Jurnal Development Engineering and Research in Technology Vol. No. Bulan 2025, hal. ISSN:. DOI: Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Pangkat Pengabdian bagi PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Menggunakan Metode AHP Lisa Nurmala Trisbiyanti1. Tanhella Zein Vitadiar2 Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Hasyim AsyAoari. Jombang. Indonesia Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Hasyim AsyAoari. Jombang. Indonesia Article Info Article history: Received 05 25, 2025 Revised 06 07, 2025 Accepted 06 16, 2025 Keywords: Honorary Rank Promotion AHP Decision Support System Info Artikel Kata kunci: Pangkat Pengabdian AHP Sistem Pendukung Keputusan ABSTRACT In determining the awarding of honorary rank promotion for civil servants (PNS) who are approaching retirement, errors frequently occur due to the absence of a system that supports decision-making. One applicable model is a Decision Support System (DSS). DSS is designed to assist decisionmakers by providing relevant information and analysis based on predefined This decision support system was developed to support the decisionmaking process for awarding honorary rank promotions to retiring PNS in the Government of Bojonegoro Regency. The criteria used in the system include years of service, final rank gap, the most recent one-year SKP (Employee Performance Target. , and disciplinary history. This study proposes a web-based DSS using the Analytical Hierarchy Process (AHP) AHP is a technique that helps structure and analyze multiple criteria in a decision-making process. The results show that the application of DSS using AHP successfully generates a final outcome that can be used by decision-makers. Thus, the system effectively accelerates the decisionmaking process in awarding honorary rank promotions for retiring PNS in Bojonegoro Regency. ABSTRAK Dalam menentukan pemberian pangkat pengabdian bagi PNS yang akan purna tugas/pensiun, seringkali terjadi kesalahan karena belum adanya sistem yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Model yang bisa digunakan yaitu Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Syste. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dengan menyediakan informasi dan analisis yang diperlukan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Sistem pendukung keputusan ini dibuat untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam menentukan pemberian pangkat pengabdian bagi PNS yang akan pensiun di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sistem Pendukung Keputusan ini menggunakan kriteria yaitu Masa Kerja PNS. Gap Golongan Terakhir. SKP 1 Tahun Terakhir dan Riwayat Disiplin. Penelitian ini mengusulkan penggunaan Sistem Pendukung Keputusan berbasis web dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. AHP adalah metode yang dapat membantu mengorganisir dan menganalisis berbagai kriteria dalam proses pengambilan keputusan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pendukung keputusan menggunakan AHP berhasil memberikan hasil akhir yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan. Dengan demikian, sistem ini behasil mempercepat proses pengambilan keputusan dalam penentuan pemberian pangkat pengabdian bagi PNS yang akan pensiun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA 4. Beranda jurnal: http:// ejournal. id/index. php/DERISTECH DERISTECH ISSN: x-x Penulis Korespondensi: Siti Zaiton Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Hasyim AsyAoari 61471 Jombang. Indonesia Email: zaiton@unhasy. PENGANTAR Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak terlepas dari peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penggerak utama administrasi publik. Di tengah tuntutan profesionalisme dan integritas. ASN dituntut untuk menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pelayanan publik. Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian tersebut, pemerintah memberikan pangkat pengabdian kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna tugas, dengan syarat dan ketentuan tertentu. Pemberian pangkat pengabdian ini bukan semata bentuk administratif, melainkan simbol apresiasi atas kontribusi PNS dalam mendukung kinerja institusi pemerintahan. Di Kabupaten Bojonegoro, tugas pemrosesan usulan pensiun dan pemberian pangkat pengabdian menjadi tanggung jawab Bidang Pengadaan. Pemberhentian, dan Informasi Aparatur pada Badan Kepegawaian. Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Namun, proses penilaian kelayakan pangkat pengabdian masih dilakukan secara manual, yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan administratif. Di antaranya adalah ketidaktepatan data akibat kesalahan input, keterlambatan pengolahan informasi, dan rendahnya transparansi dalam pengambilan keputusan. Hal ini diperparah oleh belum tersedianya sistem informasi yang secara otomatis dapat mengelola dan menganalisis kriteria kelayakan pegawai secara komprehensif. Pemberian pangkat pengabdian diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2002 tentang perubahan atas PP No. 99 Tahun 2000. Dalam regulasi tersebut, kriteria yang digunakan mencakup masa kerja PNS, gap golongan terakhir, nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) satu tahun terakhir, serta riwayat hukuman disiplin. Sayangnya, pada praktiknya, kriteria ini belum dikelola dalam suatu sistem digital yang memadai, sehingga proses evaluasi kelayakan masih bergantung pada penilaian subjektif dari petugas administrasi. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pengembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mampu meringankan admin dalam memutuskan kelayakan pangkat pengabdian secara sistematis dan objektif. SPK dirancang untuk mendukung pengambil keputusan dengan menyediakan analisis berbasis kriteria yang telah ditentukan. Strategi utama untuk membuat SPK dalam penelitian ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Thomas L. Saaty. menciptakan Analytic Hierarchy Process (AHP), sebuah teknik yang memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan kriteria kuantitatif yang menimbang dan dapat mendekonstruksi masalah kompleks menjadi struktur hierarkis. Sebagaimana penjabaran dalam latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, yakni: bagaimana merancang dan membangun SPK untuk pemberian pangkat pengabdian bagi PNS di Kabupaten Bojonegoro dengan metode AHP? dan . bagaimana penerapan AHP dalam sistem pengambilan keputusan tersebut? Sedangkan, penelitian ini bertujuan sebagaimana: . merancang dan membangun sistem berbasis web yang dapat membantu proses pemberian pangkat pengabdian, dan . menerapkan metode AHP sebagai kerangka analisis dalam menentukan prioritas kriteria yang mempengaruhi kelayakan PNS. Penelitian ini hanya terfokus pada pemeringkatan pegawai negeri sipil yang mendekati purna tugas di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem kepegawaian BKPP Bojonegoro yang dibuat dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Berikut adalah beberapa manfaat dari penelitian ini: . menghasilkan sistem SPK yang dapat mempercepat dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan, . memberikan solusi berbasis metode AHP untuk meningkatkan objektivitas, dan . membantu tugas admin BKPP dalam menilai kelayakan PNS secara lebih akurat dan transparan. Dengan demikian, pengembangan SPK berbasis AHP ini diharapkan dapat mendukung agenda reformasi birokrasi, mewujudkan prinsip good governance, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kepegawaian. METODE Dalam rangka membangun sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis web untuk mengevaluasi kelayakan pegawai negeri sipil untuk mendapatkan kenaikan pangkat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, proyek ini menggunakan metodologi rekayasa perangkat lunak terapan. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi informasi terhadap persoalan administratif yang kompleks dan membutuhkan akurasi tinggi. Sistem Pendukung Keputusan Pemberian A( Lisa Nurmal. ISSN: x-x Desain Penelitian Gambar 1. Tahapan Penelitian Tujuan dari penelitian rekayasa perangkat lunak ini dalam menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah untuk membuat Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web. Badan Kepegawaian. Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro akan menggunakan pendekatan ini untuk membantu menentukan apakah layak untuk menetapkan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan purna tugas. Penelitian ini bersifat terapan dengan pendekatan kuantitatif pada tahap perhitungan AHP. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di BKPP Kabupaten Bojonegoro. Jawa Timur, selama rentang waktu empat bulan, yakni dari Februari hingga Mei 2025. Aktivitas penelitian meliputi observasi proses administrasi, pengumpulan data pegawai, analisis kebutuhan sistem, serta perancangan dan implementasi aplikasi SPK. Teknik Pengumpulan Data Data diperoleh melalui beberapa metode, yaitu melalui . wawancara dengan petugas kepegawaian mengenai alur pemberian pangkat pengabdian. observasi langsung terhadap proses administratif yang berjalan. dokumentasi berupa data pegawai, nilai SKP, dan riwayat disiplin. studi pustaka untuk mendalami teori SPK. AHP, serta regulasi kepegawaian. Analisis Data Teknik Unified Modeling Language (UML) digunakan untuk membuat sistem dan menganalisis data dengan memanfaatkan use case, aktivitas, dan diagram kelas. Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL digunakan dalam pengembangan sistem, yang dibuat sebagai aplikasi web yang dapat diakses oleh administrator BKPP secara daring. Fitur login, entri data PNS, manajemen kriteria dan subkriteria, prosedur perhitungan AHP, dan peringkat kelayakan sebagai hasil akhir semuanya disediakan oleh sistem. Dilakukan pula pengujian dengan metode AHP, yang digunakan untuk: . menetapkan bobot masingmasing kriteria dan subkriteria dengan menggunakan skala perbandingan berpasangan . Ae. menghitung nilai prioritas dengan menggunakan nilai vektor eigen. menguji konsistensi dengan menggunakan Consistency Ratio (CR) dan Consistency Index (CI) dengan batas toleransi CR < 0,1. Sementara itu, keempat faktor tersebut adalah: . masa kerja. gap golongan terakhir. nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) setahun terakhir. riwayat hukuman disiplin. Prosedur penilaian mengolah keempat subkriteria masing-masing kriteria yang masing-masing mempunyai bobot tersendiri. Selanjutnya sistem diuji menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fitur berfungsi sesuai spesifikasi. Uji coba dilakukan mulai dari proses login hingga keluaran akhir berupa hasil rekomendasi pemberian pangkat pengabdian. Validasi hasil sistem juga diperoleh dari pengecekan nilai Consistency Ratio, yang dalam penelitian ini mencapai nilai 0,00 atau sangat konsisten. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dalam rangka membantu Badan Kepegawaian. Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro dalam mengambil keputusan tentang penetapan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan Development Engineering and Research in Technology. Vol. No. Juni 2025: 12-20 DERISTECH ISSN: x-x purna tugas, penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis web. Sistem ini mengimplementasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap alternatif berdasarkan empat kriteria utama. 1 Sistem Antarmuka Gambar 2. Sistem Antarmuka Hasil dari implementasi sistem dapat dijelaskan melalui beberapa tampilan antarmuka . ser interfac. , di antaranya . Halaman Login: Merupakan halaman awal untuk autentikasi pengguna sistem baik dari sisi admin maupun pimpinan. Halaman Dashboard: Menampilkan informasi umum dan navigasi utama setelah pengguna berhasil masuk. Halaman Data Pensiun: Menyediakan daftar pegawai yang akan pensiun dan memungkinkan pengelolaan data lebih lanjut. Halaman Kriteria dan Subkriteria: Menampilkan dan mengelola daftar kriteria dan subkriteria yang digunakan dalam perhitungan AHP. Halaman Perhitungan Kriteria dan Alternatif: Secara otomatis sistem menghitung bobot masing-masing kriteria beserta alternatif berdasarkan input data dan skala . Halaman Hasil Akhir: Menampilkan hasil akhir berupa nilai total dari tiap alternatif . dan urutan prioritas kelayakan pemberian pangkat pengabdian. 2 Hasil Perhitungan AHP Berdasarkan hasil input dan perhitungan, diperoleh bobot prioritas kriteria sebagai berikut: Tabel 1. Prioritas Kriteria Kriteria Prioritas Masa Kerja (A. 0,48 Gap Gol Terakhir (A. 0,24 SKP 1 Tahun Terakhir (A. 0,16 Riwayat Disiplin (A. 0,12 (Sumber: Data diola. Sedangkan bobot untuk subkriteria adalah sebagai berikut: Tabel 2. Prioritas Sub Kriteria Subkriteria Sangat Memenuhi (B. Memenuhi (B. Cukup Memenuhi (B. Tidak Memenuhi (B. (Sumber: Data diola. Prioritas 0,25 0,125 0,083333333 0,0625 Sistem Pendukung Keputusan Pemberian A( Lisa Nurmal. ISSN: x-x Berikut adalah contoh penghitungan penilaian untuk menentukan pemberian pangkat pengabdian bagi PNS yang mendekati masa pensiun/ purna tugas: Tabel 3. Hasil Nilai Prioritas Nama Masa Gap Gol SKP 1 Riwayat Jumlah Kerja Terakhir Tahun Disiplin Terakhir Suciati 0,12 0,06 0,02 0,03 0,23 Parwanto 0,12 0,06 0,02 0,015 0,215 Mustofa 0,06 0,03 0,013333333 0,03 0,133333333 Joko Suhono 0,03 0,02 0,02 0,03 Suprihatin 0,12 0,06 0,013333333 0,0075 0,200833333 (Sumber: Data diola. Dapat dilihat bahwa Pegawai Negeri Sipil atas nama Suciati memenuhi semua persyaratan, maka dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa ia layak memperoleh Pangkat Pengabdian. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, sistem pendukung keputusan metode AHP dapat memberikan perhitungan yang transparan dan objektif dalam prosedur pemberian pangkat pengabdian. Bobot tertinggi dimiliki oleh kriteria masa kerja . , yang mengindikasikan bahwa durasi pengabdian pegawai menjadi pertimbangan utama. Dalam penerapannya, sistem terbukti dapat menangani data pegawai, melakukan proses perhitungan bobot dan skor akhir alternatif secara otomatis, serta menghasilkan rekomendasi kelayakan secara sistematis. Hal ini mendukung tujuan penelitian dalam meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam proses administrasi Proses implementasi metode AHP telah dilakukan melalui langkah-langkah sesuai teori, mulai dari penyusunan hirarki keputusan, pembuatan matriks perbandingan berpasangan, perhitungan eigenvector, hingga pengujian konsistensi. Besaran nilai Consistency Ratio (CR) 0,00 terlihat bahwa perbandingan yang dilakukan oleh pengguna sistem . telah konsisten dan valid. Dengan adanya sistem ini, keputusan tidak lagi hanya bergantung pada penilaian subjektif pegawai BKPP, tetapi dibantu oleh sistem yang mengolah kriteria secara matematis. Selain itu, fitur web memungkinkan aksesibilitas yang lebih fleksibel dan pencatatan data yang lebih tertata. 1 Pengujian Pendekatan Pengujian Black Box digunakan dalam pengujian sistem untuk menilai fungsionalitas setiap Hasil pengujian terhadap dua jenis pengguna yaitu admin dan pimpinan menunjukkan semua fitur berjalan dengan baik, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4. Tabel Pengujian User Admin Skenario Pengujian Hasil Yang Diharapkan Hasil Pengujian Kesimpulan User Admin mengisi Jika valid maka akan Data login valid dan Sukses data login dengan input diarahkn ke halaman memgarahkan ke halaman utama . dan utama . Jika tidak valid sistem Sistem menampilkan pesan Sukses akan menampilkan pesan gagal dan data tidak bisa gagal dan tetap pada diproses halaman login Menambah, melihat. Jika user menambah data Data Sukses dan pensiun akan bertambah dan muncul pada data muncul form input data halaman data pensiun Jika user melihat data Sistem menampilkan data Sukses akan detail pegawai muncul halaman detail Jika user mengubah data Data Sukses pensiun, maka data akan perubahan yang sudah berubah sesuai dengan dilakukan data perubahan Development Engineering and Research in Technology. Vol. No. Juni 2025: 12-20 DERISTECH ISSN: x-x Skenario Pengujian Menambah, mengubah dan menghapus data Menghitung kriteria utama Menambah, mengubah AHP Menambah, mengubah dan menghapus sub Menambah, mengubah Menghitung AHP Hasil Yang Diharapkan Jika user menghapus data pensiun akan berkurang Jika user menambah kriteria maka data kriteria yang baru akan muncul pada kriteria Jika user mengubah kriteria maka data kriteria akan berubah sesuai Jika user menghapus kriteria maka data kriteria akan berkurang Jika tombol hitung AHP kriteria utama maka sistem akan menghitung matriks dari kriteria utama secara otomatis Jika user menambah kualifikasi maka data kualifikasi yang baru Jika user mengubah kualifikasi maka data kualifikasi akan berubah sesuai perubahan Jika user menghapus kualifikasi maka data Jika user menambah sub kriteria maka data kriteria yang baru akan muncul pada sub kriteria Jika user mengubah sub kriteria maka data kriteria akan berubah sesuai Jika user menghapus sub kriteria maka data kriteria akan berkurang Jika user menambah alternatif maka data alternatif yang baru akan muncul pada alternatif Jika user mengubah alternatif maka data alternatif akan berubah sesuai perubahan Jika user menghapus alternatif maka data alternatif akan berkurang Jika tombol hitung AHP alternatif maka sistem Hasil Pengujian Data pensiun berkurang Kesimpulan Sukses Data kriteria bertambah dan muncul pada halaman Sukses Data perubahan yang Sukses Data kriteria berkurang Sukses Sistem menghitung kriteria utama dan menampilkan perhitungan AHP kriteria Sukses Data kualifikasi bertambah dan muncul pada halaman Sukses Data perubahan yang Sukses Data kualifikasi berkurang Sukses Data sub kriteria bertambah dan muncul pada halaman Sukses Data perubahan yang Sukses Data sub kriteria berkurang Sukses Data alternatif bertambah dan muncul pada halaman Sukses Data perubahan yang Sukses Data alternatif berkurang Sukses Sistem alternatif dan menampilkan Sukses Sistem Pendukung Keputusan Pemberian A( Lisa Nurmal. ISSN: x-x Skenario Pengujian Melihat hasil akhir Menambah, mengubah dan menghapus user User admin . (Sumber: Data diola. Hasil Yang Diharapkan akan menghitung nilai