JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 Juli 2025 Hal. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif pada KB/TK Cita Sakinah Evi Dwi Wahyuni1. Ilyas Nuryasin2. Ulum Fadhlur Rohman3. Aminudin Muhibbullah4 1,2,3,4Program Studi Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Malang *Alamat korespondensi: evidwi@umm. (Diterima: 7-1-2025. Direvisi: 20-6-2025. Dipublikasi: 28-7-2. Abstrak Pendidikan anak usia dini (PAUD) di KB/TK Cita Sakinah menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah keterbatasan dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang menarik dan efektif, serta belum adanya website sebagai media informasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para guru dalam pemanfaatan media digital, khususnya Alat kakas desain, untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dan materi visual pendukung kegiatan sekolah. Selain itu, tim pengabdi juga melakukan penggalian kebutuhan untuk pengembangan website company profile sebagai sarana komunikasi dan informasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif dengan praktik langsung serta diskusi kelompok untuk menggali kebutuhan website. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, serta dapat membuat materi promosi yang lebih efektif, hal ini juga dibuktikan dengan hasil pengukuran pemahaman penggunaan alat kakas desain meningkat sebesar 40% dari 60% menjadi 100%. Selain itu, dokumen kebutuhan untuk website telah berhasil disusun, sebagai dasar untuk pengembangan website yang akan meningkatkan aksesibilitas informasi sekolah kepada orang tua dan masyarakat luas. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, perangkat pembelajaran, website, pendidikan anak usia dini, media digital Abstract Early childhood education (ECE) at KB/TK Cita Sakinah faces several challenges, including limited development of attractive and effective teaching materials and the absence of a website as a communication tool for the public. This community service aimed to train teachers in utilizing digital media, specifically Alat kakas desain, to develop learning devices and visual materials for school activities. In addition, the service team also conducted a needs assessment This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat and created documentation for the development of a company profile website as a means of communication and information for the public. The method used was interactive training with hands-on practice and group discussions to assess website needs. The results showed that teachers were able to develop more creative and engaging teaching materials and promotional Additionally, the needs document for the website was successfully created, serving as a foundation for the development of a website to improve accessibility of school information for parents and the wider community. This community service is expected to enhance the quality of learning and strengthen communication between the school and the community. Keywords: community service, teaching materials, website, early childhood education, digital Pendahuluan Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan jembatan antara lingkungan keluarga dan masyarakat yang lebih luas, yaitu sekolah dasar dan untuk mendorong pertumbuhan di lingkungan lain serta keterampilan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak (Nabila & Utami. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan penting dalam membentuk dasar karakter dan perkembangan kognitif anak. Keberhasilan pendidikan pada tahap ini sangat bergantung pada kualitas pembelajaran yang diterima anak-anak (Harahap & Br Hasibuan, 2. Di KB/TK Cita Sakinah, meskipun terdapat komitmen yang kuat untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini, beberapa tantangan masih perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah terbatasnya pengembangan perangkat pembelajaran yang kreatif dan efektif, serta rendahnya pemanfaatan media digital dalam mendukung proses belajar mengajar. Sebagai contoh, penggunaan alat desain grafis yang menarik, seperti Alat kakas desain, belum dimaksimalkan oleh para guru dalam pembuatan materi pembelajaran maupun materi promosi sekolah(Anam & Romelah, 2. Tantangan serupa terkait keterbatasan pengembangan perangkat pembelajaran kreatif dan minimnya pemanfaatan media digital juga teridentifikasi di berbagai lembaga PAUD lain di Indonesia. Sebagai contoh, studi oleh (Apriani et al. , 2. menyoroti bahwa guruguru PAUD masih mengandalkan metode konvensional dan belum sepenuhnya mengadopsi teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya akses terhadap pelatihan yang relevan dan minimnya infrastruktur pendukung di banyak PAUD, yang pada akhirnya membatasi potensi inovasi dalam pembelajaran dan komunikasi dengan pihak eksternal. Oleh karena itu, pengalaman dan solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model yang relevan dan dapat direplikasi untuk mengatasi permasalahan serupa di lembaga PAUD lainnya. Selain itu. KB/TK Cita Sakinah juga menghadapi hambatan dalam hal komunikasi dengan masyarakat, terutama terkait dengan belum tersedianya sarana informasi