Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2025. Vol. 10 No. 1 Hal 136 - 144 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola STATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI KELUARGA DALAM PROSES PENDIDIKAN 1Sri Mayani, 2Hasniar, 3Harmawati, 4Suciati, 5Nur Eini, 6Hasiun Simak, 7Hasnawati Radi Universitas Puangrimaggalatung Sengkang Alamat Surat E-mail: srimayanimaya551@gmail. com, muhammadnizampattanang@gmail. suciatiishak235@gmail. com, , nureinilarompong@gmail. com, hasiunsiun3@gmail. hasnawatiradi71@gmail. Abstract This study aims to delve into transformational leadership strategies that can be applied by school principals to enhance family participation in schools. By utilizing literature review and bibliographic analysis, this research explores various theories and concepts related to transformational leadership and the role of families in the educational process. The study results indicate that transformational leadership, characterized by the ability to inspire, facilitate, and empower, has great potential in encouraging family participation. Some strategies that can be implemented include building strong relationships with families, involving them in decisionmaking, and providing various programs and activities that encourage family participation. It is hoped that this increase in family participation will contribute to the improvement of education quality, student achievement, and the creation of a positive school climate. This study concludes that the transformational leadership of school principals is a key factor in building a solid partnership between schools and families, thus it needs to receive attention from leaders in the field of education. Keywords: Transformational Leadership. Family Participation. Elementary Education. Abstrak Studi ini bertujuan untuk mendalami strategi kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala sekolah guna meningkatkan partisipasi keluarga di sekolah. Dengan memanfaatkan studi literatur dan analisis pustaka, penelitian ini mengeksplorasi beragam teori dan konsep yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional serta peran keluarga dalam proses Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, yang ditandai oleh kemampuan untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan memberdayakan, memiliki potensi besar dalam mendorong partisipasi keluarga. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi membangun hubungan yang kuat dengan keluarga, melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan, serta menyediakan berbagai program dan aktivitas yang melibatkan partisipasi Diharapkan, peningkatan partisipasi keluarga ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, prestasi siswa, dan terciptanya iklim sekolah yang positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam membangun kemitraan yang solid antara sekolah dan keluarga, sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian dari para pemimpin di bidang pendidikan. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional. Partisipasi Keluarga. Pendidikan Sekolah Dasar Vol 10. No. April 2025 Strategi Kepemimpinan TransformasionalA . PENDAHULUAN Pendidikan dasar adalah fondasi krusial dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan di tingkat sekolah dasar adalah partisipasi aktif dari keluarga. Keterlibatan orang tua tidak hanya mendukung perkembangan akademis anak, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan kolaboratif. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan keluarga yang tinggi dapat meningkatkan prestasi akademik siswa, memperkuat motivasi belajar, dan menciptakan suasana sekolah yang 1 Namun, partisipasi keluarga sering kali menghadapi tantangan, seperti kurangnya waktu, sumber daya, dan komunikasi yang efektif antara sekolah dan rumah. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan. Salah satu elemen yang dapat mempengaruhi tingkat keterlibatan keluarga adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan transformasional yang efektif diakui sebagai pendekatan yang sangat baik dalam mendorong partisipasi keluarga. Burns mendefinisikan kepemimpinan transformasional sebagai proses di mana pemimpin menginspirasi pengikut untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Dalam konteks sekolah, kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan ini dapat melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan, menghargai kontribusi mereka, dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua Bass menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional berfokus pada membangkitkan semangat dan motivasi melalui visi inspiratif, pemberdayaan, dan pengembangan potensi individu. 