CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 Pengaruh Pelatihan Dan Tunjangan Terhadap PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan Free Antonius Simanjuntak Dosen STIE Professional Manajemen College Indonesia Email: freeantonius. simanjuntak@pmci. Abstract. The use of an effective and directed workforce is the key to employee motivation so that a company policy is needed to drive employees to work more productively in accordance with a predetermined plan. The Employees expect that the work will be positively related to the benefits provided by the company. The purpose of the research at PT. Dexa Konstruksindo Persada. In carrying out this research, data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and questionnaires, document analysis and literature review, and data collection taken from The population in this study are some employees of PT. Dexa Konstruksindo Persada as many as 58 people. The respondents who were sampled in this study were 30 people. The data analysis model used to answer the hypothesis is multiple linear From the results of the study it was stated that the results of the F test or simultaneously showed that there was a significant effect between training and benefits on the work motivation of PT. Dexa Konstruksindo Persada. The results of the t test or partially show that the training partially influences the work motivation of the employees of PT. Dexa Konstruksindo Persada and allowances have a partial effect on the work motivation of PT. Dexa Konstruksindo Persada. The coefficient of determination test results show that the magnitude of the effect of benefits and training on work motivation is equal to 0. 381 or 38. 1% while the remaining 61. 9% is influenced by other factors outside of this study such as: work safety, communication, career development, satisfaction work, and so on. Keywords: Training. Benefits. Work Motivation. Abstrak. Penggunaan tenaga kerja yang efektif dan terarah merupakan kunci dari motivasi kerja karyawan sehingga dibutuhkan suatu kebijakan perusahaan untuk penggerak karyawan agar mau bekerja lebih produktif sesuai dengan rencana yang telah Para karyawan mengharapkan bahwa hasil kerja akan berhubungan positif dengan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian di PT. Dexa Konstruksindo Persada. Dalam melaksanakan penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan kuesioner, analisis dokumen dan kajian pustaka, serta pengumpulan data yang diambil dari buku-buku. Populasi pada penelitian ini adalah sebagian karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada sebanyak 58 Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Model analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah analisis linier Dari hasil penelitian dikemukakan bahwa hasil uji F atau secara simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan dan tunjangan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada. Hasil uji t atau secara parsial menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh Persada parsial terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada dan tunjangan berpengaruh Received September 30, 2021. Revised Oktober 2, 2021. November 22, 2021 * Free Antonius Simanjuntak, freeantonius. simanjuntak@pmci. PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa besarnya pengaruh tunjangan dan pelatihan terhadap motivasi kerja adalah sebesar 0,381 atau 38,1% sedangkan sisanya sebesar 61,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini seperti : keselamatan kerja, komunikasi, pengembangan karir, kepuasan kerja, dan lain Kata kunci: Pelatihan. Tunjungan. Motivasi Kerja LATAR BELAKANG PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Kontraktor. Rendahnya motivasi kerja karyawan dalam suatu perusahaan yang disebabkan oleh kurangnya pelatihan yang diberikan perusahaan terhadap karyawan , ditambah tunjangan yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan. Pelatihan sangat penting bagi perusahaan yang ingin maju, apa lagi dalam mengantisipasi kemajuan teknologi. Dengan adanya pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian bagi karyawan, karena keterampilan dan keahlian sangat diperlukan dalam setiap aktivitas perusahaan. Apabila setiap karyawan telah memiliki keterampilan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, maka hal ini mendorong karyawan ke arah peningkatan kualitas kerjanya. Keinginan para karyawan untuk memenuhi kebutuhan yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu termasuk untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Pemberian tunjangan sangat penting bagi karyawan, karena besar kecilnya tunjangan juga mempengaruhu motivasi kerja karyawan, apabila tunjangan yang diberikan perusahaan cukup adil untuk karyawan, akan mendorong karyawan untuk lebih baik dalam melakukan pekerjaannya dan lebih bertanggung jawab atas tugas yang diberikan perusahaan. Tujuan tunjangan dilakukan perusahaan antara lain : untuk menghargai prestasi karyawan, menjamin keadilan di antara karyawan, dan tunjangan dapat memotivasi para karyawan. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk membuat penelitian dengan judul. AuPengaruh Pelatihan dan Tunjangan terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan. Ay CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 KAJIAN TEORITIS Pelatihan Menurut Yani . Aupelatihan lebih ditekankan pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan spesifik saat ini, dan pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa mendatang. Ay Menurut Suparyadi . Aupelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pembelajaran secara sistematis yang mencakup penguasaan pengetahuan, meningkatkan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku guna meningkatkan kinerja karyawan. Ay Tunjangan Menurut Fajar dan Heru . AuKompensasi adalah seluruh ekstrinsic rewards yang diterima oleh karyawan dalam bentuk upah, atau gaji, insentif atau bonus dan beberapa tunjangan . Ay Menurut Hasibuan . Aukompensasi finansial adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada Ay Motivasi Kerja Menurut Feriyanto dan Triana . AuMotivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan individu untuk mencapai tujuannya. Ay Menurut Triatna . AuMotivasi merupakan suatu proses yang dilandasi oleh suatu dorongan. Dorongan inilah yang disebut kebutuhan. Ay Kerangka Berpikir Menurut Widodo . , perlu dingat bahwa tidak semua masalah kinerja yang buruk disebabkan karena kurangnya motivasi pelakunya. Kurangnya pelatihan . dapat mencegah orang yang bermotivasi melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Di samping itu tidak memadainya sarana dan prasarana serta material yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan juga dapat mencegah orang bermotivasi melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Demikian pula dengan tidak jelasnya apa yang diharapkan jika ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, tidak jelasnya aturan permainan dan tidak jelasnya apa yang seharusnya ingin dicapai akan menyebabkan karyawan juga kurang bermotivasi. Menurut Suparyadi . , motivasi karyawan yang dilatih sesuai bidang pekerjaannya akan meningkat. Hal itu disebabkan oleh dua hal, yaitu pertama bahwa dengan menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan pekerjaannya. PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN maka mereka menjadi lebih yakin dan percaya diri mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik, kedua, pelatihan memberikan kesadaran kepada karyawan bahwa dirinya menjadi bagian dan diperlukan kontribusinya oleh organisasi, sehingga mereka merasa dihargai oleh organisasi. Pelatihan Tunjangan Motivasi Kerja Karyawan Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis Menurut Sujarweni . Auhipotesis merupakan jawaban sementara terhadap tujuan penelitian yang diturunkan dari kerangka pemikiran yang telah dibuat. Ay Berdasarkan rumusan masalah, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai : Pelatihan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan : Tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan : Pelatihan dan tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan yang beralamat di Jalan Pasar i no. 96 Medan. Waktu penelitian dimulai dari bulan September 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Lindung Jaya Makmur Medan yang berjumlah 58 Karyawan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh yaitu berupa jumlah keseluruhan karyawan PT. Lindung Jaya Makmur Medan yang berjumlah 58 Karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 dengan menggunakan wawancara,kuesioner atau angket, studi dokumen, kajian pustaka (Sujarweni, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Berdasarkan gambar 1 dibawah ini, dapat dilihat bahwa garis pada grafik histogram mengikuti satu garis lurus diagonal dan kurva membentuk melengkung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa grafik histogram di atas berdistribusi Gambar 2. Grafik Histogram Uji normalitas juga dapat dilihat dari grafik P-Plot, sebagai berikut: Berdasarkan Gambar 2 dibawah ini menunjukkan bahwa hasil uji data menyebar mengelilingi di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi secara normal. Gambar 3. Gambar Grafik Normal P-Plot PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN Uji normalitas dapat juga dilakukan dengan uji Kolmogrov-Smirnov dengan melihat data residual apakah berdistribusi normal. Kriteria pengambilan keputusan yang Jika nilai Asymp. Sig. -taile. > 0,05, maka berdistribusi normal Jika nilai Asymp. Sig. -taile. < 0,05, maka tidak berdistribusi normal Tabel 1. One Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. ,085 ,200c,d Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Jika dilihat dari tabel di atas, nilai Asymp. Sig. -taile. adalah : sebesar 0,200 dan nilai tersebut di atas persyaratan 0,05. Dengan demkian, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 2. Uji Multikolinearitas Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Collinearity Statistics Tolerance VIF Pelatihan Tunjangan Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Dari tabel di atas dapat terlihat nilai tolerance dari variabel pelatihan dan tunjangan adalah : 0,531 dan nilai tersebut lebih besar dari 0,1 dan melihat semua nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari variabel pelatihan dan tunjangan adalah : 1,884 dan nilai tersebut lebih kecil dari 10, maka dapat dikatakan bahwa model regresi ini dari CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 variabel-variabel tersebut tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 4 Uji Scatterplot Dari gambar di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi Motivasi berdasarkan masukkan variabel pelatihan dan Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode kolerasi SpearmanAorho. Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Metode Kolerasi SpearmanAorho Spearman's Unstandardiz ed Residual Correlations Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Unstandardized Residual Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat variabel pelatihan mempunyai signifikansi 0,939 pada kolom unstardized di mana lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas dan dapat digunakan pada model PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN regresi yang baik. Pada variabel tunjangan mempunyai signifikansi 0,841 pada kolom unstardized di mana lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas dan dapat digunakan pada model regresi yang baik Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Metode Korelasi Glejser Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Sig. Beta Pelatihan Tunjangan -. 154 -. Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Dari heteroskedastisitas yang terjadi karena nilai signifikan . pelatihan adalah : 0,317 dan tunjangan adalah : 0,406. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas. Uji Autokolerasi Tabel 4. Uji DW (Durbin-Watso. Model Summaryb Std. Error Squar Adjusted of the DurbinModel R R Square Estimate Watson Predictors: (Constan. Tunjangan. Pelatihan Dependent Variable: Motivasi Tabel Durbin Watson menunjukkan bahwa dengan sampel sebesar 58 orang maka diperoleh nilai dL sebesar 1,3635 dan dU sebesar 1,6475. Berdasarkan kalkulasi di atas, diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,988. Syarat tidak terjadinya autokorelasi adalah : dU < dhitung < 4 - dU 1,6475 < 1,988 < 4 - 1,6475 1,6475 < 1,988 < 2,3525 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini, tidak terjadi CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 Uji Linearitas Tabel 5. Uji Linearitas variabel Pelatihan (X. Moti Betw (Combi vasi * een ne. Pelati Grou Lineari han ps Deviati Lineari Within Groups Total Mean Square Sig. Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Dari tabel di atas, nilai linearity yang diperoleh adalah : sebesar 0,000 dan nilai tersebut kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel pelatihan mempunyai hubungan linear dengan variabel motivasi karyawan. Tabel 6. Uji Linearitas variabel Tunjangan (X. Moti Betw (Combi vasi * een ne. Tunja Grou Lineari ngan ps Deviati Lineari Within Groups Total Mean Square Sig. Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Dari tabel di atas, nilai linearity yang diperoleh adalah : sebesar 0,000 dan nilai tersebut kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel tunjangan mempunyai hubungan linear dengan variabel motivasi karyawan. PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 7. Analisis Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. Pelatihan Tunjangan Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Dari tabel di atas kolom unstandardized coefficients bagian B diperoleh persamaan regresi linier berganda, sebagai berikut: Y = 5,372 0,392 X1 0,337 X2 e Dari persamaan di atas dapat diartikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 5,372 menyatakan bahwa motivasi kerja karyawan akan meningat secara konstan sebesar 5,372 jika tidak dipengaruhi variabel X1 . dan X2 . Jika X1 . bertambah satu unit maka Y . akan bertambah 0,392 unit dengan catatan variabel lain dianggap konstan. Jika X2 . bertambah satu unit maka Y . akan bertambah 0,337 unit dengan catatan variabel lain dianggap konstan. Berdasarkan pengolahan data tersebut maka dapat diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja adalah pelatihan karena nilai koefisien regresinya lebih besar daripada variabel