Vol 8. No 2. Maret 2026. org/10. 38189/jtbh. ISSN 2654-5691 . 2656-4904 . Available at: e-journal. id/index. php/jbh Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam Etika Pergaulan Modern Paulus Kunto Baskoro1 paulusbaskoro1177@gmail. Roy Ferisa Satya Pandora2 roypandora20@gmail. Abstract AuWho is my neighbor?Ay This question was posed by a scribe, motivated by his understanding that AuneighborAy was limited to Jews alone. Jews considered themselves the most holy, chosen by God, and had no regard for foreigners or people other than their own. This understanding tended to limit their behavior to loving others beyond a specific relationship. This study focuses on uncovering the theological meaning contained in Luke 10:25-37. The research method used is descriptive qualitative research. The purpose of this study is to discover the correct principle according to biblical standards regarding the meaning of Auwho is my neighborAy and to clearly convey the Lord Jesus' intent and purpose in giving the parable in Luke 10:25-37 and its implications for the lives of believers today, so that the love of every believer can be expressed to everyone, without discrimination. Keywords: love. Lord Jesus. Gospel Luke Abstrak AuSiapakah sesamaku manusia?Ay Pertanyaan ini diajukan oleh ahli Taurat yang dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya bahwa Ausesamanya manusiaAy hanya terbatas pada kaum Yahudi saja. Orang Yahudi menganggap diri mereka sendiri paling kudus, dipilih Tuhan dan tidak memikirkan orang asing atau bangsa lain selain kaum mereka sendiri. Pemahaman ini cenderung membatasi perilaku mereka untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Penelitian ini berfokus mengungkapkan makna teologis yang terkandung dalam Lukas 10:25-37. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip yang benar sesuai dengan standar Alkitab mengenai makna Ausiapakah sesamaku manusia,Ay dan menyampaikannya dengan jelas akan maksud dan tujuan Tuhan Yesus dalam memberikan perumpamaan sesuai Lukas 10:25-37 serta implikasinya bagi kehidupan orang percaya di masa kini, supaya kasih setiap orang percaya dapat dinyatakan kepada setiap orang, tanpa membeda-bedakan. Kata-kata kunci: kasih. orang percaya. Tuhan Yesus. Injil Lukas Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 PENDAHULUAN Manusia sebagai makhluk sosial, secara hakiki memerlukan sesamanya, membutuhkan kasih sayang, uluran tangan dan juga penerimaan oleh orang lain. Karena itu, manusia perlu untuk membangun hubungan dengan sesamanya. Dalam rangka membangun hubungan tersebut semestinya tanpa memandang segala perbedaan latar belakang sosial yang melekat di dalamnya. Manusia perlu menjalin hubungan dan merawatnya agar tetap Faktanya masih dijumpai konflik-konflik atau perbenturan di masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang seperti sara dan keadaan sosialnya lainnya. 3 Hal ini membuat hubungan antara manusia menjadi tidak harmonis dan cenderung memandang sebelah mata. Lukas 10: 25-37 berisi percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat tentang orang Samaria yang baik hati. AuSiapakah sesamaku manusia?Ay Pertanyaan ini bermula dari hukum kasih. Aukasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy (Luk. Sekalipun bertujuan untuk mencobai Yesus, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus Ausiapakah sesamaku manusia?Ay Bagi orang Yahudi, sesama adalah satu agama dan satu bangsa. Lukas menulis jawaban Yesus, bahwa sesama tidak dibatasi oleh bentuk identitas apa pun. Lukas menjelaskan, bahwa Yesus sangat peduli terhadap orang-orang yang miskin dan tidak berdaya (Luk. 4:18-. Itu sebabnya, dalam percakapan tersebut. Lukas menekankan. Ausesama manusiaAy adalah semua orang, sekalipun berbeda, bahkan orang yang dianggap musuh atau memusuhi harus dikasihi dan ditolong. 