Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri Dan Fungsi Fisik Pada Kondisi Osteoarthritis (O. Lutut Implementation Of Home Exercise Program (He. On Pain And Physical Function In Knee Osteoarthritis (O. Conditions *Rohmatullah Bagus Sugiri Universitas Negeri Semarang. Jalan Kelud Utara i. Semarang. Jawa Tengah 50237. Republik Indonesia Email korespondensi: rohmatullah. sugiri@gmail. Diterima: 23 Des 2025 Ditinjau: 24 Des 2025 Disetujui: 27 Jan 2026 Publikasi Online: 30 Jan 2026 ABSTRAK Osteoarthritis lutut masih menjadi bagian sendi tubuh manusia yang paling sering terkena dibandingkan sendi bagian tubuh lainnya, 3,1 juta kasus OA lutut untuk pria dan 4,6 juta kasus untuk wanita terdeteksi dari total 9,6 juta kasus OA di Indonesia. Penanganan OA lutut menggunakan metode farmakologi dan nonfarmakologi. Home Exercise Program (HEP) merupakan salah satu metode non-farmakologi yang direkomendasikan untuk menangani Osteoarthritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Penerapan Home Exercise Program (HEP) terhadap nyeri dan fungsi fisik pada kondisi Osteoarthritis (OA) Lutut. Metode penelitian menggunakan kuasi-eksperimental one group pre-test dan post test pada Komunitas Ibu Balai Kelurahan di Kelurahan Tlogosari Wetan Kota Semarang dengan 20 jumlah responden. Pengukuran nyeri dan fungsi fisik menggunakan skala WOMAC. Analisa hasil statistik diperoleh nilai . <0,. dan terdapat perbedaan nilai rata-rata skor WOMAC dari sebelum dan sesudah Pernyataan tersebut menginterpretasikan bahwa terdapat pengaruh pemberian Home Exercise Program pada penurunan nyeri dan peningkatan fungsi fisik pada kondisi OA lutut. Kata Kunci: HEP. Home Exercise Program. HEP OA lutut ABSTRACT Knee osteoarthritis remains the most commonly affected joint in the human body compared to other joints. There are 3. 1 million cases of knee OA in men and 4. 6 million cases in women out of a total of 9. 6 million cases of OA in Indonesia. The management of knee OA uses pharmacological and non-pharmacological The Home Exercise Program (HEP) is one of the recommended non-pharmacological methods for treating osteoarthritis. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Home Exercise Program (HEP) on pain and physical function in knee osteoarthritis (OA). The research method used a quasi-experimental one-group pre-test and post-test on the Community of Mothers at the Tlogosari Wetan Village Hall in Semarang City with 20 respondents. Pain and physical function were measured using the WOMAC scale. Statistical analysis revealed a p-value of <0. 05, indicating a significant difference in the mean WOMAC scores before and after the intervention. This finding suggests that the Home Exercise Program has a positive effect on reducing pain and improving physical function in knee OA conditions. Keywords: HEP. Home Exercise Program, knee OA HEP PENDAHULUAN Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis/peradangan yang paling umum, mempengaruhi orang di seluruh dunia, dan merupakan penyebab utama disabilitas di antara orang dewasa dan Data WHO menyebutkan pada tahun 2019 sekitar 528 juta orang di seluruh dunia hidup dengan osteoarthritis, dan meningkat 113% dari tahun 1990. Penelitian Burden of Osteoarthritis in Indonesia: A Global Burden of Disease (GBD) study 2019 1 menunjukkan peningkatan prevalensi OA lebih dari dua kali dibandingkan dari tahun 1990 hingga 2019 di Indonesia seiring bersamaan prevalensi OA di seluruh dunia. Secara keseluruhan, lutut masih merupakan bagian Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri A | Rohmatullah Bagus Sugiri dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 yang paling umum terkena OA karena menyumbang 3,1 juta kasus OA lutut untuk pria dan 4,6 juta kasus untuk wanita terdeteksi dari total 9,6 juta kasus OA di Indonesia pada tahun 2019 1. Penanganan OA lutut sebagian besar masih dengan pendekatan farmakologis, 2 menyebutkan bahwa proporsi pengguna NSAID cukup tinggi pada kasus OA lutut. Selain itu pendekatan nonfarmakologis meurut Exercise/latihan fisik merupakan intervensi yang efektif untuk osteoartritis lutut (OA), dan seharusnya menjadi tambahan umum dalam sebagian besar pengobatan, namun nilai kepatuhannya hanya sekitar 50% untuk menjalani program tersebut 3. American College of Rheumatology/Arthritis Foundation Guideline for the Management of Osteoarthritis of Hand. Hip, and Knee menyebutkan