Jurnal Kajian Ilmiah e-ISSN: 2597-792X. ISSN: 1410-9794 Edisi Khusus: Vol. 23 No. 4 (Desember 2. Halaman: 389 Ae 396 Terakreditasi Peringkat 4 (SINTA . sesuai SK RISTEKDIKTI Nomor. 158/E/KPT/2021 Hubungan Pola Asuh Terhadap Perilaku Prososial Pada Remaja SMPN X Di Kota Bekasi Nadya Lestari 1,*. Netty Merdiaty 1 Fakultas Psikologi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. e-mail: lestari19@mhs. id, netty. merdiaty@dsn. * Korespondensi: e-mail: nadya. lestari19@mhs. Submitted: 27/07/2023. Revised: 27/11/2023. Accepted: 06/12/2023. Published: 07/12/2023 Abstract This study describes the relationship between parenting style and prosocial behavior in class VII to IX students in Bekasi City. This study aims to determine whether there is a relationship between parenting atyle and prosocial behavior using 115 respondents who are students of SMPN X Kota Bekasi. The method used in this study was SpearmanAos correlation analysis to dee the relationship between the two variables studies and the data analysis process using the help of IBM SPSS 25 software. The results in this study showed a significance value of 0. 000 or p < 0. 05, so it was expressed by the value of the correlation coefficient equal to 0. 508**, which indicates a relationship between the two variables with a positive relationship with the direction of the moderate category. Based on the correlation test results, it was fount that H0 was rejected and Ha was accepted. namely, there was a relationship between parenting style and prosocial behavior. So to improve students prosocial behavior, the advice that can be given to parents is to review the parenting style that will be given to children so that they can routinely hold meetings related to student behavior at school and for students to actively participate in activities maintained by the school to improve prosocial behavior. Keywords: Adolescents. Parenting. Prosocial Behavior Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan pola asuh terhadap perilaku prososial pada siswa/I kelas VII sampai IX di Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh terhadap perilaku prososial dengan menggunakan 115 responden yang merupakan siswa/I SMPN X Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi spearman untuk melihat hubungan dari kedua variabel yang diteliti dan proses analisis data menggunakan bantuan software IBM SPSS 25. Hasil dalam penelitian ini menunjukan nilai signifikansi sebesar 0. 000 atau p < 0,05 maka dinyatakan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0. 508** yang menunjukan adanya hubungan diantara kedua variabel dengan arah hubungan positif dengan arah kategori sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut, ditemukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat hubungan antara pola asuh terhadap perilaku prososial. Maka untuk meningkatkan perilaku prososial siswa/I, saran yang dapat diberikan bagi orang tua adalah meninjau pola asuh yang akan diberikan kepada anak, agar dapat secara rutin mengadakan rapat terkait perilaku siswa/i di sekolah, dan bagi siswa/i untuk secara aktif mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah untuk meningkatkan perilaku prososial. Kata kunci: Remaja. Pola Asuh. Perilaku Prososial Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JKI Nadya Lestari. Netty Merdiaty Pendahuluan Keluarga adalah bagian utama dalam menumbuhkan tingkah laku pada kehidupan di Hal ini terjadi dengan menumbuhkan nilai-nilai sosial yang positif pada anak tersebut serta keluarga (Zahrok & Suarmini, 2. Keluarga mempunyai peran penting dalam menentukkan karakter dan sifat anak yang nantinya akan mempengaruhi tingkah laku prososial anak tersebut, dimana keluarga adalah madrasah awal pada anak (Handika & Fadhilaturrahmi. Menurut Shubhan Aloysius, . Perilaku mensejahterakan dan melindungi orang lain, maka dari itu perilaku prososial sangat penting dalam kehidupan sehari hari. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Survei Pengukuran Tingkat Kebahagian (SPTK) pelaksaan ini dilakukan pada 5-30 April 2017, survey dilaksanakan pada 34 Provinsi dengan mencakup 487 Kabupaten/Kota diwilayah Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh Global Peace Index menyatakan bahwa Indonesia mengalami penurunan pada rasa aman dan damai disebabkan kasus kriminalitas yang meningkat dari tahun ketahun. Pada tahun 2016-2017 mengalami peningkatan yang sangat signifikan mulai 18,9% menjadi 46,37%, salah satu faktor menurunnya perilaku prososial anak yang disebabkan gaya pola asuh orangtua. Prososial adalah perilaku atau keinginan seseorang untuk dapat membantu orang lain dengan melibatkan rasa keperdulian dan kesediannya terhadap orang lain, dengan cara menolong sesama, kerjasama, dan berperilaku jujur (Khasanah & Fauziah, 2. Fenomena perilaku prososial yang terjadi pada masyarakat mulai memudar contohnya seperti kecelakaan bus di Tanjatan Emen Subang. Jawa Barat pada Sabtu, 10 Februari 2018 yang telah menewaskan 27 korban jiwa anggota Koperasi Simpan Permata, dimana kejadian tersebut diceritakan oleh salah satu korban yang selamat Karmila . bahwa saat kecelakaan itu bus terguling hingga berhenti, disaat berhenti warga sekitar tidak ada yang membantu, tetapi warga hanya merekam kejadian tersebuat menggunakan ponselnya, hingga korban Karmila bersusah payah untuk keluar dari bus, dan pada saat keluar bus Karmila mencoba untuk meminjam ponsel warga sekitar untuk dapat menghubungi keluarganya tetapi warga sekitar enggan untuk meninjamkan ponselnya dengan alasan tidak memiliki pulsa atau baterai ponsel yang ingin habis namun warga sekitar masih merekam kejadian tersebut (Kompas. com, 2. Fenomena lain juga dapat dilihat dilingkungan masyarakat bahwa perilaku prososial masyarakat sekarang rendah seperti contohnya seorang kakek yang sudah lanjut usia sedang menaiki commuter line berdesak-desakan namun disaat itu terdapat dua orang remaja yang sedang duduk santai dan tidak menghiraukan keadaan sekitar tanpa mengalami disabilitas atau hamil namun dua orang remaja tersebut enggan memberikan kursinya yang dapat digunakan untuk kakeknya duduk sehingga membuat penumpang lain menugur dua remaja tersebut untuk memberikan duduk untuk kakek tersebut (Liputan6. com, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Duri Kartika et al. , . yang berjudul AuPengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas V Sd Se Gugus II Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon ProgoAy pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh orangtua sangat berpengaruh pada Edisi Khusus: Jurnal Karya Ilmiah 23. : 389 Ae 396 (Desember 2. Hubungan Pola Asuh A perilaku prososial anak, dan hasil penelitian ini menujukkan bahwa pola asuh sangat memberikan sifat yang positif terhadap perilaku prososial anak. Penelitian lain yang dilakukan oleh Aulia & Siregar, . yang berjudul AuHubungan Antara Pola Asuh Dengan Perilaku Prososial Pada Anak Usia DiniAy hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang positif terhadap pola asuh dengan perilaku prososial, dikarenakan background keluarga, dan cara mendidik anak di dalam keluarga, hal ini yang dapat menentukkan keberhasilan anak dalam berprestasi di bidang pendidikan maupun bersosialisasi dilingkungan masyarakat. Pola asuh adalah suatu usaha orangtua dalam mendidik, mendampingi dan merawat anak untuk dapat hidup mandiri, pola asuh bisa berdampak pada tingkat perkembangan fisik, mental dan karakter anak (Nuraeni & Lubis, 2. Menurut Remaja, . Pola asuh dalam lingkup keluarga adalah cara orangtua berperilaku, mendidik, dan membimbing secara Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anak dapat menanamkan sifat sosial anak, sebagai orangtua harus banyak mendapatkan infromasi mengenai cara pola asuh yang tepat untuk anak, dikarenakan setiap anak mempunyai sifat dan karakter yang berbeda beda. Pola asuh pada remaja adalah pola asuh yang sangat rumit dikarenakan fase remaja adalah fase dimana seorang anak tidak mempunyai tempat yang jelas pada fase itu mereka tidak lagi sebagai anak anak ataupun masuk kedalam fase dewasa, usia remaja berada ditengah tengah fase tersebut merupakan tempat mereka untuk mencari jati diri dengan melibatkan fisik dan Tetapi difase remaja mereka mempunyai potensial yang tinggi dalam aspek fisik, psikis, kognitif, dan emosional. Maka pada fase itu pola asuh orangtua sangtlah berkontribusi dalam keberhasilan berperilaku prososial dilingkungan masyarakat mengingat peran orangtua sangtlah penting dalam mendampingi, mendidik, dan mengawasi anak anak mereka dalam berperilaku dan mengambil keputusan (Kurniawati, 2. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan analisis pada data-data yang bersifat numerik atau angka yang diolah dengan menggunakan metode statistika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian studi Sampel Penelitian dan Subjek Penelitian Pengambilan sampel dengan cara non probbality sampling dimana cara pengambilan sampel tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi yang menjadi Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah Siswa kelas VII dan IX SMPN X di Kota Bekasi, usia 12-16 tahun. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 115 responden atau siswa SMPN X di Kota Bekasi. Copyright A 2023 Edisi Khusus: Jurnal Karya Ilmiah 23. : 389 Ae 396 (Desember 2. Nadya Lestari. Netty Merdiaty Waktu dan Tempat Penelitian Proses pelaksanaan penelitian dilakukan sejak tanggal 15 Juni 2023, dimulai dengan menghubungi salah satu guru SMP X di Kota Bekasi untuk meminta bantuan penyebaran kuesioner yang telah peneliti susun di dalam google form. Peneliti juga mengirimkan link google form kepada beberapa siswa/i SMPN X untuk disebarkan kepada teman sekelasnya. Untuk meningkatkan jumlah responden, peneliti kembali menghubungi salah satu guru di SMPN X melalui chat pribadi di WhatsApp untuk kembali meminta bantuan agar siswa/i di SMPN X dapat mengisi kuesioner melalui link google form yang telah diberikan. Alat Ukur Skala yang digulnakan dalam pelnellitian ini melrulpakan variabell telrikat pelrilakul prolsolsial dan variabell belbas polla asulh. Pada pelnellitian ini selmula jawaban yang digulnakan pada skala ini akan disajikan dalam belntulk pelrnyataan favolrablel dan ulnfavolrablel delngan melnggulnakan skala likelrt ulntulk melngulkulr skala pelrilakul melnggulnakan lima altelrnatif jawaban yang telrdiri dari Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Netral (N). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Teknik Analisis Data Metode analisis data yang digunakan penelitian ialah uji asumsi dasar meliputi uji normalitas, uji liniearitas, dan uji homogenitas. Penelitian ini menggunakan metode correlation non-parametic dari Spearman dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Sosial Scienc. for windows versi 25. Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini adalah bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel yang diteliti sehingga dapat diketahui apakah variabel berhubungan atau tidak serta menunjukan bagaimanakah arah hubunganya, positif atau negatif. Berdasarkan hasil uji korelasi didapat nilai signifikan hitung sebesar 0. 000 dan koefisien korelasi 0. 508**. Hasil menunjukan bahwa signifikan (A)<0. 05 artinya data dalam variabel ini berkorelasi. Dilihat dari hasil perhitungan uji korelasi maka dapat diketahui nilai signifikansi 0. 0 yang berarti nilai signifikansi hitung p<0. dan dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara variabel pola asuh terhadap perilaku Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi dengan nilai signifikansi 000 atau p<0,05 maka dinyatakan adanya hubungan diantara kedua variabel. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut, ditemukan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan positif yang menandakan bahwa semakin tinggi pola asuh, maka semakin tinggi pula perilaku prososial. Begitupula sebaliknya, semakin rendah pola asuh, maka semakin rendah pula perilaku prososial. Uji kategorisasi Pola Asuh setelah diketahui skor kategorisasi, maka didapatkan hasil, 100% dengan 115 responden yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu >69,87 dan Perilaku Edisi Khusus: Jurnal Karya Ilmiah 23. : 389 Ae 396 (Desember 2. Hubungan Pola Asuh A Prososial Setelah diketahui skor kategorisasi, maka didapatkan hasil, 100% dengan 115 responden yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu >104,84. Karakteristik Subjek Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat melalui tabel t-tes atau anova pada usia terhadap pola asuh memiliki nilai signifikansi 0,917 yang berarti tidak terdapat perbedaan antara usia setiap responden. Pada tabel t-tes atau anova pada usia responden terhadap perilaku prososial memiliki nilai signifikansi 0,458 yang berarti tidak terdapat perbedaan antara usia setiap Tabel 1. Hasil Karakteristik Usia Karakteristik Pola Asuh Responden Mean 12 tahun 13 tahun Perilaku Prososial Sign. Mean 14 tahun 15 tahun 16 tahun Sign. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Uji Validitas Sesuai perhitungan validitas diatas dengan menggunakan batasan minimum >0,300 maka didapatkan hasil 22 aitem valid aitem dari skala pola asuh. Sementara pada skala perilaku prososial ditemukan 33 aitem valid dan berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS, didapatkan skor variabel pola asuh 0,730 dan skor reliabilitas variabel perilaku prososial sebesar 0,741. Tabel 2. Hasil Validitas dan Reliabilitas Variabel Rentang Validitas Reliabilitas Pola Asuh 300 Ae 0. Perilaku Prososial 355 Ae 0. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Uji Asumsi Berdasarkan hasil uji normalitas didapat nilai signifikan . sebesar 0,018 Hasil menunjukan bahwa signifikan . <0,05 artinya data dalam variabel ini terdistribusi tidak normal. Berdasarkan hasil uji liniearitas didapat nilai signifikan . sebesar 0,555. Hasil menunjukan bahwa signifikan . > 0,05 artinya data dalam variabel ini berdistribusi liniear. Uji homogenitas pada penelitian ini dilakukan dengan Levene Test dan didapatkan hasil sebesar 0. 872 pada variabel pola asuh dan 0. 975 untuk variabel perilaku prososial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa p>0. 05, artinya bahwa variabel pola asuh dan perilaku prososial terdistribusi secara Copyright A 2023 Edisi Khusus: Jurnal Karya Ilmiah 23. : 389 Ae 396 (Desember 2. Nadya Lestari. Netty Merdiaty Uji Kategorisasi Pola Asuh & Perilaku Prososial Uji kategorisasi Pola Asuh setelah diketahui skor kategorisasi, maka didapatkan hasil, 100% dengan 115 responden yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu >69,87 dan Perilaku Prososial Setelah diketahui skor kategorisasi, maka didapatkan hasil, 100% dengan 115 responden yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu >104,84. Tabel 3. Uji Kategorisasi Pola Asuh Kategorisasi Batas Nilai Persentase Rendah < 62,13 Sedang 62,13 Ae 69,87 Tinggi > 69, 87 Total Sumber: Hasil Pengolahan Data . Tabel 4 menyajikan data hasil uji kategorisasi perilaku prososial yang diolah menggunakan SPSS. Tabel 4. Uji Kategorisasi Perilaku Prososial Kategorisasi Batas Nilai Persentase Rendah < 93,16 Sedang 93,16 Ae 104,84 Tinggi > 104,84 Total Sumber: Hasil Pengolahan Data . ) Uji Hipotesis Pada penelitian ini adalah bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel yang diteliti sehingga dapat diketahui apakah variabel berhubungan atau tidak serta menunjukan bagaimanakah arah hubunganya, positif atau negatif. Berdasarkan hasil uji korelasi didapat nilai signifikan hitung sebesar 0. 000 dan koefisien korelasi 0. 508**. Hasil menunjukan bahwa signifikan (A)<0. 05 artinya data dalam variabel ini berkorelasi. Dilihat dari hasil perhitungan uji korelasi maka dapat diketahui nilai signifikansi 0. 0 yang berarti nilai signifikansi hitung p<0. dan dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara variabel pola asuh terhadap perilaku prososial pada remaja SMPN X di Kota Bekasi. Tabel 5. Judul Tabel Variabel Pola Asuh Perilaku Prososial Koefisien Korelasi Signifikansi Jumlah Subjek Sumber: Hasil Pengolahan Data . Edisi Khusus: Jurnal Karya Ilmiah 23. : 389 Ae 396 (Desember 2. Hubungan Pola Asuh A Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara pola asuh terhadap perilaku prososial siswa SMP kelas VII sampai IX di Kota Bekasi dengan menggunakan total responden sebagai sampel sebanyak 115 responden. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner, hasil yang didapat dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS 25. Dengan uji hipotesis yang menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh terhadap perilaku prososial siswa SMP kelas VII sampai IX di Kota Bekasi dengan arah hubungan yang positif dan signifikan. Daftar Pustaka