3 Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi dan sikap orang tua mengenai peran mereka dalam pendidikan anak, yang pada gilirannya akan mendorong partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional, kepala sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan kolaboratif, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna. Namun, berdasarkan studi awal, kemitraan antara sekolah dan orang tua masih belum optimal. Beberapa orang tua siswa di sekolah dasar mengungkapkan pandangan mereka bahwa mereka "pasrah pada sekolah" dalam urusan pendidikan. Hal ini sejalan dengan pengamatan terhadap kegiatan orang tua di beberapa sekolah, di mana mayoritas dari mereka belum terlibat aktif dalam pertemuan orang tua/wali dan komite. Keterlibatan dalam 1Henderson. , & Mapp. A new generation of evidence: The impact of school, family, and community connections on student achievement. The Center for Research on the Education of Students at Risk. 2Burns. Leadership. New York: Harper & Row. 3Bass, , & Riggio. Transformational Leadership. New York: Psychology Press. Vol 10. No. April 2025 138 | Sri Mayani dkk. kegiatan sekolah seperti bakti sosial, pengelolaan perpustakaan, serta program kebersihan dan kesehatan sekolah masih sangat minim. Realitas ini menekankan pentingnya memahami tingkat partisipasi orang tua sebagai dasar dalam mengembangkan program kemitraan antara sekolah dan keluarga siswa. METODE Penelitian ini menerapkan metode studi literatur untuk menyelidiki berbagai teori dan penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan strategi kepemimpinan transformasional, yang berpotensi meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan di tingkat sekolah dasar. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai interaksi antara kepemimpinan transformasional dan peran keluarga dalam pendidikan. Studi literatur memiliki peranan krusial dalam membantu peneliti untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai topik yang diteliti. Dengan melakukan analisis literatur secara cermat, peneliti dapat menggali wawasan yang lebih dalam tentang karakteristik, faktor penyebab, serta implikasi dari fenomena yang sedang diteliti. Langkah pertama dalam kajian literature review adalah merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan terdefinisi dengan baik. Dalam konteks studi ini, pertanyaan yang diajukan adalah: AuApa saja strategi kepemimpinan transformasional yang dapat meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan di sekolah dasar?Ay Setelah pertanyaan penelitian ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan literatur yang relevan. Sumber yang dicari mencakup jurnal ilmiah, buku, artikel, dan informasi lainnya yang memberikan wawasan mengenai topik yang sedang diteliti. Pemilihan literatur dilakukan dengan hati-hati mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Proses ini melibatkan pembacaan dan pemahaman mendalam terhadap isi literatur, serta identifikasi temuan dan pola umum yang muncul dari hasil analisis. Hasil analisis yang diperoleh kemudian disusun dan disajikan secara sistematis dalam penelitian, termasuk dalam bagian tinjauan pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan semua data yang berkaitan dan sumber literatur relevan, seperti jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik bahasan. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Kepemimpinan transformasional kali pertama diperkenalkan oleh James MacGregor Burns pada tahun 1978, dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Bernard M. Bass. Jenis kepemimpinan ini menyoroti kemampuan pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi terjadinya perubahan positif dalam suatu organisasi, termasuk di lingkungan sekolah. Istilah "kepemimpinan transformasional" terdiri dari dua komponen, yaitu "kepemimpinan" dan "transformasional. " Kepemimpinan itu sendiri adalah suatu proses di mana seorang individu memengaruhi sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini melibatkan kemampuan untuk memberikan Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Kepemimpinan TransformasionalA . arahan, membangun visi, serta memotivasi orang lain agar bersama-sama bergerak menuju pencapaian visi tersebut. Menurut Stogdill, kepemimpinan dapat dipahami sebagai proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok terorganisir dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional menggambarkan proses perubahan mendasar yang memengaruhi cara berpikir, perilaku, dan budaya baik dalam organisasi maupun individu. Dengan kata lain, kepemimpinan transformasional adalah kemampuan seorang pemimpin untuk bekerja dengan, atau melalui, orang lain dalam mengoptimalkan sumber daya organisasi demi pencapaian tujuan yang Dalam konteks organisasi sekolah, sumber daya yang dimaksud mencakup sumber daya manusia seperti pimpinan, staf, guru, komite sekolah, serta keluarga dari setiap murid. Menurut Burns, kepemimpinan transformasional menciptakan hubungan antara pemimpin dan pengikut yang saling meningkatkan motivasi dan moral satu sama lain. Robbins dan Judge mendefinisikan pemimpin transformasional sebagai sosok yang mampu menginspirasi pengikutnya untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan organisasi, dan memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap para pengikut. 6 Pemimpin transformasional adalah pemimpin yang karismatik, memiliki peran sentral, dan menerapkan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Ia juga dituntut untuk menyelaraskan visi masa depan dengan bawahannya, serta mampu mengangkat kebutuhan bawahannya ke tingkat yang lebih tinggi dari yang mereka harapkan. Lebih lanjut. Masaong menyatakan bahwa pemimpin transformasional memiliki visi yang jauh ke depan dan berkomitmen untuk memperbaiki dan mengembangkan organisasi, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa Sebagai agen perubahan dan katalisator, pemimpin transformasional berperan dalam mengubah sistem menjadi lebih baik, meningkatkan semua sumber daya manusia yang ada. 7 Mereka berupaya menciptakan semangat dan meningkatkan produktivitas, selalu menjadi pelopor dan pembawa Seorang pemimpin transformasional melihat nilai-nilai organisasi sebagai prinsip-prinsip luhur yang perlu dirumuskan dan diterima oleh seluruh staf, sehingga timbul rasa memiliki dan komitmen dalam pelaksanaan Makna simbolis dari tindakan seorang pemimpin transformasional lebih penting daripada tindakan itu sendiri. Gaya kepemimpinan transformasional menjadi salah satu model yang cocok diadopsi oleh kepala 4Danim. Sudarman. Menjadi Komunitas Pembelajar (Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajara. Jakarta: Bumi Aksara. 5 Burns. Leadership. New York: Harper & Row. 6 Robbins. Stephen P & Judge. Timothy A. Organizational Behavior Edition 15. Pearson Education. New Jersey. 7 Ansar & Masaong. Manajemen Berbasis Sekolah. Gorontalo: Sentra Media. Vol 10. No. April 2025 140 | Sri Mayani dkk. sekolah, di mana seorang pemimpin dituntut mampu menginspirasi rekan kerjanya dengan mendahulukan kepentingan kelompok di atas kepentingan Seorang pemimpin yang mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional seharusnya memiliki kompetensi yang kuat dan luar biasa dalam memengaruhi mitranya. Penelitian yang dilakukan oleh Wallace Foundation selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara kepemimpinan di sekolah dan peningkatan prestasi akademik siswa. Dalam konteks ini, kepemimpinan seorang kepala sekolah berperan signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap keberhasilan akademik siswa. Di sisi lain, prestasi akademik siswa sangat dipengaruhi oleh program instruksional yang diterapkan oleh para guru, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh strategi dan praktik kepala sekolah dalam membimbing proses belajar mengajar. Mathew menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dengan peningkatan prestasi akademik siswa, yang turut menumbuhkan minat belajar dan kepercayaan diri mereka. Guru-guru pun mengakui bahwa kepemimpinan transformasional dapat bertindak sebagai role model yang menginspirasi dan membangun kepercayaan di antara semua pemangku kepentingan di sekolah. Burhanudin Ata Gusman dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa kepala sekolah memegang peran penting dalam menentukan dan meningkatkan prestasi akademik siswa. Kepala sekolah memandang prestasi akademik sebagai bagian integral dari visi dan misi Kepemimpinan merupakan aspek yang sangat penting bagi seorang kepala sekolah. Menurut Kartono, kepemimpinan adalah keterampilan dalam memberikan tanggung jawab konstruktif dalam kegiatan kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama. Syarifudin menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah sebuah proses interaksi antara pemimpin dan para pengikutnya. Seorang pemimpin perlu mampu mengarahkan anggota kelompok untuk mengoptimalkan sumber daya organisasi. Oleh karena itu, kepemimpinan kepala sekolah harus dilaksanakan dengan strategi yang tepat. Strategi kepemimpinan kepala sekolah adalah metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan, memanfaatkan sumber daya sekolah, serta meningkatkan profesionalisme guru demi mencapai tujuan sekolah, sebagaimana dinyatakan 8Burhanuddin Ata Gusman. Strategi Kepala Sekolah pada Kepemimpinan Transformatif dalam Meningkatkan Akademik Siswa MAN 4 Kebumen. Jurnal Akademika : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2021. Fakhrunnisa. Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Pengembangan Profesionalisme Guru Di SMK Negeri 2 Temanggung 2018/2019. Kelola: Journal of Islamic Education Management Dalam Strategi Kepemimpinan TransformasionalA . STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI ORANG TUA Peningkatan partisipasi keluarga dalam pendidikan di tingkat sekolah dasar sangat mempengaruhi keberhasilan akademik serta perkembangan sosial-emosional para siswa. Sebagai pemimpin, kepala sekolah perlu menerapkan strategi transformasional untuk mencapai tujuan ini. Menurut Bass, terdapat empat komponen utama dalam kepemimpinan transformasional yang dikenal dengan istilah "Four I's": Idealized Influence (Pengaruh Idea. : Kepala sekolah bertindak sebagai teladan, menciptakan rasa saling percaya dan menghormati. Inspirational Motivation (Motivasi Inspirati. : Kepala sekolah menyampaikan visi yang jelas dan menginspirasi keluarga untuk terlibat secara aktif. Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektua. : Kepala sekolah mendorong kreativitas dengan melibatkan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Individualized Consideration (Pertimbangan Individua. : Kepala sekolah memberikan perhatian khusus kepada setiap keluarga, memahami kebutuhan unik yang mereka miliki. Dalam meningkatkan partisipasi keluarga, beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh pemimpin transformasional meliputi: Komunikasi Efektif: Membangun saluran komunikasi yang terbuka dan transparan antara sekolah dan keluarga. Memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi sekolah, email, dan media sosial, untuk menyebarluaskan informasi. Program Pelibatan Keluarga: Mengadakan workshop dan seminar bagi orang tua tentang cara mendukung pembelajaran anak di rumah. Menyelenggarakan kegiatan sekolah yang melibatkan keluarga, seperti hari keluarga atau malam budaya. Kerja Sama dengan Komunitas: Mengajak partisipasi dari komunitas setempat serta organisasi non-profit untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah. Membangun kemitraan dengan perusahaan lokal guna memperoleh dukungan sumber daya. Pengembangan Kebijakan Inklusif: Membuat kebijakan yang mendukung keterlibatan aktif keluarga dalam pengambilan keputusan terkait pendidikan anak. Memberikan pelatihan kepada staf sekolah untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi keluarga. Menurut Epstein, terdapat enam jenis keterlibatan keluarga yang dapat diterapkan di sekolah, yaitu: parenting, communicating, volunteering, learning at home, decision making, dan collaborating with the community. Strategi ini mendukung pandangan bahwa partisipasi keluarga memerlukan pendekatan yang holistik dan beragam. 10 Avolio. & Bass. Developing Potential Across a Full Range of Leadership: Cases on Transactional and Transformational Leadership. Lawrence Erlbaum Associates. Vol 10. No. April 2025 142 | Sri Mayani dkk. Dalam konteks ini, variabel strategi kepemimpinan transformasional memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan partisipasi Kita semua memahami bahwa keberhasilan suatu organisasi, termasuk lembaga sekolah, sangat dipengaruhi oleh peran pemimpin dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya. Kepala sekolah berperan strategis dalam mengoptimalkan partisipasi orang tua dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi Berdasarkan temuan yang telah diteliti mengenai strategi kepala sekolah dalam meningkatkan keterlibatan orang tua untuk memperbaiki kualitas sekolah, hasilnya dapat divisualisasikan sebagai berikut. Strategi Kepemimpinan Transformasional dalam Mengoptimalkan Partisipasi Orang tua untuk Meningkatkan Kualitas Sekolah Dasar Salah satu topik di platform Merdeka Mengajar yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, dibahas mengenai strategi untuk membangun kolaborasi dengan keluarga. Beberapa strategi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan di sekolah. Satuan pendidikan perlu menerapkan pendekatan komunikasi yang efektif dengan keluarga untuk mewujudkan kolaborasi yang Ini dapat dilakukan melalui pernyataan komitmen di awal, fokus pada kebermaknaan, serta mengamati berbagai potensi budaya dan karakteristik keluarga serta satuan pendidikan. Kelola: Journal of Islamic Education Management Strategi Kepemimpinan TransformasionalA . Penting bagi satuan pendidikan untuk memetakan kondisi mayoritas yang ada, melakukan penyesuaian dengan konteks dan lokalitas masingmasing daerah, serta menyelaraskan kolaborasi dengan visi dan misi sekolah. Sekolah seyogianya menyosialisasikan visi dan misi kepada keluarga, bahkan melibatkan mereka dalam penentuan visi dan misi tersebut. Hal ini akan membantu keluarga dalam mengambil keputusan terkait peran mereka dalam mendukung pendidikan, sehingga dapat bersama-sama meningkatkan kualitas satuan pendidikan. Selain strategi-strategi tersebut, penting juga bagi satuan pendidikan dan keluarga untuk membangun kedekatan, saling mengenal, dan memahami tujuan dari kolaborasi yang dijalin. Rasa saling memiliki dalam kemitraan ini akan memperkuat kolaborasi dan menjadikan pendidikan lebih bermakna bagi semua pihak. PENUTUP Kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan partisipasi keluarga di sekolah dasar. Dengan pendekatan ini, kepala sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin inspiratif, tetapi juga sebagai penghubung yang memperkuat relasi antara sekolah dan keluarga. Strategi yang diterapkan mencakup pembentukan kemitraan, peningkatan komunikasi, dan penguatan dukungan emosional, semua bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan kolaboratif. Kepala sekolah yang mengadopsi kepemimpinan transformasional berupaya tidak hanya untuk mendorong partisipasi aktif keluarga, tetapi juga untuk meningkatkan prestasi akademis siswa, serta mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka. Pendekatan ini, yang menekankan konsep ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individu, memotivasi semua pihak yang terlibat untuk berinovasi dan berkomitmen pada tujuan bersama. DAFTAR PUSTAKA