Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. Kurnia Nur Fitriyani Jurusan Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Hadis / Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-QurAoan (IIQ) Jakarta Email: knfitriyani501@gmail. Muhammad Ulinnuha Fakultas Ushuluddin dan Dakwah / Institut Ilmu Al-QurAoan (IIQ) Jakarta Email: maznuha@iiq. Abstract: In the complex challenges of modern times, the building of strong character and integrity is a top priority in pesantren-based education. This research is inspired by people who have finished reciting the Qur'an but might not be very good at memorizing the Qur'an. RiyAsah Al-QurAoan is a form of effort to maintain memorization of the Qur'an. This study provides an in-depth understanding of the practice of the riyAsah of the Qur'an. The formulation of the problem in this study is how the genealogy of the Qur'an riyAsah at the Asshiddiqiyah II Islamic Boarding School, how the practice of the Qur'an riyAsah at the Asshiddiqiyah II Islamic Boarding School, and the impact of the Qur'anic riyAsah on students at the Asshiddiqiyah II Islamic Boarding School. Then in this study using descriptive qualitative research with field research, which is a study that utilizes data sources using interview Initially, the genealogy that occurred began with students who had read the Qur'an 30 juz so as not to waste their memorization. Therefore, in order for students to get used to continuing to read and maintain memorization of the Qur'an, riyAsah activities of the Qur'an are held. The practice carried out in the riyAsah activities of the Qur'an is carried out individually by staying focused on reading the Qur'an in one day one khataman for 41 days. Then there is the effect that occurs when the riyAsah of the Qur'an on the students of Asshiddiqiyah II Islamic Boarding School is different for each recipient. This research shows that the riyAsah of the Qur'an that took place in Pondok Asshiddiqiyah II was good. Because Asshiddiqiyah II Islamic Boarding School is a modern Islamic boarding school located in the middle of the capital city but can bring Sufism teachings in it. Keywords: riyAsah. Al-QurAoan, islamic boarding school. Asshiddiqiyah Abstrak: Di tengah tantangan kompleks zaman modern, pembangunan karakter kuat dan integritas menjadi prioritas utama dalam pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini dipicu oleh kasus para penghafal Al-QurAoan yang telah menyelesaikan melafalkan Al-QurAoan namun belum tentu mahir dalam menghafalnya. RiyAsah Al-QurAoan merupakan upaya untuk menjaga hafalan Al-QurAoan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam terhadap praktik riyAsah Al-QurAoan. Perumusan masalah dalam penelitian ini melibatkan genealogi http://ejournal. id/index. php/revelatia DOI 10. 19105/revelatia. Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, praktik riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, dan dampak riyAsah Al-QurAoan terhadap para siswa di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan, yang memanfaatkan wawancara sebagai sumber data utama. Awalnya, genealogi yang terjadi dimulai dengan siswa yang telah membaca AlQurAoan 30 juz agar hafalan mereka tidak terbuang percuma. Oleh karena itu, agar siswa terbiasa untuk terus membaca dan menjaga hafalan Al-QurAoan, kegiatan riyAsah Al-QurAoan Praktik ini dilakukan secara individu dengan tetap fokus membaca Al-QurAoan, melakukan satu khataman dalam satu hari selama 41 hari. Kemudian, efek yang terjadi ketika riyAsah Al-QurAoan pada siswa Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II berbeda untuk setiap penerima. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, yang meskipun berlokasi di tengah kota besar, mampu menghadirkan ajaran tasawuf di dalamnya. Kata Kunci: riyAsah. Al-QurAoan. Santri. Pesantren. Asshiddiqiyah PENDAHULUAN Dalam konteks harfiah, riyAsah Al-QurAoan berarti "berlatih Al-QurAoan". Ini mencakup berbagai metode untuk melatih jiwa, khususnya kecerdasan spiritual, dengan fokus pada hafalan dan pemahaman teks suci. 1 Metode tersebut bisa mengarahkan manusia terhadap Aupenemuan hakikat hidupAy dari sejumlah ritual ibadah beserta penyerahan maupun pendekatan diri dengan total terhadap pencipta. Berdasarkan pemahaman tersebut,penelitian ini berlatar belakang atas pengenalan riyAsah Al-QurAoan sebagai langkah penting dalam memahami praktik spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan riyAsah , sebagai kegiatan yang bertujuan agar seseorang dapat menancapkan Al-QurAoan dalam dirinya, bukan sekadar sebagai hafalan, tetapi juga sebagai panduan untuk berperilaku mulia dan berakhlak baik. 2 Allah swt. , berfirman di dalam AlQur`an: e a ea a ca e e a e aa u AEacI aOE aI a aE aE aO a eO aIA a AOI ECA "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KuAy3 Beberapa pemikiran ulama dan akademisi Islam menggarisbawahi pentingnya riyAsah Al-QurAoan. Dalam bukunya "Be a Living QurAoan," Ibrahim Eldeeb menekankan bahwa AlQurAoan adalah tali penghubung manusia dengan langit, memperbaiki alur kehidupan sesuai dengan ketentuan di dalamnya. riyAsah Al-QurAoan melibatkan interaksi aktif dengan teks suci Al-QurAoan dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat spiritual, peningkatan pemahaman, dan pengembangan hubungan dengan Tuhan. Salah satu aspek utama dari riyAsah Al-QurAoan ialah membaca Al-QurAoan secara teratur. Hal ini melibatkan menetapkan waktu khusus setiap hari untuk membaca ayat-ayat Al-QurAoan . Melalui melibatkan diri pada praktik tersebut, seseorang dapat menjaga keterhubungan dengan teks suci dan Al-Ghazali. AuMutiara Ihya Ulumuddin: Ringkasan yang Ditulis Sendiri Oleh Sang Hujjatul Islam,Ay 2008, 544. Dian Widiyaningsih. Pengaruh Intensitas Riyadhah dan Intensitas IqraA Terhadap Peningkatan Kecerdasan Spiritual (SQ) (Studi Pada Jamah Kajian Daarul Muwahid Srengseng- Jawa Bara. , 2007. Kementerian Agama Republik Indonesia. AuAl-Quran dan Terjemahannya,Ay in CV Penerbit Diponegoro (Jakarta: Semesta Al QurAoan, 2. , 523, https://quran. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. meningkatkan pengetahuan serta pemahamannya tentang ajaran-ajaran Al-QurAoan . 4 Selaku tali penghubung manusia beserta Tuhan. Al-QurAoan memiliki sifat yang sangat sempurna dan istimewa. Quraish Shihab menyampaikan pada bukunya yang berjudul Wawasan AlQurAoan bahwasanya tak terdapat bacaan secara serupa dengan Al-QurAoan yang disikapi oleh hambanya sekadar dari pasal juga kata nya saja, namun di samping substansi yang dikomunikasikan, disuguhkan, bahkan kesan yang dibuatnya. Akibat dari hal ini adalah menimbulkan berbagai sikap yang ditunjukkan oleh kecenderungannya namun masingmasing mengandung realitas. Al-QurAoan menyerupai permata yang mengeluarkan berbagai cahaya seperti yang ditunjukkan oleh perspektif setiap individu. Tujuan riyAdhah ialah guna melakukan kontrol diri dengan meliputi badannya ataupun jiwanya, supaya roh selalu suci. 6 Maka, riyAsah haruslah dilaksanakan dengan bersungguh-sungguh juga dipenuhi rasa ikhlas. riyAsah yang dilaksanakan beserta kesungguhan bisa menjaga suatu insan melalui membuat perihal yang salah dengan mencakup pada manusia maupun makhluk yang lain, utamanya pada Allah Swt. 7 Untuk suatu insan hafiz riyAsah bisa menancapkan Al-Qur`an di dalam dirinya maupun hatinya, kemudian tak sekadar sebagai sebuah hafalan namun diharapkan hafalan AlQur`an yang dimiliki dapat dicerminkan pada perilaku mereka. Proses yang dilaksanakan pada riyAsah ialah melaksanakan pengosongan maupun pembersihan jiwa melalui seluruh perihal kecuali Allah Swt. , selanjutnya menghiasi jiwa mereka beserta berakhlak mulia, beramal saleh, ibadah, maupun zikir. Pekerjaan yang mencakup amalan riyAsah ialah menghindari ucapan yang tak memiliki kegunaan, mengurangi tidur guna salat tahajud, mengurangi makan, membaca Al-QurAoan, juga berkhalwat yakni menghindari pergaulan beserta orang banyak juga diisi beserta ibadah, supaya dapat menghindari tingkah laku yang menyebabkan dosa. Nabi Muhammad melakukan riyAsah beserta memperdalam perhatian akhlak, ubudiyah, juga rohaniyah maupun pikirannya dapat dicurahkan mengenai problematika Bentuk riyAsah Nabi Muhammad Saw satu diantaranya ialah memiliki sikap faqir, yakni prilaku dengan sangat berhati-hati terhadap pembawaan diri dari sikap yang tidak disukai Allah sehingga lebih meningkatkan kualitas pembersihan jiwa maupun amal ibadah supaya mendapatkan kedekatan yang nikmat pada Allah. 9 Selaku penghubung guna melakukan pengaturan tekad secara besar tentang jasmani yang dibutuhkan, riyAsah penting guna dikerjakan. Sepertimana berdasarkan tokoh psikologi Abraham Maslow, bahwasanya kebutuhan tersebut bersifat instruktif pada tingkah laku, namun tingkah laku yang dipergunakan dalam pemuasan perihal yang dibutuhkan tersebut bersifat harus dilatih maupun dipelajari. 10 Perilaku riyAsah biasanya dikerjakan atas sejumlah orang yang berkecimpung pada bidang tasawuf. Tetapi secara mendasar, riyAsah ialah perihal dengan Ibrahim Eldeeb. Be a Living QurAoan:Petunjuk Praktis Penerapan Ayat-Ayat Al-QurAoan dalam Kehidupan Sehari-Hari (Tangerang: Lentera Hati, 2. Quraish Shihab. Wawasan Alquran: Tafsir MaudhuAoi Atas Berbagai Persoalan Umat. IX (Bandung: Mizan. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1. Moh. Saifulloh Al Aziz. Risalah Memahami Ilmu Tasawuf (Surabaya, 1. Al-Ghazali. AuMutiara Ihya Ulumuddin: Ringkasan Yang Ditulis Sendiri Oleh Sang Hujjatul Islam. Ay Amir Mahmud. AuPeran Dan Respon Tasawuf Terhadap Problematika ModernAy 1 . : 56. Husnul Hidayati. AuRiyAdhah Puasa Sebagai Modal Pendidikan Pengendalian Diri Untuk Pemenuhan Kebutuhan FisiologisAy 20, no. : 114. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. seharusnya dikerjakan atas tiap pemeluk islam selaku sarana mendekatkan diri pada Allah Swt. Melalui perihal tersebut tak mengherankan apabila sejumlah penghafal Al-QurAoan pun ikut melaksanakan riyAsah meskipun dirinya tak dengan langsung terjun pada bidang Untuk mencapai suatu tujuan diperlukan cara maupun strategi secara cocok maupun pantas, kemudian dapat dicapati suatu tujuan sesuai keinginan. Berlaku juga pada sejumlah hafiz membutuhkan riyAsah Al-QurAoan guna melancarkan maupun menjaga hafalan yang telah dipunya. 11 Banyaknya permintaan serta dorongan yang begitu besar dari masyarakat Islam demi terjaganya kemurnian Al-QurAoan, maka berdirilah lembaga-lembaga Pendidikan Al-QurAoan yang mencakup non-formal ataupun formal demi merealisasikan permintaan dari masyarakat Islam. RiyAsah Al-QurAoan telah menjadi subjek pembahasan yang menarik dikalangan ulama dan akademisi Islam. Konsep ini mencakup berbagai praktik yang ditujukan untuk memperdalam pemahaman dan pengalaman seseorang terhadap teks Al-QurAoan . Dian berpendapat bahwa proses riyAsah melibatkan pengulangan hafalan selama periode Pengulangan ini dianggap kunci keberhasilan dalam memperbaiki dan memperdalam hafalan. Dengan begitu, riyAsah menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-QurAoan. 12 Mereka menekankan pentingnya mengkaji tafsir kitab suci secara mendalam, menggunakan alat bantu seperti kamus, ensiklopedia, dan literatur terkait, serta mengaitkannya dengan hadis dan sejarah. 13 Sementara itu, ada juga perdebatan tentang metode riwayah Al-QurAoan pada konteks riyAsah , sebab melakukan hafalan AlQurAoan secara riwayah adalah bagian penting dari riyAsah. 14 Mereka berpendapat bahwa dengan menghafal, seseorang akan memiliki akses langsung ke teks suci dan dapat memanfaatkannya dalam ibadah sehari-hari. Dalam konteks perdebatan akademik, pendekatan linguistik juga digunakan untuk memahami riyAsah Al-QurAoan . 15 Beberapa akademisi memiliki fokus terhadap analisis bahasa Al-QurAoan, termasuk sintaksis, semantik, dan struktur teks. Mereka berpendapat bahwa dengan mendalaminya secara linguistik, kita dapat mengungkap makna yang lebih dalam dan menghargai keindahan bahasa Al-QurAoan . Pendekatan sejarah dan budaya juga menjadi subjek perdebatan dalam konteks riyAsah Al-QurAoan . Beberapa akademisi percaya bahwasanya guna mendapatkan pemahaman AlQurAoan secara baik, penting untuk memahami konteks sejarah dan budaya di mana ayatayat tersebut diungkapkan. Dengan mempelajari kondisi sosial, politik, dan budaya pada saat wahyu di turunkan, kita akan bisa mendapatkan pemahaman dengan lebih lengkap mengenai makna juga pesan Al-QurAoan . Selain itu, pendekatan psikologi dan spiritualitas juga menjadi perdebatan dalam konteks riyAsah Al-QurAoan . riyAsah mulai zaman Nabi Muhammad Saw hingga masa kini. Nabilatun Nada. AuTradisi RiyAdhah Santri Penghafal Al-QurAoan (Studi Pada Pondok Pesantren Tahfie AlQurAoan MaAounah Sari Bandar Kidul Kediri Jawa Timu. Ay . Dian Widiyaningsih. Pengaruh Intensitas Riyadhah Dan Intensitas IqraA Terhadap Peningkatan Kecerdasan Spiritual (SQ) (Studi Pada Jamah Kajian Daarul Muwahid Srengseng- Jawa Bara. N S Fauziah. F Irfani, and K Kamalludin. AuUpaya Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan Pada Santri Pondok Pesantren Daarul Riyadhoh Ar-Rosyady,Ay Koloni, https://koloni. id/index. php/koloni/article/view/274https://koloni. id/index. php/koloni/article/download /274/253. NFAT Pati. AuTradisi RiyAsah QurAoan Di Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan,Ay Jurnal Ilmiah Didaktika, 2014, http://ojs. id/JUQDQ/article/view/133. KN Fitriyani. AuDampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus Pada Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. ,Ay 2023. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. tentu turut melibatkan ayat-ayat Al-QurAoan . Hubungan akrab dengan Allah Swt. , tidak mungkin terjalin tanpa meluangkan waktu untuk membaca pesan-pesan dan perintah yang diarahkan oleh Allah Swt. , bentuk riyAsah yang ada pada zaman Nabi diantaranya adalah puasa, salat malam, dan melakukan khataman Al-QurAoan. Ibnu Abi Daud meriwayatkan melalui sejumlah salaf bahwasannya mereka melakukan khataman Al-QurAoan tiap dua bulan satu kali, terdapat yang satu bulan satu kali, terdapat yang sepuluh hari satu kali, ada yang delapan hari sekali. Adapun yang mengkhatamkannya tujuh hari satu kali, akan tetapi yang paling banyak melakukan riyAsah adalah seminggu sekali. 16 Adapun dari mereka yang melakukan sehari semalam pada tiap-tiap harinya, terdapat yang satu hari satu malam dua kali, ada pun yang delapan kali: empat kali pada malam juga empat kalinya di waktu siang. Diantara mereka sahabat Utsman bin AoAffan. Tamim Ad-Daari. Said bin Jubair. Mujahid. Asy-SyafiAoi beserta yang lainnya. Kemudian yang mengkhatamkan Al-QurAoan sebanyak tiga kali satu hari adalah Salim bin Itr, hakim messir ketika periode pemerintahan MuAoawiyah. Di pesantren Asshiddiqiyah II riyAsah Al-QurAoan dijadikan sebagai program wajib untuk sejumlah hafidz yang telah menuntaskan hafalannya. Program yang didirikan pada pesantren Asshiddiqiyah II ini dimulai sejak tahun 2016 hingga saat ini. riyAsah Al-QurAoan mempunyai peranan signifikan guna menjaga kelanyahan hafalan juga kecerdasan spiritual. Bagi mereka yang sudah menuntaskan hafalannya, diwajibkan untuk mungurungkan diri selama 41 hari dan tidak berinteraksi pada siapapun. Menjaga makanan dan minuman serta menjaga lisan dari ucapan-ucapan yang tidak berfaedah. Kegiatan riyAsah Al-QurAoan di pesantren Asshiddiqiyah II diantaranya membaca Al-QurAoan melalui awal juz sampai akhir juz dalam jangka waktu sehari, selama 41 kali putaran. Kemudian diisi dengan dzikir-dzikir tertentu, sebagai ritual mendekatkan diri kepada Allah Swt. Meskipun banyak pemahaman tentang riyAsah Al-QurAoan , masih terdapat celah penelitian terkait metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman teks suci. Perdebatan tentang metode riwayah Al-QurAoan dan pendekatan linguistik, sejarah, budaya, psikologi, dan spiritualitas masih menjadi fokus utama. Penulis mengambil posisi sebagai pencari pemahaman yang mendalam tentang efektivitas riyAsah Al-QurAoan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual. Argumentasi penulis akan mengacu pada berbagai pendekatan dan praktik yang dilakukan oleh tokoh-tokoh agama, serta membahas relevansinya dalam konteks perkembangan masyarakat Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangerang. Kelompok subjek dalam penelitian ini mencakup sejumlah santri yang aktif mengikuti program tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangerang, yang menjadi narasumber. Sementara itu, fokus penelitian adalah pada program riyAsah sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas hafalan para santri dan metode yang mereka gunakan dalam menjaga hafalan tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Yakni penelitian dengan bersifat alamiah dalam mengumpulkan data dan bertujuan mengungkapkan makna-makna penyebab terjadinya suatu kejadian dari sisi yang bisa ImAm Ab Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. At-TibyAn Fi Hamalatil QurAoan, ed. Umniyyati Sayyidatul HuroAo and Shafura MarAoatu Zuhda, 19th ed. (Al Qowam, 2. An-Nawawi. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. diamati manusia. Erickson mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif ialah proses usaha yang dilakukan seseorang guna menggambarkan kenyataan dari berbagai kejadian pada objek yang di teliti. 18 Peneliti juga dapat mengambil sample secara langsung dari lapangan agar dapat menghasilkan data yang kongkrit yang disebut field research. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai instrumen, termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang diterapkan melibatkan serangkaian langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan pengecekan keabsahan data. Langkah-langkah ini digunakan untuk merinci dan menganalisis informasi yang diperoleh dari santri, sehingga dapat memberikan gambaran yang komprehensif terkait program riyAsah dan strategi menjaga hafalan Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangerang. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian riyAsah Al-QurAoan RiyAsah berasal dari kata rAsa-yurAsu yang memiliki makna yang sama dengan kata at-Tamrn yang berarti latihan. Hal ini menekankan pada latihan spiritual dan jasmani untuk mensucikan jiwa dengan cara memerangi hawa nafsu. Proses yang dilakukannya adalah mengosongkan jiwa melalui semua perihal kecuali Allah Swt lalu menghiasi jiwa beserta dzikir, ibadah, amal saleh juga akhlak mulia. Berserah diri sepenuhnya dan hanya kepada Allah Swt secara konsisten dan ikhlas menerima apa yang Allah Swt berikan. Sedangkan riyAsah Al-QurAoan dilakukan dalam satu hari satu malam, dimulai setelah matahari terbenam hingga matahari terbenam berikutnya. 19 beserta yang dibeirkan Allah, alkhauf, al-shumtu, al-wara, zuhud, berserah diri kepada Allah, berterimakasih akan karunia yang dibagikan Allah, percaya penuh terhadap janji Allah, tahan akan cobaan maupun ujian, terus melakukan pendekatan diri terhadap Allah maupun semacamnya. Definisi di atas memiliki arti bahwa, latihan-latihan yang dilakukan dengan anggota tubuh akan memberi pengaruh pada hati dan jiwa seseorang. Sehingga yang pada awalnya memiliki tingkat kesulitan atau kesusahan yang tinggi, latihan-latihan tersebut menjadi ringan dan mudah karena telah terbiasa dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dengan kemauan yang besar serta tekad yang kuat dari dalam hati. Di samping itu, perbuatan raga tidak akan terwujud tanpa keinginan yang berasal dari dalam hati atau jiwa Bentuk-bentuk RiyAshah Al-QurAoan Pada ilmu tasawuf amalan riyAsah mempunyai empat macam bentuk, yaitu: Pertama. Uzlah . Uzlah berarti melakukan pengasingan diri, yaitu mengasingkan diri melalui pergaulan dengan masyarakat guna melewati kejahatan maupun maksiat juga melatih jiwa beserta beribadah dzikir, doa juga tafakur mengenai kebesaran Allah Swt, ketika melakukan pendekatan diri kepada-Nya. 21 Melakukan Uzlah . engasingkan dir. bukannya memiliki arti bahwa suatu insan haruslah bertapa juga melewatkan hiruk pikuk kegiatan positif. Kalau semua bersifat demikian, maka siapa lagi yang akan mengurus Moch Barkah Yunus. AuResepsi Fungsional Al-QurAoan Sebagai SyifAAodi Pondok Pesantren Roudhotut Tholabah Ki Ageng Serang Purwodadi,Ay 2019, 130, http://eprints. id/10348/. Drs. H Syukriadi Sambas M. Si Tata Sukayat M. Ag Syuki. AuQuantum Doa,Ay 2003, 63. Ab Al-QAsim and Abdu al-Karm bin HawAzan. Ar-RisAlah Al- Qusyairiyah F AoIlmi at-Tasawwuf, n. Sudirman Tebba. Meditasi Sufistik (Bandung: Pustaka Hidayah, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. Uzlah yang dimaksud lebih bermakna tidak terlibat maupun berpaling pada sejumlah perihal buruk maupun tak bermanfaat sikap ini memunculkan sikap hati-hati pada aneka kebiasaan masyarakat, supaya tak mengikuti arus negatif, tetapi ketika waktu lainnya dirinya haruslah hidup di sekeliling masyarakat guna memberikan bimbingan maupun ketauladanan. Kedua. As-Sukyt . Diam yang dimaksud ialah tak mengungkapkan sejumlah kata denga tak bermanfaat, yakni mengungkapkan tak lebih dari situasi maupun kadar yang ditemuo. Sebagaimana hadits Nabi Saw: a a a a e e e a a e a ca a e a a e a a a e a a eaa aA aOII EI aOIa I aNEEAUA II EI aNEEa OE aOO aI E ae a AE aOa aNA:A CE a aOE NEEa AEO NEE EONa aO aE aIA:AI O NO CEA e ea e a e a e Ue a e aaea e a a a a a )A aO aI eI EI aOIa aI aNEEa aOE aO eO aI E ae a AEOCE O O aEOAI (ON EO O IEIAUAaOE aO eO aI E ae a AE aOE a eI eOANA AuDari Abu Hurairah RA diceritakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah Swt. , dan hari akhir, hendaklah jangan menyakiti tetangga. Barang siapa yang beriman kepada Allah Swt. , dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamu. Dan barangsiapa beriman kepada Allah Swt. , dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam. Ay (HR. al-Bukhari dan Musli. 22 Kedua makna diam di atas dapat dinamai diam umum dan relative, maka ada juga yang dinamai diam khusus dan mutlak. Sebagaimana firman Allah Swt: a a a a ca a a a e a a a a e a a e a e a a a a A aI eO EN aOI aA eO e eI e aI eOIA AOa C a ECI AA AuJika Al-QurAoan dibaca, hendaklah didengarkan dan diperhatikan agar kamu sekalian mendapat rahmat. Ay 23 Ayat di atas memerintahkan terdapatnya sikap diam saat mendengar ayat-ayat suci Al-QurAoan dibacakan. Sikap diam disini mengandung makna adanya perhatian pada kandungan arti bacaan yang dibacakan serta memperlihatkan perilaku baik, karena menghormati dan memperhatikan ayat-ayat Allah Swt, dengan adanya sikap diam seperti konteks di atas, maka seseorang akan mendapatkan Rahmat Allah Swt. 24 Pada konteks diam, sejumlah ulama pun memberi penekanan butuhnya suatu insan diam ketika memberi jawaban pertanyaan, apabila pada majlis terdapat suatu insan dengan dinilai lebihlah berpengetahuan atau berwenang darinya. Ketiga. Al- JAo . Lapar yang dimaksud dalam ajaran Islam adalah puasa. Selain bermaksud puasa lapar di sini juga bermaksud sebagai menahan diri maupun menahan nafsu, juga melaksanakan seluruh perihal dengan tak berlebihan Allah Swt, berfirman: a aa a a ca e a a a e a e a a a a e e eaa a a a e n AO ac E aI a aA eOIA aAO a aI e eO I eO a eOIE eI aI E aE I e a s acOEEO aO aO aOE e aAOo aIN E A AuHai anak Adam, pakailah pakaianmu disetiap . masjid, makan dan minumlah kamu sekalian dan jangan berlebih-lebihan . elampaui bata. sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Ay26 Abu AoAbdillah Munammad ibn Ismyil Al-Bukhyri. Shahyh Bukhyri (Beiryt: Dyr Thyq an-Najyh, n. Kementerian Agama Republik Indonesia. AuAl-Quran Dan Terjemahannya,Ay in CV Penerbit Diponegoro, 2019, 176, https://quran. Al-Ghazali. Metode Menaklukan Jiwa Perspektif Sufistik. Terj. Rahmani Astuti (Bandung: Mizan Pustaka. Quraish Shihab. Kedudukan Wahyu Dan Batas-Batas Akal Dalam Islam. Jakarta: Lentera Hati (Jakarta: lentera Islam, 2. Kementerian Agama Republik Indonesia. AuAl-Quran Dan Terjemahannya,Ay in CV Penerbit Diponegoro. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. Dalam Hadis yang diriwayatkan atas Tirmidzi. Rasulullah Saw, menjelaskan bahwasanya, satu diantara wadah yang palinglah buruk yang dipunyai manusia ialah perut yang penuh. Rasulullah menganjurkan manusia agar mengisi perutnya seadanya . ukup untuk tenagany. Kalaupun ia haruslah memenuhkan perutnya, jadi sepertiga guna makanan, sepertiga guna air juga sepertiga sisanya guna pernafasan. Disamping tersebut, rasa kenyang bisa mengakibatkan kantuk juga menyebabkan kemalasan. Menurut Yahya bin MuAoadz, lapar diibaratkan cahaya . arena hal itu dapat menyinari jalan kebaikan bagi manusi. , kenyang digambarkan selayaknya api, juga syahwat digambarkan selayaknya kayu yang bisa dibakar dengan api tak bisa mati sebelum melakukan pembakaran yang Keempat. As-Sahr . angun mala. As-Sahr merupakan latihan yang dilakukan dengan usaha guna tak tidur . pada malam hari, tak tidur yang dimaksud disini adalah diisi beserta sejumlah amalan positif secara berguna, selayaknya: tafakur, mengaji, belajar, salat, dzikir, juga lainnya. Menurut Al-Ghazali tidak tidur dimalam hari bisa menyinari, menyucikan, juga menjernihkan hati. Apabila ini dilakukan penggabungan beserta kejernihan yang didapat melalui kelaparan, hati bisa mengalami perubahan laksana bintang yang bersinar, atau cermin yang memantulkan keindahan kebenaran sehingga kepada orang itu diperlihatkan ketinggian derajat pada akhirat juga kehinaan maupun bahaya dunia. Pada saat itu sempurnalah kebencian mereka terhadap dunia demi menyongsong kehidupan di alam akhirat. Tak tidur pada malam hari pun sebagai konsekuensi melalui kelaparan, karena mustahil bisa terjaga pada malam hari beserta perut Tidur akan mengeraskan juga mematikan hati jika dilakukan dalam batas-batas yang sangat dibutuhkan. Pola tidur seperti itu bisa sebagai faktor untuk terungkapnya sejumlah rahasia melalui yang Maha Ghaib. Empat parameter yang sudah dinyatakan sebelumnya yakni: Uzlah . AsSukyt . As-Sahr . angun mala. Al- JyAo . mempunyai keterkaitan satu sama lain, yakni siapa yang banyak makan akan terdorong untuk banyak tidur karena kekenyangan, yang tentu akan membuatnya sulit untuk terjaga di malam hari. Siapa yang senang berbicara, maka akan senang berlama-lama berada di tengah-tengah masyarakat, sehingga ia teralihkan dari Uzlah dan terkadang dapat terjerumus dalam percakapan yang tidak berguna, bahkan waktu malamnya akan dihabiskan untuk ergurau dan bermain. ANALISIS RESEPSI RIYADAH AL-QURAoAN PADA SANTRI ASSHIDDIQIYAH II Genealogi riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Pada mulanya program riyAsah Al-QurAoan ada pada tahun 2018 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, atas pengajuan dari ustdzah Khosyatillah, kemudian disetujui oleh KH. Muhammad Ulil Abshor. Atas dasar supaya santri yang telah mengkhatamkan Al-QurAoan tidak sia-sia dengan hafalannya. Awalnya santri yang telah selesai dengan hafalannya hanya 1 orang, kemudian bertambah 3 orang santri, kemudian santri tahfie pun mulai berkembang lalu dibuatlah program riyAsah Al-QurAoan dengan catatan sudah selesai 2019, 154, https://quran. Abul Qasim Abdul Karim Hawazin Al-Qusyairi An-Nasaiburi. Risalah Qusyairiyah: Sumber Kajian Ilmu Tasawuf. Terjemahan Umar Faruq (Jakarta: Pustaka Amani, 2. Quraish Shihab. AuKedudukan Wahyu Dan Batas-Batas Akal Dalam Islam,Ay in Jakarta: Lentera Hati, 2005, 156. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. dengan hafalannya. Setelah terbentuk program pada saat itu, santri diwajibkan untuk mengikuti program tersebut. Baik yang sudah selesai dengan pendidikan akademiknya di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II maupun yang belum selesai dengan pendidikannya di Pondok Pesantren. Pada mulanya riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II hanya dilakukan 30 hari atas perintah KH. Muhammad Ulil Abshor. Kemudian beliau mencari-cari berkas wirid riyAsah Al-QurAoan, sampai akhirnya menemukan berkas riyAsah Al-QurAoan Wiridan tersebut dari KH. Najib Abdul Qodir . 