bahwa Program Efikasi diri (Self-efficac. dan Manajemen diri (Selfmanagemen. sangat direkomendasikan untuk pasien dengan OA lutut, pinggul, dan/atau tangan 4. Studi mengenai program manajemen mandiri berupa Home exercise program (HEP) telah memberikan hasil bahwa hal ini efektif untuk penderita OA lutut, dan berdampak pada peningkatan yang signifikan secara statistik ditemukan pada ROM/Luas gerak sendi, kekuatan otot paha depan dan paha belakang, dan penurunan nilai VAS/derajat nyeri 5. Edukasi dan latihan merupakan intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan sebagai strategi manajemen lini pertama untuk pasien dengan OA 6. Pada penelitian yang dilakukan 7 mendapatkan hasil bahwa intervensi gabungan antara edukasi dan latihan/exercise terkait osteoarthritis (OA) yang disampaikan melalui internet, dan didukung oleh Short Message Service (SMS) untuk perubahan perilaku, menunjukkan efektfitas yang lebih baik dibandingkan dengan edukasi yang disampaikan hanya melalui internet. Namun, penelitian 8 menunjukkan bahwa kepatuhan turun saat program latihan terlalu kompleks atau berat. Dalam beberapa penelitian menjelaskan bahwa pasien penerima edukasi terlebih untuk lansia lebih baik menggunakan bahan cetak/Hand Out 9. Beberapa hal yang mungkin perlu dikaji lebih dalam berdasarkan sumber yang dijelaskan sebelumnya adalah bagaimana menyusun suatu bentuk edukasi yang ringkas, mudah dan efektif dalam pelaksanaan serta monitoringnya. Edukasi pasien tidak boleh diberikan sebagai pengobatan tunggal dan harus dikombinasikan dengan terapi latihan untuk menghasilkan perbaikan fungsi yang signifikan. Hasil studi ini 11 memberikan titik awal untuk mengoptimalkan strategi implementasi untuk lansia lebih lanjut dengan buku panduan perawatan (Booklet/Brosu. dalam perawatan rutin. Langkah memperoleh desain yang ideal dengan mengupayakan beberapa kriteria seperti beresiko rendah/aman, kompleksitas rendah/mudah diikuti, berbiaya rendah (Low Cos. , efisien waktu dan menargetkan kelompok otot spesifik 12. Lower Limb Rehabilitation Protocol (LLRP) pada penelitian 13 dirasa paling mendekati kriteria yang diperlukan. Dalam hal ini edukasi pasien saja tidak cukup untuk modifikasi perilaku, harus ada strategi berupa pengontrol untuk menguatkan hasil 14. Merujuk pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan Short Message Service (SMS). Whatsapp Grup dirasa relevan digunakan sebagai media untuk mengontrol intervensi untuk memberikan hasil yang lebih Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Home Exercise Program (HEP) terhadap tingkat nyeri dan fungsi fisik pada penderita osteoarthritis (OA) lutut. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat nyeri dan fungsi fisik sebelum dan sesudah pelaksanaan Home Exercise Program (HEP), serta mengevaluasi efektifitas HEP sebagai intervensi latihan mandiri dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi fisik pada penderita OA lutut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran Home Exercise Program (HEP) sebagai pendekatan rehabilitatif yang praktis, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam pengelolaan OA lutut. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui metode kuasi-eksperimental one group pre-test dan post test. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan fungsional WOMAC untuk mengetahui dampak yang dihasilkan dari Home exercise program (HEP) terhadap nyeri dan Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri A | Rohmatullah Bagus Sugiri dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 fungsi fisik pada kondisi OA lutut. Penelitian ini dilakukan pada kelompok senam ibu-ibu di Kelurahan Tlogosari Wetan pada bulan agustus hingga September 2025. Langkah yang dilakukan adalah pengukuran awal . re-tes. sebelum diberikan perlakuan, kemudian diberikan intervensi, selanjutnya pengukuran akhir . os-tes. setelah diberikan perlakuan pada kelompok kecil/uji terbatas (Pilot Tes. Penetapan jumlah sampel menggunakan metode Total Sampling, dengan jumlah sampel total 20 responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini . Terdiagnosis OA Lutut dengan grade I sampai dengan i skala radiografi Kellgren dan Lawrence, . Kooperatif, menjalnkan program terapi, . Bersedia mengikuti program dalam penelitian, . Menandatangani persetujuan penelitian (Inform Consen. Selanjutnya. Kriteria eksklusi . terdiagnosis dengan