IN AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. PEMANFAATAN PROLANIS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS RAWANG BARAT UTILIZATION OF CHRONIC DISEASE MANAGEMENT PROGRAM IN IMPROVING KNOWLEDGE AND FAMILY SUPPORT IN HYPERTENSION AND DIABETES MELLITUS PATIENTS AT RAWANG BARAT COMMUNITY HEALTH CENTER Weni Sartiwi1. Andika Herlina2. Hasrinal 3. Emira Apriyeni4. Indah Komala Sari 5. Eravianti 6. Harry Firstiandi7 1,2,3,4,5 Universitas Syedza Saintika Poltekkes Kemenkes Padang (Email: wenisartiwi16@gmail. ABSTRAK Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kroni. merupakan pelayanan kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi yang menderita penyakit kronis yaitu hipertensi dan diabetes mellitus untuk mencapai kualitas hidup yang optimal, efektif dan efisien. Namun masih banyak masyarakat yang belum memanfaatakan pelayanan tersebut salah satunya karena pengetahuan dan dukungan keluarga yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan prolanis dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga pasien hipertensi dan Diabetes Mellitus di puskesmas rawang barat kota padang tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional penelitian dilakukan di Puskesmas Rawang Barat tanggal 20- 25 Februari 2025 Populasi penelitian ini sebanyak 122 orang dengan sampel sebanyak 55 orang, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner, dianalisa secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji Chi-Square p <0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa kurang dari separuh responden mengalami pemanfaatan prolanis buruk . ,1%), memiliki pengetahuan rendah . %), dan dukungan keluarga rendah . ,5%). Hasil uji chi- square ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan prolanis . value = 0,. , dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaataan prolanis . value= 0,. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan dengan pemanfaatan prolanis dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis di Puskesmas Rawang Barat Padang. Saran diharapkan kepada pihak Puskesmas memberikan penyuluhan dengan media poster/leaflet dan informasi khususnya mengenai jadwal senam prolanis kepada pasien yang datang berkunjung ke puskesmas. Kata kunci : Pengetahuan, dukungan keluarga, pemanfaatan senam prolanis ABSTRACT The Chronic Disease Management Program is a health service in the context of maintaining health for those suffering from chronic diseases, namely hypertension and diabetes mellitus, to achieve JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. an optimal, effective and efficient quality of life. However, there are still many people who have not utilized these services, one of the reasons being low knowledge and family support. The purpose of this study was to determine the use of Chronic Disease Management Program in improving the knowledge and family support of hypertension and Diabetes Mellitus patients. at the Rawang Barat Health Center in Padang City in 2025. The type of quantitative research with a cross-sectional approach was conducted at the Rawang Barat Health Center on February 20-25, 2025. The population of this study was 122 people with a sample of 55 people, with an accidental sampling technique. Data collection using questionnaires, analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test p <0. The results of the study showed that less than half of the respondents experienced poor use of Chronic Disease Management Program . 1%), had low knowledge . %), and low family support . 5%). The results of the chi-square test showed a relationship between knowledge and the use of Chronic Disease Management Program . value = 0. , and there was no relationship between the use of Chronic Disease Management Program and family support . value = 0. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and the use of Chronic Disease Management Program and there is no relationship between family support and the use of Chronic Disease Management Program at the Rawang Barat Health Center. Padang City. Suggestions are expected for the Health Center to provide counseling with posters/leaflets and information, especially regarding the Chronic Disease Management Program schedule for patients who come to visit the health center. Keywords : Knowledge, family support, utilization of chronic disease management program. PENDAHULUAN Penyakit tidak menular (PTM) adalah masalah kesehatan terbesar abad ke- 21, menurut World Health Organization . PTM telah menarik perhatian negara maju dan berkembang di seluruh dunia. 