CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Aspek Penghambat Partisipasi Masyarakat Lokal Terhadap Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata The New Kemukus Kabupaten Sragen Berbasis Geospasial Dwi Nur Yuliyani1. Siti Nur Indah Sarie2 Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ivet Semarang Email: dwinuryuliyani@gmail. comA, sitinurindahsarie@gmail. com A Abstrak Kawasan Wisata The New Kemukus yang berada di Sragen Jawa Tengah banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata dikarenakan keunikan wisata religi dan alam. Dampaknya banyak persampahan yang harus diatasi dan masyarakat local mengelolanya tergantung dari kepedulian dan partisipasinya. Penelitian ini bertujuan . Mengetahui faktor penghambat partisipasi masyarakat lokal terhadap pengelolaan sampah serta kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah dalam pengembangan Kawasan Gunung Kemukus. Mengetahui peta sebaran sampel lokasi aspek penghambat partisipasi tersebut. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara yang dibagikan kepada 20 responden. Hasil penelitian menyebutkan bahwa seluruh aspek penghambat partisipasi dikarenakan Pengetahuan mengenai sampah yang rendah, kontribusi masyrakat mengenai pengelolaan sangat tinggi, aspek perorganisasian masyarakat peduli terhadap lingkungan yang rendah, dan aspek sikap responden jika melihat terjadinya pengrusakan lingkungan akhibat sampah sangat tinggi. Untuk peta sebaran sampel lokasi aspek penghambat partisipasi menggunakan aplikasi ARCGIS 10. 8 dengan metode tracking poin Kawasan Wisata. Kata Kunci : Hambatan Partisipasi. Pengelolaan Sampah. Aplikasi Spasial Abstract The New Kemukus Tourist Area or what people usually call the Mount Kemukus Area is located in Sragen Regency. Central Java. The development of this area is an integrated part of the Borobudur National Super Priority Destination and part of the Solo Ae Sangiran National Tourism Strategic Area (KSPN). This has resulted in many domestic and foreign tourists traveling due to the uniqueness of religious and natural tourism. The impact that occurs due to the large number of tourists is waste. This problem means that waste management must be carried out with the help of local communities. Local community participation in waste management is very dependent on community awareness and willingness to improve environmental quality. This research aims to . Find out the factors inhibiting local community participation in waste management as well as community awareness and understanding of waste management in the development of the Mount Kemukus JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Area. Know the sample distribution map of the location of aspects that inhibit participation. Data collection was carried out using questionnaires and interviews distributed to 20 respondents. The results of the research stated that all aspects inhibiting participation were due to low knowledge about waste, the community's contribution regarding management was very high, the organizational aspect of the community caring for the environment was low, and the attitude aspect of respondents when they saw environmental damage due to waste was very high. To map the distribution of sample locations for aspects inhibiting participation, use the ARCGIS 10. 8 applic Keywords: Barriers to Participation. Waste Management, and Spaisal Applications Pendahuluan Kawasan The New Kemukus atau Gunung Kemukus terletak pada koordinat 7A20'37. 73"S, 110A49'45. 95"E. Kawasan Gunung Kemukus memiliki luas Wilayah 421,3995 ha. Secara geografis gunung Kemukus berada dalam area Desa Pendem. Kecamatan Miri. Kabupaten Sragen. Secara administratif terdapat dua dusun di Desa Pendem yaitu dusun Kedunguter dan dusun Gunung Sari. Dengan ketinggian 300 Mdpl sebenarnya Gunung Kemukus hanya sebuah bukit. Dalam Konsep Klasifikasi simbol. Gunung merupakan tempat yang tinggi dimana hal yang suci, mulia dan dekat dengan Sang Pencipta. Istilah Gunung Kemukus sendiri timbul karena bukit tersebut apabila menelang pergantian musim akan timbul kabut seperti asap . Dengan adanya Makam Pangeran Samudro, sendang area Ontrowulan yang dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun maka dalam dimensi religiositas masyarakat Jawa. Hal tersebut cocok menjadi tempat untuk berinteraksi secara spiritual kepada Sang Pencipta untuk bersyukur, berkeluh kesah seperti yang disampaikan oleh peziarah ataupun hanya tempat untuk berekreasi karena udara sejuk Gunung Kemukus dikelilingi oleh waduk Kedungombo. Kawasan The New Kemukus merupakan bagian terintegrasi dari pengembangan Destinasi Super Prioritas Nasional Borobudur selain sebagai dari pengembangan terintegrasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Solo