Rheumatoid Arthritis, lupus eritematosus sistemik . Pembedahan lutut sebelumnya, . Ketidakmampuan berjalan secara mandiri, . Injeksi lutut dalam enam bulan terakhir. Tahap Pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan responden dalam kegiatan edukasi dan mempraktikan gerakan-gerakan latihan secara langsung dari AuBrosur Edukasi LLRPAy serta melaksankan pre-test dengan melakukan pengukuran nyeri dan fungsi fisik dengan skala WOMAC. Tahap kedua, responden mengaplikasikan latihan berbasis Brosur Edukasi LLRP sebagai bentuk Home Exercise Program (HEP) 2x dalam satu pekan dan dilakukan selama selama 14 hari. Dalam monitoringnya responden diwajibkan untuk mengisi lembar Logbook pada Brosur, dan melaporkan dokumentasinya melalui WhatsApp Grup. Tahap Ketiga, responden kembali dikumpulkan dengan tujuan refreshment komunitas untuk menjaga semangat dan mengevaluasi kegiatan Home Exercise Program (HEP). Tahap keempat, responden melakukan kegiatan paruh kedua untuk mengaplikasikan latihan berbasis Brosur Edukasi LLRP sebagai bentuk Home Exercise Program (HEP) 2x dalam satu pekan dan dilakukan selama selama 14 hari, serupa dengan tahap kedua. Tahap kelima, pertemuan dengan keseluruhan responden untuk melaksankan post-test dengan melakukan pengukuran nyeri dan fungsi fisik dengan skala WOMAC. Data kuantitatif diperoleh dari Eksperimen/Uji Coba terbatas (Pilot Tes. dimana yang diperoleh adalah data primer. Selanjutnya dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk. Jika data berdistribusi normal maka akan dilakukan uji perbedaan pre-test dan post-test dengan menggunakan Paired t-test. Jika data berdistribusi tidak normal maka akan digunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test, data ini diolah menggunakan SPSS25. HASIL Pengujian Home Exercise Program (HEP) melalui pendekatan kuantitatif dengan desain onegroup pre-test post-test pada kelompok terbatas . ilot tes. menggunakan skala kemampuan fungsional WOMAC untuk mengukur nyeri dan fungsi fisik pada kondisi Osteoarthritis. Hasil yang didapatkan adalah data deskriptif variabel penelitian, karakteristik responden, hasil uji prasyarat dan uji hipotesis antara pre Ae test dengan post Ae test. Sampel adalah penderita OA lutut berjenis kelamin perempuan dengan total 20 Orang. Seluruh sampel sudah terdiagnosis OA lutut dengan grade I hingga i dengan skala radiografi Kellgren dan Lawrence. Seluruh sampel juga dilakukan pemeriksaan dengan data demografi dan riwayat cedera lutut. Uji Statistik Deskriptif Karateristik responden Karateristik responden dalam penelitian ini meliputi usia. Indeks Massa IMT, dan riwayat Berdasarkan karakteristik tersebut, dapat dijelaskan beberapa karakteristrik responden dalam penelitian ini sebagai berikut: Distribusi Data berdasarkan klasifikasi Usia Distribusi responden berdasarkan klasifikasi usia dapat dijelaskan sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut: Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri A | Rohmatullah Bagus Sugiri dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 Tabel 1. 1 Distribusi Responden berdasarkan klasifikasi Usia Usia Frekuensi Persen (%) Usia Pertengahan . -59 tahu. Lansia . -65 tahu. 7,5% Lansia Muda . -74 Tahu. 27,5% Lansia Tua . -90 Tahu. Lansia sangat Tua (>90 Tahu. Total Dari tabel 1. 1 diatas, dapat diketahui bahwa dari 20 responden terdapat 12 . %) responden lansia dan 8 . %) responden lansia muda, tidak terdapat responden dengan klasifikasi usia pertengahan, lansia tua, dan lansia sangat tua. Distribusi Data Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Distribusi responden berdasarkan Klasifikasi Lansia dapat dijelaskan sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut: Tabel 1. 2 Distribusi Data Berdasarkan Indeks Massa Tubuh IMT (Kg/m. Frekuensi Persen (%) Underweight (<18,. 7,5% Ideal . ,5 Ae 24,. Overweight . Ae 29,. Obesitas (Ou. Total Berdasarkan Tabel 1. 2 diatas, ditemukan bahwa dari 20 responden terdapat 8 . %) responden dengan IMT Ideal, 10 . %) responden dengan IMT overweight, 2 . %) responden dengan IMT obesitas, dan tidak terdapat responden dengan IMT . Distribusi Data Berdasarkan Riwayat Jatuh Tabel 1. 3 Distribusi Responden Berdasarkan Riwayat Jatuh Riwayat Jatuh dalam 6 bulan terakhir Frekuensi Persen (%) Ada Tidak ada Total Berdasarkan tabel 1. 