71% dari 57 juta kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit tidak Selain itu, sekitar 75% penyebab kematian dini, yaitu kematian pada usia 30 hingga 69 tahun adalah penyakit tidak menular. Ini menunjukkan bahwa penyakit tidak menular tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia (WHO, 2. Dari keseluruhan kematian yang terjadi, sebesar 80% lebih terjadi karena penyakit kardiavoskuler dan diabetes. 1 Komponen utama beban penyakit global adalah Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dan Hipertensi yang umumnya selalu ditemukan Kehadiran hipertensi dan DM secara bersamaan menyebabkan risiko yang signifikan meningkat . -4 kali lipa. terhadap penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal stadium akhir, dan kematian, bila dibandingkan dengan individu dewasa yang memiliki tekanan darah normal dan tidak menderita diabetes (Sun D et al. Menurut WHO . , penyebab utama dari kematian adalah hipertensi. Secara global, sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun memiliki tekanan darah tinggi, dan dua pertiga dari mereka tinggal di negaranegara dengan tingkat pendapatan rendah atau Saat ini, lebih dari setengah milyar orang di seluruh dunia menderita diabetes, menjadikannya masalah kesehatan utama dan keadaan darurat global yang sangat International Diabetes Federation memperkirakan bahwa 6,7 juta orang dengan rentang usia 20Ae79 tahun akan kehilangan nyawa akibat diabetes pada 2045, dengan jumlah ini diperkirakan mencapai 537 juta pada 2021, 643 juta pada 2030, dan 783 juta pada 2045. Berdasarkan data dari WHO, indonesia dengan jumlah total populasi 270,6 juta jiwa lebih dan sebanyak 1,386 juta jiwa mengalami kematian akibat penyakit penyakit tidak Temuan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. pada 2018 mengindikasikan bahwa angka kejadian penyakit tidak menular di indonesia meningkat jika dikomparasikan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A dengan tahun 2013. Peningkatan ini mencakup prevalensi penyakit hipertensi yang meningkat dari 25,8% menjadi 34,1%, prevalensi diabetes melitus yang meningkat dari 6,9%, serta prevalensi penyakit stroke yang naik dari 7% menjadi 10,9%. Provinsi Sumatera Barat juga mengalami trend peningkatan kasus penderita penyakit kronis Diabetes Melitus dan Hipertensi. Dimana, pada 2022 kasus Hipertensi sebanyak 420. 424 kasus kemudian meningkat menjadi 554. 194 kasus pada Peningkatan juga terjadi pada penderita Diabetes Melitus sebanyak 48. kasus dan menurun di tahun 2023 menjadi 40. Laporan dari seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada kasus Hipertensi tahun 2023. Kabupaten/kota dengan jumlah penderita terbanyak yang berada ditingkat pertama adalah Kabupaten Agam yaitu 78. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 65. 796 kasus kemudian diikuti oleh Kota Padang sebanyak 57. 511 kasus (Dinkes Sumbar,2. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang ada di Kota Padang sebanyak 23 Puskesmas. Kasus Penyakit Tidak Menular Dengan Presentase tertinggi adalah Hipertensi . dan Diabetes Melitus . Laporan kasus Hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Andalas sebanyak 14. Puskesmas Belimbing 12. 753 kasus dan selanjutnya di Puskesmas Lubuk Begalung 082 kasus. Selain itu, laporan kasus Diabetes Melitus tertinggi berada di Puskesmas Andalas 175 kasus. Puskesmas Belimbing 058 kasus dan Puskesmas Lubuk Begalung sebanyak 1. 002 kasus (Dinkes kota Padang, 2. Jumlah kasus hipertensi dan diabetes kronis di Indonesia meningkat setiap tahun, bersama dengan banyaknya defisit biaya, telah mendorong berbagai upaya untuk mencegah komplikasi dan penanggulangan diabetes dan Tindakan komprehensif ini mencakup promosi, pencegahan, pengobatan, pemulihan, dan perawatan paliatif. Program Pengelolaan Penyakit Kronis memungkinkan deteksi faktor DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. risiko lebih awal dan tindak lanjut di fasilitas kesehatan (Aswar S , 2. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. ialah suatu sistem layanan kesehatan yang memakai pendekatan proaktif dalam pelaksanaannya dengan metode bergabung yang menyangkutkan Partisipan. Alat Kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam bagan perawatan kesehatan buat partisipan BPJS Kesehatan yang menderita penyakit parah untuk mencapai kualitas hidup yang maksimum dengan biaya jasa kesehatan yang berdaya guna dan berakal karena banyaknya penyandang diabetes melitus dan hipertensi yang tidak memanfaatkan program tersebut dikarenakan banyaknya faktor serta banyaknya akibat negatif yang dapat terjadi seperti akan terjadinya komplikasi penyakit serta biaya pengobatan yang lebih tinggi (BPJS Kesehatan 2. Dengan terdapatnya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. dapat mendesak peserta penyandang penyakit parah meraih mutu hidup optimal dalam indikator 75% partisipan tertera yang datang ke Faskes jenjang Pertama mempunyai hasil bagus pada pengecekan khusus kepada penyakit DM Tipe 2 serta Darah tinggi sesuai arahan Klinis terkait akibatnya bisa menghindari munculnya komplikasi penyakit (BPJS Kesehatan, 2. Bentuk dari kegiatan prolanis yang dicantumkan dalam peraturan BPJS Kesehatan Nomor 2 Tahun 2019 tentang pelaksanaan skrinning riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu serta peningkatan kesehatan bagi penderita penyakit kronis dalam program jaminan kesehatan adalah pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, senam prolanis, pemeriksaan penunjang / konsultasi kesehatan berkala dan home visit. Kegiatan Prolanis di Puskesmas diadakan secara berkala, biasanya setiap bulan, dengan melibatkan peserta BPJS yang sudah terdiagnosis penyakit kronis. Peserta yang mengikuti Prolanis mendapatkan berbagai layanan kesehatan yang terfokus pada pencegahan komplikasi dan pengelolaan penyakit yang lebih baik. Kegiatan yang JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A dilaksanakan dalam Prolanis yaitu Pemeriksaan Kesehatan Berkala yaitu Setiap peserta Prolanis akan menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan fisik lainnya yang diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya perubahan atau komplikasi yang memerlukan intervensi medis. Selanjutnya yaitu kelas edukasi kesehatan tim medis bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan kelas edukasi. Peserta diajarkan tentang pola hidup sehat, diet yang sesuai untuk penderita penyakit kronis, pentingnya aktivitas fisik, serta cara meminum obat dengan benar. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta mengenai penyakit yang mereka hadapi. Penderita penyakit kronis khususnya diabetes dan hipertensi tidak memanfaat kan program pengelolaan penyakit kronis, mereka berisiko mengalami komplikasi serius. Tanpa pengelolaan yang tepat, kontrol gula darah dan tekanan darah menjadi tidak optimal, yang dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, dan mata. Selain itu, risiko terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit Ketidakteraturan pengobatan juga dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan kesehatan dan penurunan kualitas hidup penderita. Penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi tidak memanfaatkan senam yang diadakan oleh Prolanis, biaya meningkat secara signifikan. Monitoring dan konsultasi Berkala Peserta Prolanis juga mendapatkan layanan konsultasi dengan dokter maupun tenaga medis lain secara berkala. Pada sesi ini, peserta dapat berkonsultasi tentang pengelolaan penyakitnya, penggunaan obat, serta keluhan lain yang mungkin timbul. Data kesehatan peserta dicatat secara rutin oleh tim medis untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Penderita penyakit kronis yang tidak memanfaatkan prolanis diakibatkan berbagai faktor, antara lain yaitu pengetahuan dan DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. dukungan keluarga. pengetahuan ialah hasil dari seseorang dalam mempelajari serta pengalaman yang kemudian ada di ingatan seseorang dan memahami yang dimaksud dan menerangkan kembali secara baik. Faktor pemanfaatan selanjutnya yaitu dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk terapi keluarga, melalui keluarga berbagi masalah kesehatan bisa muncul sekaligus bisa diatasi (Rahmadiliani. Bentuk dari dukungan keluarga yaitu dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dukungan informasional. (Friedman, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPJS Kesehatan Kota Padang tahun 2023, jumlah peserta Prolanis di seluruh Puskesmas Kota Padang mencapai 17. 610 jiwa. Dari data tersebut, terlihat bahwa Puskesmas Lubuk Buaya memiliki jumlah peserta Prolanis tertinggi, yaitu 902 jiwa. Sebaliknya, jumlah peserta Prolanis terendah tercatat di Puskesmas Rawang Barat hanya 182 jiwa. Data ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam partisipasi Prolanis di berbagai Puskesmas, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aksesibilitas layanan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan penyakit Puskesmas Rawang Barat Puskesmas yang ditemukan dengan jumlah peserta prolanis terendah. Puskesmas tersebut berada di Jalan Raya Jondul. Pasien yang terdiagnosa Hipertensi pada Tahun 2023 yaitu berjumlah 2825 orang orang tetapi yang terdaftar sebagai peserta senam prolanis hanya 15 orang. total pasien yang terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe II berjumlah 441 orang dan yang terdaftar prolanis hanya 10 orang. Jika dilakukan Hipertensi dan Diabetes Melitus di Puskesmas Rawang Barat pada tahun 2023 tidak sebanding dengan jumlah penderita yang tergabung sebagai peserta prolanis. Berdasarkan survey awal yang dilakukan terhadap 10 orang yang menderita penyakit kronis yang berkunjung ke Puskesmas ditemukan hanya 3 orang yang rutin mengikuti JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. kegiatan prolanis. 3 orang yang mengatakan tidak mengetahui mengenai adanya kegiatan tersebut di Puskesmas Rawang Barat sekaligus tidak mengetahui manfaat dari senam tersebut. 4 orang lainnya mengatakan tidak ada dari keluarga yang mengantarkan ke Puskesmas. Berdasarkan wawancara dengan pihak petugas Puskesmas mengatakan bahwa peserta yang hadir hanya 15 dari peserta 26 orang yang terdaftar serta kegiatan prolanis pernah tidak jalan karena Pandemi Covid19, dan aktif lagi pada bulan Januari 2023 maka banyak penderita hipertensi dan diabetes melitus tidak mengetahui adanya kegiatan prolanis tersebut di Puskesmas. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross Penelitian ini dilakukan dengan hubungan pengetahuan, dan dukungan keluarga Prolanis. Penelitian dilakukan di Puskesmas Rawang Barat Padang pada bulan Januari Ae februari Populasi pada penelitian ini adalah klien yang terdiagnosa hipertensi dan diabetes mellitus dan sampel pada penelitian ini sebanyak 55 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental Jenis data yang digunakan adalah data agregat yang merupakan jenis data sekunder. Data diambil dari Puskesmas Rawang Barat Padang. Data yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat (Korelasi Pearson dan Spearma. untuk menemukan variabel mana saja yang berhubungan terhadap senam prolanis. Hasil uji statistik yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk tabel, serta pemetaan distribusi untuk HASIL Tabel 1 Hasil Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia Pendidikan Terakhir Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Terakhir IRT PNS Wiraswasta Swasta Dx Penyakit JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Hipertensi Diabetes Melitus Jumlah Tabel 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separuh responden berjenis kelamin perempuan . ,2%), lebih dari separuh responden berumur 45-59 tahun . ,3%), kurang dari separuh berpendidikan tidak sekolah hingga SD . ,9%), kurang dari separuh responden bekerja sebagai ibu rumah tangga . ,4%), dan lebih dari hipertensi. ,0%). Tabel 2 Hasil Analisis Univariat Pemanfaatan Prolanis Baik 50,9% Buruk 49,1% Total Pengetahuan Tinggi Rendah Total Dukungan Keluarga Tinggi 54,5% Rendah 45,5% Total Tabel 2 terlihat bahwa kurang dari separuh responden memiliki pemanfaatan prolanis buruk sebanyak 27 orang . ,1%), lebih dari separuh responden mengalami pengetahuan rendah yaitu sebanyak 33 orang . %) dan kurang dari separuh responden memiliki dukungan keluarga rendah sebanyak 25 orang . ,5%) di Puskesmas Rawang Barat Kota Padang Tahun Tabel 3 Hasil Analisis Bivariat Pemanfaatan Total senam prolanis Pengetahuan p value Baik Buruk Tinggi Rendah 0,001 JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A Total DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Baik Pemanfaatan senam prolanis Buruk Dukungan Tinggi Rendah Total e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Tabel 3 terlihat bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan prolanis pada pasien hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Rawang Barat kota Padang Tahun hasil uji statistik Chi-Square menunjukan p value = 0,001 . < 0,. dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga Total p value 0,140 dengan pemanfaatan prolanis pada pasien hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Rawang Barat kota Padang Tahun 2025 uji stastistik Chi- Square menunjukan p value = 0,140 . >0,. PEMBAHASAN Pemanfaatan prolanis adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dalam pemeliharan kesehatan untuk memanfaatkan program yang telah di sediakan oleh BPJS kesehatan (BPJS,2. Hasil penelitian didapatkan bahwa banyak pasien yang tidak memanfaatkan program pengelolaan penyakit kronik dan memiliki pengetahuan yang Berdasarkan hasil analisa kuesioner diketahui bahwa 61,8% responden yang tidak pernah mengikuti kegiatan prolanis yang diadakan oleh 52,7% tidak pernah melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah setiap mengikuti kegiatan prolanis. 