4 Sebab di hadapan Yesus, setiap orang berharga dan memiliki nilai yang mulai, sebagai ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan Tuhan. Yesus menceritakan kisah itu untuk menunjukkan kemunafikan para pemimpin agama Yahudi di Yerusalem. Perumpamaan tersebut menggambarkan betapa belas kasih mendapat posisi yang tersisihkan dalam sistem agama pada masa itu. 5 Perikop ini perlu dipelajari, supaya dapat menemukan konsep yang benar tentang sesama manusia. Lukas menunjukkan konsep Ausesama manusiaAy yang harus dikasihi tidak dibatasi oleh ikatan apa pun, bahkan musuh pun harus dikasihi, seperti mengasihi diri sendiri. Dengan demikian, diharapkan setiap orang dapat mengasihi sesamanya seperti mengasihi dirinya sendiri. Hal Kalis Stevanus. Memaknai Kisah Orang Samaria Yang Murah Hati Menurut Lukas 10: 25-37 Sebagai Upaya Pencegahan Konflik, 2020. Horbanus Josua Simanjuntak. AuKonsep Sesamaku Manusia Dalam Lukas 10: 25-37,Ay Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama 3, no. : 43Ae53. Robert Tillman Kendall. The Parables of Jesus: A Guide to Understanding and Applying the Stories Jesus Told (Chosen Books, 2. , 23. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . ini tentu akan membawa dampak positif terhadap keharmonisan hubungan dengan semua orang, sehingga dapat menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan, seperti satu bangsa. Kisah tentang orang Samaria yang murah hati ini disampaikan Tuhan Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan seorang ahli Taurat kepada-Nya tentang AuSiapakah sesamaku Ay Melalui kisah ini, sebenarnya Tuhan Yesus ingin menuntun ahli Taurat itu untuk bisa menjawab pertanyaannya sendiri, yaitu AuOrang yang telah menunjukkan belas kasihan Ay Sebab itu diharapkan agar jawaban tersebut juga akan menuntun orang Kristen dalam praktik hidup yang bersinergi di masyarakat yang beragam terutama di masa kini. Sebab setiap orang percaya harus menjadi teladan bagi setiap orang. Timotius Wibowo membaca kisah orang Samaria yang murah hati ini dalam psikologi sosial untuk mengeksplorasi perbuatan baik kepada sesama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dari perspektif perilaku moral para tokoh dalam perumpamaan 7 Phang membuat kajian biblis Ae teologis untuk mengungkap bahwa tindakan mengasihi sesama diyakini sudah ada sejak manusia sebagai bakal anak, sehingga keterlibatan pribadi sejak dini dapat dilatih untuk mengasihi sesama. 8 Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang menjadi pribadi yang layak dikasihi. Menyadari betapa pentingnya makna yang benar tentang Ausesama manusiaAy ini, penulis tergerak untuk menyelidiki dan melakukan tafsiran terhadap teks-teks Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, sehingga dapat menolong pembaca untuk melihat makna teologis dari teks-teks tersebut yang relevan atau masih bisa diterapkan ke dalam kehidupan masa kini. Teks Lukas 10:25-37 yang tentu saja akan menjadi satu pembelajaran bagi seluruh umat manusia di saat ini, terutama dalam hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial yang saling terikat satu dengan yang lainnya dalam berinteraksi di kehidupan nyata ini. Dalam hal ini, fokus dalam penelitian ini secara khusus memuat fakta biblika mengenai sikap eksklusivisme ahli Taurat. Penulis membangun latar belakang dengan menunjukkan adanya distorsi pemahaman tentang hukum kasih yang hanya dibatasi pada kelompok sendiri. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk meluruskan pemahaman AusesamaAy yang sering kali masih dipraktikkan secara diskriminatif oleh orang percaya masa kini, serupa dengan kesalahan ahli Taurat tersebut. Penulis secara jelas Kalis Stevanus. Memaknai Kisah Orang Samaria Yang Murah Hati Menurut Lukas 10: 25-37 Sebagai Upaya Pencegahan Konflik, 2020. Timotius Wibowo. Membaca Kisah Orang Samaria Yang Murah Hati Dengan Kacamata Psikologi Sosial, 2000. Benny Phang. AuTergeraklah Hatinya Oleh Belas Kasihan Belajar Dari Perumpamaan Orang Samaria Yang Murah Hati (Luk 10: 25-. Dalam Mengasihi Embrio Manusia Sebagai Sesama,Ay Studia Philosophica et Theologica 19, no. : 57Ae79. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 menyatakan ingin menjawab apa makna teologis dari ungkapan Ausiapakah sesamaku manusiaAy dan bagaimana implementasinya bagi orang percaya masa kini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar, mengkaji secara mendalam sesuai dengan standar Alkitabiah sehubungan dengan pengertian siapakah sesamaku manusia. Menyampaikan dengan jelas akan tujuan dari Tuhan Yesus memberikan perumpamaan sesuai Lukas 10:25-37 serta pandangan dan pemahaman yang benar tentang siapakah sesamaku manusia. Merupakan kelanjutan dari penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Josep Christ Santo yang membahas tentang Nilai-Nilai Kemanusiaan yang Melintasi Batas Keagamaan dalam Narasi Orang Samaria yang Baik Hati. 9 Manfaat penulisan ini adalah untuk semakin menambah wawasan dan pengetahuan yang benar tentang pengertian siapakah sesamaku manusia. Kiranya tulisan ini berguna untuk mencapai pengertian tertinggi dari Alkitab sehubungan dengan siapakah sesamaku manusia serta implikasinya bagi kehidupan masa kini. METODE PENELITIAN Artikel ini memakai metodologi kualitatif deskriptif10 sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan analisis data. Penulis melakukan kajian pustaka buku dan jurnal yang relevan dengan judul dalam artikel dan analisis teologis pada Injil Lukas 10:25-37 sebagai konstruksi untuk memahami konsep kasih kepada sesama. Adapun teks yang ingin peneliti analisis lebih dalam adalah Lukas 10:25-37 dengan mencari kata asli dari beberapa teks penting kemudian diteliti akar katanya dan dikaji secara hermeneutik, sehingga menghasilkan prinsip-prinsip penting dalam implementasinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Injil Lukas Sebelum membahas lebih dalam mengenai perikop orang Samaria yang baik hati ini baiklah perlu memahami dahulu secara sekilas mengenai kitab di mana kisah ini dimuat, yaitu dalam Injil Lukas. Injil Lukas sebagai bagian dari Injil-injil Sinoptik tampaknya merupakan Injil yang paling muda, kira-kira sekitar tahun 90-an Masehi. 11 Eusebius berpendapat. Lukas berasal dari Antiokhia di Siria. Menurut teks yang diterima secara Joseph Christ Santo. AuNilai-Nilai Kemanusiaan Yang Melintas Batas Keagamaan Dalam Narasi Orang Samaria Yang Baik Hati,Ay Manna Rafflesia 11, no. : 116Ae27. Dr Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif, 2010, 31. Willi Marxen. AuPengantar Perjanjian Baru: Pendekatan Kritis Terhadap Masalah-Masalahnya,Ay Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003, 179. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . Lukas bergabung bersama Paulus ketika ia memasuki Eropa untuk pertama kalinya. Menurut Paulus. Lukas adalah seorang dokter dan memang sering dikemukakan bahwa penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul menunjukkan pengetahuan khusus tentang bahasa 12 Cara penulisannya sangat cermat dan bergaya bahasa seorang dokter. 13 Lukas bukanlah seorang penonton biasa yang melihat kebenaran kekristenan dari luar kalangannya, tetapi ia sendiri adalah seorang pengkhotbah dan penginjil yang aktif. Ia adalah seorang penulis sejarah gereja dan seorang sastrawan pendukung agama Kristen yang pertama. Lukas adalah pribadi yang sangat detail dalam memberikan pemahaman tentang Yesus yang mengasihi setiap orang. Di antara ketiga Injil Sinoptik. Lukaslah yang paling banyak memberikan keterangan mengenai asal usulnya sendiri. Sang penulis yang tidak memberitahukan namanya menyatakan suatu bab pembukaan yang menyatakan tujuan dalam menulis injil ini, metode yang ia gunakan dan hubungannya dengan rekan-rekan sesamanya yang sudah mencoba melakukan hal yang sama. Kata pembuka ini (Luk. 1:1-. adalah kunci bagi kitab ini dan juga bagi kitab Kisah Para Rasul. Injil Lukas dan Kisah Para Rasul dianggap merupakan suatu kesatuan. Kitab Lukas memiliki ciri khusus yaitu penitikberatan pada perhatian dan kasih Yesus kepada orang-orang yang berdosa, miskin. AohilangAo dan tersisihkan. 15 Injil Lukas juga memberikan peranan yang lebih besar kepada perempuan. Apabila diamati bahwa kitab Lukas merupakan satu kesatuan dengan kitab Kisah Para Rasul, maka dapat dipahami pesan keselamatan juga ditujukan kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Tradisi yang mengaitkan Injil ketiga dengan seseorang yang bernama Lukas berasal dari abad ke-2 M. Kanon Muratoria dan prakata anti-Marcion pada Injil Lukas, serta Ireneus. Clemens dari Aleksandria. Origenes dan Tertullianus, semuanya menyebut Lukas sebagai penulisnya. Acuan yang paling tua ditemukan dalam Irenaeus yang menyatakan bahwa Lukas, pendamping Paulus, menuliskan injil yang diberitakan Paulus itu dalam sebuah buku. Pernyataan dalam kanon Muratorion pun sama. Di sini Lukas disebut dengan jelas sebagai John Drane. Memahami Perjanjian Baru (BPK Gunung Mulia, 1. , 212. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. AuMemaknai Hospitalitas Di Era New Normal: Sebuah Tinjauan Teologis Lukas 10: 25-37,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen 5, no. : 43Ae58. Yusak B. Hermawan. My New Testament: Menjelajah Dunia Perjanjian Baru Untuk Memahami Dan Mendalami Kitab-Kitab Di Perjanjian Baru (PBMR ANDI, 2. , 219. Duyverman Me Drs. Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru (BPK Gunung Mulia, 1. , 124. John Drane. Memahami Perjanjian Baru (BPK Gunung Mulia, 1. , 211. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 seorang dokter . Kol. 4:14. 1 Tim. 4:11. Fil. 17 Injil Lukas ditulis diluar Palestina untuk umat Kristen bukan-Yahudi. Di mana perselisihan tentang adat dan hukum bangsa Yahudi tidak penting lagi. Adapun ciri-ciri kitab Lukas adalah sebagai berikut: satu. Injil Lukas merupakan Injil pertama dari 2 jilid sejarah mengenai kekristenan mula-mula yang dilanjutkan dalam Kisah Para Rasul. Gaya dan jenis bahasa keduanya begitu mirip dan ditujukan kepada orang yang sama yaitu Theofillus. Dua. Injil Lukas merupakan injil yang memberitakan kabar baik mengenai kehadiran Yesus bagi semua orang. Tiga, lebih menonjolkan sifat-sifat kemanusiaan Tuhan Yesus dan kemudian dinyatakan dalam ajaran-Nya. 18 Empat, satu hal yang diistimewakan Lukas ialah perhatian terhadap orang yang menderita, miskin dan Misalnya hanya Lukas yang menceritakan perumpaan tentang Dirham dan anak yang hilang (Luk. 15:8-. Perhatian Lukas adalah orang yang hina-hina. 19 Lima, menitikberatkan pada perhatian dan kasih Yesus kepada orang-orang yang berdosa, miskin. AohilangAo dan tersisihkan. Juga memberikan peranan yang lebih besar kepada perempuan. Lukas memberitahu tentang penulisan dalam kata pengantarnya (Luk. 1:1-. Ia menulis kepada seorang yang bernama Theofilus. Lukas menulis Injilnya untuk menolong Theofilus dan orang percaya lainnya agar memperoleh pengertian yang lebih banyak tentang iman Kristen. 21 Lukas sebagai pribadi yang serius dalam menulis tentang Yesus sebagai Pribadi Anak Manusia Sejati. Kajian Teologis Lukas 10:25-37 Perikop mengenai orang Samaria yang murah hati ini dapat diduga berasal dari sumber khusus Lukas. Kesimpulan ini dapat diambil karena perikop ini tidak memiliki paralelnya di Injil lain. Lukas 10: 25-37 adalah percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat tentang Auorang Samaria yang baik hati. Ay Inti percakapan itu. AuSiapakah sesamaku manusia?Ay Pertanyaan ini bertitik tolak dari hukum kasih. Aukasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy (Luk. 10: . Bagi orang Yahudi, sesama adalah satu agama dan satu bangsa. Kasih menjadi sentral penting pelayanan Yesus. Willi Marxen. AuPengantar Perjanjian Baru: Pendekatan Kritis Terhadap Masalah-Masalahnya,Ay Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003, 199. Sidlow Baxter and James Sidlow Baxter. BaxterAos Explore the Book (Zondervan, 1. , 134. Duyverman Me Drs. Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru (BPK Gunung Mulia, 1. , 55. Willi Marxen. AuPengantar Perjanjian Baru: Pendekatan Kritis Terhadap Masalah-Masalahnya,Ay Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003, 173. John Drane. Memahami Perjanjian Baru (BPK Gunung Mulia, 1. , 211. France and Yesus Sang Radikal. AuPotret Manusia Yang Disalibkan,Ay Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004, 77. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . Ellen G White mengemukakan tujuan perumpamaan ini dalam dua hal yaitu. Pertama, cerita tentang orang Samaria yang murah hatinya. Kristus melukiskan sifat agama yang benar. Kedua. Ia menunjukkan bahwa agama yang benar itu bukannya bergantung pada peraturan, kepercayaan atau upacara agama, melainkan dalam melakukan perbuatan kasih, dalam membawa keuntungan terbesar kepada orang lain, dalam kebaikan sejati. 