Ekasakti Matua Jurnal Manajemen e-ISSN: 2985-6590 | p-ISSN: 2985-6604 Vol. No. Juli 2026 Website: https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto Rima Anggraini1*. Agussalim M2. Yulistia3 Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia *Corresponding Author: rima. anggrainy@gmail. Abstract: This study aims to analyze the influence of leadership style partially on the performance of employees at Kejaksaan Negeri Sawahlunto. the influence of organizational culture partially on the performance of employees at Kejaksaan Negeri Sawahlunto. influence of leadership style and organizational culture simultaneously on the performance of employees at Kejaksaan Negeri Sawahlunto. The population used in this study was 44 ASN employees at Kejaksaan Negeri Sawahlunto. The sample of this study was determined in two stages, the first stage was Purposive sampling because the researcher was an employee at Kejaksaan Negeri Sawahlunto and the Head of Kejaksaan Negeri Sawahlunto which was the topic of the study to be carried out, so the number of samples became 44 - 2 = 42 people. The second stage of 42 ASN employees there was a total sampling. The data analysis method in this study used descriptive analysis. multiple linear regression analysis. coefficient of partial test hypothesis testing . and simultaneous test (F tes. The results of this study indicate that: leadership style partially has a positive but not significant effect on the performance of Kejaksaan Negeri Sawahlunto Employees, organizational culture partially has a positive and significant effect on the performance of Kejaksaan Negeri Sawahlunto Employees, leadership style and organizational culture simultaneously have a positive and significant effect on the performance of Kejaksaan Negeri Sawahlunto Employees. Suggestions for the Head of Kejaksaan Negeri Sawahlunto are expected to consider a democratic leadership style, in which leaders can give freedom to employees to express their opinions, suggestions and criticisms, and provide appreciation to employees who are able to complete tasks well, for example with an award to encourage employee motivation in working. Keywords: Leadership Style. Organizational Culture. Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan secara parsial terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. pengaruh budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pegawai ASN pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Sampel penelitian ini ditentukan dalam dua tahap, tahap pertama Purposive sampling dengan alasan peneliti adalah pegawai Kejaksaan Negeri Sawahluto dan Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang merupakam topik kajian yang akan dilakukan maka jumlah sampel menjadi 44 Ae 2 = 42 orang. Tahap kedua dari 42 orang pegawai ASN disana dilakukanlah total sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini DOI: https://doi. org/10. 31933/emjm. Licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 353 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM menggunakan analisis deskriptif. analisis regresi linear berganda. koefisien determinasi. pengujian hipotesis uji parsial . dan uji simultan . ji F). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Saran untuk Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto diharapkan dapat mempertimbangkan gaya kepemimpinan yang demokratis, yang mana pemimpin dapat memberikan kebebasan kepada para pegawai untuk mengemukakan pendapat, saran dan kritiknya, serta memberikan apresiasi terhadap pegawai yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik misalnya dengan sebuah penghargaan untuk mendorong motivasi pegawai dalam bekerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan. Budaya Organisasi. Kinerja PENDAHULUAN Tercapainya tujuan o rganisasi tidak hanya te rgantung pada te kno logi, tetapi justru le bih tergantung kepada sumber daya manusia yang me laksanakan pekerjaannya. Kemampuan