61,8% tidak pernah mengikuti aktifitas klub prolanis seperti senam prolanis. 56,4% tidak bersemangat saat melakukan senam. 47,3% tidak pernah mengikuti aktifitas edukasi peserta prolanis yakni berupa penyuluhan tentang penting nya pemanfaatan Sebagian responden mengalami pengetahuan rendah yaitu 60% tentang pemanfaatan prolanis. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Aswar . bahwa sebanyak 60,9% responden memiliki pengetahuan rendah tentang pemanfaatan 56,4% responden tidak mengetahui manfaat senam. Analisa kuisioner didapatkan bahwa responden 52,7% tidak mengetahui kegiatan yang ada di Prolanis yaitu sebanyak, 56,4% tidak mengetahui manfaat senam prolanis, 49,1% tidak mengetahui apa itu prolanis sebanyak, 49,1% tidak mengetahui sasaran program pengelolaan penyakit kronis, 52,7% tidak mengetahui tujuan diadakan prolanis dan 54,5% tidak mengetahui salah satu bentuk pemeriksaan kesehatan di Rendahnya tingkat pengetahuan responden disebabkan oleh masih kurangnya informasi yang diperoleh responden tentang program pengelolaan penyakit kronis sehingga mereka pun kurang memanfaatkan hal ini menunjukan bahwa pesebaran informasi yang diterima belum merata sehingga petugas puskesmas harus lebih perlu melakukan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A sosialisasi mengenai program yang telah di adakan agar masyarakat mau memanfaatkan program tersebut. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan responden dimana terdapat 76,4% pendidikan responden berada ditingkat tidak sekolah sampai Sekolah Dasar. Hasil wawancara didapatkan rendahnya pemanfaatan prolanis dikarenakan banyak di antara mereka yang tidak mengetahui bahwa Prolanis merupakan program yang diperuntukkan bagi penyandang hipertensi dan diabetes melitus. Mereka juga tidak mengetahui syarat-syarat untuk menjadi peserta senam Prolanis. Selain itu, beberapa responden mengaku tidak pernah menerima himbauan dari pihak puskesmas mengenai program ini. Pesan atau pengingat tentang senam Prolanis juga tidak disampaikan secara merata kepada seluruh peserta. Beberapa responden lainnya menyatakan tidak mengikuti senam Prolanis karena anggota keluarga mereka tidak mengantarkan mereka ke lokasi kegiatan, serta mereka sering kali lupa dengan jadwal senam yang diadakan di puskesmas. Penderita memanfaatkan program ini karena berbagai faktor, antara lain umur pada biasannya penyakit darah tinggi serta diabetes melitus bertumbuh pada dikala umur seorang mengapai catok berumur ialah mengarah bertambah spesialnya lebih yang berumur 60 tahun Notoadmodjo . Umur lanjut merupakan golongan orang yang lagi menghadapi cara pengantian berangsurangsur dalam waktu durasi decade. Faktor selanjutnya yaitu jenis kelamin menurut Anderson dalam Notoadmodjo . bahwa yang menjadi faktor prediposisi yaitu jenis kelamin dalam hal pemanfaatan pelayanan Responden perempuan punya risiko tinggi terjangkit dibanding laki-laki. Pengetahuan adalah salah satu hal penting untuk membentuk sikap dan perilaku seseorang. Pengetahuan masyarakat memiliki peran peran yang cukup besar dalam kecendrungan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas, semakin baik pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat maka semakin tahu akan pentingnya pelayanan DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. pencarian pengobatan kemungkinan dapat dipengaruhi banyak faktor, misalnya melalui pengalaman dan sarana informasi. Ketidaktahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan memanfaatkan pelayanan kesehatan (Rosmin Ilham, 2. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga rendah yaitu 45. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Dela Julia Inggani . bahwa tidak ada dukungan keluarga yaitu Keluarga adalah kelompok yang memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah ataupun memperbaiki permasalahan kesehatan yang ada. Masing-masing tatanan keluarga sangat berperan dalam mencapai perilaku sehat dalam Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi sesorang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan, hal ini dikarenakan keluarga adalah motivator yang sangat kuat bagi sesorang juga memanfaatkan pelayanan kesehatan (Ginting dan Manalu,2. Analisa kuesioner yaitu 52,7% keluarga tidak pernah memberi saran agar mengikuti kegiatan senam prolanis, 38,2% keluarga kadang memberi informasi tentang manfaat mengikuti senam prolanis, 65,5% keluarga tidak pernah mendampingi saat berkunjung ke puskesmas, 61,8% keluarga tidak pernah mengantarkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, 70,9% keluarga tidak pernah memberikan pujian karena telah mengikuti kegiatan prolanis Berdasarkan tabel 3 terdapat hubungan pemanfaatan prolanis pada pasien hipertensi dan diabetes melitus dengan p value = 0,001 . < 0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Dwita Rahmadani Passela . bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan program pengelolaan penyakit kronis (Prolani. dengan hasil p value = 0,. Pengetahuan masyarakat memiliki peran yang cukup besar JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 AT A N S EKO L SY E GI ILM D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. NT I K A memanfaatkan pelayanan kesehatan, semakin baik pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat maka semakin tahu akan pentingnya pelayanan Menurut Fatimah dan Indrawati . , pengetahuan masyarakat tentang pencarian pengobatan kemungkinan dapat dipengaruhi banyak faktor, misalnya melalui pengalaman dan sarana informasi, ketidaktahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis dengan nilai p value = 0,140 . >0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Legal Yuniar Sabrina . bahwa tidak ada pemanfaatan prolanis. Keluarga merupakan kelompok yang mempunyai peranan yang amat penting dalam mengembangkan, mencegah, mengadaptasi dan atau memperbaiki masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga. Untuk mencapai perilaku sehat masyarakat, maka promosi sangat berperan. dukungan dari keluarga sangat berpengaruh dengan terlaksananya prolanis, kenyataan yang terjadi masih banyak responden yang tidak mendapat dukungan dari keluarganya sehingga responden pun banyak yang tidak memanfaatakan prolanis. Dukungan dari keluarga dalam hal ini bisa berupa saran untuk memanfaatakan prolanis. Kesediaan anggota keluarga untuk menemani dan mengantar responden juga merupakan salah satau bukti dukungan dari keluarga tetapi nyatanya masih banyak responden terutama pada lansia mereka datang dengan sendirinya tanpa ada yang ditemani oleh anggota keluarganya. Semakin banyak dukungan keluarga yang diberikan maka akan semakin besar peluang dan keinginan seseorang untuk sehat (Ginting dan Manalu. Menurut asumsi peneliti Dukungan keluarga yang diberikan kepada responden umumnya bersifat umum, seperti memberikan perhatian terhadap kesehatan, mengingatkan untuk pergi senam atau membantu aktivitas sehari- hari. Namun, bentuk dukungan ini belum tentu secara DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. spesifik mendorong partisipasi dalam kegiatan fisik seperti senam Prolanis, akibatnya, meskipun keluarga menunjukan dukungan, responden tetap tidak aktif mengikuti senam. sangat baik apabila dukungan keluarga yang diberikan tidak hanya mendukung anggota keluarganya melakukan kunjungan prolanis. Namun, perlu juga pengawasan di rumah pada anggota keluarga tersebut dalam menjaga kesehatannya melalui pola hidup yang sehat. Meskipun sebagian responden mendapatkan dukungan keluarga, bentuk dukungan yang diberikan tidak secara kegiatan senam. Dukungan keluarga yang ada lebih bersifat umum untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, bukan dukungan spesifik terhadap keikutsertaan dalam aktivitas fisik seperti senam. Selain itu partisipasi dalam senam lebih dipengaruhi oleh motivasi pribadi, persepsi individu terhadap pentingnya senam, serta faktor eksternal seperti jarak,waktu pelaksanaan, kondisi kesehatan, dan keterbatasan fisik. Hal ini menyebabkan keberadaan Dukungan Keluarga, walaupun ada tidak cukup kuat dalam menentukan apakah responden memanfaatnkan senam prolanis tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pemanafaatan prolanis dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus. Rekomendasi yang perlu disampaikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini adalah pihak puskesmas dapat meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya mengikuti senam prolanis untuk pasien hipertensi dan diabetes melitus dan lebih memotivasi pasien agar ikut serta dan memanfaatakan program DAFTAR PUSTAKA