23 Yesus sangat memperhatikan setiap orang dengan sentuhan kasih-Nya. Lebih lanjut Ellen G. White menyatakan fokus penekanan pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati dalam Lukas 10: 25-37 adalah sebagai berikut: Satu, di kalangan orang Yahudi pertanyaan ini menyebabkan perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Dua, orang kafir dan orang Samaria, mereka inilah orang asing dan musuh orang Yahudi. Tiga, hubungan dengan orang banyak yang tidak berpengetahuan dan kurang berhati-hati akan menyebabkan kenajisan bagi orang Yahudi. Empat, penulis Injil Lukas menulis jawaban Yesus, bahwa sesama tidak dibatasi oleh bentuk identitas apa pun. Lima, itu sebabnya, dalam percakapan tersebut. Lukas menekankan Ausesama manusiaAy adalah semua orang, sekalipun berbeda, bahkan orang yang dianggap musuh atau memusuhi harus dikasihi dan ditolong. Analisis Kata AuSesamaAy dalam Lukas 10:25-37 Judul perikop Lukas 10: 25-37 adalah AuOrang Samaria yang Murah Hati. Ay Teks ini dibagi dalam beberapa bentuk: Ayat 25-29: bentuk dialog, yaitu antara Yesus dan seorang ahli Taurat. Ayat 27 adalah pengakuan iman dan pengetahuan dari seorang ahli Taurat. Ayat 28 adalah perintah Yesus kepada ahli Taurat untuk melakukan pengakuan imannya. Ayat 29 adalah pembelaan diri ahli Taurat yang menyatakan, bahwa dia adalah benar. Ayat 30-35: bentuk perumpamaan suatu cerita yang berupa kiasan yang dipergunakan oleh Yesus untuk menjelaskan konsep sesama manusia yang sebenarnya. Ayat 36-37a: lanjutan dialog yang menegaskan tentang sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun. Ayat 37b: bentuk perintah, setelah ahli Taurat itu menjawab pertanyaan Yesus dengan jawaban. AuOrang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya,Ay maka Yesus berkata. AuPergilah dan perbuatlah demikian!Ay Analisis Kata AuSesamaAy Berdasarkan Literal Dalam Alkitab Perjanjian Lama arti kata rea adalah teman, rekan, kawan setanah air. Kata ini terdapat dalam Keluaran 20:16. Imamat 19:18. Hakim-hakim 7:13. Amsal 3:28. 11:9. Yeremia 5:8. Arti kata amith adalah teman sejawat, keluarga, sanak saudara terdapat dalam Imamat 6:2. 18:20. 25:14. Arti kata qarob adalah dekat, kawan karib. TasiAoNugroho. Kerinduan Pada Allah (Buku Abdi, 2. , 114. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 hubungan keluarga, sejawat, teman tetangga terdapat dalam Keluaran 32:7 dan Yosua 9:16. Kajian Ae kajian nast tersebut menunjukkan makna sesama yang menjadi dasar pemahaman tentang sesama, secara paralel dengan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru menekankan tiga kata yang dipakai untuk menerjemahkan kata Ausesama,Ay yaitu: geiton, perioikos dan Arti kata geiton adalah setanah air dan tetangga. Kata ini terdapat dalam Lukas 14:12. 15:6, 9. Arti kata perioikos adalah tetangga, orang yang berada di sekeliling tempat. Kata ini terdapat dalam Lukas 1:58. Arti kata plesion adalah sesama, tetangga, teman. Kata ini terdapat dalam Matius 5:43. 19:19. 22:39. Markus 12:31, 33. Lukas 10:27, 29, 30. Analisis Kata AuSesamaAy Berdasarkan Gramatikal Kata AusesamaAy yang dipakai dalam Lukas 10: 25-37 adalah plesion. Dalam Septuaginta (LXX), kata plesion dipakai untuk menerjemahkan kata rea, amith, dan qarob. Ketiga kata Yunani tersebut memiliki arti dan makna, bahwa sesama adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan orang lain dalam ikatan keluarga, persahabatan, teman, tetangga dan sebangsa. Kata ini terdapat dalam Keluaran 32:27. Imamat 21:2. 32:35. Mazmur 15:3. Arti kata kev' . adalah penduduk, tetangga, sesama. Kata ini juga terdapat dalam Keluaran 3:22. Rut 4:17. Mazmur 44:13. 79:4-12. Keempat kata Ibrani tersebut memiliki arti dan makna, bahwa AusesamaAy adalah orang yang memiliki hubungan dengan orang lain dalam ikatan, keluarga, teman atau kawan, sejawat, tetangga, keluarga dan sebangsa atau setanah air. Pemahaman ini sangat mempengaruhi kehidupan orang Yahudi dalam menentukan ikatan hubungan dengan sesamanya. 27 Hal ini menjadi kunci pemahaman tentang makna Ausesama. Ay Makna Kata AuSesamaAy Berdasarkan Historikal Dalam Ayat 30, peristiwa ini terjadi di kota Yerikho. Yerikho adalah sebuah kota yang terletak 15 mil sebelah timur laut dari Yerusalem. Jalur ini merupakan jalur yang ramai karena banyak perjalanan dilakukan antara Yerikho dan Yerusalem. Kondisi geografis jalur perjalanan ini adalah bergunung-gunung, berbatu, dan juga melewati gurung. Kondisi ini cocok untuk para penyamun bersembunyi dan mencari mangsa. Jalur ini disebut jalur Yakup Hariyanto. AuMengulik Makna Konsep Penebusan Dalam Kitab RUT,Ay Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat 3, no. : 120Ae29. John Eadie. An Analytical Concordance to the Holy Scriptures. Or. The Bible Presented Under Distinct and Classified Heads Or Topics (Richard Griffin and Company, 1. , 145. Alfred Shenington Geden and William Fiddian Moulton. A Concordance to the Greek Testament (T. & T. Clark, 1. , 234. Horbanus Josua Simanjuntak. AuKonsep Sesamaku Manusia Dalam Lukas 10: 25-37,Ay Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama 3, no. : 43Ae53. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . loody wa. karena banyak terjadi pembunuhan dan perampokan disana. Historis yang penting dalam cerita ini. Kota Yerusalem terletak di tempat yang tinggi dengan ketinggian 762 meter di atas permukaan laut sementara kota Yerikho terletak di lembah dengan ketinggian 234 meter di atas permukaan laut sehingga orang dalam kisah ini dikatakan turun dari Yerusalem. Imam adalah orang-orang yang bertugas menjalankan ritual keagamaan di Bait Suci. Para imam ini dibagi menjadi 24 kelompok yang setiap kelompok bertugas selama 1 minggu per waktu sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Meskipun begitu dalam hari-hari raya besar mereka semua diminta untuk bertugas. 30 Orang Lewi juga merupakan petugas dalam Bait Suci. Tugas mereka ialah bernyanyi dan memainkan musik untuk ibadah-ibadah yang berlangsung, membantu pekerjaan para imam dan menjadi penjaga. 31 Orang Samaria adalah penduduk wilayah Palestina bagian utara, yang dulunya menjadi wilayah kerajaan Israel Utara. Sejak abad ke-6 SM, ada pertentangan antara orang-orang Samaria dengan orangorang Yahudi, yang berlangsung hingga masa Perjanjian Baru. Pertentangan tersebut terutama disebabkan alasan etnisitas, yang mana orang-orang Yahudi menganggap orangorang Samaria tidak berdarah Israel murni karena merupakan hasil pernikahan campur orang Yahudi dengan non-Yahudi. Selain itu, dalam hal keagamaan juga ada perbedaan di antara keduanya sehingga orang-orang Yahudi menganggap ibadah orang-orang Samaria tidaklah Di sisi lain, orang-orang Samaria juga melihat orang-orang Yahudi secara negatif. Orang-orang Samaria menganggap diri mereka sebagai bangsa Israel yang benar, dan memisahkan diri dari kalangan bangsa Israel yang telah dicemarkan oleh imam Eli pada zaman Samuel. 32 Imam-imam memiliki tugas penting dalam Bait Allah. Tampaknya sebagian besar imam dan orang Lewi yang bertugas di Bait Suci tidak tinggal di Yerusalem tetapi di tempat lain. Yerikho merupakan salah satu tempat tersebut. Diduga ada kurang lebih 12 ribu imam dan orang Lewi tinggal di sana . umlah total imam Bait Allah adalah sekitar 7200 orang dengan jumlah orang Lewi yang lebih banyak lag. Berdasarkan fakta ini maka adalah wajar jika Imam dan orang Lewi melakukan perjalanan melalui jalur tersebut. John Wesley. John WesleyAos Notes on the Whole Bible: New Testament (Christian Classics Ethereal Library, 1. , 346. Campbell Morgan. Exposition of The Whole Bible: Chapter by Chapter in One Volume (Wipf and Stock Publishers, 2. , 236. James S. Jeffers. The Greco-Roman World of the New Testament Era: Exploring the Background of Early Christianity (InterVarsity Press, 2. , 565. Wismoady Wahono. Di Sini Kutemukan: Petunjuk Mempelajari Dan Mengajarkan Alkitab (BPK Gunung Mulia, 1. , 324. Jacob Neusner. Judaism: The Evidence of the Mishnah (Wipf and Stock Publishers, 2. , 123. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 Dalam ayat 31-32 dikatakan dalam teks ada seorang imam dan Lewi yang melewati daerah tersebut dan menemukan orang yang sedang tergeletak di jalan tersebut yang baru saja di rampok dan dipukuli sampai setengah mati. Namun, imam tersebut hanya melewatinya saja dan tidak menolongnya. Ia tidak menolong dikarenakan ia teringat akan ketentuan bahwa barangsiapa yang menyentuh orang mati maka ia menjadi najis selam tujuh hari (Bil. Imam ini ragu-ragu apakah ia masih hidup atau sudah mati, oleh karena itu ia tidak mau menolongnya. Selain ia menjadi najis dan tidak dapat melakukan kegiatan di Bait Allah, untuk menjadi tahir seorang imam tersebut harus melakukan ritual yang rumit dan juga membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukan pentahiran tersebut (Bil. Sehingga kemungkinan dengan alasan tersebut imam ini tidak menolong orang ini dan lebih mementingkan kehidupan pribadinya daripada menolong sesama. 33 Hal ini menjadi perhatian khusus sebagai seorang imam. Kemudian di ayat 32 juga dikatakan bahwa orang Lewi juga melihat orang yang tergeletak tersebut, namun dia juga tidak menolongnya. Biasanya para bandit mempunyai strategi untuk menarik mangsanya. Bisa saja orang yang sedang terbaring itu adalah salah seorang anggota mereka sendiri yang bertindak sebagai korban. Kalau orang Lewi itu berhenti di situ maka dengan tiba-tiba para perampok juga akan menyergap dia dan merampok harta bendanya. Orang Lewi terkenal dengan semboyan Aupertama-tama adalah keamanan diriAy, jadi ia tidak mau mengambil risiko dengan menolong orang tersebut. Selain takut jika korban itu adalah strategi yang digunakan oleh perampok, kemungkinan orang Lewi juga takut menjadi najis mengingat ia mempunyai tugas di dalam Bait Allah seperti yang telah dijelaskan di atas. Ayat 33-35, datanglah seorang Samaria, di mana diketahui bahwa orang Samaria dan orang Yahudi memiliki relasi yang buruk dan sering kali bermusuhan. Namun, justru dalam ayat ini dikatakan bahwa orang Samaria inilah yang mau menolong orang yang tergeletak ini dan juga mau membawanya ke penginapan dan merawatnya. Orang Samaria ini pergi menolong dan membalut luka-luka yang diderita oleh korban perampokan tersebut. Tidak cukup sampai di situ ia menunjukkan belas kasihannya dengan menyiramkan minyak dan anggur yang seharusnya disiapkan olehnya untuk kebutuhannya selama perjalanan, tetapi ia justru menggunakan itu untuk orang yang baru saja dikenalnya. Memang orang pada zaman tersebut kerap membawa minyak dan anggur sebagai bekal dalam William Barclay. Pash Injil Lukas (BPK Gunung Mulia, 1. , 24. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . perjalanan yang jauh untuk merawat luka . Yes 1:. 34 Biasanya benda-benda tersebut dipergunakan untuk menghangatkan tubuh atau untuk bahan bakar lampu atau obor di perjalanan pada malam hari. Tetapi orang Samaria itu tidak memikirkan keperluannya. Dalam pikirannya hanya menolong korban yang setengah mati itu. 35 Siapa pun itu adalah sesamanya yang harus ditolong. Dalam ayat 36. Yesus bertanya kepada ahli Taurat siapakah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun tersebut. Kemudian di ayat 37. Ahli Taurat ini menjawab Yesus dengan cara yang mungkin tidak lazim. Bukannya menjawab secara langsung yaitu orang Samaria, tetapi justru ahli Taurat menjawab Audia yang telah menunjukkan belas kasihan. Ay Mungkin ini disebabkan rasa bermusuhan antara orang Yahudi dengan orang Samaria sehingga dia enggan bahkan untuk menyebut orang Samaria itu sebagai orang yang menolong. Apa pun itu Yesus menganggap jawaban ahli Taurat itu memuaskan dan memerintahkannya untuk mempraktikkannya. Aplikasinya dalam Etika Pergaulan Modern Perumpamaan orang Samaria yang murah hati dapat diartikan sebagai sebuah cerita tentang bagaimana menggunakan kesuksesan materi untuk memberi manfaat bagi orang lain. Dalam perumpamaan ini, orang Samaria membelanjakan uangnya untuk orang asing tanpa kewajiban langsung untuk melakukannya. Mereka tidak mempunyai hubungan kekerabatan atau bahkan karena iman. Memang benar, orang Samaria dan Yahudi sering kali bermusuhan satu sama lain. Namun dalam pikiran Tuhan Yesus, mengasihi Tuhan berarti menjadikan siapa pun yang membutuhkan bantuan menjadi Ausesama. Ay Tuhan Yesus menekankan hal ini dengan membalikkan maksud pertanyaan awal ahli Taurat tersebut. Pengacara mereka bertanya. AuSiapakah sesamaku?Ay pertanyaan yang diawali dari diri sendiri kemudian menanyakan siapa diri yang wajib membantu. Yesus membalikkan pertanyaan itu. AuSiapakah di antara ketiga orang itu yang merupakan sesama manusia?Ay sebuah pertanyaan yang berpusat pada orang yang membutuhkan, dan menanyakan siapa yang wajib menolongnya. Jika setiap orang percaya mulai memikirkan orang yang membutuhkan pertolongan, dan bukan memikirkan diri sendiri, apakah hal ini memberi sudut pandang berbeda mengenai apakah Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk membantu. Deky Hidnas Yan Nggadas. AuTeologi Misi Dalam Injil Lukas: Penundaan Parousia Sebagai Lensa Tafsir?,Ay Views: Jurnal Teologi Dan Biblika 1, no. : 1Ae14. Horbanus Josua Simanjuntak. AuKonsep Sesamaku Manusia Dalam Lukas 10: 25-37,Ay Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama 3, no. : 43Ae53. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 Ini tidak berarti orang percaya dipanggil untuk memiliki ketersediaan yang mutlak dan tidak terbatas. Tidak ada seorang pun yang dipanggil untuk memenuhi semua kebutuhan Itu di luar kemampuan. Orang Samaria tidak berhenti dari pekerjaannya untuk mencari setiap pelancong yang terluka di Kekaisaran Romawi. Namun ketika dia bertemu dengan seseorang yang membutuhkan bantuan yang bisa dia berikan, dia mengambil Orang Samaria tidak membantu orang yang terluka hanya dengan melemparkan beberapa koin ke arahnya. Sebaliknya, ia memastikan semua kebutuhan pria tersebut terpenuhi, baik kebutuhan medis mendesak maupun kebutuhannya akan ruang untuk memulihkan diri. Jadi, orang Samaria memperhatikan orang itu seperti dia memperhatikan dirinya sendiri. Hal ini menggenapi Imamat 19:18. AuKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ay Orang Samaria mengambil risiko yang sangat besar untuk membantu orang asing ini. Dia berisiko disergap oleh bandit yang sama ketika dia membungkuk untuk melihat apa yang terjadi pada pria itu. Dia berisiko ditipu oleh pemilik penginapan. Dia berisiko terbebani oleh biaya dan beban emosional dalam merawat seseorang yang sakit kronis. Namun dia mengambil risiko ini karena dia bertindak seolah-olah nyawanya sendirilah yang Ini adalah contoh terbaik Yesus tentang apa artinya menjadi sesama manusia dengan Aumengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ay Melalui kisah ini, orang Kristen belajar bagaimana bersikap dan memperlakukan sesamanya tanpa membuat pembedaan. Dengan demikian telah terjawab bahwa sesama manusia adalah semua orang tanpa memedulikan latar belakang sosialnya. Siapa pun tidak terbatas oleh ras, etnis, agama, maupun budaya. Hukum Kasih yang Tuhan Yesus ajarkan melampaui batasan atribut-atribut sosial yang ada. Hal inilah yang dituntut dari kehidupan orang percaya pada masa kini, yakni bagaimanapun keadaan dan di mana pun, tampil sebagai orang Samaria yang murah hati bagi sesama dan untuk kebaikan bersama, dan terlebih lagi sebagai wujud kesaksian nyata bagi nama Kristus. Sebagai orang percaya seyogyanya selalu berpandangan positif terhadap sesama apa pun latar belakang sosialnya demi mencegah ketegangan dan konflik. KESIMPULAN Lukas 10: 25-37 adalah percakapan Yesus dengan seorang ahli Taurat tentang Auorang Samaria yang murah hatiAy yang bermula dari hukum kasih. Aukasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiriAy (Luk. 10: . Kisah sesama manusia diperankan oleh imam, orang Lewi yang berbangsa Yahudi serta orang Samaria yang dianggap kafir dan ada korban CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Paulus Kunto Baskoro. Roy Ferisa Satya Pandora: Tinjauan Teologis Konsep Sesama Manusia Menurut Lukas 10:25-37 dan Aplikasinya dalam . Orang Lewi dan imam memiliki kebangsaan Yahudi dianggap orang suci dan memiliki tugas suci, membuat mereka tidak membantu orang yang sedang terluka parah. Namun seorang Samaria yang dianggap kafir . , serta tidak dianggap oleh orang Yahudi menunjukkan kebaikan kepada seorang yang terluka parah. Yesus menunjukkan bahwa orang dianggap kafir . justru lebih baik dan beragama secara praktek. Kisah ini menempelak para ahli Taurat yang lebih mementingkan teori keagamaan dari pada praktek. Yesus sedang mengajarkan agar setiap orang berbuat baik kepada siapa saya . alaupun tidak dikena. dan dalam setiap kesempatan. Dalam kesimpulan ini menegaskan bahwa sesama manusia tidak dibatasi oleh sekat agama atau etnis, melainkan didasarkan pada tindakan kasih yang nyata. Pelajaran perumpamaan orang Samaria yang baik hati dalam konteks AuSiapakah sesamaku manusiaAy, memberikan beberapa poin penting sebagai berikut: Pertama. Kristus telah menunjukkan bahwa sesama manusia bukan saja berarti seorang yang segereja atau Hal itu tidak ada hubungannya dengan suku, warna kulit, atau perbedaan golongan. Kedua, sesama manusia ialah setiap orang yang memerlukan pertolongan setiap orang Ketiga, sesama manusia ialah setiap jiwa yang dilukai dan ditindih oleh musuh. Keempat, sesama manusia ialah setiap orang yang menjadi milik Allah. REFERENSI