Ae Sangiran. Hal tersebut tertera pada Perpres No. 58 Tahun 2014 Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya. Serta pada ayat 43 berbunyi bahwa Peran Masyarakat dalam penataan ruang Kawasan Borobudur dilakukan untuk menjamin pelestarian Kawasan Borobudur sebagai Kawasan Cagar Budaya nasional dan warisan budaya dunia. Selain itu Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 juga membahas tentang penataan tata ruang pasal 65 yang menyebutkan bahwaAy Penyelenggaraan penataan ruang dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan peran masyarakat, peran masyarakat dalam penataan ruang dilakukan melalui: . partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang. partisipasi dalam pemanfaatan ruang. partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruangAy. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Pada Tahun 2020 hingga 2021. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan penataan Kawasan wisata Gunung Kemukus dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan fisik, infrastruktur permukiman dan fasilitas pendukung pariwisata, meningkatkan citra dan daya Tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata dan berkunjung di Kawasan tersebut. Pengembangan destinasi wisata Kawasan The New Kemukus merupakan salah satu prioritas RPJMN Tahun 2020 Ae 2025, yang merupakan Tindakan penggalian dan pelestarian daya Tarik unik Kawasan untuk menarik Berikut merupakan gambaran umum daerah Kawasan Wisata Gunung Kemukus dapat dilihat pada Gambar dibawah ini: Gambar 1. 1 Gerbang Barong Kemukus Kemukus Gambar 1. 3 Sampah di Promenade Gambar 1. 2 Wisata Gunung Gambar 1. 4 Kurangnya tempat Semakin meningkatnya wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata ke Kawasan Wisata The New Kemukus maka permasalahan yang muncul semakin besar. Masalah yang akan muncul adalah banyaknya sampah yang tidak sesuai dengan tempatnya. Semakin banyaknya sampah di Kawasan Wisata The New Kemukus maka merupakan salah satu faktor penyebab masalah pencemaran lingkungan yang disertai juga dengan menurunnya kualitas Seperti yang disampaikan Bupati Sragen. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dikutip dari Solopos . , bahwa persoalan sampah di Gunung Kemukus banyak ditemuinya sampah dan kebersihan lingkungan yang kurang Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari jika membuang sampah sembarangan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Perilaku wisatawan domestik dan mancanegara yang suka membuang sampah sembarangan dapat menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan akibat sampah tersebut. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Pengelolaan sampah sebenarnya telah diatur pemerintah melalui UU Nomor 18 Tahun 2008, di dalamnya termasuk pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja. Masyarakat dan pelaku usaha sebagai penghasil sampah juga bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pemerintah melalui UU tersebut memberi ruang yang cukup banyak bagi pemerintah Provinsi. Kota/Kabupaten untuk merencanakan dan mengolah sampah di kawasannya. Masyarakat diharapkan bisa mendukung strategi dalam mengolah sampah sehingga masyarakat bisa mengolah sampah berbasis mandiri. Berdasarkan latar belakang diatas maka perlu dilakukan penelitian mengenai partisipasi masyarakat lokal terhadap pengelolaan sampah serta kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah dalam pengembangan Kawasan The New Kemukus yang dapat menentukan langkah efektif dan efisien dalam peningkatan partisipasi masyarakat lokal dan Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat partisipasi tersebut. Metode Penelitian dilaksanakan selama bulan Juli hingga Agustsu 2022. Lokasi penelitian berada di Kawasan Wisata The New Kemukus area Desa Pendem. Kecamatan Miri. Kabupaten Sragen. Kabupaten Jawa Tengah. Jenis data adalah kuantitatif deskriptif . alam Sugiyono, 2003:. Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan dan Penelitian diskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat lokal Kawasan Wisata The New Kemukus yang berusia 20-60 tahun sebanyak 20 Pengambilan sampel dilakukan menggunakan random sampling atau peneliti secara acak menentukan calon responden sesuai dengan yang di temui di sekitar lokasi penelitian, sehingga diharapkan dapat mewakili kondisi Penelitian ini menggunakan Analisis Deskriptif Persentase. Analisis tersebut merupakan pengolahan data dengan menjumlahkan data yang diperoleh, kemudian mempersentasikan kemudian menarik kesimpulan. Untuk mengetahui partisipasi masyarakat lokal terhadap pengelolaan sampah dalam pengembangan Kawasan Terintegrasi Destinasi Super Prioritas Nasional pada kawasan The New Kemukus pada tiap sampel penelitian dan dari tujuan penelitian pertama. Sedangkan dalam tujuan kedua di penelitian ini juga menggunakan Analisis Deskriptif Persentase karena untuk mengetahui faktor penghambat dari partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah di Kawasan The New Kemukus. Analisis Deskripsi Persentase digunakan untuk menganalisis data-data yang diperoleh dengan menggunakan rumus (Arikunto,2006:. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Keterangan: DP = n / N x 100% : Persetase nilai yang diperoleh (%) n : Skor yang : Skor maksimal Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh data mengenai faktor penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhi partisipasi masyarakat lokal terhadap pengelolaan sampah. Faktor penghambat partisipasi masyarakat meliputi pengetahuan masyarakat lokal, kontribusai masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan perorganisasian masyarakat peduli terhadap Sedangkan faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kawasan Terintegrasi Destinasi Super Prioritas Nasional pada kawasan The New Kemukus seperti pada tabel-tabel sebagai berikut : Hasil A. Deskripsi Persentase Aspek Penghambat Partisipasi Masyarakat 1. Deskripsi Persentase Pengetahuan Mengenai Sampah Tabel 4. Pernyataan responden terkait pengetahuan mengenai Pernyataan Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Sumber: Hasil Olah Data Penelitian, 2022 Frekuensi Gambar 4. Grafik responden terkait pengetahuan tentang sampah Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Deskripsi Persentase Kontribusi Masyarakat Mengenai Pengelolaan Tabel 4. Pernyataan responden berdasarkan kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan sampah Pernyataan Frekuensi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Sumber: Hasil Olah Data Penelitian, 2022 Gambar 4. Grafik responden berdasarkan kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan Sampah Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Deskripsi Persentase Perorganisasian Masyarakat Peduli Terhadap Lingkungan Tabel 4. Pernyataan responden perlunya membuat perorganisasian masyarakat peduli terhadap lingkungan Pernyataan Frekuensi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Sumber: Hasil Olah Data Penelitian, 2022 JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Gambar 4. Pernyataan responden perlunya membuat perorganisasian masyarakat peduli terhadap lingkungan Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Deskripsi Persentase Sikap Responden Jika Melihat Terjadinya Pengrusakan Lingkungan Akhibat Sampah Tabel 4. Pernyataan responden berdasarkan sikap responden Jika Melihat Terjadinya pengrusakan yang diakibatkan oleh sampah Pernyataan Frekuensi Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Total Sumber: Hasil Olah Data Penelitian, 2022 Gambar 4. Pernyataan responden berdasarkan sikap responden Jika Melihat Terjadinya pengrusakan yang diakibatkan oleh sampah Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Peta Sebaran Sampel Lokasi Aspek Penghambat Partisipasi Gambar 4. Peta Sebaran Lokasi Pengetahuan Mengenai Sampah Tabel 4. 5 Persebaran Aspek Pengetahuan Mengenai Sampah Koordinat Lokasi Jumlah 345903, 110. 833423 Dermaga Gunung Kemukus 4 Responden 344754, 110. 829379 Kebayan II 7 Responden 342541, 110. 831165 Sendang Ontrowulan 5 Responden 346387, 110. 828300 Dusun i 4 Responden Pada Peta Sebaran Sampel Lokasi Aspek Penghambat Partisipasi dengan sampel 20 responden dan tersebar di empat lokasi yaitu Dermaga Gunung Kemukus. Kebayan II. Sendang Ortowulan, dan Dusun i dengan menggunakan aplikasi ARCGIS 10. Metode yang digunakan adalah metode tracking GPS di lokasi penelitian dan diaplikasikan dengan analisis poin pada ARCGIS. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Gambar 4. Peta Persebaran Kontribusi Masyarakat Mengenai Pengelolaan Peta Persebaran Kontribusi Masyarakat Mengenai Pengelolaan memiliki 20 sampel responden yang tersebar di empat lokasi yaitu Dermaga Gunung Kemukus. Kebayan II. Sendang Ortowulan, dan Dusun i dengan menggunakan aplikasi ARCGIS 10. Dari hasil analisis diketahui bahwa daerah Sendang Ortowulan memiliki tingkat Kontribusi yang sangat banyak. Maka dari itu masyarakat ingin diadakan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah di tempat Metode yang digunakan adalah metode tracking GPS di lokasi penelitian dan diaplikasikan dengan analisis poin pada ARCGIS. Gambar 4. Peta Perorganisasian Masyarakat Peduli Terhadap Lingkungan Pada Gambar 4. 7 Perorganisasian Masyarakat Peduli Terhadap Lingkungan dapat diketahui bahwa persebaran sangat komplek. Persebaran di empat lokasi yaitu Dermaga Gunung Kemukus. Kebayan II. Sendang Ortowulan, dan Dusun i dengan menggunakan aplikasi ARCGIS 10. Dari hasil analisis diketahui bahwa daerah Sendang Ortowulan memiliki tingkat Kontribusi yang sangat tinggi. Maka JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 dari itu masyarakat sekitar berharap agar segera ada tindak lanjut untuk pengelolaan sampah. Gambar 4. Persentase Sikap Responden Jika Melihat Terjadinya Pengrusakan Lingkungan Akhibat Sampah Dapat dilihat Gambar 4. 8 Persentase Sikap Responden Jika Melihat Terjadinya Pengrusakan Lingkungan Akhibat Sampah persebaran di empat lokasi yaitu Dermaga Gunung Kemukus. Kebayan II. Sendang Ortowulan, dan Dusun i dengan menggunakan aplikasi ARCGIS 10. Dari hasil analisis diketahui bahwa daerah Sendang Ortowulan memiliki tingkat Kontribusi yang sangat tinggi terhadap terjadinya pengrusakan lingkungan akibat sampah di Kawasan wisata. Pembahasan Hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 4. sampai dengan Tabel 4. jumlah responden 20 orang responden. Berdasarkan Tabel 4. dapat diketahui bahwa 8 dari 20 dengan freskuensi 40,0 % responden yang menyatakan rendahnya aspek terkait pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan mengenai sampah, tingkat Pendidikan yang masih rendah, masyarakat lokal tidak memiliki tempat sampah untuk melakukan proses pewadahan sehingga warga terbiasa membuang sampah sembarangan dan membakarnya disekitar Kawasan Wisata. Hal ini menyebabkan sulitnya pengaplikasian pemilahan sampah. Karena tidak adanya tempat. pembuangan sampah sementara . Sedangkan pada aspek Kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat tinggi dengan responden 10 frekuensi 50,0 % dengan kategori sangat tinggi seperti yang telah tertera di Tabel 4. Pernyataan Kontribusi masyarakat menegani pengolaan sampah sangat tinggi dikarenakan adanya pencemaran udara misalnya bau yang menyengat disekitar Kawasan Wisata The New Kemukus. Pada Tabel 4. 3 sebanyak 9 respondeng dengan frekuensi 45,0 % menyatakan Rendah untuk membuat perorganisasian masyarakat peduli terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat lokal Kawasan Wisata The New Kemukus JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 tidak ada waktu untuk melakukan penjagaan kebersihan Kawasan. Kebanyakan masyarakat lokal melakukan aktivitas pekerjaanya menjadi pedagang dan petani. Aspek yang terakhir adalah Sikap Responden Jika Melihat Terjadinya Pengrusakan Lingkungan Akhibat Sampah sangat tinggi dengan jumlah 10 responden dengan frekuensi 50,0% jika dilihat dari terjadinya kerusakan lingkungan akibat dari sampah maka responden terseabut akan menjaga kelestarian lingkungan sekitar Kawasan Wisata The New Kemukus dan diharapkan nantinya akan menjadi modal yang sangat baik untuk Upaya pengelolaan sampah di Kawasan Wisata The New Kemukus dengan metode Sustainable Development sebagai aktifitas Kawasan Wisata yang Berkelanjutan Simpulan Dari Hasil dan Pembahasan diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa aspek-aspek yang terpenting dalam penghambat partsipasi masyarakat lokal Kawasan Wisata The New Kemukus yaitu Pengetahuan responden terhadap sampah sangat rendah dengan frekuensi 40,0% dikarenakan minimnya pengetahuan mengenai sampah, tingkat Pendidikan yang masih rendah, masyarakat lokal tidak memiliki tempat sampah untuk melakukan proses pewadahan sehingga warga terbiasa membuang sampah sembarangan danmembakarnya disekitar Kawasan Wisata. Aspek selanjutnya Kontribusi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat tinggi dengan frekuensi 50,0%. Hal ini disebabkan sudah adanya pencemaran udara seperti bau yang menyengat disekitar Kawasan Wisata. Pada aspek Rendah untuk membuat perorganisasian masyarakat peduli terhadap lingkungan dengan freskuensi 45,0% . Faktor penyebanya adalah banyak masyarakat lokal Kawasan Wisata The New Kemukus tidak ada waktu untuk melakukan penjagaan kebersihan Kawasan. Kebanyakan masyarakat lokal melakukan aktivitas pekerjaanya menjadi pedagang dan petani. Aspek terakhir merupakan aspek Sikap Responden Jika Melihat Terjadinya Pengrusakan Lingkungan Akhibat Sampah dengan frekuensi 50,0% responden tersebut akan menjaga kelestarian lingkungan sekitar Kawasan Wisata The New Kemukus dan diharapkan nantinya akan menjadi modal yang sangat baik untuk Upaya pengelolaan sampah di Kawasan Wisata The New Kemukus dengan metode Sustainable Development sebagai aktifitas Kawasan Wisata yang Berkelanjutan. Aspek Ae aspek tersebut dikarenakan karena Kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian Kawasan Wisata sangat baik Namun harus adanya upah pelaksanaan dalam pengelolaa dan diperlukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan secara berkala dengan pengelola Kawasan Wisata The New Kemukus. Kemudian hasil dari aspek tersebut dipetakan dengan metode tracking poin lokasi pengambilan sampel. Referensi