alternatif secara otomatis Halaman menampilkan menampilkan keterangan berhak KPP atau tidak berhak KPP Jika pimpinan, maka user pimpinan dapat login dan melihat data sesuai hak Jika mengubah hak akses user pimpinan, maka user pimpinan bisa mengakses data sesuai dengan hak akses baru yang diberikan oleh admin Jika pimpinan, maka user pimpinan tidak bisa login dan hilang dari daftar user Jika user admin keluar dari halaman admin. Hasil Pengujian penilaian alternatif Data dengan keterangan berhak KPP atau tidak berhak KPP Kesimpulan User pimpinan berhasil login dan melihat data. Sukses User mengakses data sesuai hak akses yang diubah Sukses User pimpinan tidak dapat Sukses Sistem halaman login Sukses Tabel 5. Tabel Pengujian User Pimpinan Hasil Yang Diharapkan Hasil Pengujian Jika valid maka akan Data login valid dan diarahkn ke halaman memgarahkan ke halaman utama . Jika tidak valid sistem Sistem menampilkan pesan akan menampilkan pesan gagal dan data tidak bisa gagal dan tetap pada diproses halaman login User pimpinan melihat Jika user melihat data Sistem menampilkan data data pensiun akan detail pegawai muncul halaman detail User pimpinan melihat Halaman menampilkan Data perangkingan alternatif data hasil akhir perangkingan ditampilkan dengan keterangan berhak KPP atau menampilkan keterangan tidak berhak KPP berhak KPP atau tidak berhak KPP User pimpinan keluar Jika user pimpinan keluar Sistem halaman admin . dari halaman admin, halaman login menampilkan halaman (Sumber: Data diola. Skenario Pengujian User pimpinan mengisi memasukkan username dan password Development Engineering and Research in Technology. Vol. No. Juni 2025: 12-20 Sukses Kesimpulan Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses DERISTECH ISSN: x-x Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dinyatakan bahwa sistem dinilai mampu berjalan sebagaimana spesifikasi fungsional dan siap untuk diterapkan lebih lanjut di lingkungan kerja BKPP Kabupaten Bojonegoro. KESIMPULAN Sebagaimana hasil penelitian dan implementasi sistem, kesimpulan penelitian ini meliputi: Sistem pendukung keputusan pemberian pangkat pengabdian bagi PNS di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berhasil dikembangkan dalam bentuk aplikasi web dengan dua peran pengguna, yaitu admin dan pimpinan, serta mampu mengolah data berdasarkan algoritma Analytical Hierarchy Process (AHP). Bobot prioritas masing-masing kriteria yang diperoleh dari AHP adalah: masa kerja . , gap golongan terakhir . SKP satu tahun terakhir . , dan riwayat hukuman disiplin . Nilai prioritas subkriteria adalah: sangat memenuhi . , memenuhi . , cukup memenuhi . , dan tidak memenuhi . ,0. Sistem mampu menghasilkan rekomendasi kelayakan secara otomatis, akurat, dan konsisten berdasarkan data yang diinput oleh admin. Beberapa saran untuk pengembangan sistem ke depan antara lain: Menerapkan metode alternatif seperti AHP-TOPSIS atau Fuzzy AHP untuk hasil yang lebih adaptif. Mengintegrasikan sistem dengan basis data kepegawaian instansi agar proses input data tidak dilakukan secara . Menyesuaikan sistem dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan instansi guna meningkatkan efisiensi dan skalabilitas dalam pelayanan kepegawaian. PERNYATAAN KONTRIBUSI PENULIS Nama Penulis Lisa Nurmala Trisbiyanti Tanhella Zein Vitadiar C : Konseptualisasi M : Metodologi So : Perangkat lunak Va : Validasi Fo : Analisis Formal I : Investigasi R : Sumber Daya D : Akurasi Data O : Penulisan - Draf Asli E : Penulisan - Tinjauan & Penyuntingan E Vi : Visualisasi Su : Pengawasan P : Administrasi proyek Fu : Akuisisi Pendanaan PERNYATAAN BENTURAN KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan. KETERSEDIAAN DATA - Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia berdasarkan permintaan dari penulis yang bersangkutan [LN. TZ]. Data yang mengandung informasi yang dapat membahayakan privasi peserta penelitian tidak tersedia untuk umum karena adanya pembatasan tertentu. - Data turunan yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis yang bersangkutan [LN] berdasarkan - Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari BKPP Kabupaten Bojonegoro. Ada pembatasan terhadap ketersediaan data ini. Data tersedia dari Lisa Nurmala Trisbiyanti dengan izin dari BKPP Kabupaten Bojonegoro. - Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis yang bersangkutan [LN. TZ], atas permintaan yang wajar. - Ketersediaan data tidak berlaku untuk makalah ini karena tidak ada data baru yang dibuat atau dianalisis dalam penelitian ini. REFERENSI