memberikan hasil kerja yang baik untuk me menuhi kebutuhan o rganisasi secara keseluruhan merupakan ko ntribusi dari kine rja karyawan atau pegawai. Se suai dengan te ori yang dikemukakan oleh Khaeruman et al. kinerja merupakan pencapaian hasil ke rja atau prestasi kerja dari sasaran yang harus dicapai o leh seorang pegawai atau karyawan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Banyak fakto r yang dapat mempengaruhi kine rja, para ahli me nyebutkan diantaranya adalah ke mampuan dan keahlian, pengetahuan, kepemimpinan, gaya ke pemimpinan, budaya o rganisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, lo yalitas, komitme n, dan disiplin kerja (Kasmir, 2. Gaya kepemimpinan adalah adalah sifat, ke biasaan, te mpramen, watak, dan kepribadian yang unik khas se hingga membedakan seo rang pemimpin dalam berinteraksi dengan o rang lain (Karto no, 2. Fakto r gaya kepemimpinan menjadi hal yang sangat penting karena setiap pemimpin dalam me njalankan kepemimpinannya me mpunyai karakte r yang berbeda-beda yang akan me mberikan dampak kepada sikap dan kinerja pegawai. Menurut Edison et al. budaya o rganisasi merupakan hasil pro ses melebur gaya budaya dan atau pe rilaku tiap individu yang dibawa se belumnya ke dalam sebuah no rmanorma dan filosofi yang baru, yang me miliki energi serta kebanggaan kelompok dalam menghadapi sesuatu dan tujuan te rtentu. Manfaat dari budaya o rganisasi yang kuat adalah membimbing perilaku anggo tanya ke arah pemikiran ko nstruktif, be rkontribusi po sitif, dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan o rganisasi atau perusahaan. Penelitian-penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa fakto r yang mempengaruhi kine rja diantaranya gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi. Menurut Semet et al. dalam penelitiannya, gaya kepemimpinan se cara parsial berpengaruh positif dan signifikan te rhadap kinerja pegawai, dan budaya o rganisasi berpengaruuh po sitif dan signifikan te rhadap kinerja pegawai. Menurut Jufri and Marimin . dalam penelitiannya, gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi se cara simultan pengaruh po sitif dan signifikan te rhadap kinerja karyawan. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Mardiani and Se pdiana . variabel gaya kepemimpinan tidak be rpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, se rta budaya o rganisasi me miliki pengaruh po sitif signifikan terhadap kine rja karyawan. Kejaksaan Re publik Indo nesia adalah le mbaga negara yang me laksanakan kekuasaan negara, khususnya di bidang pe nuntutan. Se bagai badan yang be rwenang dalam penegakan hukum dan keadilan, kejaksaan dipimpin o leh jaksa agung yang dipilih o leh dan bertanggung 354 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM jawab kepada presiden. Mengacu pada Undang-Undang Re publik Indo nesia No mor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indo nesia, kejaksaan se bagai salah satu le mbaga penegak hukum dituntut untuk le bih berperan dalam me negakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, se rta pemberantasan Korupsi. Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dan te rlepas dari pe ngaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh kekuasaan lainnya (Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang No mor 11 Tahun 2. Tingkat pergantian pe mimpin pada kanto r kejaksaan te rgolo ng tinggi yaitu rata-rata 1 . kali dalam 2 . tahun dan bahkan kurang dari 2 . Hal ini juga terjadi pada Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang mana dalam 10 tahun te rakhir te lah mengalami 6 kali pe rgantian kepala pimpinan. Berdasarkan o bservasi penelitian sepanjang bulan Agustus 2024 sampai de ngan Desember 2024 dike tahui bahwa Kejaksaan Negeri Sawahlunto dalam melakukan penilaian kinerja pegawainya adalah berdasarkan peraturan PermenPAN-RB No mo r 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Aparatur Sipil Ne gara (ASN) de ngan