3 diatas, ditemukan dari 20 responden terdapat 12 responden yang memiliki riwayat jatuh dalam 6 bulan terakhir dan 8 responden tidak memiliki riwayat jatuh dalam 6 bulan terakhir. Distribusi data berdasarkan hasil pengukuran skala WOMAC Pemeriksaan skala WOMAC dilakukan pada pre intervensi dan post intervensi data yang ditemukan sebagai berikut: Tabel 1. 4 Hasil Pemeriksaan Skala WOMAC Data WOMAC Pre 27,7A6,94 Post 20,7A2,45 Selisih 7A2,45 Berdasarkan hasil tabel 1. 4 hasil pengukuran menggunakan WOMAC pada responden dengan nilai rata Ae rata . pre Ae test 27,7A6,94, post Ae test 20,7A2,45. Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri A | Rohmatullah Bagus Sugiri dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 Hasil pengukuran skala WOMAC menunjukan adanya penurunan setelah diberikan draft final home exercise program. Hal tersebut menunjukan adanya penurunan skor skala WOMAC dengan selisih 7A2,45. Hasil Uji Analisis Data Uji Normalitas data Uji normalitas menggunakan shapiro Ae wilk test dengan hasil uji seperti dalam tabel berikut: Tabel 1. 5 Hasil Uji Normalitas Data dengan Shapiro Wilk Test Kelompok I WOMAC Pre 0,756 Post 0,471 Berdasarkan Tabel 1. 5 ditemukan nilai p pada pre adalah 0,756 dan post 0,471 dimana nilai p>0,05 yang berarti sampel berdistribusi normal. Uji Hipotesis Uji Hipotesis dari hasil uji normalitas yang dilakukan ditemukan data pengukuran berdistribusi normal. Selanjutnya untuk uji hipotesis mempergunakan Paired T Ae Test. Tabel 1. 6 Hasil uji Hipotesis menggunakan Paired T Ae Test Data MeanASD WOMAC 7A2,45 0,000 Menurut tabel 1. 6 hasil uji hipotesis ini didapatkan nilai probabilitas . 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat diinterpretasikan adanya pengaruh dari home exercise program untuk meurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi fisik lutut pada penderita osteoarthritis. Dengan nilai rata Ae rata . selisih 7A2,45. PEMBAHASAN Pada penelitian ini memiliki nilai . <0,. dan terdapat perbedaan nilai rata-rata skor WOMAC dari sebelum dan sesudah intervensi. Pernyataan tersebut menginterpretasikan bahwa terdapat pengaruh pemberian Home Exercise Program terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsi fisik pada kondisi OA lutut. Temuan utama dari penelitian ini mengindikasikan bahwa Home Exercise Program (HEP) yang dilakukan dalam bentuk Lower Limb Rehabilitation Program dengan Logbook monitoring dan via Whatsapp Grup mempunyai pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis (OA) lutut yang diukur menggunakan skala WOMAC. Latihan yang berfokus pada penguatan, secara konsisten memberikan pengurangan nyeri jangka pendek yang bermakna secara klinis dan peningkatan fungsi fisik yang substansial pada pasien OA lutut. Berdasarkan bukti dari studi 15, merekomendasikan kombinasi latihan penguatan otot tungkai terutama quadriceps dan hamstring sebagai intervensi paling efektif untuk mengurangi nyeri dan kekakuan pada pasien dengan osteoartritis (OA). Penguatan otot ekstremitas bawah lain seperti hamstring dan gluteal akan meningkatkan stabilitas sendi, mengurangi beban pada tibiofemoral, dan memberikan efek analgesik melalui pelepasan myokine yang bersifat antiinflamasi. Penelitian ini kemudian memperkuat tentang Edukasi dan latihan di rumah atau Home exercise program (HEP) menunjukkan bahwa tindakan tersebut dapat memberikan pengaruh yaitu pengurangan atau penurunan rasa nyeri yang lebih besar pada kasus OA lutut dibandingkan dengan OA sendi pinggul 16. Dalam penelitian yang dilakukan oleh 17 menunjukkan bahwa HEP Penerapan Home Exercise Program (He. Terhadap Nyeri A | Rohmatullah Bagus Sugiri dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 83 - 89 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/656 memberikan efek yang signifikan terhadapan pengurangan nyeri dan meningkatkan fungsi fisik pada kasus OA lutut. Selain itu, penelitian ini menerangkan bahwa Booklet/brosur Kesehatan untuk perawatan rutin yang dinilai tradisional masih memberikan hasil yang baik dengan kombinasi monitoring via media digital. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa Penerapan Home Exercise Program memberikan pengaruh pada peningkatan fungsi fisik dan penurunan tingkat nyeri pada kondisi OA Lutut. Temuan ini memberikan gambaran awal dan satu opsi untuk penanganan OA lutut secara Tentunya dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel/responden lebih besar guna mengetahui tingkat efektititas yang lebih signifikan. DAFTAR PUSTAKA