Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI PUSKEMAS BOSNIK DAN MARAU KABUPATEN BIAK NUMFOR Risk Factors For Malaria Incidence In Pregnant Women In Puskemas Bosnik And Marau Regency Biak Numfor Inggrit Rita Uli Manik1. Ritha Rumansara2. Ruslan3 DOSEN PRODI D i KEBIDANAN BIAK POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA. ALAMAT: Jalan Sungai Musi Ridge I Biak Papua. Indonesia 98118 e-mail: Inggritmanik76@gmail. DOI: 10. 35451/jkk. Abstrak Infeksi malaria pada kehamilan sangat merugikan baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya, karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Prevalensi malaria Provinsi Papua dengan Annual Parasite Incendence tahun 2016 sebesar 208,95 per seribu penduduk, prevalensi malaria pada ibu hamil di Provinsi Papua sebanyak . ,09 %). Prevalensi malaria pada ibu hamil di Kabupaten Biak Numfor tahun 2017 sebesar 4,11 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Bosnik dan Marau Kabupaten Biak Numfor Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Case Control pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Bosnik dan Puskesmas Marauw Kabupaten Biak Numfor. Sampel penelitian dengan simple random sampling yaitu 27 ibu hamil sebagai kasus dan 27 ibu hamil sebagai control. Analisis data menggunakan chi Dari hasil analisis ditemukan 2 . variable yang berhubungan dengan kejadian malaria pada ibu hamil yaitu tidur tidak menggunakan kelambu (OR= 3,768 p= 0,024 95% CI 1,158-12,. dan anemia Hb < 9 gr% (OR= 5,500 p= 0,013 95% CI 1,323-22,. sedangkan 3 . variable yaitu status ekonomi rendah, paritas pertama dan Ou 4 dan status gizi tidak berhubungan dengan kejadian malaria. Kesimpulan faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil berhubungan dengan kebiasaan tidur tidak menggunakan kelambu dan anemia Hb < 9gr%. Kata kunci: faktor risiko, hamil, malaria Abstract Malaria infection in pregnancy is very detrimental to both the mother and the fetus it contains, because it can increase the morbidity and mortality of the mother and fetus. The prevalence of malaria in Papua Province with Annual Parasite Incendence in 2016 amounted to 208. 95 per thousand population, the prevalence of malaria in pregnant women in Papua Province as much as . 09%). The prevalence of malaria in pregnant women in Biak Numfor Regency Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 in 2017 was 4. The purpose of this study was to determine the risk factors for the incidence of malaria in pregnant women at the Bosnik and Marau Health Centers. Biak Numfor Regency in 2018. This study is an observational study with case control design in pregnant women in the Bosnik Health Center and Marauw Health Center area of Biak Numfor Regency. The study sample with simple random sampling was 27 pregnant women as cases and 27 pregnant women as data analised with chi square test. From the results of a multivariate analysis found 2 . variables associated with malaria incidence in pregnant women, namely sleeping not using mosquito nets (OR = 3,768 p = 0. 024 95% CI 1,158-12,. and Hb anemia < 9 gr% (OR = 5,500 p = 0. 013 95% CI 1,323-22,. while 3 . variables namely low economic status, first parity and Ou 4 and nutritional status is not associated with malaria incidence. Risk factors for malaria incidence in pregnant women are related to sleep habits not using mosquito nets and anemia Hb < 9gr%. Keywords: malaria, pregnant women, risk factors PENDAHULUAN Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit emerging yang masih menjadi ancaman masyarakat, kesakitan dan angka kematian pada usia produktif akibat malaria. Malaria disebabkan oleh parasite Plasmodium nyamuk (WHO, 2. Penyakit ini dapat menyerang semua individu tanpa membedakan umur dan jenis kelamin dan tidak terkecuali wanita hamil. Wanita hamil termasuk golongan yang rentan untuk Malaria disebabkan oleh 4 spesies plasmodium. Plasmodium Plasmodium Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale. Plasmodium falciparum merupakan plasmodium yang terpenting karena penyebarannya luas, dan mempunyai morbiditas dan mortalitas ibu dan Malaria pada kehamilan patologi pada ibu hamil seperti demam, anemia, hipoglikemia, udema paru akut, gagal ginjal dan yang terparah dapat menyebabkan kematian. Pada janin memicu abortus, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan IUFD (Intra Uterine Fetal Deat. (Rusjidi. Wanita hamil lebih mudah terinfeksi malaria dibandingkan dengan populasi umumnya, karena parasitparasit yang menyebabkan malaria plasenta (Harijanto PN, 2. Hasil Riskesdas menyebutkan bahwa insiden malaria pada ibu hamil penduduk Indonesia tahun 2018 sejumlah 525 kasus. Tiga Provinsi dengan jumlah kasus malaria tertinggi adalah Papua . 