pembuatan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) de ngan bo bot 60% untuk penilaian hasil ke rja yang terdiri dari Kuantitas. Kualitas, dan Waktu Kerja, sedangkan 40% lagi dari Penilaian Perilaku Kerja dengan bo bot yang terdiri dari Orientasi Pelayanan. Akuntabel. Kompeten. Harmo nis. Lo yal. Adaptif, dan Kolabo ratif. Dengan gaya ke pemimpinan yang ada se karang yaitu Kepemimpinan Bebas (Laisez Faire Leadershi. membuat penilaian kine rja pegawai yang me nggunakan SKP seharusnya dilakukan o leh atasan langsung te rhadap masing-masing staf se suai dengan kinerja masingmasing pegawai, namun dalam realitanya pengisian nilai SKP ini justru dilakukan se ndiri oleh masing-masing pegawai dan atasan hanya me nandatanganinya, se hingga secara te rtulis kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto tercatat selalu baik dan hal ini be lum tentu sesuai dengan kenyataannya. Pelanggaran lain yang te rjadi dengan gaya kepemimpinan bebas ini adalah dalam hal kedisiplinan penggunaan aplikasi abse n digital kejaksaan mo bile yang sering kali di wakilkan pada rekan kerja atau pagawai ho no rer dan ia pun bisa datang terlambat tanpa me rusak rekapan absennya. Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto juga memiliki budaya o rganisasi, yang dibangun dan dilestarikan yang dike nal dengan sembonyan Trapsila Adhiyaksa Be rakhlak yang memiliki arti singkatan dari BE RAKHALAK dimana BE R untuk Be ro rientasi Pelayanan yaitu komitmen pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. A untuk Akuntabe l yaitu bertanggung jawab atas ke percayaan yang dibe rikan. K untuk Ko mpeten yaitu te rus belajar dan mengembankan kapabilitas. H untuk Harmo nis yaitu saling peduli dan menghargai perbedaan. L untuk Loyal yaitu berdedikasi dan me ngutamakan bangsa dan ne gera. A untuk Adaptif yaitu te rus berinovasi dan antusias dalam me nggerakkan serta me nghadapi perubahan, dan K untuk Ko laboratif yaitu membangun kerjasama yang sine rgitas. Berdasarkan o bservasi atau pengamatan yang dilakukan dalam hal budaya o rganisasi juga ditemukan fenomena yang me rupakan mengimpangan nilai budaya se perti nilai budaya adaptif yang seharusnya me nuntut pegawai untuk te rus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan se rta menghadapi perubahan, te tapi dengan sistem ko mando yang menempatkan birokrasi di tingkat yang le bih tinggi se bagai ko mandan yang dapat memberikan perintah kepada birokrasi tingkat re ndah, dan biro krasi tingkat rendah wajib menjalankannya, hal ini membuat pegawai menjadi kurang adaptif atau ino vatif dalam pekerjaannya karena adanya hirarki yang membatasi pergerakan dan perkembangan gebrakan ide dari pegawai lini bawah. Adanya beberapa pegawai yang me miliki perilaku me nunda-nunda pekerjaan akan membuat penyelesaian pekerjaan menjadi te rlambat dan be lum lagi jika apabila suatu perkerjaan yang be rkesinambungan tentunya hal ini akan me mbuat pekerjaan pada bidang lain pada tahap se lanjutnya menjadi terhambat, co ntohnya dalam pe mbuatan rekapan surat 355 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM perintah membayar (SPM) gaji yang me nunggu rekapan absen dari bidang kepegawaian yang berdampak pada pe mbayaran tunjungan pegawai o leh bidang ke uangan yang ide alnya seharusnya beriringan de ngan masuknya gaji po kok pegawai pada awal bulan dan pada kenyataannya sering mengalami keterlambatan, hal ini me rupakan penyimpangan nilai dari budaya kolaboratif yaitu kurangnya ke rjasama yang sine rgitas. Selanjutnya pada nilai budaya Bero rientasi Pelayanan yang menuntut untuk memberikan pelayanan prima de mi kepuasan masyarakat, pe gawai kejaksaan diminta untuk memberikan pelayanan prima dan tertib berpakaian dinas serta berpenampilan se derhana, dalam hal ini ada be berapa pegawai kerap kali tidak mematuhi nilai budaya ini dengan tidak hadir pada jam kanto r yang semestinya, keluar tanpa izin pada jam pe layanan dan berpenampilan dengan perhiasan emas berlebihan dan