Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 8 Ae 14. Januari 2026 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/index Penyuluhan Dakwah tentang Adab Tidur Islami bagi JamaAoah Yasin IbuIbu Desa Sukaraja Buay Madang OKU Timur Suhartono1. Marlina2 . Sholeh Hasan3. Imam Rodin4. Muhadi5. Ida Riani6 1,2,3,4,6 Universitas Nurul Huda 5 Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang E-mail: 1suhartono@unuha. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pembiasaan adab tidur Islami bagi JamaAoah Yasin ibu-ibu Desa Sukaraja. Buay Madang. OKU Timur. Tidur dalam perspektif Islam tidak hanya merupakan kebutuhan biologis, tetapi juga bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan Al-QurAoan dan sunnah Rasulullah SAW. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan penyuluhan dakwah bil-hikmah melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, simulasi doa dan dzikir sebelum tidur, serta pendampingan ringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jamaAoah mengenai adab tidur Islami, seperti pentingnya niat, doa, dzikir, posisi tidur, dan adab bangun tidur. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan komitmen jamaAoah untuk membiasakan praktik adab tidur Islami dalam kehidupan keluarga. Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pada ketenangan psikologis dan pola hidup sehat jamaAoah. Dengan demikian, penyuluhan dakwah berbasis komunitas religius terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kebiasaan islami secara berkelanjutan. Kata kunci: Adab tidur Islami, penyuluhan dakwah, jamaAoah yasin Abstract This community service program aimed to enhance the understanding and practice of Islamic sleeping etiquette among Yasin women congregation members in Sukaraja Village. Buay Madang. East OKU. In Islamic perspective, sleep is not merely a biological need but also an act of worship when performed in accordance with the QurAoan and the Sunnah of the Prophet Muhammad . eace be upon hi. The program employed a dakwah bil-hikmah approach through interactive lectures, participatory discussions, practical simulations of bedtime prayers and remembrance . , and light The results indicated a significant improvement in participantsAo understanding of Islamic sleeping etiquette, including intention, supplication, remembrance, sleeping position, and waking manners. Moreover, participants demonstrated positive attitudinal changes and commitment to implementing these practices within their families. The program contributed not only to spiritual awareness but also to psychological well-being and healthier daily routines. Therefore, community-based religious counseling is effective in fostering sustainable Islamic habits at the family and community Keywords: Islamic sleeping etiquette, religious counseling, women ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Suhartono1. Marlina2. Sholeh Hasan3,Imam Rodin4. Junaidi5,Ida Riani. Penyuluhan Dakwah tentang Adab Tidur Islami bagi JamaAoah Yasin Ibu-Ibu Desa Sukaraja Buay Madang OKU Timur PENDAHULUAN Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang memiliki fungsi penting bagi kesehatan fisik, emosional, dan spiritual. Dalam perspektif Islam, aktivitas tidur tidak hanya dipandang sebagai proses biologis semata, tetapi juga sebagai ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan syariat. Al-QurAoan menggambarkan tidur sebagai tanda kebesaran Allah dan sarana istirahat bagi manusia (QS. Ar-Rum: Karena itu, memahami adab tidur sesuai tuntunan Islam menjadi penting sebagai bentuk kesadaran religius sekaligus upaya menjaga kualitas kehidupan sehari-hari (Al-Ghazali, 