Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Pengaruh Modul Sukun terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan dengan Metode Two Group Pretest Post-test Design Dina Handika*1. Agustina Sari2. Fanni Hanifa3 1,2,3 Kebidanan. Fakultas Vokasi. Universitas Indonesia Maju. Indonesia Email: 1dinahandikapassarella@gmail. Abstrak Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pemenuhuan gizi menjadi salah satu penyebab masalah utama gizi pada Pengetahuan ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana ibu bersikap dan berperilaku dalam menentukan jenis makanan bayinya. Permasalahan gizi wasting menurut SSGI 2022, prevalensi bayi wasting di Indonesia sebanyak 7,7%. Kemudian, prevalensi bayi underweight sebesar 17,1% pada 2022. Di sisi lain, prevalensi bayi overweight badan sebesar 3,5% pada 2022. Prevalensi bayi kurang gizi di Jawa Barat tahun 2021 sebanyak 24,5% dan menurun menjadi 20,2% pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2022 mencatat ada 3. 693 bayi . ,42%) mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh nyuluhan dengan modul bahan pangan lokal . dengan pengetahuan dan sikap ibu di UPTD Puskesmas Harjamukti Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan teknik cluster random sampling sebanyak 64 ibu yang memiliki bayi di UPTD Puskesmas Harjamukti. Responden penelitian dibagi kedalam 2 kelompok yang masing-masing terdiri atas 32 ibu bayi kelompok intervensi dan 32 ibu bayi kelompok non Instrumen penelitian yang digunakan ialah kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu bayi sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dengan modul bahan pangan lokal . Hasil penelitian didapatkan nilai p-value untuk masing-masing variabel pengetahuan dan sikap 0,001. Kesimpulan penelitian ini ialah ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap pengetahuan dan sikap ibu bayi usia 6-11 bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Saran diharapkan ibu bayi mampu meningkatkan pengetahuan dengan mempelajari modul bahan pangan lokal . sehingga dapat memberi sikap positif terhadap pemenuhan MP-ASI pada bayi usia 6-11 bulan menggunakan bahan pangan lokal sukun. Kata Kunci: Pengetahuan. Penyuluhan. Sikap Abstract This knowledge will certainly greatly influence how mothers behave and act in determining the type of food for their babies. The problem of wasting nutrition according to SSGI 2022, the prevalence of wasting babies in Indonesia is 7. Then, the prevalence of underweight babies is 17. 1% in 2022. On the other hand, the prevalence of overweight babies is 3. 5% in 2022. The prevalence of malnourished babies in West Java in 2021 was 24. 5% and decreased to 20. 2% in 2022. The Depok City Health Office in 2022 recorded that there were 3,693 babies . 42%) experiencing stunting. This study aims to determine the effect of counseling with local food modules . on the knowledge and attitudes of mothers at the Harjamukti Health Center UPTD in This study used a quasi-experimental method with a cluster random sampling technique of 64 mothers who had babies at the Harjamukti Health Center UPTD. The research respondents were divided into 2 groups, each consisting of 32 mothers of babies in the intervention group and 32 mothers of babies in the non-intervention The research instrument used was a questionnaire to measure the knowledge and attitudes of mothers of babies before and after being given counseling with a local food module . The results of the study obtained a p-value for each knowledge and attitude variable of 0. The conclusion of this study is that there is an effect of counseling with a local food module . on the knowledge and attitudes of mothers of babies aged 6-11 months at the Harjamukti Health Center UPTD in 2023. It is hoped that mothers of babies will be able to increase their knowledge by studying the local food module . so that they can have a positive attitude towards fulfilling MP-ASI in babies aged 6-11 months using local food ingredients, sukun. Keywords: Attitude. Extension. Knowledge Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 PENDAHULUAN Salah satu penyebab masalah gizi pada bayi adalah rendahnya pengetahuan gizi dan kesehatan Tingkat pengetahuan gizi seseorang akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan. Praktik pemberian makan yang baik pada anak akan mempengaruhi kesehatan dan status gizinya serta daya terima dan kesukaan anak terhadap suatu makanan. Faktanya sebagian besar ibu tidak memiliki pengetahuan cukup sehingga masalah gizi tetap terjadi (Zagara dkk, 2. United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) memperkirakan 45,4 juta anak di bawah lima tahun secara global mengalami kekurangan gizi akut . Sebagian besar anak yang kekurangan gizi ditemukan di wilayah konflik kemanusiaan, miskin, dan memiliki layanan kesehatan gizi terbatas. Berdasarkan kawasannya, persentase bayi penderita kekurangan gizi akut paling tinggi di Asia Selatan, yakni 14,7%. Posisinya disusul oleh Afrika Barat dan Tengah dengan persentase sebesar 7,2%. Proporsi bayi kekurangan gizi akut di Timur Tengah dan Afrika Utara mencapai 6,3%. Kemudian, ada 5,3% bayi yang kekurangan gizi akut di Afrika Timur dan Selatan. Sebanyak 3,7% bayi kekurangan gizi akut berada di Asia Timur dan Pasifik. Di Eropa Timur dan Asia Tengah, ada 1,9% bayi kekuangan gizi akut. Sedangkan, 1,3% bayi kekurangan gizi akut berada di Amerika Latin dan Karibia (UNICEF, 2. Permasalahan gizi wasting atau kurus, menurut SSGI 2022, prevalensi bayi wasting di Indonesia naik 0,6 poin dari 7,1% menjadi 7,7% pada tahun lalu. Kemudian, prevalensi bayi underweight atau gizi kurang sebesar 17,1% pada 2022 atau naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, prevalensi bayi overweight atau kegemukan badan sebesar 3,5% pada 2022 atau turun 0,3 poin dari tahun sebelumnya (Annur, 2. Prevalensi bayi kurang gizi di Jawa Barat tahun 2021 sebanyak 24,5% dan menurun menjadi 20,2% pada tahun 2022 (Kemenkes RI, 2. Dinkes Kota Depok tahun 2022 mencatat ada 3. 693 bayi . ,42%) mengalami stunting (Kompas, 2. Berdasarkan data di atas, upaya untuk mengatasi masalah gizi dan kesehatan masih perlu terus dilakukan dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Kegiatan pembinaan ibu rumah tangga untuk membentuk komunitas ibu sehat yang memiliki pengetahuan gizi, kesehatan, dan pemanfaatan pangan lokal yang baik merupakan salah satu upaya yang strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Ibu sehat yang sadar gizi akan berperan sebagai pendamping di masyarakat yang dapat memberikan informasi terkait gizi dan kesehatan, serta memberikan contoh pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga (Syafrina dkk, 2. Pangan lokal termasuk di dalamnya pangan tradisional dan pangan khas daerah mempunyai peranan strategis dalam upaya pemantapan kesehatan pangan khususnya aspek konsumsi. Bahan pangan tersebut tersedia secara spesifik di lokasi dengan bahan dasar yang beragam dan bervariasi, sehingga dapat dihasilkan bermacam-macam jenis makanan tradisional yang sedemikian rupa dan menjadi makanan yang lezat dan bergizi seimbang (Sugianti dkk, 2. Sukun . rtocarpus communi. merupakan salah satu tanaman lokal yang dapat dijumpai diseluruh Indonesia dan kaya akan zat gizi. Di Indonesia, hasil produksi sukun pada tahun 2019 menurut data BPS (Badan Pusat Satisti. yaitu sebanyak122. 482 ton, sedangkan di Jawa Tengah sendiri hasil panen buah sukun pada tahun 2019 menurut data BPS sebesar 28. 159 ton. Hasil panen buah sukun yang tinggi di Indonesia perlu penanganan pasca panen yang baik agar menjadikan buah sukun sebagai bahan pangan lokal unggulan, karena buah sukun merupakan salah satu bahan pangan yang kaya akan zat gizi. Kandungan gizi buah sukun tua segar berdasarkan TKPI 2017 yaitu dalam 100 gram sukun segar mengandung karbohidrat 28,1 gram, protein 1,4 gram, lemak 0,2 gram dan serat 1,4 gram. Kandungan gizi yang baik dalam buah sukun ini dapat dimanfaatkan sebagi pangan yang berpotensi untuk mendukung program diversivikasi pangan di Indonesia. Pemanfaatan buah sukun sebagai bahan pangan di Indonesia belum maksimal, karena masyarakat mengolah sukun sebatas dengan cara digoreng, dikukus atau direbus. Hal inilah yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menginovasi produk makanan dengan buah sukun (Arif, 2. Sukun memiliki kandungan air yang tinggi yaitu sebesar 67,8%, kandungan air yang tinggi dalam bahan pangan dapat memperpendek masa simpan sukun setelah dipanen. Pengeringan merupakan perlakuan untuk menurunkan kadar air produk hortikultura untuk menjaga kualitas agar tidak mudah rusak dan dapat disimpan lama. Salah satu hasil penanganan pasca panen buah sukun yang Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 