tunjangan Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Tunjangan. Pelatihan Dependent Variable: Motivasi Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Nilai koefisien determinasi (R Squar. menyatakan bahwa variabel pelatihan dan tunjangan mampu menjelaskan motivasi sebesar 0,403 atau 40,3% sedangkan sisanya sebesar 59,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini seperti : keselamatan kerja, komunikasi, pengembangan karir, kepuasan kerja, dan lain CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 Uji Serempak (Uji F) Tabel 9. Uji Serempak (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Nilai ftabel diperoleh dari : df1 = k-1 Ae 3-1 = 2, di mana k adalah : jumlah variabel dependen dan independen df2 = n-k = 58-3 = 55, di mana n adalah : jumlah sampel dapat dilihat dari baris ke 55, kolom ke 2. ftabel sesuai dengan tabel F adalah 3,16. Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa nilai F hitung sebesar 18,551 dengan probabilitas 0,000, karena probabilitasnya lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi motivasi kerja. Hal ini juga dapat dilihat dari Fhitung . > Ftabel . , maka H3 diterima yang berarti bahwa variabel pelatihan dan tunjangan berpengaruh secara simultan terhadap variabel motivasi pada PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan. Uji Parsial (Uji . Tabel 10. Uji Parsial (Uji . Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Pelatihan Tunjangan Dependent Variable: Motivasi Sig. Sumber: Diolah oleh penulis, 2020 Nilai t ditentukan signifikan 5% dan derajat bebas : df = n-k . f = jumlah sampel dan k = jumlah variabel keseluruha. yaitu df = 58-3 = 55. Uji thitung yang dilakukan adalah : uji dua arah maka ttabel yang digunakan adalah t 5% atau t0,05 . = 2,0001 Dari hasil uji t di atas dapat disimpulkan bahwa untuk variabel pelatihan, diperoleh thitung . > ttabel . serta nilai probabilitas . < 0,05, maka PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN H1 diterima berarti ada pengaruh signifikan positif dari variabel tunjangan terhadap motivasi karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan. Lalu, untuk variabel pelatihan, diperoleh thitung . > ttabel . serta nilai probabilitas . < 0,05, maka H2 diterima berarti ada pengaruh signifikan positif dari variabel tunjangan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Konstruksindo Persada Medan. Pembahasan Pengaruh Pelatihan terhadap Motivasi Kerja Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial menggunakan uji t, diketahui bahwa pelatihan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada PT. Dexa Kontruksindo Persada Medan. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian oleh hasil penelitian Syarifuddin. dengan judul penelitian Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Terhadap Motivasi Dampaknya Terhadap Prestasi Kerja Karyawan di Lokawisata Batur Raden. Hasil penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel pelatihan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Widodo . , yang menjelaskan perlu dingat bahwa tidak semua masalah kinerja yang buruk disebabkan karena kurangnya motivasi pelakunya. Kurangnya pelatihan . dapat mencegah orang yang bermotivasi melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Di samping itu tidak memadainya sarana dan prasarana serta material yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan juga dapat mencegah orang bermotivasi melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Demikian pula dengan tidak jelasnya apa yang diharapkan jika ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, tidak jelasnya aturan permainan dan tidak jelasnya apa yang seharusnya ingin dicapai akan menyebabkan karyawan juga Pengaruh Tunjangan terhadap Motivasi Kerja Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial menggunakan uji t, diketahui bahwa tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada PT. Dexa Kontruksindo Persada Medan. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian oleh hasil penelitian Hanifah . dengan judul penelitian Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Motivasi Kerja. Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai. Hasil penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel tunjangan CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Suparyadi . , yang menjelaskan bahwa motivasi karyawan yang dilatih sesuai bidang pekerjaannya akan Hal itu disebabkan oleh dua hal, yaitu pertama bahwa dengan menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan pekerjaannya, maka mereka menjadi lebih yakin dan percaya diri mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik, kedua, pelatihan memberikan kesadaran kepada karyawan bahwa dirinya menjadi bagian dan diperlukan kontribusinya oleh organisasi, sehingga mereka merasa dihargai oleh organisasi. Pengaruh Pelatihan dan Tunjangan