Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham pada Perusahaan Ari Sudrajat1, Achmad Agus Yasin Fadli2 1,2Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang, Indonesia Email: arisudrajat702@gmail.com, dosen00949@unpam.ac.id Article Info Article History Submission: 2024-05-06 Accepted: 2024-06-13 Published: 2024-06-15 Keywords: Current Ratio; Debt to Equity Rasio; Return Saham. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-05-06 Diterima: 2024-06-13 Dipublikasi: 2024-06-15 Kata kunci: Current Ratio; Debt to Equity Rasio; Return Saham. Abstract This research aims to investigate the impact of the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Returns at PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk during the 20142022 period, both partially and simultaneously. Quantitative methods were used in this research, with the population including all financial report data of PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, and the sample in the form of the company's financial reports. Data was collected through analysis of the company's annual financial reports and analyzed using SPSS 25 software, including descriptive statistical analysis, classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity and autocorrelation), linear regression analysis (simple and multiple), hypothesis testing (t test and F test), as well as the coefficient of determination test (R^2). The research results show that based on the t test, the Current Ratio (CR) partially has a significant influence on Stock Returns, indicated by t_count > t_table (3.004 > 2.447) and significance value (0.024 < 0.05). However, Debt to Equity Ratio (DER) partially does not have a significant influence on Stock Returns, because t_count < t_table (1.386 < 2.365) with a significance value of (0.215 > 0.05), so H0 is accepted and Ha is rejected. Simultaneously, there is a significant influence between Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Returns, with a value of F_count > F_tabel (6.246 > 5.14). The contribution of these two variables to stock returns was 56.7%, while the remaining 43.3% was influenced by other factors not examined in this research. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham pada PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk selama periode 2014-2022, baik secara parsial maupun simultan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan populasi mencakup seluruh data laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, dan sampel berupa laporan keuangan perusahaan tersebut. Data dikumpulkan melalui analisis laporan keuangan tahunan perusahaan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 25, meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), analisis regresi linier (sederhana dan berganda), uji hipotesis (uji t dan uji F), serta uji koefisien determinasi (R^2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji t, Current Ratio (CR) secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, ditunjukkan dengan t_hitung > t_tabel (3,004 > 2,447) dan nilai signifikansi (0,024 < 0,05). Namun, Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, karena t_hitung < t_tabel (1,386 < 2,365) dengan nilai signifikansi (0,215 > 0,05), sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Secara simultan, terdapat pengaruh signifikan antara Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham, dengan nilai F_hitung > F_tabel (6,246 > 5,14). Kontribusi dari kedua variabel tersebut terhadap Return Saham adalah sebesar 56,7%, sementara sisanya 43,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. This is an open access article under the CC BY-SA license. I. PENDAHULUAN Perubahan ekonomi dalam era globalisasi telah mengalami perkembangan yang signifikan, seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berlanjut. Dalam konteks ini, dunia usaha mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan munculnya banyak perusahaan baru, terutama yang telah go public. Sebagai konsekuensi dari hal tersebut, tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk mencapai laba seoptimal mungkin, bahkan pada tingkat tertinggi yang dapat dicapai. Manajemen keuangan memainkan peran penting dalam memastikan pencapaian tujuan tersebut dengan http://journal.ainarapress.org/index.php/lms menghitung hasil operasional perusahaan dan menganalisis kinerja keuangan yang telah dicapai dalam periode waktu tertentu. Kinerja keuangan, sebagai indikator pencapaian kesuksesan perusahaan, mencerminkan hasil dari berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan. Hal ini dijelaskan sebagai analisis untuk menilai sejauh mana perusahaan menjalankan kegiatan keuangan sesuai dengan aturan yang ditetapkan dengan benar (Fahmi, 2015). Laporan keuangan yang telah dianalisis dengan cermat menjadi alat penting bagi pemimpin perusahaan atau manajemen untuk 48 Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) membuat keputusan yang tepat untuk masa depan. Namun, informasi keuangan hanya akan memberikan manfaat yang optimal jika dianalisis secara menyeluruh sebelum digunakan sebagai panduan pengambilan keputusan. Salah satu metode yang efektif untuk mengevaluasi apakah informasi keuangan tersebut dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja perusahaan adalah melalui analisis rasio keuangan. Laporan keuangan, menurut Standar Akuntansi Keuangan (2015), adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi tertentu yang menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Sementara menurut Kasmir (2014;7), laporan keuangan adalah laporan yang mencerminkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam periode tertentu. Dua rasio keuangan yang sering digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan adalah Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Current Ratio (CR), seperti yang dijelaskan oleh Kasmir (2014:134), adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Sebaliknya, Debt to Equity Ratio (DER), menurut Kasmir (2014:157), digunakan untuk menilai proporsi utang perusahaan terhadap ekuitasnya, yang mencerminkan tingkat risiko keuangan perusahaan. Kedua rasio ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Peningkatan atau penurunan nilai rasio dapat mengindikasikan perubahan dalam keuangan perusahaan. Sebagai contoh, laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk menunjukkan bahwa Current Ratio mengalami kenaikan pada tahun 2016, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek meningkat. Sementara itu, Debt to Equity Ratio mengalami penurunan pada tahun 2018, mengindikasikan peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Selanjutnya, pengukuran kinerja perusahaan juga dapat dilakukan melalui Return Saham, yang merupakan indikator pengembalian investasi bagi para pemegang saham. Martono (2014:263) menjelaskan bahwa Return dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu return realisasi, yang merupakan hasil aktual dari investasi, dan return ekspektasian, yang merupakan harapan investor untuk masa depan. Return Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk menunjukkan penurunan pada tahun 2014, yang mengindikasikan bahwa hasil investasi yang diperoleh lebih kecil daripada yang diharapkan oleh para pemegang saham. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio keuangan dan pengukuran kinerja seperti Return Saham agar mampu memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen perusahaan dalam membuat http://journal.ainarapress.org/index.php/lms keputusan strategis untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan di masa mendatang. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan dua jenis data utama, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif digunakan untuk menganalisis situasi keuangan perusahaan dalam bentuk angka, yang akan digunakan untuk memeriksa populasi dan sampel yang ditentukan dalam penelitian ini. Data kuantitatif diambil dari laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk selama periode 2014-2022. Data ini mencakup informasi tentang aspek keuangan perusahaan yang relevan untuk analisis. Sementara itu, data kualitatif diperoleh dari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk dalam bentuk informasi nonangka. Ini termasuk sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi, dan tugas masing-masing bagian dalam perusahaan. Data kualitatif ini memberikan konteks dan pemahaman yang lebih dalam tentang perusahaan serta faktor-faktor nonkeuangan yang dapat memengaruhi kinerja keuangan. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui studi literatur, yang melibatkan buku, artikel, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan aspek yang diteliti. Studi literatur ini memberikan landasan teori dan wawasan dari penelitian sebelumnya yang mendukung pemahaman tentang variabel-variabel yang diteliti. Karena buku referensi dan literatur kadang-kadang menjadi kadaluarsa atau tertinggal, penelitian ini juga mengandalkan teknologi internet untuk memastikan data yang diperoleh tetap mutakhir. Penggunaan sumbersumber online memungkinkan peneliti mengakses informasi terbaru dan penelitian terkini yang relevan dengan topik yang sedang diteliti. Metode pengumpulan data lapangan dilakukan melalui Studi Dokumentasi, yang melibatkan pengumpulan data terkait sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan laporan keuangan dari tahun 2014 hingga 2022. Laporan keuangan yang dianalisis meliputi neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan, yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kinerja keuangan perusahaan dalam jangka waktu tersebut. Dengan menggunakan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif serta teknik pengumpulan data yang beragam, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan analisis yang komprehensif tentang kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk tidak hanya mengukur hubungan antara Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham, tetapi juga untuk memahami konteks dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. 49 Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah “Statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi”. (Sugiyono, 2017:147). Tabel 1 dibawah merupakan hasil analisa statistik deskriptif untuk variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) untuk variabel independen (X). Sedangkan untuk variabel dependen yaitu Return Saham (Y). Mean Std. Deviation N 3,7678 12,82802 9 373,9311 79,15488 9 31,9067 20,87316 9 Sumber: olahan data hasil penelitian Berdasarkan tabel hasil uji statistik deskriptif, dapat dilihat bahwa variabel Current Ratio (CR) dari 9 sampel memiliki nilai rata-rata (Mean) 373,9311, dan nilai standar deviation 79,15488. Sedangkan, untuk variabel Debt to Equity Ratio (DER) dari 9 sampel memiliki nilai rata-rata (Mean) 31,9067, dan nilai standar deviation 20,87316. Kemudian untuk variabel Retun Saham dari 9 sampel penelitian memiliki nilai rata-rata (Mean) 3,7678, dan nilai standar deviation 12,82802. 2. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Regresi Linier sederhana ini digunakan untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Berikut adalah perhitungan dengan menggunakan SPSS 26 dengan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) -42,051 15,286 Current Ratio (X1) ,123 Standardized Coefficients Std. Error Beta ,040 ,756 T Sig. -2,751 ,028 3,057 ,018 a. Dependent Variable: Return Saham (Y) Sumber: olahan data hasil penelitian Regresi Linier sederhana sebagai berikut: Y = -42,051 + 0.123 X1 Persamaan regresi linier sederhana diatas dapat diinterprestasikan sebagai berikut: 1) Nilai Konstanta -42,051 dapat di artikan dengan adanya Current Ratio (CR) dan Debt http://journal.ainarapress.org/index.php/lms Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Unstandardized Coefficients Model B Std. Error 1 12,261 7,849 (Constant) Debt to Equity -,266 Ratio (X2) ,209 Standardized Coefficients T Sig. Beta 1,562 ,162 -,433 -1,271 ,244 a. Dependent Variable: Return Saham (Y) Sumber: olahan data hasil penelitian Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Return Saham (Y) Current Ratio (X1) Debt to Equity Ratio (X2) to Equity Ratio (DER) memiliki nilai dibawah nol, maka Return Saham perusahaan sebesar -42,051 2) Koefisien regresi dari variabel Current Ratio (CR) sebesar 0,123 mengidentifikasikan bahwa setiap 1 Rasio Hutang (Current Ratio) yang dihasilkan perusahaan, maka Return Saham akan meningkat sebesar 0,123. Hasil analisis diatas dimaknai sebagai berikut: 1) Nilai Konstanta 12,261 dapat di artikan dengan adanya Debt to Equity Ratio (DER) dan Current Ratio (CR) memiliki nilai diatas nol, maka Return Saham perusahaan sebesar 12,261. 2) Koefisien regresi dari variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar -0.266 mengidentifikasikan bahwa setiap 1 Rasio Hutang (Debt to Equity Ratio) yang dihasilkan perusahaan, maka Return Saham akan menurun sebesar -0.266. 3. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh atau hubungan secara bersama-sama antara variabel dependen dengan variabel independen. Berikut adalah perhitungan dengan menggunakan SPSS 26 dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) -80,818 31,446 Current Ratio (X1) ,197 ,066 Debt to Equity ,344 Ratio (X2) ,248 Standardized Coefficients Std. Error Beta T Sig. -2,570 ,042 1,214 3,004 ,024 ,560 1,386 ,215 a. Dependent Variable: Return Saham (Y) Sumber: olahan data hasil penelitian Dari tabel di atas hasil uji regresi linier berganda diatas, maka memperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = -80,818 + 0,197 + 0.344 + e Dari persamaan di atas, dapat dilihat hubungan antar variabel independen yaitu Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) 50 Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) dengan variabel dependen Return Saham, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Nilai Konstanta -80,818 dapat di artikan dengan adanya Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai dibawah nol, maka Return Saham perusahaan sebesar -80,818. 2) Koefisien regresi dari variabel Current Ratio sebesar 0,197 mengidentifikasikan bahwa setiap 1 Rasio Lancar Current ratio (CR) yang dihasilkan perusahaan, maka Return Saham akan meningkat sebesar 0,197. 3) Koefisien regresi dari variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,344 mengidentifikasi bahwa setiap 1 Debt to Equity Ratio (DER) yang di hasilkan perusahaan, maka Return Saham akan meningkat sebesar 0,344. 4. Hasil Uji Statistik T ( Uji Parsial) Uji T digunakan untuk menguji signifikasi konstanta dan setiap variabel independen. Dalam hal ini harus diketahui nilai T tabel yang bisa di peroleh melalui buku maupun internet, dengan terlebih dahulu perbandingan nilai T hitung. Untuk mencari T tabel dengan jumlah sampel (n) = 9; jumlah variabel (k) =2; taraf signifikan α = 0,05; T tabel = (n)-(2); T tabel = 9-2 = 7 diperoleh nilai T tabel sebesar 2,447. Dibawah ini adalah hasil output program SPSS 26 untuk menganalisa uji T sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Statistik T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) -80,818 31,446 Current Ratio (X1) ,197 ,066 Debt to Equity ,344 Ratio (X2) ,248 Standardized Coefficients Std. Error Beta T Sig. -2,570 ,042 1,214 3,004 ,024 ,560 1,386 ,215 a. Dependent Variable: Return Saham (Y) Sumber: olahan data hasil penelitian Berdasarkan tabel di atas dan T tabel sebesar 2,447 maka dapat diketahui bahwa: 1) Koefisien Variabel Current Ratio (CR) memiliki T hitung sebesar 3,004 yang artinya T hitung > T tabel (3,004 > 2,447) dan memiliki nilai signifikan sebesar 0,024 yang artinya lebih kecil dari pada alpha (0,024 < 0,05). Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa H1o ditolak dan H1a diterima yang artinya bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham 2) Koefisien Debt to Equity Ratio (DER) memiliki T hitung sebesar 1,386 yang artinya Thitung < Ttabel (1,386 < 2,447) dan memiliki nilai signifikan sebesar 0,215 yang artinya lebih besar dari alpha (0,215 > 0,05). Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa H2o diterima dan H2a ditolak yang artinya bahwa Debt to Equity http://journal.ainarapress.org/index.php/lms Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return Saham 5. Hasil Uji Statistik F (Uji Simultan) Uji F dilakukan untuk menguji lebih dari dua sampel. Uji F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependennya. Di bawah ini adalah tabel yang merupakan hasil output program spss 20 untuk Uji F yaitu sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis F ANOVAa Model Sum of Squares 1 Regression 889,331 Residual 427,134 6 Total 8 1316,465 Df Mean Square F 2 444,665 6,246 ,034b Sig. 71,189 a. Dependent Variable: Return Saham (Y) b. Predictors: (Constant), Debt to Equity Ratio (X2), Current Ratio (X1) Sumber: olahan data hasil penelitian Berdasarkan tabel di atas nilai F hitung sebesar 6,246 dan nilai F tabel 5,14 artinya nilai F hitung > dari F tabel (6,246 > 5,14). Dan angka signifikan sebesar 0,034 yang artinya lebih kecil dari alpha (0,034 < 0,05). Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa H3o ditolak dan H3a diterima yang artinya variabel Current ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. B. Pembahasan Analisis ini menawarkan pemahaman yang dalam tentang korelasi antara Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return Saham suatu perusahaan. Penelitian dimulai dengan tahap statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data yang digunakan, memberikan fondasi yang kuat untuk analisis selanjutnya. Uji regresi linier sederhana dilakukan untuk mengevaluasi dampak masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasilnya menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Return Saham, sementara Debt to Equity Ratio (DER) memiliki dampak negatif, meskipun tidak signifikan. Analisis regresi linier berganda kemudian dilakukan untuk menilai dampak variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Temuan menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama memiliki dampak signifikan terhadap Return Saham. Selanjutnya, uji statistik T digunakan untuk menilai signifikansi masing-masing variabel independen secara parsial, sedangkan uji statistik F digunakan untuk menguji signifikansi dampak variabel independen secara simultan. Hasilnya menegaskan 51 Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) bahwa Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara bersama-sama memiliki dampak signifikan terhadap Return Saham perusahaan, dengan Current Ratio (CR) menunjukkan pengaruh yang lebih dominan. Analisis ini tidak hanya memberikan gambaran tentang hubungan antar variabel-variabel tersebut, tetapi juga menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana perubahan dalam rasio keuangan dapat memengaruhi kinerja saham perusahaan. Temuan bahwa Current Ratio (CR) memiliki dampak positif yang signifikan menyarankan bahwa investor cenderung tertarik pada perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi. Sebaliknya, temuan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) memiliki dampak negatif, meskipun tidak signifikan, menunjukkan bahwa investor juga memperhatikan struktur modal perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja saham, memberikan dasar bagi manajer keuangan untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola aset dan kewajiban perusahaan. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti dalam literatur keuangan dengan menguji hubungan antara rasio keuangan dan kinerja saham secara empiris, yang dapat menjadi titik awal bagi penelitian lanjutan dalam bidang ini. IV. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Current Ratio (CR) memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap Return Saham perusahaan, dengan t_hitung > t_tabel (3,004 > 2,447) dan nilai signifikansi (0,024 < 0,05). Debt to Equity Ratio (DER) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Return Saham, karena t_hitung < t_tabel (1,386 < 2,365) dengan nilai signifikansi (0,215 > 0,05). Secara simultan, CR dan DER memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, dengan nilai F_hitung > F_tabel (6,246 > 5,14). Kontribusi dari kedua variabel tersebut terhadap Return Saham adalah sebesar 56,7%, sementara 43,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Manajer keuangan harus memperhatikan Current Ratio sebagai indikator penting yang dapat mempengaruhi kinerja saham. Strategi untuk mempertahankan atau meningkatkan Current Ratio dapat membantu dalam mencapai return saham yang lebih baik. Penelitian ini hanya mencakup data dari satu perusahaan selama periode 2014-2022. Variabel lain yang mungkin mempengaruhi return saham tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti faktor makroekonomi atau perubahan kebijakan perusahaan. http://journal.ainarapress.org/index.php/lms B. Saran Beberapa saran dapat disarankan sebagai berikut: Pertama, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk disarankan untuk meningkatkan manajemen keuangan dengan memperbaiki rasio keuangan seperti Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return Saham guna meningkatkan daya tarik bagi investor. Kedua, investor sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan Return Saham semata, tetapi juga memperhitungkan faktorfaktor lain yang memengaruhi kinerja perusahaan agar dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mencakup lebih banyak perusahaan dan periode waktu yang lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel tambahan seperti kondisi ekonomi makro, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi return saham. DAFTAR RUJUKAN Anwar, Mokhamad. (2019). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Peusahaan (Edisi 1) Jakarta: Prenada Media Group. Christian, H., Saerang, I., & Tulung, J. E. (2021). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio dan Return on Equity Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di BEI (Periode 2014-2019). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 9(1), 637–646. Dika, M. N., Pratama, M. I., Caswanto, C., & Fajrianti, I. (2021). Pengaruh Return On Equity dan Debt to Equity Ratio Terhadap Stock Return (Studi Kasus Pada Perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018). Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, 5(1), 178-196. Fadli, A. A. Y. (2021). Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Return On Equity (ROE) Pada Perusahaan Alkindo Naratama Tbk Yang Tercatat di BEI Periode 2012-2019. Jendela Aswaja, 2(1), 38– 52. Fahmi, I. (2015). Manajemen Investasi. Jakarta: Salemba Empat. Fahmi, I. (2015). Pengantar Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Bandung: Alfabeta. Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 52 Lensa Ilmiah – Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7088) Volume 3, Nomor 2, Juni, 2024 (48-53) Harmono. (2018). Manajemen Keuangan (Cetakan ke-5). Jakarta: Bumi Aksara. Hasanudin., Awaloedin, D.T., & Yulianti, F. (2020). Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar di BEI Periode 2012-2018. Jurnal Rekayasa Informasi, 9(1), 619. Hasibuan. & Melayu, S.P. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan ke-14). Jakarta: Bumi Aksara. Ikatan Akuntansi Indonesia. (2015). PSAK No.1 Tentang Laporan Keuangan (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Jiwantono, A. D., Nurhasanah, N., & Suartini, S. (2022). Pengaruh Current Ratio dan Return On Equity Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2012). Journal of Economic Business and Accounting, 6(1), 519529 Jogiyanto, H. M. (2015). Analisa dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: PT. Andi. Jogiyanto. (2017). Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi ke 10). Yogyakarta: BPFE. Kampongsina, C. E., Murni, S., & Untu, V. N. (2020). Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity dan Return on Equity Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar di BEI (Periode 2015-2019). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 8(4), 1029–1038. Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Depok: PT. Raja Grafindo Persada. Mamduh, M & Halim, A. (2016). Analisis Laporan Keuangan (Edisi ke-5). Yogyakarta: UPP STIM Y KPN. Musthafa. (2017). Manajemen Yogyakarta: CV Andi Offset. Keuangan. Nuryadi, T. A. (2023). Implementasi Ilmu Manajemen Perkantoran dalam Menghadapi Dunia Bisnis Digital. Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen Dan Sumberdaya, 2(3), 78–82. https://doi.org/10.54371/jms.v2i3.297 Octovian, R., & Winarsa, R. H. (2021). Pengaruh Current Ratio (CR), Return on Assets (ROA) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham Perusahaan Sub Sektor Industri http://journal.ainarapress.org/index.php/lms Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Jurnal Semarak, 4(1), 7079. Prabowo, B. & Lesmana, N. S. . (2023). Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen Dan Sumberdaya, 2(3), 67–71. https://doi.org/10.54371/jms.v2i3.292 Samalam, F. N. A., Mangantar, M., & Saerang, I. S. (2018). Pengaruh Return On Asset, Return On Equity dan Debt to Equty Ratio Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Asuransi di BEI Periode 2012-2016. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 6(4), 3863–3872. Siyoto, dkk. (2015). Dasar Meteologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing. Sofia, S., Amin, M, Mufti, D., & Sartika, S. (2024). Pengaruh Keterlibatan Kerja dan Semangat Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai. Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen Dan Sumberdaya, 3(1), 25–32. https://doi.org/10.54371/jms.v3i1.304 Sofia, S., Muhammad, R. ., Rahayu, A. ., & Rokhimah, R. (2024). Pengaruh Komitmen Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan. Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen Dan Sumberdaya, 3(1), 14–19. https://doi.org/10.54371/jms.v3i1.301 Tumonggor, M., Murni, S., & Rate, P. V. (2017). Analisis Pengaruh Current Ratio, Return On Equity, Debt To Equity Ratio Dan Growth Terhadap Return Saham Pada Cosmetics And Household Industry Yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2016. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 5(2), 2203–2210. Wahyuni, S., & Sunarsi, D. (2023). Pengaruh Kemampuan Kerja dan Self-Efficacy terhadap Loyalitas Karyawan. Lensa Ilmiah: Jurnal Manajemen Dan Sumberdaya, 2(3), 56–61. https://doi.org/10.54371/jms.v2i3.293 Wijaya, Rifa'i. (2016). Dasar-dasar Manajemen Metode. Jakarta: Perdana Publishing. Worotikan, E. R. C., Koleangan, R. A. M., & Sepang, J. L. (2021). Pengaruh Current Ratio ( CR ), Debt To Equity Ratio ( DER ), Return on Assets ( ROA ) Dan Return on Equity ( ROE ) Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Food and Beverages Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2014-2018. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi 9(3), 1296–1305. 53