atribut ko mbinasi seragam yang tidak sesuai dengan peraturan. Jadi begitu banyaknya pe ran pemimpian dan nilai budaya o rganisasi yang dibutuhkan untuk menghentikan pe langgaran-pelanggaran yang dilakukan o leh pegawai, menggalakkan kepatuhan terhadap tata te rtib dan mengupayakan untuk mematuhi nilai budaya o rganisasi yang baik dan kuat untuk menaikan dan me mpertahankan kine rja pegawai dalam mewujudkan pelayanan prima dan berintegritas. Merujuk pada uraian latar belakang, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Indikator mana yang dominan pada variabe l gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kine rja pegawai di Kejaksaan Negeri Sawahlunto ? 2. Apakah gaya kepemimpinan be rpengaruh secara parsial te rhadap kinerja Pe gawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto ? 3. Apakah budaya o rganisasi berpengaruh se cara parsial te rhadap kine rja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto ? 4. Apakah gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh se cara simultan te rhadap kinerja Pe gawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto ? Kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat disusun sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis yang dapat dirumuskan berdasarkan kerangka ko nseptual tersebut adalah sebagai berikut: Diduga gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan te rhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Diduga budaya o rganisasi berpengaruh signifikan te rhadap kine rja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Diduga gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kine rja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto Metode Penelitian ini menggunakan meto de pengumpulan data antara lain riset lapangan dan riset pustaka. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dalam penelitian ini antara lain adalah wawancara, observasi, serta penyebaran kuesioner. Uji instrumen penelitian ini dilakukan di 356 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Kejaksaan Negeri Pariaman yang beralamat di Jalan Imam Bonjol No. Alai Gelombang. Kec. Pariaman Tengah. Kota Pariaman. Sumatera Barat 25517 kepada sebanyak 30 . iga pulu. orang respo nden meliputi uji validitas dan uji reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh ASN di Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang berjumlah 44 pegawai, dan sampel diambil sebanyak 42 orang menggunakan teknik total Untuk menganalisis data menggunakan analisis deskriptif, regresi linear berganda, dan koefisien determinasi, sementara untuk metode pengujian hipotesis manggunakan uji t dan uji F. pengujian data penelitian dibantu dengan program SPSS. HASIL PENELITIAN Analisi Deskriptif Variabel Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan Metode analisis deskriptif digunakan untuk melihat indikato r dominan variabel yang diteliti menggunakan analisis TCR. Be rdasarkan hasil perhitungan dan pengujian yang dilakukan untuk me nilai Tingkat Capaian Re spo nden (TCR) te rhadap penilaian variabel gaya kepemimpinan pada Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dan diperoleh informasi bahwa variabel Gaya Kepemimpinan yang terdiri dari 22 pe rtanyaan, dimana nilai rata-rata adalah 4,31 dengan Tingkat Capaian Re spo nden (TCR) se besar 86,10%. Hal ini me nunjukkan Gaya Kepemimpinan Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dalam katego ri sangat baik. Dari setiap nilai TCR pada masing-masing indikato r tersebut didapatkan indikato r yang paling dominan adalah AuKe pribadianAy sebesar 87,52% dengan kate go ri sangat baik, dikare nakan memiliki nilai tertinggi dibandingkan dari indikato r lainnya pada variabe l gaya Hal ini me nunjukkan bahwa pemimpin sudah me miliki kepribadian yang sangat baik. Deskriptif Variabel Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pe rhitungan dan pengujian yang dilakukan untuk menilai Tingkat Capaian Responden (TCR) te rhadap penilaian variabel budaya o rganisaasi pada Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dan diperoleh info rmasi bahwa variabe l Budaya O rganisasi yang terdiri dari 21 pe rtanyaan, dimana nilai rata-rata adalah 4,42 dengan Tingkat Capaian Responden (TCR) se besar 88,41%. Hal ini me nunjukkan Budaya O rnagisasi Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dalam kate gori sangat baik. Dari setiap nilai TCR pada masing-masing indikator tersebut didapatkan indikato r yang paling do minan adalah AuKepribadianAy se besar 92,33% dengan kate go ri sangat baik, dikare nakan me miliki nilai tertinggi dibandingkan de ngan indikato r lainnya pada variable budaya o rganisasi. Hal ini menunjukkan bahwa pe gawai sudah me miliki kepribadian yang sangat baik dalam membangaun budaya o rganisasi. Deskriptif Variabel Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pe rhitungan dan pengujian yang dilakukan untuk menilai Tingkat Capaian Respo nden (TCR) te rhadap penilaian variabel kine rja pada Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dan diperoleh informasi bahwa variabe l Kinerja yang terdiri dari 22 pertanyaan, dimana nilai rata-rata adalah 4,40 dengan Tingkat Capaian Re sponden (TCR) sebesar 87,93%. Hal ini me nunjukkan Kinerja Pegawai Kanto r Kejaksaan Negeri Sawahlunto dalam kate gori sangat baik. Dari setiap nilai TCR pada masing-masing indikato r tersebut didapatkan indikato r yang paling do minan adalah AuKo mitmenAy sebesar 89,76% dengan kategori sangat baik, dikare nakan me miliki nilai tertinggi dibandingkan de ngan indikato r lainnya pada variable kinerja. Hal ini me nunjukkan bahwa pe gawai me miliki komitmen yang sangat baik dalam me naikan dan me njaga kine rja yang baik. 357 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda me rupakan analisis yang digunakan untuk me ngukur pengaruh antara variabe l dependen dengan beberapa variabe l independen. Hasil pe ngujian regresi linear berganda dapat dilihat pada tabe l 1. Tabel 1. Coefficients Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model Sig. (Constan. Dependent Variable: Y Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabe l 1, dapat dilihat nilai ko nstanta se besar 45,861 dan untuk gaya kepemimpinan (X. nilai se besar 0,118 se mentara untuk budaya o rganisasi (X. nilai sebesar 0,427. Sehingga dapat dipero leh persamaan regresi line ar berganda sebagai berikut: Y = 45,861 0,118 X1 0,427 X2 e Dimana: Nilai ko nstanta kine rja pegawai (Y) se besar 45,861 yang me nyatakan jika variabe l X1 dan X2 sama de ngan 0 . yaitu gaya kepemimpinan dan budaya o rganisasi maka kinerja pegawai adalah sebesar 45,861 satuan. Koefisien regresi gaya kepemimpinan (X. sebesar 0,118. Ko efisien bernilai po sitif yang artinya gaya kepemimpinan berpengaruh po sitif terhadap kinerja pegawai. Jika gaya kepemimpinan naik satu satuan maka kinerja pegawai akan naik se besar 0,118 satuan apabila variabe l independen lainnya ko nstan begitu juga se baliknya. Koefisien regresi budaya o rganisasi (X. sebesar 0,427. Ko efisien bernilai po sitif artinya budaya o rganisasi berpengaruh po sitif te rhadap kinerja pegawai. Jika budaya o rganisasi naik satu satuan maka kinerja pegawai akan naik se besar 0,427 satuan apabila variabe l independen lainnya ko nstan begitu juga sebaliknya. Hasil Koefisien Determinasi (R. Pengujian koefisien determinasi ini dilakukan dengan maksud me ngukur kemampuan mo del dalam menerangkan seberapa pengaruh variabel inde penden secara bersama-sama . me mpengaruhi variabel dependen yang dapat diindikasikan o leh Adjusted RSquared (Gho zali, 2. Berikut adalah hasil analisa ko efisie n determinasi pada tabel 6. Model Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Tabel 2. Koefesien Determinasi Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabe l 2, terlihat nilai Adjusted R Square variabel gaya kepemimpinan dan budaya o rganisasi adalah se besar 0,120 berarti kemampuan variabe l gaya kepemimpinan dan budaya o rganisasi dalam me njelaskan varians dari variabe l kine rja adalah sebesar 12% dan sisanya dipengaruhi variabe l lain yang tidak dite liti dalam pe nelitian ini yang diduga dapat mempengaruhi kinerja pegawai. 358 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Pengujian Hipotesis Uji t (Pengujian Hipotesis Parsia. Uji t digunakan untuk me nguji apakah te rdapat pengaruh yang signifikan se cara individual dari variabe l bebas terhadap variabel terikat. Hasil uji t dari pe nelitian ini dapat disajikan pada tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: Y Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Sig. Hasil uji t dapat dilihat pada o utput SPSS dari tabe l 3 di atas diketahui sebagai berikut: Nilai t hitung dari variabe l gaya kepemimpinan adalah sebesar 0,841 yang nilainya le bih kecil dari nilai t tabe l sebesar 2,022. Sehingga t hitung < t tabel dan nilai sig. yang diperoleh adalah se besar 0,405 > 0,05 jadi Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan secara individual be rpengaruh po sitif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai kejaksaan negeri sawahlunto . Nilai t hitung dari variabe l budaya o rganisasi adalah sebesar 2,292 yang nilainya le bih besar dari nilai t tabe l sebesar 2,022. Sehingga t hitung > t tabe l dan nilai sig. yang diperoleh adalah se besar 0,027 < 0,05 jadi Ho ditolak dan Ha dite rima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya o rganisasi se cara individual be rpengaruh signifikan po sitif terhadap kinerja pegawai kejaksaan negeri sawahlunto . Uji F (Pengujian Hipotesis Simulta. Uji F dilakukan de ngan melihat nilai F hitung dan nilai sig. Tabel ANOVA dari o utput SPSS. Hasil pengujian disajikan pada tabe l 4. Model Tabel 4. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Sig. Dari tabel 4, diketahui nilai F hitung 3,786 yang lebih besar dari nilai F tabe l sebesar 3,24 didapat dari rumus df (N. =k-1=3-1=2, dan (N. =n-k=42-3=39 . dan nilai probabilitas yang dihasilkan dari pe rhitungan adalah 0,031 yang lebih kecil dari yang digunakan sebesar 0,05 atau 5%. Hal ini berarti bahwa H3 dite rima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan variabe l gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi secara simultan berpengaruh signifikan te rhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Pembahasan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto 359 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis re gresi linear berganda gaya kepemimpinan berpengaruh po sitif te rhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Hal ini dikare nakan nilai ko efisien regresi variabel gaya kepemimpinan se besar 0,118 satuan yang artinya se tiap penambahan satu satuan gaya ke pemimpinan akan menambah pengaruh 0,118 satuan atau 11,8% te rhadap kine rja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Sedangkan pengujian hipo tesis secara parsial, variabe l gaya kepemimpinan berpengaruh tidak signifikan te rhadap kine rja pegawai pada Ke jaksaan Negeri Sawahlunto . Hal ini dike tahui dari hasil uji t dimana nilai t hitung 0,841 < t tabel 2,022 dan hasil nilai signifikansi 0,405 > 0,05. Berdasarkan hasil pe nelitian ini me nunjukkan bahwa gaya ke pemimpinan te rnyata memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kine rja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto yaitu hanya se besar 0,118 atau 11,8% dan sisanya dipe ngaruhi o leh fakto r lain yang tidak diteliti dalam pe nelitian ini. Berdasarkan teo ri yang disampaikan oleh Robbins and Judge . banyak fakto r yang dapat me mpengaruhi kinerja selain gaya kepemimpinan dan budaya o rganisasi yaitu kemampuan, mo tivasi dan lingkungan ke rja. Hasil penelitian ini sejalan juga dengan hasil penelitian yang dilakukan o leh Prihatin, dkk . menyatakan bahwa gaya ke pemimpinan tidak be rpengaruh signifikan te rhadap kinerja pegawai pada Bidang Pe ngelolaan Taman Hutan Raya (TAHURA) Dinas Lingkungan Hidup Kabupate n Paser karena didapat hasil bahwa kine rja pegawai le bih dipengaruhi oleh faktor mo tivasi karena motivasi yang tinggi dari setiap pegawai mampu menunjang kinerja yang baik tanpa dipe ngaruhi kuat o leh faktor lain karena mo tivasi berasal dari keyakinan didalam diri masing-masing pegawai. Hasil penelitian lain yang dilakukan o leh Irawanty dan Mulyanto . yang mendapati bahwa kine rja guru sangat di pe ngaruhi o leh motivasi intrinsik, yaitu mo tivasi yang berasal dari dalam diri individu, sering kali me miliki pe ngaruh yang le bih besar terhadap kinerja dari pada mo tivasi ekstrinsik seperti imbalan dari atasan. Selanjutnya juga didukung o leh penelitian yang dilakukan o leh Mardiani dan Se pdiana . didapat bahwa budaya o rganisasi le bih do minan signifikan pe ngaruhnya te rhadap kinerja karyawan PT Asno Horie Indo nesia dibandingkan dengan fakto r lain karena semakin baik budaya o rganisasi maka se makin baik pula kine rja karyawan. O leh karena itu, penting untuk menjaga keselarasan budaya o rganisasi dengan budaya individu pe gawai sebagai anggota organisasi. Pengaruh Budaya Organisasi secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis re gresi linear berganda budaya o rganisasi berpengaruh po sitif te rhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Hal ini dikarenakan nilai ko efisien regresi variabel budaya o rganisasi sebesar 0,427 satuan yang artinya se tiap penembahan satu satuan budaya o rganisasi akan me nambah pengaruh 0,427 satuan atau 42,7% te rhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Selanjutnya pengujian hipo tesis secara parsial variabe l budaya o rganisasi berpengaruh signifikan terhadap kine rja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Hal ini dike tahui dari hasil uji t dimana nilai t hitung se besar 2,292 > t tabel 2,022 dan atau dapat juga dilihat dari nilai signifikansi 0,027 < 0,05. Hasil penelitian se jalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan o leh Iqbal, dkk . menyatakan bahwa budaya o rganisasi be rpengaruh po sitif signifikan te rhadap kinerja Civitas Akademika Poltekes Siteba Padang dimana didapat nilai t hitung po sitif sebesar 2,673 > t tabel 1,6972 de ngan nilai Sig se besar 0,012 < 0,05. Artinya variabe l Budaya organisasi berpengaruh po sitif dan signifikan se cara parsial te rhadap Kinerja Pegawai Poltekes Siteba Padang. 360 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Selanjutnya se jalan juga dengan penelitian yang dilakukan o leh Fitria . menyatakan bahwa se cara parsial variabe l budaya o rganisasi berpengaruh po sitif signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Indah Cargo Padang. Hal ini dibuktikan dari hasilnilai t hitung dari variabe l budaya o rganisasi adalah se besar 3. 683 yang nilainya le bih besar dari nilai t tabel sebesar 2. Sehingga t hitung > t tabe l dan nilai sig pe rhitungan yang diperoleh adalah sebesar 0,004 < 0,05. Selanjutnya sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan o leh Yulistia . dalam penelitiannya me nemukan bahwa budaya o rganisasi merupakan salah satu fakto r yang mempengaruhi kinerja, dengan hasil yang menunjukkan budaya o rganisasi berpengaruh positif terhadap kine rja karyawan. Menurut Schein dalam Yulius . mendefinisikan budaya o rganisasi se bagai suatu asumsi-asumsi dan ke yakinan dasar yang dirasakan be rsama oleh anggota o rganisasi dan me rupakan so lusi secara ko nsiste n yang dapat berjalan dengan baik bagi sebuah kelompok dalam menghadapi perso alan-persoalan eksternal dan internalnya, sehingga dapat diajarkan ke pada para anggo ta baru se bagai suatu pe rsepsi, berpikir, dan me rasakan hubungannya de ngan perso alan-persoalan tersebut. Dengan tingginya pengaruh positif budaya o rganisasi terhadap kinerja, maka dapat diketahui bahwa salah satu cara untuk me ningkatkan kine rja pegawai adalah de ngan memperhatikan budaya organisasi instansi atau perusahaannya. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Secara Simultan Terhadap Kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto Uji hipotesis F me nunjukkan bahwa variabe l gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi secara simultan atau be rsama-sama berpengaruh signifikan te rhadap kine rja pegawai Kejaksaan Ne geri Sawahlunto. Pengaruh gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi bernilai positif berarti setiap ada pe ningkatan gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi akan be rdampak berbanding lurus pada kine rja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto . Hal ini berdasarkan hasil pe nelitian yang dike tahui nilai F hitung 3,786 yang lebih besar dari nilai F tabe l sebesar 3,24 yang didapat dari rumus df (N. =k-1=3-1=2, dan (N. =n-k=42-3=39 dan nilai pro babilitas yang dihasilkan dari pe rhitungan adalah 0,031 yang lebih kecil dari yang digunakan se besar 0,05 atau 5%. Hasil penelitian ini didukung o leh penelitian se belumnya yang dilakukan o leh Semet, dkk . dimana be rdasarkan hasil pe nelitiannya gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi secara simultan be rpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Pada Kanto r Kecamatan So nder Kabupaten Minahasa Pro vinsi Sulawe si Utara. Nilai F hitung sebesar 3,788 dan F tabe l dengan df1= de rajat pembilangan 2 dan df 2 = de rajat penyebut 31 dengan taraf 5% maka didapat F tabe l sebesar 3,28 berarti F hitung > F tabe l. Hasil signifikansi 0,00 < 0,05. Pada hasil uji F dapat ditarik ke simpulan bahwa variabe l independen secara bersama-sama atau simultan me mpengaruhi variabel de penden secara signifikan. Selanjutnya juga se jalan dengan penelitian Lena . dimana be rdasarkan hasil penelitiannya me nyatakan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya o rganisasi po sitif dan signifikan secara bersama-sama memengaruhi kine rja karyawan Ho tel Ranah Bundo Padang. Menurut uji F didapat angka F hitung 117,691 > F tabe l 3,22 . f= n-k-1=45-2-1=. dengan nilai signya 0,00 < 0,05. Artinya Gaya Ke pemimpinan dan Budaya O rganisasi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan pada kine rja Karyawan Ho tel Ranah Bundo Padang. Menurut pengujian ko efisien determinasi didapatkan nilai R Square sebesar 0,849. Artinya kontribusi pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi te rhadap kinerja Karyawan Hotel Ranah Bundo Padang yaitu 84,9% sementara 15,1% adalah ko ntribusi fakto r lainnya. Hal ini me nunjukan bahwa se makin bagusnya gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi yang diterapkan dalam perusahaan maka kinerja karyawan akan ce nderung meningkat. 361 | Page Vol. No. Juli 2026 https://ejurnal-unespadang. id/EMJM Menurut Robbins and Judge . kinerja yaitu hasil yang dicapai oleh karyawan berdasarkan krite ria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan. Menurut Kasmir . kinerja dapat diukur dari ke mampuannya me nyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan, artinya dalam kine rja me ngandung unsur standar pe ncapaian harus dipe nuhi. Fakto r yang dapat me mpengaruhi kine rja diantaranya gaya ke pemimpinan adan budaya organisasi, yang mana se makin baik gaya ke pemimpinan dan budaya o rganisasi yang di terapkan secara bersama-sama akan membuat kinerja pegawai se makin baik pula. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pe mbahasan mengenai Pe ngaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya O rganisasi Terhadap Kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto yaitu dengan hasil uji t dengan nilai sig. 0,405 > 0,05. Budaya organisasi secara parsial be rpengaruh po sitif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto yaitu dengan hasil uji t dengan nilai sig. 0,027 < 0,05. Dan gaya ke pemimpinan dan budaya organisasi secara simultan be rpengaruh positif dan signifikan terhadap kine rja pegawai pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto yaitu dengan hasil uji f dengan nilai sig. 0,031 < 0,05. DAFTAR PUSTAKA