2021 M), beliau adalah guru QurAoan cicit dari KH. Munawwir Krapyak. 29 Pada dasarnya pondok-pondok yang melakukan riyAsah Al-QurAoan bersambung pada KH. Munawwir Krapyak dan sanad QurAoan yang ada di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah ini jelas sampai kepada Rasulullah Saw. Kemudian KH. Muhammad Ulil Abshor mengubah peraturan dari awalnya 30 hari menjadi 41 hari, karena dalam berkas tersebut disebutkan wajib mengkhatamkan QurAoan sehari 1 khataman dengan catatan 41 hari lamanya. 31 Tujuan dari kegiatan riyAsah Al-QurAoan adalah supaya santri yang sudah mengkhatamkan Al-QurAoan agar terbiasa dalam membaca AlQurAoan dan tidak kaku dengan lafadz-lafadz yang ada pada ayat Al-QurAoan dan juga metode untuk menjaga hafalan Al-QurAoan bagi santri yang telah mengkhatamkan AlQurAoan . Asalnya santri yang sudah mengkhatamkan Al-QurAoan belum tentu mutqn, hanya saja mereka mampu menyelesaikan hafalan atau target dalam proses menghafal Al-QurAoan , kemudian santri yang melakukan riyAsah Al-QurAoan ini tidak harus yang sudah mendapatkan sanad. Cukup bagi santri yang sudah mengkhatamkan 30 juz maka dianjurkan untuk melakukan riyAsah Al-QurAoan . Pernyataan yang diungkapkan oleh ustadzah Khosyatillah bahwa kegiatan riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II tergolong baik. Sebab ditengah ibu kota Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II menggunakan metode tasawwuf dalam pembelajaran Al-QurAoan. Pada umumnya Pondok pesantren Asshiddiqiyah II ini adalah bukan Pondok khusus Al-QurAoan, akan tetapi Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II adalah Pondok modern semi salafi yang ada ditengah-tengah ibu kota. Kemudian pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II ini adalah seorang hafzh yang mana beliau sangat berharap supaya santri tidak hanya belajar akademik dan belajar kitab kuning saja, namun juga berharap agar ada santri yang menghafalkan Al-QurAoan serta bisa mengkaji ilmu-ilmu Al-QurAoan. Dampak riyAsah Al-QurAoan terhadap santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Sebagaimana program yang telah diterapkan oleh santri tahfieul QurAoan Asshiddiqiyah II banyak macam penerimaan santri pada program riyAsah Al-QurAoan. Mulai dari psikologis, peningkatan hafalan Al-QurAoan hingga kecerdasan spiritual santri. Maka pada bagian ini adalah pemaparan hasil wawancara terkait motivasi santri untuk melakukan riyAsah Al-QurAoan. Adapun motivasi santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II dalam melakukan riyAsah Al-QurAoan selain sebagai sarana menjaga hafalan Ustadzah Khosyatillah. AuWawancara Dengan Ustadzah Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah IIAy (Tangerang. Ibu Nyai Nur Eka Fatimatuzzahra. AuWawancara Dengan Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah IIAy (Tangerang, 2. Khosyatillah. AuWawancara Dengan Ustadzah Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II. Ay Fatimatuzzahra. AuWawancara Dengan Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II. Ay REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. Al-QurAoan, riyAsah Al-QurAoan juga dijadikan wailah mendekatkan diri kepada Allah Swt dan bertabaruk kepada guru. Sedangkan dampak riyAsah Al-QurAoan bagi santri sebagai Ketenangan jiwa Berdasarkan hasil wawancara, bagi santri yang melaksanakan program riyAsah Al-QurAoan mereka merasakan dampak jiwa yang lebih tenang. Dari 16 orang yang diwawancarai, terdapat 5 orang yang berhasil merasakan ketenangan jiwa. Hal ini menyatakan bahwa riyAsah Al-QurAoan memiliki efek pada ketenangan jiwa. Analisis terhadap bacaan Al-QurAoan dapat digunakan sebagai teknik terapi spiritual. Al-QurAoan dianggap sebagai terapi paling utama, sebab didalamnya memuat resep-resep mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit jiwa manusia. 33 Hal ini didasarkan oleh firman Allah Swt dalam surah Al-IsraAo ayat 82 yang berbunyi: ae a aa a a a ca a c a e e U e AaOII aE aI aI EC e aI aI N aO aA U acO a aI aEE aIIa aI eOIoa aOE aO a eO E aE aI eOI aE a UA AuDan kami turunkan dari Al-QurAoan sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orangorang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-QurAoan it. hanya akan menambah Ay34 Mempercayai bahwa Al-QurAoan adalah kitab suci yang mengandung firman Allah Swt yang merupakan pedoman hidup manusia, melalui kegiatan mendengarkan dan membaca Al-QurAoan dapat membawa manusia merasa lebih dekat dengan tuhan serta menuntun seseorang untuk mengingat dan menyerahkan segala permasalahan yang dimiliki kepada tuhan. Hal ini membawa kearah pasrah dan yakin bahwa Al-QurAoan bisa menenangkan hati dan fikiran manusia. Taqorub Ilallah . endekatkan diri kepada Allah Sw. Dampak yang dirasakan selain untuk ketenangan jiwa yaitu lebih dekat dengan Allah Swt. 3 dari 16 orang yang diwawancarai berhasil menyatakan bahwa riyAsah Al-QurAoan memberikan efek semakin dekat dengan Allah Swt. Analisis bahwa Al-QurAoan membuat manusai semakin dekat dengan makhluknya yakni. Al-QurAoan merupakan petunjuk bagi umat manusia. Petunjuk ini bisa dikatakan sebuah hidayah yang menuntun manusia terhadap tujuan dari penciptaan-Nya. hidayah atau petunjuk dalam Al-QurAoan memiliki tiga makna diantaranya yakni, hidayah Al-Khalq yaitu hidayah yang diberi Allah Swt bersama dengan penciptaan manusia. Allah Swt jugalah yang memberikan rezeki serta pemahaman kepada manusia. Kemudian hidayah Al-IrsyAd wa Al-BayAn, maksudnya adalah hidayah yang diberikan Allah Swt Bersama dengan diutusnya Nabi Muhammad kepada umat manusia sebagai pembawa risalah. Sebab diutusnyalah Allah Swt mewahyukan Al-QurAoan bersamanya. Selanjutnya ada juga yang dinamakan hidayah AtTaufiq, yaitu petunjuk yang Allah Swt berikan seiring dengan hamba-Nya yang Syafrianto Tambunan. AuSeni Islam Terapi Murattal Alquran Sebagai Pendekatan Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan,Ay Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi 14, no. : 75, https://doi. org/10. 24239/al-mishbah. Kementerian Agama Republik Indonesia. AuAl-Quran Dan Terjemahannya,Ay in CV Penerbit Diponegoro, 2019, 290, https://quran. Listiani Amana and Santi Esterlita Purnamasari. AuEfektivitas Mendengarkan Bacaan Al-Quran Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Lansia,Ay Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi 17, no. : 11, https://doi. org/10. 26486/psikologi. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. melaksanakan ketaatan kepada perintah Allah Swt, maka ketika itu Allah berikan petunjuk kepada-Nya. Abdullah bin MasAoud berkata AuAl-QurAoan akan datang kelak pada hari kiamat nanti dan memberi syafaat kepada pera pembacanya, kemudian ia menuntun bagi pembacanya menuju syurga, dan ia juga datang menjadi saksi atas perbuatannya dan menggiringnya ke Ay Banyak hal yang terkandung dalam Al-QurAoan seperti yang dikatakan Ibnu Abdullah bin MasAoud. Al-QurAoan akan memberi syafaat di akhirat kelak. Serta menjadi penerang di alam kubur. Al-QurAoan senantiasa menuntun umat manusia bagi yang membacanya, memahami, mempelajari, bahkan menghafalnya untuk selalu berada di jalan Allah Swt. Sesungguhnya Al-QurAoan adalah fitrah bagi manusia. Jika di dalam hati manusia terdapat Al-QurAoan maka segala sesuatunya akan menjadi berkah dan mudah. Dampak yang terjadi selain untuk ketenangan jiwa, dekat dengan Allah Swt, riyAsah Al-QurAoan juga dapat melatih konsentrasi. 5 orang dari hasil wawancara menyatakan bahwa riyAsah Al-QurAoan dapat mempengaruhi fokus dalam belajar. Orang yang terbiasa dengan mengingat dan terus konsisten membaca Al-QurAoan akan menjadi terbiasa dalam hal Sebab, dalam sel-sel otak dan tubuhnya lebih kuat dari pada mereka yang tidak menghafal atau mengulang-ulang hafalan. Oleh karena itu, aktivitas menghafal AlQurAoan secara otomatis dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Pada dasarnya setiap manusia dibekali dengan potensi/kecerdasan yang berbeda-beda antara lain kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dari beberapa pernyataan yang sudah diungkapkan oleh santri yang sudah melaksanakan riyAsah Al-QurAoan, banyak dari mereka yang sangat merasakan perkembangan hafalan Al-QurAoan semakin lancar dan melekat. Terhitung 12 orang dari 16 orang yang diwawancarai berhasil menyatakan bahwa riyAsah Al-QurAoan mempengaruhi pada kelancaran hafalan Al-QurAoan . Dikutip dari wawancara Aulia Maulida Hamzah, riyAsah Al-QurAoan bukan hanya mempengaruhi ketenangan jiwa, fokus dalam mengingat pelajaran, namun ia merasakan terhadap hafalan Al-QurAoan nya. Analisa dari ungkapan diatas bahwa bagi para penghafal Al-QurAoan harus senantiasa menjaga hafalannya, salah satunya dengan riyAsah Al-QurAoan. Mereka harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kelancaran . atau melestarikan hafalan tersebut sehingga Al-QurAoan tetap ada di dalam dada para penghafal Al-QurAoan. Untuk melestarikan hal tersebut diperlukan tekad yang kuat, kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Seorang penghafal Al-QurAoan baik yang baru menghafal ataupun yang sudah lama menghafal, mempunyai kewajiban untuk terus mengulang-ulang hafalannya agar tetap utuh, terjaga dan tidak tercerai berai. Tidak ada orang hafal Al-QurAoan yang tidak menjaga hafalannya lalu tetap lancar selamanya. Menghafal Al-QurAoan tidak bisa apabila tidak didorong dengan kemauan dan niat yang sungguh-sungguh. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah AlQamar ayat 17 yang sebutkan empat kali di dalam Al-QurAoan yang berbunyi: e a e a a e a caa e a a a ca AEE a A aNE aI eI acI aE sA a AOEC O eI EC eI aEA Hana Hanifah. Kenal. Dekat. Akhirnya Jatuh Cinta Pada Al-QurAan (Elex Media Computindo, 2. Kadim Masaong and Arfan A. Tilome. Kepemimpinan Berbasis Multiple Intellegence (Sinergi Kecerdasan Intelektual. Emosional. Dan Spiritual Untuk Meraih Kesuksesan Yang Gemilan. (Bandung: Alfabeta, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. AuSungguh. Kami benar-benar telah memudahkan Al-QurAoan sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?Ay38 Tidak hanya mendapatkan ketenangan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah Swt, mudah fokus dalam mengingat pelajaran dan kelancaran hafalan. Namun dalam pelaksanaan riyAsah Al-QurAoan terdapat kendala yang dialami oleh santri ketika melaksanakan riyAsah Al-QurAoan Berikut kendala yang dialami oleh santri: Godaan Hawa Nafsu Banyaknya godaan hawa nafsu bagi santri yang melaksanakan riyAsah Al-QurAoan karena selama 41 hari fisik sangat terkuras sebab harus khatam sehari semalam, salah satu kendala umum yang sering terjadi adalah hawa nafsu. Karena hawa nafsu jika tidak dilawan akan terus menyerang. Namun, jika santri tidak sampai pada tujuan mengkhatamkan selama 41 hari, akan diulang kembali dari awal. Walaupun sudah hampir selesai pada masa 41 hari. Gangguan Psikologis Penyebab utama dari gangguan psikologis adalah gangguan mental. Ketika riyAsah Al-QurAoan ruangan yang dipakai hanya ada 1 orang dan paling banyak hanya 3 sampai 4 orang saja, salah satu kendala dari riyAsah Al-QurAoan adalah gangguan