dikeringkan yaitu tepung sukun, yangmana nantinya tepung sukun ini dapat dijadikan bahan untuk membuat olahan pangan atau sebagai subtitusi dalam pembuatan produk pangan (Arif, 2. Sukun dapat berperan dalam diversifikasi pangan karena memiliki banyak manfaat, seperti sukun dapat menjadi pengganti beras karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Sukun juga dapat dipanen pada bulan Januari dan Agustus, saat petani kekurangan beras. Sukun memiliki variasi nutrisi yang beragam sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. Sukun memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih lengkap dibandingkan beras, namun kalorinya lebih rendah. Sukun dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti keripik, kecimpring, stik, snack, dan tepung sukun. Tepung sukun dapat digunakan sebagai bahan baku produk bakeri. Sukun memiliki akar yang kuat sehingga dapat menyerap air dan menahan tanah. Sukun juga dapat ditanam sebagai tanaman pinggiran, untuk penghalang angin, atau sebagai pelindung tanaman kopi (Arif, 2. Status gizi bayi yang baik memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden periode di lima tahun pertama. Upaya perbaikan status gizi bayi dapat memberikan kontribusi bagi tercapainya tujuan pembangunan nasional terutama dalam hal penurunan prevalensi gizi kurang pada bayi dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas sember daya manusia. Status gizi bayi buruk membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan fisik maupun mental, penurunan daya tahan tubuh, serta dampak yang lebih serius adalah kecacatan, tingginya angka kesakitan, dan percepatan kematian (Susilowaty & Pipit, 2. Untuk mengatasi masalah-masalah gizi, upaya pendidikan dan penyuluhan merupakan salah satu usaha yang sangat penting. Melalui usaha ini diharapkan orang . erutama ibu bay. dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga terbentuk sikap dan perubahan perilaku ke arah pola makan yang lebih baik. Pengetahuan gizi ibu yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari memiliki pengaruh yang besar terhadap kondisi gizi keluarga (Astuti & Devi, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Astuti dan Devi . berjudul AuPengaruh Penyuluhan Makanan Sehat Bagi Balita terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu BalitaAy menunjukkan hasil uji statistik Spearman rank menunjukan bahwa r value = 0,008 < . sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh penyuluhan makanan sehat bagi balita terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di TK Bangkit Mojoagung, untuk pengetahuan secara statistik signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari, dkk . berjudul AyPengaruh Konseling Gizi tentang Pengolahan Pangan Lokal terhadap Pengetahuan. Sikap Ibu dalam Pemenuhan Gizi Anak Stunting di Wilayah PesisirAy menunjukkan hasil pra survey yang dilakukan sebelum kegiatan pelatihan ini, pengetahuan ibu tentang Tentang Pengolahan Pangan Lokal Terhadap Pengetahuan. Sikap Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Anak Stunting rendah . %), cukup . %), tinggi . %). Setelah edukasi didapatkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari pengetahuan ibu: rendah . %), cukup 15%), baik . %). Puskesmas Harjamukti merupakan unit pelayanan kesehatan primer yang beralamat di Jl. Tumaritis Kavling Pertamina No. Desa Harjamukti. Kecamatan Cimanggis. Kota Depok. Provinsi Jawa Barat. Puskesmas Harjamukti beroperasional setiap hari kerja Senin s/d Sabtu dengan jam operasional pukul 08. 00 s/d 13. 00 WIB. Jenis pelayanan kesehatan di Puskesmas Harjamukti meliputi pelayanan kesehatan umum, pelayanan laboratorium, pelayanan farmasi, pelayanan TB paru, pelayanan tindakan medis, pelayanan imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan KB, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan kesehatan lansia, serta pelayanan konseling gizi. Puskesmas Harjamukti Kota Depok dijadikan sebagai tempat penelitian, karena berdasarkan data yang diperoleh dari studi pendahuluan yang telah peneliti lakukan pada bulan Agustus 2023 terhadap 10 ibu bayi diperoleh informasi bahwa 7 . %) dari 10 ibu bayi memiliki pengatahuan yang kurang mengenai asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk mencukupi kebutuhan harian, termasuk jenis pangan lokal apa saja yang baik untuk memenuhi kebutuhan harian nutrisi bayi. Sedangkan 3 . %) dari 10 ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai kebutuhan nutrisi bayi, namun belum memahami bahwa bahan pangan lokal dapat membantu dalam pemenuhan nutrisi harian bayi. Informasi yang diperoleh dari Profil Kesehatan UPTD Puskesmas harjamukti tahun 2020 diketahui bahwa dari 2. 386 balita yang ditimbang ditemukan 11 balita dengan gizi kurang serta berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan ditemukan adanya 36 balita pendek dan 11 balita BB Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat diambil rumusan masalah apakah penyuluhan Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 modul bahan pangan lokal . berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap ibu bayi usia 6-11 bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan menggunakan konsep riset eksperimen semu (Quasi Experimental design. dengan konsep riset pretest serta post-test jenis desain penelitian yang memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang bermaksud untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan modul bahan pangan lokal . terhadap pengetahuan dan sikap ibu di UPTD Puskesmas Harjamukti pada bulan Desember 2023. Rancangan penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Pretest Perlakuan Post-test O1Ao Pretest Tanpa Perlakuan Post-test O1Ao Keterangan: K1: Kelompok perlakuan yang mendapatkan intervensi penyuluhan K2: Kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi penyuluhan O1: Penilaian pretest pengetahuan dan sikap Ibu X1: Perlakuan pada kelompok intervensi diberikan penyuluhan O1`: Penilaian post-test pengetahuan dan sikap Ibu Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan teknik total Kelompok dibagi menjadi dua, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 32 responden . elompok intervensi penyuluhan dan kelompok kontrol/tanpa intervensi penyuluha. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dimana metode pengumpulan data ditujukan langsung kepada subjek penelitian untuk mengambil data dari variabel pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi bayi dengan pemanfaatan bahan pangan lokal . menggunakan metode penyuluhan kesehatan dengan modul. Jumlah aitem pernyataan dalam kuesioner pengetahuan dan sikap masing-masing berisi 10 aitem pernyataan. Kuesioner yang digunakan ialah kuesnioner baku yang telah digunakan pada riset terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini, sehingga tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas kembali. Skala ukur dalam variabel pengetahuan menggunakan skala ordinal, sedangkan pada variabel sikap menggunakan skala nominal. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat untuk mendeskripsikan sesuatu distribusi frekuensi variabel penelitian dan uji wilcoxon sign rank test. Uji wilcoxon signed rank test ialah uji nonparametris yang digunkan untuk megukur perbandingan 2 kelompok data berpasangan berskala ordinal/interval namun informasi berdistribusi tidak normal. Uji ini diketahui dengan sebutan uji match pair test. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan perangkat lunak SPSS for windows versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian 1 Hasil Analisis Univariat Pengetahuan dan Sikap Tabel 1. Analisis Univariat Pretest Pengetahuan Kelompok Intervensi dan Non Intervansi di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Responden Intervensi Non Intervensi Kurang Baik Total Kurang Baik Total Frekuensi . Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Persentase (%) Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah ibu bayi usia 6-11 bulan mendapat intervensi yang berada di UPTD Puskesmas Harjamukti berjumlah 32 responden, dimana frekuensi pengetahuan kurang pada ibu bayi kelompok intervensi pretest ialah 10 . ,3%) responden, sedangkan frekuensi pengetahuan kurang pada ibu bayi kelompok non intervensi pretest ialah sebanyak 10 . ,3%) responden, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 . ,8%) responden. Tabel 2. Analisis Univariat Post-test Pengetahuan Kelompok Intervensi dan Non Intervansi di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Responden Intervensi Non Intervensi Kurang Baik Total Kurang Baik Total Frekuensi . Persentase (%) Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah ibu bayi usia 6-11 bulan mendapat intervensi yang berada di UPTD Puskesmas Harjamukti berjumlah 32 responden, dimana frekuensi pengetahuan kurang pada ibu bayi kelompok intervensi post-test ialah sebanyak 6 . ,8%) responden, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 . ,3%) responden. Frekuensi pengetahuan kurang pada ibu bayi kelompok non intervensi post-test ialah sebanyak 10 . ,3%) responden, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 . ,8%) responden. Tabel 3. Analisis Univariat Pretest Sikap Kelompok Intervensi dan Non Intervansi di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Kelompok Intervensi Non Intervensi Kurang Baik Total Kurang Baik Total Frekuensi . Persentase (%) Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa jumlah ibu bayi usia 6-11 bulan mendapat intervensi yang berada di UPTD Puskesmas Harjamukti berjumlah 32 responden, dimana frekuensi sikap kurang pada ibu bayi kelompok intervensi pretest ialah sebanyak 15 . ,9%) responden, sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 17 . ,1%) responden. Jumlah ibu bayi usia 6-11 bulan yang tidak mendapat intervensi yang berada di UPTD Puskesmas Harjamukti berjumlah 32 responden, dimana frekuensi sikap kurang pada ibu bayi kelompok non intervensi pretest ialah sebanyak 14 . ,8%) responden, sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 18 . ,3%) responden. Tabel 4. Analisis Univariat Post-test Sikap Kelompok Intervensi dan Non Intervansi di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Kelompok Intervensi Non Intervensi Kurang Baik Total Kurang Baik Total Frekuensi . Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Persentase (%) Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah ibu bayi usia 6-11 bulan mendapat intervensi yang berada di UPTD Puskesmas Harjamukti berjumlah 32 responden, dimana frekuensi sikap kurang pada ibu bayi kelompok intervensi post-test ialah sebanyak 7 . ,9%), sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 25 . ,1%). Frekuensi sikap kurang pada ibu bayi kelompok non intervensi post-test ialah sebanyak 15 . ,9%), sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 17 . ,1%). 2 Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank Test Tabel 5. Hasul Uji Wilcoxon Sign Rank Test Penyuluhan Dengan dan Tanpa Modul terhadap Pengetahuan pada Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Kelompok Intervensi Non Intervensi Pengetahuan setelahPengetahuan sebelum Pengetahuan setelahPengetahuan sebelum Negatif rank Positif rank Ties Total Negatif rank Positif rank Ties Total Mean rank 0,00 7,00 Sum of rank 0,00 91,00 15,46 14,63 201,00 234,00 P-value 3,247 0,001 0,361 0,718 Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Berdasarkan tabel 5 hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon sign rank test pada kelompok intervensi diperoleh P-value sebesar 0,001, artinya ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap pengetahuan pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun Positif rank antara pengetahuan pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 13 data positif (N) yang berarti ke-13 ibu bayi mengalami peningkatan pengetahuan dari hasil pretest dan postest. Mean rank yang diperoleh sebesar 7,00 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 91,00. Ties pada penelitian ini ialah 19, sehingga dikatakan jika terdapat 19 ibu bayi yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan pengetahuan setelah diberi intevensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . Hasil uji wilcoxon sign rank test kelompok non intervensi diperoleh P-value sebesar 0,718, artinya tanpa pemberian edukasi modul bahan pangan lokal . tidak berpengaruh terhadap pengetahuan pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Positif rank antara pengetahuan pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 16 data positif (N) yang berarti ke-16 ibu bayi mengalami peningkatan pengetahuan dari hasil pretest dan postest. Mean rank yang diperoleh 63, sedangkan jumlah sum of rank sebesar 234,00. Negatif rank antara pengetahuan pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 13 data negatif (N) yang berarti ke-13 ibu bayi mengalami penurunan pengetahuan dari hasil pretest dan postest. Mean rank yang diperoleh sebesar 15,46 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 201,00. Nilai ties ialah 3, sehingga dikatakan jika tanpa edukasi terdapat 3 ibu bayi yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan pengetahuan. Tabel 6. Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank Test Penyuluhan Dengan dan Tanpa Modul terhadap Sikap pada Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti Tahun 2023 Kelompok Intervensi Non Intervensi Sikap setelah-Sikap Sikap setelah-Sikap Negatif rank Positif rank Ties Total Negatif rank Positif rank Ties Total Sumber: SPSS for Windows Versi 26 Mean rank 0,00 7,00 Sum of rank 0,00 91,00 15,55 12,22 155,50 195,50 P-value -3,247 0,001 -0,516 0,606 Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Berdasarkan pada tabel 6 hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon sign rank test kelompok intervensi diperoleh P-value sebesar 0,001 < 0,05, artinya ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap sikap pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun Positif rank antara sikap pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 13 data positif (N) yang berarti ke-13 ibu bayi mengalami peningkatan sikap dari hasil pretest dan postest. Mean rank atau rerata peningkatan yang diperoleh sebesar 7,00 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 91,00. Pada penelitian ini nilai ties ialah 19, sehingga dapat dikatakan jika terdapat 19 ibu bayi yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan sikap setelah diberikan intevensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . Hasil uji wilcoxon sign rank test kelompok non intervensi diperoleh P-value sebesar 0,606 > 0,05, artinya tanpa pemberian edukasi modul bahan pangan lokal . tidak berpengaruh terhadap sikap pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Positif rank antara sikap pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 16 data positif (N) yang berarti ke-16 ibu bayi mengalami peningkatan sikap dari hasil pretest dan postest. Mean rank atau rerata peningkatan yang diperoleh sebesar 12,22 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 195,50. Negatif rank antara pengetahuan pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 10 data negatif (N) yang berarti ke-10 ibu bayi mengalami penurunan sikap dari hasil pretest dan postest. mean rank atau rerata penurunan yang diperoleh sebesar 15,55 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 155,50. Pada penelitian ini nilai ties ialah 6, sehingga dapat dikatakan jika tanpa edukasi modul bahan pangan lokal . terdapat 6 ibu bayi yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan sikap. Pembahasan 1 Pengaruh Penyuluhan Modul Bahan Pangan Lokal (Suku. terhadap Pengetahuan Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan Hasil penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas Harjamukti bulan Desember 2023, diketahui bahwa pengetahuan 32 ibu bayi sebelum . dilakukan intervensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . ialah dimana kategori pengetahuan kurang sebanyak 10 . ,3%) ibu bayi, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 . ,8%) ibu bayi. Setelah . ost-tes. dilakukan intervensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . pengetahuan ibu bayi mengalami peningkatan menjadi sebanyak 6 . ,8%) ibu bayi memiliki pengetahuan kurang, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 . ,3%) ibu bayi. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon sign rank test diperoleh P-value sebesar 0,001 < 0,05, artinya ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap pengetahuan pada pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Delvina dan Lety . dengan judul AuEfektivitas Pemberian Penyuluhan Kesehatan dengan Menggunakan Modul ASI Eksklusif terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu HamilAy menujukkan hasil p-value = 0,000 artinya terdapat pengaruh sebelum pemberian penyuluhan kesehatan menggunakan modul ASI Eksklusif terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kampung Tahun 2021. Positif rank antara pengetahuan pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 13 data positif (N) yang berarti ke-13 ibu bayi mengalami peningkatan pengetahuan dari hasil pretest dan postest. mean rank atau rerata peningkatan yang diperoleh sebesar 7,00 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 91,00. Sejalan dengan penelitian Ningsih . dengan judul AuPenerapan Modul Abah Umi AuMahir MerawatAy untuk Deteksi Faktor Resiko BBLR terhadap Pengetahuan Ibu HamilAy menujukkan hasil sebanyak 80% . ibu hami. mengalami peningkatan pengetahuan dan tidak ada pengetahuan yang menurun setelah diberikan intervensi modul kesehatan. Diperoleh positive rank 27 yang berarti ada sebanyak 27 ibu hamil yang mengalami peningkatan pengetahuan dengan rerata peningkatan 14,00 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 378,00. Pada penelitian ini nilai ties ialah 19, sehingga dapat dikatakan jika terdapat 19 ibu bayi yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan pengetahuan setelah diberikan intevensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . Sejalan dengan penelitian Ningsih . Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 dengan judul AuPenerapan Modul Abah Umi AuMahir MerawatAy untuk Deteksi Faktor Resiko BBLR terhadap Pengetahuan Ibu HamilAy menujukkan hasil sebanyak 20% . ibu hami. tidak mengalami perubahan pengetahuan setelah diberikan intervensi modul kesehatan dengan diperoleh nilai ties 8 yang berarti terdapat 8 ibu hamil yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan pengetahuan setelah diberikan intevensi modul kesehatan. Penelitian ini pula sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anwar, dkk . dengan judul AuPengaruh Pelatihan Kader terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pemberian MP-ASIAy. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai pengetahuan dan sikap kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan pelatihan . =0,. , ada perbedaan skor pengetahuan dan sikap antara kedua kelompok . =0,. Penelitian ini pula sejalan dengan penelitian oleh Ginanjar . dengan judul penelitian AuPengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu tentang Makanan Pendamping ASIAy. Hasil penelitian Ginanjar menunjukkan bahwa rerata pengetahuan ibu sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 10,76 dengan nilai median 11, nilai minimal 8 dan maksimal 14. Rerata pengetahuan ibu setelah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 11,52 dengan nilai median 11, nilai minimal 9 dan Perbedaan pengetahuan ibu tentang MP-ASI sebelum dan setelah intervensi dengan pvalue 0,005. Menurut Notoatmodjo pengetahuan adalah hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (Rahman, 2. Oleh sebab itu jika ibu bayi diberikan modul mengenai bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan MP-ASI bayi maka akan meningkatkan pengetahuan ibu bayi terkait cara pemberian MP-ASI yang baik dan cara pengolahannya dari buah sukun, sehingga kebutuhan nutrisi bayi usia 6-11 bulan akan terpenuhi dengan baik. Dengan demikian peneliti menyimpulkan jika dengan pemberian penyuluhan modul bahan pangan lokal . dapat meningkatkan pengetahuan ibu bayi usia 6-11 bulan karena modul kesehatan ini dapat memberikan ilmu kepada ibu bayi dalam memenuhi nutrisi bayi. 2 Pengaruh Penyuluhan Modul Bahan Pangan Lokal (Suku. terhadap Sikap Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan Hasil penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas Harjamukti bulan Desember 2023, diketahui bahwa sikap 32 ibu bayi sebelum . dilakukan intervensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . ialah dimana kategori sikap kurang sebanyak 15 . ,9%) ibu bayi, sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 17 . ,1%) ibu bayi. Setelah . ost-tes. dilakukan intervensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . sikap ibu bayi mengalami peningkatan menjadi sebanyak 7 . ,9%) ibu bayi, sedangkan yang memiliki sikap baik sebanyak 25 . ,1%) ibu bayi. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon sign rank test diperoleh P-value sebesar 0,001 < 0,05, artinya ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap sikap pada ibu bayi usia 6-11 di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Delvina dan Lety . dengan judul AuEfektivitas Pemberian Penyuluhan Kesehatan dengan Menggunakan Modul ASI Eksklusif terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu HamilAy menujukkan hasil p-value = 0,003 kesimpulannya pemberian pendidikan kesehatan menggunakan Modul ASI Eksklusif efektif terhadap peningkatan sikap ibu hamil. Positif rank antara sikap pretest dan post-test pada penelitian ini terdapat 13 data positif (N) yang berarti ke-13 ibu bayi mengalami peningkatan sikap dari hasil pretest dan postest. Mean rank atau rerata peningkatan yang diperoleh sebesar 7,00 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 91,00. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sikumbang . berjudul AuPengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan. Sikap dan Motivasi tentang IVAAy, menujukkan hasil positive rank 48 yang berarti ada sebanyak 48 ibu yang mengalami peningkatan sikap dengan rerata peningkatan 26,55 sedangkan jumlah sum of rank sebesar 1274,50. Pada penelitian ini nilai ties ialah 19, sehingga dapat dikatakan jika terdapat 19 ibu bayi yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan sikap setelah diberikan intevensi penyuluhan modul bahan pangan lokal . Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sikumbang . berjudul AuPengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Sikap dan Motivasi tentang IVAAy, menujukkan hasil ties 2 yang berarti terdapat 2 ibu yang tidak mengalami perubahan baik dalam peningkatan ataupun penurunan sikap setelah diberikan intevensi penyuluhan kesehatan. Penelitian ini pula sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anwar, dkk . dengan judul AuPengaruh Pelatihan Kader terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pemberian MP-ASIAy. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai pengetahuan dan sikap kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan pelatihan . =0,. , ada perbedaan skor pengetahuan dan sikap antara kedua kelompok . =0,. Penelitian ini pula sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Utami, dkk . dengan judul AuEfektivitas Video Edukasi Pembuatan MP-ASI Empat Bintang terhadap Pengetahuan. Sikap, dan Keterampilan Orangtua dalam Pencegahan Stunting pada BalitaAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sesudah intervensi . -value 0,. , terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap sebelum dan sesudah intervensi . -value 0,. , terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan sebelum dan sesudah intervensi . -value 0,. Pengertian sikap dijelaskan oleh Saifudin Azwar sikap diartikan sebagai suatu reaksi atau respon yang muncul dari seorang individu terhadap objek yang kemudian memunculkan perilaku individu terhadap objek tersebut dengan cara-cara tertentu (Sabrina dkk, 2. Oleh sebab itu, jika ibu bayi diberikan modul mengenai bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan MP-ASI bayi maka akan meningkatkan pengetahuan yang memunculkan respon terhadap pemenuhan nutrisi bayi usia 6-11 bulan dengan menggunakan bahan pangan lokal . Dengan demikian peneliti menyimpulkan jika dengan pemberian penyuluhan modul bahan pangan lokal . dapat meningkatkan sikap ibu bayi usia 6-11 bulan karena modul kesehatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat kepada ibu bayi dalam memenuhi nutrisi bayi dengan berbagai cara olahan buah sukun yang menimbulkan reaksi ibu bayi mengikuti resep yang ada pada KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: ibu bayi kelompok intervensi mendapatkan peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi menggunakan modul bahan pangan lokal . dengan tingkat pengetahuan baik sebelum intervensi sebanyak 22 . ,8%) ibu bayi dan menjadi 26 . ,3%) setelah intervensi, sedangkan pada ibu bayi kelompok non intervensi tidak terjadi peningkatan pengetahuan pretest dan postest yakni 22 . ,8%) ibu memiliki pengetahuan baik. Pada variabel sikap memiliki keserupaan dengan pengetahuan dimana ibu bayi kelompok intervensi mengalami peningkatan sikap setelah diberikan edukasi menggunakan modul bahan pangan lokal . dengan sikap baik sebelum intervensi sebanyak 17 . ,1%) menjadi 25 . ,1%) ibu setelah diberikan intervensi, sedangkan pada ibu bayi kelompok non intervensi terjadi penurunan sikap pretest dan postest yakni 18 . ,3%) ibu bayi memiliki sikap baik pretest dan menjadi 17 . ,1%) pada post-test. Hasil analisis uji wilcoxon sign rank test diketahui jika ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal . terhadap pengetahuan dengan perolehan nilai P 0,001 serta sikap dengan perolehan nilai P 0,001 pada ibu bayi usia 6-11 bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan modul bahan pangan lokal . perlu ditingkatkan kepada sasaran ibu bayi agar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap perilaku hidup sehat pada ibu bayi sehingga berpengaruh terhadap kebiasaan dan pola pemberian makan yang baik kepada bayi. DAFTAR PUSTAKA