Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 PELATIHAN PIJAT BAYI KEPADA KADER BINA KELUARGA BALITA. DESA CATUR. KINTAMANI. BANGLI Indah Pramita1. Luh Putu Ayu Vitalistyawati 2 Program Studi Fisioterapi. Fakultas Kesehatan. Sains dan Teknologi. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: indahpramita@undhirabali. ABSTRAK Desa Catur memiliki 3 Banjar, yaitu Banjar Catur. Banjar Mungsengan, dan Banjar Lampu. Desa Catur mempunyai sebuah wadah untuk melakukan pembinaan kepada orang tua balita, yang disebut dengan Bina Keluarga Balita (BKB). Tugas dari kader BKB adalah memberikan pengajaran dan pelatihan kepada kader posyandu dan juga orang tua tentang tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun . BKB Desa Catur terbentuk pada tahun 2015. Namun, sejak tahun 2016 BKB tidak melakukan tugasnya dengan baik. Tidak ada kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan binaan baik kepada kader posyandu maupun kepada orang tua, hal ini dikarenakan keterbatasan kader BKB tentang pemahaman tumbuh kembang anak. Kader BKB yang ada di desa Catur, memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah, yaitu SMP dan SMA, sehingga mereka kurang memahami tentang tumbuh kembang anak baik proses maupun cara memberikan stimulasi. Kader BKB tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang proses tumbuh kembang maupun stimulasi tumbuh kembang anak. Total balita yang ada di Desa Catur berjumlah 120 orang. Dari total balita, ditemukan adanya permasalahan dibeberapa banjar terkait dengan proses tumbuh kembang dan juga gizi. Kasus di Banjar Lampu menunjukkan adanya 2 anak yang mengalami Obesitas, sehingga proses tumbuh kembang mengalami permasalahan. Akibat obesitas yang terjadi, anak menjadi terlambat Selain itu di Banjar Mungsengan juga ditemukan kasus 3 balita mengalami gizi kurang dan juga 2 balita mengalami keterlambatan tumbuh kembang, yaitu terlambat bicara dan berjalan. Kondisi ini sangat mengkawatirkan apabila tidak ada penanganan lebih lanjut. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan permasalahan yaitu: kader tidak mampu memberikan stimulasi tumbuh kembang. Metode penyelesaian masalah yang ditawarkan Tim PKM yaitu akan melakukan pelatihan, pendampingan. Adapun solusi untuk permasalahan yaitu . Pelatihan Stimulasi tumbuh kembang anak dengan pijat bayi. Hasil dari kegiatan ini adalah Ketrampilan melakukan pijat bayi dalam kategori terampil sebesar 80% Kata kunci: pijat bayi, kader, bina keluarga balita, catur, kintamani Pendahuluan Desa Catur adalah sebuah desa yang terletak di Kintamani. Bangli. Desa Catur memiliki 3 Banjar, yaitu Banjar Catur. Banjar Mungsengan, dan Banjar Lampu. Desa Catur mempunyai sebuah wadah untuk melakukan pembinaan kepada orang tua balita, yang disebut dengan Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Balita dikoordinatori oleh Ketua Penggerak PKK Desa Catur. Ibu Ana Setyowati. BKB memiliki masing-masing 5 orang kader di setiap Banjar. Tugas dari kader BKB adalah memberikan pengajaran dan pelatihan kepada kader posyandu dan juga orang tua tentang tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun . BKB Desa Catur terbentuk pada tahun 2015. Awal mula terbentuknya BKB ini dikarenakan Desa Catur tidak mempunyai Bidan Desa yang bertugas memberikan binaan kepada Balita yang ada di Desa Catur, sehingga dibentuklah sebuah wadah yang bertujuan memberikan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 binaan kepada para kader posyandu dan juga orang tua balita tentang tumbuh kembang anak. Namun, sejak tahun 2016 BKB tidak melakukan tugasnya dengan Tidak ada kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan binaan baik kepada kader posyandu maupun kepada orang tua, hal ini dikarenakan keterbatasan kader BKB tentang pemahaman tumbuh kembang anak. Kader BKB yang ada di desa Catur, memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah, yaitu SMP dan SMA, sehingga mereka kurang memahami tentang tumbuh kembang anak baik proses maupun cara memberikan stimulasi. Berdasarkan wawancara dengan Koordinator kader BKB yaitu Ibu Ana, kader BKB Desa Catur hanya pernah mendapatkan pelatihan tentang tentang permainan tradisional untuk anak. Pelatihan tentang proses tumbuh kembang dan stimulasi tumbuh kembang masih belum pernah ada. Hasil data yang dipaparkan oleh Ibu Ana, menunjukkan banyaknya jumlah balita yang ada di Desa Catur. Balita yang ada di Banjar Catur berjumlah 52 balita. Di Banjar Mungsengan berjumlah 37 balita, dan di Banjar Lampu berjumlah 31 balita. Total Balita yang ada di Desa Catur berjumlah 120 balita. Dari total balita, ditemukan adanya permasalahan dibeberapa banjar terkait dengan proses tumbuh kembang. Kasus di Banjar Lampu menunjukkan adanya 2 anak yang mengalami Obesitas, sehingga proses tumbuh kembang mengalami permasalahan. Akibat obesitas yang terjadi, anak menjadi terlambat Selain itu di Banjar Mungsengan juga ditemukan kasus 3 balita mengalami gizi kurang dan juga 2 balita mengalami keterlambatan tumbuh kembang, yaitu terlambat bicara dan berjalan. Kondisi ini sangat mengkawatirkan apabila tidak ada penanganan lebih lanjut. Permasalahan ini terjadi karena semua kader BKB belum pernah mendapatkan pelatihan stimulasi tumbuh kembang, sehingga tidak mampu melakukan binaan kepada orang tua balita. Metode Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Catur. Kintamani. Bangli. Adapun langkah-langkah kegiatan yaitu: Sosialisasi kegiatan dengan menghadirkan mitra dalam sebuah rapat Pembuatan modul pijat bayi Pembuatan video pijat bayi ToT pijat bayi bagi kader BKB Gambar 1. Diagram alur pelaksanaan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Pelaksanaan program kemitraan masyarakat menggunakan metode pendekatan antara lain: Pelatihan Pijat bayi kepada kader BKB Pelatihan Pijat bayi diberikan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang. Pelatihan Pijat Bayi kepada kader diberikan kepada 9 kader BKB pada tanggal 31 November 2021. Selain itu diberikan juga modul Pijat Bayi dan juga video pijat bayi kepada kader Hasil dan Pembahasan Pelatihan pijat bayi diberikan kepada 9 kader BKB Desa Catur. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2021 di Kantor Desa Catur. Sebelum memulai kegiatan, selalu dilakukan protocol kesehatan terlebih dahulu dengan mengecek suhu setiap peserta kegiatan, mencuci tangan dengan sabun/ menggunakan hand sanitaiser dan tak lupa menggunakan masker selama kegiatan Pelatihan pijat bayi diberikan oleh ketua pengabdi. Indah Pramita. SST. Ft. Fis. Pengabdi memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana melakukan pijat bayi kepada balita, sembari memberikan contoh tak lupa diberikan juga menjelasan tentang manfaat serta aturan selama melakukan pemijatan kepada balita. Semua kader tampak antusias mengikuti pelatihan, di tengah kegiatan juga dilakukan Tanya jawab apabila ada kader yang kurang paham dengan penjelasan pengabdi. Tahap selanjutnya masing-masing kader diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pemijatan langsung dengan menggunakan model . hantom bay. Kesempatan diberikan sebanyak 2 kali pengulangan. Gambar 2. Pelatihan Pijat Bayi kepada Kader BKB Pada tahap akhir dilakukan penilaian keterampilan kader dalam mengaplikasikan pijat bayi dengan menggunkan form cheklish tiap bagian tubuh balita, berikut Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Area Wajah Area Dada Gambar 3. Tingkat keterampilan Kader BKB melakukan pijat area wajah dan Pada gambar di atas terlihat 100% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area wajah dengan cukup terampil, dan 57% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area dada dengan terampil Area Perut Area Lengan dan Tangan Gambar 4. Tingkat keterampilan kader BKB melakukan pijat bayi area perut dan Pada gambar di atas terlihat 100% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area perut dengan terampil, dan 84% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area lengan dengan cekup terampil Area Tungkai Area Punggung Gambar 5. Tingkat keterampilan kader BKB melakukan pijat bayi area tungkai dan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Pada gambar di atas terlihat 86% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area tungkai dengan terampil, dan 100% kader BKB mampu mengaplikasikan pijat bayi pada area punggung dengan terampil Simpulan Kesimpulan yang didapat dalam program kemitraan masyarakat ini adalah: Keterampilan kader dalam memakukan pijat bayi meningkat, 100% kader mampu melakukan pijat bayi dengan cukup terampil di area wajah, 57% kader melakukan pijat bayi dengan terampil di area dada, 100% kader mampu melakukan pijat bayi dengan terampil di area perut, 84% kader mampu melakukan pijat bayi dengan cukup terampil di area lengan, 86% kader mampu melakukan pijat bayi dengan terampil di area tungkai, 100% kader mampu melakukan pijat bayi dengan terampil di area punggung. Daftar Rujukan Pramita. Diaris. , & Samben. Pelatihan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Dan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Banjar Mungengan. Catur. Kintamani. Jurnal Widya Laksana. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867