psilokogis, yang mana santri tidak dapat berbicara atau berkomunikasi dengan baik, hingga akhirnya sosialisasi dan komunikasi tidak berjalan dengan baik. Indikator penyebab terjadinya kendala yang dialami oleh santri yang melaksanakan riyAsah Al-QurAoan adalah Kurangnya istirahat, pola makan yang tidak teratur, dan gangguan psikologis lainnya tentu hal itu adalah bagian proses panjang dari perjuangan penjagaan hafalan Al-QurAoan . Namun dari hasil perjuangan di atas akan membuahi hasil yang sangat diinginkan bagi seorang penghafal Al-QurAoan. Terburu-buru saat membaca Al-QurAoan Penyebab lainnya yang terjadi pada saat riyAsah Al-QurAoan adalah terburu-buru saat membaca Al-QurAoan , karena dalam waktu sehari santri diwajibkan mengkhatamkan AlQurAoan , oleh karena itu santri yang melaksanakan riyAsah Al-QurAoan harus mencapai target khatam Al-QurAoan . kendala dari pelaksanaan riyAsah Al-QurAoan yaitu terlalu cepat dalam membaca Al-QurAoan , sehingga timbulnya rasa ingin cepat selesai dalam waktu sehari Dan kendala umum yang sering terjadi adalah tempo bacaan yang sangat cepat. Sehingga pelafalan tidak terlalu jelas. Ketika melaksanakan riyAsah Al-QurAoan menjadi terburu-buru, sebabnya ialah karena santri di haruskan mengkhatamkan Al-QurAoan dengan waktu yang sangat singkat dan sudah ditentukan. Bagi Sebagian santri kaget dengan hal tersebut karena awal menjalani riyAsah Al-QurAoan seperti di buru-buru oleh waktu. Namun jika sudah terbiasa untuk mengkhatamkan Al-QurAoan dalam sehari maka ayat demi ayat, surah demi surah akan ringan sekali untuk dibaca dan sudah tidak asing dengan bacaanbacaan Al-QurAoan. Dari ayat di atas menegaskan bahwa Allah Swt akan memberikan jalan dan kemudahan bagi orang-orang yang ingin menghafal Al-QurAoan. Jika mereka berusaha dan bersungguh-sungguh menghafal Al-QurAoan Allah Swt akan memberikan pertolongan dan kemudahan baginya. Jadi pada dasarnya proses menghafal itu mudah, yang susah adalah Kementerian Agama Republik Indonesia. AuAl-Quran Dan Terjemahannya,Ay in CV Penerbit Diponegoro, 2019, 529, https://quran. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Dampak RiyAsah Al-QurAoan Terhadap Santri (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II Batu Ceper Tangeran. menjaga dan memelihara hafalan yang sudah kita miliki agar tidak sampai hilang ataupun Hal ini yang menjadikan tantangan besar bagi penghafal Al-QurAoan sehingga wajib adanya pemeliharaan hafalan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hafalan Al-QurAoan mempunyai cara-cara yang tepat sehingga hafalan Al-QurAoan tersebut tidak mudah hilang. Salah satu metode untuk memelihara Al-QurAoan adalah riyAsah Al-QurAoan itu sendiri. Asal mulanya terjadi riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II. Program ini diadakan pada tahun 2018. Mulanya hanya 1 orang santri yang mengkhatamkan Al-QurAoan lalu dianjurkan untuk riyAsah Al-QurAoan. Kemudian bertambah menjadi 3 orang santri dan bertambah lagi hingga saat ini dan dijadikan program wajib bagi santri yang telah mengkhatamkan Al-QurAoa. Pelaksanaan riyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II yakni mengkhatamkan Al-QurAoan sehari satu kali khataman selama 41 hari lamanya. Kemudian dianjurkan membaca wirid-wirid tertentu setelah shalat Konsekuensi yang didapatkan ketika tidak mencapai satu hari khatam Al-QurAoan akan diulangi lagi dari hari pertama. Dampak riyAsah Al-QurAoan terhadap santri berbedabeda pada setiap penerimaanya. Namun dari hasil wawancara yang penulis dapatkan 16 orang yang diwawancarai terdapat 5 orang yang mendapatkan ketenangan jiwa, 3 orang mendapatkan efek lebih dekat dengan Allah Swt, 5 orang mudah fokus dalam mengingat pelajaran dan 12 orang mempengaruhi kelancaran hafalannya. KESIMPULAN Adapun kesimpulannya sebagai berikut: Pertama. Genealogi yang pada pelaksaan riyAsah Al-QurAoan berawal dari santri yang sudah mengkhatamkan Al-QurAoan 30 juz kemudian santri dianjurkan untuk mengikuti riyAsah Al-QurAoan. Pada dasarnya tujuan dari riyAsah Al-QurAoan adalah sebagai metode penjagaan hafalan Al-QurAoan . RiyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II sanad ke QurAoanannya bersambung pada KH. Munawwir Krapyak yang mutawatir kepada Rasulullah Saw. RiyAsah Al-QurAoan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II sangat menarik perhatian karena ditengah-tengah ibu kota menggunakan metode tasawwuf dalam pembelajaran Al-QurAoan . Kedua. Praktik riyAsah Al-QurAoan yang dilakukan oleh santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II yaitu dilakukan secara individual dalam ruangan yang berisi 1 sampai 4 orang. Kemudian santri diwajibkan untuk mengkhatamkan Al-QurAoan dalam jangka waktu sehari selama 41 hari. Praktik tersebut dilakukan guna untuk memperkuat hafalan Al-QurAoan bagi santri yang sudah mengkhatamkan 30 juz. Waktunya dimulai dari setelah shalat maghrib sampai esok harinya sebelum shalat maghrib. Ada wirid khusus yang digunakan selama masa riyAsah Al-QurAoan seperti membaca dzikir tertentu ketika selesai shalat fardhu. Ketiga. Terdapat dampak atau efek yang dirasakan oleh santri ketika melaksanakan riyAsah Al-QurAoan. Dari hasil wawancara dengan beberapa santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II, penulis menemukan bahwa efek yang dirasakan oleh santri yaitu untuk memperlancar bacaan AlQurAoan , melatih diri untuk mengingat hafalan, baik hafalan Al-QurAoan maupun pelajaranpelajaran akademik dan melatih diri untuk sabar. Sebab selama 41 hari santri diwajibkan untuk mengikuti prosedur yang telah dibuat. DAFTAR PUSTAKA