2. Namun, dalam praktik kehidupan masyarakat, masih dijumpai pemahaman yang terbatas terkait adab tidur Islami, seperti membaca doa sebelum tidur, berwudhu, berbaring ke arah kanan, serta menjauhi kebiasaan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Minimnya pemahaman tersebut seringkali disebabkan oleh kurangnya akses literasi keagamaan yang sistematis dan pendekatan dakwah yang kontekstual, khususnya di kalangan ibu-ibu rumah tangga di desa (Hidayat, 2019. Munir,2. Ibu memiliki peran sentral sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Melalui keteladanan dan pembiasaan, ibu mentransmisikan nilai-nilai Islam kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya (Nata, 2016. Tafsir, 2. Oleh karena itu, penguatan pemahaman adab tidur Islami pada ibu-ibu menjadi investasi spiritual dan edukatif jangka panjang yang berdampak pada pembentukan karakter religius keluarga. JamaAoah Yasin ibu-ibu Desa Sukaraja merupakan komunitas religius yang rutin melakukan kegiatan keagamaan, seperti pembacaan Yasin, pengajian, dan kegiatan sosial keagamaan. Kehadiran komunitas ini menjadi potensi strategis untuk memperkuat pemahaman keagamaan, termasuk dalam hal adab tidur Islami. Penyuluhan dakwah yang terstruktur diharapkan dapat meningkatkan kesadaran religius sekaligus membentuk kebiasaan islami dalam kehidupan sehari-hari (Suharto, 2. Kegiatan penyuluhan dakwah tentang adab tidur Islami memiliki relevansi sosial dan spiritual. Dari sisi sosial, penyuluhan dapat memperkuat interaksi dan solidaritas antaranggota jamaAoah. Dari sisi spiritual, kegiatan ini akan membantu jamaAoah menginternalisasi nilai-nilai ibadah dalam aktivitas sederhana namun bernilai tinggi di hadapan Allah SWT. Dengan demikian, penyuluhan dakwah bukan sekadar penyampaian materi, tetapi juga proses pembinaan berkelanjutan yang menumbuhkan kesadaran religius (Nata, 2. Selain itu, adab tidur Islami memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental dan fisik. Praktik seperti berwudhu, berzikir, dan membaca doa mampu menumbuhkan ketenangan jiwa sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spiritual dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas istirahat (Hamka, 2. Oleh karena itu, penyuluhan ini tidak hanya berdimensi teologis, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan psikologis jamaAoah. Dalam konteks dakwah kontemporer, metode penyuluhan yang dialogis, partisipatif, dan aplikatif sangat dibutuhkan. Penyuluhan tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik langsung dan Melalui diskusi, simulasi, dan tanya jawab, jamaAoah diharapkan lebih mudah memahami dan mengamalkan adab tidur sesuai tuntunan Rasulullah SAW (Aziz, 2. Hal ini sekaligus menjadi upaya pemberdayaan keagamaan di tingkat komunitas. Berdasarkan uraian tersebut, penyuluhan dakwah tentang adab tidur Islami bagi JamaAoah Yasin Ibu-ibu Desa Sukaraja menjadi program yang penting dan strategis. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, membentuk sikap religius, serta membiasakan praktik tidur Islami dalam kehidupan sehari-hari. Dalam jangka panjang, penyuluhan ini diharapkan mampu memperkuat keteladanan ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Suhartono1. Marlina2. Sholeh Hasan3. Imam Rodin4. Muhadi5,Ida Riani. 9 Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 8 Ae 14. Januari 2026 METODE/EKSPERIMEN Metode pelaksanaan PKM meliputi pendekatan penyuluhan dakwah, diskusi partisipatif, simulasi, serta pendampingan ringan. Kegiatan dilaksanakan di balai desa/masjid setempat bersama JamaAoah Yasin ibu-ibu Desa Sukaraja. Langkah-langkah yang ditempuh: Ceramah Interaktif Penyampaian materi pokok mengenai adab tidur dalam Islam berdasarkan Al-QurAoan, hadis, dan literatur ulama. Diskusi dan Tanya Jawab Peserta diberi kesempatan bertanya, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan problem seharihari. Simulasi Doa dan Dzikir Tidur Peserta mempraktikkan bersama doa dan dzikir sebelum tidur. Pendampingan Ringan Penguatan materi pada pertemuan berikutnya dan ajakan untuk mempraktikkan di rumah. Metode ini dipilih karena sesuai dengan karakter dakwah bil-hikmah serta mampu menggerakkan partisipasi jamaah (Nata, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, tim PKM melakukan koordinasi intensif dengan pengurus JamaAoah Yasin, tokoh agama setempat, dan perangkat desa. Koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi, menentukan waktu kegiatan yang tidak mengganggu aktivitas rutin jamaAoah, serta memastikan dukungan dari pihak desa. Komunikasi yang baik pada tahap awal terbukti mempermudah mobilisasi peserta dan menciptakan suasana kegiatan yang kondusif. Selanjutnya, tim menyusun materi penyuluhan yang bersifat aplikatif dan mudah dipahami. Materi dilengkapi lembar panduan doa dan adab tidur, serta instrumen evaluasi berupa kuesioner sederhana preAepost. Penyusunan materi mengacu pada sumber rujukan klasik dan kontemporer mengenai adab tidur, kesehatan, dan pendidikan keluarga. Dengan demikian, materi tidak hanya mengajarkan dalil, tetapi juga menghubungkan nilai agama dengan praktik hidup sehari-hari. Tahap ini menjadi fondasi penting karena memastikan kegiatan berjalan terarah, terstruktur, dan sesuai kebutuhan jamaAoah. Tahap Pelaksanaan Tabel Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Hari/ Tanggal dan Waktu Sabtu, 15 November Kegiatan Senin. Selasa. Rabu, 17-19 November 2025 Sabtu Malam Minggu 22 November 2025 Koordinasi dengan pengurus JamaAoah Yasin, tokoh agama, dan perangkat desa Penyusunan materi penyuluhan . dab tidu. dan media pendukung Pembukaan kegiatan dan penyampaian tujuan PKM Sabtu Malam Minggu 22 November 2025 Sabtu Malam Minggu Ceramah interaktif tentang adab tidur Islami Diskusi dan tanya jawab Penanggung Jawab Ketua Tim PKM (Suharton. Tim PKM Ketua Tim & Pengurus JamaAoah Narasumber (Tim PKM) Tim PKM Keterangan Penentuan Materi berbasis Al-QurAoan. Hadis, dan literatur Dilaksanakan di rumah anggota jamaah yasin Penyampaian materi utama Partisipasi aktif Suhartono1. Marlina2. Sholeh Hasan3,Imam Rodin4. Muhadi5,Ida Riani6, | 10 Penyuluhan Dakwah tentang Adab Tidur Islami bagi JamaAoah Yasin Ibu-Ibu Desa Sukaraja Buay Madang OKU Timur 22 November 2025 Sabtu Malam Minggu 22 November 2025 Sabtu Malam Minggu, 29 November 2025 Sabtu Malam Minggu, 29 November 2025 Simulasi doa dan dzikir sebelum tidur Pengisian kuesioner posttest dan refleksi lisan Tim PKM Pendampingan ringan dan penguatan materi pada pertemuan Yasinan Tim PKM Tim PKM jamaAoah Praktik langsung bersama jamaAoah Evaluasi jamaAoah Tindak lanjut adab tidur Islami Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pengantar mengenai urgensi adab tidur dalam Islam, serta penjelasan tujuan penyuluhan. Pada sesi ini, fasilitator memberikan gambaran bahwa tidur bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga ibadah apabila dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Pada sesi materi utama, peserta mendapatkan penjelasan bertahap mengenai: Tidur sebagai nikmat Allah dan sarana pemulihan tubuh. Pentingnya menata niat sebelum tidur. Adab sebelum tidur : . berwudhu, . merapikan tempat tidur, . membaca Al-qurAoan terutama ayat Al-qurAoan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW seperti Surat As-sajadah,Surat Al-Mulk . Al-baqarah Akhir ayat . , surat-surat pendek . ulhu, al-falak, an-na. , membaca Ayat Kursi, serta doa akan tidur Posisi tidur yang dianjurkan . iring ke kana. serta larangan tidur tengkurap tanpa kebutuhan, adab bangun tidur : membaca doa bangun tidur, berwudhu, dan bersegera menunaikan shalat. Materi diperkuat dengan penjelasan hadis serta contoh konkret dalam kehidupan keluarga. Pada sesi diskusi, ibu-ibu sangat aktif bertanya, terutama terkait kebiasaan: Tidur setelah Magrib. Anak bermain HP hingga larut malam. Kebiasaan tidur tanpa doa dan dzikir. Fasilitator memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana, sehingga peserta merasa dekat dan tidak terkesan AudiguruiAy. Sesi berikutnya adalah simulasi doa dan dzikir sebelum tidur. Peserta mengikuti secara langsung langkah-langkah yang dicontohkan. Hasil pengamatan menunjukkan peserta antusias, mencatat materi, dan menyatakan kesediaan mempraktikkan di rumah. Gambar 1 : Ibu-ibu JamaAoah Yasin Desa Sukaraja Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner preAepost dan refleksi lisan. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta belum mampu membedakan antara adab Suhartono1. Marlina2. Sholeh Hasan3. Imam Rodin4. Muhadi5,Ida Riani. 11 Abdi Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Vol. 4 No. Halaman: 8 Ae 14. Januari 2026 tidur, doa tidur, dan kebiasaan tidur sehat. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang terlihat dari jawaban yang lebih tepat, runtut, dan penuh kesadaran. Melalui refleksi lisan, beberapa peserta menyatakan: Siap membiasakan doa sebelum dan sesudah tidur. Berupaya membangunkan anak lebih pagi. Mengurangi penggunaan HP pada malam hari. Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa materi akan diperdalam secara bertahap pada pertemuan Yasinan berikutnya. Pembahasan Pelaksanaan penyuluhan dakwah tentang adab tidur Islami bagi JamaAoah Yasin Ibu-ibu Desa Sukaraja menunjukkan bahwa edukasi sederhana yang berbasis dalil Al-qurAoan. Hadits dan literatur agama mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk kebiasaan religius dalam keluarga. Dalam Islam, tidur tidak dipandang sebagai aktivitas biologis semata, tetapi bagian dari tanda kekuasaan Allah dan proses spiritual yang mengingatkan manusia akan ketergantungannya kepadaNya. Hal ini ditegaskan dalam Al-QurAoan: A aOIc cI O a cN cOEac a O Ec I c NI A AcI cNA a A Aa O cIIA Ac NA c AEEa cO ccOAacO eEc IANA AuAllah memegang jiwa . ketika matinya dan . yang belum mati di waktu tidurnyay (QS. Az-Zumar: . Ayat ini mengajarkan bahwa tidur adalah momen refleksi, penyerahan diri, sekaligus kesempatan bertaubat dan berdoa. Karena itu, membiasakan doa, dzikir, dan muhasabah sebelum tidur menjadi sangat penting. Selain itu. Al-QurAoan menekankan pentingnya mengingat Allah dalam seluruh keadaan kehidupan, termasuk saat hendak tidur: A EO NIN O a aN IA c AEEa Ca cO UI acOCNN OU acOA c cAEac aOIc cO NE N OIA AuA. orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaringAAy (QS. Ali Imran: . Hasil penyuluhan memperlihatkan bahwa ketika jamaAoah diberi pemahaman tentang makna dzikir dalam konteks tidur, mereka menjadi lebih termotivasi untuk mempraktikkannya dalam keluarga. Hal ini terlihat dari komitmen peserta untuk membiasakan doa dan membangunkan anak lebih pagi. Secara khusus, kegiatan ini menekankan sunnah Rasulullah SAW sebelum tidur. Salah satunya membaca Ayat Kursi, sebagaimana diriwayatkan: AuBarang siapa membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Allah akan senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya sampai pagi. Ay(HR. Al-Bukhar. Lebih jauh, penyuluhan juga memperkenalkan kebiasaan Rasulullah SAW membaca Surat AsSajdah dan Al-Mulk sebelum tidur: c AEac cI ceE cOIc NI cacO cO C c c EI c I aO NE Eac cA ca AAEacOA c AEEaNA c U c AEc O aN cOA c A cEIc E acI aOA: A I c a Cc cEA AEc EacaO a cO a aN E NI EENA c AcOc cA Suhartono1. Marlina2. Sholeh Hasan3,Imam Rodin4. Muhadi5,Ida Riani6, | 12 Penyuluhan Dakwah tentang Adab Tidur Islami bagi JamaAoah Yasin Ibu-Ibu Desa Sukaraja Buay Madang OKU Timur "Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi SAW tidak tidur hingga beliau membaca 'Alif Laam Miim Tanzil' (Surat As-Sajda. dan 'Tabaarakalladzii biyadihil mulk' (Surat Al-Mul. " (HR. Tirmidzi no. Ahmad, dan Darim. Melalui simulasi bacaan dan pembiasaan, jamaAoah memahami bahwa praktik ini bukan sekadar tradisi, tetapi teladan yang memiliki hikmah perlindungan, ketenangan hati, serta penguatan iman. Dari perspektif pendidikan Islam, perubahan perilaku jamaAoah menunjukkan pentingnya proses taAodib . embiasaan nila. yang dilakukan secara bertahap, dialogis, dan penuh keteladanan. Sebagaimana ditegaskan para ulama, pendidikan tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi harus menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan baik dalam keluarga. Dari perspektif dakwah, pendekatan partisipatif memperkuat rasa memiliki . ense of belongin. jamaAoah terhadap materi yang Dakwah tidak dipersepsi sebagai nasihat satu arah, melainkan sebagai proses pembelajaran bersama yang memberdayakan dan menumbuhkan kesadaran kolektif (Aziz & Mulyadi. Munir, 2019. Suharto, 2. Selain aspek spiritual, pembiasaan adab tidur Islami berdampak positif pada kesehatan fisik dan Tidur teratur, menjauhkan diri dari gawai sebelum tidur, serta membiasakan dzikir terbukti membantu ketenangan pikiran dan kualitas istirahat. Dengan demikian. PKM ini bukan hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkuat pola hidup sehat dan harmonis dalam keluarga muslim. Selain aspek spiritual, pembiasaan adab tidur Islami juga berdampak pada kesehatan Aktivitas doa dan dzikir sebelum tidur terbukti mampu menurunkan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan menjaga keseimbangan psikologis individu (Najati, 2018. Hasan, 2. Dengan demikian, kegiatan PkM ini memperkuat integrasi antara nilai-nilai keislaman dan kesehatan holistik dalam kehidupan keluarga muslim. Pada akhirnya, penyuluhan ini memperlihatkan bahwa dakwah berbasis keluarga Ai yang bersandar pada Al-QurAoan, hadis, dan praktik hidup sehari-hari Ai efektif dalam membentuk budaya religius yang berkelanjutan di masyarakat. PENUTUP Kegiatan penyuluhan dakwah tentang adab tidur Islami bagi JamaAoah Yasin ibu-ibu Desa Sukaraja telah terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman jamaAoah mengenai makna tidur dalam Islam sebagai bagian dari ibadah yang sarat nilai spiritual. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap dan kebiasaan jamaAoah dalam mempraktikkan doa, dzikir, serta adab tidur sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dampak nyata yang dirasakan adalah tumbuhnya kesadaran religius, ketenangan batin, serta komitmen ibu-ibu untuk menanamkan nilai adab tidur Islami dalam lingkungan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan dakwah berbasis komunitas memiliki kontribusi signifikan dalam pembinaan keagamaan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terimakasih kepada Pengurus JamaAoah Yasin Ibu-ibu Desa Sukaraja yang telah memberikan kesempatan kepada tim PKM ini. juga ucapan terima kasih kepada Universitas Nurul Huda yang memberikan Support dalam kegiatan ini serta pengelola Jurnal Abdi Dharma yang berkenan menerbitkan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA