics dalam mendalam atas kondisi tim, dan menangani krisis yang sedang dialami tim kesanggupan untuk menghadapi risiko Oakland Athletics, yang pada umumnya tim penolakan internal. Mampu mengajak orang lain untuk perekrutan tim secara tradisional. Salah satu bekerjasama dalam mencapai visi. Billy tim kepelatihan yaitu Grady yang Beane mampu meyakinkan staff dan tim menyuarakan kepada Billy Beane bahwa pelatih bahwa paradigma baru perlu metode baru yang akan diterapkan bagi diadopsi agar Oakland Athletics tetap Grady mustahil untuk diterapkan dalam Hal ini menjadikan Billy Beane dunia baseball karena tolak ukur keahlian sosok pemimpin yang mampu menantang seorang atlet dilihat dalam bagaimana pola pikir lama dan menginspirasi seorang atlet tersebut bermain, bagaimana kekuatan dalam penggunaan fisik ketika bermain, dan spesifikasi khusus dalam tim Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dapat bermain sebagai pitcher, catcher, batter atau infielders. Namun. Billy Beane menyadari dengan adanya keterbatasan yang dimiliki sebagai pemimpin harus berputar otak untuk memikirkan bagaimana mereka bisa bertahan, ditengah persaingan dan kenaikan dana yang harus digelontorkan untuk mampu membeli pemain terbaik. Sementara Oakland Athletics merupakan tim kecil yang harus berusaha lebih keras lagi dan akan tertinggal jika masih bertahan dengan pola lama. Oleh karena itu. Billy Beane sebagai general manager mencoba mendorong perubahan positif dengan mengajak untuk bertransformasi agar dapat bersaing dengan kondisi yang baru, dorongan ini merupakan peringatan keras sekaligus motivasi bahwa bertahan hidup dan relevan kuncinya adalah harus siap untuk beradaptasi. Billy Beane ingin membawa metode ini sebagai kesuksesan tim Oakland Athletic sebagai tim yang memiliki inovasi besar yang dapat membawa perubahan besar bagi masa depan Billy Beane menekankan transformasi individu dan organisasi untuk lebih adaptif, dinamis dan mencapai kinerja yang lebih tinggi melalui keberanian menghadapi perubahan (Hasnawi et al. , 2. Metode inovasi baru sabermatrics yang dijalankan oleh Billy Beane sebagai seorang pemimpin sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG. , yaitu point ke-8 mengenai Decent Work and Economic Growth. Tujuan ini menekankan bahwa penggunaan inovasi sabermetrics oleh Billy Beane menunjukkan pemanfaatan data dan teknologi mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan organisasi. 4 Motivasi yang diberikan dalam pencapaian tim Dalam situasi Gambar ke-4 Billy Beane juga memberikan motivasi emosional ke beberapa pemain bahwa setiap poin yang dicetak ataupun tidak mencetak point dan mengalami kekalahan meskipun Billy Beane membenci akan hal itu tetapi Billy P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Beane memaknai hal tersebut adalah sebuah proses dan hal tersebut merupakan Aksi motivasi yang diberikan Billy Beane meningkatkan kinerja dimulai dari setiap individu yang selanjutnya berdampak pada keseluruhan tim. Billy Beane sebagai pemimpin telah menerapkan elemenelemen yang dibutuhkan dalam mencapai kinerja tim secara seimbang (Robbins & Judge, 2. Hasil capaian kinerja ini didapat dari kemampuan . setiap atlet dalam tim baik secara fisik maupun intelektual, untuk melaksanakan tugas yang dibebankan. Setiap atlet juga mencerminkan kemauan dan kemampuan tinggi dalam memahami instruksi, yang diberikan oleh Billy Beane. Billy Beane memiliki peran penting dalam memastikan pengembangan keterampilan setiap atlet agar mampu bekerja sesuai tuntutan, yang didukung dengan yaitu motivasi . baik dorongan internal maupun eksternal. Motivasi adalah energi psikologis yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai tujuan. Billy Beane mampu membangkitkan meningkatkan kinerja tim (Robbins & Judge, 2. Namun kinerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan motivasi individu, tetapi juga sejauh mana pemimpin dalam tim menyediakan kesempatan bagi anggotanya untuk berkembang. Motivasi yang diberikan Billy Beane sebagai pemimpin berkaitan dengan point ke-16 mengenai Peace. Justice and Strong Institutions, karena menekankan pentingnya kepemimpinan transparansi, serta kolaborasi dalam tim. 5 Orientasi pada hasil kinerja dan pencapaian tim Dampak kepemimpinan Billy Beane sebagai general manager tim bisbol Oakland Athletics terlihat sangat jelas pada pencapaian hasil kinerja tim yang sangat luar biasa. Keberhasilan tim meraih 20 kemenangan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. beruntun pada Gambar ke-6 bukan hanya inovasi, adaptasi, dan disiplin proses sebuah prestasi dalam arena lapangan, benar-benar tetapi juga menjadi bukti bahwa strategi performa kolektif tim, meskipun secara kepemimpinan yang diterapkan Billy finansial Oakland Athletics berada jauh di Beane mampu menghasilkan perubahan bawah tim-tim besar. Billy Beane berhasil yang sangat signifikan. Hal ini dapat membuktikan bahwa keterbatasan sumber dianalisa bahwa kinerja dipengaruhi oleh daya dapat diimbangi dengan strategi tiga faktor utama yaitu kemampuan kepemimpinan yang tepat, pengelolaan . , motivasi . , dan potensi pemain secara maksimal, serta kesempatan . (Robbins & penanaman keyakinan bahwa setiap Judge, 2. Faktor Pertama, dari sisi individu memiliki kontribusi penting bagi kemampuan. Billy Beane tidak berfokus keberhasilan tim. pada nama besar atau popularitas pemain, 5. KESIMPULAN melainkan pada potensi dan keterampilan Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya statistik yang dimiliki setiap individu. Hal kepemimpinan yang diadopsi Billy Beane ini terlihat dalam strategi sabermetrics Dampak penerapan kepemimpinan ini yang ia terapkan, di mana pemain dengan menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan kemampuan yang tepat pada posisi tertentu yang diadopsi oleh pemimpin yang akan lebih diprioritaskan untuk mendukung berpengaruh pada kinerja tim dan kebutuhan tim secara kolektif. Yang pencapaian dalam tim, dengan demikian Kedua, faktor motivasi terlihat dari penelitian bagaimana Billy Beane terus memberikan kepemimpinan yang adaptif, visioner dan dorongan kepada pemainnya, baik melalui berorientasi pada hasil mampu mendorong motivasi personal kepada setiap atlet organisasi untuk bertahan menghadapi dalam tim maupun motivasi kolektif yang keterbatasan, mencetak prestasi bersejarah, menegaskan pentingnya disiplin dan fokus serta meninggalkan pengaruh jangka pada proses agar tim bisa meraih panjang bagi perkembangan organisasi Motivasi inilah yang maupun bidang yang lebih luas. membentuk mentalitas pantang menyerah, 6. UCAPAN TERIMA KASIH