Terhadap Motivasi Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial menggunakan uji F, diketahui bahwa pelatihan dan tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada PT. Dexa Kontruksindo Persada Medan. Hasil tersebut memiliki kesamaan dengan hasil penelitian oleh hasil penelitian Raharjo . dengan judul penelitian Pengaruh Pelatihan terhadap Motivasi dan Kinerja Pegawai. Hasil penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel pelatihan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Notoatmodjo . , kompensasi sangat penting bagi karyawan itu sendiri sebagai individu, karena besarnya kompensasi finansial merupakan pencerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Besar kecilnya kompensasi finansial dapat mempengaruhi kinerja . restasi kerj. , motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Apabila kompensasi finansial diberikan secara tepat dan benar, para karyawan akan memperoleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Akan tetapi bila kompensasi finansial itu diberikan tidak memadai atau kurang tepat, maka kinerja . restasi kerj. , motivasi dan kepuasan kerja karyawan justru akan menurun. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pelatihan PT. Dexa Kontruksindo Persada Medan. Tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa PENGARUH PELATIHAN DAN TUNJANGAN TERHADAP PT. DEXA KONSTRUKSINDO PERSADA MEDAN Kontruksindo Persada Medan. Pelatihan dan tunjangan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT. Dexa Kontruksindo Persada Medan. Saran Adapun saran-saran yang peneliti ajukan untuk dapat dijadikan masukan yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan yaitu : Adapun pihak perusahaan dapat membuat metode pelatihan yang lebih baru sehingga karyawan bersemangat dalam mengikuti pelatihan yang dilaksanakan seperti : melakukan penyusunan materi terbaru dalam pelatihan, melaksanakan makan siang bersama sebelum pelatihan, mencari pelatih yang berkualitas dalam menyajikan materi pelatihan kepada karyawan. Jika ketiga hal ini mampu dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan, maka pelatihan yang dilaksanakan akan lebih bermanfaat untuk membantu pengembangan diri karyawan dalam pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. MaAoruf, 2014. Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Penerbit Aswaja Pressindo. Afandi. Pandi. Concept & Indicator Human Resources Management for Management Research. Yogyakarta. Bangun. Wilson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Erlangga. Badeni. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Bandung: Penerbit Alfabeta. Edison. Emron. Yohny Anwar dan Imas Komaria. Manejemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama. Bandung: Penerbit Alfabeta. Feriyanto. Andri dan Endang Shyta Triana. Pengantar Manajemen . IN . Untuk Mahasiswa dan Umum. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Penerbit Mediatera. Fajar. Al Siti dan Tri Heru. Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Dasar Meraih Keunggulan Bersaing. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS 23,. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hartatik. Indah Puji. Buku Praktis Mengembangkan SDM. Jakarta: Penerbit Laksana. Hasibuan. Malayu S. 2016 Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara. Kasmir. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Prakti. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Mangkunegara. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. CEMERLANG - VOLUME 1. NO. NOVEMBER 2021 CEMERLANG Vol. No. 4 November 2021 e-ISSN: 2962-3596. p-ISSN: 2962-3596. Hal 13-27 Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya. Mulyadi. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Cetakan kedua. Bogor: Penerbit In Media. Moeheriono. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Edisi Revisi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Noor. Juliansyah. 2013 Penelitian Ilmu Manajemen (Tinjauan Filosofis dan Prakti. Cetakan Pertama. Jakarta : Penerbit Prenadamedia Group. Notoatmodjo. Soekidjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cetakan kelima. Jakarta: Penerbit PT. Rineka Cipta. Priansa. Donni Juni. Perencanaan dan Pengembangan SDM. Cetakan Kedua. Bandung: Penerbit Alfabeta. Priyatno. Duwi. SPSS 22 Pengelola Data Terpraktis. Yogyakarta: Penerbit Andi. Raymond. Noe. John R. Hollenbeck. Barry Gerhart dan Patrick M. Wright. Jakarta: Salemba Empat. Sedarmayanti. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Ketujuh. Bandung: Penerbit PT. Refika Aditama. Sinambela. Lijan Poltak. Manajemen Sumber Daya Manusia Membangun Tim Kerja Yang Solid Untuk Meningkatkan Kinerja. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara Sujarweni. Wiratna. a Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi. Yogyakarta : Pustaka Baru.