yang efektif. Hingga saat ini, sekolah ini belum memiliki website yang dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan, fasilitas, dan program pendidikan yang tersedia. Hal ini berdampak pada terbatasnya aksesibilitas E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat informasi bagi orang tua dan masyarakat luas, serta mengurangi potensi promosi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sekolah. Meskipun pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan anak usia dini semakin diakui (Ardiana, 2. , pelatihan praktis yang spesifik mengenai pemanfaatan Canva sebagai alat kakas desain dan aplikasi editing video seperti CapCut untuk pengembangan perangkat pembelajaran dan materi promosi masih sangat jarang ditemukan di tingkat PAUD (Salim, 2. , khususnya di KB/TK Cita Sakinah. Pelatihan yang ada cenderung bersifat umum atau tidak langsung menyentuh kebutuhan spesifik guru PAUD dalam menciptakan konten visual yang menarik dan sesuai untuk anak usia dini. Kebaruan pelatihan ini terletak pada pendekatan yang terfokus dan berbasis praktik langsung , membekali guru dengan keterampilan konkret yang dapat segera diterapkan untuk menciptakan media pembelajaran yang lebih interaktif dan visual. Selain itu, inisiatif untuk secara bersama menggali kebutuhan dan menyusun dokumen spesifikasi website sekolah sebagai sarana komunikasi dan informasi publik merupakan langkah proaktif yang belum banyak dilakukan oleh lembaga pengabdian lain di sektor PAUD (Simbolon et al. , 2. Pendekatan terpadu ini tidak hanya meningkatkan kualitas internal pembelajaran, tetapi juga memperkuat konektivitas eksternal sekolah dengan orang tua dan masyarakat (Angguna & Gani, 2. , mengisi kesenjangan yang selama ini menjadi tantangan bagi KB/TK Cita Sakinah dan PAUD serupa. Menanggapi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan dua pendekatan utama. Pertama, melalui pelatihan bagi para guru untuk memanfaatkan Alat kakas desain sebagai alat desain dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Kedua, dengan membantu sekolah untuk menggali kebutuhan dan merancang pengembangan website sebagai sarana komunikasi yang lebih baik dengan publik. Pengalaman dari kegiatan serupa sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, termasuk desain grafis dan website, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat (Wiryotinoyo et al. , 2. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih efektif dalam mengembangkan materi pembelajaran yang kreatif, sementara pengembangan website akan meningkatkan akses informasi serta komunikasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat luas. Metode Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan dua pendekatan utama, yaitu pelatihan pemanfaatan media digital (Alat kakas desai. untuk pengembangan perangkat pembelajaran dan pembuatan dokumen kebutuhan untuk pengembangan website sebagai sarana komunikasi sekolah dengan masyarakat (Hasriadi, 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di KB/TK Cita Sakinah serta memperbaiki komunikasi dan akses informasi antara sekolah dan masyarakat. Adapun tahapan pengabdian adalah seperti pada gambar 1. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 1. Tahapan Pengabdian Analisis Kebutuhan Tahap pertama adalah analisis kebutuhan yang dilakukan untuk menggali masalah dan kebutuhan (Belani et al. , 2. yang dihadapi oleh KB/TK Cita Sakinah. Tim pengabdian melakukan wawancara dengan para guru dan pengelola sekolah untuk mengidentifikasi kendala yang ada. Beberapa aspek yang dibahas dalam tahap ini antara lain: Keterbatasan dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang menarik dan Minimnya pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran, dan Kebutuhan akan website untuk memperlancar komunikasi dan distribusi informasi kepada orang tua dan masyarakat. Hasil dari tahap ini adalah identifikasi dua masalah utama, yaitu kurangnya perangkat pembelajaran berbasis media digital yang menarik dan tidak adanya website sebagai sarana informasi publik. Desain Pelatihan dan Pengembangan Website Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tim pengabdian merancang dua kegiatan utama, yaitu pelatihan penggunaan Alat kakas desain dan pengembangan dokumen kebutuhan website: Pelatihan Alat kakas desain Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan kepada para guru dalam menggunakan Alat kakas desain sebagai alat desain grafis untuk membuat perangkat pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, seperti poster, flyer, dan materi promosi sekolah (Hasriadi, 2. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Penggalian Kebutuhan Website Pada tahap ini, tim pengabdian bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menggali kebutuhan pengembangan website (Sonata, 2. Diskusi difokuskan pada tujuan website, jenis informasi yang perlu ditampilkan, dan fitur-fitur yang diinginkan, seperti informasi kegiatan sekolah, informasi pendaftaran siswa baru dan galeri kegiatan sekolah. Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama sebagai berikut: Sesi 1: Pelatihan Penggunaan Alat kakas desain Pada sesi ini, para guru diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan Alat kakas desain, termasuk cara membuat akun dan mengakses berbagai template. Guru juga diajarkan cara membuat modul pembelajaran, poster, dan flyer yang relevan dengan kegiatan sekolah. Setiap peserta diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan desain sesuai dengan kebutuhan Sesi 2: Pengembangan Website Tim pengabdian membantu pihak sekolah untuk menyusun dokumen kebutuhan website. Pada sesi ini, struktur dan konten website dibahas secara mendalam, mencakup informasi yang akan ditampilkan pada halaman utama dan subhalaman. Diskusi juga membahas fitur interaktif yang diinginkan, seperti pendaftaran online dan galeri foto kegiatan sekolah. Evaluasi dan Penyusunan Dokumen Kebutuhan Website Setelah pelatihan selesai, tim melakukan evaluasi terhadap pemahaman para guru mengenai penggunaan Alat kakas desain. Evaluasi dilakukan dengan menilai hasil desain perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh peserta dan memberikan umpan balik untuk perbaikan (Jaya, 2. Tim juga menyusun dokumen kebutuhan website dalam bentuk dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) . Implementasi dan Pengembangan Website Setelah dokumen kebutuhan selesai disusun, tim memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah untuk melanjutkan pengembangan website. Pengabdian ini tidak mencakup pengembangan teknis website, namun tim memberikan arahan terkait kebutuhan dan struktur website yang harus dipenuhi. Hasil dan Pembahasan Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di KB/TK Cita Sakinah diantaranya : Hasil Pelatihan Penggunaan Alat kakas desain Pelatihan penggunaan Alat kakas desain sebagai alat desain grafis untuk pengembangan perangkat pembelajaran dan materi promosi sekolah berhasil Kegiatan pelatihan diikuti oleh seluruh guru di KB/TK Cita Sakinah E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dengan antusiasme tinggi. Para peserta pelatihan mempelajari cara membuat berbagai materi pembelajaran yang lebih menarik dan efektif, seperti poster, flyer, serta materi promosi sekolah. Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Alat Kakas Desain Gambar 3. Guru melakukan Praktik Pembuatan Desain Kegiatan dimulai dengan pemaparan tentang teknologi alat kakas desain dan beberapa fitur yang ditawarkan serta cara efektif membuat desain poster atau konten lain untuk media sosial maupun keperluan pembelajaran pada gambar 2. Selain Alat kakas desain, tim pengabdi juga memberikan praktik tentang editing video menggunakan aplikasi Capcut pada gambar 3. Tim pengabdi memberikan materi tentang fitur-fitur dasar Capcut dan cara penggunaannya, diikuti dengan bimbingan praktik langsung kepada para guru untuk membuat video pembelajaran dan branding sekolah secara lebih efektif. Kegiatan pelatihan ini E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para guru dalam menggunakan alatalat desain dan video editing untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan promosi sekolah. Pelatihan penggunaan Alat kakas desain dan CapCut memberikan dampak positif terhadap kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh para guru. Dengan menggunakan alat kakas desain, para guru dapat membuat materi pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, yang sangat penting dalam konteks pendidikan anak usia dini. Penggunaan desain visual yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak membantu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Hasil Pengembangan Website Salah satu tujuan pengabdian ini adalah membantu pihak sekolah dalam merancang dokumen kebutuhan untuk pengembangan website yang akan menjadi sarana komunikasi dengan orang tua dan masyarakat. Tim pengabdian berhasil membantu pihak sekolah menyusun dokumen kebutuhan website yang mencakup beberapa elemen penting dan disajikan dalam dokumen SKPL dengan gambaran fungsionalitas sistem pada gambar 4 dan gambar 5. Gambar 4. Usecase Diagram Website CISA Diagram use case diatas menggambarkan interaksi antara dua aktor utama (Perwitasari & Irwansyah, 2. , yaitu Admin dan Pengunjung, dalam sebuah Admin memiliki peran utama dalam mengelola berbagai informasi di dalam sistem, seperti mengelola data kegiatan, informasi statistik, struktur organisasi, dan fasilitas. Melalui fitur Kelola Kegiatan. Admin dapat menambahkan, mengedit, atau menghapus informasi terkait kegiatan. Pada fitur Kelola Informasi Statistik. Admin bertugas mengelola data statistik yang relevan, seperti jumlah pengunjung atau aktivitas tertentu. Admin juga dapat memperbarui E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat informasi struktur organisasi melalui fitur Kelola Struktur Organisasi, serta mengelola informasi tentang fasilitas yang tersedia menggunakan fitur Kelola Fasilitas. Sementara itu. Pengunjung memiliki akses untuk melihat informasi yang telah dikelola oleh Admin. Pengunjung dapat menggunakan fitur seperti View Kegiatan untuk melihat daftar atau detail kegiatan. View Informasi Statistik untuk mengakses data statistik. View Struktur Organisasi untuk memahami struktur organisasi, dan View Fasilitas untuk mengetahui fasilitas yang ditawarkan. Sistem ini dirancang untuk memastikan pembagian peran yang jelas antara Admin sebagai pengelola data dan Pengunjung sebagai pengguna yang mengakses Gambar 5. Sitemap Website Sitemap ini menggambarkan struktur navigasi sebuah sistem berbasis Dashboard yang berfungsi sebagai pusat kontrol utama (Setiyawan, 2. Dari dashboard ini, pengguna dapat mengakses empat menu utama, yaitu Kegiatan. Informasi. Struktur Organisasi, dan Fasilitas. Menu Kegiatan memungkinkan pengguna untuk melihat daftar atau detail kegiatan yang sedang berlangsung maupun yang telah direncanakan. Menu Informasi menyediakan akses ke berbagai data penting, seperti statistik atau laporan yang relevan dengan sistem. Selanjutnya, menu Struktur Organisasi memberikan informasi tentang hierarki organisasi, termasuk nama, jabatan, dan hubungan antar anggota organisasi. Terakhir, menu Fasilitas memberikan informasi mengenai fasilitas yang tersedia, lengkap dengan deskripsi dan detailnya. Dengan struktur navigasi yang sederhana namun terorganisir, sitemap ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi dalam menjelajahi berbagai fitur sistem. Website yang akan dikembangkan berdasarkan dokumen kebutuhan yang telah disusun akan memainkan peran penting dalam memperbaiki komunikasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan adanya website, orang tua dapat mengakses informasi terkait kegiatan sekolah, jadwal kegiatan, fasilitas yang tersedia, serta pendaftaran peserta didik baru dengan lebih mudah dan cepat(Ardiana, 2. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pengembangan website juga dapat meningkatkan transparansi dan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah(Wiryotinoyo et al. , 2. Sebagai contoh, orang tua dapat mengikuti perkembangan kegiatan sekolah melalui galeri foto atau artikel yang diposting di website. Fitur informasi pendaftaran peserta didik baru juga akan mempermudah orang tua dalam memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke sekolah. Tim pengabdi juga melakukan survey pemahaman tentang bagaimana mengoperasikan website terhadap 5 orang admin dan guru. Adapun instrumen pernyataan yang diberikan kepada responden dapat dilihat pada tabel1. Tabel 1. Pernyataan Pemahaman Website No. Pernyataan Saya memahami fungsi dan manfaat website sebagai media informasi Saya memahami pentingnya memiliki website untuk komunikasi dengan orang tua dan masyarakat Saya memahami elemen-elemen penting yang harus ada dalam dokumen kebutuhan website (SKPL) Saya memahami jenis informasi yang relevan untuk ditampilkan di website sekolah . isal: kegiatan, pendaftara. Saya memahami konsep use case diagram untuk menggambarkan fungsionalitas website Saya memahami konsep sitemap untuk struktur navigasi website Saya dapat mengidentifikasi fitur interaktif yang dibutuhkan untuk website sekolah . isal: galeri foto, pendaftaran onlin. Kuesioner diberikan dua kali yaitu pada saat sebelum website dikembangkan . re tes. dan saat setelah website dikembangkan . ost tes. Dari hasil survey pemahaman yang dilakukan terdapat peningkatan pemahaman konsep dan fungsi website sebesar 37%, yang semula 46% menjadi 83%. Hal tersebut menunjukkan bahwa website yang dikembangkan sudah sesuai kebutuhan dan bersifat user Simpulan dan Rekomendasi Pelatihan alat kakas desain meningkatkan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Hal tersebut dibuktikan melalui dua survey pemahaman penggunaan alat kakas desain yang meningkat menjadi 100% dan survey pemahaman konsep dan fungsi website menjadi 83%. Para guru dapat membuat materi pembelajaran dan materi promosi sekolah . eperti poster dan flye. dengan desain yang lebih kreatif dan mudah dipahami. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital, seperti Alat kakas desain, dapat memperkaya pembelajaran di KB/TK Cita Sakinah. Tim pengabdian juga merancang dokumen kebutuhan untuk website, yang akan menjadi sarana penting dalam meningkatkan komunikasi dengan orang tua dan masyarakat. Meskipun sebagian E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat besar guru berhasil menguasai dasar-dasar Alat kakas desain, beberapa guru masih memerlukan pelatihan lanjutan untuk menguasai fitur-fitur desain grafis yang lebih Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan berkelanjutan agar keterampilan desain dapat terus berkembang. Penggunaan Alat kakas desain dan website merupakan langkah awal dalam pemanfaatan teknologi di sekolah. Penggunaan platform pembelajaran digital atau aplikasi lainnya untuk mendukung proses belajar mengajar dapat menjadi pengembangan selanjutnya, yang dapat memperkaya pengalaman belajar anak-anak. Penghargaan Terima kasih kami ucapkan kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Fakultas Teknik UMM, yang telah memberikan hibah pengabdian masyarakat yang sangat berarti untuk pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan dana hibah ini memungkinkan kami untuk mengimplementasikan program pengabdian yang bermanfaat bagi KB/TK Cita Sakinah, serta mendukung upaya kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di lembaga tersebut. Daftar Pustaka