4 kasu. Nusa Tenggara Timur . Papua Barat . Sulawesi Tengah dan Maluku (Kemenkes RI. Prevalensi malaria Provinsi Papua Annual Parasite Incendence tahun 2016 sebesar 208,95 malaria pada ibu hamil di Provinsi Papua sebanyak . ,09 %). API (Annual Parasite Inciden. di Kabupaten Biak Numfor tahun 2017 sebesar 5,5 per seribu penduduk. Prevalensi malaria pada ibu hamil di Kabupaten Biak Numfor tahun 2015 sebesar 7,60 %, tahun 2016 sebesar 5,84 %, dan tahun 2017 sebesar 4,11 %. Puskesmas Bosnik Marau puskesmas di rawa-rawa Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 pendahuluan di Puskesmas Bosnik didapatkan tahun 2016 angka kejadian malaria ada 92 kasus, 2017 ada 23 kasus, sedangkan di Puskesmas Marau angka kejadian malaria tahun 2016 ada 225 kasus dan tahun 2017 ada 123 kasus (Dinkes Biak, 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Bosnik dan Marau Kabupaten Biak Numfor Tahun 2018. Tabel 1 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan tidak memakai kelambu saat tidur pada kelompok kasus sebanyak 77,78 % lebih besar dibandingkan kelompok kontrol sebanyak 48,15 %. Sedangkan memakai kelmabu saat tidur sebanyak 22,22 % lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol sebanyak 51,85 %. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai OR= 3,768 p=0,024 95 % CI 1,158-12,270, artinya hubungan yang bermakna antara tidur tidak memakai kelambu dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa ibu kelambu mempunyai resiko terkena malaria 3,7 kali dibandingkan ibu hamil METODE Penelitian penelitian bersifat observasional analitik dengan desain case control study. Sampel random sampling dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok control adalah 1:1 yaitu 27 ibu hamil sebagai kasus dan 27 ibu hamil sebagai control. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bosnik dan Puskemas Marauw Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor. Pengumpulan data di lakukan pada bulan Agustus 2018. Semua ibu hamil yang mengalami malaria di Puskesmas selama bulan Januari sampai bulan Agustus 2018 dan tercatat dalam kohort ibu di Puskesmas Bosnik dan Marauw Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor. Instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan hasil telaah Analisa yang digunakan adalah menggunakan chi square. HASIL Hubungan Malaria Hubungan antara Anemia (Hb <9 gr%) dengan kejadian Malaria Tabel 2 Tabulasi silang hubungan antara anemia dengan Kejadian Malaria Anemia Tidak Memakai 77,78 48,15 Tidak 22,22 51,85 Total 5,082 3,769 ,15812,. Value 0,024 Kasus 88,89 59,26 Tidak 11,11 40,74 Total 6,171 P value 0,013 5,500 1,32322,862 Tabel 1 hubungan antara Tidak memakai Kelambu dengan Kejadian Malaria Kontrol Sumber: Data Primer, 2018 Kontrol antara pemakaian Kasus Sumber: Data Primer, 2018 Tabel 2 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan anemia Hb < 9 gr % pada kelompok kasus sebanyak 88,89 % lebih besar dibandingkan kelompok kontrol sebanyak 59,28 %. Sedangkan proporsi kelompok kasus yang tidak anemia sebanyak 11,11 % kelompok kontrol sebanyak 40,74 %. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai OR= 5,500 p = 0,013, 95% CI 1,323-22,862, artinya terdapat hubungan yang bermakna antara anemia Hb < 9 gr% dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang anemia <9gr % mempunyai Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 risiko 5,5 kali dibandingan ibu hamil yang tidak anemia. Hubungan antara status dengan kejadian malaria Tabel 3 Tabulasi silang hubungan antara status gizi dengan Kejadian Malaria LILA Kasus Kontrol 85,19 >23,5 Cm Total 0,178 P value 0,131 < 23,5 Cm 70,37 14,81 29,63 2,421 0,631 -9,295 Hubungan antara penghasilan dengan kejadian malaria Sumber: Data Primer, 2018 Tabel 3 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan LILA <23,5 Cm pada kelompok kasus sebanyak 85,19 % lebih besar dibandingkan kelompok kontrol sebanyak 70,37 %. Sedangkan proporsi kelompok kasus yang tidak anemia dengan LILA > 23,5 Cm sebanyak 14,81 % lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol sebanyak 29,43 %. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai OR= 2,421 p = 0,131, 95% CI 0,631-9,295, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Tabel 5 Tabulasi silang hubungan antara penghasilan dengan Kejadian Malaria Penghasilan >UMR UMR (>Rp. pada kelompok kasus sebesar 74,07 % lebih besar bila dibandingkan kelompok kontrol sebesar 55,56 %. Sedangkan proporsi kelompok kasus dengan penghasilan 0,. Dimana hasil penelitiannya berhubungan dengan kejadian malaria adalah pemantauan kesehatan ibu hamil oleh bidan yang diwujudkan dalam kepemilikan buku KIA, pemakaian obat nyamuk bakar/elektrik ketika tidur malam, status ekonomi ibu hamil dan kemudahan akses ibu hamil ke praktik bidan/ rumah sakit bersalin. Sebagian menyebutkan bahwa anemia menjadi akibat dari malaria bukan menjadi penyebab malaria. Dimana, anemia menjadi dependen factor. Diantaranya menurut Takem. , & D'Alessandro, . , yang menyebutkan di sebagian besar sub-Sahara Afrika, menunjukkan gejala tetapi secara substansial berefek meningkatkan risiko Hal ini terjadi dengan latar belakang anemia fisiologis kehamilan karena peningkatan volume darah. Infeksi simtomatik dan asimtomatik dapat menyebabkan anemia. Anemia berat lebih sering diamati pada pengaturan transmisi yang stabil, dan daripada multigravida. Infeksi malaria pada trimester pertama atau kedua kehamilan meningkatkan risiko anemia. meskipun satu penelitian melaporkan peningkatan risiko juga untuk infeksi yang terjadi pada trimester ketiga. Mencegah infeksi malaria dengan pencegahan intermiten selama kehamilan mengurangi risiko Hal ini didukung pula oleh Rusjidi . yang menyebutkan bahwa pada ibu hamil, malaria dapat mengakibatkan hipoglikemia, udema paru akut, gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan Hubungan dengan kejadian Malaria Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai OR= 5,500 p = 0,013, 95% CI 1,32322,862, artinya terdapat hubungan yang bermakna antara anemia Hb < 9 gr% dengan kejadian malaria pada ibu Hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang anemia <9gr % mempunyai risiko 5,5 kali dibandingan ibu hamil yang tidak anemia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Aisyan, dkk . yang menyebutkan bahwa Ibu hamil yang kekurangan gizi akan cenderung untuk mengalami anemia yang sangat rentan terhadap penyakit. Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 Pada janin yang dikandung oleh ibu penderita malaria dapat terjadi prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian janin. Poespoprodjo J. primipara mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena malaria (OR=1,3 . % CI, 1,2-1,. , p<0,. , multipara pun mempunyai risiko yang hampir sama untuk terkena malaria. Hubungan antara status gizi dengan kejadian malaria Hasil menunjukkan bahwa nilai OR= 2,421 p = 0,131, 95% CI 0,631-9,295, artinya bermakna antara status gizi dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Status gizi dalam penelitian ini dilakukan dengan pengukuran Lingkar lengan atas (LILA) dimana jika LILA kurang dari 23,5 dikatakan mengalami KEK (Kekurangan energi kroni. KEK erat kaitannya dengan status gizi kurang dan status gizi buruk. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa hubungan antara status gizi dan statistik tidak bermakna menurut Ismen . dengan p value 0,153. LILA tidak berhubungan dengan kejadian malaria, namun erat kaitannya dengan kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Renda. Hal ini sesuai dengan penelitian Khasanah N . bahwa LILA saat ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR pada bayi. Hubungan antara penghasilan dengan kejadian malaria Hasil menunjukkan nilai OR= 2,286 p = 0,154 95% CI =0,725-7,202, artinya bermakna antara penghasilan dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Penelitian ini menemukan bahwa proporsi responden dengan penghasilan kurang dari UMR mencapai 29,82 % hal ini merupakan implikasi dari 45,6 % yang bekerja sebagai petani dan Pertanian di daerah ini hanya menaman sayur dan bumbu serta umbiumbian masyarakat masih dibawah UMR. Perikanan juga hanya mengandalkan alat-alat tradisional dalam aktivitasnya. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan peneltian yang dilakukan oleh Amirudin . bahwa ada hubungan antara penghasilan/pendapatan dengan kejadian malaria. Pendapatan yang pendapatan keluarga yang meliputi pendapatan kepala rumah tangga . uami atau istr. ditambah dengan pendapatan anggota keluarga lainnya dalam satu bulan termasuk gaji atau upah, hasil pertanian, perdagangan, dan lainnya dalam suatu rupiah. Penghasilan merupakan faktor yang Artinya penduduk yang mempunyai berpartisipasi aktif Penghasilan keluarga merupakan faktor yang terkait dengan program Penduduk yang mempunyai penghasilan memadai . esuai UMR) cenderung program penanggulangan malaria. Hasil Budiyanto dan Wuristastuti Hubungan dengan kejadian malaria Hasil menunjukkan nilai OR= 1,831 p = 0,273 95% CI =0,618-5,425, artinya bermakna antara paritas pertama dan Ou 4 dengan kejadian malaria pada ibu Hal ini sejalan dengan penelitian Ismen . yang menyebutkan tidak terdapat perbedaan risiko berdasarkan paritas terhadap kejadian malaria pada wanita usia reproduksi. Jadi, tidak bermakna untuk terkena malaria pada kelompok primipara, multipara, dan grandemultipara dibandingkan dengan kelompok nulipara. Penelitian lain yang dengan penelitian ini Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 08 April 2022:: Accepted: 23 April 2022 :: Published: 28 April 2022 . menyebutkan dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Dengan p value 0,000. Ibu hamil dengan status ekonomi menengah dipercaya 95% memiliki risiko terkena malaria antara 1,143 sampai dengan 1,953 dibandingkan dengan ibu hamil dengan golongan ekonomi teratas. Sedangkan ibu hamil yang memiliki status ekonomi bawah dipercaya 95% memiliki risiko terkena malaria antara 2,360 sampai dengan 4,215 kali dibandingkan dengan ibu hamil dengan status ekonomi atas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah status ekonomi ibu hamil cenderung memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena malaria. Tingkat ekonomi ibu hamil dapat menentukan upaya pencegahan ibu hamil untuk tidak kontak dengan nyamuk Anopheles sp Ibu hamil dengan ekonomi rendah tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan pencegahan agar tidak kontak nyamuk Anopheles sp. Budiyanto A dan Wurisastuti T. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Ibu Hamil di Indonesia. Media Litbangkes. Vol. 27 No. Maret 2017, 25Ae30. Dinkes Biak. Profil Kesehatan Kabupaten Biak. Biak: Dinkes Provinsi Biak. Harijanto PN. Malaria dari Molekuler ke Klinis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Ismen. Kehamilan dan Kejadian Malaria di Puskesmas Way Muli. Lampung Selatan. KESMAS. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. No. Agustus 2007. Kemenkes RI. Laporan Hasil RIset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI. Rahmadiliyani. Nina, dan Noralisa Noralisa. "Hubungan Penggunaan Kelambu Berinsektisida dan Kejadian Malaria di Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2013. " Jurnal Buski, 4, no. KESIMPULAN Kesimpulan dari peneltian ini adalah faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria pada ibu hamil adalah anemia dan kebiasaan tidur tidak menggunakan kelambu. Diharapkan bidan di Puskesmas untuk selalu kelambu bagi ibu dan pemberian tablet besi bagi Wanita Usia Subur (WUS) terutama yang akan menikah dan yang sedang hamil. Melakukan pemeriksaan darah HB saat pertama kali ibu hamil berkunjungan dan pada Trimester i. Rusjidi. SR . MALARIA PADA MASA KEHAMILAN. Majalah Kedokteran Andalas No. Vol. Juli-Desember 2012. Takem. , & D'Alessandro. Malaria Mediterranean journal of hematology and infectious diseases, 5. , https://doi. org/10. 4084/MJHID. DAFTAR PUSTAKA