VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI PELATIHAN PEMBUKUAN DIGITAL MENGGUNAKAN APLIKASI UNTUK PELAKU USAHA DI DESA BAUMATA TIMUR Silviana Lusia Samara1. Eunike Meilia Doema2. Antonius Mado Lama Uran3. Maria Adveyna Barek Keda Lamabelawa4. Maria Febriyanti Paba Keo5. Engelbertus G. Ch. Watu6. Maria Augustin Lopes Amaral*7 1,2,3,4,5Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Katolik Widya Mandira 6,7Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Katolik Widya Mandira *e-mail:Maria_amaral@unwira. ABSTRACT Micro. Small and Medium Enterprises are the drivers of the community's economy. In a number of conditions. MSMEs are the wheels of the Indonesian economy. An MSME development strategy is needed so that the business being run can progress further. If no strategy is used, it can result in the business running in its place. Initiatives are the answer to a change both in terms of administration and product promotion. Of course, it would be an interesting concern if strengthening the economy would further strengthen the people's economy. The service method consists of three stages, including planning, implementation and evaluation. The result of this service is that people understand the importance of simple bookkeeping in developing the business or business they are running. Direct practice . sing the Buku Warung applicatio. in the service process is an inseparable part of the service implementation process. Apart from that, the support of the East Baumata village government is extraordinary, as evidenced by its involvement in the community service process. Keywords: socialization, simple bookkeeping, financial applications, business people ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah merupakan penggerak perekonomian masyarakat. Dalam sejumlah kondisi. UMKM menjadi roda perputaran perekonomian bangsa Indonesia. Strategi pengembangan UMKM diperlukan agar usaha yang dijalankan semakin maju. Jika tidak ada strategi yang digunakan maka dapat mengakibatkan bisnis berjalan pada tempatnya, inisiatif merupakan jawaban atas suatu perubahan baik dari segi administrasi maupun promosi produk. Tentu akan menjadi perhatian yang menarik jika penguatan perekonomian akan semakin memperkuat perekonomian kerakyatan. Metode pengabdiannya terdiri dari tiga tahap antara lain tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat memahami pentingnya pembukuan sederhana dalam mengembangkan usaha atau usaha yang Praktik langsung . enggunaan aplikasi Buku Warun. dalam proses pengabdian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pelaksanaan pengabdian. Selain itu, dukungan pemerintah desa Baumata Timur sangat luar biasa, terbukti dengan keterlibatannya dalam proses pengabdian kepada Kata kunci: sosialisasi, pembukuan sederhana, aplikasi keuangan, pelaku usaha PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah merupakan penggerak perekonomian masyarakat. beberapa kondisi. UMKM merupakan roda perputaran perekonomian bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya. UMKM mampu mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia dan menyerap sebanyak 97% tenaga kerja (Dima et al. , 2023. Husain, 2. UMKM juga menjadi harapan untuk menjadi yang terdepan dalam memperkuat pilar perekonomian untuk mencapai pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGD. Lebih lanjut, realisasi harapan tersebut ditunjukkan dengan penyediaan lapangan kerja yang mudah diakses, menjadi inovasi terbarukan yang mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada, serta lingkungan sosial (Skokan et al. , 2013. Sumadi & Fitria, 2. Meski dunia sedang dilanda badai Covid-19, namun masih ada harapan bagi pertumbuhan ekonomi dari usaha mikro, kecil, dan menengah untuk pulih dan bangkit. Seolah mengenang kembali peristiwa tahun 1998, di tengah krisis moneter saat itu, hanya sektor UMKM saja yang bertahan, peristiwa tersebut seolah terulang kembali pada kondisi saat kondisi pandemi Covid 2019 terjadi penurunan omzet penjualan seperti berjualan jajanan dan E-ISSN 2614-8927 VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI sejenisnya, pedagang asongan atau pedagang kaki lima, rumah makan/warung makan hingga yang berjualan di pasar yang dapat menghambat aktivitas pelaku usaha cenderung menurun dan membuat pendapatan para pelaku usaha tersebut turun. Strategi pengembangan UMKM diperlukan agar usaha yang dijalankan semakin maju. Rencana bisnis pada umumnya mencakup rencana pemasaran, operasi, sumber daya manusia, dan keuangan (Goetha et al. , 2023. Rosyadi et al. , 2. Jika tidak ada strategi yang digunakan maka dapat mengakibatkan bisnis berjalan pada tempatnya, inisiatif merupakan jawaban atas suatu perubahan baik dari segi administrasi maupun promosi produk. Setiap bisnis memerlukan pengelolaan keuangan karena pengelolaan keuangan merupakan hal yang besar saat ini. Ini tidak dianggap sebagai aktivitas sekunder dari perusahaan. Sebagai pelaku ekonomi, hal ini tidak bisa dianggap remeh (Amaral et al. , 2022. Wutun et al. Usaha kecil dan menengah kini harus berupaya mengelola keuangannya. Inilah salah satu faktor yang meningkatkan kesuksesan bisnis. Usaha kecil dan menengah dapat mengembangkan kebiasaan mencatat urusan keuangan baik pada saat membeli dari pasar maupun dari pedagang besar, dan juga dapat mencatat pembayaran masuk dan keluar sebagai pemasukan dan pengeluaran, sehingga lebih mudah untuk mengelola dan mengelolanya dengan baik dapat Laporan keuangan UMKM dapat dengan mudah ditangkap sebagai bentuk pelaporan keuangan yang sistematis. Fungsi utama pencatatan keuangan adalah memberikan informasi keuangan kepada toko kelontong. Informasi tentang pendapatan dan pengeluaran keuangan dapat dimasukkan dalam laporan harian, mingguan, atau bulanan. Selain itu, laporan keuangan dapat memberikan informasi penting lainnya yang relevan bagi pemangku kepentingan lainnya, seperti lembaga keuangan, pemerintah, dan lembaga terkait lainnya (Amaral & Wutun, 2022. Rivai, 2. Gambar 1. Usaha Kripik Kelompok Tani di Desa Baumata Timur Kelompok Tani Mekemolo merupakan salah satu kelompok usaha kecil yang terletak di Desa Baumata Timur. Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan survei lapangan yang dilakukan di pada 29 Januari hingga 1 Februari 2024. Saat ini Kelompok Tani Mekomolo berfokus pada usaha keripik pisang yang ada di Desa Baumata Timur dan kios sembako sebagian besar belum melakukan pembukuan keuangan, sehingga pengurus dalam kelompok tani tersebut tidak mengetahui aliran uang serta untung dan rugi per hari, minggu, atau Suatu disiplin keuangan yang berhubungan dengan biaya pembelian dan keuangan sebagai pendapatan. Setidaknya ada satu kebiasaan yang dipupuk oleh kelompok tani dan Kios Sembako secara sederhana yaitu budaya mencatat (Amaral et al. , 2. Mencatat menjadi lebih mudah, apalagi sekarang sudah bisa menggunakan ponsel berbasis Android. Kelompok Tani Mekomolo dan Kios Sembako merupakan usaha kecil-kecilan yang memberikan kemudahan bagi warga kawasan untuk membeli keripik pisang. Keadaan ini justru selain memenuhi kebutuhan dan keinginan warga sekitar atau bahkan warga tetangga untuk membeli keripik pisang dan E-ISSN 2614-8927 VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI sembako juga efeknya adalah menghidupkan kesejahteraan kelompok tani dan pemilik warung Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mensosialisasikan aplikasi Buku Warung pada Kelompok Tani Mekomolo dan Pemilik Kios Sembako di Desa Baumata Timur serta untuk memperkenalkan bahwa ada aplikasi yang akan mempermudah membuat laporan keuangan. Memanfaatkan penggunaan smartphone di kalangan kelompok tani dalam mengendalikan pemasukan dan pengeluaran. Secara akumulatif akan mampu meningkatkan usaha kelompok Tani tersebut. Alasan lain diadakannya pengabdian ini adalah untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani Mekomolo dan Pemilik Kios Sembako yang belum terbiasa mengelola pencatatan keuangan. METODE Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan tahap persiapan dimana kelompok KKN Desa Baumata melakukan diskusi dan menentukan usaha kecil mana yang akan menjadi target kegiatan pengabdian mengedukasi dan menggunakan aplikasi Buku Warung yaitu di Kelompok Tani Mekomolo dan Salah satu Kios Sembako yang ada di Desa Baumata Timur. Metode pelaksanaannya menggunakan metode survei, kontak langsung di lapangan, dan Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan, latihan, evaluasi dan laporan. Melalui kegiatan tersebut kelompok bertemu dengan ketua kelompok Tani dan pemilik Kios Sembako dimana dapat melakukan pembukuan sederhana secara online maupun offline melalui aplikasi Buku warung, atau minimal secara manual, sehingga Kelompok Tani dan pemilik Kios Sembako dapat mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran usahanya dengan mudah. Gambar 2. Wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Mekomolo Metode yang digunakan dalam kegiatan sosial pada Ketua Kelompok Tani dan Pemilik Kios Sembako tentang pembukuan antara lain: Survei Pada tahap survei tim pengabdian melakukan observasi dan wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Mekomolo dan Pemilik Kios Sembalo di Desa Baumata Timur, untuk mengetahui apakah kedua usaha tersebut sudah melakukan pembukuan selama ini. Pada metode ini, tim memberikan beberapa pertanyaan antara lain: . apakah selama ini melakukan pencatatan?. apakah pencatatan dilakukan secara manual kah selama ini? Sosialisasi E-ISSN 2614-8927 VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Mahasiswa KKN prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira yang ditempatkan pada Desa Baumata Timur terdiri dari 7 orang menyampaikan pentingnya pelaku usaha mengelola keuangan di tempat usaha kelompok tani dan di Kios Sembako. Tim pengabdian juga memberi informasi perihal wajib membedakan antara uang usaha dan uang pribadi. Setiap pemasukkan dan pengeluaran perlu dicatat setiap hari, minggu bahkan bulan. Setelah menjelaskan poin-poin penting langkah selanjutnya adalah penjelasan aplikasi Buku Warung. Pelatihan Praktik penggunaan aplikasi Buku Warung dan memberikan format pembukuan manual yang sudah dibuat oleh Tim pengabdian. Pada tahap ini juga tim pengabdian membantu mendaftarkan akun Buku Warung bagi Ketua Kelompok Tani Mekomolo dan Pemilik Kios Sembako serta mengajarkan cara menggunakan aplikasi tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiayan sosialisasi tentang pembukuan di Ketua Kelompok Tani Mekomolo dan Pemilik Kios Sembako di Desa Baumata Timur dilakukan dengan perencanaan di 2 Februari 2024. Sosialisasi diberikan ketika selesai survei dan dilakukan pada tanggal 5 Februari 2024. Perihal praktik tim pengabdian tetap membantu sampai dengan tanggal 8 Februari 2024. Dari interaksi yang dilakukan, dijelaskan secara singkat pentingnya pengelolaan keuangan warung sembako. Tim pengabdian pergi ke tempat usaha Ketua Kelompok Tani Mekomolo maupun kepada Pemilik Kios Sembako dengan tujuan untuk melakukan sosialisasi. Aplikasi Buku Warung digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada UMKM di tingkat mikro (Amir & Fauziah, 2022. Saffanah & Alkam, 2022. Yusanto, 2. Survei terhadap Kelompok Tani dan pemilik Kios Sembako ditemukan bahwa sebagian usaha masih belum melakukan pencatatan akuntansi, dan pencatatan masih tercampur antara penjualan dan Untuk itu kegiatan interaksi yang dilakukan terfokus pada pembukuan warung pokok secara sederhana, baik secara manual maupun online menggunakan aplikasi Buku Warung. Gambar 3. Aplikasi Buku Warung Website w. com menggambarkan ini sebagai aplikasi pertama Buku Warung untuk mengelola keuangan usaha. Aplikasi Buku Warung ini dapat digunakan oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Aplikasi Buku Warung yang juga memungkinkan pelaku usaha untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran serta menampilkan selisihnya dengan jelas. Aplikasi Buku Warung memiliki fitur unggulan: pencatatan utang Pemilik warung dapat mencatat nama. E-ISSN 2614-8927 VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI nomor ponsel, dan nominal utangnya. Aplikasi Buku warung juga memiliki alat pengingat bagi pelaku usaha konsumen siapa yang sering terlilit hutang di tempat usahanya. Gambar 4. Uji Coba Aplikasi Buku Warung di Ketua Kelompok Tani Mekomolo Gambar 5. Uji Coba Aplikasi Buku Warung di Pemilik Kios Sembako Proses edukasi aplikasi Buku Warung pada kedua pelaku usaha tersebut berhasil. Mitra merasa memahami dengan cepat penggunaan aplikasi pembukuan ini. Mitra memberikan review yang positif kepada tim pengabdian. Mitra berharap tim pengabdian terus memantau hasil penggunaan aplikasi dari pelaku usaha sampai bisa mandiri menggunakan aplikasi tersebut. Ketua Kelompok Tani Mekomolo berinisiatif untuk mengajarkan pada anggota Kelompok Tani agar mulai sadar terhadap digital. Kegiatan sosialisasi aplikasi Buku Warung yang melibatkan komunikasi tatap muka ini merupakan salah satu langkah kerja kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN Fakultas Ekonomika dan Bisnsi Universitas Katolik Widya Mandira di Desa Baumata Timur. KESIMPULAN Pada akhirnya kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik. Dari setiap proses yang dilalui dalam pengabdian masyarakat ini menjadi pembelajaran penting dan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor UMKM. Literasi keuangan bagi pelaku UMKM dengan pembukuan sederhana bisa dimulai berdasarkan kesadaran pribadi menggunakan aplikasi Buku Warung. UMKM di Desa Baumata Timur dapat menjadi modal unggulan dalam mengembangkan usaha yang dijalankannya. Pembukuan keuangan merupakan salah satu aspek yang tidak terpisahkan dalam kemajuan suatu usaha, sehingga kegiatan pelatihan dapat menjadi program bagi pemerintah desa sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Untuk kegiatan pengabdian masyarakat lebih lanjut di bidang literasi keuangan, pihak lembaga keuangan dapat dilibatkan agar para pelaku UMKM lebih banyak memperoleh pengetahuan langsung dari lembaga yang berinteraksi langsung dengan para pengusaha. E-ISSN 2614-8927 VOLUME https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Katolik Widya Mandira yang telah memberi dukungan financial terhadap pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA